Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘wirausaha/bisnis’ Category

proses pembangunan kontrakan

Hai, kembali lagi setelah libur Lebaran, dan sibuk nyari ART, yang lama katanya ngga balik lagi, dan ternyata si mbak mau balik lagi dengan syarat naik gaji 30%.. ya sudah lah.. namanya juga butuh, semoga ada rejeki tambahan lain, aamiin.
Nah.. bicara soal rejeki tambahan nih,… dan berhubung, suami masih ada lahan yang nganggur, dari pada ngga menghasilkan, dari dulu kepingin banget nambahin kontrakan.

Dari mulai cari pinjaman ke bank, pakai agunan rumah saya yang di Cibarusah, tetapi bank cuma bisa kasih 60 juta, karena rumah di sana, hanya dihargai 80 juta rupiah.Udah minta juga ke temen RAB dan designya, pas dilihat, rencana itu tahun 2011 lho,.. udah 4 tahun yang lalu.
Uang 60 juta, kalau mau bikin 2 pintu, pasti nombok,dan untuk nomboknya, ngga cukup cuma 10 jutaan, akhirnya, yaaa ngga jadi deh.

Mulai awal Agustus, kami sudah mulai proses membangun kontrakan, dengan memakai jasa kontraktor kenalan teman saya.
Memang sih balik modalnya bisa lebih dari 5 tahun, itupun kalo uangnya ngga dipake-pake.

Semoga dalam 2 bulan ke depan, sudah bisa disewakan, semoga semua lancar, berkah dunia akherat, aamiin.

Design rumah kontrakan 4 pintu

Design rumah kontrakan 4 pintu

ruangan dalam kontrakan

ruangan dalam kontrakan

Yang berminat mau cari kontrakan, buat keluarga yang baru menikah, ingin mandiri, pisah rumah dari mertua indah, or siapa aja yang masih belum punya rumah sendiri, sementara ngontrak dulu ngga papa kok, sambil nabung buat beli rumah.

Boleh lho hubungi saya.
Kalau mau lihat lokasi, bisa janjian or langsung datang aja.

Alamat lokasi: Jl.Bintara Raya No.7 (Samping Mushola Nurul Yaqin) Rt.005/03,belakang terminal pasar Sumber Arta, Kalimalang, Bekasi Barat.

 

Note; alhamdulilah walaupun belum selesai dibangun semua, tapi sudah full booked untuk 4 rumah.

Semoga tahun depan bisa nambah lagi, aamiin

Iklan

Read Full Post »

IMG-20130921-02435
IMG-20130921-02442
Akhirnya setelah setahun disewakan, apartemennya kosong lagi, dan niatnya sih mau disewakan lagi, buat tambahan tabungan, buat sekolah,naik haji, buat biaya-biaya pengeluaran tahunan seperti bayar pajak mobil, service mobil/motor, perbaikan rumah, jalan-jalan dan lain sebagainya.

Sudah pasang iklan juga di internet dan titip teman yang juga broker, tapi belum ada yang deal, dengan bermacam-macam alasan.Ada yang mau tetapi anak band, single dan maunya bayarnya nyicil, ada juga yang hanya anak-anak usia sma tetapi ibunya sering di luar kota, pokoknya banyak lagi para calon penyewa yang belum cocok dengan kita.Entah dari kita yang ngga cocok atau dari mereka, intinya belum ada yang berjodoh.

Jadi, sekarang mau diiklanin lagi deh unitnya, dengan spesifikasi sebagai berikut; 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, Full Furnish ( kitchen set lengkap dengan kompor 2 tungku, tabung gas, perlengkapan makan, meja makan dan kursi makan), sofa bed, 2 AC, 2 lemari.
Fasilitas:Access card, security 24 hours, swimming pool, fitness center, kids playground, mall, atm, sekolah, klinik, kantin, supermarket.

Harga sewa saat ini Rp.4,5 juta/bulan.Deposit Rp.4 juta ( refundable).
Hubungi: Anita:0815-9997030green palace

Read Full Post »

Prima Lingkar Asri, Caman, Bekasi

Rumah hunian nyaman, security 24 jam, fasilitas umum dekat ( supermarket GIANT, lapangan olah raga, rumah makan, dll), dekat tol jatibening, 4 KT, 3 KM, garasi, telephone,AC.
Alamat lengkap: Prima Lingkar Asri, Blok A2/32.

Harga Sewa Rp.35,000,000,-/tahun

Hubungi: 0815-9997030

Status: Tersewa sampai 9 April 2015
Alhamdulilah, semoga penyewanya baik dan bertanggung jawab, aamiin

Read Full Post »

Banyak diantara kita yang kurang puas dengan apa yang sudah kita capai.Terutama saya pribadi, bukannya tidak bersyukur lho, tetapi kita hidup di dunia, rasanya kok sayang kalau tidak bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dan bisa bermanfaat buat orang banyak. Saya termasuk orang yang merasa masih bisa melakukan banyak hal,ingin belajar banyak hal,tetapi sekarang ini, dengan bekerja di kantor, dari jam 6 pagi berangkat dan sampai rumah jam 6 sore. Apa yang bisa saya lakukan selain duduk mengerjakan pekerjaan kantor?. Saya sering merenung, apakah ini memang jalan hidup saya? menjadi ibu bekerja yang harus meninggalkan anak-anak dalam asuhan pembantu? Saya rasa, bukan.

Banyak acara yang ingin saya ikuti, seperti seminar atau acara komunitas ibu-ibu atau acara komunitas pengusaha ( walaupun belum jadi pengusaha, tetapi saya berkeinginan bisa menjadi pengusaha sukses).Ingin olah raga sepulang dari kantor, seperti Jogging, atau Yoga/pilates di dekat rumah, tetapi rasa bersalah saya karena sudah meninggalkan anak-anak dari pagi, sering menjadi penghalang untuk saya melakukan hal tersebut.Ingin janjian dengan teman sepulang kerja, kok ya ngga enak juga.Kasian suami saya yang sudah ikut membantu menjaga anak-anak di rumah.

Suka duka yang saya lalui dalam kehidupan saya, tentunya tidak lepas dari doa orang tua dan keluarga. Semenjak menikah, naluri keibuan saya yang ingin sekali dekat dengan anak-anak, menghabiskan waktu serta mendidik anak-anak seperti yang saya inginkan, saya rasakan kurang sekali. Saya ingin anak-anak rajin belajar, pintar, dapat nilai bagus di sekolah,rajin sholat, mengaji tetapi apa kontribusi saya, sebagai orang tua? rasanya masih sangat kurang.Anak-anak perlu contoh dan bimbingan dari kedua orang tuanya.Alhamdulilah ada suami di rumah yang bisa lebih memperhatikan anak-anak, bukan cuma diasuh oleh pembantu rumah tangga.

Suami saya juga sebetulnya tidak ingin menjadi pengangguran, pastinya harga diri dia lebih merasa terhina, apa kata orang, kok kepala keluarga malah tidak bekerja, tetapi justru istri yang bekerja keluar rumah.
Saya amat faham, keadaan suami saya, dan saya tidak akan memaksa dia untuk kembali bekerja, di usianya sekarang sudah 53 tahun, dengan kondisi fisik yang tidak muda lagi, tentunya akan berat kalau harus mencari pekerjaan baru di luar sana.Walaupun tidak bekerja, tetapi dia punya pemasukan dari bunga bank dan kontrakan untuk keperluan hidup sehari-hari.

Tetapi kalau saya tidak bekerja, tentunya tidak ada penambahan pemasukan, padahal kan ingin menabung buat pendidikan anak sekolah, mau menabung buat liburan, buat umroh, buat investasi lain-lain juga. Sedihnya kalau melihat orang lain yang berhasil keluar kerja, dan memulai usaha dari nol, lalu dalam beberapa tahun, dia berhasil bisa punya karyawan sendiri, bisa punya rumah dari hasil bisnis yang tadinya mengontrak sekarang dibeli rumah tersebut.Rasa iri pasti timbul, ya kan? kepingin banget bisa punya usaha sendiri, tidak harus pergi setiap hari ke kantor, pagi-pagi, macet-macetan dan pulang dengan sisa-sisa tenaga,padahal anak-anak sudah kangen dan butuh perhatian dari saya.
Sampai rumah jam 6 sore kadang lebih, lalu mandi, dan berbincang sejenak dengan anak-anak dan suami, lalu sudah jam 7 malam, waktunya makan malam, lalu tersisa waktu hanya 1 jam lebih sebelum saya dan anak-anak pergi tidur karena untuk persiapan esok harinya agar tidak terlambat bangun.

Saya ingin suatu saat nanti, bisa punya usaha sendiri, bisa punya karyawan yang bisa digaji,lebih banyak waktu apabila anak-anak membutuhkan saya, punya penghasilan/pemasukan yang cukup banyak, lebih banyak dari saya bekerja di kantor yang sekarang ini.
Tentunya bukan cuma menghayal, harus ada action dan kerja keras serta doa yang tidak putus-putus agar bisa terlaksana impian ini.

Read Full Post »

  • Apartment Name: Margonda Residence
  • Location: Jl. Margonda Raya, Depok
  • Tower/Floor/View: HH/8/City View
  • Size: 20,5 m2
  • Bedroom: 1
  • Bathroom: 1
  • Condition: Furnished. All Brand New (AC, Television, Kitchen Set, Wardrobe,Mirror, Refrigerator, Bath Room with Shower, Spring Bed Queen Size, Curtain, Student Desk with 1 Chair).
  • Facility: Basement parking area, 24 hours security, mini-market, bank, laundry (Kg), Restaurant, access card, swimming pool, children playground, tennis court, jogging track, canteen, etc.
  • Additional Info: Near to Campuses and business area, near to Indonesia University (UI Depok), UI Train Station, Gunadarma University, Pancasila University, Bina Sarana Informatika (BSI), Bunda Hospital, Margocity Mall, Depok Town Square, ITC Depok, Mall Depok, Bank, Gramedia Bookstore, 24-hours Transportation. Easy access to highway (Jakarta’s Outer Ring Road – Toll JORR).
  • Rent Charge: Rp 2.200.000/monthly
  • Contact Number: Anita: 0815-9997030
  • E-mail: kireynindya@yahoo.com
  • PIN BB: 2802974A

Salam,

 

Anita

Read Full Post »

Kebahagiaan dalam bekerja

Setelah selesai weekend, pasti ada rasa malas untuk kembali datang ke kantor, hari Senin yang identik dengan kemacetan, harus bangun pagi-pagi sekali, harus mikir bekal anak-anak, dan biasanya kondisi tubuh yang letih setelah pergi jalan-jalan bersama keluarga. Apalagi kalau anak kita yang merengek minta ibunya ngga usah ke kantor.. ” mama di rumah aja, temenin aku… aku kan kangeeeen” , atau ” Maaamaaa.. nanti pulang siang ya.. jangan malam-malam”… hikss.. dilema deh mau berangkat.. tapi ya mau gimana, tetap aja harus berangkat ke kantor. Mama minta maaf ya Nak, belum bisa sepenuhnya menemani kamu di saat kamu membutuhkan mama, tapi mama janji setelah mama pulang kantor, pasti waktu mama seluruhnya hanya untuk anak-anak dan bapak kalian.

Namun, perasaan malas yang menggoda kita untuk kembali bekerja, harus kita perangi dengan mengingat hadits Rasullulah agar kita selalu giat dalam mencari rezeki, diantaranya:

1.Mencari rezeki yang halal itu wajib sesudah menunaikan yang fardhu ( seperti shalat, puasa, dll). ( HR.Ath Thabrani dan Al-Baihaqi).

2.Sesungguhnya Allah suka kebersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah ( HR.Ahmad).

3.Seorang yang membawa tambang lalu pergi  mencari dan mengumpulkan kayu bakar lantas dibawanya ke pasar untuk dijual dan uangnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan nafkah dirinya maka it lebih baik dari seorang yang meminta-minta kepada orang-orang yang terkadang diberik dan kadang ditolak ( Mutafaq’alaih).

4.Tiada makanan yang lebih baik dari pada hasil usaha tangan sendiri. ( HR.Bukhari).

Seperti apakah niat yang spesifik?

Dikisahkan dalam Keberkahan Finansial, ada seorang janda yang awalnya miskin namun akhirnya bisa mengubah kehidupannya setelah mendirikan warung makan.

Ternyata, warung makan tersebut berdiri karena sang janda berniat untuk membantu para tukang becak yang ingin mencari tempat makan namun hanya memiliki sedikit uang. Karena itulah warung tersebut dirintis agar mereka bisa makan dengan menu yang harganya murah.

Lama kelamaan teernyata warung tersebut akhirnya bisa menghasilkan jutaan rupiah per harinya.

Dari cerita di atas, jika dibanding dengan niat yang tidak jelas seperti “mendapat banyak uang” atau “mencari sesuap nasi”, maka niat spesifik dan ikhlas seperti yang ada dalam cerita tersebut akan bisa menjadi sumber motivasi jangka panjang dalam setiap tindakan karena sasaran kita sudah jelas, tidak hanya asal-asalan bekerja.

Lagi pula seperti halnya Hukum Daya Tarik atau Law of Attraction, bila niat hanyalah untuk “mencari sesuap nasi”, maka jangan salahkan Tuhan jika Anda hanya mendapat sesuap nasi.

Berkali-kali Anda mendengar kata-kata bijak yang berbunyi..

“Do what you love and the money will follow.”

Dalam filosofi tersebut, apa yang perlu kita fokuskan adalah “love” atau cinta akan apa yang kita lakukan, bukan “money” atau uang. Kalau kita sudah jatuh cinta pada apa yang kita kerjakan, maka otomatis uang akan datang (meski demikian, tentu ini tergantung pada apa yang kita kerjakan tersebut).

Selain berlaku untuk berapa banyak uang yang akan kita dapat, filosofi tersebut juga bisa diterapkan untuk seberapa efektifkah usaha kita dalam melakukan sesuatu.

OK, saya akan menunjukkan salah satu hasil penelitian oleh Dan Ariely dari Duke University dan James Heyman dari University of St. Thomas, seperti yang ditulis oleh Peter Bregman di Harvard Business Review.

Dalam penelitian tersebut, ada beberapa orang yang diminta untuk menghadap suatu layar komputer. Dalam layar tersebut, ada gambar kotak di sebelah kanan, dan gambar lingkaran di sebelah kiri. Kedua orang tersebut diminta untuk melakukan hal yang sama, yaitu memasukkan gambar lingkaran ke kotak di sebelah kanan sebanyak mungkin dengan mouse sebanyak mungkin selama lima menit.

Bedanya, beberapa orang akan mendapat 5 dolar (sekitar Rp 50.000), dan yang lain ada yang mendapat 50 sen (sekitar Rp 5000) untuk melakukan itu. Sementara, beberapa lagi hanya dimintai tolong, dan tidak akan mendapatkan apa-apa sebagai imbalan.

Coba tebak hasilnya. Rata-rata orang yang dibayar 5 dolar menarik 159 lingkaran, orang yang mendapat 50 sen menarik 101 lingkaran, dan orang yang hanya dimintai tolong ternyata bisa menarik 168 lingkaran.

Orang-orang sukses telah membuktikan bahwa mencintai pekerjaan, bukan mencintai uang, adalah apa yang membuat mereka berhasil.

Memang kita butuh uang, tapi jangan sampai uang justru membatasi apa yang seharusnya bisa kita lakukan.

Seharusnya orang yang dibayar tadi bisa memasukkan lebih banyak lingkaran, tapi karena imbalan sudah ada di pikirannya, usahanya menjadi kurang.

Bahkan, dalam urusan ibadah pun juga sama. Dalam buku, terdapat sebuah kutipan bagus dari Imam Ali bin Abi Thalib yang berbunyi:

“Sekelompok orang menyembah Allah karena menginginkan ganjaran. Inilah ibadah pedagang. Yang lain menyembah Allah karena takut. Inilah ibadah seorang budak. Kelompok lain menyembah Allah karena rasa syukur. Inilah ibadah orang yang merdeka.”

Artinya, orang yang merdeka beribadah bukan semata karena menginginkan imbalan atau karena rasa takut. Tapi menginginkan imbalan itu tak masalah. Sebab, Tuhan toh juga menghadiahkan surga bagi hamba-Nya yang berbuat baik.

Namun kita perlu menjadi pribadi yang merdeka, yang tak terbatasi oleh seberapa besar imbalan yang akan kita dapat.

Ketika kita akan pergi ke suatu tempat, entah dengan mobil, sepeda motor, atau kendaraan apapun, apakah kita menunggu sampai semua lampu hijau disepanjang  jalur yang akan dilalui? Tentu tidak.

Apakah kita juga menunggu sampai semua jalanan sepi? Tentu tidak.

Kita tentu akan terus melaju, berhenti ketika ada lampu merah, dan berjalan lagi ketika lampu hijau. Jika ada kendaraan yang menghalangi jalan, tentu kita akan mencari jalan untuk bisa melaluinya.

Ini sama seperti halnya jika ingin mencapai tujuan dalam hidup. Tidak perlu menunggu sampai semuanya sempurna,karena ksempurnaan terjadi dalam proses bukan hasil.

dikutip dari blog institut kemandirian

Read Full Post »

Sebagai waralaba yang cukup besar, Sevel sekarang ini amat digandrungi sebagai tempat nongkrong yang murah meriah, kenapa dibilang begitu, karena dengan hanya beli makanan ringan seharga kurang dari 10 ribu rupiah, kita bisa nongkrong berjam-jam bersama teman-teman kita. Tempat yang menjamur dan ngehits di kalangan anak muda, memang akan cepat menjadi trend, dan sekarang kalau kita lewat di jalan raya, pasti sering ketemu ada Seven Eleven yang baru di buka, di dekat rumah ibu saya saja di Pondok Bambu, ada dua tempat, di Pondok Bambu dan di Jatiwaringin.

Konsep yang dibangun memang membuat nyaman anak-anak muda untuk nongkrong, kesamaan jenjang sosial, dari yang pakai motor atau mobil mewah bisa bersanding tanpa jarak.Makanan cepat sajinya yang lumayan enak, minuman slurpee yang disukai banyak orang, dan parkir gratis. Tetapi sayangnya, kesadaran masyarakat kita untuk menjaga kebersihan, dan membayarkan apa yang dimakan,masih amat-amat jauh dari yang diharapkan.Makanan cepat saji seperti hotdog, sandwich, lasagna dan lain-lain, amat rentan menjadi sasaran para pengunjung untuk bisa langsung dimakan tanpa membayar, belum lagi makanan-makanan kecil lainnya yang bisa masuk langsung ke dalam tas pengunjung.

Walaupun ada cctv di dalam dan security pada malam hari, tetapi belum cukup untuk mengurangi pencurian seperti ini. Karyawan yang bekerja selain sebagai penjaga toko, juga dimultifungsikan menjadi security alias pengawas pengunjung, juga membersihkan lingkungan, beberes stok barang, dll. Apalagi dalam jam-jam ramai, jam pulang sekolah, biasanya karyawan yang bekerja paling banyak 4 orang, sedangkan melayani pengunjung sekaligus memantau barang, sekaligus bersih-bersih, sepertinya tidak bisa maksimal.

Entah kesalahan dari pihak management yang kurang memotivasi karyawan untuk saling menjaga barang dagangan, atau karena kurangnya karyawan yang bertugas, atau memang kurangnya kesadaran dari pihak pengunjung kita yang dengan iseng tangannya mengambil barang yang belum dibayarkan ( sepertinya semuanya ya?)

Hal semacam ini, menyebabkan kerugian di pihak Sevel, karena setiap kepala toko membuat laporan, selalu ada barang yang hilang, dan bahkan sampai puluhan juta dalam sebulan. Solusi yang diambil sekarang ini setahu saya, perusahaan memotong gaji karyawan untuk kehilangan barang di outlet tempat si karyawan bekerja.Adik sepupu saya yang bekerja di Sevel, bulan lalu mendapat potongan sebesar Rp.600 ribu dari gajinya untuk pemotongan barang hilang. Kalau seperti ini, siapa yang dirugikan?pastinya selain perusahaan juga karyawan. Sudah capek-capek kerja, jadwal dalam 3 shift, karena 24 jam, tapi dipotong gaji karena ada kehilangan barang yang bukan kesalahan si karyawan 100%. Mungkin yang bisa dilakukan dari pihak Sevel, adalah menempatkan karyawan pada masing-masing bagian, untuk makanan cepat saji ada khusus karyawan yang menangani, atau dikunci, atau ada kasir khusus untuk makanan cepat saji tersebut, lalu dipanaskan, dan dibayar di kasir, lalu diujung meja lain, makanan diberikan kepada pembeli. Untuk CCTV, harus ada orang yang standby memantau di layar, dan begitu ada yang ketahuan tertangkap basah, langsung paging pakai HT atau alat komunikasi internal.

Memang sih, kalau di Luar Negeri, toko swalayan,atau convinience store macam Circle K, 7 11, dll, tidak terlihat banyak karyawan yang menjaga, itu karena kesadaran mereka untuk membayar apa yang mereka ambil dan hukuman bagi yang ketahuan mencuri, ada efek jeranya. Ini hanya sekedar opini dari saya yang sangat terbatas, semoga ke depannya masyarakat kita bisa lebih menghargai terhadap diri sendiri bahwa memakan barang yang bukan haknya adalah tidak benar.

Memang, diakui untuk melakukan bisnis, selain berjualan barang, urusan karyawan amat menguras pikiran dan uang, tetapi kalau tidak ada karyawan, bisnis juga akan tersendat.

Note: Photo diambil dari Merdeka.com

Read Full Post »

Older Posts »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travelling books and travelogue. Write travel articles for media. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family travelling with kids/babies.

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

RedDoorz

Your Traveling Buddy

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination