Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘ceritaku’ Category

I really believe that I am a lucky person… why?? because I have so many blessed from God…

“Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?” that is so damn true though?

I will share my bless this month.. but it doesn’t mean that if I don’t write here, is not a blessed, no I don’t mean it at all.

So, here are some of that:

  1. I joined the selfie photo competition held by PPD company, and I won.

The announcement for the winner

2. And the second one, just a couple days later, when I checked the instagram, I saw a notification that I also won the give away quiz from Rocking Mama and Zuna Sport.

quiz give away

3. Another gift this month is, I also one of the winner for photo competition in our office, and the winner can get free exclusive lunch at hotel Fairmont.

Thanks God….I am so blessed….

free exclusive lunch

4. Last but not least.. this is not about a winner or competition, but I had a chance to meet the youtuber and beauty vlogger, Rachel Goddard, she bought the apartment belongs to my husband’s family. My children like her video on youtube.

with rachel goddard, the indonesian beauty vlogger

I am sure, I should more thank to Allah, this is more than I can expected.

I pray for our happiness, healthiness and wealthiness and for you too of course.. Aameeen…

 

 

Iklan

Read Full Post »

 

Selama liburan akhir tahun, kami sekeluarga tidak ada rencana untuk pergi kemana-mana kecuali hanya kumpul keluarga di rumah.Seharusnya anak-anak sudah mulai sekolah lagi sejak tanggal 2 Januari 2018 untuk semester keduanya.Karena kantor saya masih libur dan baru masuk tanggal 4 Januari, jadilah dadakan saya tanya ke suami,”pak, liburan nginep aja di hotel yuk, ngga usah jauh-jauh, ke Sentul aja atau Bogor kotanya gitu, kata saya.Suami mengiyakan, dan seperti kebiasaan yang sudah-sudah, bagian travel coordinator ya saya.

PILIH-PILIH HOTEL

Mulailah saya browsing untuk lihat-lihat hotel di Sentul, dari dulu pingin staycation di Aston Sentul, tapi kok pas browsing untuk stay di tanggal 2 Jan, harganya masih di atas 1,4 juta, kemahalan buat saya.Lanjut lagi cari ke hotel lain, dan pas lihat di booking.com ada Desa Gumati Resort, saya ingat dulu kira-kira 9 tahun lalu, kantor saya pernah ada acara outbound (saya ngga ikutan saat itu) sepertinya tempatnya luas, seru dan ada banyak permainan yang bisa dimainkan oleh anak-anak saya.Ada water park dekat situ juga, jadi saya ngga pakai baca-baca lagi review orang-orang terhadap Desa Gumati resort ini, dan tambahan lagi, kamar yang mau saya pesan dengan tipe Grand Deluxe hanya bersisa satu kamar saja, seharga Rp.650 ribu include Breakfast untuk dua orang.Tanpa pikir-pikir panjang, apalagi pesan kamar untuk menginap besoknya, saya takutnya kehabisan kamar,  langsung booking di booking.com dengan garansi pakai kartu kredit saya.

CURUG BIDADARI

Rencana ke curug Bidadari di Sentul akhirnya  kesampaian juga, karena penasaran apalagi lokasinya memang ngga jauh-jauh banget dari Sentul City, dan lihat foto teman SMA yang diposting di FB pas dia ke sana, kelihatannya tempatnya asik, jadi layaklah dikunjungi sambil niatnya mandi di sana.

Setelah ke Curug Bidadari, yang menurut saya, cukup lah satu kali saja saya kesana, yang penting udah pernah..hehehe,

perjalanan lanjut menuju Hotel yang sudah dipesan melalui booking.com  yaitu Desa Gumati Resort.

Menuju Desa Gumati Resort ini, kami melewati beberapa hotel dalam satu area, dan Desa Gumati letaknya agak di belakang.Suasananya sepi, mau nanya orang tapi tidak ada yang terlihat mondar-mandir.Setelah salah arah karena kami menuju ke restoran, ada karyawannya yang memberitahukan letak kantornya untuk check in.Ketika kami datang, dan memberitahukan kalau kami akan check in, ternyata kamarnya belum siap, katanya karena baru banyak yang check out hari ini jadi sepi, ini salah satu jawaban waktu saya tanya, “mbak, kok sepi banget ya.. agak serem ngga sih kalau malam?” lalu suami saya juga nanya, ” kalau malam, gelap banget ngga mbak, lampunya nyala kan?’, dalam hati kami membatin, ” kok ini tempatnya creepy gini ya”. Sambil menunggu, kami juga bertanya tentang restaurant yang ada di situ, dan katanya restauran buka sampai jam 7 malam ( lho kok ngga 24 jam ya, seperti di hotel lain).Masih sambil nunggu, ada satu keluarga datang, dan katanya, dia booking di hotel Bumi Gumati lewat Traveloka tetapi kok malah diarahkan ke Desa Gumati, dan memang ketika dicek oleh si mbaknya,  nama tamunya terdaftar di Desa Gumati.

Mereka minta check dulu kamarnya, dan diantar oleh salah seorang staf untuk melihat kamar hotelnya, tetapi setelah melihat kamar, mereka pergi dan batal menginap di sana.

Hampir satu jam kami menunggu registrasi, dan ” bu.. sudah siap registrasinya, kamar sudah siap” kata si karyawati. ” Ok mbak.. ini kartu kredit saya ya” dan dijawab sama si mbaknya, “maaf bu, kami hanya terima pembayaran dengan cash atau transfer”, ” Lhooo, ngga ada buat gesek kartu kredit?” tanya saya lagi, ” maaf, ngga ada bu, kami hanya terima cash” tambahnya lagi. ” Mesin edc ngga ada sama sekali, untuk debit juga ngga ada?” tanya saya dengan agak emosi. Masa’ iya hotel yang kerja sama dengan booking.com atau traveloka yang meminta garansi kartu kredit, tetapi tidak punya mesin edc, lalu ngapain saya bayar cash, wong niat saya memang mau bayar pakai kartu kredit, biar ditagihnya bulan depannya gitu.Tapi ya sudahlah, saya bayar cash, saya tanya ada atm di mana dan ternyata harus keluar dulu ke Sentul City untuk ATM Mandiri.. alaaamaaak.. rempong banget sih, masa iya kalah sama pedagang kelontong, mereka aja bisa nerima pembayaran pakai kartu kredit atau gesek pakai debit card.

“mbak, kok ribet banget ya mau bayarnya, saya cancel aja kalau gitu deh”, saya putuskan untuk membatalkan menginap di Desa Gumati Resort ini.Dan si mbak bilang,” silahkan bu, dari ibu yang cancelnya ke booking.comnya”.

Sambil jalan keluar dari hotel tersebut, saya cari lagi hotel di Sentul, dan ada Hotel Harris, saya baca reviewnya lumayan bagus, dan yang terpenting kata suami saya “ini beneran hotel, ada satpamnya, ada receptionist yang ramah, dan ngga kalah pentingnya, lokasinya gampang kalau mau cari makan keluar.

Jadi sodara-sodara, si Desa Gumati Resort ini mungkin kalau untuk acara gathering kantor atau outbound yang pesertanya ratusan orang, mungkin lho ya cocok tapi kalau untuk keluarga seperti kami yang cuma berempat, ini lokasi kurang cocok, terlalu sepi dan bangunan juga sudah agak lama.

Baca-baca review dari tripadvisor, banyak yang complain ternyata, dari yang AC di kamar bocor, pemanas teko tidak berfungsi,pipa westafel bocor,bangunan terlihat tua, tidak terawat,kolam renang kecil untuk ukuran resort,kamar sangat tidak redomended, staf kurang sigap, demikan beberapa komen negatif di halaman booking.com.

Berhubung udah kesel, jadi ngga kepikiran mau motret-motret, jadi maaf ya, ngga ada foto-foto untuk Desa Gumati Resortnya, tapi kalau dilihat dari websitenya bagus banget lah ( http://www.desagumati.co.id)

Sekian sharing pengalaman pribadi di awal tahun 2018.

Semoga tahun 2018, bisa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bijaksana, lebih sabar, lebih giat belajar ilmu agama (umur 40 tahun lebih book), belajar ilmu parenting, ilmu menjadi istri dan ibu yang baik, dan banyak lagi ilmu2 yang bisa dipelajari.

 

 

Read Full Post »

Going to Bogor by Train (Commuter Line)

Bogor city has to be friendlier for tourist.

Why did I say that?

It is an experience from my colleague.

He went to Bogor by train with his family, total 5 persons include baby.

When he arrived at Bogor Station, it was so crowded; oh I forgot to mention that he went to Bogor on 25 December, which is national holiday for us.

He said to me that he will try use train instead of car, and I said, yes, it must be fun and a bit adventure for you and your family.

About 12 o clock at noon, he arrived at Bogor station, and he was confused to go out and difficult to walk because of so many people there.

waiting at pasar minggu station and inside of the train

He found a tourist office nearby station, but it took almost one hour to get there.

He asked one of staff of the tourist office, how to get taxi to hotel Aston, and the staff explained, difficult to find taxi, so he suggested rent a car and he has to pay 250 thousand rupiah (it is very expensive).

After waited about 45 minutes, car didn’t come (still on the way), but of course, his children felt hungry and tired.

He decided to use online transportation, Go Car and it was only five minutes and fare only less than 100 thousand rupiah to Aston Hotel, yeeees.. it just more than half price of rental car.

So, he cancelled the rental car and change to use online.

On the way to hotel, (he didn’t know exactly which street), there was an fire accident and one way was closed, traffic jam, plus a lot of green bus (angkot)every where.

He saw the lamp sign of the gasoline was red, and he felt it was really a worst day for the adventure, if car stop and he has to push until gas station… oh gosh….but car still continue going to hotel without stop.

Need 4 hours from Bogor station to Aston Hotel in Bogor City, what a day…hahaha.

 

Read Full Post »

foto dari aturduit.com

Jadi inget obrolan dulu banget, ya sekitar lebih dari 10 tahun yang lalu, di saat gaji kita-kita, sebagai sekretaris dapat 3 jutaan, ada salah satu teman yang curhat, “Nit, kalau gaji kita 5 juta gitu, mungkin akan cukup ya sebulan, ngga terlalu pas-pasan gini.” Dan saat itu memang kami merasakan, dengan gaji 3 juta perbulan, untuk pengeluaran tambahan seperti jalan-jalan, menabung atau membeli barang yang bukan barang kebutuhan bulanan, cukup membuat kami harus lebih irit kalau memang misalnya mau membeli TV, kipas angin, sepatu baru,tas baru, dll deh yang sekiranya menjadi pengeluaran tambahan. Jaman waktu itu sepertinya seingat saya belum ada cicilan 0% kartu kredit, jadi mau ngga mau ya harus bayar cash/lunas.

Saya pernah beli bukunya Safir Senduk, salah satu penulis dan pembicara ahli keuangan yang judulnya, ” Karyawan Juga Bisa Kaya”, dan di dalam buku tersebut banyak tips-tips untuk kita menabung.Berapapun gaji kita, kita harus menyisihkan 30% dari penghasilan kita, karena biasanya kebiasaan anak-anak muda gaul, kalau naik gaji, bukannya jumlah investasinya ditambah, malahan pengeluaran jadi bertambah.Dulu punyanya ponsel yang harga dibawah satu juta rupiah, setelah gaji naik jadi ganti dengan ponsel yang diatas dua jutaan, dan jalan-jalan/hangout sama teman-teman jadi makin sering.Hal-hal seperti itu yang membuat karyawan tidak bisa mempunyai tabungan yang cukup memadai sesuai dengan gaji yang diterimanya.

Tidak bisa disalahin juga sih, seringnya gaji naik, tapi inflasi sudah naik duluan, yang akhirnya ya judulnya impas-impas aja.Gaji naik harusnya ya diatas inflasi jadi bisa ada lebihnya buat tabungan.

Sekarang dengan gaji sudah naik, harusnya bisa lebih nyaman dan ngga perlu sampai gali lubang tutup lubang, tapi ya itu tadi, inflasi kan juga naik ya tiap tahun, otomatis harga-harga kebutuhan juga ikut naik, contohnya nih buah pepaya dulu bisa dapat 5 ribu/buah, sekarang yang pepaya ukuran kecil saja harganya 10 ribuan, itu baru satu item belum bumbu-bumbu seperti bawang merah, putih, telur, minyak dan lain-lain.

Semakin bertambah usia anak-anak, kebutuhan mereka juga semakin besar, buat biaya sekolahnya, uang jajan harian, uang les ngaji, uang les aikido, les renang ditambah les bimbel yang sampai lebih dari sepuluh jutaan  selama setahun pelajaran.Semakin bertambah penghasilan, jadi semakin bertambah pos pengeluaran.Yaaaaaa sudah,…..dijalani saja, alhamdulilah masih ada dananya ngga sampai berhutang.

Sepertinya memang gitu ya kalau status karyawan yang kalau penghasilannya hanya dari gaji, dan gaji dengan rata-rata,  buat kebutuhan sehari-hari memang jadinya impas, kadang bisa nyisa sedikit kadang gali lubang tutup lubang. NASIIB.. NASIIB…

gajian 5 koma, setelah tanggal 5 terus koma…hehehe

But you should remember, “do not complain, some people don’t have a job.

Just be gratefull, be nice, keep fighting and keep smiling.

Mari lanjutkan puasa dulu, sudah hampir 10 hari terakhir ramadan, harusnya bertambah ibadahnya bukan malah nambah belanja dan nambah jadwal bukber..hehehehe.

Saya kutip tips cara cermat mengatur gaji sebagai berikut:

  1. Buat anggaran bulan, buat anggaran bulanan untuk kebutuhan primer seperti makan, ongkos bayar listrik,dan lain-lain, dan kebutuhan tersier seperti jalan-jalan, shopping dan juga hangout sama teman-teman.
  2. Segera Bayar Tagihan, segera bayar tagihan listrik, telpon, cicilan rumah dan lain-lain diawal agar lebih  nyaman mengatur pengeluaran lainnya.
  3. Sisihkan untuk tabungan, ingat lho nabung itu bukan sisa tapi memang sudah disiapkan dana buat tabungan.
  4. Buat laporan keuangan harian, ini ternyata membantu sekali, jadi kita sadar sudah berapa yang kita keluarkan seharian ini, jadi bisa lebih ngerem kalau mau belanja-belanja yang ngga penting-penting amat.
  5. Miliki dua atau lebih rekening bank, rekening bank untuk pengeluaran harian bisa dipisahkan dengan rekening bank untuk tabungan.
  6. Bijaklah menggunakan kartu kredit.
  7. Investasi, bisa dalam bentuk reksadana, logam mulia, tabungan pensiun.
  8. Lakukan perbandingan, bandingkan pengeluaran dan anggaran, apabila pengeluaran melebihi dari anggaran, harus ada yang direvisi dari pengeluaran kita.

Demikian share yang saya kutip dari website cermati.com, semoga bermanfaat.

 

 

 

Read Full Post »

Kenapa banyakan foto Hamish Daud sih dari pada pemeran utamanya? hahaha.. ketauan kan, kenapa?

” Eh buset mbak, muka loe sampe bengep gitu?” kata si Ipep, temen kantor, pas kami keluar bioskop. ” Iya, akting Reza ama Adinia yahud banget, sampe ikutan nangis gue”, jawab gue sambil berusaha melap sisa-sisa bengkak di mata. “Iya bener, akting mereka beneran punya chemistry dan menghayati peran banget ya, keren deh”, tambah teman gue.

Nunggu film ini tayang hampir setahun karena gue follow twitternya Ika Natassa, si penulis novel Critical Eleven ini, jadi udah tau nih novel mau dibikin film,  dan yang memang salah satu penulis favorit gue banget.Sudah cukup lumayan lah buku dia gue koleksi, dari si Very Yuppy Wedding, Divortiare, Antalogi Rasa, The Architecture of Love, semuanya bikin gue ngga cukup baca sekali doang, saking sukanya sama gaya penulisan Ika dan jalan cerita juga tokoh-tokohnya terutama.

Si Ika selalu berusaha menampilkan tokoh pria yang tentunya idola wanita sejuta umat, orangnya ganteng, anak baik-baik, kerjaannya ok, dan penuh perhatian sama ceweknya.

Pas pemutaran premier di Grand Indonesia, ngga sampai setengah hari, udah sold out 500 tiket, yaaah ngga kebagian lah eike, padahal kan sekalian pingin banget foto bareng sama Hamish…hhahaha.. dasar emak2 rempong.

Awalnya penasaran juga sih, si Hamish jadi siapa ya di film ini, dan katanya jadi Donny, sahabatnya Anya, tapi diingat-ingat kok ngga ada tokoh Donny deh, mungkin hanya penambahan karakter dan pengembangan cerita agar disesuaikan di film, tapi bodo amat lah, mau jadi siapa kek, yang penting ada Hamish…uhuk uhuuuk.. dimarahin Raisa lho.. aah paling kata Raisa, biarin aja, yang penting dia udah jadi milik gue, silahkan berpatah hati nasional, paling gitu…hahaha.

Adegan yang paling gue suka yaitu saat si Ale di pesawat, awal ketemu sama Anya dan juga waktu Ale nangis saat pertama kali masuk ke ruangan bayi Aidan yang sudah meninggal.Aktingnya lucu dan mengharukan, ngga heran si Reza bisa menang berkali-kali sebagai pemain film pria terbaik.

Jadi inti ceritanya, si Ale dan Anya ketemu di pesawat, di tiga menit pertama adalah kesan yang amat krusial dan delapan menit terakhir juga penting, karena itu bisa menentukan, hubungan akan berlanjut atau ngga.Akhirnya mereka menikah, dengan penuh cinta, lalu Anya hamil, tapi bayinya tidak selamat padahal hanya tinggal menunggu hari. Di saat kekecewaan dan ketidakberdayaan yang dirasakan oleh Anya, dan amat membutuhkan dukungan moril dari Ale, tapi Ale malah mengucapkan sesuatu yang amat menyakitkan hati Anya. ” Coba kalau kamu dulu ngga sibuk kerja, Aidan pasti masih hidup ya”. Anya ngga nyangka, orang yang selama ini mencintainya justru malah menyakiti hatinya dan Anya bertahan selama 6 bulan untuk tidur terpisah dan tidak berkomunikasi sampai dia yakin kalau Ale tidak akan menyakitinya lagi.

Karena rasa cinta keduanya dan kekuatan cinta yang mereka punya, perasaan rindu dan sayang yang terpendam, rasa ingin dicintai, dirindukan semakin lama semakin membuat Anya dan Ale tak tahan.Terjadilah hal-hal yang diinginkan oleh mereka berdua.

Lalu… Anya hamil lagi anak kedua, dan happy ending. Anya yang belum pernah berkunjung ke makam anaknya, memberanikan diri berziarah dan juga Ale yang tidak mau ke kamar anaknya, mulai mau mengunjungi kamar anaknya yang belum pernah ditempati.

Puas deh nontonnya dengan berurai air mata, ayo yang belum nonton, dan masih percaya pada kekuatan cinta, jangan sampai ngga nonton ya.

 

Foto taken from Instagram

 

 

 

 

 

Read Full Post »

Ngga pernah mau nonton drakor, alasannya karena takut kecanduan.Pernah nonton film seri di TV, judulnya “Chef” dan diputar setiap sore hari di tv swasta.Setiap hari, saya berusaha pulang cepat, dan kalau pergi-pergipun, saya maunya sampai rumah masih kebagian nonton si serial drakor ini.

Sudah sebulanan ini saya nonton drakor, awalnya karena banyak teman-teman yang cerita film Goblin, saya tanya apaan sih Goblin, dan diceritain lah kalau itu drama korea, pemainnya cakep, ceritanya mengharukan tapi happy ending, nah ini yang penting, udah nangis-nangis tapi ujungnya ngga happy ending yang paling males banget.

Saya emang gitu orangnya..hehehehe sekalinya suka sesuatu, bisa terus-terusan, tapi begitu stop, ya cukup lama juga istirahatnya.Contohnya kalau lagi senang baca novel, bisa teruuuuusss baca novel, dan begitu berhenti, untuk mulainya agak perlu waktu cukup lama sampai mood datang.

Beberapa serial drama korea yang sudah saya tonton secara marathon judulnya: DOTS (Descendant of The Sun), 1% of Anything, On the way to airport.Saya suka semuanya sampai nontonnya lebih dari sekali, mumpung belum bosan, hehehe.

Sekarang ini karena sudah masuk bulan ramadhan, jadi fokus dulu sama ibadah ya, kan kita ngga tau apakah tahun depan masih bisa ada umur untuk bisa ketemu lagi dengan bulan yang penuh ampunan ini.Jadi, nontonnya nanti aja setelah lebaran ya, kan masih libur tuh, jadi bisa puas-puasin deh.

 

Read Full Post »

Sejak mulai bekerja di section 2 setahun lalu,  yang diantaranya menangani Disaster Management, saya mulai mengenal dan aware terhadap segala sesuatu info yang berkenaan dengan bencana, persiapan menghadapi bencana, dan event-event yang diadakan.

Tanggal 26 April, BNPB menetapkan hari itu adalah Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, dan sebelum tanggal tersebut, sudah banyak kegiatan yang diadakan oleh para instansi-instansi yang ikut serta meramaikan program tersebut. Dengan hashtag #siapuntukselamat, #hkbn #hkbn26april sudah mulai disosialisasikan ke masyarakat pengguna media sosial seperti twitter, facebook,instagram dan lain sebagainya.

Acara Simulasi tanggap bencana diadakan serentak pada jam 10 pagi yang diikuti dari beberapa daerah di Indonesia, dan saat itu, sebagai undangan saya menemani atasan saya yang diminta memberikan statement tentang pengalaman persiapan kesiapsiagaan bencana yang di Jepang ditetapkan pada tanggal 1 September.Semua orang yang ada di gedung harus ikut acara simulasi tersebut, semua harus berkumpul di titik aman dan halaman belakang gedung BNPB yang dijadikan tempat berkumpulnya orang-orang.

Rangkaian simulasi diadakan lebih kurang 30 menit, dimulai dari pengumuman ada gempa bumi, lalu contoh ada kebakaran gedung, dan proses penyelamatan salah seorang karyawan yang terjebak di lantai atas.Diikuti juga oleh pemadam kebakaran dan juga dari instansi PMI sebagai bagian dari instansi yang terkait penyelematan.

Acara simulasi ini terbilang sukses dan cukup menarik, karena para pekerja cukup total berperan seolah-olah terjadi kebakaran betulan.Setelah acara simulasi, dilanjutkan acara konferensi pers. BNPB mengundang banyak media baik dari TV, Koran, Internet dan Radio.

Sebelumnya hanya tau nama-nama pejabat di BNPB seperti bapak Kepala BNPB, pak Willem Rampangilei, dan kemarin itu saya bisa bertemu langsung dengan beliau, dan bos saya jadi paparazi dong, saya ngga tau kapan dia motret saya pas saya salaman dengan pak Willem.

Foto candid si bos pas saya lagi salaman sama pak Kepala BNPB

 

 

Berbagai kegiatan acara simulasi kesiapsiaggan bencana di halaman gedung BNBP tanggal 26 April 2017

 

Dan ini beberapa link laporan dari media yang mengcover berita acara tersebut.

 

http://news.okezone.com/read/2017/04/26/337/1677172/hari-kesiapsiagaan-bnpb-serukan-simulasi-evakuasi-bencana

http://www.netralnews.com/news/nasional/read/71536/26.april.ditetapkan.jadi.hari.kesiapsiagaan.bencana.nasional

https://news.detik.com/berita/d-3484145/bnpb-gelar-simulasi-penanggulangan-bencana

http://news.metrotvnews.com/read/2017/04/26/691586/bnpb-tetapkan-26-april-hari-kesiapsiagaan-bencana

Read Full Post »

Older Posts »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

RedDoorz

Your Traveling Partner

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination