Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘masa kecil’ Category

Jaman saya kecil dulu, kue atau makanan jajanan itu ngga sebanyak sekarang, mau pilihan apa aja ada. Dulu sebelum berangkat sekolah pagi, ada mpok-mpok yang jualan kue tradisional, seperti gemblong, ongol-ongol, kue cincin, klepon, getuk dan ketan bumbu serundeng.

Ngga tau kenapa, apa karena sekarang saking banyaknya pilihan jajajan, tetep aja kue jaman saya kecil tetap jadi favorit saya. Malahan kalau kita beli di Le- Gourmet gitu, seperti kue talam, wajik, dan lain-lain, harganya persatuan bisa hampir 10 ribu lho, ukurannya juga kecil.

Yang saya kangenin makanan masa kecil itu sebenernya kue ongol-ongol, warnanya coklat dan lembek-lembek kenyal gitu teksturnya rasanya agak manis. Saya sih jarang nemuin kue ongol-ongol ini di pasar tradisional dekat rumah.

Makan kue ongol-ongol itu bisa bikin mengingat kenangan semasa saya usia SD, dan emang ya usia SD itu usia beneran main-main sama temen-teman, tetangga, temen sekolah juga sering main ke rumah, atau gentian saya yang main ke rumah mereka.Lokasi sekolah cukup jauh, tapi kami berangkat dan pulang biasa jalan kaki bersama-sama, ngga terasa lelah malah senang aja, dan dulu itu cukup aman, orang tua juga dengan rela melepas anak-anaknya sekolah sendiri.

Padahal kalau lihat resepnya sih ngga gitu susah sebenernya, jadi kalau pas kita kangen masa kecil dengan makan ongol-ongol, hehehe.. tapi ya gitu deh, emak-emak jaman sekarang kan pilihnya yang praktis kalau ada beli, ya beli aja, kasian kan ntar yang jualan ngga ada yang beli, hahaha.

Selain ongol-ongol, waktu SD, jajanan saya di sekolah itu ada namanya bakso kojek, dicampur sama bumbu kacang, alaamaaak itu enaaknya sampe ngga ketulungan, jajanan murah meriah, kalau ngga salah harga 50 perak bisa dapat sepiring kecil, belinya pas jam istirahat, dimakan panas-panas pakai bumbu kacang, endes surendes deh.

Nah kalau sekarang ada juga, namanya cilok, modelnya juga sama, makannya dicampur sama bumbu kacang, dan bervariasi, ada yang isinya dikasih daging, dikasih keju juga ada atau cuma dicampur sama daun bawang biasanya. Ini juga banyak dijual di sekolah-sekolah SD.

Saya browsing dan dapat nih resep ongol-ongol, siapa tau kapan-kapan kalau lagi isengnya lagi kambuh, boleh juga dicoba bikin, ngga gitu susah kayaknya.

Bahan Untuk Membuat Resep Ongol-Ongol:

  • 100 gram kelapa, diparut panjang, lalu dikukus
  • 125 gram tepung sagu
  • 180 gram gula merah, disisir
  • 350 ml air matang
  • Daun pandan secukupnya

Cara Membuat Resep Ongol-Ongol

  1. Pertama-tama, campurkan tepung sagu dengan air matang sebanyak 120 ml, lalu aduk merata.
  2. Rebus sisa air dengan gula merah dan daun pandan sambil diaduk-aduk sampai mendidih, kemudian angkat.
  3. Campur larutan tepung sagu dengan rebusan air gula merah yang telah dibuat sebelumnya, aduk sampai tercampur merata, lalu masak menggunakan api kecil sampai mengental.
  4. Tuang ke dalam wadah, kemudian dinginkan.
  5. Bila Ongol-Ongol sudah mengeras dan dingin, potong-potonglah sesuai dengan selera. Bisa berbentuk kotak atau wajik.
  6. Sajikan bersama dengan parutan kelapa yang telah dikukus sebelumnya.

Kalau ngga mau pakai kelapa juga ngga papa sih, tapi parutan kelapanya itu yang bikin tambahan rasa gurih dan asin sedikit untuk perpaduan rasa manis dari ongol-ongolnya.

Yaah sekali-kali buat mengobati kerinduan makanan masa kecil, ayoo lah dicoba bikin, dengan catatan ngga lagi males, hahaha.

 

Read Full Post »

Minggu lalu, saya pergi ke kondangan temen semasa kecil, teman main dari kecil,dan alhamdulilah, masih bisa silaturahmi sampai saat ini. Kami bertemu dengan banyak tetangga semasa kecil, banyak yang sudah berubah penampilannya, rata-rata sih jadi lebih melar…hehehehe.Dulu kami tinggal di Jalan Bangka, Jakarta Selatan, di lingkungan asli Betawi, tetapi dikelilingi oleh tetangga dari berbagai suku, ada Jawa, Sunda, Manado, Batak, dan keluarga kami dari Bengkulu.

Di tengah berbagai adat dan karakter masing-masing, kami semua sudah seperti keluarga, sejak lahir sampai lulus SMA saya tinggal di sana sebelum pindah ke Pondok Bambu, Jaktim.

Akhirnya teman saya, Etik, yang sebaya dengan saya, menemukan jodohnya di usia 41 tahun.Sering sekali dia menangis kalau curhat soal jodoh, sering kata dia, “loe sih enak Dis, udah punya anak,punya suami, jadi bisa ngomong, jalanin aja sambil terus berdoa, tapi gue suka ngga tahan sama omongan orang-orang, yang bilang gue perawan tualah, ga lakulah, macam-macam deh” ungkap Etik berulang kali.

Saya ikut terharu dan ikut berbahagia, waktu Etik telpon saya, dan dia bilang,” Dis, gue mau nikah nih, berkat doa loe juga” , alhamdulilah…..tuh kan Allah udah siapin kok jodoh loe, cuma waktunya aja baru sekarang, yang penting kan kita sabar dan ikhlas sama apapun takdir kita”.

Tadi siang, kami sekeluarga, beserta Ayah ibu,adik dan keponakan semua datang ke acara pernikahan Etik yang terbilang cukup sederhana, Etik sempat menangis ketika Ayah saya menyalaminya, dan Ayah sayapun ikut menitikan air matanya.

Karena kami semua sangat tahu kondisi keluarga Etik, dulu ayahnya menikah lagi, dan ibunya tidak menerima, lalu bertengkar dengan menggunakan benda tajam dan akhirnya membawa ibu Etik ke penjara.Kami semua ikut prihatin dengan keadaan Etik pada saat itu.Etik tidak melanjutkan sekolah, hanya berhenti sampai SD, begitu juga dengan adiknya, Emi.

Tahun berganti tahun, semua terlewati dengan tabah, dan ikhlas, sampai saat ini mereka masih tinggal di rumah yang dulu.Emi sekarang menjadi guru mengaji, dan Etik sekarang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di mess kantor saya.

Etik adalah sosok seorang gadis yang jujur, penakut dan tidak percaya diri, berbeda dengan keponakannya yang sekarang malah sudah dua kali menikah dan punya anak 7, hehehehe.. antara bumi dan langit deh perbedaannya.

Sudah banyak perubahan di daerah tersebut, rumah-rumah yang dulu sepanjang jalan Bangka Raya sudah menjadi cafe, toko-toko atau sekolah.Terlintas di benak saya, dulu saya sering berjalan kaki pergi ke sekolah, dan ada Mesjid besar di pinggir jalan, Ridayus Abidin kalau ngga salah.Kami dulu sholat tarawih dan sholat Ied di mesjid tersebut, jadi kangen masa-masa kecil……..

Banyak kisah-kisah suka dan sedih kami sekeluarga di sana, dan kita semua tidak ada yang sempurna, bersyukur masih ada waktu untuk menjalani hidup dan mendekatkan diri terhadap sang Pencipta.
Sayangnya, saya tidak sempat berfoto ria pakai hp saya, karena saking senangnya bisa bertemu dan ngobrol ngalor ngidul dengan para tetangga, saling bertukar cerita.

Read Full Post »

Ma, aku lemess nih, sekarang, jam berapa sih? ( foto diambil dari cuteabis.com)

Ma, aku lemess nih, sekarang, jam berapa sih?
( foto diambil dari unyu.com)

Setelah menjadi orang tua, ternyata untuk mengajak anak berpuasa itu ngga gampang lho.Waktu Alifa SD kelas 1, saya sudah coba bangunin Alifa untuk makan sahur, tapi susah juga, dan pagi-paginya, dia bilang, ” kok, mama ngga bangunin aku sih?” naaah kan…

Adeknya yang bulan Juli ini akan jadi anak SD, saya juga coba bujuk untuk puasa, kata dia sih, “aku mau puasa ya Ma”.. ok ok kata saya.Dan sudah berkali-kali minum, kalau saya tegur, katanya, aku lupa mah.. dan ujung-ujungnya, Maah.. karena sering lupa, aku ngga jadi puasa ya Mah…halaaah.

Jadi inget waktu masa kecil saya, tepatnya sih ngga tau juga, kelas berapa saya mulai puasa full satu hari.Saya ingat waktu dulu, ngibul-ngibul atau nyuri-nyuri minum air segelas, terus magribnya ikutan buka puasa.Dalam hati.. iiih.. payah loe, dan nyesel juga, kenapa tadi ngga bisa nahan haus.

Hari pertama puasa, Alifa saya suruh coba puasa juga, dan ternyata jam 11 siang, dia nangis-nangis minta makan, ” maaaaaa…… aku lapar beneran ini..huaaahaaa….huaaaaaa…. Akhirnya ngga tega juga, karena dia baru selesai sakit DBD minggu lalu, dan kata suami saya, biar aja, orang lagi pemulihan sakit kok dipaksa puasa.

Ya udah deh, nanti pelan-pelan, saya coba bujuk lagi biar puasa sambung.Alifa yang makannya agak susah, seringnya nyemil-nyemil, jadi kan pas buka puasa, pasti lapar sangat.Niat saya sih, biar mereka nyoba puasa sampai siang dulu lah, terus lanjut puasa lagi,dan buka sampai magrib, tapi belum kesampaian juga sampai saat ini.

Saya sih ga maksa kok, apalagi katanya nih, Puasa tidak diwajibkan untuk anak-anak sampi dia balig berdasarkan sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam:

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثَةٍ : عَنْ الْمَجْنُونِ الْمَغْلُوبِ عَلَى عَقْلِهِ حَتَّى يفِيقَ ، وَعَنْ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ ، وَعَنْ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ (رواه أبو داود، رواه 4399، وصححه الألباني في صحيح أبي داود)

“Pena diangkat (gugur kewajiban) dari tiga; Orang gila yang hilang akal hingga sembuh, orang tidur hingga bangun dan anak kecil hingga bermimpi (balig).”

(HR. Abu Daud, 4399 dishahihkan oleh Al-Albany dalam shahih Abu Daud)

Tapi Insya Allah sebagai orang tua yang ingin anaknya bisa belajar kewajiban yang diperintahkan oleh Allah, juga bisa membuat anak-anak dan kita sebagai orang tua menjalankan perintahnya dengan kualitas yang makin baik dari hari kehari.

Read Full Post »

Di usia saya sekarang, saya sudah berkeluarga dan punya dua anak yang lucu-lucu, berkah dan anugrah yang tak terhingga dari Allah, terima kasih Ya Tuhan atas segala nikmat dan karunia Mu kepada saya.

Tak terasa, beberapa hari lagi menjelang bulan Ramadhan akan kita sambut, dan selalu yang teringat adalah masa kecil saya selama ramadhan. Saya dulu tinggal di Jalan Bangka, Kemang, Jakarta Selatan. Kira-kira di tahun 80 an, dan saya sudah mulai ikut teman-teman untuk bertarawih di Mesjid dekat rumah, namanya mesjid Riyadul Abidin, mesjid tersebut adalah satu-satunya mesjid yang terletak di pinggir jalan Bangka Raya dan juga dekat rumah saya, bisa ditempuh dengan berjalan kaki hanya 10 menit saja.

Setiap hari saya dan teman-teman, selalu tarawih, lebih banyak sih di mesjid dekat rumah, pernah juga kadang-kadang mencoba mesjid lain yang tidak begitu jauh juga tetapi lebih seringnya di mesjid Riyadul Abidin itu. Kami selalu mengetek tempat sholat, jadi biasanya sajadah sudah kami jejer, kami siapkan untuk teman kami yang lain atau untuk orang tua kami, dan lokasinya biasanya di belakang,dekat tembok, karena kami bisa istirahat sambil senderan kalau kami capek, malah sering juga kami bawa makanan/jajanan yang kami santap sambil istirahat.

Menjelang magrib, biasanya kami selalu bermain di sekitar rumah, dan minuman favorit saya adalah es kelapa, biasanya Ayah saya pergi  naik motor untuk beli es kelapa tersebut, seger banget kan, buka puasa pakai es kelapa?…hmmmm….slluuurrrp…  Zaman dulu ga ada tuh yang namanya buka bersama seperti sekarang, biasanya kita buka puasa ya di rumah masing-masing, sedangkan jaman sekarang, sering sekali dapat undangan buka puasa bersama dari teman sekolah, teman kantor dulu atau teman main.

Suasana yang terasa pada bulan Ramadhan sewakt u saya kecil, amat beda dengan suasana sekarang, saya sangat menikmati ramadhan masa kecil saya, setiap habis sholat subuh berjamaah, biasanya kita jalan-jalan keliling sampai menjelang pagi hari dan langsung pergi sekolah. Dari ujung ke ujung sepanjang jalan di Jl.Bangka, ramai orang-orang berjalan kaki, ada juga yang naik sepeda, tapi lebih banyak yang berjalan kaki sambil bersenda gurau dengan teman-teman, ada yang main petasan banting, saya juga pernah ikut-ikutan main petasan banting lho,..hehe…ada juga yang main petasan cabe rawit, petasan itu dipasang di tengah jalan, dan orang-orang akan minggir karena takut kena petasan dan ga lupa untuk tutup kuping karena bunyinya yang bikin pengeng.

Saya ingat waktu dulu, saya pernah ikut teman saya belanja ke pasar minggu, dan panas terik, kerongkongan haus, lemas… ga kuat nahan puasa, puasa saya akhirnya pecah, saya beli minuman di pasar minggu bareng teman saya, dan sampai rumah, saya ngakunya masih puasa,..hehehe.. maklum deh masih abg, ga kuat godaan dan malu kalau ketahuan sudah pecah di tengah hari bolong, padahal orang tua saya juga ga akan marah kalau saya bilang, saya buka tadi siang karena ga kuat, karena pernah juga waktu saya ikut Ibu saya belanja baju lebaran ke pasar Blok A, Kebayoran, saya lemas tak terhingga, saya minta makan soto yang terkenal enak itu, ga kuat bo nahan godaan wangi soto dan perut yang lapar keroncongan.

Sebelum waktu sahur, beramai-ramai orang-orang akan membunyikan kentongan pertanda waktu sahur,sambil teriak ” SAHUUUUR… SAHUUUUURRR”, kalau sekarang, di lingkungan saya di Bekasi, Galaxy, tidak ada orang teriak-teriak, pakai kentongan, hanya ada bunyi tiang listrik dipukul pakai uang receh, jadi bunyinya kecil sekali…”tiiing.. tiiingg” gitu . Acara TV jaman dulu, ga ada yang namanya OVJ Sahur, Ketoprak Sahur dan lain-lain, makanya kita-kita sering bikin acara hiburan sendiri setelah sholat subuh, ya itu tadi, jalan-jalan atau main petasan. Walaupun begitu, kesannya sangat terasa dan terkenang sampai saya besar, saya justru kangen masa-masa itu, dan saya selalu menunggu Ramadhan yang selalu berkesan, ramai,ceria tanpa memikirkan keperluan macam-macam. Sedangkan sekarang, saya harus memikirkan beli bingkisan untuk keluarga, untuk tetangga, satpam, orang mesjid, pembantu, dan pastinya baju lebaran untuk anak-anak, kalau saya dan suami mah pakai baju ala kadarnya aja, karena bukan prioritas.

Saking sering berisiknya anak-anak kalau tarawih di mesjid, pengurus mesjid sering sekali mengusir anak-anak, dan menyuruh anak-anak untuk sholat di luar mesjid, di halaman, agar tidak mengganggu orang lain yang ingin sholat, biasanya, anak-anak laki-laki yang nakal-nakal pasti kena semprot oleh penjaga mesjid, kalau saya karena termasuk anak perempuan yang ga berani aneh-aneh, dan takut juga kalau dimarahin, makanya saya dan teman-teman saya yang perempuan,selalu tertib dan tidak berani macam-macam.

Apapun suasana ramadhan, saya yakin setiap tahun ga akan sama, dan semoga masih bisa beribadah di bulan yang penuh rahmat dan berkah tahun ini, semakin baik dari tahun ke tahunnya dan makin banyak rejeki agar bisa berbagi lebih banyak, Amiin ya Rabb…

Untuk semuanya, saya mohon maaf lahir dan batin ya.. ( sambil menatap mata dengan penuh makna dan berpelukan dengan erat… hiksss.. hikssss…*berlinangan air mata*)

Read Full Post »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

RedDoorz Blog

Blog Traveling dan Tips

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata, Rasa, dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination