Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘ceritaku’ Category

WOMAN IS SPECIAL

Sebagai wanita bekerja dan juga sekaligus ibu Rumah Tangga, tentunya kita ingin sekali mendapatkan tips seputar bagaimana menjalani kehidupan sebagai wanita bekerja dan juga ibu Rumah Tangga dengan sebaik-baiknya.Menjadi pegawai yang profesional dan juga jadi ibu yang ideal buat anak-anak serta istri yang baik buat suami, pastinya itu dambaan semua ibu bekerja deh ya? naaah karena jujur saya masih jauh kalau dibilang ibu ideal sekaligus karyawan yang baik, tentunya ikut acara-acara seperti “Woman Talk” kemarin yang diadakan oleh mbak Futri Zulya akan sangat membantu sebagai penambah wawasan kita.

Sedikit cerita latar belakang mbak Futri Zulya, dia seorang ibu dengan dua anak dan juga mempunyai bisnis dibawah bendera perusahaan Batin Group, yang usahanya bergerak dibidang kesehatan, Alat rumah tangga dan kecantikan. Anak tertua dari bapak Zulkifli Hasan ( Ketua MPR) dan istri dari Mumtaz, anggota DPR ,anak dari Amin Rais.Tentunya sebagai anak dan istri pejabat, kalau bicara soal uang, pastinya ngga kurang ya? tetapi karena pada dasarnya seorang Futri Zulya bukanlah tipe wanita yang betah diam di rumah, ketika sebelum menikah, dia juga sudah info ke calon suami kalau dia orangnya aktif berkegiatan di luar rumah, dan calon suami sangat mengerti asal tahu batasan dan kodratnya sebagai ibu dan istri.

Acara talk show yang diadakan di Kemang VI no.2 sabtu lalu bertajuk, ” Woman Talk” dengan Tema: Balance Life for Working Mom” , dipresentasikan oleh mbak Futri Zulya yang cantik dan anggun, dan juga ramah.

Futri Zulya sebagai nara sumber

Wanita adalah makhluk yang special, dan biasa disebut MOM yang bisa disingkat menjadi ” Master of Multitasking”, wanita apalagi berstatus ibu bekerja dan ibu Rumah Tangga memang secara naluri dan kebiasaan akan bisa mengerjakan beberapa pekerjaan dalam waktu yang bersamaan.Dari pagi ibu bekerja harus bangun lebih awal, menyiapkan sarapan untuk keluarga, mengecek menu buat makan siang, mandi, persiapan berangkat ke kantor dan tetek bengek lainnya yang seringnya kalau pagi itu justru lebih repot dan waktu berjalan sangat cepat.Selain sebagi Master of Multitasking, wanita juga sebagai “Chief Financial Officer”, kita harus bisa mengatur berbagai pengeluaran harian, mingguan, bulanan, kita juga harus pintar mengelola pemasukan dan pengeluaran secara seimbang, jangan sampai berhutang karena needs dan wants yang sering bertabrakan.

MENJADI WORKING MOM? WHY NOT?

Banyak sekali alasan untuk menjadi ibu bekerja diantaranya:

  1. Mempunyai tambahan penghasilan untuk keluarga
  2. Menambah wawasan
  3. Penghasilan yang pasti
  4. Update terhadap ilmu dan pengetahuan
  5. Sebagai secondary support
  6. Alat penyalur hobi/bakat
  7. Personal growth

Apakah bisa  sukses menjadi ibu bekerja dan ibu rumah tangga yang baik?

Kegiatan sehari-hari yang cukup banyak, apalagi sebagai karyawan dan ternyata sedang banyak pekerjaan lalu ada jadwal anak sekolah yang harus didatangi oleh orang tua, misalnya ambil raport, pertemuan orang tua murid dengan guru kelas, atau event lainnya, dan ini tentunya akan membuat ibu menjadi dilema dan memiliki perasaan bersalah yang akhirnya bisa menimbulkan stress.

TIPS HOW TO CREATE BALANCE LIFE FOR WORKING MOM

  1. Let go of your guilt: Hilangkan rasa bersalah yang mengganjal, dan rasa bersalah ini bisa kita siasati dengan cara, kita harus punya ART yang bagus, karena ART adalah perpanjangan tangan kita, jadi kita juga sebagai ibu harus punya support system yang bagus, ya salah satunya harus punya ART yang bisa dipercaya, jangan  asal pilih ART, dengan alasan, coba-coba dulu deh,,.,. karena dari awal rekrut ART, paling tidak sudah dipilih dan diinterview.Mbak Futri biasanya akan menyimpan jaminan seperti ijazah, kartu keluarga dan KTP si ART, setelah mereka berhenti bekerja akan dikembalikan.Calon ART juga harus paham pola asuh anak-anak kita.Setelah ART diterima, setiap hari mereka harus bikin daily report yang sederhana, contohnya berapa kali anak-anak pup/pee, makan apa saja, berapa kali, kondisi anak, apakah rewel atau tidak, dan lain-lain yang berkenaan dengan kondisi anak di hari itu.
  2. Let’s get organized: Siapkan satu malam sebelumnya seperti baju seragam anak-anak, baju kerja suami dan baju sendiri, menu makanan. Siapkan budget mingguan dan rencana belanja, Siapkan jadwal anak-anak seperti menu makanan, ke dokter, kegiatan sekolah dan juga yang sering terlewat adalah bayaran bulanan, jadi sebaiknya jadwal bulanan seperti bayar telepon, bayar listrik, langganan TV kabel, bayaran sekolah anak, bisa langsung pakai auto debit saja jadi ngga terlewat.
  3. Komunikasikan dengan HRD di kantor: Apakah bisa ambil cuti ketika anak ambil raport, dan juga HRD mengetahui status kita sebagai ibu dan jarak rumah ke kantor, hala-hal tersebut harus kita komunikasikan dengan HRD dan tentunya sangat beruntung apabila HRD dan bos di kantor mendukung dan memahami status kita sebagai ibu bekerja dan juga ibu rumah tangga.
  4. Set Priority: Karyawan dan Ibu Rumah Tangga secara bersamaan tentunya ada beberapa hal atau kegiatan yang harus kita jadikan prioritas.Sekarang ini belanja online begitu mudahnya, tetapi kadang malah jadi bumerang karena menghabiskan waktu untuk sekedar melihat-lihat barang yang akan dibeli, jadi kurangi langganan belanja online. Kongkow alias nongki-nongki cantik di cafe juga harus dikurangi, jadi ya memang akan ada beberapa kegiatan yang dikurangi dan ngumpul sama teman-teman juga jadi jarang, itu salah satu resiko yang memang harus kita jalani karena urusan prioritas.  Ketika di kantor, kita harus profesional, jangan campurkan urusan rumah ke kantor begitu juga sebaliknya, ketika di rumah,jangan membawa-bawa pekerjaan kantor, jadilah ibu rumah tangga yang fokus ke kebutuhan anak-anak dan suami.
  5. Cermat Merencanakan Keuangan Keluarga: Pengeluaran keluarga harus diatur secermat mungkin, jangan sampai gaji habis di tengah bulan, dan malah jadi ngutang, jangan belanja pakai kartu kredit, usahakan belanja kebutuhan harian memakai kartu debit.Pemakaian kartu kredit untuk belanja sering tidak terkontrol, di tabungan masih banyak padahal tagihan kartu kredit juga banyak.Memakai kartu debit untuk belanja justru lebih bisa mengontrol pengeluaran harian.

FINANCIAL GOALS

Sebagai manusia, kita selalu mempunyai cita-cita atau mimpi, dan untuk mewujudkan mimpi tersebut, kita harus punya rencana dan action agar mimpi tersebut menjadi kenyataan.Contohnya saja dalam 5 tahun kedepan, ingin punya tabungan di bank 100 juta, dalam 5 tahun ke depan ingin punya mobil, biaya kuliah, ibadah haji, liburan dan lain-lain.

Mengapa Kita Harus Mengelola Uang? Karena uang sebagai arus kas mempunyai fungsi likuiditas, fungsi anti inflasi, capital growth.

Mengelola Arus Kas dibedakan menjadi 3 bagian : Saving, Playing and Living

  • Potongan Gaji 10%                    : Saving
  • Potongan GAji 5%                     : Dana Darurat
  • Potongan Gaji 5 %                    : Dana Zis/sosial
  • Potongan Gaji 30%                   : Cicilan
  • Potongan Gaji 40%                   : Biaya bulanan (Living)
  • Potongan Gaji 10%                   : Gaya Hidup (Playing)

Bedakan antara NEEDS and WANTS, untuk sandang, pangan dan papan itu adalah Needs, sedangkan belanja keperluan diluar needs yang hanya karena ingin, harus dikurangi, khususnya kurangi belanja online yg amat mudah dilakukan dengan aplikasi HP, dan bayar menggunakan kartu debit, jangan kartu kredit.

SIKLUS KEHIDUPAN KEUANGAN, biasanya usia antara 20 – 40 adalah saatnya pengumpulan tabungan, karena usia tersebut adalah usia produktif.

Usia antara 40-50 tahun, usia matang, menikmati hasil dan biasanya banyak yang ingin menjadi pengusaha.

Bagaimana untuk bisa menjadi pengusaha? Yang pasti, jangan ikut trend, siapkan mental, mulai benahi ritme kerja, pilih yang masuk akal.

Naaah tulisan di atas adalah presentasi yang disampaikan oleh mbak Futri Zulya, bermanfaat banget kan? walaupun saya berumah tangga udah cukup lama, 13 tahun, tetapi kadang mengatur keuangan itu harus disiplin, dan harus konsisten kalau memang kita mempunyai goals seperti liburan, biaya sekolah anak, pergi haji dan lain-lain.

Setelah acara talk show yang seru dan bergizi, mbak Futri juga mengadakan demo make up, ngga nyangka ya, dia pinter make up juga, yang dimake up juga kelihatan makin cantik, walaupun memang aslinya juga udah cantik sih, tapi didandanin tipis-tipis aja bukan yang model kayak topeng, kelihatan banget kecenya.Tips untuk memulai make up yaitu: awalnya kulit harus bersih dulu, dibersihkan dengan kapas dan cairan pembersih, gunakan pelembab, setelah itu jangan lupa primer, foundation, eye shadow, bulu mata, dan bedak tabur juga jangan sampai ketinggalan.

 

Group Batin juga punya tempat treatment kecantikan namanya Z Glow, dan rencana akan dibuka cabang baru  di Grand Galaxy, Bekasi. Tidak jauh nih dari rumah saya, kapan-kapan bisa mampir untuk melakukan perawatan agar wajah kita yang sering terkena polusi, AC juga kurang lembab, bisa lebih terawat dan enak dipandang.

What a fruitful activity kan? Sebagai emak-emak jaman sekarang, harus pinter pilih kegiatan, kalau misalnya ngga bermanfaat, mending ngga usah deh, apalagi cuma ngumpul di cafe trus nggosip, trus belanja yang belum tentu kepakai, jadi mending ikut acara kayak gini, buat nambah wawasan kita sebagai ibu bekerja.

 

Iklan

Read Full Post »

Sering kan kita baca atau dengar, sebelum menegur atau protes, sebaiknya ngaca dulu, kita sendiri udah bener apa belum, seringnya sih belum, hehehe.

Tetapi sebagai orang tua, tentunya sudah menjadi tugas kita memberikan instruksi kepada anak seperti mengerjakan PR, sholat, membersihkan kamar dan lain sebagainya.Khususnya buat memaksa anak melakukan sholat, dan di saat si anak protes, kok kenapa bapak dan kakaknya ngga sholat, atau kok kakaknya sholatnya cepet banget, saya sering jawab,” dek,,, kamu ngga usah ngurusin orang lain dulu, kamu perbaiki kamu dulu baru negur orang lain, kamunya udah rajin belum sholatnya?” dan anak saya jawabnya, ” mamah juga udah perbaiki diri belum?”.

Ini saya bingung mau responsnya, antara saya harus merenung karena memang saya masih  jauh dari ibu yang baik, atau saya harus omelin karena ngga sopan bicaranya terhadap orang tua.

Yaaa balik lagi karena saya sebagai orang tua memang harus belajar terus untuk menjadi lebih baik dan contoh yang nyata buat anak-anak.

Anak-anak sekarang itu kritis banget, banyak informasi yang dia bisa serap apalagi gadget dengan fasilitas internet di rumah, tentunya anak-anak dengan mudahnya menonton tayangan, bacaan dan lain-lain dalam genggaman tangannya.

Anak-anak generasi masa kini merupakan generasi digital native, yaitu mereka sudah mengenal media elektronik dan digital sejak lahir. Mereka lebih cenderung terbuka, blak-blakan, dan berfikir agresif. Mereka cenderung ingin memperoleh kebebasan.Mreka tidak suka diatur dan dikekang.Mereka ingin memegang kontrol dan internet menawarkan kebebasan berekspresi. Generasi digital selalu mengakses dengan Google, Yahoo atau mesin pencari lainnya. Kemampuan belajar mereka jauh lebih cepat karena segala informasi ada di ujung jari mereka.

Tugas orang tua diharapkan mampu melindungi anak-anak dan ancaman era digital, tetapi tidak menghalangi potensi manfaat yang bisa ditawarkan.

 

 

Read Full Post »

Baru kali ini akhirnya bisa juga ikut latihan Yoga. Sudah lama kepingin, tapi selalu aja banyak halangan. Males ke tempat latihannya, apalagi kalau hari kerja, akan selalu banyak alasan untuk tidak pergi ke tempat latihan yoga.

Sebenernya pingin latihan yoga buat scoliosis saya, kata orang-orang bisa membantu mengurangi gejala sakit pinggang yang sering saya rasakan. Tapi kan untuk cari tempat yoga yang khusus buat scoliosis aja,aduuuh.. PR banget ngga sih?

Dan ternyata semesta mendukung, ada temen yang biasa latihan yoga di kantor PUPR, ada guru yoga, perempuan yang bersedia mengajar ke kantor-kantor, dan jadwalnya masih bisa untuk ngajar orang kantor saya. Perbulan biayanya 2 juta, dan maksimal peserta itu 12 orang, jadi kita bayar sharing untuk gurunya, jadilah saya ikut latihan yoga di kantor, dan sampai saat ini sudah berjalan satu tahun lho… ngga berasa banget, karena latihannya cuma seminggu sekali, harusnya tuh minimal 3 kali seminggu, biar ototnya lemes dan ngga kaku lagi. Kalau sekarang, begitu selesai yoga, otot pada merengkel semua, sakit karena kaget kali ya? kalau setiap hari, yakin deh ngga akan kejadian otot pada sakit kayak abis lari marathon, hehe.

Walaupun dalam hitungan hari, latihan yoga udah setahunan, tapi gerakannya masih basic banget, belum bisa yang agak susah, masih ngga jauh-jauh dari downdog, child pose, tree pose, plank, cobra, dancer pose, pokoknya gerakan pemula banget lah. Masih jauh untuk bisa berdiri terbalik, hahaha.

Sekarang ini, jadwal yoga di kantor dilakukan pas jam makan siang, jadi orang lain istirahat, kita beryoga ria, makannya setelah yoga, dan biasanya niiih.. kalau udah capek yoga, terus makan terus apaaa?? yaaak anda benarr.. trus ngantuk.. hahahha… jadilah kalau diajak ngomong ama bos agak kurang semangat, biar kata bosnya lagi baik, lagi manis, lagi pake baju cucok… tetep aja mata dan badan saya lemes.

dancer pose dan pose angkat bokong

Niat sih mau nambah jadwal yoga pas weekend gitu, mau nyari tempat latihan deket dari rumah, semoga niatnya terlaksana ya, ada aammin disini? aamiin ya Rabbal alamin.

Alhamdulilah, minggu lalu ada kegiatan fun yoga, yang ngajar temen di Komunitas Emak Blogger tapi dia emang ngajar yoga juga.Pas banget liat postingan si Mira Sahid ini di FB, saya langsung daftar. Lokasinya ngga jauh dari rumah, di Jaka Permai, samping Super Indo supermarket, Kalimalang, ada tempat ngopi baru, namanya saya_kopinuansa, yang punya mbak Aya, temennya mbak Mira Sahid jadi sekalian promosiin tempatnya juga, dan emang bener, kopinya enak, jadi silahkan mampir ya…

abis yoga, trus ngopi di saya_kopinuansa

Gerakan dasar yang bisa dilakukan untuk pemula, sebaiknya tiap hari, diulang 20 kali masing2 gerakan

 

 

Read Full Post »

Dammar: Mah,  selamat ulang tahun ya… Ini aku ksh kado,  sisa uang THR aku dan tabungan aku,  ambil semua aja.

Saya: waah makasih ya dek… kok semuanya?  Berapa ini?  550 rb,  lhoo banyaaak amaat.

D: iya ga papa.

S: mamah sih ga perlu kado.. yg penting doa dari anak2 mamah,  dan anak mamah jd anak yg baik, dan berbakti sama orang tua aja mamah udah seneng banget,  itu kado paling berharga buat mamah ( sambil brebes mili, terharu beneran)

D: ooh ya udah kalo gitu.. Balikin lagi uang aku…

S: laaah kok diminta balik… Ga bisa kalao udh diksh ga boleh diminta lagi.

D: yeee kok mamah galau katanya yg penting doanya tadi.

Dan saya bertahan tetep ga mau balikin uangnya.. Lagian pas ditanya ikhlas apa ngga,  kata dia ikhlas,  hehe.

Angpau lebaran dia kebeli mainan dan sisanya bingung beli apa jadi dikasih ke emaknya aja.. Alhamdulilah… Rejeki ga kemana❤

 

Read Full Post »

Kemarin setelah ngobrol soal persiapan pernikahan teman kantor, jadi terinspirasi pingin nulis deh di blog buat kenang-kenangan dan bisa dibaca juga sama anak cucu kelak.

Ceritanya berawal ketika si Liz sharing kalau dia akan lamaran bulan depan ini, karena dia orang Batak, jadi persiapan acara lamaran dan untuk acara Batak lumayan bikin dia dan keluarganya sibuk. Yang udah pernah datang ke acara adat pernikahan Batak pasti tau deh, gimana lamanya itu acara. Berhubung orang tua Liz termasuk orang Batak yang masih kental, jadi mau ngga mau dia harus mengadakan acara adat Bataknya dari keluarganya itu.

Saya cerita kalau pernikahan saya itu hanya butuh dua minggu persiapannya, dari lamaran sampai ke acara akad nikahnya, sempet kaget juga dia dengernya.

Ya udah saya cerita ya… jadi setelah kenal cukup dekat dengan calon suami selama kurang lebih dua tahun, hari itu, tanggal 6 Januari 2005, ketika saya sedang berada di rumah mamah camer(waktu itu), saya tantang dia, kira-kira kapan ya kita ke jenjang lebih maju dari posisi sekarang.. dan abis saya tanya itu, dia beranjak untuk konsultasi ke mamahnya yang sedang berada di kamar saat itu.

Keluar kamar, dia bilang, kata mamah, kalau dilihat dari tanggal baik dan hari baik, (maklum,,,, orang Jawa) di bulan Januari ini atau bulan September which is itu berarti nunggu lagi delapan bulan lagi. Saya mau lihat keseriusan dia, saya bilang, kalau Januari, kira-kira tanggal berapa? dan mamah info lagi di tanggal 22 Januari saja, itu hanya lebih kurang dua minggu lagi. Wajahnya cukup panik antara takut dan ngga siap, apa mungkin bisa kalau cuma persiapan dua minggu? saya dengan sok pedenya, karena saya pernah baca, ada beberapa hal yang harus disegerakan, diantaranya yaitu nikah, toh sudah ada calon, acara ngga harus mewah, yang penting kan sah pas ijab kabulnya. Kalau nunggu sampai bulan September dengan alasan karena buat persiapan… ini sih secara ngga langsung emang udah ngga niat,, saya kasih tau begitu,kalau maunya di September, mending ngga usah aja sekalian!!! ( ceweknya ngebet bener yaak?). Dalam hitungan bulan kan bisa aja kejadian macam-macam kan? bisa juga ngga jadi beneran….

Alhamdulilah saya punya orang tua yang ngga pernah mengekang dan ribet urusan pernikahan, malah  justru seneng karena anak gadis sulungnya akhirnya ada yang melamar..hahaha (usia saat itu sudah menjelang 32 tahun) dan dua adik perempuan saya sudah menikah semuanya, tinggal saya dan adik bontot saya yang laki-laki, kalau saja adik bontot saya sampai melangkahi saya juga.. huuuuuhhhh…. hehe eh tapi yaaaah… ngga papa sih, namanya juga jodoh, bukan berarti yang tua duluan harus nikah duluan kan? kalau si adik udah ada jodohnya ya ngga boleh dihalang-halangin. Adik ipar saya dulu pas dia mau menikahi adik saya, dia tanya..”mbak mau pelangkahnya apa? asal jangan minta cowok aja ya.. soalnya susah nyarinya.. hahaha…akhirnya dia kasih perhiasan emas. Untuk soal pelangkah-pelangkah gini, saya juga ngga paham, ini adat dari mana, tapi ya namanya juga dikasih, masa’ iya ditolak? hehehe.

Sehari setelah penentuan tanggal 22 Januari untuk akad nikahnya, besoknya saya ambil cuti buat nemenin calon suami daftar KUA, saya dan calon suami sepakat untuk acara akad nikahnya juga di KUA, mereka punya ruangan yang cukup luas untuk keluarga dan kerabat yang ingin menyaksikan acara sakral tersebut. Sempat sih nenek saya (adiknya kakek, nenek kandung saya udah meninggal) bicara ke ibu saya,”kok seperti ngga punya rumah aja, nikah di KUA,.. kenapa ngga di rumah?” tapi orang tua saya ngga mau berdebat dengan saya soal ini, dan saya bersikeras saya ngga mau repot dan ribet dirumah dengan alasan rumah saya kecil, dan pengalaman dari dua adik saya yang sudah nikah duluan, saya prefer bikin acara di luar rumah.

Memang kalau untuk niat baik, alhamdulilah jalannya dipermudah semuanya, dari baju akad nikah sampai acara resepsi, dua-duanya pinjeman, gretongan..hahahaa.. ngga modal banget yeee eeikee? namanya juga rejeki,,.. baju akad nikah pinjeman dari adik saya, baju buat acara malamnya, pinjeman dari sahabat tercinta saya si Sani yang cantik dan baik hati.

Apa aja kira-kira yang diperlukan untuk acara nikahan, yang pasti kartu undangan, cincin kawin,catering, gedung pertemuan, yang lainnya pritil-pritilan bisa menyusul.

Untuk urusan Kartu undangan, saya minta tolong adik ipar yang kerja di fuji film, dia yang design dengan ukuran postcard, ada foto berdua saya dan calon suami sebagai background, trus ada tulisan: kami mengundang acara pernikahan yang akan diadakan pada tanggal bla bla bla, pakenya kertas foto.Untuk cateringnya, ada kiki catering, pemiliknya kawan mamah mertua di AURI, di Jatibening, cuma pesan untuk 200 porsi, karena memang tidak mengundang banyak orang, khusus keluarga dan teman dekat saja.Untuk cincin kawin, kami datang ke toko emas di Blok M Plaza, langganan mamah mertua, beli yang sudah jadi,tinggal menyesuaikan ukuran saja, walaupun ukuran cincin saya agak lebih besar, tapi kata si engkohnya, nanti kalau hamil juga pas jadi sayang kalau harus diperkecil ukurannya. Untuk gedungnya, kami pilih di Persada Country Club di Halim, mengingat mamah bisa dapat potongan harga karena orang AURI dan juga lokasinya yang ngga terlalu jauh dari rumah kami. Rumah saya di Pondok Bambu sedangkan calon suami di Kalimalang.

Selain urusan yang termasuk inti di atas, urusan pritilan lain dihandle sama adik ipar saya, dia yang pergi beli souvenir di pasar pagi Mangga Dua, untuk acara lamaran sekalian perkenalan dua keluarga inti, juga adik ipar saya, yang menyiapkan seserahan ( satu set parfum, body lotion dan peralatan mandi, tas, pakaian dalam, dan lain-lain). Alhamdulilah sekali lagi.. semuanya dimudahkan dan dapat adik ipar yang sangat support ke kakaknya sampai saat ini.

Di acara resepsi makan malamnya, kami hanya sewa satu ruangan restoran, tidak sewa seluruh ruangan, tetapi karena saat itu tidak ada orang lain yang juga memakai tempat tersebut, jadi para tamu undangan bisa berjalan-jalan di pinggir kolam renang di luar, jadi tidak begitu sesak dan bisa ngumpul sambil ngobrol dengan tamu undangan lainnya.

Mungkin di saat itu di tahun 2005, belum banyak yang bikin acara seperti saya, biasanya acara pernikahan yang ada, tamu-tamu akan menunggu pengantin datang beriringan dengan seluruh keluarga, dengan seragam yang cantik dan ganteng tentunya, diiringi dengan tarian adat pengantin,tapi di acara pernikahan saya, kami pengantin dan orang tua sudah siap di depan menyambut tamu undangan yang datang untuk bersalaman. Setelah berdiri selama kurang lebih satu jam, karena tetap ada sambutan perwakilan dari pihak keluarga, dan juga pembacaan doa, setelah itu kami, pengantin dan orang tua membaur untuk ngobrol dan foto-foto dengan para undangan yang memang hanya keluarga dekat dan teman dekat. Acara amat kekeluargaan, kayak semacam acara arisan aja.. hehehe. Komentar dari teman kantor tentang acara pernikahan saya tersebut, dia amat kagum dan senang datang ke acara pernikahan saya, karena simple dan tidak perlu antri lama hanya untuk bersalaman memberikan selamat kepada pengantin.

Sepertinya itu yang bisa saya share tentang acara pernikahan sederhana ala saya, karena sudah tiga belas tahun yang lalu, jadi mohon maklum kalau ada yang terlewat, tapi cerita intinya sudah semua kok, karena memang amat berkesan buat saya.

Oh ya salah satu alasan saya kenapa pingin bikin acara di luar, karena ingat waktu adik saya menikah, banyak kerabat yang datang dari Bengkulu, keluarga dari ayah dan ibu saya (ortu saya memang asalnya dari kampung yang sama, malah katanya kalau dirunut-runut masih sodaraan), saya ingat betapa ribetnya dan capeknya ibu saya, dari belanja buat makanan, menjamu tamu-tamu dari kampung, dan harus mengontrol masakan, mana yang sudah habis, mana yang masih banyak dan lain-lain. Alhasil,.. banyak makanan sisa yang akhirnya diberikan ke tetangga, malah juga ada yang sampai basi, karena penyimpanan yang kurang tepat.Makanan terlalu banyak, disebabkan karena mengundang sekitar 1000 orang, berarti katanya harus menyiapkan makanan untuk 2000 orang, jadilah masak dengan porsi besar. Selain makanan asli Bengkulu yang dipesan oleh ibu saya, seperti ikan pais, lemeah, tempoyak dll, juga ada makanan umum lainnya seperti ayam, daging, sayur, asinan, dll yang dimasak oleh tukang masak yang disewa ibu saya.

Karena pengalaman tersebut, saya berkata dalam hati,,. nanti kalo gue nikah.. gue ngga mau ribet,. maunya yang simple dan sederhana juga ngga mau ngerepotin ortu.Itulah makanya saya milih acara akad nikah di KUA Pondok Bambu, dan acara makan malam di restoran di Halim.

Banyak pengalaman orang yang menikah sampai nunggu setahun karena booking gedungnya dapatnya tahun depannya, belum persiapan baju pengantin, seragam untuk keluarga, catering yang enak, dan tetek bengek lainnya yang bisa menghabiskan ratusan juta rupiah. Acara saya yang sederhana itu, saya pakai uang saya sendiri, patungan dengan calon suami, dan menghabiskan tidak lebih dari 20 jutaan (exclude cincin kawin dan seserahan ya, kalau ini sumbangan dari keluarga calon suami).

Uang ratusan jutanya bisa buat beli yang lain kan? apartemen, mobil atau simpanan Logam Mulia.

kebaya akad nikah dan kebaya resepsi yang dua-duanya pinjaman

Mungkin memang banyak calon pasangan pengantin yang memimpikan pernikahan yang megah, dan sesuai impian, tentunya sah-sah aja, lah wong duit-duit dia…hehehe…

Jadi semua kembali ke masing-masing ya, disesuaikan aja, jangan sampai urusan nikah ditunda-tunda hanya karena ngga cukup uang buat acara pernikahan atau harus pinjam-pinjam uang ke bank dengan bunga yang cukup tinggi apalagi KTA kan? bunganya bisa sampai 35% pertahun. Setelah acara pernikahan terus pusing bayar cicilan, males banget ya? yang bener tuh abis nikah, bulan madu kalo ada duit, dan nabung buat kebutuhan masa depan, kalau mau cicilan ya mending cicilan rumah lebih bermanfaat dari pada utang cicilan biaya nikah.

It is just my opinion, boleh setuju boleh ngga.

 

 

 

 

 

 

Read Full Post »

I really believe that I am a lucky person… why?? because I have so many blessed from God…

“Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?” that is so damn true though?

I will share my bless this month.. but it doesn’t mean that if I don’t write here, is not a blessed, no I don’t mean it at all.

So, here are some of that:

  1. I joined the selfie photo competition held by PPD company, and I won.

The announcement for the winner

2. And the second one, just a couple days later, when I checked the instagram, I saw a notification that I also won the give away quiz from Rocking Mama and Zuna Sport.

quiz give away

3. Another gift this month is, I also one of the winner for photo competition in our office, and the winner can get free exclusive lunch at hotel Fairmont.

Thanks God….I am so blessed….

free exclusive lunch

4. Last but not least.. this is not about a winner or competition, but I had a chance to meet the youtuber and beauty vlogger, Rachel Goddard, she bought the apartment belongs to my husband’s family. My children like her video on youtube.

with rachel goddard, the indonesian beauty vlogger

I am sure, I should more thank to Allah, this is more than I can expected.

I pray for our happiness, healthiness and wealthiness and for you too of course.. Aameeen…

 

 

Read Full Post »

 

Selama liburan akhir tahun, kami sekeluarga tidak ada rencana untuk pergi kemana-mana kecuali hanya kumpul keluarga di rumah.Seharusnya anak-anak sudah mulai sekolah lagi sejak tanggal 2 Januari 2018 untuk semester keduanya.Karena kantor saya masih libur dan baru masuk tanggal 4 Januari, jadilah dadakan saya tanya ke suami,”pak, liburan nginep aja di hotel yuk, ngga usah jauh-jauh, ke Sentul aja atau Bogor kotanya gitu, kata saya.Suami mengiyakan, dan seperti kebiasaan yang sudah-sudah, bagian travel coordinator ya saya.

PILIH-PILIH HOTEL

Mulailah saya browsing untuk lihat-lihat hotel di Sentul, dari dulu pingin staycation di Aston Sentul, tapi kok pas browsing untuk stay di tanggal 2 Jan, harganya masih di atas 1,4 juta, kemahalan buat saya.Lanjut lagi cari ke hotel lain, dan pas lihat di booking.com ada Desa Gumati Resort, saya ingat dulu kira-kira 9 tahun lalu, kantor saya pernah ada acara outbound (saya ngga ikutan saat itu) sepertinya tempatnya luas, seru dan ada banyak permainan yang bisa dimainkan oleh anak-anak saya.Ada water park dekat situ juga, jadi saya ngga pakai baca-baca lagi review orang-orang terhadap Desa Gumati resort ini, dan tambahan lagi, kamar yang mau saya pesan dengan tipe Grand Deluxe hanya bersisa satu kamar saja, seharga Rp.650 ribu include Breakfast untuk dua orang.Tanpa pikir-pikir panjang, apalagi pesan kamar untuk menginap besoknya, saya takutnya kehabisan kamar,  langsung booking di booking.com dengan garansi pakai kartu kredit saya.

CURUG BIDADARI

Rencana ke curug Bidadari di Sentul akhirnya  kesampaian juga, karena penasaran apalagi lokasinya memang ngga jauh-jauh banget dari Sentul City, dan lihat foto teman SMA yang diposting di FB pas dia ke sana, kelihatannya tempatnya asik, jadi layaklah dikunjungi sambil niatnya mandi di sana.

Setelah ke Curug Bidadari, yang menurut saya, cukup lah satu kali saja saya kesana, yang penting udah pernah..hehehe,

perjalanan lanjut menuju Hotel yang sudah dipesan melalui booking.com  yaitu Desa Gumati Resort.

Menuju Desa Gumati Resort ini, kami melewati beberapa hotel dalam satu area, dan Desa Gumati letaknya agak di belakang.Suasananya sepi, mau nanya orang tapi tidak ada yang terlihat mondar-mandir.Setelah salah arah karena kami menuju ke restoran, ada karyawannya yang memberitahukan letak kantornya untuk check in.Ketika kami datang, dan memberitahukan kalau kami akan check in, ternyata kamarnya belum siap, katanya karena baru banyak yang check out hari ini jadi sepi, ini salah satu jawaban waktu saya tanya, “mbak, kok sepi banget ya.. agak serem ngga sih kalau malam?” lalu suami saya juga nanya, ” kalau malam, gelap banget ngga mbak, lampunya nyala kan?’, dalam hati kami membatin, ” kok ini tempatnya creepy gini ya”. Sambil menunggu, kami juga bertanya tentang restaurant yang ada di situ, dan katanya restauran buka sampai jam 7 malam ( lho kok ngga 24 jam ya, seperti di hotel lain).Masih sambil nunggu, ada satu keluarga datang, dan katanya, dia booking di hotel Bumi Gumati lewat Traveloka tetapi kok malah diarahkan ke Desa Gumati, dan memang ketika dicek oleh si mbaknya,  nama tamunya terdaftar di Desa Gumati.

Mereka minta check dulu kamarnya, dan diantar oleh salah seorang staf untuk melihat kamar hotelnya, tetapi setelah melihat kamar, mereka pergi dan batal menginap di sana.

Hampir satu jam kami menunggu registrasi, dan ” bu.. sudah siap registrasinya, kamar sudah siap” kata si karyawati. ” Ok mbak.. ini kartu kredit saya ya” dan dijawab sama si mbaknya, “maaf bu, kami hanya terima pembayaran dengan cash atau transfer”, ” Lhooo, ngga ada buat gesek kartu kredit?” tanya saya lagi, ” maaf, ngga ada bu, kami hanya terima cash” tambahnya lagi. ” Mesin edc ngga ada sama sekali, untuk debit juga ngga ada?” tanya saya dengan agak emosi. Masa’ iya hotel yang kerja sama dengan booking.com atau traveloka yang meminta garansi kartu kredit, tetapi tidak punya mesin edc, lalu ngapain saya bayar cash, wong niat saya memang mau bayar pakai kartu kredit, biar ditagihnya bulan depannya gitu.Tapi ya sudahlah, saya bayar cash, saya tanya ada atm di mana dan ternyata harus keluar dulu ke Sentul City untuk ATM Mandiri.. alaaamaaak.. rempong banget sih, masa iya kalah sama pedagang kelontong, mereka aja bisa nerima pembayaran pakai kartu kredit atau gesek pakai debit card.

“mbak, kok ribet banget ya mau bayarnya, saya cancel aja kalau gitu deh”, saya putuskan untuk membatalkan menginap di Desa Gumati Resort ini.Dan si mbak bilang,” silahkan bu, dari ibu yang cancelnya ke booking.comnya”.

Sambil jalan keluar dari hotel tersebut, saya cari lagi hotel di Sentul, dan ada Hotel Harris, saya baca reviewnya lumayan bagus, dan yang terpenting kata suami saya “ini beneran hotel, ada satpamnya, ada receptionist yang ramah, dan ngga kalah pentingnya, lokasinya gampang kalau mau cari makan keluar.

Jadi sodara-sodara, si Desa Gumati Resort ini mungkin kalau untuk acara gathering kantor atau outbound yang pesertanya ratusan orang, mungkin lho ya cocok tapi kalau untuk keluarga seperti kami yang cuma berempat, ini lokasi kurang cocok, terlalu sepi dan bangunan juga sudah agak lama.

Baca-baca review dari tripadvisor, banyak yang complain ternyata, dari yang AC di kamar bocor, pemanas teko tidak berfungsi,pipa westafel bocor,bangunan terlihat tua, tidak terawat,kolam renang kecil untuk ukuran resort,kamar sangat tidak redomended, staf kurang sigap, demikan beberapa komen negatif di halaman booking.com.

Berhubung udah kesel, jadi ngga kepikiran mau motret-motret, jadi maaf ya, ngga ada foto-foto untuk Desa Gumati Resortnya, tapi kalau dilihat dari websitenya bagus banget lah ( http://www.desagumati.co.id)

Sekian sharing pengalaman pribadi di awal tahun 2018.

Semoga tahun 2018, bisa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bijaksana, lebih sabar, lebih giat belajar ilmu agama (umur 40 tahun lebih book), belajar ilmu parenting, ilmu menjadi istri dan ibu yang baik, dan banyak lagi ilmu2 yang bisa dipelajari.

 

 

Read Full Post »

Older Posts »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travelling books and travelogue. Write travel articles for media. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family travelling with kids/babies.

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

RedDoorz

Your Traveling Buddy

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination