Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Waktu galau-galaunya memilih SD buat Alifa, saya mencoba menuangkan isi uneg-uneg saya di blog ini, dan tahun ini sudah waktunya saya memilih SMP untuk dia.

Saya termasuk orang tua yang ngga begitu paham sekolah mana aja yang katanya bagus di lingkungan sekitar rumah, katanya sih SMP 12 Bekasi menjadi salah satu SMP favorite di Bekasi Selatan.Lokasi jarak rumah dan SMP tersebut memang cukup dekat, naik motor ngga sampai 10 menit sudah sampai, malah kalau mau berhemat bisa jalan kaki.

Setelah ngobrol-ngobrol dan mendapatkan pandangan dari beberapa teman, katanya lebih baik memilih SMA di Jakarta yang bagus untuk bisa ada peluang keterima di Universitas Negeri favorite seperti UI, ITB,UGM.Berhubung emak dan bapaknya ngga bisa kuliah di sekolah yang bagus, tentunya ngga bisa disangkal ada keinginan agar anak-anak kami bisa bersekolah di sekolah yang bagus, semoga saja ada jalannya dan rejekinya dari Allah.

Tak terasa sudah dua tahun Mamah Dien meninggalkan kami, dan katanya rumah yang ditempati Mamah menjadi jatah suami, sudah selama dua tahun ini rumah tersebut kosong, hanya pembantu yang tinggal di sana. Mengingat anak saya akan masuk SMP tahun depan, dan niatnya mau sekolah di Jakarta, yang lebih dekat dengan rumah alm.Mamah Dien, jadi kemungkinan kami akan pindah rumah di Kalimalang.

Untuk jarak tempuh kalau kami pindah ke Kalimalang, tentunya menjadi salah satu solusi untuk bisa sekolah di Jakarta.Kartu Keluarga kamipun juga masih pakai alamat rumah kalimalang, KTP kami juga.

Namanya juga usaha ya, dan rencana, sisanya kita pasrahkan kepada sang Maha Kuasa.Planning sekarang ini, anak saya ikut bimbel di Bintang Pelajar sebagai persiapan untuk mendapatkan NEM yang tinggi agar bisa bersaing di sekolah incaran yaitu SMP 115 di Tebet atau SMP 252 di Duren Sawit.Keduanya karena diluar wilayah domisili Kartu Keluarga kami, maka termasuk jalur umum bukan jalur lokal, di mana kalau jalur umum ya saingannya lebih berat karena dari berbagai sekolah.Sedangkan jalur lokal adalah pendaftaran di sekolah yang sesuai dengan wilayah rumah ( dilihat dari Kartu Keluarga).

Back up plan apabila tidak keterima di sekolah SMP Negeri favorite, yaitu SMP Putra yang berlokasi di Kalimalang, daerah Jatibening, dimana adiknya nanti juga harus pindah sekolah di SD Putra, saat kelas 5.

Sekali lagi, kita sebagai orang tua hanya berusaha dan berharap pilihan kami yang terbaik buat anak-anak kami.

 

 

 

 

 

Read Full Post »

tubuh makin menua

tubuh makin menua, ngga bisa lepas kaca mata plus kalau mau baca

They say life begins at forty
Age is just a state of mind
If all that’s true
You know that I’ve been dead for thirty-nine

And if life begins at forty
Well, I hope it ain’t the same
It’s been tough enough without that stuff
I don’t wanna to be born again

Well, I tried to sweep the slate clean
With a new broom every day
If that don’t work
I’ll jerk around until my next birthday

Yeah, life begins at forty
Age is just a state of mind
Well, if all that’s true
You know that I’ve been dead for thirty-nine

Songwriters
Lennon, John

Entah karena judul lagu lawas ini makanya jadi terkenal istilah “Life Begins at Forty”, atau ada sumber lain makanya istilah tersebut jadi ngetop. Istilah ini sebenarnya kalau kita cermati di kehidupan sehari-hari dari pada diri sendiri dan juga sekeliling kita, ya ada benarnya juga sih, bukan secara harfiah lho ya.Kalau secara harfiah sih, sejak dari dalam kandungan malah sudah mulai kehidupan.Dimulai dari Kandungan, Dunia dan Akherat nantinya.Khusus untuk para pria, usia 40 tahun, biasanya sudah matang, mapan secara karir dan penampilan yang tentunya disesuaikan dengan jabatan.Biasanya pria dengan usia 40 tahunan, justru banyak diincar para gadis yang usianya jauh di bawah 40 tahun, biasanya gadis dengan usia 20 tahunan, sedang mekar-mekarnya dan cantik-cantiknya.Di satu sisi, usia pria 40 tahunan, malah biasanya sudah menikah atau ya status duda.

Bicara soal pengalaman pribadi , waktu usia saya menjelang 30 tahun, dan belum menikah, mulai dong ketar ketir, kapan nih jodoh saya datang.Banyak kenalan pria umumnya sudah berstatus lakor, alias laki orang, jadi lah saya mundur teratur, masa iya ganggu rumah tangga orang, dosa lah ya… ntar kalau suami kita digangguin orang, kita kan juga ngga mau toh? padahal diantar lakor yang saya kenal itu, ada yang akhirnya bercerai… ya itu namanya ngga jodoh ya bu….

Awal kenal suami, dia berusia 44 tahun, status duda tanpa anak.Dan memang,auranya lebih terang,( lampu kali?)  lebih mapan, lebih tenang dan lebih mengayomi dibanding dengan pria usia di bawah 40 tahun.Disitu saya merasa naksir….hehehehe.

Life begins at 40 ini ada juga yang bilang, nabi besar Muhamad SAW, diangkat menjadi nabi juga di usia beliau 40 tahun, dan saat itu menjadi tugas beliau menyebarkan agama islam dan tanggung jawab juga semakin besar untuk mengajak umat menuju jalan yang diridhoi Allah.

Pada saat usia saya mencapai 40 tahun, secara fisik memang belum jompo-jompo amat sih.. kalau saya pribadi  ngerasainnya gitu, tapi ya kalau disuruh naik sepeda, jalan kaki yang jauh, ya ngos-ngosan banget.Saya merasa usia ini adalah usia yang seharusnya memang menjadi tolak ukur kita sebagai wanita.Di usia 40 tahun, alhamdulilah saya sudah mempunyai dua orang anak yang Allah titipkan kepada saya dan suami,  saya berbahagia atas segala nikmat dan segala karunia yang sudah Allah berikan kepada saya.Tentunya di saat apa yang sudah saya dapatkan saat ini banyak yang diluar ekspektasi saya sebelumnya.Belajar menjadi orang tua yang bijak, dan menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain, menjadi salah satu tujuan hidup saya saat ini.Tidak seorangpun tentunya yang bisa merubah keadaan selain diri sendiri.

Selain pria yang makin matang di usia 40 tahun, untuk wanita juga sama lho, wanita juga selain makin percaya diri dan malah banyak yang makin tambah cantik dibanding saat masih muda belia.Contohnya aja artis Sophia Latjuba, malah makin ok di usianya sekarang.Kalau teman-teman saya ditanya, pilih mana, Nikita Willy apa Sophia Latjuba, pastilah jawabannya Sophia Latjuba.Usia 40 tahunan tapi penampilan yang kinclong.

'You know you're 40 when...'

‘You know you’re 40 when…’

Gambar di atas, agak lebay sih ya? hehehehe…..soalnya banyak dari teman saya yang udah 40 tahunan, ngga gitu-gitu amat juga.

Dulu waktu jaman masih usia 20 an, melihat pacar bos yang usianya 30 an tahun, sempat ngebatin gitu,dalam hati,” ya ampun, tua juga ya udah 30 tahun masih belum nikah juga”, eeeeh.. ngga taunya eike sendiri juga gitu, nikah malah di usia 32 tahun, padahal target usia 25 tahun nikahnya, tapi apa daya, jodohku belum datang di usia 25 tahun.Sekarang di usia saya 40 tahun, malah saya suka ngerasa, kok ngga ada yang berubah banyak ya dari kelakuan dan semangat saya, masih aja  berasa muda…hahahaha.. bagus dong ya? di kantor aja, saya masih gaul dengan yg muda-muda, masih suka pergi makan, karaoke bareng mereka, yaaa gimana ya….. selama diijinin suami, dan ngga menyimpang dari norma-norma, kenapa ngga? walaupun emak-emak, tapi tetap kan kita butuh “me time”, yang sejak menikah lalu punya anak, agak susah untuk bisa “me time”.

Kalau ditanya, pencapaian apa di usia sekarang ini, di kepala 40? hmmm… alhamdulilah banyak juga, walaupun tetap ada yang masih belum terlaksana, tapi secara umum, target yang saya buat tiap tahun, sedikit-sedikit tercapai.Setiap tahun saya bikin list target/resolusi apa yang mau saya capai, walaupun banyak juga yang mengulang list dari tahun sebelumnya…hahahaha.Ngga papa deh, yang penting kan punya daftar ya, buat semangat hidup gitu lho.

Insya Allah, tahun ini, bulan Desember, saya akan jalan-jalan ke Eropa, yeeeeyyyyy……ngga nyangka banget…. walaupun nih ya sebetulnya kepingin pergi ibadah umroh dulu, dari dua tahun lalu udah daftar, bayar DP, udah jahit seragam, udah dapat koper dari travel umrohnya, tapi karena dimundurin dan ngga matching waktunya sama kerjaan kantor, terpaksa deh dicancel, niat mau sekalian nemenin ayah ibu juga tapi ngga jadi berangkat, ya mungkin belum rejekinya, Insya Allah bisa berangkat bareng suami dan anak-anak nanti.Aamiin….

Kali ini juga form ijin cutinya, ngga langsung dikasih tuh sama pak bos, karena pas bertepatan dengan acara Tsunami symposium yang memang kerjaan di section saya, dan saya ambil cutinya lumayan lama, 6 hari kerja tapi total harinya jadi 10 hari termasuk Sabtu Minggu.

Dari sisi usia yang sudah ngga muda lagi, usia 40 tahunan, memang sudah sewajarnya berpikir ke arah spiritual, karena secara fisik sudah kurang mendukung untuk kegiatan yang terlalu menggunakan tenaga berat, maka biasanya lebih fokus ke mental dan spiritual.Banyak teman-teman seangkatan  yang pakai kerudung, acara pengajian rutin bulanan di rumah teman, bakti sosial, dan lain-lain yang sifatnya keagamaan.

I am 43 yo, and I am happy with my life, Thanks to God for the blessing

I am 43 yo, and I am happy with my life, Thanks to God for the blessing

Read Full Post »

Pertama kali berkunjung ke Banda Aceh yaitu saat setahun setelah Tsunami besar mengguncang Aceh tahun 2004.Kantor saya JICA menyewa satu rumah di sana sebagai tempat markas untuk orang Kedutaan atau orang JICA yang berkunjung ke Aceh.Kami juga mempekerjakan satu orang karyawan sebagai staf dan penghubung antara Aceh dan kantor pusat JICA Indonesia di Jakarta.

Saat itu masih sangat-sangat berantakan, sisa-sisa puing juga masih banyak, tetapi memang mayat sudah tidak berserakan lagi di pinggir jalan, sudah mulai bersih.

Saya punya kesempatan lagi ke Aceh yaitu akhir Oktober  dan awal November tahun 2016, dalam rangka event yang JICA adakan di Aceh bekerja sama dengan Museum Tsunami Aceh dan Pemerintah kota Banda Aceh.

Tidak banyak tempat yang bisa saya kunjungi, dikarenakan waktu dan acara yang padat, jadi saya hanya bisa berkunjung ke lokasi-lokasi yang dekat dengan tempat museum yaitu PLTD Apung, Escape Building, Pemakaman masal.

Helikopter di Museum Tsunami Aceh

Helikopter di Museum Tsunami Aceh

Escape building atas bantuan pemerintah Jepang berlokasi di Meraksa

Escape building atas bantuan pemerintah Jepang berlokasi di Meraksa

Rumah warga yang dijadikan tempat evakuasi tsunami pada thn 2004 dan sekarang sudah dibeli oleh Pemda

Rumah warga yang dijadikan tempat evakuasi tsunami pada thn 2004 dan sekarang sudah dibeli oleh Pemda

PTLD Apung

PTLD Apung

 

 

Read Full Post »

Sudah lama senang nyoba makanan khas Aceh, apalagi jamannya gabung di milis NCC, yang selalu ngebahas soal makanan dan resep makanan.Ada yang pernah posting soal makan Aceh yaitu timpan, dan katanya enak banget.

Sempat penasaran sama rasanya timpan ini, dan pernah dibawain dari keluarganya adik ipar yang memang asli dari Aceh, ternyata rasanya mirip seperti timus ya? cuma ini lebih kecil gitu.

Selain mie Aceh yang sangat terkenal, makanan lainnya yaitu pelut( ketan bakar tetapi manis, bentuknya seperti lemper tapi kosong).

Selama saya di Aceh awal November lalu, saya sempat mencoba beberapa makanan khususnya Mie Aceh.Hari pertama, saya makan Mie Aceh yang di restoran di Hotel Hermes, lalu esoknya Mie Aceh lagi, yang di Simpang Lima, dan katanya ada juga Mie Aceh Razali yang terkenal , tapi saya belum sempat kesana.

Selain itu, makan siangnya, saya juga diajak makan ayam tangkap, ayam goreng dengan potongan kecil-kecil dan dicampur daun-daunan seperti daun pandan, dan daun jeruk yang saya kenal, daun lainnya ngga tau..hehehe, berharap ada daun khususnya itu.

Seafood

Seafood

udang kepiting ikan-bakar ikan-tim

Mie Aceh kepiting, ayam tangkap

Mie Aceh kepiting, ayam tangkap

aceh-food-2aceh-food-3

So, kapan ke Aceh lagi? ya kalau kangen mie aceh, banyak kok sekarang yang jual di Jakarta , tinggal googling aja mau daerah mana.Di dekat perumahan saya di Taman Galaxy Bekasi juga ada, namanya Warung Aceh,di sana juga jual teh tarik, timpan dan plut.Untuk harga juga standarlah antara 25 ribuan lebih.

 

Read Full Post »

komik unik seputar rumah tangga

komik unik seputar rumah tangga

 

Sudah hampir sebulan, ngga ada asisten rumah tangga.Minggu-minggu awal, masih sering ngantuk, karena harus bangun lebih pagi dari biasanya.Biasanya hari Sabtu atau Minggu, kami sering pergi keluar, jadi acara beberes rumah atau menyiapkan bahan makanan yang mau dimasak, ngga sempat dilakuin.

Sementara pesan katering untuk makan siang anak-anak, dan untuk makan malam, saya siapkan setelah sampai rumah.Akhir-akhir ini, sejak bebas 3 in one, jalanan di Sudirman menuju Semanggi kalau sore hari, macetnya parah, matot alias macet total.Pagi harinya juga sama, dari Komdak yang biasanya ngga sampai 10 menit ke Ratu Plaza, sekarang bisa hampir 30 menit, dan bulan ini sukses telat mencapai batas maksimum, yaitu 5 hari dalam sebulan.

Saya jadi sering punya pikiran bercabang, pingin di rumah beres dan di kantor juga beres, ngga puas aja apabila anak-anak makannya ngga keurus, sarapannya, bekal makan siangnya,dan lain-lain.Beginilah nasib ibu bekerja kalau ngga ada asisten di rumah, serba berantakan, walaupun saya ngga bermaksud ngga menghargai bantuan suami lho, tapi yang namanya laki-laki kan ngga bisa multi tasking kayak perempuan.Perempuan tuh bisa dalam satu waktu mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus.

Semua bisa karena biasa kan? jadi saya yakin, kalau sudah biasa, saya pasti bisa kok untuk mengatur urusan rumah tangga.

ibu rumah tangga paling sabar

Sementara ini, saya dapat bibik yang bantuin kerjaan rumah, tapi setengah hari saja, nah, ini juga ceritanya lucu, pas saya lagi beberes di depan teras, saya lihat ada mbak-mbak ngobrol, trus saya tanya, ” mbak, kira-kira ada teman yang mau kerja di rumah saya ngga? ” ooh.. saya aja bu, tapi bisanya siang, karena saya kalau pagi, sudah kerja di rumah lain” kata si mbak ini, yang namanya bik Atun. Alhamdulilah, ada bala bantuan walaupun bukan yang nginep, tapi sementara dicoba dulu deh.Dia bilang, dia bisa datang siang jam 1 an, kerjanya mencuci, menyetrika, menyapu dan mengepel rumah, ya lumayanlah, pekerjaan rumah tangga agak terbantu.Tugas saya yaitu masak nih, saya harus bisa masak pagi-pagi untuk bekal makan siang anak-anak.Katering ngga selalu cocok menunya, jadi jarang pesan katering lagi.Alhamdulilah punya suami yang bisa bantu kerjaan istri, jadi suami saya yang bantuin pagi-pagi buat ngurusin seragam anak-anak, juga bantuin saya mencuci piring/bekas peralatan masak.Jarang lho, ada suami yang pengertian kayak dia.Tetapi yang namanya badan dan usia juga udah ngga muda lagi, tetap aja sering kecapean, ditambah anak-anak masih belum bisa mandiri, jadilah bapak dan mamanya suka stress dan marah-marah ke anak-anak.Maafin kami ya nak….

Sepertinya setelah lebaran, saya akan balik lagi pakai mbak asisten yang menginap, ada beberapa pertimbangan yang bikin saya akan tetap pakai mbak asisten yang menginap di rumah, diantaranya; yang pertama, saya tetap perlu ada orang yang nunggu di rumah, pernah ada tamu orang first media yang ingin membetulkan internet, dan di rumah hanya ada anak saya yang kecil, karena dia sedang tidak sekolah, karena kurang sehat, dan Dammar membukakan pintu, menyuruh teknisi untuk masuk ke rumah, ya walaupun hanya duduk di teras, tetapi dia membukakan gembok pagar.Bahaya kan? anak kecil sendirian gitu di rumah? bapaknya sedang jemput kakaknya di sekolah, saya yang ditelpon sama Dammar, langsung deg-degan, dan berusaha nelponin bapaknya agar cepat pulang, ternyata ngga diangkat mungkin karena sedang naik motor.

Yang Kedua, apabila hari Jumat, suami saya dan adiknya yang seharusnya bisa sholat Jumat, karena anak saya yang perempuan, kadang ngga mau ditinggal sendirian di rumah, jadilah suami saya ngga sholat Jumat, kalau sudah tiga kali berturut-turut kan, ngga boleh…

Belum lagi kalau fisik sedang kurang fit, kalau tiap hari bangun pagi jam 4, dan menyiapkan sarapan, makan siang, dan lain-lain, lama-lama badan gempor juga, mau bangun pagi-pagi, rasanya badan remuk.

Tapi untungnya di perumahan kami banyak yang jual makanan siap makan, ada  banyak warung, jadi asal ada nasi di rumah, untuk lauk dan sayuran, bisa beli buat makan siang, jadi kalau saya ngga sempat masak, ya sudah, bisa beli saja.Dan untungnya lagi, suami saya ngga masalah soal makan, dia orangnya gampang, ngga dibikin pusing soal itu.

Minggu lalu, saya takjub lho sama diri saya sendiri, ternyata saya bisa juga jadi super woman…hhehehe…Saya menyiapkan sarapan, buat jus, menyiapkan bekal makan siang anak-anak dan saya sendiri, lalu bersepeda statis sekitar 10 menitan, sebelumnya sholat Subuh juga udah dong.. dan berangkat ke kantor, sampai di kantor tidak terlambat,.. adalah prestasi yang cukup memuaskan buat saya.Pertahankan….

Tapiiiiiii,…. esoknya saya ngga sempat lagi bikin jus, ngga sempat sepedaan…hiikkssss….

multi tasking

multi tasking

Note: gambar diambil dari berbagai sumber

 

Read Full Post »

Sudah hampir setahun, adikku yang bontot, kena PHK dari kantornya yang lama di Fuji Film.Selama mengisi waktu, dia ikut menjadi driver gojek.Selain punya usaha air isi ulang dan voucher hp, jadi kalau ada panggilan gojek, dia ambil, sehari bisa beberapa kali, ya lumayan buat uang makan dia.

Adik saya yang persis setelah saya, si Iyus, punya suami yang bekerja sebagai PNS di Depkes, dan dia dapat informasi ada lowongan untuk tenaga honorer di Kemenkes.

Mulai kerja Senin minggu ini, sebagai tenaga honorer,  semoga lancar ya dek….jangan malas bertanya, rajin dan suka menolong, semoga  sukses dunia akherat, berkah buat keluarga.

Read Full Post »

ibu dan anak yang jadi joki di pinggir jalan

ibu dan anak yang jadi joki di pinggir jalan

Berbagai cara diambil oleh pihak pemrov DKI untuk bisa mengurangi kemacetan Jakarta, salah satunya adalah program 3 in one.Selama melewati jalan-jalan protokol, pada jam-jam tertentu, akan diberlakukan satu mobil harus berisi minimal tiga orang penumpang.

Setelah beberapa tahun berjalan, kalau menurut saya, masih kurang efektif, malahan jadi lahan para joki untuk mencari uang.Setiap pagi dan sore, di sepanjang jalan di Senayan, banyak berdiri para joki, ada anak-anak, ada juga orang tua.Para orang tua yang mempunyai anak, biasanya juga sambil bawa anaknya, agar bisa mendapatkan hasil yang lebih.

Biaya satu orang joki biasanya 20 ribu rupiah, dan kalau bawa anak, jadi 40 ribu rupiah, itu paling murah, ada juga yang minta untuk dua orang itu sebesar Rp.50 ribu.

Dilihat dari sisi dampaknya, malah kurang bagus, karena jadi lahan para joki untuk mencari uang tanpa harus bekerja keras, cukup dengan duduk manis di mobil, dan turun di jalan,lalu dapat uang, kalau sehari saja dia bisa menjadi joki minimal 4 kali ( 2 kali pagi, dan 2 kali sore), sudah Rp.80 ribu sehari, di kali 22 hari kerja, hasilnya Rp.1,760,000,- itu belum termasuk anaknya lho, yang dia gendong itu kan dibayar juga , lumayan banget kan? coba kalau jadi ART, di rumah harus bangun pagi-pagi sekali, menyiapkan sarapan, bersih-bersih, cuci nyetrika, sebulan dapat gaji kira-kira sebesar Rp.1,3 juta – 1,5 juta.

Kalau dilihat dari sisi pengeluaran kantor, khususnya untuk supir, jadi ada tambahan pengeluaran, apabila ada staf yang ingin pergi meeting dan harus pergi sebelum jam 10 pagi, jadi harus bayar joki, dan ini satu lagi yang bisa jadi celah buat nyatut,padahal ngga pakai joki, tapi laporan ke kantor pake joki, lalu direimburse ke kantor, lumayan kan 25 ribu, tambahan uang buat jajan.

Jadi, secara pikiran awam saya sih, program 3 in one di DKI, belum terlalu membantu untuk mengurangi kemacetan.Mulai besok akan diterapkan bebas 3 in one, coba kita lihat, ada dampaknya atau sama aja dengan adanya program 3 in one.

Dan kalau ngga ada dampaknya, maka pemprov DKI akan buat jadi 4 in one, oh my God….

Kalau saya sih, karena pulang pergi ke kantor, naik omprengan, ya program 4 in one juga ngga masalah, toh satu mobil isinya bisa 8 orang.

Semoga kedepannya bisa lebih baik buat DKI tercinta

copas dari berita satu.com

Jakarta – Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta terus melakukan penertiban terhadap joki, atau penumpang ilegal pada jalur three in one di sejumlah jalan di Jakarta.

“Joki three in one ini juga termasuk dalam giat razia yang harus dilakukan penertiban,” kata Kepala Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial Prayitno di Jakarta, Kamis (6/11).

Dikatakannya, keberadaan joki sudah dianggap meresahkan dan mengganggu arus lalu lintas di jalan raya karena mereka berdiri di pinggir-pinggir jalan menunggu mobil yang memasuki ruas tersebut.

Keberadaan joki ini ada di beberapa titik, di antaranya Jalan Juanda, Imam Bonjol, Bundaran Hotel Indonesia, Sudirman, Pakubuono dan Slipi.

“Setiap hari kami dapat mengamankan joki rata-rata enam hingga sepuluh orang yang kedapatan di jalur tersebut,” ujarnya.

Joki masuk dalam kategori gelandangan dan pengemis karena mereka tidak memilik pekerjaan yang jelas.

Setiap joki yang diamankan langsung dibawa ke panti untuk dilakukan pendataan dan mengetahui latar belakang permasalahan, sehingga mereka mau menjadi joki tersebut.

“Apabila mereka mengatakan karena tidak memiliki pekerjaan sehingga menjadi joki, kami akan fasilitasi untuk mencari dan mendapatkan pekerjaan yang layak,” katanya.

Antara

Read Full Post »

Older Posts »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

BBC | Blog Belalang Cerewet

semua dicatat agar awet

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination