Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘doa’ Category

Alhamdulilah, kedua orang tua saya masih hidup, dan berarti kami masih diberi kesempatan untuk bisa berbakti dan membahagiakan keduanya.Saat ini ibu saya sedang sakit dirawat di ICU RS.Polri, Kramat Jati, sebelumnya juga sudah dirawat di RS.Harum selama 2 minggu, dipulangkan oleh dokter penyakit dalam, namanya ibu Heriyati, dan beliau bilang, “ibu mau ngontrak di sini?” karena sudah cukup lama mungkin, lagipula siapa juga yang mau berlama-lama di RS? saya sudah berniatan untuk mengeluarkan secara paksa karena tidak ada kejelasan, dan sehari di rumah, drop, tekanan darah rendah, menurunnya kesadaran, lemas, tidak ada tenaga.Esoknya kami bawa ke RS.Persahabatan yang lebih lengkap, ternyata di IGD kondisinya penuh, sampai waiting list ada 3 orang lagi, orang IGD menyarankan untuk dibawa ke RSCM yang lebih lengkap, tetapi mengingat jarak yang cukup jauh, dan iya kalau ada tempat, akhirnya karena darurat, kami bawa ke RS.Antam Medika di Pulogadung.Menurut orang RS.Persahabatan, di Antam juga menerima pasien BPJS, tetapi pas kami tiba di sana, mereka menerima pasien BPJS Ketenagakerjaan, bukan BPJS Kesehatan. Berhubung sudah masuk IGD di RS.Antam, dan disarankan masuk ICU, kami setuju saja, yang penting penanganan awal dulu saja.

Setelah diobservasi, diberikan obat2an yang diperlukan, ditransfusi darah, kondisi ginjal yang tidak bagus, irama jantung yang tidak teratur, dan kaki jempol infeksi gangrene yang ternyata saya baca-baca memang menyebabkan sepsis, akibatnya kondisi penderita lemas, tekanan darah rendah,mual, pusing.

Hari ketiga di sana, tagihan sudah lumayan cukup membuat saya kaget, hampir 30 juta, jadi saya minta pindahkan ke RS lain yang menerima BPJS.Dibantu oleh pihak RS, kerja sama dengan pihak ambulance swasta, Pratama Medika, dari mereka dicarikan kamar dan dapat di RS.POLRI Kramat Jati.Akhirnya kami pindahkan ke sana dan ditempatkan di ICU.

Awalnya bermula dari kondisi ibu saya yang sesak napas, dan vertigo, karena mungkin salah makan, saya dengar makan duren yang dibawa adek saya, lalu karena perut kembung, adek saya belikan soda susu yang menurut dia, bisa mengeluarkan angin dalam perut.Tetapi malah ibu saya makin sesak napas, dan dibawa adek saya ke UGD  di RS.Harum, Kalimalang, Jaktim.

Sempat dirawat di ICU 2 malam, ada cairan di paru-parunya, lalu dirawat di kamar biasa,setelah seminggu, ada luka di jempol, yang ngga jelas berawal di mana dan kapan.Ketahuan waktu ibu saya ke WC, lalu naik ke tempat tidur, jempolnya berdarah, dan langsung diberikan betadine. setelah lapor ke suster, hanya dikompres betadine dan diberikan antibiotic, katanya juga sudah dikonsul ke dokter bedah juga dan di rontgen, tetapi ketika saya tanya soal bagaimana tindak lanjutnya, saya diminta tanya ke dokter langsung, suster ngga bisa menjelaskan, tapiiii.. kapan bisa ketemu dokternya??? jam visit ngga menentu kan? kalau memang saya harus konsul, bayar pribadi juga ngga papa kok.

Saat ini, ibu saya sudah kembali ke rumah  setelah dirawat di RS.Polri selama 5 hari, amputasi jempol yg disarankan oleh dokter bedah, ternyata oleh dokter jantung tidak disarankan karena resiko tinggi.

Dipulangkan, agar dirawat sendiri lukanya.Saya mencoba cari tahu di internet soal luka diabetes, mengenai penangangannya dan perawatnya. Saya akhirnya panggil perawat ke rumah lewat jasa caredise.com dan kemarin, jempol ibu saya dipotong karena memang jaringan sudah mati.

Kasihan dan sedih lihatnya, ibu saya pasti shock dan ngga nyangka dari luka kecil mengakibatkan amputasi.

Menjaga orang tua sakit selain menguras tenaga juga menguras pikiran, saya dan adek-adek berkoordinasi siapa yang menjaga ibu karena sampai saat ini masih belum bisa bangun sendiri dari tempat tidur.

Saya copas tulisan yang baru saja saya terima lewat pesan WA, dan pas banget di saat ibu saya sedang sakit seperti sekarang ini.

Bila diantara saudara-saudara kita sekalian diberikan nikmat Sakit, jangan lah terlalu risau..

*TENTANG SAKIT*

_Suatu hari Rasulullah  SAW kedatangan seorang bapak dan anak gadisnya. Bapak tersebut meminta Rasulullah SAW untuk menikahi anak gadisnya dan mengatakan bahwa anak gadisnya merupakan anak yang sangat luar biasa dimana anaknya_ *sejak kecil sampai sekarang tidak pernah sakit*

Rasulullah SAW tersenyum dan beliau diberitahu oleh Malaikat Jibril untuk menolaknya karena *tidak ada kebaikan* dalam diri anak gadis itu.

Sungguh luar biasa makna dari sakit, ternyata dengan datangnya penyakit pada diri kita itu mendatangkan berbagai kebaikan.

Bahkan sebagian ulama mengatakan orang yang sedang sakit dipastikan orang tersebut sedang dicintai Allah…

*Sakit kalau kita sikapi dengan positif*

*Sakit itu “Zikrullah”*

Orang yang sedang sakit akan lebih sering menyebut Asma Allah dibandingkan ketika dalam sehatnya

*Sakit itu “Istighfar”*

Orang yang sedang sakit akan teringat dosa-dosa yang pernah diperbuat, sehingga lisan akan terbimbing untuk selalu beristigfar dan memohon ampunan kepada Allah.

*Sakit itu “Tauhid”*

Bukankah saat sedang hebat rasa sakit, kalimat thoyyibah yang akan terus digetar?

*Sakit itu “Muhasabah”*

Orang yang sedang sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri, menghitung-hitung bekal apa yang telah dikumpulkan untuk kembali menghadap Illahi.

*Sakit itu “Jihad”*

Orang yang sedang sakit tidak diperbolehkan hanya pasrah akan tetapi diwajibkan terus berusaha dan berikhtiar untuk mencapai kesembuhan.

*Sakit itu “Ilmu”*

Bukankah ketika sakit, kita akan memeriksa, berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri utk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit.

*Sakit itu “Nasihat”*

Orang sakit mengingatkan yang sehat untuk jaga diri. Yang sehat menghibur yang sakit agar mau bersabar,

Allah mencintai dan menyayangi keduanya.

*Sakit itu “Silaturrahim”*

Saat jenguk, bukankah keluarga yang jarang bertemu akhirnya datang membesuk, penuh senyum dan rindu mesra? Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah.

*Sakit itu “Penggugur Dosa”*

Orang yang sedang sakit sesungguhnya dia sedang dicintai sang Pencipta sekaligus sedang diberi ujian..tentu kalau diterima dengan sabar dan tawaqal akan merontokan dosa-dosa.

*Sakit itu “Mustajab Do’a”*

Sesungguhnya doa orang yang sedang sakit mustajab, maka saat kita menengok yang sakit disamping kita mendoakan maka mintalah doanya.

Imam As-Suyuthi  selalu keliling kota mencari orang sakit lalu beliau minta dido’akan.

*Sakit itu salah satu keadaan yang “Menyulitkan Syaitan”*

Orang yang sedang sakit diajak maksiat tak mampu dan tak mau. Dosa yang lalu disesali dan mohon ampunan.

*Sakit itu membuat “Sedikit tertawa dan banyak menangis”*

Satu sikap ke-Insyaf-an yang disukai Nabi dan para makhluk langit.

*Sakit meningkatkan kualitas “Ibadah”*

Rukuk – Sujud lebih khusyuk,

Tasbih – Istighfar lebih sering,

Bermunajat – Do’a jadi lebih lama.

*Sakit itu memperbaiki “Akhlak”*

Kesombongan terkikis, sifat tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan santun,7 lembut dan tawadhu’.

Dan pada akhirnya *”SAKIT”* membawa kita untuk selalu ingat akan*”KEMATIAN”*

 Sumber: unknown.

Semoga orang tua kami diberikan kesehatan, dipanjangkan usianya, usia yang bermanfaat, berikan mereka tambahan iman dan taqwa, kesabaran dan kebahagiaan.

Aamiin ya Rabbal alamin

 

Read Full Post »

CERITA KEHIDUPAN

Tulisan ini berawal dari keprihatinan, kesedihan dan kasih sayang…………….

Setiap insan yang berumah tangga, tentunya tak lepas dari segala macam cobaan, godaan dan dibutuhkan kesabaran yang tiada pernah ada batasnya.

Banyak pasangan muda yang memilih untuk berpisah, apalagi kalau si wanita juga sebagai wanita pekerja yang mempunyai penghasilan sendiri, tentunya kelompok wanita ini akan dengan lebih mudah memilih bercerai dari pada mempertahankan pernikahan yang sudah tidak kondusif lagi.Beda dengan wanita yang murni sebagai ibu rumah tangga, tanpa penghasilan, ditambah anak-anak yang masih membutuhkan biaya sekolah, sangat amat terpaksa untuk tetap mempertahankan pernikahan.Dengan pengorbanan di atas sakit hati, demi kelangsungan hidup anak-anak yang sudah menjadi tanggung jawab.

Memang tidak mudah untuk tetap menjaga keharmonisan di saat kondisi keuangan sulit, di saat salah satu pasangan sakit, di saat ada godaan wanita lain atau pria lain.Di sini peran setan sebagai penggoda sesuai dengan janji setan kepada Allah SWT yang akan terus menjerumuskan manusia agar menjadi temannya di neraka nanti.

Sebelum menikah, di masa pacaran, setan menggoda dengan rasa seperti, “ selalu ingin bertemu, selalu rindu dan malah sampai berbuat zinah.. naudzubilah”… tetapi pas sudah jadi pasangan halal, yang harusnya rasa rindu, rasa sayang malah oleh setan dibuat menjadi rasa benci,curiga, bosan, dan lain-lain yang negatif,….. agar apa??? Ya apalagi.. kalau bukan agar rumah tangga yang dibangun dengan niat karena Allah, demi mencari ridho Allah, demi menanam Pahala, malah menjadi berantakan.

Jadi.. istighfar.. selalu diperlukan setiap saat, setiap detik di tiap detak jantung kita.

Sebagai lelaki, sebagai kepala keluarga, tentunya tanggung jawabnya sangat besar untuk bisa mendidik istri dan anak-anaknya agar dijauhkan dari api neraka.

Saya amat kagum terhadap pasangan yang sudah lama, sudah kakek nenek tapi masih tetap mesra, harmonis dan saling mendukung di saat salah satu pasangan sakit contohnya.Di usia senja, tentunya wajah dan penampilan sudah tidak cantik dan ganteng lagi, sudah keriput, gigi sudah ompong, dan juga suami sudah tidak berpenghasilan lagi, karena sudah tidak bekerja, makin menambah kekurangan pasangan.Belum lagi makin tua, tentunya penyakit tua akan timbul, entah itu sakit gula, darah tinggi, kolesterol tinggi, asam urat dan lain-lain.

Saya sebagai anak, yang masih mempunyai orang tua tentunya ingin sekali dan berdoa kepada Sang Maha mengatur segalanya agar kedua orang tua saya, di usia senja mereka, di sisa usia mereka dalam menjalani takdir Allah, diberikan umur yang berkah, dan mereka akan terus saling melengkapi, saling mendukung dan saling menyayangi demi mencari Ridho Allah.Semoga Allah memberikan perlindungan, kasih sayang, menambah iman dan takwa mereka, memberikan ridhonya dan apabila mereka Engkau panggil, panggilah dengan husnul khotimah… dalam keadaan baik, dan dipelihara oleh orang-orang baik pula.

Apa sih yang kita ingin cari hidup di dunia ini sebagai hamba Allah? Apa sih yang kita jadikan tujuan sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah? Tak lain dan tak bukan adalah untuk beribadah kepadaNYA.

Dengan masih adanya umur, masih bisa sholat, masih bisa puasa, alhamdulilah banget….tentunya masih ada kesempatan kita untuk terus berbuat baik terhadap keluarga, terhadap sesama, dan bisa menambah ladang Pahala kita untuk persiapan pulang ke haribaan sang Khalik.

Keikhlasan dan kesabaran dalam menjalani hidup harus terus dipupuk dan dipelihara, jangan melihat dari sisi orang lain, pasangan lain yang menurut kita lebih sempurna dan lebih baik.

Kita selalu melihat kebun orang lain selalu hijau, selalu berbunga,… padahal kita tidak tahu, kalau setiap malam, tetangga tersebut menyiram dan memberi pupuk tanamannya jadi terlihat lebih indah.Begitupun dengan kondisi rumah tangga kita, apabila mau terlihat indah, terlihat sempurna, tentunya perlu pupuk dan perhatian yang lebih, juga saling mendukung satu sama lainnya.

Satu lagi kuncinya adalah “Bersyukur”…. Akan membuat hidup kita lebih sehat dan lebih bermakna.

Robighfirly waliwalidaya warhamhuma kama robbayani soghiro.

Ya Allah sayangilah kedua orang tua kami, sebagaimana mereka menyayangi kami dari kecil.

Aaamiin ya Rabbal alamin.

 

Salam dari anak2mu,

 

Read Full Post »

Alifa 10 tahun

Alifa 10 tahun

Sabtu lalu, adalah waktunya pembagian rapot untuk anak-anakku. Aku sebagai orang tua, tidak pernah terlalu berharap agar anak-anakku menjadi juara di sekolahnya.Menurutku, masa-masa anak-anak di Sekolah Dasar, adalah waktunya pembentukan ahlak/budi pekerti, waktunya anak belajar bersosialisasi terhadap orang lain.Sosialisasi terhadap guru, teman dan kakak kelas atau adik kelas.

Sebagai ibu bekerja, yang waktunya dari pagi sampai malam baru sampai rumah, tentunya tidak punya waktu untuk konsisten membantu anak-anak dalam hal belajar pelajaran sekolahnya.Pelajaran di sekolah SDIT Al Ikhlas 86, cukup banyak, karena ada tambahan selain dari kurikulum nasional.Pelajaran tambahan seperti bahasa Sunda, Fiqih, BTAQ,Sejarah Kebudayaan Islam, di mana aku kurang memahami pelajaran tersebut.

Tentunya amat tidak adil, apabila aku berharap anak-anak bisa mendapatkan nilai tinggi, tetapi sebagai orang tua belum maksimal untuk membantu mereka dalam mencapai nilai terbaik.Aku sadar,… amat sadar….

Apabila anak-anakku bisa mendapatkan nilai yang tinggi dan mendapatkan rangking di kelasnya, tentunya ini suatu anugrah dari Allah, dan juga tak luput dari bantuan ibu/bapak guru dalam membimbing anak-anak.

Alhamdulilah, Alifa naik ke kelas 5 SD, mendapatkan rangking 10 besar, sedangkan adiknya, Dammar naik ke kelas 3, dan mendapatkan peringkat 3 di kelasnya.

Semoga anak-anakku diberikan kesehatan, kecerdasan dan budi pekerti yang baik sebagai umat muslim yang bisa dibanggakan buat orang tua, agama, dan negaranya, aamiin ya Rabbal Alamin.

I am so proud of you kids….

Dammar 8 tahun

Dammar 8 tahun

 

 

 

Read Full Post »

WANITA

Wanita yang paling perkasa, kalau menurut bang Denny Siregar, adalah wanita yang bersedia di poligami.Sebagai istri, wanita ini betul-betul  taat kepada suami, dan ingin mencari ridhoNYA dengan mengijinkan suami berpoligami.

Jarang ada wanita seperti itu, banyak yang minta bercerai dari pada suami berbagi dengan wanita lain, ngga tahan melihat suami harus berbagi kasih sayang, berbagi cerita, berbagi waktu dan berbagi rejeki.

Sungguh memang betul, apabila ada wanita jaman sekarang yang betul-betul ikhlas mengijinkan suaminya untuk berpoligami, dia adalah wanita perkasa.Salut atas keikhlasannya, salut atas kesabarannya dan salut atas ketaatannya kepada suaminya.

Nah, masalahnya sekarang ini, suami ingin berpoligami itu harus bisa membedakan antara mana syahwat dan mana yang bukan, dibutuhkan keadilan dalam berbagi yang mana akan sulit dilakukan.

Banyak wanita yang akhirnya menahan sakit hati, dan tetap bertahan tetapi rasa hormat dan sayang terhadap suami sudah tidak ada lagi, mempertahankan perkawinan adalah hanya sebatas pura-pura demi anak-anak dan demi lingkungan.

Malu, kalau sampai terjadi perceraian di usia senja, di mana sudah ada anak cucu yang tentunya akan bisa melihat langsung kehidupan kakek neneknya.

Kakek nenek yang tentunya masih ada kesempatan diberikan usia agar bisa memperbanyak amal kebaikan dalam menjemput kematian agar bisa khusnul qotimah seperti yang diidam-idamkan.

Semoga para wanita yang aku kenal, khususnya ibuku, mama mertuaku, dan keluargaku juga teman-temanku, adalah wanita yang akan selalu dikenang karena kebaikannya dan nantinya bisa mendapatkan balasan yang berlipat ganda atas jerih payahnya untuk keluarga, aamiin.

Read Full Post »

Telephone Emergency

Tujuan HP nyala terus 24 jam itu salah satunya adalah buat emergency,karena orang tua kan tinggal di rumah hanya berdua, ke empat anak-anaknya sudah tinggal di rumah masing-masing.

Kemarin subuh, saya terima telpon, orang di sana, nangis-nangis, ” adek dirampok….” saya yang masih linglung karena baru kebangun karena bunyi telpon dan nyawa juga masih belum ngumpul banget….saya jawab lagi, ” haloo”… di sana nangis-nangis lagi…” adeeek dirampok…” saya langsung sadar, ini pasti penipu yang sering ngerjain orang malam-malam, ada yang kasih tau kalo lagi di kantor polisi, atau keluarga kecelakaan, dan lain-lain.Maka, langsung saya jawab, ” biarin aja” dan langsung saya tutup telpon.

Ternyata, pagi ini, tepatnya jam 2 pagi, HP saya berdering lagi, saya ngga mau angkat, karena dari nomor hp ngga dikenal, lalu HP kembali berdering, akhirnya saya angkat, tapi saya hanya mendengarkan saja, ada suara di belakangnya..” bilangin, kasih tau keluarga’,… aaah saya pikir, ini pasti penipu lagi.

Dan… HP bunyi lagi.. suara perempuan, ” maaf bu, ini keluarga bapak Atik Husein?.. ini dari RS.Harum, dan bapak kemari sendirian naik ojek, ini di UGD, bapak sesak napas tapi tidak ada keluarga yang menemani, bisa datang ke RS bu?” kata perempuan itu

Lemes, deg-degan….ya Allah.. berikan Ayahku keselamatan, berikan beliau perlindungan, berikan kesembuhan, doa saya dalam hati.

Saya hubungi adik-adik saya agar bisa datang ke RS, karena suami saya sedang kurang sehat, dan adik saya rumahnya di Jatiwaringin, lebih dekat posisinya di banding saya di Bekasi.

Saya coba bangunin suami saya, dan ajak dia ke RS, karena masih jam 2 pagi, jalanan juga masih sepi, jadi kami bisa sampai di RS Harum kurang dari 15 menit.

Setiba di sana, saya lihat adik saya sudah sampai di UGD, dan Ayah saya sudah lebih mendingan, karena diberi oksigen.

Sementara sudah mendingan, diperbolehkan pulang dulu, dan kontrol ke dokter jantung jam 8 pagi ini, karena kejadian sesak napas ini sudah pernah terjadi kira-kira dua minggu yang lalu.

Semoga bisa teratasi dan Ayah saya kembali sehat seperti semula.

Ya Allah, berikan kesehatan untuk ayah ibu saya, sayangi mereka, lindungi mereka, angkat penyakitnya.

Robbighfirli wali walidaya,warhamhuma kama robbayani soghiro, aamiin ya Rabbal Alamin

Read Full Post »

Tepat tanggal 7 Januari 2015, Mamah meninggalkan kami semua.Tak terasa, dua hari lagi menjelang satu tahun mamah Dien sudah tidak bersama kami lagi.

Awal tahun lalu, diawali dengan kejadian yang menyedihkan buat kami semua, karena mamah meninggal dengan mendadak, tanpa sakit, tanpa pesan-pesan sebelumnya kepada kami semua.

Semua kaget mendengar berita ini, kebiasaan mamah pagi-pagi keluar kamar, hari itu, mamah tidak keluar-keluar, dan asisten rumah tangga, merasa curiga, kenapa sudah jam 7 pagi, mamah belum juga keluar kamar. Yu Mah ( ART) berusaha mengetuk pintu kamar, dan jendela belakang kamar, tetapi tidak ada jawaban, sepertinya beliau ada di kamar mandi.

Pintu kamar terkunci dari dalam, dan Yu Mah tidak bisa masuk, dia mencoba menghubungi anak-anaknya, termasuk suami saya.

Jam 8 pagi, pintu kamar, baru bisa dijebol dengan linggis, dan ternyata mamah sudah tergeletak di kamar mandi, kemungkinan beliau akan mengambil air wudhu untuk sholat subuh, dan terjatuh tanpa satupun orang lain yang tahu.

Suami dan adik suami ( mbak Retno), membawa Mamah ke RS Pusat Otak Nasional di Cawang, ketika di cek di UGD, denyut nadi Mamah sudah tidak ada, dan sepertinya Mamah menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan menuju RS. Innalilahi Wa’inailaihi Rojiun, Allahuma firlaha warhamha waa’fiha wafuanha…

Maafkan kami Mah.. semoga mamah Dien diampuni dosa-dosanya, diluaskan alam kuburnya, diberikan tempat yang layak di sisiNYA.. aamiin ya Rabbal alamin.

Namanya sudah takdir dan ajal, kapanpun waktunya tiba, tanpa bisa ditawar-tawar lagi, semua pasti akan mengalami kematian, tidak tua, tidak muda, semoga kami semua bisa mempunyai bekal yang cukup untuk kembali ke sang Pencipta, aamiin.

Orang yang kita sayangi walaupun sudah tidak bersama lagi secara fisik, tentunya tetap meninggalkan kenangan di hati kita semua…semoga kami semua bisa berkumpul di SurgaNYA… aamiin aamiin ya Rabbal alamin.

Mamah Dien

Mamah Dien

 

 

Read Full Post »

Tak ada orang tua yang menginginkan keburukan untuk anak-anaknya, walaupun sering tanpa sengaja malah berakibat buruk terhadap mereka.

Tak ada orang tua yang menginginkan kegagalan untuk anaknya, walaupun cara mendidik kita sebagai orang tua malah bisa memicu sang buah hati mengalami kegagalan.

Menjadi orang tua jaman sekarang, sudah bukan saatnya harus otoriter, karena tindak tanduk kita menjadi panutan anak-anak untuk mengambil keputusan.

Beruntung kita sebagai orang tua jaman sekarang,banyak informasi yang tersebar di mana-mana, asal kita mau mengambilnya.Buku-buku parenting banyak dijual di toko buku.Jangan pelit berinvestasi ilmu dengan membeli buku-buku semacam itu.

Sebagai ibu bekerja, saya amat berharap bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan anak-anak, tetapi kenyataannya, pulang kerja, seringnya sudah lelah, dan kita harus memotivasi diri sendiri, untuk terus kuatkan niat demi tujuan agar bisa lebih dekat dengan anak-anak.

Jangan sampai tau-tau anak-anak sudah besar, dan belum banyak waktu kebersamaan yang kita lalui.

Dalam soal pelajaran sekolah, terus terang, saya tidak bisa maksimal untuk menemani mereka belajar, bisa membujuk si bontot untuk membereskan buku sekolahnya saja, itu sudah perjuangan besar, apalagi disuruh membaca pelajaran, waahhh… saya harus teriak-teriak dulu baru didengar, hehehe.

Saya tidak terlalu menargetkan anak-anak harus bagus semua nilai pelajarannya, karena sadar diri, saya orang tuanya aja, boro-boro bisa semua pelajaran, guru saja juga megang hanya 1 atau 2 bidang mata pelajaran kan? masa’ anak-anak harus dipaksa untuk bisa/bagus nilainya di semua bidang.

Alhamdulilah, di sekolah anak-anak, setiap tahun diadakan kegiatan lomba-lomba seperti calistung, tahfiz, story telling, MC, dll.Dan Alhamdulilah baru tahun ini, kedua anak saya bisa diikutkan sebagai calon peserta lomba.

Alifa ikutan pembinaan untuk lomba tahfiz, dia harus hapal jus 30, yang surat-surat pendek, sedangkan adiknya Dammar terpilih untuk ikutan lomba Calistung.

Saya tidak mengharuskan mereka menang, tetapi lebih mementingkan prosesnya untuk ikut lomba tersebut, bagaimana anak-anak harus belajar lebih giat dari temannya, dan bagaimana menyiapkan mental untuk menjadi sportif, dan kalau menang, itu bonus.

Dalam acara menyambut Tahun Baru Islam, 1 Muharam yang lalu, Alifa berkesempatan ikut lomba pidato, dan alhamdulilah dia menang juara 1, semoga makin rajin, tidak sombong, rajin sholatnya, taat sama ortu, sehat, bahagia di dunia dan akherat.

Calon pemimpin bangsa

menikmati masa kanak-kanak

menikmati masa kanak-kanak

 

Calon pemimpin bangsa

Calon pemimpin bangsa

 

calon pemimpin

calon pemimpin

Read Full Post »

Lebaran tahun ini, lebaran pertama tanpa kehadiran Mamah Dien.Biasanya, setiap selesai sholat Ied di lingkungan rumah masing-masing, kami berkumpul di rumah Mamah di Kali malang, Jakarta Timur.

Menu rutin mamah untuk santapan lebaran itu, biasanya selalu ada ketupat, opor ayam, sambal goreng kentang ati, telur petis khas Surabaya.
Dan untuk mengobati kangen, adik ipar saya minta tolong asisten rumah tangga yang sudah ikut mamah lebih dari 20 tahun, Yu Mah, untuk bisa buatin masakan seperti masakan mamah saat lebaran.

Malam takbiran, diantara bunyi petasan dan bunyi takbiran mengumandangkan kebesaran Allah,rasa rindu akan kehadiran mamah dan rindu akan datangnya lagi bulan Ramadhan, membuat saya agak sedikit melankolis, menitikkan air mata sambil mengenang almarhum mamah Dien.

Sudah 6 bulan sejak berpulangnya mamah ke sang Maha Pencipta, tetapi sampai kapanpun kenangan akan sosok mamah pasti tidak akan bisa dilupakan.

Sehari sebelum lebaran, saya mampir ke rumah mamah untuk ambil masakan yang sudah disiapkan oleh Yu Mah, dan karena sudah waktunya makan malam, saya berinisiatif untuk makan saja ketupat dan opor ayam di rumah mamah.Anak-anak juga ikut makan di meja makan yang biasa, dan seperti masa-masa masih ada mamah, bayangan beliau berdiri di depan pintu kamar beliau, sambil tersenyum, lalu menyapa kami,” lhooo Ifa.. Dammar.. kapan datang?, kok eyang ngga tau, enak ngga masakannya?” dan kami serentak menjawab, ” enak….”
Daaaan….. bayangan dialog itu seperti nyata, bukan hayalan.

Hari pertama Lebaran, kami berkumpul di rumah kakak mamah Dien, yaitu pak De Gatot, dan lalu ke rumah orang tua saya, dan lanjut ke rumah mertua dari adik ipar saya di Ciputat.
Dan tanpa bisa dihindari, kami semua membicarakan almarhumah mamah Dien,lebaran tahun lalu, saat di rumah orang tua saya, masih terkenang, mamah Dien duduk di sofa pojok bersebelahan dengan ibu saya.

Hari ketiga lebaran, kami ziarah ke makam bapak mertua, di TMP Kalibata, seperti biasa, para peziarah cukup ramai saat Idul Fitri.

Hari keempat lebaran, saya baru bisa berziarah ke makam mamah Dien di San Diego Hills, Karawang, dan kami berempat, berdoa serta membaca Al Fatihah untuk almarhumah mamah Dien.

Semoga almarhum Bapak Shindu Kasnan dan almarhumah Mamah Mardieningsih bisa tenang di alam kubur, dihindarkan dari siksa kubur dan dapat dipertemukan kembali di SurgaNYA kelak, aamiin.

Semoga tenang ya Mah, doa kami selalu

Semoga tenang ya Mah, doa kami selalu

Read Full Post »

Penyakit gula darah tinggi atau biasa disebut diabetes sudah dialami oleh ibuku sejak beberapa tahun yang lalu.Dulu paling tinggi sampai 400, tetapi dua minggu yang lalu, sampai 580 dan dokter mengharuskan beliau dirawat inap.
Menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan, awalnya di RS Harum, Kalimalang, Jaktim, tidak ada kamar yang tersedia hanya VIP, sedangkan kelas 1,2 dan 3 sudah penuh.Dari siang sampai sore kami kakak beradik berusaha mencari RS yang terdekat dari rumah yang bekerja sama dengan BPJS.Tidak ada satupun kamar yang kosong, kami sudah cek ke RS.Yadika, Pondok Bambu, Rs.Bunda Aliya, RS.Islam Pondok Kopi dan terakhir RS.Persahabatan, Rawamangun, Jaktim.
Semuanya penuh, kami terus berdoa agar dipermudah dan diberikan pertolongan oleh Allah, alhamdulilah, ketika adik saya cek lagi sore harinya ke RS.Harum, dan adik saya memang datang ke sana untuk sekalian tebus obat, ternyata ada satu kamar tersedia di kelas 3, pasiennya baru saja keluar.

Akhirnya ibu saya bisa dirawat dan dokter spesialis penyakit dalam yang merawatpun memang praktek di RS itu juga, jadi segala data pasien sudah ada di sana.
Saya sempat menunggui ibu saya, saya ambil cuti dari kantor, saya pikir, ini kesempatan saya sebagai anak perempuannya untuk merawat dan menjaga beliau.Meninggalnya mama mertua bulan lalu membawa hikmah dan renungan yang dalam, betapa kita memang seharusnya sebanyak mungkin memperhatikan kondisi orang tua kita sebelum terlambat.

ibu dan saya bergaya di atas motor ayah

ibu dan saya bergaya di atas motor ayah

Tugas dan kewajiban kita sebagai anak adalah berbakti kepada orang tua, apalagi ibu, sesuai perintah Rasul kita Muhamad SAW,
“siapa yang sebaiknya kita hormati?”jawabannya adalah,”ibumu, ibumu, dan ibumu lalu ayahmu”.
“Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” ( QS AL-Israa’:23).
“Amal-amal yang paling utama adalah: Shalat pada waktunya, berbuat baik kepada ibu bapak dan jihad di jalan Allah” ( shahih, shahiihul jaami no.1095).
Uraian beberapa kalimat diatas tentang berbakti kepada orang tua sering kita baca dan pada prakteknya sering terlupakan.

Sebagai gambaran betapa besarnya hak orang tua untuk dipergauli dengan baik oleh anak-anaknya, maka perhatikanlah hadits berkut ini: Seseorang datang kepada Nabi Shallalaahu alaihi sa sallam memohon izim untuk pergi berperang.Maka beliau bersabda: “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Orang itu menjawab,”Ya.” Maka Rasul bersabda: “Maka berjihadlah engkau dengan berbakti kepada keduanya.”

Mengapa yang selalu ditekankan adalah anak yang berbakti kepada orang tua? karena pada kenyataannya kasih sayang orang tua itu sepanjang hayat, sedangkan anak itu sering pamrih, kalau tidak ada perintah untuk berbuat baik kepada orang tua, saya rasa banyak yang menelantarkan orang tua mereka.Kita lihat saja di sekitar kita, kalau orang tua yang kaya raya, pasti anak ikut kaya raya, tetapi kalau anak yang kaya raya, belum tentu orang tua ikut kaya.

Setelah mengalami menjadi orang tua, dan juga masih punya orang tua, saya ingin agar anak-anak saya juga bisa bersikap sopan, berbakti dan sayang kepada orangtuanya, dan saya ingin memberikan contoh kepada anak-anak saya dengan berusaha bersikap baik kepada orang tua saya.

Semoga Allah masih memberikan kesempatan untuk saya bisa berbakti dan membahagiakan kedua orang tua saya.

mirip ya? doa para cucu2 untuk nenek tercinta, semoga sehat selalu

mirip ya? doa para cucu2 untuk nenek tercinta, semoga sehat selalu

Read Full Post »

Semalam kami berempat pergi ke mall Grand Metropolitan, Bekasi.Niatnya mau cari sepatu untuk kegiatan pramuka anak saya, Alifa.Setiap hari Sabtu, dia ikutan ekskul Pramuka, dan berhubung sepatu dia warnanya pinky, jadi mau cari sekalian dengan sandal adiknya.

Dari pagi, kami berempat sudah ikutan acara Petualang Cilik lagi di Rumah Perubahan, Renald Kasali di Kranggan.Kali ini yang ikutan selain sepupu-sepupu anak saya, ada juga anak teman saya yang sebaya Alifa dan Dammar.Dammar kembali ngambek karena minta sandal temannya, tetapi karena temannya tidak memberikan, dia kesal, dan minta ke saya sambil nangis-nangis.Setelah acara tersebut, kami mampir ke rumah Eyang, dan dikasih uang untuk beli sandal, karena Dammar melihat sang Eyang memberikan uang untuk beli sandal, jadi deh tuh anak maksa-maksa untuk nyari sandal malam itu juga.
Setelah dapat informasi dari teman saya, sandalnya merek apa, jadi kita mampir ke mall di Bekasi, mampir ke Matahari Dept.Store yang biasanya jual merek sandal itu, ternyata sampai di sana, model sandal yang dimaksud sudah tidak ada, jadi mungkin dari pada ngga jadi dibeliin, dia pilih model sandal yang tersedia di sana.Setelah keinginannya terpenuhi, kami memutuskan untuk mencari sepatu kakaknya, dan pindah ke Grand Metropolitan yang lebih sepi pengunjung.

Adiknya karena sudah puas dengan sandal barunya, dia pilih main-main ayunan yang memang disediakan di tengah-tengah mall lantai 2, kami berada di stand Bata, dan dia bilang, “nanti mama kesini ya”,kami sepakat bahwa kami akan jemput di tempat mainan yang jaraknya hanya dari pandangan mata juga terlihat.
Begitu saya memutuskan untuk sekalian membelikan sepatu juga untuk adiknya, karena katanya akan ada kegiatan Pramuka juga bulan depan, saya pikir, dari pada bolak balik, mumpung harga discount nih, jadi saya minta ke bapaknya untuk memanggil anak saya, tetapi ternyata anak saya sudah tidak ada di tempat ayunan tersebut.
Deg-deg plus panik plus plus doa dan khawatir, membayangkan anak saya hilang,kakaknya mencoba cari di toilet, dan bapaknya juga saya ngga lihat, ada di mana, dan lima menit kemudian, datang bapaknya dan anak bontot saya dari ujung, saya langsung peluk Dammar, sambil mau nangis dan mau marah rasanya.” Kamu kemana sih Dek? tanya saya” kata Bapaknya, ” nih, dia udah digandeng orang, hampir udah mau turun tangga eskalator, telat dikit aja, udah ngga tau deh tuh,” balas suami saya.

Ya Allah, terima kasih, anak saya selamat…..

Setelah reda panik dan deg-degan saya, saya tanya dia, bagaimana ceritanya sampai bisa pergi dari tempat ayunan, padahal stand Bata kan ngga jauh dari situ, kata anak saya,” aku kan liat dari tempat ayunan, mama ngga ada disitu, jadi aku nangis, terus ada ibu-ibu nanyain ke aku, dan aku dibawa nyari security”.

Sudah dua hari yang lalu, saya mulai dapat tamu bulananan, dan sepertinya hormon juga sedang tidak bersahabat terhadap emosi saya, bawaannya yang cepat marah, cepat kesal terhadap apapun yang terjadi di sekitar saya.
Anak saya yang bontot, memang kelakuannya perlu ekstra sabar menghadapi tingkahnya, apalagi egois dan cepat ngambeknya masih saja sampai sekarang walaupun sudah kelas 1 SD.Beda memang ya anak cewek dengan anak cowok, anak cowok itu dewasanya emang beneran lebih lama, jadi masih kanak-kanak terus rasanya, boys are always boys.. gitu katanya ya?

Walaupun kesalnya saya terhadap anak saya, tapi siapa yang tidak meleleh mendengar dia bicara,”aku pikir sampai mati, aku ngga bisa ketemu mama lagi”.Dan sambil jalan saya peluk, saya cium, sambil berkata,” ini pelajaran ya buat adek, kalau dibilang jangan pergi-pergi, ya harusnya jangan pergi-pergi, atau cek ke tempat mama sebelumnya, jangan langsung pergi ke tempat lain, dan percaya sama Mama, mama ngga akan ninggalin kamu, kalau kamu hilang, kamu emangnya mau ya tinggal sama orang lain, kan sering kamu bilang, kamu sebel sama kakak, sebel sama mama,… dan dia jawab,” ngga.. aku ngga mau tinggal sama orang lain”.

Memang sesuatu itu akan sangat berarti apabila sudah tidak bersama kita lagi, dan biasanya kesadaran itu datangnya sudah terlambat, semoga sebelum terlambat, kita bisa dapat mencurahkan segenap perhatian, kasih sayang dan cinta kita terhadap keluarga kita, khususnya juga orang tua kita.

Ya Allah, sayangilah kedua orang tuaku sebagaimana mereka menyayangiku sedari kecil, ya Allah jadikanlah kami orang tua yang sholeh/sholehah agar bisa menjadi orang tua yang ideal buat anak-anak kami dan bisa mendidik mereka untuk menjadi anak-anak yang dibanggakan, anak yang berbudi pekerti baik, bernasib baik, dan berguna/bermanfaat untuk sesama,aaamiin ya Rabbal Alamin.

Dammar Fazli Bharoto

Read Full Post »

Older Posts »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

blog belalang cerewet

berbagi inspirasi, menguatkan harapan

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

RedDoorz Blog

Blog Traveling dan Tips

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Personal Blog - Jejak Mata, Rasa dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination