Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Anak2ku’ Category

Tumben-tumbenan si bapak Eko ngajakin pergi di waktu weekend dan agak jauh dari rumah, yaaak kita ke Cileungsi, tepatnya ke Taman Buah Mekarsari.

Duluuuu banget, waktu anak-anak masih kecil, kira-kira 8 tahun lalu deh, sempat juga kesitu,dan sekarang mau ajak anak-anak lagi siapa tahu ada yang baru dan belum pernah dikunjungi.

Pagi-pagi jam 8 an udah berangkat, sampai di sana hampir jam 9 an lah.Ada warung bakso, mie ayam dan masakan padang.

Harga makanan terbilang lebih mahal, karena semangkok mie ayam harganya 25 ribu rupiah, anak saya yang cowok, nyeletuk, kok mahal ya mah? dan saya jawab, memang biasa kalau di tempat hiburan harga-harga makanan dan minuman itu lebih mahal karena biaya sewa tempat mereka juga cukup mahal, jadi harus disesuaikan.

Tempat pertama yang dikunjungi, ada tempat untuk belajar bersama profesor, seperti di ruang theater gitu, dan pengunjungnya hanya kami..hehehe VIP ceritanya.

Anak-anak diajak belajar cara membuat salju palsu terbuat dari bahan popok dan dicampur air.

 

Iklan

Read Full Post »

Anak-anak jaman sekarang, sepertinya sudah menganggap orang tua seperti layaknya seorang teman, tanpa malu dan ragu, anak-anak bisa leluasa berbicara, berdebat bahkan mengomel kepada orang tuanya, ataupun gurunya.

Beberapa kali saya mengalaminya, dan pernah juga saya menjadi saksi di saat ada kegiatan sekolah, anak-anak akan berangkat camping, lalu ada salah satu guru yang ingin bergabung di mobil truk, tapi oleh anak-anak ditolak, ” Bapak jangan di sini dong, pindah aja, di sini udah penuh nih, sempit, bla bla bla” si pak guru hanya senyum dan tetap ikut di truk tersebut. Saat itu saya yang menyaksikan langsung bagaimana anak-anak bisa sangat cueknya mengusir gurunya, dan saat itu juga saya langsung tegur anak saya, bahwa tindakan tersebut tidak sopan dan menyakiti perasaan guru tersebut. Walaupun yang berteriak ke guru tersebut bukan hanya anak saya, tetapi sebagai orang tua, ya saya harus menegur anak saya terlebih dahulu. Anak saya langsung pasang muka cemberut, ngga suka ditegur oleh saya.

Memang sih anak-anak sekarang lebih kritis, cerdas dan mampu mengungkapkan ide-ide mereka secara langsung tanpa malu-malu, yang kadang cenderung tidak sopan kalau menurut saya. Apabila hal ini terjadi dengan saya, di saat saya menyuruh anak saya melakukan sesuatu dan dia protes, bicara yang tidak sopan, tentunya saya langsung protes,” yang sopan ya bicara sama orang tua” , dan seketika, anak saya akan langsung sadar kalau itu tidak baik.

Mendidik anak-anak agar bisa mempunyai budi pekerti yang baik, sopan, suka menolong tentunya tidak mudah, harus diulang berkali-kali, jangan merasa bosan dan patah semangat.Kita juga harus berdoa kepada yang maha pencipta,agar bisa mempunyai ilmu, kekuatan dan kesabaran juga kelembutan hati untuk bisa menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak kita.

Minggu lalu, kami pergi menginap ke puncak, di hotel Seruni,Cisarua, dan sekarang setelah sekian tahun tidak menginap di sana, ternyata sudah bertambah fasilitas untuk bermain anak-anak.Ada kolam renang baru dengan perosotan, dan flying fox di atas pasir, lebih seru dan menyenangkan.Ada satu kejadian yang membuat saya bangga terhadap anak saya yang bontot, di saat ayah saya yang sekarang usianya tentu sudah tidak muda lagi, sudah hampir 73 tahun, ayah saya berjalan menuruni tangga untuk menuju kolam renang di seruni 1, sedangkan kami menginap di seruni 3, lokasinya lumayan jauh bila berjalan kaki. Ketika ayah saya berjalan di belakang saya, tiba-tiba Dammar yang berjalan di depan, menghampiri ayah saya, dan langsung mengambil bawaan plastik yang berisi baju ganti ayah saya dan menggandeng tangan ayah saya.

Tanpa bicara sepatahpun, dengan tindak tanduk yang sangat membanggakan saya sebagai orang tua tentunya dengan perhatian anak saya kepada datuknya. Saya langsung memberikan pujian kepada anak saya, ” waah adek pintar ya, baik banget sama datuknya”.

Alhamdulilah semoga anak-anak saya mempunyai perhatian dan concern terhadap orang yang lebih tua, orang yang membutuhkan bantuan dan juga terhadap lingkungan sekitarnya.

 

 

 

Read Full Post »

Berbohong Demi Kebaikan

Waktu saya jalan-jalan ke Eropa, anak saya yang bontot udah pesan minta dibelikan jam tangan merk Seiko. Ok deh, dicoba lihat-lihat siapa tahu harganya lebih murah jauh dari pada harga di Jakarta. Ketika saya di Milano, Itali, sempat juga saya lihat di toko ada tuh jam Seiko, harganya sekitar  100 euro.Sempet galau juga sih, beliin ngga beliin ngga ya, tapi buat anak SD kelas 3 kayaknya kemahalan deh beli jam tangan harga jutaan gitu, belum lagi nanti ngga dijaga, hilang, rusak dll, jadinya males juga  beliin.Ternyata harganya juga ngga jauh lebih murah ya, kirain bisa gitu separoh harganya dari harga di Jakarta.

Sebelum pulang, kami transit dulu di Paris, dan mampir ke pertokoan, saya mampir ke toko pernak pernik souvenir , lucu-lucu barangnya ada hiasan-hiasan, pulpen,frame,kaca mata, dan lain-lain.Dan saya menemukan jam buat anak-anak, harganya juga tidak terlalu mahal sekitar 200 ribuan kalau dihitung harga Rupiah.Saya putuskan, beli saja deh, lumayan buat nambahin oleh-oleh anak-anak.

Beberapa waktu lalu, anak saya, Alifa cerita waktu dia  di sekolah, temannya ada yang tanya, beli jam itu di mana, dan dalam hati anak saya, kalau dia bilang beli di Paris, takut dikira sombong, pamer dan lain-lain, akhirnya dia cuma jawab,”mamah aku yang beliin, ngga tau beli di mana”. Saya setuju banget waktu dia jawab seperti itu,” iya Nak, lebih baik kamu berbohong demi kebaikan, dan lebih baik merendah, ngga boleh sombong dan pamer, mamah bangga sama kamu, kamu bisa berempati terhadap teman yang belum tentu bisa jalan-jalan atau beli jam di luar negeri, walaupun anak saya juga belum ada yang pernah jalan-jalan ke luar negeri.Saya sendiri bisa pergi ke luar negeri pertama kali itu waktu usia saya 30 tahun, ikut program persahabatan pemuda Indonesia Jepang ( Youth Friendship Program) dari JICA.Selama tiga minggu saya di Jepang, berpindah-pindah kota dari Tokyo,Osaka, Fukushima,dll, dan gratisan boook, Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan, yee kan?

Berharap anak-anak saya semua menjadi manusia yang punya empat tinggi terhadap sesama, senang menolong orang yang susah, dan tidak sombong.

Karena di atas langit itu ada langit, kalau kita merasa sudah kaya raya, ada kok yang lebih kaya, kalau kita merasa sudah pintar, ada kok yang jauh lebih pintar.

 

 

 

Read Full Post »

Kucing Nyasar

My daughter’s wish comes true ya, soalnya ada kucing nyasar ke rumah, dan ngga mau pergi-pergi.Anak-anak suka, dan malah sama Bapaknya anak-anak dibawa ke Pet shop, dimandiin, dibeliin makanan dan dibeliin pasir juga untuk tempat pupnya.Gimana coba? gimana si  mpus ngga malah betah di rumah? Dari dulu emang suami doyan banget sama binatang piaraan.Dari jaman sebelum nikah sama saya aja, di rumahnya ada ikan, ayam bangkok, burung.Setelah nikah, di rumah juga tetap ada burung, burung tekukur, burung kenari, burung parkit, rumah rame sama suara mereka.

Nah, anak-anak saya juga demen banget sama binatang, nih ya.. binatang yang sudah pernah jadi piaraan tapi sekarang tinggal kenangan: hamster, dipiara waktu anak saya usia balita, lalu kelinci, di saat usia anak-anak saya kelas masuk SD, dan seperti biasa ya anak-anak kan senengnya cuma buat main dan dilhat, tapi untuk urusan pup dan bersihin kandang, ya ujung-ujungnya orang tuanya yang beresin, suami saya sampai kena virus jamur di tangannya karena virus dari kotoran kelinci.

Sudah lama anak saya yang besar merengek minta beli kucing, katanya kalau bisa buat kado dia ulang tahun bulan Mei ini, dan berhubung adik saya juga punya kucing dan baru beranak, anak kucingnya dijanjiin buat anak saya, yang nanti usianya pas 3 bulan sekitar bulan Mei, jadi pas lah buat kado ulang tahun si Alifa.

Tapi nih ya, ada kucing nyasar, sering masuk ke teras rumah, dan sama anak saya yang kecil, dielus-elus, digendong, si mpus tenang aja tuh, ngga galak gitu,anak saya seneng dong, dan minta ijin buat miara kucing itu di rumah.

Dengan pakai perjanjian, harus mau bersihin kotorannya, mau kasih makannya, akhirnya si mpus putih menetap di rumah, ngga tau sampai kapan tuh.

Bulan depan, welcoming anak kucing dari adik saya, namanya Rangga katanya.

mpus putih yang nyasar ke rumah

 

Read Full Post »

Gara-gara HP Android yang bisa kirim pesan pake WA, dan sekarang jadi punya grup WA yang jumlahnya sampai ngga cukup dengan 10 jari.Ada grup SD, SMP, SMA, Kuliah, kantor, RT, grup sekolah anak-anak, which is anaknya dua ya jadi ada 2 grup WA, grup keluarga saya, grup keluarga suami, grup mantan teman-teman kantor.. pokoknya bejibun deh. Ngga berasa dan suka ngga sadar, kalau obrolan lagi seru di salah satu grup, suka kebawa ingin komentar dan baca, padahal udah sampai rumah.Anak-anak yang sudah seharian ngga ketemu, pas ketemu kita, kitanya lagi sibuk balas WA dan baca berita online.

“Mah.. aku tadi di sekolah kesel banget sama si anu.. bla bla bla..” dan kita yang masih sibuk sambil chat, ngga begitu fokus nanggepin anak yang lagi cerita.Sampai suatu hari tersadar, anak-anak juga sibuk dengan tablet dan HP nya, nonton youtube, lihat instagram, game, dll.Saya merasa disisihkan oleh anak-anak dan juga suami.Suami juga sering baca berita online di HP, pokoknya semuanya sibuk dengan kegiatan masing-masing tapi semuanya pegang gadget.

Tantangan terbesar saat ini dalam mendidik anak-anak yaitu game dan gadget, nilai ulangan yang cenderung turun, kurangnya kegiatan fisik, dan  senang melihat kegiatan orang lain khususnya artis-artis idola yang bisa menimbulkan pengharuh kurang baik terhadap perkembangan usia anak.

” Mah, katanya orang tua nyontohin yang baik-baik ke anak-anaknya, jadi kalau orang tua sibuk main HP, anak-anaknya juga boleh dong, kan udah dicontohin” mak jleb ngga sih? itulah.. anak-anak itu polos dan kita jadi harus sering introspeksi.

TV cable di rumah udah hampir ngga pernah ditonton lagi,karena orang rumah lebih tertarik dengan internet, nonton youtube, instagram, dll.Langganan tv cable malah jadi percuma, setiap bulan bayar hampir 600 ribu rupiah dengan paket tv dan internet.Padahal kan 600 ribu perbulan itu bisa buat beli LM 1 gram kan? nah ini malah jadinya anak-anak juga sibuk main gadget sampai malam, apalagi kalau libur, dari bangun tidur saja sudah langsung cari HP mau nonton youtube.

Sebetulnya sudah diberikan waktu, untuk main gadget itu hanya boleh 1 jam saja sehari, plus kalau hari jumat, sabtu dan minggu boleh kapan saja, itupun ngga boleh nonstop, saatnya sholat ya harus sholat, mandi ya harus mandi.Kenyataanya, anak-anak malas sholat, malas mandi, makan aja sambil nonton youtube, kadang di kasur, atau di meja komputer sambil nonton.Gimana itu coba?

Ada salah satu channel youtube yang mereka sering tonton yaitu Gen Halilintar, mereka itu sekeluarga ber – 11 bersaudara, katanya malah sekarang sudah nambah lagi anaknya jadi 12 anak. Saya ngga kebayang ya satu rumah itu ber 12….hehehehe.. untungnya sih bapaknya orang kaya ya,.. jadi bisa punya rumah besar, ada kolam renangnya, bisa jalan-jalan ke luar negeri semuanya.Banyak kegiatan mereka yang diupload, seperti berenang di dalam kolam renang yang mereka punya sendiri di dalam rumah, atau buka kado untuk anak yang sedang ulang tahun, kado-kadonya juga cihuy-cihuy….jalan-jalan ke luar negeri.Banyak hal-hal konsumtif yang menurut saya kurang bagus pengaruhnya buat anak-anak.Memang saya akui sekarang jamannya pamer, selfie dan individualistis.Jalan-jalan kemana-mana sekarang sudah biasa, langsung diupload ke FB, Instagram, Path, dll.Saya berusaha memberikan masukan ke anak-anak saya, apalagi kalau mereka minta mainan yang mahal-mahal, sering saya ngga turutin, karena saya mau memberikan pandangan ke  mereka, kalau mau sesuatu ya harus nabung dulu, sabar, dan ngga semua yang kita inginkan itu bisa terwujud semua, kita harus bisa menerima kondisi apapun, walaupun itu tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

Mulai pertengahan bulan April ini, saya sudah minta pihak tv cable untuk sementara menon-aktifkan program tv dan internet.Saya berharap dengan tidak ada internet di rumah, anak-anak bisa melakukan kegiatan lain seperti main sepeda di taman, baca buku, menggambar dan lain-lain yang sebelumnya biasa mereka lakukan sebelum kecanduan internet yang amat meresahkan saya khususnya.

Saya sadar, sekarang memang sudah jamannya berkembang, tapi ya saya sementara ini berusaha dulu deh untuk mengurangi pengaruh buruk yang bisa ditimbulkan.Anak saya yang besar,  tahun ini bulan Juli, Insya Allah sudah naik kelas 6, yang mana sudah siap-siap mau masuk SMP Negeri yang bagus seperti yang saya harapkan.Nilainya harus tinggi minimal 9 kalau memang mau masuk sekolah Negeri yang bagus.

Sekali lagi, jadi orang tua itu ngga pernah ada sekolahnya, nyemplung aja langsung, kuncinya ya berdoa dan terus belajar.

 

 

Read Full Post »

“Ayo kak.. ayo kak… lurus.. lurus.. ” teriak saya waktu menyemangati Alifa yang ikut lomba renang.Sudah kayak tukang parkir..hehehehe… soalnya pas gaya punggung, dia tidak bisa melihat garis pembatas, jadi kadang suka mepet gitu ke garis pembatas.Alifa yang minggu lalu, ikutan lomba renang 4 gaya untuk tingkat Sekolah Dasar sekecamatan Bekasi Selatan.Lomba renang ini buat Alifa yang pertama kali dan mungkin juga yang terakhir untuk tingkat SD, karena kelas 6 sudah tidak diperbolehkan lagi ikutan lomba yang sama tahun depan.

Begitu sampai di lokasi, ” Mah, aku deg-degan nih” kata Alifa kepada saya, saya juga sebenarnya deg-degan, tapi saya berusaha tenang dan memberikan pandangan ke Alifa, kalau lomba ini, anggap saja seperti kamu balapan sama adik kamu pas renang sama-sama, ngga usah terlalu dibawa beban.Lomba itu pasti ada yang menang dan ada yang kalah, jadi ngga masalah, apalagi kamu ngga ikut club renang seperti peserta yang lain, atau punya kolam renang sendiri, les renang juga hanya seminggu sekali dengan guru olah raga sekolahnya.Jadi saya tidak terlalu mengharapkan dapat juara, tapi ya kalau pas Alifa bertanding.. tetap dong saya berdoa biar Alifa menang.Menang ya Alhamdulilah.. kalah ya ngga papa, it’s no problem at all.

Perwakilan dari sekolah SDIT Al Ikhlas 86, Bekasi Selatan untuk Olimpiade Olahraga ini hanya diwakilkan dua anak, yaitu Alifa kelas 5 dan Azria kelas 3.Untuk 4 gaya yang dipertandingkan, menurut guru Olah raganya, Pak Dira, calon pesertanya terbatas, kalau bisa 3 gaya, kami banyak calonnya, begitu ungkap pak Dira.

siap-siap lomba renang dulu ya..

Teman Alifa, si Azria karena kalah di awal lomba yaitu gaya bebas, dia sudah ngambek, ngga mau ikutan lagi, padahal sudah dibujuk-bujuk, yang dihitung itu detiknya nanti diakumulasi, jadi ngga papa, ini buat latihan dan biar tahu berapa menit, pokoknya harus sampe finish ya.. bla bla.. itu yang saya tangkap beberapa kalimat penyemangat dari guru dan orang tua Azria, tapi saya kebayang deh, namanya anak kelas 3 SD, anak saya aja masih suka ngambek, nangis yang bontot itu, jadi pas lomba saat itu, dan kalah di awal, anak- anak udah down duluan,  ada yang seperti itu, mereka maunya selalu menang, padahal kan yang penting ikutan buat pengalaman, dan ini juga menjadi salah satu bagian dari mendidik anak-anak agar mereka sportif, tidak curang,jujur, bisa menerima kekalahan dan kesedihan, tidak selalu kita mendapatkan apa yang kita inginkan.

Saatnya pengumuman pemenang.. eng ing eng…..sambil berdoa dalam hati, semoga Alifa menang dan bisa menyumbangkan medali buat tambahan koleksi sekolahnya. Juara disebutkan mulai dari juara 3 putri.. pemenangnya adalah: ALIFA dari sekolah Al Ikhlas…..horeeeeee.. horeeeee… alhamdulilah ya nak.. good job, I am so proud of you.

Juara lomba renang, yang juara 1, udah body perenang banget, kulitnya aja udah mencerminkan sekali anak itu, setiap hari kena panas matahari

Banner lomba renang di kolam renang Jaka Permai Bekasi

 

Read Full Post »

Setiap pulang kerja, sampai rumah udah kecapean.Abis mandi, makan malam, sholat lalu ngantuk.Ngobrol sama anak dan suami juga sedikit banget, kadang jadi sedihnya gini, nanya ke anak cuma ga jauh dari soal beresin buku udah belum, mandi udah belum, sholat udah belum… nah itu tiga poin utama pertanyaan begitu saya sampai di rumah.

Padahal kadang pingin ngobrol panjang lebar soal kegiatan anak-anak seharian, mengenai teman-teman sekolahnya, gurunya, pelajarannya, dan lain lain.Tetapi ya gitu deh, niat tinggal niat, karena badan udah pegal gara-gara macet di jalan, kepala udah puyeng karena lama di mobil.

Jadi saya mau cerita soal anak saya yang paling kecil nih, walaupun laki-laki tapi dia lebih cerewet dari kakaknya, lebih suka protes dan lebih kritis. Minggu lalu, dia tidak mau sikat gigi sebelum tidur, dan itu sudah dua hari berturut-turut, padahal saya sudah siapkan sikat gigi beserta odolnya di kamar mandi, dia tinggal sikat aja, srekk sreeek.. gitu kan? tapi ya itu, walaupun udah janji mau rajin sikat gigi, tapi sering dilanggar sama dia.Saya marah dong, dan saya pura-pura mau kirim sms ke wali kelasnya, tapi dia ngga terima, dan malah mau buang samsung tablet ke tempat sampah.Waaah.. tau sendiri dong, makin marahlah saya, saya makin teriakin dia dan bilang, ngga boleh nonton tv dan ngga boleh liat komputer lagi.

Sambil nangis dia bilang..” huuuuuuhuuuu.. kalau ada lomba mamah tergalak sedunia.. huuuhuuu mamah pasti menang,huuuuu….

Suami sambil senyum-senyum melirik saya, dalam hati sih saya ngebatin, nih anak ada-ada aja…hahahhaa.. tapi saya ngga mau kalah sebagai orang tua saya jawab,” bagus dong kalau menang.. kan mamah bisa dapat hadiah, siapa tau dapat mobil atau rumah”…. eh dia lanjutin nangisnya…”huuuhuuu.. mentang-mentang jadi orang tua, bisanya marahin anak melulu,,,,huuu huuuu” sambil masih nangis gitu.

Saya putuskan ngga mau dilanjutin, saya langsung merem siap-siap tidur, dan ada rasa feeling guilty  dalam hati, setelah dia bilang kok jadi orang tua bisanya cuma marah-marah doang.. jleb banget ngga tuh?, kok ya,….. yang ada di pikiran anak saya, jadi orang tua itu bisanya cuma ngomel-ngomel aja…hiiksss.. sedih kan ya?

Esok paginya, begitu bangun tidur, saat saya masih belum mandi, anak bontot saya bangun, trus kucek mata, dia bilang, ” Mah.. maafin aku ya semalam,”….wiiiih.. so sweet ya.. langsung deh saya cium pipinya yang empuk itu, dan saya juga bilang sambil peluk dia,” mamah juga minta maaf ya dek.. mamah marah kan pasti ada sebabnya dan tujuannya baik buat adek” sambil masih mengantuk, dia mengangguk-angguk. Senangnya hatiku….. ternyata dia juga feeling guilty kayaknya.

ooh my boy….

My Boy

My Boy

dammar-1

Read Full Post »

Older Posts »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

BLOG BELALANG CEREWET

dicatat biar awet

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination