Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘parenting’

Anak-anak jaman sekarang, sepertinya sudah menganggap orang tua seperti layaknya seorang teman, tanpa malu dan ragu, anak-anak bisa leluasa berbicara, berdebat bahkan mengomel kepada orang tuanya, ataupun gurunya.

Beberapa kali saya mengalaminya, dan pernah juga saya menjadi saksi di saat ada kegiatan sekolah, anak-anak akan berangkat camping, lalu ada salah satu guru yang ingin bergabung di mobil truk, tapi oleh anak-anak ditolak, ” Bapak jangan di sini dong, pindah aja, di sini udah penuh nih, sempit, bla bla bla” si pak guru hanya senyum dan tetap ikut di truk tersebut. Saat itu saya yang menyaksikan langsung bagaimana anak-anak bisa sangat cueknya mengusir gurunya, dan saat itu juga saya langsung tegur anak saya, bahwa tindakan tersebut tidak sopan dan menyakiti perasaan guru tersebut. Walaupun yang berteriak ke guru tersebut bukan hanya anak saya, tetapi sebagai orang tua, ya saya harus menegur anak saya terlebih dahulu. Anak saya langsung pasang muka cemberut, ngga suka ditegur oleh saya.

Memang sih anak-anak sekarang lebih kritis, cerdas dan mampu mengungkapkan ide-ide mereka secara langsung tanpa malu-malu, yang kadang cenderung tidak sopan kalau menurut saya. Apabila hal ini terjadi dengan saya, di saat saya menyuruh anak saya melakukan sesuatu dan dia protes, bicara yang tidak sopan, tentunya saya langsung protes,” yang sopan ya bicara sama orang tua” , dan seketika, anak saya akan langsung sadar kalau itu tidak baik.

Mendidik anak-anak agar bisa mempunyai budi pekerti yang baik, sopan, suka menolong tentunya tidak mudah, harus diulang berkali-kali, jangan merasa bosan dan patah semangat.Kita juga harus berdoa kepada yang maha pencipta,agar bisa mempunyai ilmu, kekuatan dan kesabaran juga kelembutan hati untuk bisa menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak kita.

Minggu lalu, kami pergi menginap ke puncak, di hotel Seruni,Cisarua, dan sekarang setelah sekian tahun tidak menginap di sana, ternyata sudah bertambah fasilitas untuk bermain anak-anak.Ada kolam renang baru dengan perosotan, dan flying fox di atas pasir, lebih seru dan menyenangkan.Ada satu kejadian yang membuat saya bangga terhadap anak saya yang bontot, di saat ayah saya yang sekarang usianya tentu sudah tidak muda lagi, sudah hampir 73 tahun, ayah saya berjalan menuruni tangga untuk menuju kolam renang di seruni 1, sedangkan kami menginap di seruni 3, lokasinya lumayan jauh bila berjalan kaki. Ketika ayah saya berjalan di belakang saya, tiba-tiba Dammar yang berjalan di depan, menghampiri ayah saya, dan langsung mengambil bawaan plastik yang berisi baju ganti ayah saya dan menggandeng tangan ayah saya.

Tanpa bicara sepatahpun, dengan tindak tanduk yang sangat membanggakan saya sebagai orang tua tentunya dengan perhatian anak saya kepada datuknya. Saya langsung memberikan pujian kepada anak saya, ” waah adek pintar ya, baik banget sama datuknya”.

Alhamdulilah semoga anak-anak saya mempunyai perhatian dan concern terhadap orang yang lebih tua, orang yang membutuhkan bantuan dan juga terhadap lingkungan sekitarnya.

 

 

 

Iklan

Read Full Post »

Gara-gara HP Android yang bisa kirim pesan pake WA, dan sekarang jadi punya grup WA yang jumlahnya sampai ngga cukup dengan 10 jari.Ada grup SD, SMP, SMA, Kuliah, kantor, RT, grup sekolah anak-anak, which is anaknya dua ya jadi ada 2 grup WA, grup keluarga saya, grup keluarga suami, grup mantan teman-teman kantor.. pokoknya bejibun deh. Ngga berasa dan suka ngga sadar, kalau obrolan lagi seru di salah satu grup, suka kebawa ingin komentar dan baca, padahal udah sampai rumah.Anak-anak yang sudah seharian ngga ketemu, pas ketemu kita, kitanya lagi sibuk balas WA dan baca berita online.

“Mah.. aku tadi di sekolah kesel banget sama si anu.. bla bla bla..” dan kita yang masih sibuk sambil chat, ngga begitu fokus nanggepin anak yang lagi cerita.Sampai suatu hari tersadar, anak-anak juga sibuk dengan tablet dan HP nya, nonton youtube, lihat instagram, game, dll.Saya merasa disisihkan oleh anak-anak dan juga suami.Suami juga sering baca berita online di HP, pokoknya semuanya sibuk dengan kegiatan masing-masing tapi semuanya pegang gadget.

Tantangan terbesar saat ini dalam mendidik anak-anak yaitu game dan gadget, nilai ulangan yang cenderung turun, kurangnya kegiatan fisik, dan  senang melihat kegiatan orang lain khususnya artis-artis idola yang bisa menimbulkan pengharuh kurang baik terhadap perkembangan usia anak.

” Mah, katanya orang tua nyontohin yang baik-baik ke anak-anaknya, jadi kalau orang tua sibuk main HP, anak-anaknya juga boleh dong, kan udah dicontohin” mak jleb ngga sih? itulah.. anak-anak itu polos dan kita jadi harus sering introspeksi.

TV cable di rumah udah hampir ngga pernah ditonton lagi,karena orang rumah lebih tertarik dengan internet, nonton youtube, instagram, dll.Langganan tv cable malah jadi percuma, setiap bulan bayar hampir 600 ribu rupiah dengan paket tv dan internet.Padahal kan 600 ribu perbulan itu bisa buat beli LM 1 gram kan? nah ini malah jadinya anak-anak juga sibuk main gadget sampai malam, apalagi kalau libur, dari bangun tidur saja sudah langsung cari HP mau nonton youtube.

Sebetulnya sudah diberikan waktu, untuk main gadget itu hanya boleh 1 jam saja sehari, plus kalau hari jumat, sabtu dan minggu boleh kapan saja, itupun ngga boleh nonstop, saatnya sholat ya harus sholat, mandi ya harus mandi.Kenyataanya, anak-anak malas sholat, malas mandi, makan aja sambil nonton youtube, kadang di kasur, atau di meja komputer sambil nonton.Gimana itu coba?

Ada salah satu channel youtube yang mereka sering tonton yaitu Gen Halilintar, mereka itu sekeluarga ber – 11 bersaudara, katanya malah sekarang sudah nambah lagi anaknya jadi 12 anak. Saya ngga kebayang ya satu rumah itu ber 12….hehehehe.. untungnya sih bapaknya orang kaya ya,.. jadi bisa punya rumah besar, ada kolam renangnya, bisa jalan-jalan ke luar negeri semuanya.Banyak kegiatan mereka yang diupload, seperti berenang di dalam kolam renang yang mereka punya sendiri di dalam rumah, atau buka kado untuk anak yang sedang ulang tahun, kado-kadonya juga cihuy-cihuy….jalan-jalan ke luar negeri.Banyak hal-hal konsumtif yang menurut saya kurang bagus pengaruhnya buat anak-anak.Memang saya akui sekarang jamannya pamer, selfie dan individualistis.Jalan-jalan kemana-mana sekarang sudah biasa, langsung diupload ke FB, Instagram, Path, dll.Saya berusaha memberikan masukan ke anak-anak saya, apalagi kalau mereka minta mainan yang mahal-mahal, sering saya ngga turutin, karena saya mau memberikan pandangan ke  mereka, kalau mau sesuatu ya harus nabung dulu, sabar, dan ngga semua yang kita inginkan itu bisa terwujud semua, kita harus bisa menerima kondisi apapun, walaupun itu tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

Mulai pertengahan bulan April ini, saya sudah minta pihak tv cable untuk sementara menon-aktifkan program tv dan internet.Saya berharap dengan tidak ada internet di rumah, anak-anak bisa melakukan kegiatan lain seperti main sepeda di taman, baca buku, menggambar dan lain-lain yang sebelumnya biasa mereka lakukan sebelum kecanduan internet yang amat meresahkan saya khususnya.

Saya sadar, sekarang memang sudah jamannya berkembang, tapi ya saya sementara ini berusaha dulu deh untuk mengurangi pengaruh buruk yang bisa ditimbulkan.Anak saya yang besar,  tahun ini bulan Juli, Insya Allah sudah naik kelas 6, yang mana sudah siap-siap mau masuk SMP Negeri yang bagus seperti yang saya harapkan.Nilainya harus tinggi minimal 9 kalau memang mau masuk sekolah Negeri yang bagus.

Sekali lagi, jadi orang tua itu ngga pernah ada sekolahnya, nyemplung aja langsung, kuncinya ya berdoa dan terus belajar.

 

 

Read Full Post »

Setiap pulang kerja, sampai rumah udah kecapean.Abis mandi, makan malam, sholat lalu ngantuk.Ngobrol sama anak dan suami juga sedikit banget, kadang jadi sedihnya gini, nanya ke anak cuma ga jauh dari soal beresin buku udah belum, mandi udah belum, sholat udah belum… nah itu tiga poin utama pertanyaan begitu saya sampai di rumah.

Padahal kadang pingin ngobrol panjang lebar soal kegiatan anak-anak seharian, mengenai teman-teman sekolahnya, gurunya, pelajarannya, dan lain lain.Tetapi ya gitu deh, niat tinggal niat, karena badan udah pegal gara-gara macet di jalan, kepala udah puyeng karena lama di mobil.

Jadi saya mau cerita soal anak saya yang paling kecil nih, walaupun laki-laki tapi dia lebih cerewet dari kakaknya, lebih suka protes dan lebih kritis. Minggu lalu, dia tidak mau sikat gigi sebelum tidur, dan itu sudah dua hari berturut-turut, padahal saya sudah siapkan sikat gigi beserta odolnya di kamar mandi, dia tinggal sikat aja, srekk sreeek.. gitu kan? tapi ya itu, walaupun udah janji mau rajin sikat gigi, tapi sering dilanggar sama dia.Saya marah dong, dan saya pura-pura mau kirim sms ke wali kelasnya, tapi dia ngga terima, dan malah mau buang samsung tablet ke tempat sampah.Waaah.. tau sendiri dong, makin marahlah saya, saya makin teriakin dia dan bilang, ngga boleh nonton tv dan ngga boleh liat komputer lagi.

Sambil nangis dia bilang..” huuuuuuhuuuu.. kalau ada lomba mamah tergalak sedunia.. huuuhuuu mamah pasti menang,huuuuu….

Suami sambil senyum-senyum melirik saya, dalam hati sih saya ngebatin, nih anak ada-ada aja…hahahhaa.. tapi saya ngga mau kalah sebagai orang tua saya jawab,” bagus dong kalau menang.. kan mamah bisa dapat hadiah, siapa tau dapat mobil atau rumah”…. eh dia lanjutin nangisnya…”huuuhuuu.. mentang-mentang jadi orang tua, bisanya marahin anak melulu,,,,huuu huuuu” sambil masih nangis gitu.

Saya putuskan ngga mau dilanjutin, saya langsung merem siap-siap tidur, dan ada rasa feeling guilty  dalam hati, setelah dia bilang kok jadi orang tua bisanya cuma marah-marah doang.. jleb banget ngga tuh?, kok ya,….. yang ada di pikiran anak saya, jadi orang tua itu bisanya cuma ngomel-ngomel aja…hiiksss.. sedih kan ya?

Esok paginya, begitu bangun tidur, saat saya masih belum mandi, anak bontot saya bangun, trus kucek mata, dia bilang, ” Mah.. maafin aku ya semalam,”….wiiiih.. so sweet ya.. langsung deh saya cium pipinya yang empuk itu, dan saya juga bilang sambil peluk dia,” mamah juga minta maaf ya dek.. mamah marah kan pasti ada sebabnya dan tujuannya baik buat adek” sambil masih mengantuk, dia mengangguk-angguk. Senangnya hatiku….. ternyata dia juga feeling guilty kayaknya.

ooh my boy….

My Boy

My Boy

dammar-1

Read Full Post »

Artikel ini udah pernah saya baca, dan artikel seperti ini adalah artikel yang harus saya baca berulang-ulang, agar bisa sering menjadi reminder buat diri sendiri selaku orang tua yang harus banyak menahan sabar dan banyak belajar.

Saya share di sini ya, penulisnya entah siapa, tapi cukup bagus buat menjadi bahan pembelajaran kita sebagai orang tua.

Berbicara Kepada Anak-anak*

Anda mungkin tahu rasanya, bagaimana berkomunikasi dengan anak-anak. Terlebih lagi, anak-anak sendiri. Berbicara kepada anak-anak, sebetulnya menyenangkan walau kadang-kadang mengesalkan. Untuk itu, diperlukan kehati-hatian, mengingat pekanya perasaan mereka, mengingat masih sedikit dan sempitnya wawasan mereka, dan masih polosnya cara berpikir mereka.

Di sela semua “kelemahan” itu, ada satu kekuatan terbesar yang dimiliki hanya di saat tertentu dalam hidup setiap manusia. Kekuatan yang dimiliki hanya di saat manusia masih menjadi anak-anak, yaitu daya ingat dan daya cerna yang luar biasa pesat dan hebatnya. Berhati-hatilah. Berhati-hatilah jika Anda bermasalah di kantor. Jangan sampai kekesalan Anda tertumpah pada diri dan perasaan mereka. Apapun yang buruk dari mereka, akan berasal dari perkataan Anda sebagai orang tua. Berhati-hatilah jika Anda bermasalah dengan pasangan atau keluarga Anda. Jangan sampai kemarahan Anda terlampiaskan pada perasaan dan jiwa yang masih benar-benar apa adanya. Apapun yang buruk dari mereka, akan berasal dari perkataan Anda sebagai orang tua.

Berhati-hatilah jika jalan hidup Anda tidak sesempurna yang Anda minta. Jangan sampai kekecewaan Anda menerpa pada hati dan pikiran suci mereka. Sebab Anda akan menciptakan anak-anak yang penuh cacat dan cela di dalam jiwanya. Apapun yang buruk dari mereka, akan berasal dari perkataan Anda sebagai orang tua. Berikut ini adalah tips dari seorang konsultan komunikasi yang mendalami persoalan komunikasi antar pribadi, termasuk berkomunikasi dengan anak-anak.

*TERSENYUMLAH DENGAN TULUS PADA MEREKA*

Smile! And mean it! Lebih dari 50% komunikasi Anda, dilakukan dengan bahasa tubuh termasuk ekspresi wajah. Saat berbicara kepada anak-anak, persentase itu akan bertambah. Sebab bahasa tubuhlah yang lebih mereka pahami, ketimbang bahasa intelektual Anda sebagai orang dewasa.

*JANGANLAH MERENDAHKAN MEREKA* Janganlah berbicara dengan merendahkan mereka. Adalah baik untuk mengetahui terlebih dahulu, seberapa jauh pemahaman mereka tentang suatu topik. Snorklinglah sebelum diving.

*GUNAKANLAH ALAT PERAGA* Gunakan sesuatu yang anak-anak dapat melihat, mendengar dan menyentuhnya. Gunakanlah alat peraga secukupnya. Tidak perlu kebanyakan dan bertaburan. Anda tahu bagaimana anak-anak. Dengan alat peraga, mereka akan lebih mudah mengingat berbagai hal.

*SEDERHANAKANLAH BICARA ANDA* Anak-anak akan cepat lelah dengan deskripsi yang terlalu detil, dan dengan teori serta konsep. Gunakanlah cerita, untuk mendemostrasikan informasi yang akan Anda sampaikan. Buatlah proses itu menjadi fun.

*BERTANYALAH PADA MEREKA* Pertanyaan akan membuat anak-anak berpikir dan terlibat. Menjawab pertanyaan, bertanya, mengutarakan pendapat, dan melakukan evaluasi, adalah lebih menyenangkan bagi mereka dalam memahami berbagai fakta.

*ANTUSIASLAH DI HADAPAN MEREKA* Jadilah antusias dan enerjik. Ini akan membuat Anda dan mereka tetap terjaga dan tertarik pada topik.

*PAKAILAH KACAMATA MEREKA* Anak-anak melihat berbagai hal dengan cara pandang yang berbeda. Mereka melihatnya dengan kacamata mereka, bukan kacamata Anda. Concern, prioritas dan sistem nilai mereka, juga berbeda. Temukanlah apa yang penting bagi mereka, sebelum berbicara. Doronglah mereka untuk meminta penjelasan, jika mereka tidak memahami apa yang Anda katakan.

*MEREKA TIDAK PEDULI ANDA SEBAGAI PEMBICARA* Mereka, tidak peduli apakah Anda seorang pembicara yang hebat atau tidak. Apa yang mereka inginkan, hanyalah kejujuran, antusiasme, dan respek. Jika Anda melakukan kesalahan berbicara atau lupa akan sesuatu, tak perlu khawatir. Anak-anak itu menyenangkan, sebab mereka tak akan menghakimi Anda. Teruskan saja bicara Anda.

*JUJURLAH PADA MEREKA* Jika Anda tidak tahu jawaban dari pertanyaan mereka, jujur saja. Tak usah Anda karang-karang jawabannya. Anak-anak, biasanya mengetahui jika Anda ngibul. Bilang saja nanti akan Anda cari jawabannya. Dan ingatlah, mereka akan menagihnya.

*LIBATKANLAH MEREKA* Libatkanlah mereka. Jika ada bagian dari bicara Anda di mana mereka bisa tampil ke depan, melakukan penghitungan, atau membicarakan sesuatu, berikan kesempatan itu pada mereka.

*JIKA MEREKA HARUS DUDUK DAN DIAM:

TEKNIK ABC*

Ada saat atau sesi tertentu di mana anak-anak memang diharapkan hanya duduk dan mendengarkan. Untuk sesi seperti ini, Anda hanya perlu melakukan beberapa penyesuaian.

*A: Attention Span* Attention span atau rentang perhatian, adalah faktor yang membedakan kemampuan mendengar, antara anak-anak dan orang dewasa. Setelah dewasa, Anda telah bisa mengembangkan kemampuan untuk lebih fokus dan lebih lama bertahan mendengarkan sesuatu. Anak-anak belum bisa sejauh itu. Perhatikanlah acara bagus untuk anak-anak di televisi. Semuanya dipecah-pecah ke dalam berbagai segmen yang pendek-pendek. Dibuat seperti itu, agar anak-anak tetap duduk dan mendengarkan. Jika anak-anak terlibat dalam suatu aktivitas yang tidak dipilihnya sendiri, mereka akan lebih enggan mendengarkan. Prediksilah secara realistis, berapa lama mereka akan tetap fokus.

*B: Break it Up* Jika Anda berbicara pada sekelompok anak-anak, pecahlah mereka menjadi kelompok-kelompok kecil. Jika bicara Anda akan panjang atau menyangkut beberapa isu sekaligus, pecahlah bahan bicara Anda menjadi potongan-potongan yang sederhana dan mudah dicerna.

*C: Children are Still Children* Seberapa pun besarnya energi dan antusiasme Anda, mereka tak akan pernah melihatnya dari perspektif Anda. Selogis apapun pernyataan Anda, mereka tak akan pernah melihatnya seperti Anda melihatnya. Cobalah untuk memasuki sudut pandang mereka, kemudian bertanyalan WIIFM (What’s In It For Me?). Sebab, mereka juga punya yang namanya minat dan ketertarikan pada sesuatu.

*KESIMPULAN*

Sebagian besar dari kita, adalah orang-orang dewasa yang tak sempurna, manusia-manusia yang penuh dengan cacat dan cela. Sebagian besarnya, disebabkan oleh kata dan bicara para orang tua kita. Kita masih bisa merasakan bekas dan carut-marutnya. Itulah luka lama kita, yang kecil kemungkinan bisa hilang selamanya. Kita tidak akan menyalahkan para orang tua. Sebab mereka hanya berjalan sesuai dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan, sejalan dengan impian dan harapan, seiring dengan wawasan dan kemampuan.

Begitulah yang telah terjadi, dan kita sudah tidak bisa apa-apa lagi, kecuali membangun masa depan. Apa yang terpenting, adalah menciptakan masa depan yang lebih baik dan makin baik. Masa depan dari anak-anak kita. Kita tak ingin mereka sama tak sempurnanya dengan kita. Kita ingin mereka lebih baik dari kita. Kita tak ingin semua cacat dan cela menggores lagi, seperti yang terjadi pada diri kita sendiri. Kita tak ingin semua itu datang dan datang lagi. Oleh sebab itu, janganlah kita ulangi kembali.

Read Full Post »

Anak saya sudah masuk usia pubertas, walaupun dia baru saja berulang tahun 10 tahun, yang menurut kami orang tuanya, masih anak-anak.Sempat kaget juga, kok ternyata dapat haidnya lumayan cepat dibanding teman-teman lain seusianya.Kalau menurut pengalaman saya sebagai ibunya, saya mendapatkan haid pertama kali pada usia 13 tahun, kelas 2 SMP, jadi saya pikir, anak perempuan saya juga akan mengalami hal yang sama, tapi ternyata beda, dia lebih duluan dari pada saya.

Edukasi tentang haid untuk anak, ternyata perlu sekali, bahkan sebelum anak mendapatkan haid.Anak saya sudah tahu kalau dapat haid itu berarti akan keluar darah dari vagina, karena dia sering mandi bareng sama saya, dan juga sering melihat saya membeli pembalut apabila saya mendapatkan haid.Selain ilmu reproduksi wanita, ternyata mental juga harus disiapkan lho, pengalaman saya, ternyata anak saya sempat shock, sedih dan ngga terima kalau dia harus dapat haid di usia 10 tahun, sedangkan kakak kelasnya juga masih banyak yang belum dapat mens.

Kemarin, saya putuskan, saya ambil cuti dadakan,  saya harus mendampingi dia, di saat dia mendapatkan haid pertama kali, dia nangis waktu saya tawarkan untuk pergi ke sekolah.

Saya: Kamu, besok mau berangkat ke sekolah ngga?

Anak: Ngga mau ah, besok itu ada pelajaran Olah raga, dan aku takut kalau darah aku keluarnya banyak, aku malu kalau ada yang tau, dan juga kalau pas waktunya sholat bersama, terus kan katanya kalau pas dapat haid, aku ngga boleh sholat, kalau aku ngga sholat, dan ada yang tau, ntar aku diledekin, ntar ada kakak kelas yang bilang,”kok udah dapat mens sih, aku aja belom yang kelas 5″

Itu sedikit obrolan saya dan anak saya, dia memang anaknya sensitif dan agak peka juga pemalu, dia sudah membayangkan akan dibully/diejek teman-temannya apabila teman-temannya tahu kalau dia sudah dapat haid.

Nah, disinilah tugas  saya sebagai ibu, saya ingin menjadi orang pertama yang dia curhatin, apalagi soal sesuatu yang berhubungan dengan kewanitaan, walaupun bapaknya juga sudah menawarkan, kalau ada apa-apa, jangan malu-malu, tapi kan ya.. tetap aja namanya perempuan dan sudah beranjak pubertas, ada rasa sungkan terhadap bapaknya.

Jadi, waktu dia cerita soal kekhawatirannya, saya beri tahu, kalau soal dapat haid itu, ngga bisa kita yang atur, itu sudah tergantung dari tubuh kita sendiri, banyak faktornya, bisa dari makanan, hormon, dan lain-lain.Saya juga tambahkan soal keinginan saya punya anak lagi, apa iya, mamah bisa maksa untuk hamil, kalau memang tubuh mama belum bisa mendapatkan bayi lagi, itu semua tergantung dari kehendak Allah juga, dan setiap anak bisa berbeda-beda, kamu  normal kok, usia mendapatkan haid pertama di usia 10 tahun,  malah ada yang dari usia 8 tahun, tetapi memang jarang, tapi ada.

11 Mei, ultah ke 10 tahun

11 Mei, ultah ke 10 tahun

Saya juga sedang berusaha memberikan pengertian terhadap adiknya, karena adiknya akan mengejek dan bilang ke orang-orang kalau kakaknya dapat haid, dan malah jadi bikin kakaknya tambah malu.Anak laki-laki saya juga harus mengerti kalau perempuan itu memang kodratnya dapat haid, dan juga pada saat haid diperbolehkan tidak melakukan sholat, jadi wajar kalau kakaknya ngga sholat wajib, sedangkan adiknya harus.

Saya mencoba memberikan pengertian terhadap anak perempuan saya, dan memberikan dukungan, juga pemahaman akan kebersihan, harus sering mengganti pembalut, dan bagaimana cara memakai pembalut yang benar.Ketika saya beri tahu bahwa biasanya haid itu terjadi dalam waktu 7 hari, dia bilang, “Mamah janji ya, 7 hari udah selesai, awas lho, kalau mamah bohong!”…. tuh kan komennya masih anak-anak banget…hehehehe. Dan ketika saya bilang,” waaah anak mamah udah gede ya, udah gadis, udah dapat mens”, eeeeh dia nangis lagi, sambil memeluk saya, katanya aku ngga mau gede, aku masih kecil…..oohhh my little baby….you are always be my baby, you know…..

I wish I can always be your best friend

I wish I can always be your best friend

Sepertinya memang dia belum siap mental, kecepetan buat dia, di usia 10 tahun, untuk mendapatkan haid yang pertama, tetapi semoga seiiring berjalannya waktu, dia sudah bisa menerimanya dan bisa menghadapi kondisi yang kurang nyaman.

Apabila semuanya normal, dan berjalan lancar, sepertinya belum perlu untuk konsultasi ke dokter anak ya, kecuali mungkin apabila haidnya lebih dari 7 hari, atau lebih dari 3 bulan tidak dapat haid lagi setelah mendapatkan haid yang pertama.

There is always be the first time…..I love you baby….

wefie bareng

wefie bareng

 

 

Read Full Post »

Tak ada orang tua yang menginginkan keburukan untuk anak-anaknya, walaupun sering tanpa sengaja malah berakibat buruk terhadap mereka.

Tak ada orang tua yang menginginkan kegagalan untuk anaknya, walaupun cara mendidik kita sebagai orang tua malah bisa memicu sang buah hati mengalami kegagalan.

Menjadi orang tua jaman sekarang, sudah bukan saatnya harus otoriter, karena tindak tanduk kita menjadi panutan anak-anak untuk mengambil keputusan.

Beruntung kita sebagai orang tua jaman sekarang,banyak informasi yang tersebar di mana-mana, asal kita mau mengambilnya.Buku-buku parenting banyak dijual di toko buku.Jangan pelit berinvestasi ilmu dengan membeli buku-buku semacam itu.

Sebagai ibu bekerja, saya amat berharap bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan anak-anak, tetapi kenyataannya, pulang kerja, seringnya sudah lelah, dan kita harus memotivasi diri sendiri, untuk terus kuatkan niat demi tujuan agar bisa lebih dekat dengan anak-anak.

Jangan sampai tau-tau anak-anak sudah besar, dan belum banyak waktu kebersamaan yang kita lalui.

Dalam soal pelajaran sekolah, terus terang, saya tidak bisa maksimal untuk menemani mereka belajar, bisa membujuk si bontot untuk membereskan buku sekolahnya saja, itu sudah perjuangan besar, apalagi disuruh membaca pelajaran, waahhh… saya harus teriak-teriak dulu baru didengar, hehehe.

Saya tidak terlalu menargetkan anak-anak harus bagus semua nilai pelajarannya, karena sadar diri, saya orang tuanya aja, boro-boro bisa semua pelajaran, guru saja juga megang hanya 1 atau 2 bidang mata pelajaran kan? masa’ anak-anak harus dipaksa untuk bisa/bagus nilainya di semua bidang.

Alhamdulilah, di sekolah anak-anak, setiap tahun diadakan kegiatan lomba-lomba seperti calistung, tahfiz, story telling, MC, dll.Dan Alhamdulilah baru tahun ini, kedua anak saya bisa diikutkan sebagai calon peserta lomba.

Alifa ikutan pembinaan untuk lomba tahfiz, dia harus hapal jus 30, yang surat-surat pendek, sedangkan adiknya Dammar terpilih untuk ikutan lomba Calistung.

Saya tidak mengharuskan mereka menang, tetapi lebih mementingkan prosesnya untuk ikut lomba tersebut, bagaimana anak-anak harus belajar lebih giat dari temannya, dan bagaimana menyiapkan mental untuk menjadi sportif, dan kalau menang, itu bonus.

Dalam acara menyambut Tahun Baru Islam, 1 Muharam yang lalu, Alifa berkesempatan ikut lomba pidato, dan alhamdulilah dia menang juara 1, semoga makin rajin, tidak sombong, rajin sholatnya, taat sama ortu, sehat, bahagia di dunia dan akherat.

Calon pemimpin bangsa

menikmati masa kanak-kanak

menikmati masa kanak-kanak

 

Calon pemimpin bangsa

Calon pemimpin bangsa

 

calon pemimpin

calon pemimpin

Read Full Post »

Semakin anak-anak bertambah usia, makin bawel dan makin rajin protes.Rasa-rasanya saya selalu merasa menyesal apabila setelah marah terhadap anak.Karena kalau saya sudah marah, saya udah kayak singa lapar, mengaum sampai-sampai tetangga sekitar sepertinya bertanya-tanya, “emang ada singa, siapa yang pelihara ya?”

Berhubung menjadi orang tua dan menjadi tua itu beda jauh, dan jaman sekarang, ngga sama dengan jaman saya masih kecil, pola asuh juga harus menyesuaikan.

Syukurnya sekarang banyak tersedia buku-buku tentang parenting, juga seminar-seminar.Kita sebagai orang tua, jangan pelit untuk investasi ilmu, apalagi buat anak-anak.

Salah satu buku yang sedang saya baca, yaitu buku seri @anak juga manusia, oleh Angga Setyawan sebagai praktisi parenting.

Banyak lho ilmu-ilmu yang bisa diterapkan dalam mendidik anak sehari-hari.Banyak contoh kasus yang biasa kita hadapi.Anak saya ada dua, dan dalam buku tersebut, sebaiknya kita tidak membanding-bandingkan anak.Jadi, tidak boleh nih membanding-bandingkan anak? jawabnya boleh, asal membandingkan anak dengan dirinya sendiri ketika dia melakukan sesuatu yang baik.Misalnya, “adik ingat enggak waktu adik pulang bermain dan langsung cuci tangan-kaki, juga membereskan kamar sendiri’, .Bila itu yang kita lakukan, yang akan tumbuh dalam diri anak adalah kesanggupan untuk lebih baik dari hari kemarin, bukan untuk bersaing dengan orang lain.

Anak-anak belajar tentang kehidupan dari apa yang mereka lihat, jadi kita sebagai orang tua adalah guru pertama mereka, mereka akan meniru apa yang kita lakukan.

Jadi, jangan berharap anak sopan santun, kalau yang dia lihat orang tuanya sering masuk kamar anak tanpa permisi, atau buka-buka tas anak tanpa permisi juga.Anak akan selalu memberi apa yang dia terima.

Tidak ada manusia yang sempurna, sebagai orang tua,kalau sempurna itu diartikan dengan tanpa pernah melakukan kesalahan maka bergaul saja dengan malaikat.Orang tua juga manusia.

Justru dengan adanya kesalahan, kita bisa belajar agar tidak mengulangi lagi kesalahan yang sudah pernah kita lakukan.Lebih baik salah dari pada tidak pernah belajar sama sekali.

Menyadari kesalahan itu baik.Namun, hati-hati jangan sampai terjebak pada situasi menyalahkan diri sendiri berlarut-larut.Anak kita membutuhkan kita dalam emosi yang sehat, bukan dalam emosi seperti orang yang sedang berduka.

Sebagai orang tua, jangan hanya memarahi kalau anak salah, tetapi juga beri pujian apabila mereka melakukan hal baik, dan kia harus yakinkan anak kita , bahwa kita bangga menjadi orang tua mereka, walau bagaimanpun kondisi anak-anak kita.Cinta tanpa syarat dan tulus, menerima anak apa adanya, bukan meminta menjadi seperti yang kita inginkan.

Anak-anak sering kali tidak peduli pada isi pesan yang kita sampaikan.Mereka lebih peduli pada cara kita menyampaikan pesan tersebut.

Naaah.. ini nih yang sering saya lakukan, saya sering nyuruh-nyuruh belajar dengan paksaan, nyuruh mandi, sikat gigi juga dengan marah-marah.Maksudnya baik toh? tapi pesan yang diterima anak, kalau belajar, mandi, sikat gigi itu menyebalkan, ngga enak, karena dipaksa-paksa oleh orang tua.Pesan yang ditangkap bahwa belajar itu ngga enak, maka ketika mendengar kata “Belajar” maka yang diterima pesan oleh anak , anak menjadi siaga satu, melawan atau lari dari situasi tersebut.

Ada dua pilihan, buatlah anak terpikat dan kedua, buatlah mereka merasa butuh.
Sama halnya dengan kejujuran, Dari mana anak belajar berbohong? Memang tidak semua mutlak kesalahan orang tua, namun kondisi diperparah karena kedua orang tua tidak tahu bagaimana merespons sehingga kejadian berbohong akan selalu berulang.

Informasi dalam buku ini amat bermanfaat buat saya dan sepertinya harus sering-sering baca buku tentang parenting, karena berdasarkan pengalaman, setelah baca buku, saya bersemangat untuk berubah dan mengaplikasikan apa yang ada di buku.
Alhamdulilah biasanya berjalan dengan lancar, dan emosi saya berkurang, karena motivasi dan ilmu yang masih nempel.

Read Full Post »

Older Posts »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

BLOG BELALANG CEREWET

dicatat biar awet

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination