Feeds:
Pos
Komentar

Waktu galau-galaunya memilih SD buat Alifa, saya mencoba menuangkan isi uneg-uneg saya di blog ini, dan tahun ini sudah waktunya saya memilih SMP untuk dia.

Saya termasuk orang tua yang ngga begitu paham sekolah mana aja yang katanya bagus di lingkungan sekitar rumah, katanya sih SMP 12 Bekasi menjadi salah satu SMP favorite di Bekasi Selatan.Lokasi jarak rumah dan SMP tersebut memang cukup dekat, naik motor ngga sampai 10 menit sudah sampai, malah kalau mau berhemat bisa jalan kaki.

Setelah ngobrol-ngobrol dan mendapatkan pandangan dari beberapa teman, katanya lebih baik memilih SMA di Jakarta yang bagus untuk bisa ada peluang keterima di Universitas Negeri favorite seperti UI, ITB,UGM.Berhubung emak dan bapaknya ngga bisa kuliah di sekolah yang bagus, tentunya ngga bisa disangkal ada keinginan agar anak-anak kami bisa bersekolah di sekolah yang bagus, semoga saja ada jalannya dan rejekinya dari Allah.

Tak terasa sudah dua tahun Mamah Dien meninggalkan kami, dan katanya rumah yang ditempati Mamah menjadi jatah suami, sudah selama dua tahun ini rumah tersebut kosong, hanya pembantu yang tinggal di sana. Mengingat anak saya akan masuk SMP tahun depan, dan niatnya mau sekolah di Jakarta, yang lebih dekat dengan rumah alm.Mamah Dien, jadi kemungkinan kami akan pindah rumah di Kalimalang.

Untuk jarak tempuh kalau kami pindah ke Kalimalang, tentunya menjadi salah satu solusi untuk bisa sekolah di Jakarta.Kartu Keluarga kamipun juga masih pakai alamat rumah kalimalang, KTP kami juga.

Namanya juga usaha ya, dan rencana, sisanya kita pasrahkan kepada sang Maha Kuasa.Planning sekarang ini, anak saya ikut bimbel di Bintang Pelajar sebagai persiapan untuk mendapatkan NEM yang tinggi agar bisa bersaing di sekolah incaran yaitu SMP 115 di Tebet atau SMP 252 di Duren Sawit.Keduanya karena diluar wilayah domisili Kartu Keluarga kami, maka termasuk jalur umum bukan jalur lokal, di mana kalau jalur umum ya saingannya lebih berat karena dari berbagai sekolah.Sedangkan jalur lokal adalah pendaftaran di sekolah yang sesuai dengan wilayah rumah ( dilihat dari Kartu Keluarga).

Back up plan apabila tidak keterima di sekolah SMP Negeri favorite, yaitu SMP Putra yang berlokasi di Kalimalang, daerah Jatibening, dimana adiknya nanti juga harus pindah sekolah di SD Putra, saat kelas 5.

Sekali lagi, kita sebagai orang tua hanya berusaha dan berharap pilihan kami yang terbaik buat anak-anak kami.

 

 

 

 

 

Iklan

Gaji Bulanan

foto dari aturduit.com

Jadi inget obrolan dulu banget, ya sekitar lebih dari 10 tahun yang lalu, di saat gaji kita-kita, sebagai sekretaris dapat 3 jutaan, ada salah satu teman yang curhat, “Nit, kalau gaji kita 5 juta gitu, mungkin akan cukup ya sebulan, ngga terlalu pas-pasan gini.” Dan saat itu memang kami merasakan, dengan gaji 3 juta perbulan, untuk pengeluaran tambahan seperti jalan-jalan, menabung atau membeli barang yang bukan barang kebutuhan bulanan, cukup membuat kami harus lebih irit kalau memang misalnya mau membeli TV, kipas angin, sepatu baru,tas baru, dll deh yang sekiranya menjadi pengeluaran tambahan. Jaman waktu itu sepertinya seingat saya belum ada cicilan 0% kartu kredit, jadi mau ngga mau ya harus bayar cash/lunas.

Saya pernah beli bukunya Safir Senduk, salah satu penulis dan pembicara ahli keuangan yang judulnya, ” Karyawan Juga Bisa Kaya”, dan di dalam buku tersebut banyak tips-tips untuk kita menabung.Berapapun gaji kita, kita harus menyisihkan 30% dari penghasilan kita, karena biasanya kebiasaan anak-anak muda gaul, kalau naik gaji, bukannya jumlah investasinya ditambah, malahan pengeluaran jadi bertambah.Dulu punyanya ponsel yang harga dibawah satu juta rupiah, setelah gaji naik jadi ganti dengan ponsel yang diatas dua jutaan, dan jalan-jalan/hangout sama teman-teman jadi makin sering.Hal-hal seperti itu yang membuat karyawan tidak bisa mempunyai tabungan yang cukup memadai sesuai dengan gaji yang diterimanya.

Tidak bisa disalahin juga sih, seringnya gaji naik, tapi inflasi sudah naik duluan, yang akhirnya ya judulnya impas-impas aja.Gaji naik harusnya ya diatas inflasi jadi bisa ada lebihnya buat tabungan.

Sekarang dengan gaji sudah naik, harusnya bisa lebih nyaman dan ngga perlu sampai gali lubang tutup lubang, tapi ya itu tadi, inflasi kan juga naik ya tiap tahun, otomatis harga-harga kebutuhan juga ikut naik, contohnya nih buah pepaya dulu bisa dapat 5 ribu/buah, sekarang yang pepaya ukuran kecil saja harganya 10 ribuan, itu baru satu item belum bumbu-bumbu seperti bawang merah, putih, telur, minyak dan lain-lain.

Semakin bertambah usia anak-anak, kebutuhan mereka juga semakin besar, buat biaya sekolahnya, uang jajan harian, uang les ngaji, uang les aikido, les renang ditambah les bimbel yang sampai lebih dari sepuluh jutaan  selama setahun pelajaran.Semakin bertambah penghasilan, jadi semakin bertambah pos pengeluaran.Yaaaaaa sudah,…..dijalani saja, alhamdulilah masih ada dananya ngga sampai berhutang.

Sepertinya memang gitu ya kalau status karyawan yang kalau penghasilannya hanya dari gaji, dan gaji dengan rata-rata,  buat kebutuhan sehari-hari memang jadinya impas, kadang bisa nyisa sedikit kadang gali lubang tutup lubang. NASIIB.. NASIIB…

gajian 5 koma, setelah tanggal 5 terus koma…hehehe

But you should remember, “do not complain, some people don’t have a job.

Just be gratefull, be nice, keep fighting and keep smiling.

Mari lanjutkan puasa dulu, sudah hampir 10 hari terakhir ramadan, harusnya bertambah ibadahnya bukan malah nambah belanja dan nambah jadwal bukber..hehehehe.

Saya kutip tips cara cermat mengatur gaji sebagai berikut:

  1. Buat anggaran bulan, buat anggaran bulanan untuk kebutuhan primer seperti makan, ongkos bayar listrik,dan lain-lain, dan kebutuhan tersier seperti jalan-jalan, shopping dan juga hangout sama teman-teman.
  2. Segera Bayar Tagihan, segera bayar tagihan listrik, telpon, cicilan rumah dan lain-lain diawal agar lebih  nyaman mengatur pengeluaran lainnya.
  3. Sisihkan untuk tabungan, ingat lho nabung itu bukan sisa tapi memang sudah disiapkan dana buat tabungan.
  4. Buat laporan keuangan harian, ini ternyata membantu sekali, jadi kita sadar sudah berapa yang kita keluarkan seharian ini, jadi bisa lebih ngerem kalau mau belanja-belanja yang ngga penting-penting amat.
  5. Miliki dua atau lebih rekening bank, rekening bank untuk pengeluaran harian bisa dipisahkan dengan rekening bank untuk tabungan.
  6. Bijaklah menggunakan kartu kredit.
  7. Investasi, bisa dalam bentuk reksadana, logam mulia, tabungan pensiun.
  8. Lakukan perbandingan, bandingkan pengeluaran dan anggaran, apabila pengeluaran melebihi dari anggaran, harus ada yang direvisi dari pengeluaran kita.

Demikian share yang saya kutip dari website cermati.com, semoga bermanfaat.

 

 

 

Kenapa banyakan foto Hamish Daud sih dari pada pemeran utamanya? hahaha.. ketauan kan, kenapa?

” Eh buset mbak, muka loe sampe bengep gitu?” kata si Ipep, temen kantor, pas kami keluar bioskop. ” Iya, akting Reza ama Adinia yahud banget, sampe ikutan nangis gue”, jawab gue sambil berusaha melap sisa-sisa bengkak di mata. “Iya bener, akting mereka beneran punya chemistry dan menghayati peran banget ya, keren deh”, tambah teman gue.

Nunggu film ini tayang hampir setahun karena gue follow twitternya Ika Natassa, si penulis novel Critical Eleven ini, jadi udah tau nih novel mau dibikin film,  dan yang memang salah satu penulis favorit gue banget.Sudah cukup lumayan lah buku dia gue koleksi, dari si Very Yuppy Wedding, Divortiare, Antalogi Rasa, The Architecture of Love, semuanya bikin gue ngga cukup baca sekali doang, saking sukanya sama gaya penulisan Ika dan jalan cerita juga tokoh-tokohnya terutama.

Si Ika selalu berusaha menampilkan tokoh pria yang tentunya idola wanita sejuta umat, orangnya ganteng, anak baik-baik, kerjaannya ok, dan penuh perhatian sama ceweknya.

Pas pemutaran premier di Grand Indonesia, ngga sampai setengah hari, udah sold out 500 tiket, yaaah ngga kebagian lah eike, padahal kan sekalian pingin banget foto bareng sama Hamish…hhahaha.. dasar emak2 rempong.

Awalnya penasaran juga sih, si Hamish jadi siapa ya di film ini, dan katanya jadi Donny, sahabatnya Anya, tapi diingat-ingat kok ngga ada tokoh Donny deh, mungkin hanya penambahan karakter dan pengembangan cerita agar disesuaikan di film, tapi bodo amat lah, mau jadi siapa kek, yang penting ada Hamish…uhuk uhuuuk.. dimarahin Raisa lho.. aah paling kata Raisa, biarin aja, yang penting dia udah jadi milik gue, silahkan berpatah hati nasional, paling gitu…hahaha.

Adegan yang paling gue suka yaitu saat si Ale di pesawat, awal ketemu sama Anya dan juga waktu Ale nangis saat pertama kali masuk ke ruangan bayi Aidan yang sudah meninggal.Aktingnya lucu dan mengharukan, ngga heran si Reza bisa menang berkali-kali sebagai pemain film pria terbaik.

Jadi inti ceritanya, si Ale dan Anya ketemu di pesawat, di tiga menit pertama adalah kesan yang amat krusial dan delapan menit terakhir juga penting, karena itu bisa menentukan, hubungan akan berlanjut atau ngga.Akhirnya mereka menikah, dengan penuh cinta, lalu Anya hamil, tapi bayinya tidak selamat padahal hanya tinggal menunggu hari. Di saat kekecewaan dan ketidakberdayaan yang dirasakan oleh Anya, dan amat membutuhkan dukungan moril dari Ale, tapi Ale malah mengucapkan sesuatu yang amat menyakitkan hati Anya. ” Coba kalau kamu dulu ngga sibuk kerja, Aidan pasti masih hidup ya”. Anya ngga nyangka, orang yang selama ini mencintainya justru malah menyakiti hatinya dan Anya bertahan selama 6 bulan untuk tidur terpisah dan tidak berkomunikasi sampai dia yakin kalau Ale tidak akan menyakitinya lagi.

Karena rasa cinta keduanya dan kekuatan cinta yang mereka punya, perasaan rindu dan sayang yang terpendam, rasa ingin dicintai, dirindukan semakin lama semakin membuat Anya dan Ale tak tahan.Terjadilah hal-hal yang diinginkan oleh mereka berdua.

Lalu… Anya hamil lagi anak kedua, dan happy ending. Anya yang belum pernah berkunjung ke makam anaknya, memberanikan diri berziarah dan juga Ale yang tidak mau ke kamar anaknya, mulai mau mengunjungi kamar anaknya yang belum pernah ditempati.

Puas deh nontonnya dengan berurai air mata, ayo yang belum nonton, dan masih percaya pada kekuatan cinta, jangan sampai ngga nonton ya.

 

Foto taken from Instagram

 

 

 

 

 

Ngga pernah mau nonton drakor, alasannya karena takut kecanduan.Pernah nonton film seri di TV, judulnya “Chef” dan diputar setiap sore hari di tv swasta.Setiap hari, saya berusaha pulang cepat, dan kalau pergi-pergipun, saya maunya sampai rumah masih kebagian nonton si serial drakor ini.

Sudah sebulanan ini saya nonton drakor, awalnya karena banyak teman-teman yang cerita film Goblin, saya tanya apaan sih Goblin, dan diceritain lah kalau itu drama korea, pemainnya cakep, ceritanya mengharukan tapi happy ending, nah ini yang penting, udah nangis-nangis tapi ujungnya ngga happy ending yang paling males banget.

Saya emang gitu orangnya..hehehehe sekalinya suka sesuatu, bisa terus-terusan, tapi begitu stop, ya cukup lama juga istirahatnya.Contohnya kalau lagi senang baca novel, bisa teruuuuusss baca novel, dan begitu berhenti, untuk mulainya agak perlu waktu cukup lama sampai mood datang.

Beberapa serial drama korea yang sudah saya tonton secara marathon judulnya: DOTS (Descendant of The Sun), 1% of Anything, On the way to airport.Saya suka semuanya sampai nontonnya lebih dari sekali, mumpung belum bosan, hehehe.

Sekarang ini karena sudah masuk bulan ramadhan, jadi fokus dulu sama ibadah ya, kan kita ngga tau apakah tahun depan masih bisa ada umur untuk bisa ketemu lagi dengan bulan yang penuh ampunan ini.Jadi, nontonnya nanti aja setelah lebaran ya, kan masih libur tuh, jadi bisa puas-puasin deh.

 

Anak-anak jaman sekarang, sepertinya sudah menganggap orang tua seperti layaknya seorang teman, tanpa malu dan ragu, anak-anak bisa leluasa berbicara, berdebat bahkan mengomel kepada orang tuanya, ataupun gurunya.

Beberapa kali saya mengalaminya, dan pernah juga saya menjadi saksi di saat ada kegiatan sekolah, anak-anak akan berangkat camping, lalu ada salah satu guru yang ingin bergabung di mobil truk, tapi oleh anak-anak ditolak, ” Bapak jangan di sini dong, pindah aja, di sini udah penuh nih, sempit, bla bla bla” si pak guru hanya senyum dan tetap ikut di truk tersebut. Saat itu saya yang menyaksikan langsung bagaimana anak-anak bisa sangat cueknya mengusir gurunya, dan saat itu juga saya langsung tegur anak saya, bahwa tindakan tersebut tidak sopan dan menyakiti perasaan guru tersebut. Walaupun yang berteriak ke guru tersebut bukan hanya anak saya, tetapi sebagai orang tua, ya saya harus menegur anak saya terlebih dahulu. Anak saya langsung pasang muka cemberut, ngga suka ditegur oleh saya.

Memang sih anak-anak sekarang lebih kritis, cerdas dan mampu mengungkapkan ide-ide mereka secara langsung tanpa malu-malu, yang kadang cenderung tidak sopan kalau menurut saya. Apabila hal ini terjadi dengan saya, di saat saya menyuruh anak saya melakukan sesuatu dan dia protes, bicara yang tidak sopan, tentunya saya langsung protes,” yang sopan ya bicara sama orang tua” , dan seketika, anak saya akan langsung sadar kalau itu tidak baik.

Mendidik anak-anak agar bisa mempunyai budi pekerti yang baik, sopan, suka menolong tentunya tidak mudah, harus diulang berkali-kali, jangan merasa bosan dan patah semangat.Kita juga harus berdoa kepada yang maha pencipta,agar bisa mempunyai ilmu, kekuatan dan kesabaran juga kelembutan hati untuk bisa menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak kita.

Minggu lalu, kami pergi menginap ke puncak, di hotel Seruni,Cisarua, dan sekarang setelah sekian tahun tidak menginap di sana, ternyata sudah bertambah fasilitas untuk bermain anak-anak.Ada kolam renang baru dengan perosotan, dan flying fox di atas pasir, lebih seru dan menyenangkan.Ada satu kejadian yang membuat saya bangga terhadap anak saya yang bontot, di saat ayah saya yang sekarang usianya tentu sudah tidak muda lagi, sudah hampir 73 tahun, ayah saya berjalan menuruni tangga untuk menuju kolam renang di seruni 1, sedangkan kami menginap di seruni 3, lokasinya lumayan jauh bila berjalan kaki. Ketika ayah saya berjalan di belakang saya, tiba-tiba Dammar yang berjalan di depan, menghampiri ayah saya, dan langsung mengambil bawaan plastik yang berisi baju ganti ayah saya dan menggandeng tangan ayah saya.

Tanpa bicara sepatahpun, dengan tindak tanduk yang sangat membanggakan saya sebagai orang tua tentunya dengan perhatian anak saya kepada datuknya. Saya langsung memberikan pujian kepada anak saya, ” waah adek pintar ya, baik banget sama datuknya”.

Alhamdulilah semoga anak-anak saya mempunyai perhatian dan concern terhadap orang yang lebih tua, orang yang membutuhkan bantuan dan juga terhadap lingkungan sekitarnya.

 

 

 

Sejak mulai bekerja di section 2 setahun lalu,  yang diantaranya menangani Disaster Management, saya mulai mengenal dan aware terhadap segala sesuatu info yang berkenaan dengan bencana, persiapan menghadapi bencana, dan event-event yang diadakan.

Tanggal 26 April, BNPB menetapkan hari itu adalah Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, dan sebelum tanggal tersebut, sudah banyak kegiatan yang diadakan oleh para instansi-instansi yang ikut serta meramaikan program tersebut. Dengan hashtag #siapuntukselamat, #hkbn #hkbn26april sudah mulai disosialisasikan ke masyarakat pengguna media sosial seperti twitter, facebook,instagram dan lain sebagainya.

Acara Simulasi tanggap bencana diadakan serentak pada jam 10 pagi yang diikuti dari beberapa daerah di Indonesia, dan saat itu, sebagai undangan saya menemani atasan saya yang diminta memberikan statement tentang pengalaman persiapan kesiapsiagaan bencana yang di Jepang ditetapkan pada tanggal 1 September.Semua orang yang ada di gedung harus ikut acara simulasi tersebut, semua harus berkumpul di titik aman dan halaman belakang gedung BNPB yang dijadikan tempat berkumpulnya orang-orang.

Rangkaian simulasi diadakan lebih kurang 30 menit, dimulai dari pengumuman ada gempa bumi, lalu contoh ada kebakaran gedung, dan proses penyelamatan salah seorang karyawan yang terjebak di lantai atas.Diikuti juga oleh pemadam kebakaran dan juga dari instansi PMI sebagai bagian dari instansi yang terkait penyelematan.

Acara simulasi ini terbilang sukses dan cukup menarik, karena para pekerja cukup total berperan seolah-olah terjadi kebakaran betulan.Setelah acara simulasi, dilanjutkan acara konferensi pers. BNPB mengundang banyak media baik dari TV, Koran, Internet dan Radio.

Sebelumnya hanya tau nama-nama pejabat di BNPB seperti bapak Kepala BNPB, pak Willem Rampangilei, dan kemarin itu saya bisa bertemu langsung dengan beliau, dan bos saya jadi paparazi dong, saya ngga tau kapan dia motret saya pas saya salaman dengan pak Willem.

Foto candid si bos pas saya lagi salaman sama pak Kepala BNPB

 

 

Berbagai kegiatan acara simulasi kesiapsiaggan bencana di halaman gedung BNBP tanggal 26 April 2017

 

Dan ini beberapa link laporan dari media yang mengcover berita acara tersebut.

 

http://news.okezone.com/read/2017/04/26/337/1677172/hari-kesiapsiagaan-bnpb-serukan-simulasi-evakuasi-bencana

http://www.netralnews.com/news/nasional/read/71536/26.april.ditetapkan.jadi.hari.kesiapsiagaan.bencana.nasional

https://news.detik.com/berita/d-3484145/bnpb-gelar-simulasi-penanggulangan-bencana

http://news.metrotvnews.com/read/2017/04/26/691586/bnpb-tetapkan-26-april-hari-kesiapsiagaan-bencana

Waktu saya jalan-jalan ke Eropa, anak saya yang bontot udah pesan minta dibelikan jam tangan merk Seiko. Ok deh, dicoba lihat-lihat siapa tahu harganya lebih murah jauh dari pada harga di Jakarta. Ketika saya di Milano, Itali, sempat juga saya lihat di toko ada tuh jam Seiko, harganya sekitar  100 euro.Sempet galau juga sih, beliin ngga beliin ngga ya, tapi buat anak SD kelas 3 kayaknya kemahalan deh beli jam tangan harga jutaan gitu, belum lagi nanti ngga dijaga, hilang, rusak dll, jadinya males juga  beliin.Ternyata harganya juga ngga jauh lebih murah ya, kirain bisa gitu separoh harganya dari harga di Jakarta.

Sebelum pulang, kami transit dulu di Paris, dan mampir ke pertokoan, saya mampir ke toko pernak pernik souvenir , lucu-lucu barangnya ada hiasan-hiasan, pulpen,frame,kaca mata, dan lain-lain.Dan saya menemukan jam buat anak-anak, harganya juga tidak terlalu mahal sekitar 200 ribuan kalau dihitung harga Rupiah.Saya putuskan, beli saja deh, lumayan buat nambahin oleh-oleh anak-anak.

Beberapa waktu lalu, anak saya, Alifa cerita waktu dia  di sekolah, temannya ada yang tanya, beli jam itu di mana, dan dalam hati anak saya, kalau dia bilang beli di Paris, takut dikira sombong, pamer dan lain-lain, akhirnya dia cuma jawab,”mamah aku yang beliin, ngga tau beli di mana”. Saya setuju banget waktu dia jawab seperti itu,” iya Nak, lebih baik kamu berbohong demi kebaikan, dan lebih baik merendah, ngga boleh sombong dan pamer, mamah bangga sama kamu, kamu bisa berempati terhadap teman yang belum tentu bisa jalan-jalan atau beli jam di luar negeri, walaupun anak saya juga belum ada yang pernah jalan-jalan ke luar negeri.Saya sendiri bisa pergi ke luar negeri pertama kali itu waktu usia saya 30 tahun, ikut program persahabatan pemuda Indonesia Jepang ( Youth Friendship Program) dari JICA.Selama tiga minggu saya di Jepang, berpindah-pindah kota dari Tokyo,Osaka, Fukushima,dll, dan gratisan boook, Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan, yee kan?

Berharap anak-anak saya semua menjadi manusia yang punya empat tinggi terhadap sesama, senang menolong orang yang susah, dan tidak sombong.

Karena di atas langit itu ada langit, kalau kita merasa sudah kaya raya, ada kok yang lebih kaya, kalau kita merasa sudah pintar, ada kok yang jauh lebih pintar.

 

 

 

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination