Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Temanku’ Category

Oooh Amelia gadis cilik, lincah nian, dimana-mana Amelia temannya banyaaak….

Salah satu penggalan lagu jaman gue masih kecil, dan sampai sekarang masih suka disenandungkan, soalnya ada teman kantor yang namanya Rizky Amelia D( bukan Darius), biasa dipanggil Amelia.

Dia katanya biasa dipanggil Rizky tapi berhubung sudah ada nama Rizki duluan,  yaitu Reisky Maulana dipanggilnya Riski, mirip kan? naaah yang belakangan masuk kantor yang harus ngalah untuk nama panggilan.Sama kejadiannya dengan Dewi, nama panjangnya sih Newla Asmara Dewi panggilannya Dewi, tapi karena dia masuk duluan , dan punya nama panggilan Dewi, lalu ada karyawan baru, namanya Dewi Idhayani, walaupun nama awal Dewi, tetap aja harus ngalah sama yang senior, jadi Dewi Idhayani dipanggilnya Didi atau Didot, atau Dodol, gimana terserah yang manggil aja, palingan dia cuma jawab: “hooh?? dengan muka OON.(Peace yaa darling.. )

Ok back to Amelia gadis cilik lincah nian, sebentar lagi, dia udah ngga kerja lagi di kantor pusat karena sudah habis masa kontraknya selama tiga tahun. Selama bergaul dengan Amel, gue ngga pernah konflik, dan ngga pernah ada komplen apapun tentang ni anak.Sehari-hari kami biasa makan di meja bundar, gue suka ngga sabar lihat dia makan, slooowww motiooon kayak film-film India yang lari-lari ngejar pacarnya di tengah rintik hujan sambil nari-nari tapi dengan gerakan lambaaat.Naaah… itulah gaya si Amel makan, hahahahaa.

maksiber

Alhamdulilah, selama kerja di JICA, gue banyak dikelilingi teman-teman yang baik, dengan berbagai karakter. Kalau Amelia, dia senang nyanyi karaoke dan juga senang jalan-jalan.Untuk urusan bikin acara, selama ngga ada urusan mendadak, pasti si Amel akan siap membantu terlaksananya acara tersebut, pokoknya dia teman yang bisa diandalkan.Suaranya sih ngga jelek-jelek amat, masih bisa dinikmati dan masih ada nadanya, beda sama teman satu lagi, kalau dia nyanyi, kita jadi ngga tau, itu lagu apaan, karena lagunya jadi beda banget sama aslinya, hahaha maap aaah buat yang ngerasa. ( kayak suara gue bagus aja? kata anak gue, mamah mending diem deh dari pada nyanyi :))

Trademark Amel itu Sushi Tei dan Dimsum, kalau ada yang nawarin makan siang di Sushi Tei, biasanya dia jarang nolak, dan dimsum adalah salah satu jualan Amel yang paling laris.Kalau pas giliran ada dimsum ditawarkan ke public alias ke grup WA, dan ada yang mesen langsung 50 biji, itu orang akan langsung dijadikan bahan omongan,” kenapa ngga mesen batch sendiri aja sih, kan yang lain juga mau mesen?” hehehe.Padahal kalau dari sisi Amel mah, siapa aja yang mesen, yang penting abis duluan, yeee kan?

Ngomongin soal Sushi, minggu lalu, kami makan siang dengan idolanya Amel, di Sushi Sei, dan Amel belum pernah makan di situ, biarin deh gue yang jadi tumbal buat ngajakin makan siang bareng sama dia, toh gue kan emang chairmannya KFC, dan gue aja biasa dipanggil Anita Sensei ama orang ini, begitu gue ajak makan siang bareng Amel, dia langsung balas, ” Ok Boss, I will join”, siipplaaah Maseeeeee… Mangan Opo Mase?????

Bulan depan Amel mulai kerja di project JICA di UI, tetap masih ada hubungannya sama JICA juga, emang biasanya agak susah lepas kalau udah kerja di JICA, banyak yang balik lagi, ya bisa ke project atau balik lagi ke kantor pusat.Rencananya kalau Amel udah expert di bidang IT setelah kerja di project nanti, dia bakal jadi supervisor IT di kantor pusat, haha.

Tiga tahun di JICA, pasti banyak kenangan yang manis ya kan Mel? sedih ngga bisa ketawa ketiwi lagi sambil ngomongin si Sampan dan MG juga yang makin lama, makin canggih untuk nge-skak orang lain, hahaha.. bukan karena dia ngikutin gue, tapi emang sebenernya dia udah ada bakat tapi loe tau kan, orang Jepang kan jaim-jaim, jadi begitu ketemu orang Indonesia yang agak pecicilan dan cuek, aslinya dia jadi keluar deh.. hehehee.

Okay Amel, gue mau kerja dulu ya, dan kita kan masih ada grup halu di WA kan? jadi elo akan tetep tau perkembangan dan kabar-kabar dari sini, khususnya kabar mas Sampan pake baju apa hari itu, baru cukur kumis kah, baru potong rambut kah, lagi kena flu kah? dll lah.. gue siap melaporkan, Insya Allah semoga MG ngga cemburu.

Gue save beberapa foto untuk memori kita di sini ya, jadi kalau kangen, ” Don’t forget to visit my channel, okay?”

See you again, Amelia -san, …..not good bye…

Photo taken from: many sources

 

 

Read Full Post »

Sering dengar istilah cuci darah, dan selalu kebayangnya serem banget, sampai darahnya harus dicuci gitu. Ada beberapa kenalan, orang tua teman saya dan biasanya yang usianya sudah cukup lanjut.Tetapi teman saya, Almarhum Dian Masayu, usianya masih kepala 4 waktu divonis gagal ginjal.Dia harus melakukan cuci darah seminggu dua kali.Badannya semakin langsing dari hari ke hari, karena dia ngga begitu bisa banyak makan.

Last Reunion in March 2016

Penyakit gagal ginjal adalah kelainan yang mengenai organ ginjal yang timbul akibat berbagai faktor resiko.Penyakit ginjal kronis biasanya timbul perlahan dan menahun.Sejumlah faktor risiko penyakit ginjal kronis adalah hipertensi, diabetes melitus, radang ginjal kronis dan usia.Di fase awal, penyakit itu terabaikan karena tak ada gejala khas.

Penyakit ginjgal juga memicu meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular 10-20 kali lebih besar.Faktor risiko penyakit ginjal kronis yang bisa dicegah adalah hipertensi dan diabetes melitus.Obesitas juga bisa memperparah hipertensi dan diabetes melitus yang jadi faktor risiko langsung penyakit ginjal kronis.

“Penyakit Ginjal dan Obesitas” sebagai tema Hari Ginjal Sedunia tahun 2017, diperingati tiap Kamis minggu kedua Maret.

Gejala penyakit ginjal kronis sering tak terdiagnosis dan terabaikan.Pasien dan tenaga medis kurang awas dengan kemungkinan penyakit ginjal.Pada stadium I dan II, penyakit ginjal kronis biasanya tak ada gejala tertentu sehingga menyulitkan diagnosis.Ini pengalaman teman saya sendiri, almarhum Dian Masayu yang baru saja meninggal bulan Januari tahun ini, pada awal sakit, langsung di diagnosa gagal ginjal, fungsi ginjalnya hanya 70 %, dan kedua ginjalnya sudah tidak normal.Jadi pertama kali mengetahui sakit ini, tanpa gejala, tiba-tiba sudah harus cuci darah, seminggu dua kali.Dia hanya bertahan 4 tahun seingat saya atau lebih ya?.. saya lupa juga.Walaupun sakit dan harus cuci darah, semua itu dia jalani dengan ceria dan tetap tersenyum.Semoga kamu beristirahat dengan tenang ya Dian….

Rest in Peace Dian Masayu

Fungsi Ginjal:

  1. Mengeluarkan zat-zat sisa dari tubuh
  2. Menyeimbangkan cairan tubuh
  3. Mengatur tekanan darah
  4. Menyaring 120-150 liter darah perhari
  5. Mengaktifkan vitamin D untuk kesehatan tulang.

Fungsi ginjal yang amat penting bagi tubuh kita, apabila sudah tidak berfungsi dengan baik tentunya akan membuat tubuh kita tidak sehat dan mengganggu aktivitas.Kebanyakan minum, akan bikin tubuh bengkak, kebanyakan makan buah yang mengandung air juga gitu, bisa bengkak juga karena ginjal ngga bisa menyaring dan menyeimbangkan cairan tubuh.

Beberapa langkah mengurangi risiko penyakit ginjal kronis:

  1. Tetap bugar dan aktif
  2. Mengendalikan kadar gula darah
  3. Memantau tekanan darah
  4. Pola makan yang sehat dan menjaga berat badan
  5. Menjaga asupan cairan tubuh
  6. Tidak merokok
  7. Tidak sering mengonsumsi obat yang dijual bebas
  8. Memeriksa fungsi ginjal jika anda memiliki atu atau lebih faktor risiko penyakit ginjal

10% populasi dunia terdampak penyakit ginjal kronis dan penyakit ginjal kronis dapat diderita orang dari berbagai ras dan usia.

Yuuk.. kita jaga dengan baik organ tubuh kita yang sudah Allah berikan dan kita syukuri segala nikmat yang kita sudah dapatkan.

Foto kenangan dengan almarhum Dian Masayu, “you will always be in our heart”.

Acara Kartinian di kantor JICA tahun jadul deh, masih pada single pokoknya

foto dari berbagai sumber

 

Sumber tulisan: Kompas

Read Full Post »

halomoney

Inget jaman dulu, lagi awal-awal kartu kredit masih hanya beberapa gelintir orang yang bisa punya, kalau lihat di dompet teman atau bos, punya beberapa kartu kredit.. wiiiiyyyy keren gitu kesannya.

Tapi sekarang, justru pihak bank penerbit berebut nyari nasabah untuk bikin kartu kredit, hampir tiap bulan, ada saja yang telpon menawarkan kartu kredit,dengan iming-iming hadiah voucher, iming-iming gratis iuran tahunan, malah sampai gratis iuran seumur hidup.

Kartu kredit itu perlu, hanya untuk darurat saja kalo buat saya pribadi ya, ngapain juga punya banyak-banyak, tapi,,,,, ada juga teman yang punya beberapa, karena mau pakai diskonannya.Banyak kartu yang punya penawaran dan kerja sama dengan berbagai hotel dan restoran, jadi kalau pas makan di suatu restoran, teman saya suka tanya,” ada promo kartu kredit apa mbak?” dan misalnya dijawab,”BCA, pak”, maka dia keluarin deh tuh kartu kredit BCA nya, lumayaaaan….bisa dapat diskon.

Tapi tetap sih, buat saya, ngga gitu perlu itu diskon-diskonan, (bukan berarti saya horang kayah lhoooo), toh saya  juga jarang makan di restoran atau menginap di hotel, jadi kartu kredit tetap buat darurat seperti berobat ke RS atau pas lagi ngga ada cash cukup di dompet, dan begitu tagihan datang, langsung buru-buru dibayar cash biar ngga ada hutang, dan ngga harus bayar bunga.

Saya hanya ingin sharing pengalaman teman saya, sebut saja namanya Yanti, dimana teman saya sekarang jadi sasaran ditelpon sama debt collector bank Mega.Awalnya, sebagai teman satu kantor, ketika diminta dicantumkan namanya sebagai referensi, oleh si Maya ( bukan nama sebenarnya), karena sebagai teman dekat, dia mau-mau saja, karena mikir yang positif saja sebagai teman dan ingin membantu.

Tetapi ketika si Maya  ini keluar dari kantor, Yanti selalu terima telpon dari pihak debt collector, katanya pihak bank ngga bisa menghubungi Maya dan si Maya ini punya hutang yang belum dibayarkan.

Sudah puluhan kali diberi tahu ke pihak debt collector, kalau dia sudah tidak pernah berhubungan lagi, tetapi sampai saat ini, sudah lebih dari 5 bulan, masih saja ditelpon untuk menanyakan kabar si teman yang berhutang ini.

Sebagai teman, yang dulunya pernah dekat, pernah pergi keluar kota sama-sama, pernah menginap sama-sama, saya sih amat menyayangkan ya kalau akhirnya pertemanan jadi kurang harmonis, gara-gara dikejar-kejar debt collector. si Yanti sudah cukup geram dengan berbagai alasan si Maya, yang katanya sudah bayar lunas, begitu juga dengan ibu Maya yang meyakinkan kalau si Maya sudah bayar lunas ke banknya, tetapi kenyataanya dari pihak debt collecor masih terus mencari Maya dengan menelpon ke Yanti karena pihak debt collector ngga bisa menghubungi Maya.

Tentunya Yanti amat merasa terganggu dengan telpon-telpon dari debt collector tersebut, di satu sisi, si pengutang sepertinya malah masa bodoh dengan kondisi terganggunya si Yanti, malah menyarankan untuk ganti nomor hp saja, Yanti tentu saja tidak mau, karena nomor hp dia sudah banyak dia share ke rekan kerja dan teman-teman lama tentunya.

Lesson learned ya…. jangan pernah mau dicantumin nama kita sebagai referensi di aplikasi kartu kredit, selain bakalan dikejar-kejar sama debt collector, ditambah pertemanan juga jadi ngga harmonis hubungannya.

Padahal sih ya, kalau si Maya mau berterus terang ke Yanti,tentang kondisi dia, dan tetap membina hubungan baik, pastinya Yanti ngga akan semarah sekarang ini.

kartu kredit -financial bisnis.com

Read Full Post »

Minggu lalu, saya pergi ke kondangan temen semasa kecil, teman main dari kecil,dan alhamdulilah, masih bisa silaturahmi sampai saat ini. Kami bertemu dengan banyak tetangga semasa kecil, banyak yang sudah berubah penampilannya, rata-rata sih jadi lebih melar…hehehehe.Dulu kami tinggal di Jalan Bangka, Jakarta Selatan, di lingkungan asli Betawi, tetapi dikelilingi oleh tetangga dari berbagai suku, ada Jawa, Sunda, Manado, Batak, dan keluarga kami dari Bengkulu.

Di tengah berbagai adat dan karakter masing-masing, kami semua sudah seperti keluarga, sejak lahir sampai lulus SMA saya tinggal di sana sebelum pindah ke Pondok Bambu, Jaktim.

Akhirnya teman saya, Etik, yang sebaya dengan saya, menemukan jodohnya di usia 41 tahun.Sering sekali dia menangis kalau curhat soal jodoh, sering kata dia, “loe sih enak Dis, udah punya anak,punya suami, jadi bisa ngomong, jalanin aja sambil terus berdoa, tapi gue suka ngga tahan sama omongan orang-orang, yang bilang gue perawan tualah, ga lakulah, macam-macam deh” ungkap Etik berulang kali.

Saya ikut terharu dan ikut berbahagia, waktu Etik telpon saya, dan dia bilang,” Dis, gue mau nikah nih, berkat doa loe juga” , alhamdulilah…..tuh kan Allah udah siapin kok jodoh loe, cuma waktunya aja baru sekarang, yang penting kan kita sabar dan ikhlas sama apapun takdir kita”.

Tadi siang, kami sekeluarga, beserta Ayah ibu,adik dan keponakan semua datang ke acara pernikahan Etik yang terbilang cukup sederhana, Etik sempat menangis ketika Ayah saya menyalaminya, dan Ayah sayapun ikut menitikan air matanya.

Karena kami semua sangat tahu kondisi keluarga Etik, dulu ayahnya menikah lagi, dan ibunya tidak menerima, lalu bertengkar dengan menggunakan benda tajam dan akhirnya membawa ibu Etik ke penjara.Kami semua ikut prihatin dengan keadaan Etik pada saat itu.Etik tidak melanjutkan sekolah, hanya berhenti sampai SD, begitu juga dengan adiknya, Emi.

Tahun berganti tahun, semua terlewati dengan tabah, dan ikhlas, sampai saat ini mereka masih tinggal di rumah yang dulu.Emi sekarang menjadi guru mengaji, dan Etik sekarang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di mess kantor saya.

Etik adalah sosok seorang gadis yang jujur, penakut dan tidak percaya diri, berbeda dengan keponakannya yang sekarang malah sudah dua kali menikah dan punya anak 7, hehehehe.. antara bumi dan langit deh perbedaannya.

Sudah banyak perubahan di daerah tersebut, rumah-rumah yang dulu sepanjang jalan Bangka Raya sudah menjadi cafe, toko-toko atau sekolah.Terlintas di benak saya, dulu saya sering berjalan kaki pergi ke sekolah, dan ada Mesjid besar di pinggir jalan, Ridayus Abidin kalau ngga salah.Kami dulu sholat tarawih dan sholat Ied di mesjid tersebut, jadi kangen masa-masa kecil……..

Banyak kisah-kisah suka dan sedih kami sekeluarga di sana, dan kita semua tidak ada yang sempurna, bersyukur masih ada waktu untuk menjalani hidup dan mendekatkan diri terhadap sang Pencipta.
Sayangnya, saya tidak sempat berfoto ria pakai hp saya, karena saking senangnya bisa bertemu dan ngobrol ngalor ngidul dengan para tetangga, saling bertukar cerita.

Read Full Post »

Aktor Hollywood yang lagi saya gandrungi itu si Channing Tatum. Saya telat sih sebenarnya, baru tau dia, padahal kata teman-teman, dia main di Step Up yang pertama. Si Chan masih muda banget di situ, dan badannya juga belum terlalu jadi.

Semenjak beli DVD judulnya The Vow, based on true story ceritanya.Si istri koma dan tidak ingat dengan suaminya.Suaminya yang sangat mencintai istrinya berusaha sabar dan sangat protektif. Walaupun dia ingat keluarganya, teman-teman sekolahnya, tetapi si istri yang diperankan oleh Rachel Mc Adams tidak ingat dengan suaminya.Malahan dia ingat dengan mantan tunangannya yang dia tinggalkan.

Suka banget dengan pemeran cowoknya, terharu, dan kasihan, plus ganteng pula. Namanya ternyata Channing Tatum. Langsung browsing deh, dan ga taunya emang saya yang telat ya.. hehehe.. sudah banyak ternyata film-filmnya dia. Karena ga puas dengan hanya punya film The Vow, saya beli film yang lain juga, seperti Dear John ( oh My God.. ini film bikin tambah gimana gitu), Magic Mike ( film tentang stripper), 21 Jump Street ( film komedi polisi yang direalese ulang), dan akan datang film GI JOE: the rise cobra.

Dalam seminggu, temen-teman saya kirimin photo-photo si Chan, baik itu by bbm, email atau inbox di FB..hehehehe… ada-ada aja komentarnya, apalagi pas macet-macetan minggu lalu.Sambil nunggu macet di jalan, pulang kerja, biasanya memang kita bbm an di grup, ngoceh ngalur ngidul, dan ujung-ujungnya nyerempet ke Channing Tatum.

” Bentar ya, gue angkat telpon dulu dari Eko Tatum” ( suami saya maksudnya) .. dan disambut oleh Dede, ” Mbak Arlin, loe minta supir mbak Rika si Ujang Tatum buat janjian jemput loe aja”.. hayah.. masa’ supirnya mbak Rika, si Ujang dipakein nama Tatum juga sih? ga rela gue.. ga rela…eh ditambah lagi sama Dede, gimana kalo pak satpam kantor, pak Panji Tatum suruh antar makanan di jalan tol, kan loe kelaparen mbak? wadauuuw… pak Panji Tatum? satpam kantor gitu lho…parah deh si Dede.

Dalam satu grup bbm itu, anggotanya teman kita makan siang bareng, istilahnya grup meja bundar, kalau makan siang, dan ga ada suara di meja bundar, itu berarti anggotanya pada makan keluar kantor.Selain di meja bundar, komunikasi kita melalui bbm, dan seperti biasa, ributnya juga ngga karu-karuan.

Salah satu teman, namanya Arlin, menurut dia, dia kurang suka dengan si Chan, kata dia, ga suka tangannya gelembung gelembung gitu.. eaaaa.. emangnya apaan, gelembung-gelembung? itu namanya ‘OTOT’, lin… dan bagus badannya, bukan yang kayak Ade Rai, itu mah lebay banget. Kalau si Chan itu, adduuuh… ga kuku deh, dan ujung-ujungnya si Arlin bilang..” ga suka sama cowok yang ganteng banget” tuh kan akhirnya dia mengakui kalau si Chan itu emang ganteng banget, hehe.Saya pun ikut membalas.. ” iya sih, gue juga ga suka sama cowok ganteng banget,soalnya dia ga suka ama gue pastinya” hahaha. Nyadar dikitlah, tampang pas-pas an ngarepin ditaksir cowok ganteng banget..mimpi aja kaleeee.Yang ngeselin, waktu Dede bilang,gimana kalo si Chan pas pakai kaos singlet, disuruh pakai pashmina aja buat nutupin ototnya…hadehh

Selain teman-teman makan siang di meja bundar, orang Jepang sebelah saya, juga ikutan saya tularin.Saya share tentang film yang saya tonton, dan begitu dengar nama Channing Tatum, komentarnya,” dia orang China?” hehehehe… ternyata saya ga sendirian, kirain saya doang yang ngga tau Channing Tatum.Teman satu lagi, Dara, masih single, usia dibawah 30 tahun, dan mbak Anti, masih single juga, usia sih diatas saya, kira-kira 42 tahun lah dia. Saya kirimin photo si Chan melalui email. Komentar Dara begitu buka email, “AAAaaaaah.. ganteng banget sih mbak!” lalu mbak Anti pas mampir ke meja Dara, saya tanyain,” gimana mbak Anti, keren kan?” dan mau tau jawabannya, masa’ dia bilang, ” Kurang ganteng”, Apaaaaa, ngga terima dibilang kurang ganteng.. si Arlin aja bilang, terlalu ganteng, kok mbak Anti bilang, kurang ganteng,pasti ada yang salah nih.

Tetapi ya gitu deh, biasanya hangat-hangat tahi ayam lah, bertahan ngefans cuma sebentar, kita lihat saja nanti sampai kapan bertahannya.

 

Read Full Post »

Ibu, kenapa aku?

Cerita ini adalah kisah nyata dari seorang teman, sebut saja Lia. Lia adalah seorang anak yang berbakti kepada orang tua, rajin dan manis serta agak pendiam, itu penilaian saya selama saya berteman dengannya.

Setelah lama tidak bertemu, dia sms mau pinjam uang, yang katanya buat bantu adiknya bayar kuliah, lalu pernah lagi, dia mau pinjam uang juga buat bantu ibunya, dan tidak berhenti sampai disitu, masih ada sms-sms dan telpon-telpon berikutnya, tapi tidak satupun saya berkesempatan untuk memberikan pinjaman uang tersebut kepada Lia.

” Ibu, kenapa ibu kalau bilang ke orang-orang, anak ibu hanya 3, kan harusnya empat?”,  ” Ibu, kok daftar anak di perusahaan bapak, kenapa cuma 3, dan aku kan anak paling tua, kenapa aku yang tidak ada didaftar itu?”,  “Ibu, apakah aku anak pungut?”,  “Ibu, apakah aku ini bukan anak ibu, sampai ibu tidak mau mengakui ke orang-orang bahwa aku adalah anak kandung ibu?”.

Lia selalu menangis, sedih,bimbang dan teriris hatinya, apabila mengingat pertanyaan-pertanyaan tersebut, pertanyaan itu dilontarkan anak Lia yang pertama kepada Lia.Mengapa hal itu bisa terjadi? apakah Lia malu, takut atau alasan apa yang dia gunakan untuk menyembunyikan anaknya tersebut.

Dan, saya baru tahu jawabannya, mengapa Lia sering sekali pinjam uang kepada teman-temannya, karena ternyata bukan hanya ke saya, ke teman lainpun dia sering pinjam uang, dan cerita ini saya dapat dari teman saya yang lain yang kebetulan dia juga ikut meminjamkan uang kepada Lia.

Waktu zaman Lia masih kuliah dulu, dia pernah menurut pengakuannya, dia diperkosa oleh rekanan bisnis ayahnya, dan menyebabkan dia hamil di luar nikah.Ibunya yang pada saat itu mengetahui Lia sedang mengandung sudah jalan 5 bulan, segera mengintrogasi Lia, siapa yang berbuat, dan akhirnya Lia mengaku, kalau dulu, dia pernah diberi minuman, lalu tak sadarkan diri, dibawa ke hotel dan diperkosa, karena begitu bangun tidur, dia sudah tidak pakai baju, dia diperkosa oleh rekanan Ayahnya, sebut saja pak Tedi.Pak Tedi yang posisinya juga lumayan, tidak mau begitu saja, dipermalukan, dan dia memberikan uang satu juta kepada ibu Lia untuk segera menggugurkan kandungannya.

Karena naluri seorang ibu, dan rasa dosa yang ada, Lia tidak mau menambah dosa lagi, dia tidak mau menggugurkan kandungannya, sampai dia selesai kuliah, dia tetap menjaga kehamilannya, teman-teman kuliahnya tidak ada yang tahu, karena memang postur badannya Lia yang agak besar, pakai baju juga agak longgar, jadilah tidak satu orangpun yang mengetahuinya.

Tiba saat lahiran, dia mengajak teman satu sekolah SMA, untuk menemani ke bidan, dan melahirkan dengan selamat, anak perempuan yang sekarang sudah berusia belasan tahun.Waktu masih bayi, diurus oleh adiknya dan ibunya, dia tetap melanjutkan kuliah seperti biasa, para tetangga hanya mengetahui, kalau si bayi adalah anak angkat adiknya.

Takdir mempertemukan jodohnya dengan kakak seniornya waktu di universitas, dan beberapa lama mereka berpacaran, ternyata kakak kelasnya tersebut juga pernah menghamili pacarnya, tetapi pacarnya tidak mau dinikahi oleh si kakak kelas.Akhirnya mereka, Lia dan kakak seniornya  menikah dengan membawa kisah masa lalu masing-masing, Lia dengan anak diluar nikahnya, yang akhirnya mereka rawat bersama-sama.

Setelah pernikahan mereka, mereka dikarunia tiga orang anak, dan ketiga anak itu yang diakui oleh Lia sebagai anak-anaknya, sedangkan anak diluar pernikahannya lama-lama mulai menanyakan kenapa aku kok tidak diakui?

Saat ini, Lia sangat bimbang, apalagi anak perempuan harus ada wali ayah kandungnya apabila menikah nanti, sedangkan si bapak, sekarang sudah menjadi pejabat di pemerintahan, suka masuk TV juga, dia tidak tahu kalau anaknya yang dulu diperintahkan untuk digugurkan tetapi tetap hidup sampai sekarang.Lia takut dan ragu untuk memberitahukan rahasia tentang anaknya tersebut, karena si bapak pasti punya bodyguard dan uang yang bisa saja malah merugikan dirinya dan keluarganya.

Bersyukur Lia mendapatkan suami yang mengerti kondisinya, semoga saja mereka bisa melewati rintangan dan halangan demi kebaikan keluarga tersebut, dan semoga Tuhan memberikan jalan keluar untuk masalah mereka.

 

 

Read Full Post »

Punya teman itu adalah pembelajaran buat kita, yang bagus kita contoh, sedangkan jeleknya kita buang dan jangan ditiru.

Pertama kenal nih orang, karena satu kantor, dan kesan pertama yang saya tangkap, dia itu agak cuek, dan agak sedikit sombong, dengan segala cerita dia waktu pernah tinggal di Amerika, sekolah selama kurang dari setahun, tapi gayanya sudah seperti orang Amrik yang gayanya cihuy pisan. Barang-barangnya semua bermerk terkenal, dari tas Prada, Celana Jeans, Levis asli, Sepatu merk terkenal juga. Saya yang memang dari keluarga pas-pasan, yang ga pernah bisa pakai barang bermerk, kecuali merk palsu alias KW 10 kali…hehehe….saya hanya bisa terkagum-kagum dengan uang yang dia punya, dengan gaya yang up to date anak muda, gaulnya juga dengan orang-orang kaya, anaknya mentri ini, cucunya presiden RI, atau pengusaha terkenal.

Saya yang walaupun belum menikah waktu itu, bela-belain untuk nyicil rumah, lokasi jauh dari Jakarta, dengan cicilan hampir 300 ribu, dan gaji saya saat itu, tidak lebih dari 700 ribu, kebayang kan, saya harus ber-irit ria agar bisa bertahan setiap bulannya. Tahun 2000 saya mulai nyicil, dan alhamdulilah, sekarang sudah saya percepat untuk dilunasi.Gaji saya habis buat ongkos, makan, dan nyicil rumah, jadi boro-boro kepikiran buat beli barang mahal,  untuk sekedar nongkrong di cafe saja, saya mikir berkali-kali, sedangkan teman saya ini, sebut saja si Oling, dengan mudahnya, setiap weekend nongkrong di Cafe top di Jakarta, dan waktu itu saya berfikir, nih orang… duit ga habis-habis ya?

Setelah beberapa tahun berteman dengan si Oling, dan saya menikah, alhamdulilah, saya tidak harus menyewa rumah, malah saya bisa punya kontrakan rumah petak, yang uangnya bisa buat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, tetapi teman saya ini, dari sebelum menikah, dia tinggal di rumah bapaknya, yang rumahnya bukan milik sendiri, melainkan sewa, lalu sampai saat saya menulis ini, teman saya inipun belum punya rumah, masih menyewa juga.Padahal punya mobil dua, ya walaupun kredit, lalu punya Ipad, Blackberry, pokoknya gadget terbaru lah. Dia juga punya piaraan anjing Golden Ritriever yang harganya mahal, apalagi biaya perawatannya ya?

Sampai saat ini saya masih belum bisa memahami, keunikan teman saya ini, dia rela mengeluarkan uang untuk sesuatu yang menurut saya bukan prioritas, malah didahulukan, tetapi rumah yang menurut saya adalah prioritas, properti yang harganya akan selalu meningkat setiap tahun, suatu barang/properti yang bisa dijadikan warisan untuk anak, atau untuk jaminan modal ke bank apabila kita perlu uang untuk modal usaha/bisnis.

Segala bentuk prilaku kita itu adalah suatu kebiasaan dan sugesti yang selalu diterapkan orang tua kepada anaknya, karena dari jaman saya kecil, orang tua saya selalu berucap, terutama Ibu saya, “punya rumah dulu baru pikir yang lain-lain, mobil atau kendaraan kalau bisa itu berjalan setelah rumah dimiliki walaupun dengan mencicil”, itu yang sering diucapkan Ibu saya, ditambah pengaruh lingkungan tentunya.

Alhamdulilah, kami empat bersaudara, semua sudah punya rumah sendiri-sendiri, adik saya yang paling kecilpun, sekarang sudah bisa mencicil rumah, walaupun hanya 60 M2, yang penting punya dulu, nantinya kan bisa bertahap, beli yang lebih besar atau lebih dekat lokasinya,Aamiiin….

Sekalian iklan ah.. dikontrakan rumah di daerah Bintara, Bekasi Barat, terdiri dari 1 KT, 1 KM, Ruang tamu, dapur, listrik 900 Watt, parkir luas, lingkungan asri, nyaman dan angkutan umum mudah dijangkau dengan berjalan kaki, yang minat hubungi: Anita di 0815-9997030

 

 

Read Full Post »

Sedih dan senang datang silih berganti dariNYA, tetaplah ikhlas dalam menjalankannya, semua sudah takdir Allah.

Baru tiga hari setelah suami Dewi meninggal, pada hari Selasa, 29 November 2011, dan pada hari Jumat, 2 Desember 2011, lahirlah bayi yang lucu, sehat dan ganteng, diberi nama Muhamad Kindanara Syam Sarlivia, yang akan dipanggil dengan nama Kinda yang artinya Kin dalam bahasa Jepang adalah “mas” atau Kin-yobi  yang artinya jumat dalam bahasa Jepang.

Alhamdulilah, selamat datang ke dunia Kinda, sayang, …keponakan Bu De Adis lahir dengan selamat, semoga menjadi anak yang sholeh ya, bisa mendoakan bapak Alm.Danang, bisa menjaga ibu dan menjadi anak kebangaan orang tua.

Kami, sahabat-sahabat Dewi, hari minggu lalu, berkunjung untuk melihat si adek bayi Kinda, dan senangnya bisa melihat Dewi bisa kembali tertawa dan terhibur dengan kehadiran kami, sekali lagi, kami doakan untuk Dewi dan Kinda bisa kuat menjalani hidup ini, life must go on, dear…

Read Full Post »

Dedicated to Dewi….

Pagi itu, kau begitu manis… saat kau mengantarku ke kantorku, berat rasa hati ini untuk berpisah, aku pikir, kaupun begitu, macam-macam yang kau tanyakan, agar bisa lebih lama menatapku, bisa lebih lama memandangku, istrimu yang sedang mengandung anakmu.

Saat aku dengar berita itu,.. aku tidak percaya, berita itu pasti bohong, tidak mungkin, kau pergi…kau masih sehat…kau masih akan melihat bayimu yang sedang ku kandung ini…Ya Allah.. beri aku kekuatan…

Hanya Tuhan yang tahu betapa sakit dan pedih hati ini, namun kutahan semua rasa di hati….saat kau pergi.. jauh dalam keheningan tidur panjangmu….

Aku yang tetap mencintaimu, ingin ku teriak….” Bangun, Sayang… Jangan tinggalkan aku dan anakmu tanpa kehadiranmu di sisi kami”

Namun… dalam isakan tangisku, aku berdoa agar bisa bertemu kembali dan selamanya kau akan tetap harum di hatiku.

Walau dunia kita berbeda, aku yakin kau akan tetap bersamaku, doaku untuk mu kekasihku….Selamat Jalan sayangku…

Denting detak jantungku mengiringi kepergianmu. . .
kau biaskan rona cahaya mu.
saat kau tiada disisiku. . .
hanya bayangmu yang kini menemaniku. .
karna kau tiada lagi untuku. . . .

Innalilahi wa innailaihi rojjiun…Lahaula walaquwwata ilabilah….

Read Full Post »

Waspada Saja Tidak Cukup

 
Menyeberang di jembatan penyebrangan satu-satunya di depan Ratu Plaza, Jl.Sudirman, adalah kegiatan sehari-hari orang-orang yang bekerja di seputaran Senayan. Pemandangan yang kita temui  selain pengemis yang selalu stand by, ada pedagang asongan,ada juga orang minta sumbagan pakai amplop dari yayasan antah barantah, setiap hari lho,.. tidak pernah absen, kurang tahu juga kalau hari libur ya? Kapan-kapan saya survey deh.
 
Selain harus hati-hati, kita juga harus sering menunduk, karena jembatan yang tidak rata, banyak paku-paku jembatan yang lepas,menganga seperti sengaja menunggu sepatu/sandal orang yang akan dia jepit,  Kemarin, tepatnya 18 Agustus 2011, sehari setelah hari Kemerdekaan bagi rakyat Indonesia, di pagi hari, kala semua orang bergegas untuk sampai di tempat kerja, ada satu kejadian, teman satu kantor saya, jatuh di tangga penyebrangan depan Ratu Plaza, karena tersandung seng yang terbuka tersebut, lalu jatuh, dan mulutnya berdarah, teman saya itu memaksakan untuk datang dulu ke kantor, agar bisa melihat lebih jelas kondisinya, tetapi karena darah yang terus mengucur, lalu teman saya diantar oleh teman yang lain yang kebetulan sudah datang, diantar ke rumah sakit terdekat, dan oleh dokter, diambil tindakan untuk dijahit karena ada robek di mulutnya.
 
Sebagai warga DKI Jakarta, yang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga, selain sudah dipotong pajak penghasilan setiap bulan, apalagi sekarang menjelang lebaran, kita juga dapat THR, pajak THR yang perhitungannya lebih besar dari pajak penghasilan bulanan, belum lagi setiap beli barang, kena PPN, beli makanan di restauran kena Pajak Daerah, rumah yang kita tinggali harus bayar PBB, pajak Kendaraan, apalagi kalau pensiun dari pekerjaan, sudah tidak bekerja lagi, uang pensiun dipotong pajak juga.
 
Tetapi apa yang kita dapat? Terlalu muluk mungkin ya kalau saya berharap biaya sekolah gratis, rumah sakit gratis? Seperti teman saya itu, berjalan di jembatan penyebrangan saja, tidak cukup hanya waspada terhadap orang jahat, tetapi harus sering menunduk dan lebih berhati-hati karena fasilitas umum yang membahayakan.
 
Saya sebagai pengguna jembatan penyebrangan tersebut, amat sangat berharap bahwa fasilitas umum harus lebih diperhatikan keamanannya bagi pengguna jalan.
 
Salam, 

Anita Yuniar

Ibu bekerja yang setiap hari lewat jembatan penyebrangan.

Sudah kirim ke opini pembaca Kompas dan surat pembaca Detik.com ( belum tahu dimuat apa tidak)
  
 

Read Full Post »

Older Posts »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

blog belalang cerewet

berbagi inspirasi, menguatkan harapan

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

RedDoorz Blog

Blog Traveling dan Tips

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Personal Blog - Jejak Mata, Rasa dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination