Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Rumah tangga’ Category

WOMAN IS SPECIAL

Sebagai wanita bekerja dan juga sekaligus ibu Rumah Tangga, tentunya kita ingin sekali mendapatkan tips seputar bagaimana menjalani kehidupan sebagai wanita bekerja dan juga ibu Rumah Tangga dengan sebaik-baiknya.Menjadi pegawai yang profesional dan juga jadi ibu yang ideal buat anak-anak serta istri yang baik buat suami, pastinya itu dambaan semua ibu bekerja deh ya? naaah karena jujur saya masih jauh kalau dibilang ibu ideal sekaligus karyawan yang baik, tentunya ikut acara-acara seperti “Woman Talk” kemarin yang diadakan oleh mbak Futri Zulya akan sangat membantu sebagai penambah wawasan kita.

Sedikit cerita latar belakang mbak Futri Zulya, dia seorang ibu dengan dua anak dan juga mempunyai bisnis dibawah bendera perusahaan Batin Group, yang usahanya bergerak dibidang kesehatan, Alat rumah tangga dan kecantikan. Anak tertua dari bapak Zulkifli Hasan ( Ketua MPR) dan istri dari Mumtaz, anggota DPR ,anak dari Amin Rais.Tentunya sebagai anak dan istri pejabat, kalau bicara soal uang, pastinya ngga kurang ya? tetapi karena pada dasarnya seorang Futri Zulya bukanlah tipe wanita yang betah diam di rumah, ketika sebelum menikah, dia juga sudah info ke calon suami kalau dia orangnya aktif berkegiatan di luar rumah, dan calon suami sangat mengerti asal tahu batasan dan kodratnya sebagai ibu dan istri.

Acara talk show yang diadakan di Kemang VI no.2 sabtu lalu bertajuk, ” Woman Talk” dengan Tema: Balance Life for Working Mom” , dipresentasikan oleh mbak Futri Zulya yang cantik dan anggun, dan juga ramah.

Futri Zulya sebagai nara sumber

Wanita adalah makhluk yang special, dan biasa disebut MOM yang bisa disingkat menjadi ” Master of Multitasking”, wanita apalagi berstatus ibu bekerja dan ibu Rumah Tangga memang secara naluri dan kebiasaan akan bisa mengerjakan beberapa pekerjaan dalam waktu yang bersamaan.Dari pagi ibu bekerja harus bangun lebih awal, menyiapkan sarapan untuk keluarga, mengecek menu buat makan siang, mandi, persiapan berangkat ke kantor dan tetek bengek lainnya yang seringnya kalau pagi itu justru lebih repot dan waktu berjalan sangat cepat.Selain sebagi Master of Multitasking, wanita juga sebagai “Chief Financial Officer”, kita harus bisa mengatur berbagai pengeluaran harian, mingguan, bulanan, kita juga harus pintar mengelola pemasukan dan pengeluaran secara seimbang, jangan sampai berhutang karena needs dan wants yang sering bertabrakan.

MENJADI WORKING MOM? WHY NOT?

Banyak sekali alasan untuk menjadi ibu bekerja diantaranya:

  1. Mempunyai tambahan penghasilan untuk keluarga
  2. Menambah wawasan
  3. Penghasilan yang pasti
  4. Update terhadap ilmu dan pengetahuan
  5. Sebagai secondary support
  6. Alat penyalur hobi/bakat
  7. Personal growth

Apakah bisa  sukses menjadi ibu bekerja dan ibu rumah tangga yang baik?

Kegiatan sehari-hari yang cukup banyak, apalagi sebagai karyawan dan ternyata sedang banyak pekerjaan lalu ada jadwal anak sekolah yang harus didatangi oleh orang tua, misalnya ambil raport, pertemuan orang tua murid dengan guru kelas, atau event lainnya, dan ini tentunya akan membuat ibu menjadi dilema dan memiliki perasaan bersalah yang akhirnya bisa menimbulkan stress.

TIPS HOW TO CREATE BALANCE LIFE FOR WORKING MOM

  1. Let go of your guilt: Hilangkan rasa bersalah yang mengganjal, dan rasa bersalah ini bisa kita siasati dengan cara, kita harus punya ART yang bagus, karena ART adalah perpanjangan tangan kita, jadi kita juga sebagai ibu harus punya support system yang bagus, ya salah satunya harus punya ART yang bisa dipercaya, jangan  asal pilih ART, dengan alasan, coba-coba dulu deh,,.,. karena dari awal rekrut ART, paling tidak sudah dipilih dan diinterview.Mbak Futri biasanya akan menyimpan jaminan seperti ijazah, kartu keluarga dan KTP si ART, setelah mereka berhenti bekerja akan dikembalikan.Calon ART juga harus paham pola asuh anak-anak kita.Setelah ART diterima, setiap hari mereka harus bikin daily report yang sederhana, contohnya berapa kali anak-anak pup/pee, makan apa saja, berapa kali, kondisi anak, apakah rewel atau tidak, dan lain-lain yang berkenaan dengan kondisi anak di hari itu.
  2. Let’s get organized: Siapkan satu malam sebelumnya seperti baju seragam anak-anak, baju kerja suami dan baju sendiri, menu makanan. Siapkan budget mingguan dan rencana belanja, Siapkan jadwal anak-anak seperti menu makanan, ke dokter, kegiatan sekolah dan juga yang sering terlewat adalah bayaran bulanan, jadi sebaiknya jadwal bulanan seperti bayar telepon, bayar listrik, langganan TV kabel, bayaran sekolah anak, bisa langsung pakai auto debit saja jadi ngga terlewat.
  3. Komunikasikan dengan HRD di kantor: Apakah bisa ambil cuti ketika anak ambil raport, dan juga HRD mengetahui status kita sebagai ibu dan jarak rumah ke kantor, hala-hal tersebut harus kita komunikasikan dengan HRD dan tentunya sangat beruntung apabila HRD dan bos di kantor mendukung dan memahami status kita sebagai ibu bekerja dan juga ibu rumah tangga.
  4. Set Priority: Karyawan dan Ibu Rumah Tangga secara bersamaan tentunya ada beberapa hal atau kegiatan yang harus kita jadikan prioritas.Sekarang ini belanja online begitu mudahnya, tetapi kadang malah jadi bumerang karena menghabiskan waktu untuk sekedar melihat-lihat barang yang akan dibeli, jadi kurangi langganan belanja online. Kongkow alias nongki-nongki cantik di cafe juga harus dikurangi, jadi ya memang akan ada beberapa kegiatan yang dikurangi dan ngumpul sama teman-teman juga jadi jarang, itu salah satu resiko yang memang harus kita jalani karena urusan prioritas.  Ketika di kantor, kita harus profesional, jangan campurkan urusan rumah ke kantor begitu juga sebaliknya, ketika di rumah,jangan membawa-bawa pekerjaan kantor, jadilah ibu rumah tangga yang fokus ke kebutuhan anak-anak dan suami.
  5. Cermat Merencanakan Keuangan Keluarga: Pengeluaran keluarga harus diatur secermat mungkin, jangan sampai gaji habis di tengah bulan, dan malah jadi ngutang, jangan belanja pakai kartu kredit, usahakan belanja kebutuhan harian memakai kartu debit.Pemakaian kartu kredit untuk belanja sering tidak terkontrol, di tabungan masih banyak padahal tagihan kartu kredit juga banyak.Memakai kartu debit untuk belanja justru lebih bisa mengontrol pengeluaran harian.

FINANCIAL GOALS

Sebagai manusia, kita selalu mempunyai cita-cita atau mimpi, dan untuk mewujudkan mimpi tersebut, kita harus punya rencana dan action agar mimpi tersebut menjadi kenyataan.Contohnya saja dalam 5 tahun kedepan, ingin punya tabungan di bank 100 juta, dalam 5 tahun ke depan ingin punya mobil, biaya kuliah, ibadah haji, liburan dan lain-lain.

Mengapa Kita Harus Mengelola Uang? Karena uang sebagai arus kas mempunyai fungsi likuiditas, fungsi anti inflasi, capital growth.

Mengelola Arus Kas dibedakan menjadi 3 bagian : Saving, Playing and Living

  • Potongan Gaji 10%                    : Saving
  • Potongan GAji 5%                     : Dana Darurat
  • Potongan Gaji 5 %                    : Dana Zis/sosial
  • Potongan Gaji 30%                   : Cicilan
  • Potongan Gaji 40%                   : Biaya bulanan (Living)
  • Potongan Gaji 10%                   : Gaya Hidup (Playing)

Bedakan antara NEEDS and WANTS, untuk sandang, pangan dan papan itu adalah Needs, sedangkan belanja keperluan diluar needs yang hanya karena ingin, harus dikurangi, khususnya kurangi belanja online yg amat mudah dilakukan dengan aplikasi HP, dan bayar menggunakan kartu debit, jangan kartu kredit.

SIKLUS KEHIDUPAN KEUANGAN, biasanya usia antara 20 – 40 adalah saatnya pengumpulan tabungan, karena usia tersebut adalah usia produktif.

Usia antara 40-50 tahun, usia matang, menikmati hasil dan biasanya banyak yang ingin menjadi pengusaha.

Bagaimana untuk bisa menjadi pengusaha? Yang pasti, jangan ikut trend, siapkan mental, mulai benahi ritme kerja, pilih yang masuk akal.

Naaah tulisan di atas adalah presentasi yang disampaikan oleh mbak Futri Zulya, bermanfaat banget kan? walaupun saya berumah tangga udah cukup lama, 13 tahun, tetapi kadang mengatur keuangan itu harus disiplin, dan harus konsisten kalau memang kita mempunyai goals seperti liburan, biaya sekolah anak, pergi haji dan lain-lain.

Setelah acara talk show yang seru dan bergizi, mbak Futri juga mengadakan demo make up, ngga nyangka ya, dia pinter make up juga, yang dimake up juga kelihatan makin cantik, walaupun memang aslinya juga udah cantik sih, tapi didandanin tipis-tipis aja bukan yang model kayak topeng, kelihatan banget kecenya.Tips untuk memulai make up yaitu: awalnya kulit harus bersih dulu, dibersihkan dengan kapas dan cairan pembersih, gunakan pelembab, setelah itu jangan lupa primer, foundation, eye shadow, bulu mata, dan bedak tabur juga jangan sampai ketinggalan.

 

Group Batin juga punya tempat treatment kecantikan namanya Z Glow, dan rencana akan dibuka cabang baru  di Grand Galaxy, Bekasi. Tidak jauh nih dari rumah saya, kapan-kapan bisa mampir untuk melakukan perawatan agar wajah kita yang sering terkena polusi, AC juga kurang lembab, bisa lebih terawat dan enak dipandang.

What a fruitful activity kan? Sebagai emak-emak jaman sekarang, harus pinter pilih kegiatan, kalau misalnya ngga bermanfaat, mending ngga usah deh, apalagi cuma ngumpul di cafe trus nggosip, trus belanja yang belum tentu kepakai, jadi mending ikut acara kayak gini, buat nambah wawasan kita sebagai ibu bekerja.

 

Read Full Post »

Kemarin setelah ngobrol soal persiapan pernikahan teman kantor, jadi terinspirasi pingin nulis deh di blog buat kenang-kenangan dan bisa dibaca juga sama anak cucu kelak.

Ceritanya berawal ketika si Liz sharing kalau dia akan lamaran bulan depan ini, karena dia orang Batak, jadi persiapan acara lamaran dan untuk acara Batak lumayan bikin dia dan keluarganya sibuk. Yang udah pernah datang ke acara adat pernikahan Batak pasti tau deh, gimana lamanya itu acara. Berhubung orang tua Liz termasuk orang Batak yang masih kental, jadi mau ngga mau dia harus mengadakan acara adat Bataknya dari keluarganya itu.

Saya cerita kalau pernikahan saya itu hanya butuh dua minggu persiapannya, dari lamaran sampai ke acara akad nikahnya, sempet kaget juga dia dengernya.

Ya udah saya cerita ya… jadi setelah kenal cukup dekat dengan calon suami selama kurang lebih dua tahun, hari itu, tanggal 6 Januari 2005, ketika saya sedang berada di rumah mamah camer(waktu itu), saya tantang dia, kira-kira kapan ya kita ke jenjang lebih maju dari posisi sekarang.. dan abis saya tanya itu, dia beranjak untuk konsultasi ke mamahnya yang sedang berada di kamar saat itu.

Keluar kamar, dia bilang, kata mamah, kalau dilihat dari tanggal baik dan hari baik, (maklum,,,, orang Jawa) di bulan Januari ini atau bulan September which is itu berarti nunggu lagi delapan bulan lagi. Saya mau lihat keseriusan dia, saya bilang, kalau Januari, kira-kira tanggal berapa? dan mamah info lagi di tanggal 22 Januari saja, itu hanya lebih kurang dua minggu lagi. Wajahnya cukup panik antara takut dan ngga siap, apa mungkin bisa kalau cuma persiapan dua minggu? saya dengan sok pedenya, karena saya pernah baca, ada beberapa hal yang harus disegerakan, diantaranya yaitu nikah, toh sudah ada calon, acara ngga harus mewah, yang penting kan sah pas ijab kabulnya. Kalau nunggu sampai bulan September dengan alasan karena buat persiapan… ini sih secara ngga langsung emang udah ngga niat,, saya kasih tau begitu,kalau maunya di September, mending ngga usah aja sekalian!!! ( ceweknya ngebet bener yaak?). Dalam hitungan bulan kan bisa aja kejadian macam-macam kan? bisa juga ngga jadi beneran….

Alhamdulilah saya punya orang tua yang ngga pernah mengekang dan ribet urusan pernikahan, malah  justru seneng karena anak gadis sulungnya akhirnya ada yang melamar..hahaha (usia saat itu sudah menjelang 32 tahun) dan dua adik perempuan saya sudah menikah semuanya, tinggal saya dan adik bontot saya yang laki-laki, kalau saja adik bontot saya sampai melangkahi saya juga.. huuuuuhhhh…. hehe eh tapi yaaaah… ngga papa sih, namanya juga jodoh, bukan berarti yang tua duluan harus nikah duluan kan? kalau si adik udah ada jodohnya ya ngga boleh dihalang-halangin. Adik ipar saya dulu pas dia mau menikahi adik saya, dia tanya..”mbak mau pelangkahnya apa? asal jangan minta cowok aja ya.. soalnya susah nyarinya.. hahaha…akhirnya dia kasih perhiasan emas. Untuk soal pelangkah-pelangkah gini, saya juga ngga paham, ini adat dari mana, tapi ya namanya juga dikasih, masa’ iya ditolak? hehehe.

Sehari setelah penentuan tanggal 22 Januari untuk akad nikahnya, besoknya saya ambil cuti buat nemenin calon suami daftar KUA, saya dan calon suami sepakat untuk acara akad nikahnya juga di KUA, mereka punya ruangan yang cukup luas untuk keluarga dan kerabat yang ingin menyaksikan acara sakral tersebut. Sempat sih nenek saya (adiknya kakek, nenek kandung saya udah meninggal) bicara ke ibu saya,”kok seperti ngga punya rumah aja, nikah di KUA,.. kenapa ngga di rumah?” tapi orang tua saya ngga mau berdebat dengan saya soal ini, dan saya bersikeras saya ngga mau repot dan ribet dirumah dengan alasan rumah saya kecil, dan pengalaman dari dua adik saya yang sudah nikah duluan, saya prefer bikin acara di luar rumah.

Memang kalau untuk niat baik, alhamdulilah jalannya dipermudah semuanya, dari baju akad nikah sampai acara resepsi, dua-duanya pinjeman, gretongan..hahahaa.. ngga modal banget yeee eeikee? namanya juga rejeki,,.. baju akad nikah pinjeman dari adik saya, baju buat acara malamnya, pinjeman dari sahabat tercinta saya si Sani yang cantik dan baik hati.

Apa aja kira-kira yang diperlukan untuk acara nikahan, yang pasti kartu undangan, cincin kawin,catering, gedung pertemuan, yang lainnya pritil-pritilan bisa menyusul.

Untuk urusan Kartu undangan, saya minta tolong adik ipar yang kerja di fuji film, dia yang design dengan ukuran postcard, ada foto berdua saya dan calon suami sebagai background, trus ada tulisan: kami mengundang acara pernikahan yang akan diadakan pada tanggal bla bla bla, pakenya kertas foto.Untuk cateringnya, ada kiki catering, pemiliknya kawan mamah mertua di AURI, di Jatibening, cuma pesan untuk 200 porsi, karena memang tidak mengundang banyak orang, khusus keluarga dan teman dekat saja.Untuk cincin kawin, kami datang ke toko emas di Blok M Plaza, langganan mamah mertua, beli yang sudah jadi,tinggal menyesuaikan ukuran saja, walaupun ukuran cincin saya agak lebih besar, tapi kata si engkohnya, nanti kalau hamil juga pas jadi sayang kalau harus diperkecil ukurannya. Untuk gedungnya, kami pilih di Persada Country Club di Halim, mengingat mamah bisa dapat potongan harga karena orang AURI dan juga lokasinya yang ngga terlalu jauh dari rumah kami. Rumah saya di Pondok Bambu sedangkan calon suami di Kalimalang.

Selain urusan yang termasuk inti di atas, urusan pritilan lain dihandle sama adik ipar saya, dia yang pergi beli souvenir di pasar pagi Mangga Dua, untuk acara lamaran sekalian perkenalan dua keluarga inti, juga adik ipar saya, yang menyiapkan seserahan ( satu set parfum, body lotion dan peralatan mandi, tas, pakaian dalam, dan lain-lain). Alhamdulilah sekali lagi.. semuanya dimudahkan dan dapat adik ipar yang sangat support ke kakaknya sampai saat ini.

Di acara resepsi makan malamnya, kami hanya sewa satu ruangan restoran, tidak sewa seluruh ruangan, tetapi karena saat itu tidak ada orang lain yang juga memakai tempat tersebut, jadi para tamu undangan bisa berjalan-jalan di pinggir kolam renang di luar, jadi tidak begitu sesak dan bisa ngumpul sambil ngobrol dengan tamu undangan lainnya.

Mungkin di saat itu di tahun 2005, belum banyak yang bikin acara seperti saya, biasanya acara pernikahan yang ada, tamu-tamu akan menunggu pengantin datang beriringan dengan seluruh keluarga, dengan seragam yang cantik dan ganteng tentunya, diiringi dengan tarian adat pengantin,tapi di acara pernikahan saya, kami pengantin dan orang tua sudah siap di depan menyambut tamu undangan yang datang untuk bersalaman. Setelah berdiri selama kurang lebih satu jam, karena tetap ada sambutan perwakilan dari pihak keluarga, dan juga pembacaan doa, setelah itu kami, pengantin dan orang tua membaur untuk ngobrol dan foto-foto dengan para undangan yang memang hanya keluarga dekat dan teman dekat. Acara amat kekeluargaan, kayak semacam acara arisan aja.. hehehe. Komentar dari teman kantor tentang acara pernikahan saya tersebut, dia amat kagum dan senang datang ke acara pernikahan saya, karena simple dan tidak perlu antri lama hanya untuk bersalaman memberikan selamat kepada pengantin.

Sepertinya itu yang bisa saya share tentang acara pernikahan sederhana ala saya, karena sudah tiga belas tahun yang lalu, jadi mohon maklum kalau ada yang terlewat, tapi cerita intinya sudah semua kok, karena memang amat berkesan buat saya.

Oh ya salah satu alasan saya kenapa pingin bikin acara di luar, karena ingat waktu adik saya menikah, banyak kerabat yang datang dari Bengkulu, keluarga dari ayah dan ibu saya (ortu saya memang asalnya dari kampung yang sama, malah katanya kalau dirunut-runut masih sodaraan), saya ingat betapa ribetnya dan capeknya ibu saya, dari belanja buat makanan, menjamu tamu-tamu dari kampung, dan harus mengontrol masakan, mana yang sudah habis, mana yang masih banyak dan lain-lain. Alhasil,.. banyak makanan sisa yang akhirnya diberikan ke tetangga, malah juga ada yang sampai basi, karena penyimpanan yang kurang tepat.Makanan terlalu banyak, disebabkan karena mengundang sekitar 1000 orang, berarti katanya harus menyiapkan makanan untuk 2000 orang, jadilah masak dengan porsi besar. Selain makanan asli Bengkulu yang dipesan oleh ibu saya, seperti ikan pais, lemeah, tempoyak dll, juga ada makanan umum lainnya seperti ayam, daging, sayur, asinan, dll yang dimasak oleh tukang masak yang disewa ibu saya.

Karena pengalaman tersebut, saya berkata dalam hati,,. nanti kalo gue nikah.. gue ngga mau ribet,. maunya yang simple dan sederhana juga ngga mau ngerepotin ortu.Itulah makanya saya milih acara akad nikah di KUA Pondok Bambu, dan acara makan malam di restoran di Halim.

Banyak pengalaman orang yang menikah sampai nunggu setahun karena booking gedungnya dapatnya tahun depannya, belum persiapan baju pengantin, seragam untuk keluarga, catering yang enak, dan tetek bengek lainnya yang bisa menghabiskan ratusan juta rupiah. Acara saya yang sederhana itu, saya pakai uang saya sendiri, patungan dengan calon suami, dan menghabiskan tidak lebih dari 20 jutaan (exclude cincin kawin dan seserahan ya, kalau ini sumbangan dari keluarga calon suami).

Uang ratusan jutanya bisa buat beli yang lain kan? apartemen, mobil atau simpanan Logam Mulia.

kebaya akad nikah dan kebaya resepsi yang dua-duanya pinjaman

Mungkin memang banyak calon pasangan pengantin yang memimpikan pernikahan yang megah, dan sesuai impian, tentunya sah-sah aja, lah wong duit-duit dia…hehehe…

Jadi semua kembali ke masing-masing ya, disesuaikan aja, jangan sampai urusan nikah ditunda-tunda hanya karena ngga cukup uang buat acara pernikahan atau harus pinjam-pinjam uang ke bank dengan bunga yang cukup tinggi apalagi KTA kan? bunganya bisa sampai 35% pertahun. Setelah acara pernikahan terus pusing bayar cicilan, males banget ya? yang bener tuh abis nikah, bulan madu kalo ada duit, dan nabung buat kebutuhan masa depan, kalau mau cicilan ya mending cicilan rumah lebih bermanfaat dari pada utang cicilan biaya nikah.

It is just my opinion, boleh setuju boleh ngga.

 

 

 

 

 

 

Read Full Post »

CERITA KEHIDUPAN

Tulisan ini berawal dari keprihatinan, kesedihan dan kasih sayang…………….

Setiap insan yang berumah tangga, tentunya tak lepas dari segala macam cobaan, godaan dan dibutuhkan kesabaran yang tiada pernah ada batasnya.

Banyak pasangan muda yang memilih untuk berpisah, apalagi kalau si wanita juga sebagai wanita pekerja yang mempunyai penghasilan sendiri, tentunya kelompok wanita ini akan dengan lebih mudah memilih bercerai dari pada mempertahankan pernikahan yang sudah tidak kondusif lagi.Beda dengan wanita yang murni sebagai ibu rumah tangga, tanpa penghasilan, ditambah anak-anak yang masih membutuhkan biaya sekolah, sangat amat terpaksa untuk tetap mempertahankan pernikahan.Dengan pengorbanan di atas sakit hati, demi kelangsungan hidup anak-anak yang sudah menjadi tanggung jawab.

Memang tidak mudah untuk tetap menjaga keharmonisan di saat kondisi keuangan sulit, di saat salah satu pasangan sakit, di saat ada godaan wanita lain atau pria lain.Di sini peran setan sebagai penggoda sesuai dengan janji setan kepada Allah SWT yang akan terus menjerumuskan manusia agar menjadi temannya di neraka nanti.

Sebelum menikah, di masa pacaran, setan menggoda dengan rasa seperti, “ selalu ingin bertemu, selalu rindu dan malah sampai berbuat zinah.. naudzubilah”… tetapi pas sudah jadi pasangan halal, yang harusnya rasa rindu, rasa sayang malah oleh setan dibuat menjadi rasa benci,curiga, bosan, dan lain-lain yang negatif,….. agar apa??? Ya apalagi.. kalau bukan agar rumah tangga yang dibangun dengan niat karena Allah, demi mencari ridho Allah, demi menanam Pahala, malah menjadi berantakan.

Jadi.. istighfar.. selalu diperlukan setiap saat, setiap detik di tiap detak jantung kita.

Sebagai lelaki, sebagai kepala keluarga, tentunya tanggung jawabnya sangat besar untuk bisa mendidik istri dan anak-anaknya agar dijauhkan dari api neraka.

Saya amat kagum terhadap pasangan yang sudah lama, sudah kakek nenek tapi masih tetap mesra, harmonis dan saling mendukung di saat salah satu pasangan sakit contohnya.Di usia senja, tentunya wajah dan penampilan sudah tidak cantik dan ganteng lagi, sudah keriput, gigi sudah ompong, dan juga suami sudah tidak berpenghasilan lagi, karena sudah tidak bekerja, makin menambah kekurangan pasangan.Belum lagi makin tua, tentunya penyakit tua akan timbul, entah itu sakit gula, darah tinggi, kolesterol tinggi, asam urat dan lain-lain.

Saya sebagai anak, yang masih mempunyai orang tua tentunya ingin sekali dan berdoa kepada Sang Maha mengatur segalanya agar kedua orang tua saya, di usia senja mereka, di sisa usia mereka dalam menjalani takdir Allah, diberikan umur yang berkah, dan mereka akan terus saling melengkapi, saling mendukung dan saling menyayangi demi mencari Ridho Allah.Semoga Allah memberikan perlindungan, kasih sayang, menambah iman dan takwa mereka, memberikan ridhonya dan apabila mereka Engkau panggil, panggilah dengan husnul khotimah… dalam keadaan baik, dan dipelihara oleh orang-orang baik pula.

Apa sih yang kita ingin cari hidup di dunia ini sebagai hamba Allah? Apa sih yang kita jadikan tujuan sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah? Tak lain dan tak bukan adalah untuk beribadah kepadaNYA.

Dengan masih adanya umur, masih bisa sholat, masih bisa puasa, alhamdulilah banget….tentunya masih ada kesempatan kita untuk terus berbuat baik terhadap keluarga, terhadap sesama, dan bisa menambah ladang Pahala kita untuk persiapan pulang ke haribaan sang Khalik.

Keikhlasan dan kesabaran dalam menjalani hidup harus terus dipupuk dan dipelihara, jangan melihat dari sisi orang lain, pasangan lain yang menurut kita lebih sempurna dan lebih baik.

Kita selalu melihat kebun orang lain selalu hijau, selalu berbunga,… padahal kita tidak tahu, kalau setiap malam, tetangga tersebut menyiram dan memberi pupuk tanamannya jadi terlihat lebih indah.Begitupun dengan kondisi rumah tangga kita, apabila mau terlihat indah, terlihat sempurna, tentunya perlu pupuk dan perhatian yang lebih, juga saling mendukung satu sama lainnya.

Satu lagi kuncinya adalah “Bersyukur”…. Akan membuat hidup kita lebih sehat dan lebih bermakna.

Robighfirly waliwalidaya warhamhuma kama robbayani soghiro.

Ya Allah sayangilah kedua orang tua kami, sebagaimana mereka menyayangi kami dari kecil.

Aaamiin ya Rabbal alamin.

 

Salam dari anak2mu,

 

Read Full Post »

komik unik seputar rumah tangga

komik unik seputar rumah tangga

 

Sudah hampir sebulan, ngga ada asisten rumah tangga.Minggu-minggu awal, masih sering ngantuk, karena harus bangun lebih pagi dari biasanya.Biasanya hari Sabtu atau Minggu, kami sering pergi keluar, jadi acara beberes rumah atau menyiapkan bahan makanan yang mau dimasak, ngga sempat dilakuin.

Sementara pesan katering untuk makan siang anak-anak, dan untuk makan malam, saya siapkan setelah sampai rumah.Akhir-akhir ini, sejak bebas 3 in one, jalanan di Sudirman menuju Semanggi kalau sore hari, macetnya parah, matot alias macet total.Pagi harinya juga sama, dari Komdak yang biasanya ngga sampai 10 menit ke Ratu Plaza, sekarang bisa hampir 30 menit, dan bulan ini sukses telat mencapai batas maksimum, yaitu 5 hari dalam sebulan.

Saya jadi sering punya pikiran bercabang, pingin di rumah beres dan di kantor juga beres, ngga puas aja apabila anak-anak makannya ngga keurus, sarapannya, bekal makan siangnya,dan lain-lain.Beginilah nasib ibu bekerja kalau ngga ada asisten di rumah, serba berantakan, walaupun saya ngga bermaksud ngga menghargai bantuan suami lho, tapi yang namanya laki-laki kan ngga bisa multi tasking kayak perempuan.Perempuan tuh bisa dalam satu waktu mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus.

Semua bisa karena biasa kan? jadi saya yakin, kalau sudah biasa, saya pasti bisa kok untuk mengatur urusan rumah tangga.

ibu rumah tangga paling sabar

Sementara ini, saya dapat bibik yang bantuin kerjaan rumah, tapi setengah hari saja, nah, ini juga ceritanya lucu, pas saya lagi beberes di depan teras, saya lihat ada mbak-mbak ngobrol, trus saya tanya, ” mbak, kira-kira ada teman yang mau kerja di rumah saya ngga? ” ooh.. saya aja bu, tapi bisanya siang, karena saya kalau pagi, sudah kerja di rumah lain” kata si mbak ini, yang namanya bik Atun. Alhamdulilah, ada bala bantuan walaupun bukan yang nginep, tapi sementara dicoba dulu deh.Dia bilang, dia bisa datang siang jam 1 an, kerjanya mencuci, menyetrika, menyapu dan mengepel rumah, ya lumayanlah, pekerjaan rumah tangga agak terbantu.Tugas saya yaitu masak nih, saya harus bisa masak pagi-pagi untuk bekal makan siang anak-anak.Katering ngga selalu cocok menunya, jadi jarang pesan katering lagi.Alhamdulilah punya suami yang bisa bantu kerjaan istri, jadi suami saya yang bantuin pagi-pagi buat ngurusin seragam anak-anak, juga bantuin saya mencuci piring/bekas peralatan masak.Jarang lho, ada suami yang pengertian kayak dia.Tetapi yang namanya badan dan usia juga udah ngga muda lagi, tetap aja sering kecapean, ditambah anak-anak masih belum bisa mandiri, jadilah bapak dan mamanya suka stress dan marah-marah ke anak-anak.Maafin kami ya nak….

Sepertinya setelah lebaran, saya akan balik lagi pakai mbak asisten yang menginap, ada beberapa pertimbangan yang bikin saya akan tetap pakai mbak asisten yang menginap di rumah, diantaranya; yang pertama, saya tetap perlu ada orang yang nunggu di rumah, pernah ada tamu orang first media yang ingin membetulkan internet, dan di rumah hanya ada anak saya yang kecil, karena dia sedang tidak sekolah, karena kurang sehat, dan Dammar membukakan pintu, menyuruh teknisi untuk masuk ke rumah, ya walaupun hanya duduk di teras, tetapi dia membukakan gembok pagar.Bahaya kan? anak kecil sendirian gitu di rumah? bapaknya sedang jemput kakaknya di sekolah, saya yang ditelpon sama Dammar, langsung deg-degan, dan berusaha nelponin bapaknya agar cepat pulang, ternyata ngga diangkat mungkin karena sedang naik motor.

Yang Kedua, apabila hari Jumat, suami saya dan adiknya yang seharusnya bisa sholat Jumat, karena anak saya yang perempuan, kadang ngga mau ditinggal sendirian di rumah, jadilah suami saya ngga sholat Jumat, kalau sudah tiga kali berturut-turut kan, ngga boleh…

Belum lagi kalau fisik sedang kurang fit, kalau tiap hari bangun pagi jam 4, dan menyiapkan sarapan, makan siang, dan lain-lain, lama-lama badan gempor juga, mau bangun pagi-pagi, rasanya badan remuk.

Tapi untungnya di perumahan kami banyak yang jual makanan siap makan, ada  banyak warung, jadi asal ada nasi di rumah, untuk lauk dan sayuran, bisa beli buat makan siang, jadi kalau saya ngga sempat masak, ya sudah, bisa beli saja.Dan untungnya lagi, suami saya ngga masalah soal makan, dia orangnya gampang, ngga dibikin pusing soal itu.

Minggu lalu, saya takjub lho sama diri saya sendiri, ternyata saya bisa juga jadi super woman…hhehehe…Saya menyiapkan sarapan, buat jus, menyiapkan bekal makan siang anak-anak dan saya sendiri, lalu bersepeda statis sekitar 10 menitan, sebelumnya sholat Subuh juga udah dong.. dan berangkat ke kantor, sampai di kantor tidak terlambat,.. adalah prestasi yang cukup memuaskan buat saya.Pertahankan….

Tapiiiiiii,…. esoknya saya ngga sempat lagi bikin jus, ngga sempat sepedaan…hiikkssss….

multi tasking

multi tasking

Note: gambar diambil dari berbagai sumber

 

Read Full Post »

Sehubungan dengan ngga ada ART di rumah sejak dua minggu lalu, saya agak keteteran dalam soal menyiapkan makanan kalau pagi-pagi.Menyiapkan makanan buat sarapan, buat makan siang anak-anak, dan buat bekal sekolah.

Hari minggu lalu, saya ke Mall Arta Gadhing, belanja ke supermarket Diamond, dan di depan supermarket itu, ada stand-stand orang jualan, dan saya mampir ke stand Produk Mitzui.

Saya sudah memiliki beberapa produknya, diantaranya Blender dan Presto, keduanya saya cukup puas menggunakan produk tersebut.Untuk blender/juicer, saya sering pakai untuk bikin jus, dan sebenarnya juga bisa bikin daging cincang, giling ikan untuk bahan mpek-mpek, giling bakso, dll, tapi ya rencana tinggal rencana, hanya dicoba sesekali saja, lebih seringnya dibuat bikin jus.

Untuk Panci prestonya, saya sering manfaatkan untuk bikin bandeng presto, dan rasanya juga tidak mengecewakan, ada buku resep yang diberikan sebagai bonus ketika kita membeli produknya.

Akhirnya karena demi menunjang kesehatan, dan mengurangi makanan gorengan, saya membeli produk Mitzui Turbo Air Fryer, memasak tanpa minyak goreng.Dari demo yang ditampilkan, dengan kerupuk udang, hanya didiamkan saja, dipanaskan lalu krupuk berhasil mengembang, tidak melempem dan rasanya juga tetap enak, bedanya ini lebih kering, karena tanpa minyak.

Harganya Rp.2,799,000,- bisa dicicil selama 12 bulan, tetapi pakai bunga, jadi saya pilih bayar pakai kartu kredit saja, dan bulan depan saya bayar tagihannya, patungan sama suami.

Alasan saya membeli produk ini, yang  pertama, tentunya untuk bisa meringankan pekerjaan saya,  saya bisa sambil melakukan hal lain, misalnya di pagi hari, saya bisa sambil mandi, dan sambil beresin dapur, untuk menggoreng ayam atau goreng kentang, saya bisa tinggal tidak harus ditungguin, settingan sudah otomatis bisa kita pilih sesuai yang diinginkan.

Alasan kedua, sudah beberapa tahun, setiap melakukan medical check up, kolesterol saya selalu tinggi, diatas 200, dan dengan mengurangi makan gorengan, semoga bisa turun kolesterolnya.

Dalam dua hari ini, saya sudah mencoba untuk menggoreng kentang, menggoreng ayam, dan tadi pagi, saya mencoba menggoreng bakwan jagung, so far sih hasilnya memuaskan, cuma adonan bakwan jagung terlalu encer yang akhirnya melebar dan butiran jagungnya berjatuhan.

mitzui turbo air fryer

Pilihannya antara irit minyak goreng, dan menurunkan kolesterol, tapi wattnya lumayan besar, jadi otomatis bayar listrik juga akan naik…heheheehe.Semoga bisa diberdayagunakan dengan semaksimal mungkin.Menurut resep sih, bisa buat bikin kue, bakar ikan, goreng2, bikin pizza.

Read Full Post »

Agar Anak Tidak Keras Kepala

Posted by Farid Ma’ruf pada 1 Maret 2011

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi, saya memiliki anak perempuan yang sekarang sudah kelas 5 SD. Sifatnya keras sekali, kalau dinasihati tidak mau mendengarkan. Bagaimana menghadapi anak yang keras dan maunya sendiri seperti ini? Terus terang saya memang juga keras. Saya suka ngeyel dan susah dinasihati suami. Saya juga tidak sabaran. Tapi kenapa bisa sama ya dengan anak saya. Apakah sifat ini diturunkan? Terima kasih penjelasannya.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Hamba Allah
Jawaban :

Wa’alaikumsalam Wr.Wb.

Ibunda yang baik,
Insya Allah saya bisa memahami kegelisahan Anda. Banyak orang tua mengeluhkan hal yang sama, merasa khawatir bahkan terkadang kesal ketika menghadapi anak yang suka melawan, memberontak dan berkemauan keras. Anak seperti ini biasanya terlihat sangat keras kepala, susah diatur, kukuh pada kemauannya, selalu merasa benar dan cenderung mengabaikan perkataan orang lain. Sebelum Anda mencoba mengatasi atau menghilangkan sikap keras anak, cobalah cari tahu dulu sebabnya. Yang pasti bukan karena keturunan.
Ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi timbulnya kebiasaan buruk tersebut, antara lain adalah pola asuh orang tua, perilaku orang tua dan ketidakkompakan antara ayah dan ibu. Orang tua yang terlalu membebaskan anak tanpa kontrol membuat anak merasa benar sendiri dan tidak mau mendengarkan orang tuanya. Selama masa perkembangan, sosok yang dekat dengan anak adalah orang tuanya, terutama ibu. Ketika orang tua (ibu) berperilaku demikian (berkemauan keras, suka membantah), maka anak akan dengan cepat mengimitasi perilaku tersebut. Dan salah satu hal yang juga penting dalam pendidikan anak adalah kekompakan dalam menerapkan pola asuh. Ketika ada penerapan aturan yang berbeda antara ayah dan ibu misalnya, maka anak akan mengalami kebingungan. Dan biasanya anak akan cenderung memilih aturan-aturan yang lebih menyenangkan untuknya.

Ibunda yang baik,
Menjalin kedekatan dengan anak adalah cara terbaik menangani anak yang keras kepala. Komunikasi dua arah antara orang tua harus terjalin dengan baik. Misalnya, ketika Anda memerintahkan sesuatu, jangan hanya sekadar memerintah, yakinkan bahwa anak paham maksud dari perintah tersebut. Sebaliknya, ajak anak berbicara dan tanyakan alasannya, mengapa dia membantah atau bersikeras dengan pendapatnya. Bila alasannya tidak tepat, beri larangan tegas namun tetap disertai kesabaran. Cara ini akan memberikan pemahaman tentang batasan pada anak, tanpa membuatnya merasa ditolak atau tidak dicintai.
Sebagai orang tua, Anda harus pandai meredam emosi. Bila tidak, Anda sendirilah yang nantinya kewalahan. Berbicaralah dari hati ke hati. Tanyakan apa yang menjadi keinginannya. Misal, ketika anak Anda menginginkan pergi ke suatu tempat dan Anda melarangnya. Kemukakan dengan bijak alasan Anda melarangnya. Jelaskan pada anak dengan bahasa yang ia mengerti, mengapa suatu hal diperintahkan dan hal lain dilarang. Yang harus diingat, jangan bersikap kasar atau terlampau keras pada anak. Bersikap lembut dan penuh kasih sayang akan sangat membantu. Karena dengan begitu, anak akan merasa bahwa teguran atau larangan yang Anda sampaikan, bukan karena benci, melainkan karena rasa sayang Anda padanya. Jangan lupa berikan pujian ketika anak berperilaku baik, walau hanya dengan pelukan atau belaian. Anak yang “keras” bisa jadi karena kurang mendapatkan/mera-sakan penghargaan dari orang tuanya.

Ibunda yang baik,
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa posisi tubuh bisa mempengaruhi proses berpikir seseorang. Orang yang berdiri kaku, atau duduk dalam posisi yang menyesakkan, akan membuat otaknya tidak bisa bekerja optimal dan kondisi emosional menjadi tidak stabil. Ketika menghadapi anak yang sedang emosional dan ngotot mempertahankan pendapatnya, cobalah meredakannya dengan mengganti posisi tubuhnya. Jika sedang duduk, ajaklah ia bergerak ke ruangan yang lain. Bukankah Islam juga telah mengajarkan tentang hal ini? Sikap keras, biasanya dibarengi dengan emosi yang meletup, dan tidak jarang kemudian menimbulkan ketegangan dan kemarahan.
“Jika salah seorang di antara kalian marah sementara dia berdiri, maka hendaklah ia duduk sehingga kemarahannya hilang. Jika belum juga hilang maka hendaklah ia berbaring.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)
Ajaklah anak duduk jika ia berdiri dengan tegang, sentuh pundaknya, dan katakan dengan lembut, ”Ayo duduk dulu, umi mau mendengar pendapatmu lebih jelas lagi.” Demikian ibunda, Mudah-mudahan ananda kelak akan menjadi anak yang membanggakan orang tuanya.[www.konsultasi.wordpress.com]

Sumber : Tabloid Media Umat edisi 48

Read Full Post »

Membiasakan Anak Meminta Maaf

Posted by Farid Ma’ruf pada 23 Maret 2014

Pertanyaan :

Assalamualaikum Wr Wb

Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati,  saya ibu dari dua putri. Putri saya yang pertama usia 3 tahun 4 bulan, adiknya 9 bulan. Bagaimana cara membiasakan anak pertama saya untuk berani dan mau minta maaf jika melakukan kesalahan. Karena selama ini, dia susah sekali bahkan cenderung tidak mau minta maaf. Jika disuruh minta maaf selalu menangis. Padahal saya selalu mencontohkan kalau saya melakukan kesalahan segera meminta maaf. Mohon saran ya. Terima kasih.

Wassalamualaikum Wr Wb

NH

Jatim

 

Jawaban : 

Waalaikumsalam Wr.Wb

Ibu NH yang baik,

Satu hal yang terkadang berat dilakukan, dan cukup melekat  pada diri seseorang ketika berinteraksi dengan orang lain adalah meminta maaf atau memaafkan. Sebagai orang tua, tentu tidak ingin anak-anak kita berat melakukan dua hal tersebut. Meminta maaf, akan membantu anak belajar berjiwa besar dan bertanggung jawab terhadap kesalahan yang telah dilakukannya. Dengan meminta maaf dapat membantu anak untuk mengenali dirinya, menjalin hubungan baik dengan teman-temannya, dan memberikan pengajaran untuk empati dan bertanggung jawab pada tindakannya. Jika sejak kecil anak  sudah sering menunjukkan keengganannya untuk meminta maaf, maka hal itu bisa menjadi benih-benih arogansi dan superioritas yang akan tumbuh hingga ia dewasa.

Ibu NH yang baik,

Usia dini adalah masa pembentukan. Anak mengamati lingkungan sekitarnya, mencontoh  berbagai perilaku, belajar dari berbagai pembiasaan, menyimak berbagai fenomena serta belajar memaknai berbagai hal yang salah dan yang benar dari berbagai konteks. Untuk memasuki kehidupan bersosial, setiap anak  harus memiliki bekal tentang bagaimana caranya bersosial yang baik. Salah satunya adalah dengan memiliki kesadaran untuk saling memaafkan. Keluarga merupakan tempat belajar pertama buat anak, maka meminta maaf dan memaafkan juga mesti dibiasakan dalam lingkungan keluarga. Apa yang Anda lakukan selama ini sudah tepat. Memberikan contoh pada ananda, langsung meminta maaf ketika Anda melakukan kesalahan.

Ibu NH yang baik,

Tumbuhkan sikap empati pada anak. Empati adalah sebuah perasaan merasakan apa yang dialami orang lain. Misalkan jika ananda memukul teman atau adiknya, maka katakan padanya, “Teman kamu sampai menangis, mungkin pukulanmu membuatnya sakit. Kamu mau tidak  dipukul sama teman kamu seperti itu?”.  Dengan pertanyaan seperti itu, ananda akan merenungi ucapan Anda, dan memikirkan bagaimana seandainya kalau dia yang dipukul. Ini akan membuatnya berpikir bahwa apa yang dilakukannya menyakiti temannya, dan akan mendorongnya untuk meminta maaf. Ada kalanya anak enggan meminta maaf karena tidak mengerti bagaimana caranya. Perkenalkan berbagai cara meminta maaf pada ananda. Jika ananda enggan meminta maaf secara langsung dengan mengucapkan kata maaf, maka Anda bisa memperkenalkannya tentang berbagai cara meminta maaf yang lain. Seperti mengganti mainan yang dirusaknya, bersalaman, mengajak teman bermain kembali dan sebagainya.

Ibu NH yang baik.

Berikan reward yang membangun ketika ananda akhirnya mau meminta maaf. Bentuk reward yang diberikan bisa apa saja, meski sederhana. Seperti,  mengacungkan jempol, menjabat tangannya, mengucapkan selamat, meraih dan memeluk tubuhnya, dan lain-lain. Bila ananda masih kesulitan juga untuk meminta maaf terhadap kesalahan yang telah diperbuatnya, coba jelaskan bahwa dengan meminta maaf akan mendekatkan hubungan pertemanan dengan siapapun, termasuk dengan teman-teman sebayanya. Banyak teman itu akan menyenangkan. Meminta maaf juga perbuatan yang mulia. Memang tidak mudah mengajarkan anak hingga ia sadar bahwa meminta maaf itu harus disegerakan. Sampai akhirnya dengan sendirinya anak akan menyadari kesalahan yang telah diperbuatnya dan bertanggung jawab untuk meminta maaf tanpa harus diminta atau diarahkan. Dengan upaya dan kesabaran, insya Allah akan berhasil. Semoga Anda diberi kemudahan dalam membimbing ananda.

Sumber : Tabloid MU edisi 122

Read Full Post »

anak-anak serius mendengarkan

anak-anak serius mendengarkan

Kebiasaan kita sebagai orang tua, memang tak luput akan menjadi panutan buat anak-anak.Makanya saya sering-sering harus mengingatkan diri sendiri, apabila sedang kumat marah-marahnya, saya harus meredam emosi saya.Karena akhir-akhir ini, saya melihat Alifa kalau marah, mirip banget sama saya, dari suaranya yang melengking dan ngga sabaran.Awalnya saya sempat kaget, ketika Alifa marah-marah dengan adiknya yang ingin mengambil ikan di Lembang, dan Alifa teriak seperti orang tidak sabaran, dan saya kagetnya, itu mirip gue bangetttt….ya ampun, saya langsung bilang ke Alifa, kalau itu ngga enak dilihat orang lain.Mulai dari situ, saya harus sering meredam emosi saya apabila mulai kesal, karena tindakan saya tersebut, betul-betul dicontoh anak saya.

Terus terang, saya memang tidak suka dengan gaya/cara mendidik ibu saya, karena mudah emosian, dan sering keluar kata-kata yang agak kurang enak didengar, khususnya anak-anak.Sekarang ini, saya mulai berpikir, kenapa kok saya tidak suka dengan gaya ibu saya apabila saya marah, tetapi hal itu malah saya terapkan ke anak-anak saya.Toh, saya aja ngga suka, kenapa malah saya praktekan ke anak-anak saya? seharusnya saya bisa memilih dan mengkoreksi pola asuh orang tua kita.Orang tua kita jaman dulu pun tidak ada sekolahnya untuk menjadi orang tua, mereka hanya menjalankan secara alamiah, begitu menikah, punya anak, dan mengurus anak, membesarkan anak, menyiapkan/mengatur biaya pendidikan, biaya kesehatan, biaya sandang pangan dan lain-lain.

Bagusnya di jaman sekarang ini, semakin banyak informasi yang bisa kita ambil dan terapkan sebagai contoh yang bisa kita aplikasikan langsung.Memang sih, tidak semua teori itu cocok buat anak-anak kita ataupun buat kita sebagai orang tua.Saya yakin, semua orang tua pasti berkeinginan agar anak-anaknya menjadi anak-anak yang berguna, tetapi pada masa-masa yang dilalui banyak sekali faktor yang mempengaruhi pola asuh tersebut.Biasanya pola asuh akan dicontoh dari pola asuh orang tua kita, dan kita, orang tua kita melakukannya secara turun temurun.Kita sebagai generasi modern di era digital,seharusnya bisa lebih memilah, pola asuh mana yang baik buat perkembangan anak, mana yang kurang baik.

Sebagai anak, tentunya kita tetap harus berterima kasih dan berbakti kepada orang tua kita, tanpa mereka, kita tidak mungkin ada di dunia ini.Nah observasi anak itu amat mudah ditiru dari orang terdekatnya.Contohnya yang saya alami, yaitu, anak saya yang kecil, Dammar, selain meniru, dia juga pandai melihat/merasakan perubahan raut muka/perasaan orang tuanya.Mereka adalah pembelajar sejati, dengan polosnya bicara tanpa harus merasa salah ataupun malu.

Ceritanya, pada saat saya ke toko buku, niatnya hanya mencari buku obral murah, tetapi ujung-ujungnya malah anak-anak saya minta macam-macam, minta beli stiker, minta beli kanvas plus spidolnya selain buku bacaan yang sebelumnya sudah mereka pilih.Di depan kasir, saya membatin,” duuh, ini berapa nih totalnya, pasti mahal deh, padahal kan cuma mau lihat-lihat kalau ada buku murah,” sambil bergumam dalam hati.Tiba-tiba saja Dammar berdiri di depan saya dan bertanya,” mama, kenapa mama kok mukanya cemberut kayak gitu, ( sambil meniru muka manyun), ya ampun, ternyata, saya yang hanya mengucap dalam hati, langsung terbaca di raut muka saya, dan malunya itu lho, takut kedengeran sama pengunjung yang juga sedang antri.
Tuh kan? anak-anak itu jangan dikira mereka tidak mengerti,justru mereka sangat peka dan mudah merasakan perubahan pikiran/hati orang tuanya.Kita yang sebagai orang dewasa yang harus banyak belajar dari anak-anak.

Jadilah, introspeksi lagi buat saya, apa yang keluar dari dalam hati, akan terpancar di muka kita,dan anak-anak akan ikutan galau kalau ibunya juga galau.

Read Full Post »

hand in hand

hand in hand

Lirik lagu I LOVE YOU by Sofie, ini lagu favorit saya kalau karaoke, hehehe.

Since The Day We Met
It Seems Like Heaven Came To Me
I’ve Got This Funny Sense Of Humor
That Delibers Me

Is It Good Or Bad
That I Believe Each Word You Say
It Feels Like Nothing Can Go Wrong
In Your Company

I’m Honest
Not Untouchable
I’m A Woman But Not Weak
I’m Fighting For My Honour
And I’m Not So Quickly Pleased

I’m Honest
Not Untouchable
And I Don’t Like Second Touch
But I Know That Since A Day Or Two
It’s Getting Out Of Hand

I Love You …

Do One Know How I Know Your Name
It’s Wispered By The Breeze
And In A Certain Way It’s Hypnotizing Me
How Can You Size The Spaces
Between Love And Admiration
It Is Frightening
It Is Something I Can See

Still I’m Honest
Not Untouchable
I’m A Woman But Not Weak
I’m Fighting For My Honour
And I’m Not So Quickly Pleased

I’m Honest
Not Untouchable
And I Don’t Like Second Touch
But I Know That Since A Day Or Two
It’s Getting Out Of Hand

I Love You …
I Love You …
I Love You …

Di malam hari, 9 tahun lalu, saya begitu bersemangat, gelisah, dan khawatir, karena memang cuaca yang kurang bersahabat.Air banyak menggenang di jalan-jalan di Jakarta.Di rumah orang tua saya di Pondok Bambu pun sering masuk air dari ubin di dalam rumah,kalau hujan cukup deras, karena memang letak tanah yang cukup rendah, dan kesalahan pemasangan ubin di awal.

Hujan terus turun sepanjang malam, doa yang tak putus-putus agar bisa lancarnya acara pernikahan saya esok harinya.Alhamdulilah, tidak terjadi banjir, dan cuaca esok harinya cukup bersahabat.Saya menikah di kantor KUA, Pondok Bambu, Jakarta Timur.Hanya kerabat dekat yang hadir dalam acara ijab kabul.Ayah saya yang amat saya sayangi, juga ibu saya yang saya cintai, yang begitu khawatir kalau anak gadis nomor satunya tidak menikah, tidak tahan mereka mengeluarkan air mata haru karena akhirnya saya bisa menemukan tambatan hati.

Saya anak pertama, tetapi soal jodoh, saya dapat giliran menikah di urutan ketiga.Yang pertama menikah, justru adik saya yang nomor tiga, lanjut adik saya nomor 2 lalu giliran saya yang menikah tahun 2005, tepatnya 22 Januari 2005.

Yah begitulah yang namanya jodoh,mati dan takdir itu sudah menjadi ketentuan Allah SWT.Siapa bilang, usia lebih tua, berarti harus menikah duluan, dan yang umurnya lebih muda, meninggal belakangan?.Tidak ada yang tahu persis kapan akan meninggal dan kapan akan menikah, di usia berapa, semua itu adalah rahasia Tuhan, kita sebagai mahluknya hanya menjalankan proses kehidupan.Banyak sudah peristiwa, kenangan pahit, kenangan manis yang kita alami.Semua itu menjadikan kita harus banyak memperbaiki diri agar bisa menjadi hamba yang lebih baik dari hari ke hari.

Alhamdulilah ya mas, kita bisa melalui pernikahan sampai hari ini, masih jauh dari sempurna,saya masih belum bisa jadi istri dan ibu yang baik buat anak-anak.Tetapi saya akan terus belajar dan introspeksi agar bisa menjadi yang terbaik buat mas Eko dan anak-anak tercinta, Alifa dan Dammar.
Amat berharap bisa menjadi ibu ideal di mata anak-anak, dan istri yang penuh empati kepada suami.Walaupun yang capek siapa, tapi yang minta pijit siapa..hahaha.Rahasia nih, soalnya suami yang nyetir mobil, pegel dong pastinya, tapi sampai rumah, yang minta pijit itu biasanya saya, hehehe,maaf ya mas???

Sebagai hamba yang pasti akan bertemu dengan ajalnya suatu saat nanti, saya selalu berdoa agar bisa diberikan perbaikan dalam agama kami, kebahagiaan di dunia dan di akherat, kemudahan dalam segala urusan kami, aamiin ya Allah.

I love you…..
hand in hand

Read Full Post »

I wont be this small

Nyontek tulisan puisi dari artikel mbak Jihan di Urban Mama.
Sukses mewek di kantor,dalem banget ya? soalnya baru aja telpon ke rumah, yang angkat telpon Dammar, dan di seberang sana dia bilang,” mamaaaa cepetan pulang, aku mau sama mamaaa” belom lagi tadi pagi, Alifa juga selalu tanya, ” mama pulangnya jam berapa? cepet ya, jangan malam-malam”.

Di saat seharusnya saya ada bersama mereka, di saat anak-anak amat butuh perhatian, kedekatan dan kasih sayang ibunya, tetapi saya malah memilih untuk bekerja dan cuma bisa iri dengan ibu-ibu lain yang bisa antar anak ke sekolah, bisa bantu kerjain PR, bisa antar anak belajar mengaji, bisa bercengkrama tanpa harus mikir, “aduuh besok harus kerja, bangun pagi-pagi”.

Saya tidak mau anak-anak hanya mendapatkan sisa waktu dan sisa tenaga setelah bekerja seharian di kantor ditambah macetnya perjalanan menuju ke kantor dan pulang ke rumah, tetapi saat ini saya hanya bisa bermimpi dan berharap agar bisa punya usaha yang bisa saya jalani bersama suami, bisa berkembang dan menjadi besar, juga berkah tentunya.

Saya amat prihatin dengan ibu-ibu TKW yang bekerja di luar negeri demi menghidupi keluarganya, boro-boro bisa pulang sebulan sekali, setahun sekali saja sudah alhamdulilah.Masih beruntung saya yang setiap saat bisa telpon, dan setiap hari bisa pulang ke rumah walaupun itu sudah sore menjelang Magrib.Saya selalu berdoa agar saya bisa menjadi orang tua yang bisa dibanggakan oleh anak-anak saya kelak.

Tidak ada anak-anak yang minta dilahirkan, yup betul sekali,justru kita sebagai orang tua yang ingin sekali punya anak, punya keturunan, jadi hadirnya anak-anak adalah pelengkap kebahagiaan kita.Apapun yang mereka perbuat terhadap kita seperti membuat kita kesal/ bete, bikin kita capek, seharusnya bukan menjadi keluhan tetapi menjadikan moment pelengkap kebahagiaan kita.

Sekali lagi, anak-anak itu cepat besar,rasanya baru kemarin menyusui mereka,dan mengganti popoknya, mendengar tangisannya yang kadang bikin bingung.
Moment usia mereka tidak akan terulang, semoga kita bisa memanfaatkan sebaik-baiknya.

I won’t always cry ‘mommy’ when you leave the room,
and my supermarket tantrums will end too soon.
I won’t always wake, daddy, for cuddles through the night,
and one day you’ll miss having a chocolate face to wipe.
You won’t always wake to find my foot kicking you out of bed,
Or find me sideways on your pillow where you want to lay your head.
You won’t always have to carry me in asleep from the car,
Or piggy back me down the road when my legs can’t walk that far.
so cherish every cuddle, remember them all.
Because one day, mommy, I won’t be this small.

***

I don’t know who the author is, but I do love this poem, makes me cry.

Read Full Post »

Older Posts »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

blog belalang cerewet

berbagi inspirasi, menguatkan harapan

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

RedDoorz Blog

Blog Traveling dan Tips

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Personal Blog - Jejak Mata, Rasa dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination