Feeds:
Pos
Komentar

Kebutuhan manusia selain kebutuhan biologis, kebutuhan rohani alias psikis juga sangat penting.Setelah dua bulan tidak pakai pembantu yang menginap, dimana saat kami harus berjibaku dengan kegiatan sehari-hari yang cukup sibuk.Anak saya yang besar karena sudah kelas 6, dia ikut bimbingan belajar seminggu 3 kali, belum adiknya juga ada les renang dan aikido.Bapaknya yang pontang panting antar jemput anak-anak.Saya sudah pakai catering rumahan untuk makan siang bapaknya tapi kadang dia ngga selera, jadi suka beli makanan di luar juga.

Makan siang anak-anak, bapaknya juga yang siapin, dari makanan yang tersedia di rumah, makanan catering atau kadang beli lauk di warung padang.Setiap hari saya bangun jam 4 pagi, tetapi itu hanya bertahan beberapa hari dalam seminggu, sisanya saya teler berat, ngga sanggup sama ngantuk dan lelah badan.

Siapin sarapan, siapin bekal buat makan siang saya, bikin jus, manasin masakan sisa, masak air, masak nasi, belum lagi bangunin anak-anak biar ngga telat, itu semua harus dilakukan di saat pagi hari sebelum saya berangkat ke kantor.Seringnya kalau sudah agak telat, saya langsung pergi, menyerahkan tugas semua ke bapaknya anak-anak.So far sih, dia ok-ok saja, tetapi ya lama-lama kecapean sendiri juga dan akhirnya jadi ngga sehat jasmani dan rohaninya.

Beberapa bulan lalu, saya sudah pesan tiket dan hotel untuk jalan-jalan ke Bali bersama keluarga, sebenarnya kondisi suami saat itu agak kurang sehat, kepala kliyengan, mata berkunang-kunang, lemas dan seperti mau jatuh kalau berjalan.Tetapi karena tiket sudah dipesan, sudah bayar, begitu juga dengan hotel, mau ngga mau tetap harus berangkat dari pada hangus kan? Alhamdulilah kami menginap di Sanur, Mercure resort hotel, pakai compliment dari member Accorplus, hanya nambah 150 ribu, dapat kamarnya yang suite lho, yang harga jualnya 3 juta rupiah.Suami yang biasanya susah tidur selama dua bulan terakhir ini, di Bali dia malah bisa tidur nyenyak, dan sehari setelah stay di Bali, dia agak mendingan, kepala ngga terlalu kliyengan karena tidurnya cukup nyenyak, ngga ada gangguan, ngga harus mikir antar jemput, siapin bekal, dll.

Disela-sela kegiatan rutin apalagi dengan kondisi fisik yang lemah, maka sering ada saatnya kita secara psikis menjadi ikutan lemah karena depresi dan beban yang tak terasa ikut terbawa secara tidak sadar.

Liburan 4 hari, 3 malam di Bali, lumayan cukuplah buat merefresh pikiran, agar bisa kembali semangat menjalani rutinitas.

Alhamdulilah sekarang untuk makan siang anak-anak, saya dapat dapat info katering dari teman, dan ternyata anak-anak cocok dengan masakannya, cukup variatif dan disukai anak-anak.Asisten Rumah Tanggapun juga ada yang menginap, semoga makin lancar semua dan sehat wal-afiat.

 

 

Iklan

Salah satu yang menurut saya keuntungan saya dipindah dari accounting section ke project section, yaitu saya bisa ikut menemani kunjungan kerja dari Mission team yang datang ke Indonesia.

Salah satunya kunjungan ke bendungan Bili-Bili, yang jaman dulunya agak terjadi masalah dan protes dari masyarakat sekitar dan juga LSM yang ikut berdemo.

Tujuan Mr.Jin Sato dari Universitas Tokyo adalah ingin mengumpulkan data tentang sejarah bantuan Jepang ke negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

Beliau mengunjungi Bendungan Bili-Bili, Koto Panjang, Borobudur Prambanan juga ke Universitas Indonesia.

Pengetahuan saya juga jadi bertambah, karena saya jadi penerjemah dadakan, saya ikut mewawancara salah satu penduduk lokal yang dulu tinggal di kawasan Bendungan dan dipindahkan ke daerah transmigrasi, lalu kembali lagi ke daerah sekitar bendungan.Daeng Makka, salah satu penduduk yang terbilang hidupnya sekarang lebih baik, dia membuka warung lesehan di sekitar bendungan, dan pendapatannya jauh lebih banyak dari gaji bulanan saya..hahahha. Kata beliau, seminggu bisa dapat Rp.6 juta.

Gerbang lesehan warung ikan di sekitar bendungan Bili-Bili

Penduduk lokal ada yang memang masih menetap di daerah transmigrasi, ada juga yang kembali ke daerah sekitar bendungan.Mereka yang memang masih punya uang, membeli kembali tanah di sekitar bendungan dan membuka warung sebagai mata pencarian mereka.

Selain itu saya juga mewawancara pak Rais, yang namanya masuk koran Jepang, karena beliau ikut dengan beberapa LSM dan pergi ke Jepang untuk protes, dibiayai oleh Ninja, salah satu LSM Jepang yang pada saat itu kontra terhadap bentuk bantuan Jepang.Kami menanyakan, mengapa dia ikutan berdemo, apa yang dituntut dan mengapa bukan ke pemerintah Indonesia, tetapi malah ke Jepang.Menurut pak Rais, karena mereka sudah mengadu ke berbagai elemen pemerintah di Indonesia, seperti ke Gubernur, DPR dan lain-lain, tetapi tidak ada respons positif.Dan saat ada LSM dari Jepang dan bekerja sama dengan beberapa LSM lain, mereka berangkat ke Jepang untuk menyuarakan aspirasinya.Tuntutan mereka adalah karena daerah transmigrasi yang mereka dapatkan, tidak ada fasilitas yang layak, banjir dan lebih kecil dari yang dijanjikan, juga tidak ada fasilitas air bersih untuk masyarakat sekitar yang kena dampak dibangunnya bendungan tersebut.

Tetapi sekarang, kondisi masyarakat sudah jauh lebih baik, sudah tersedia saluran PDAM, dan penduduk lokal di sekitar bendungan bisa membuka warung lesehan, yang cukup ramai karena banyak dilewati para penduduk yang ingin berwisata di daerah bendungan atau ke Malino.

Selama tugas ke luar kota, salah satu tujuan utama sebagai salah satu bagian dari fun yaitu mencoba makanan asli dari sana, dari Makassar yaitu ikan bakar, tapi apa daya, karena waktunya terbatas, jadi hanya sempat makan coto makassar di hotel, kalau bos baru malah makan coto makassar di Airport Makassar.

Coto Makassar

Untuk oleh-oleh orang kantor, bos beli otak-otak bu Elly yang katanya terkenal itu,  satu pak isi 15, harganya Rp.90,000,-.

 

Jadi,.. harus ada next trip lagi ke sana ya.

Nice View, Fresh Air, Beautiful Scenery…..

Setelah cuti lebaran, kembali bekerja lagi tanggal 3 Juli, dan bos dapat undangan untuk menghadiri acara pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang baru yaitu pak Irfandi Yusuf dan pak Nova Iriansyah yaitu pada tanggal 5 Juli 2017.

Karena pak Ando, Chief Representative ngga bisa hadir karena banyak jadwal yang ngga bisa ditinggal, jadi bos saya yang mau datang, dan dia menawarkan saya untuk ikutan.

Saya langsung book tiket dan langsung issued, karena kami harus berangkat tanggal 4 Juli sore, mengingat acaranya tanggal 5 Juli itu di pagi hari, kalau untuk pesawat pagi-pagi dari Jakarta ke Aceh di tanggal 5 Juli, tentunya tidak cukup waktu untuk bisa datang tepat waktu di acara pelantikan tersebut.

Acara dimulai jam 9 pagi, undangan harus masuk ke ruang sidang DPR Aceh, 30 menit sebelum acara dimulai, dan untuk menuju lokasi ada beberapa ruas jalan yang ditutup, jadi kami harus memutar.Setelah sumpah jabatan yang dipimpin oleh bapak Menteri Cahyo Kumolo, pembawa acara mengumumkan bahwa presiden Jokowi akan menyempatkan hadir untuk memberikan ucapan selamat kepada Gubernur dan wakil Gubernur terpilih sebelum beliau berangkat ke Turki.

Ketika berangkat, di pesawat Garuda, banyak yang ternyata beberapa penumpang yang saya temui di pesawat, saya bertemu lagi di hotel dan di acara pelantikan itu.Karena undangan yang diterima  mepet waktunya, jadi banyak calon tamu yang ngga kebagian tiket karena full. Dari Kedutaan Jepang juga tidak bisa hadir, dan ditugaskan staf yang ada di Konjen Medan, tetapi katanya juga tidak kebagian tiket. Jadilah, perwakilan dari negara Jepang, hanya bos saya dari JICA.

Saya sempat berkenalan dengan direktur di Medco, dan seharusnya menurut saya dia biasa naik kelas bisnis, tetapi karena penuh, mungkin dia terpaksa naik kelas ekonomi, dan duduk bersebelah dengan saya yang memang biasa naik kelas ekonomi.

Walaupun hanya satu malam, saya berusaha menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Mesjid Raya Baiturrahman yang baru selesai renovasi.Tahun lalu di bulan November, mesjid tersebut belum selesai renovasi masih ditutup untuk umum.Di hari raya Idul fitri tahun ini, mesjid raya itu sudah bisa digunakan oleh warga Banda Aceh dan sekitarnya malah katanya ada juga yang sengaja datang dari luar kota Banda Aceh.

Makan siang sebelum kembali ke Jakarta, ya apa lagi kalau bukan Mie Aceh? mampirlah kami ke Mie Aceh Razali.

Sampai ketemu lagi Banda Aceh City.

 

 

Tumben-tumbenan si bapak Eko ngajakin pergi di waktu weekend dan agak jauh dari rumah, yaaak kita ke Cileungsi, tepatnya ke Taman Buah Mekarsari.

Duluuuu banget, waktu anak-anak masih kecil, kira-kira 8 tahun lalu deh, sempat juga kesitu,dan sekarang mau ajak anak-anak lagi siapa tahu ada yang baru dan belum pernah dikunjungi.

Pagi-pagi jam 8 an udah berangkat, sampai di sana hampir jam 9 an lah.Ada warung bakso, mie ayam dan masakan padang.

Harga makanan terbilang lebih mahal, karena semangkok mie ayam harganya 25 ribu rupiah, anak saya yang cowok, nyeletuk, kok mahal ya mah? dan saya jawab, memang biasa kalau di tempat hiburan harga-harga makanan dan minuman itu lebih mahal karena biaya sewa tempat mereka juga cukup mahal, jadi harus disesuaikan.

Tempat pertama yang dikunjungi, ada tempat untuk belajar bersama profesor, seperti di ruang theater gitu, dan pengunjungnya hanya kami..hehehe VIP ceritanya.

Anak-anak diajak belajar cara membuat salju palsu terbuat dari bahan popok dan dicampur air.

 

Waktu galau-galaunya memilih SD buat Alifa, saya mencoba menuangkan isi uneg-uneg saya di blog ini, dan tahun ini sudah waktunya saya memilih SMP untuk dia.

Saya termasuk orang tua yang ngga begitu paham sekolah mana aja yang katanya bagus di lingkungan sekitar rumah, katanya sih SMP 12 Bekasi menjadi salah satu SMP favorite di Bekasi Selatan.Lokasi jarak rumah dan SMP tersebut memang cukup dekat, naik motor ngga sampai 10 menit sudah sampai, malah kalau mau berhemat bisa jalan kaki.

Setelah ngobrol-ngobrol dan mendapatkan pandangan dari beberapa teman, katanya lebih baik memilih SMA di Jakarta yang bagus untuk bisa ada peluang keterima di Universitas Negeri favorite seperti UI, ITB,UGM.Berhubung emak dan bapaknya ngga bisa kuliah di sekolah yang bagus, tentunya ngga bisa disangkal ada keinginan agar anak-anak kami bisa bersekolah di sekolah yang bagus, semoga saja ada jalannya dan rejekinya dari Allah.

Tak terasa sudah dua tahun Mamah Dien meninggalkan kami, dan katanya rumah yang ditempati Mamah menjadi jatah suami, sudah selama dua tahun ini rumah tersebut kosong, hanya pembantu yang tinggal di sana. Mengingat anak saya akan masuk SMP tahun depan, dan niatnya mau sekolah di Jakarta, yang lebih dekat dengan rumah alm.Mamah Dien, jadi kemungkinan kami akan pindah rumah di Kalimalang.

Untuk jarak tempuh kalau kami pindah ke Kalimalang, tentunya menjadi salah satu solusi untuk bisa sekolah di Jakarta.Kartu Keluarga kamipun juga masih pakai alamat rumah kalimalang, KTP kami juga.

Namanya juga usaha ya, dan rencana, sisanya kita pasrahkan kepada sang Maha Kuasa.Planning sekarang ini, anak saya ikut bimbel di Bintang Pelajar sebagai persiapan untuk mendapatkan NEM yang tinggi agar bisa bersaing di sekolah incaran yaitu SMP 115 di Tebet atau SMP 252 di Duren Sawit.Keduanya karena diluar wilayah domisili Kartu Keluarga kami, maka termasuk jalur umum bukan jalur lokal, di mana kalau jalur umum ya saingannya lebih berat karena dari berbagai sekolah.Sedangkan jalur lokal adalah pendaftaran di sekolah yang sesuai dengan wilayah rumah ( dilihat dari Kartu Keluarga).

Back up plan apabila tidak keterima di sekolah SMP Negeri favorite, yaitu SMP Putra yang berlokasi di Kalimalang, daerah Jatibening, dimana adiknya nanti juga harus pindah sekolah di SD Putra, saat kelas 5.

Sekali lagi, kita sebagai orang tua hanya berusaha dan berharap pilihan kami yang terbaik buat anak-anak kami.

 

 

 

 

 

Gaji Bulanan

foto dari aturduit.com

Jadi inget obrolan dulu banget, ya sekitar lebih dari 10 tahun yang lalu, di saat gaji kita-kita, sebagai sekretaris dapat 3 jutaan, ada salah satu teman yang curhat, “Nit, kalau gaji kita 5 juta gitu, mungkin akan cukup ya sebulan, ngga terlalu pas-pasan gini.” Dan saat itu memang kami merasakan, dengan gaji 3 juta perbulan, untuk pengeluaran tambahan seperti jalan-jalan, menabung atau membeli barang yang bukan barang kebutuhan bulanan, cukup membuat kami harus lebih irit kalau memang misalnya mau membeli TV, kipas angin, sepatu baru,tas baru, dll deh yang sekiranya menjadi pengeluaran tambahan. Jaman waktu itu sepertinya seingat saya belum ada cicilan 0% kartu kredit, jadi mau ngga mau ya harus bayar cash/lunas.

Saya pernah beli bukunya Safir Senduk, salah satu penulis dan pembicara ahli keuangan yang judulnya, ” Karyawan Juga Bisa Kaya”, dan di dalam buku tersebut banyak tips-tips untuk kita menabung.Berapapun gaji kita, kita harus menyisihkan 30% dari penghasilan kita, karena biasanya kebiasaan anak-anak muda gaul, kalau naik gaji, bukannya jumlah investasinya ditambah, malahan pengeluaran jadi bertambah.Dulu punyanya ponsel yang harga dibawah satu juta rupiah, setelah gaji naik jadi ganti dengan ponsel yang diatas dua jutaan, dan jalan-jalan/hangout sama teman-teman jadi makin sering.Hal-hal seperti itu yang membuat karyawan tidak bisa mempunyai tabungan yang cukup memadai sesuai dengan gaji yang diterimanya.

Tidak bisa disalahin juga sih, seringnya gaji naik, tapi inflasi sudah naik duluan, yang akhirnya ya judulnya impas-impas aja.Gaji naik harusnya ya diatas inflasi jadi bisa ada lebihnya buat tabungan.

Sekarang dengan gaji sudah naik, harusnya bisa lebih nyaman dan ngga perlu sampai gali lubang tutup lubang, tapi ya itu tadi, inflasi kan juga naik ya tiap tahun, otomatis harga-harga kebutuhan juga ikut naik, contohnya nih buah pepaya dulu bisa dapat 5 ribu/buah, sekarang yang pepaya ukuran kecil saja harganya 10 ribuan, itu baru satu item belum bumbu-bumbu seperti bawang merah, putih, telur, minyak dan lain-lain.

Semakin bertambah usia anak-anak, kebutuhan mereka juga semakin besar, buat biaya sekolahnya, uang jajan harian, uang les ngaji, uang les aikido, les renang ditambah les bimbel yang sampai lebih dari sepuluh jutaan  selama setahun pelajaran.Semakin bertambah penghasilan, jadi semakin bertambah pos pengeluaran.Yaaaaaa sudah,…..dijalani saja, alhamdulilah masih ada dananya ngga sampai berhutang.

Sepertinya memang gitu ya kalau status karyawan yang kalau penghasilannya hanya dari gaji, dan gaji dengan rata-rata,  buat kebutuhan sehari-hari memang jadinya impas, kadang bisa nyisa sedikit kadang gali lubang tutup lubang. NASIIB.. NASIIB…

gajian 5 koma, setelah tanggal 5 terus koma…hehehe

But you should remember, “do not complain, some people don’t have a job.

Just be gratefull, be nice, keep fighting and keep smiling.

Mari lanjutkan puasa dulu, sudah hampir 10 hari terakhir ramadan, harusnya bertambah ibadahnya bukan malah nambah belanja dan nambah jadwal bukber..hehehehe.

Saya kutip tips cara cermat mengatur gaji sebagai berikut:

  1. Buat anggaran bulan, buat anggaran bulanan untuk kebutuhan primer seperti makan, ongkos bayar listrik,dan lain-lain, dan kebutuhan tersier seperti jalan-jalan, shopping dan juga hangout sama teman-teman.
  2. Segera Bayar Tagihan, segera bayar tagihan listrik, telpon, cicilan rumah dan lain-lain diawal agar lebih  nyaman mengatur pengeluaran lainnya.
  3. Sisihkan untuk tabungan, ingat lho nabung itu bukan sisa tapi memang sudah disiapkan dana buat tabungan.
  4. Buat laporan keuangan harian, ini ternyata membantu sekali, jadi kita sadar sudah berapa yang kita keluarkan seharian ini, jadi bisa lebih ngerem kalau mau belanja-belanja yang ngga penting-penting amat.
  5. Miliki dua atau lebih rekening bank, rekening bank untuk pengeluaran harian bisa dipisahkan dengan rekening bank untuk tabungan.
  6. Bijaklah menggunakan kartu kredit.
  7. Investasi, bisa dalam bentuk reksadana, logam mulia, tabungan pensiun.
  8. Lakukan perbandingan, bandingkan pengeluaran dan anggaran, apabila pengeluaran melebihi dari anggaran, harus ada yang direvisi dari pengeluaran kita.

Demikian share yang saya kutip dari website cermati.com, semoga bermanfaat.

 

 

 

Kenapa banyakan foto Hamish Daud sih dari pada pemeran utamanya? hahaha.. ketauan kan, kenapa?

” Eh buset mbak, muka loe sampe bengep gitu?” kata si Ipep, temen kantor, pas kami keluar bioskop. ” Iya, akting Reza ama Adinia yahud banget, sampe ikutan nangis gue”, jawab gue sambil berusaha melap sisa-sisa bengkak di mata. “Iya bener, akting mereka beneran punya chemistry dan menghayati peran banget ya, keren deh”, tambah teman gue.

Nunggu film ini tayang hampir setahun karena gue follow twitternya Ika Natassa, si penulis novel Critical Eleven ini, jadi udah tau nih novel mau dibikin film,  dan yang memang salah satu penulis favorit gue banget.Sudah cukup lumayan lah buku dia gue koleksi, dari si Very Yuppy Wedding, Divortiare, Antalogi Rasa, The Architecture of Love, semuanya bikin gue ngga cukup baca sekali doang, saking sukanya sama gaya penulisan Ika dan jalan cerita juga tokoh-tokohnya terutama.

Si Ika selalu berusaha menampilkan tokoh pria yang tentunya idola wanita sejuta umat, orangnya ganteng, anak baik-baik, kerjaannya ok, dan penuh perhatian sama ceweknya.

Pas pemutaran premier di Grand Indonesia, ngga sampai setengah hari, udah sold out 500 tiket, yaaah ngga kebagian lah eike, padahal kan sekalian pingin banget foto bareng sama Hamish…hhahaha.. dasar emak2 rempong.

Awalnya penasaran juga sih, si Hamish jadi siapa ya di film ini, dan katanya jadi Donny, sahabatnya Anya, tapi diingat-ingat kok ngga ada tokoh Donny deh, mungkin hanya penambahan karakter dan pengembangan cerita agar disesuaikan di film, tapi bodo amat lah, mau jadi siapa kek, yang penting ada Hamish…uhuk uhuuuk.. dimarahin Raisa lho.. aah paling kata Raisa, biarin aja, yang penting dia udah jadi milik gue, silahkan berpatah hati nasional, paling gitu…hahaha.

Adegan yang paling gue suka yaitu saat si Ale di pesawat, awal ketemu sama Anya dan juga waktu Ale nangis saat pertama kali masuk ke ruangan bayi Aidan yang sudah meninggal.Aktingnya lucu dan mengharukan, ngga heran si Reza bisa menang berkali-kali sebagai pemain film pria terbaik.

Jadi inti ceritanya, si Ale dan Anya ketemu di pesawat, di tiga menit pertama adalah kesan yang amat krusial dan delapan menit terakhir juga penting, karena itu bisa menentukan, hubungan akan berlanjut atau ngga.Akhirnya mereka menikah, dengan penuh cinta, lalu Anya hamil, tapi bayinya tidak selamat padahal hanya tinggal menunggu hari. Di saat kekecewaan dan ketidakberdayaan yang dirasakan oleh Anya, dan amat membutuhkan dukungan moril dari Ale, tapi Ale malah mengucapkan sesuatu yang amat menyakitkan hati Anya. ” Coba kalau kamu dulu ngga sibuk kerja, Aidan pasti masih hidup ya”. Anya ngga nyangka, orang yang selama ini mencintainya justru malah menyakiti hatinya dan Anya bertahan selama 6 bulan untuk tidur terpisah dan tidak berkomunikasi sampai dia yakin kalau Ale tidak akan menyakitinya lagi.

Karena rasa cinta keduanya dan kekuatan cinta yang mereka punya, perasaan rindu dan sayang yang terpendam, rasa ingin dicintai, dirindukan semakin lama semakin membuat Anya dan Ale tak tahan.Terjadilah hal-hal yang diinginkan oleh mereka berdua.

Lalu… Anya hamil lagi anak kedua, dan happy ending. Anya yang belum pernah berkunjung ke makam anaknya, memberanikan diri berziarah dan juga Ale yang tidak mau ke kamar anaknya, mulai mau mengunjungi kamar anaknya yang belum pernah ditempati.

Puas deh nontonnya dengan berurai air mata, ayo yang belum nonton, dan masih percaya pada kekuatan cinta, jangan sampai ngga nonton ya.

 

Foto taken from Instagram

 

 

 

 

 

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

RedDoorz

Your Traveling Partner

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination