Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2019

Beberapa foto acara peresmian MRT pada tanggal 24 Maret 2019, yang dihadiri oleh pak Jokowi, Kedutaan Besar Jepang, Vice President JICA, Kementerian Land and Transportation Jepang, Direktur MRT Jakarta dan juga beberapa menteri. Photo Credit by:  Putri dan Yohanes

Yeaaayyyy…. seru banget bisa nyobain naik MRT bareng teman-teman kantor.Berhubung pendanaan dari JICA, jadi as a part of work, kemarin ada tour MRT judulnya, jadi biar semua staff JICA bisa ikut merasakan alat transportasi terbaru di Jakarta.

Sebelum ini banyak yang norak, karena MRT layaknya mainan baru buat masyarakat kita, karena masih gratis dan tidak perlu daftar online, jadi banyak yang mencoba naik MRT rombongan seperti piknik, sampai ada yang bawa nasi bungkus dan makan di stasiun, hehe.

Tetapi kemarin ketika kami mencoba MRT, kami ngga menemukan lagi yang udik-udik gitu, udah niat kalau nanti nemu, bakal mau saya tegur, apalagi saya sedang dapat menstruasi, jadi bawaannya agak esmosi, hahaha.

Ya semoga kedepannya masyarakat kita akan lebih sadar dan disiplin untuk bisa menjaga fasilitas umum yang harganya ngga murah ini dan perjalanan panjang dari 6 presiden dan 9 gubernur DKI.

“Mimpi” Jakarta untuk memiliki MRT adalah perjalanan panjang yang melibatkan sejumlah pihak.Berbagai studi dan rintisan MRT dimulai sejak tahun 1981.JICA telah membuat studi” Jakarta Metropolitan Area Transportation” dan sejumlah studi lainnya.

Sejarah akhirnya datang, MRT mulai bisa digunakan secara gratis sampai 31 Maret 2019 untuk tahap pertama sepanjang 16 kilometer ( Bundaran HI- Lebak Bulus).Pendaftaran melalui online untuk trial melalui bukalapak atau applikasi MRT.

Seandainya ada jalur dari Bekasi ke Senayan, dengan waktu tempuh 30 menit, ditetapkan tarif 25 ribu rupiahpun masih ok buat saya, karena ketepatan waktu dan kenyamanan yang jadi pilihan prioritas.

Phase kedua dari HI ke Kampung Bandan nantinya juga akan dibiayai oleh JICA,sudah mulai dicanangkan, semoga lancar dan makin bisa mengurangi kepadatan lalu lintas yang sudah menjadi momok bagi penduduk Jakarta.

Kemarin, kami start dari stasiun di Senayan, dan naik ke arah Lebak Bulus, lalu saya kembali lagi ke arah HI, penasaran sama yang bawah tanahnya, setelah sampai HI, saya lanjut balik lagi ke arah Senayan, dan turun di situ, lalu lanjut pulang naik bis ke Bekasi.

Senang sekali dan bangga sebagai karyawan JICA dan warga DKI, akhirnya kita bisa punya MRT.

 

 

Read Full Post »

Februari tahun ini paspor saya sudah habis, dan sebelum habis saya sudah perpanjang sejak tahun lalu.Suami dan anak-anak juga yang belum punya paspor sekalian bikin juga.Kalau suami sih dulu pernah punya tapi sudah lama jadi bikin baru lagi.

Rencana jalan-jalan ke luar negeri tadinya mau ke Lego Land Malaysia, dan dengan bodohnya, ketika saya cari-cari tiket lewat Air Asia, saya belinya ke Kuala Lumpur, sedangkan Lego Land itu adanya di Johor Baru, dan harus naik pesawat lagi kalau mau ke Johor Baru.. eelaadalahh…

Sempet kecewa sih anak lanang tapi saya bilang, lain kali kita pergi ke Lego Land yaa, sekarang kita pergi ke Kuala Lumpur dulu aja.Anak saya tanya, emang ada apa Mah di Kuala Lumpur? dan saya jawab,” ya kita pokoknya lihat-lihat Negara lain aja ya, jalan-jalan di kotanya, kan ada Twin Tower.

Sehari sebelum berangkat ke KL, anak lanang sempat demam, dan sudah dibawa ke dokter, diberi obat penurun panas, pas hari H berangkat sudah tidak demam lagi, tapi masih lemas, pusing katanya, cuma kan karena tiket, hotel, tiket sunway lagoon udah dibayar semua, jadi kita putuskan tetap berangkat.

Satu hal  lagi juga yang bikin saya agak kurang bisa menikmati jalan-jalannya, karena ibu saya kan baru keluar dari rumah sakit, jadi kondisi beliau masih belum sehat, karena jempol kaki diamputasi dan masih ada luka di kaki yang perlu pengobatan.Belum bisa bangun sendiri dari tempat tidur, masih harus dibantu untuk jalan ke kamar mandi. Jadwal saya jaga ibu saya yaitu Jumat lalu, dan saya minta adik saya untuk menggantikan saya jaga ibu saya di rumah.

Harga tiket Air Asia untuk berempat, lebih murah dari pada harga tiket kereta ke Malang bulan Desember tahun lalu, hehehe, padahal domestic dan luar negeri, tapi lebih mahal domestik.

Untuk menginap, saya pilih Apartemen Robertson di Bukit Bintang, saya dapat referensi dari grup Backpacker International di Face Book, dan ternyata apartemennya ok banget, bersih, dan lengkap juga luas untuk kami berempat.Harga permalam juga murah hanya 700 ribuan dengan tipe satu bed room.

Salah satu alasan saya pilih negara Malaysia untuk pertama kali ke luar negeri buat anak-anak itu karena negaranya dekat, hanya 2 jam perjalanan naik pesawat, dan juga soal bahasa dan makanan, tentunya kita bisa komunikasi dengan Bahasa Indonesia, mereka juga mengerti.Untuk makanan, masih bisa dimakan lah kan ada nasi lemak, mie rebus, bakso, soto juga ada, walaupun tetap lebih enak di Indonesia.Makanan Indonesia di sana, rasanya kurang pas di lidah, walaupun yang masak atau yang jual orang Indonesia, tapi tetap aja masih enakan di Indonesia.

Berhubung anak lanang agak kurang sehat, ternyata pas sampai di sana, keluar bitnik merah di seluruh badannya, kena campak dia, kasian… kalau lagi kurang sehat gitu kan jalan-jalan juga makan ngga bisa menikmati jadinya.

Saya mau cerita dari hari pertama tiba di Kuala Lumpur ya.

Day 1: Tiba di KLIA 2, khusus Air Asia, jam 9.25 pagi waktu setempat (beda satu jam lebih cepat dari pada Jakarta).

Kami sudah pesan rental car dengan pak Azuwan, dan ini juga dapat referensi dari grup FB, pelayanannya ok dan harga juga bersaing, drivernya jemput lalu antar kami dengan rute sbb: Putrajaya, Istana Negara, Dataran Merdeka, Twin Tower, toko coklat Belice, padahal maunya ke Beryl bukan Belice..hehehe.

Malamnya kami ke jalan Alor yang katanya banyak yang jual makanan, dan katanya juga ada sayap ayam bakar yang terkenal, jadi saya nyoba pesan itu, di restoran China, sempet nunggu agak lama makanannya datang.

Day 2: Sunway Lagoon, ini juga direkomen sama grup FB, katanya kalau bawa anak-anak pasti seneng kesitu, tempatnya itu water park dan theme park yang bisa buat anak-anak, ada juga mini zoo di sana. Lagi-lagi karena kondisi anak lanang masih kurang fit, jadi di sana hanya 2 – 3 jam saja, setelah itu kembali ke penginapan. Sorenya anak-anak ditinggal di apartemen, saya dan suami pergi ke Central Market buat beli oleh-oleh untuk keluarga, dan seperti biasa yang netral belinya coklat deh, hehe.

Pilihan lokasi di Bukit Bintang, menurut saya cukup lumayan enak juga, karena kalau mau ke mall dekat, naik grab ga sampai RM 10, dan mall paling besar di sana yaitu Pavilion dan mall lain di sekitarnya, cukup ramai oleh pengunjung, sepertinya memang daerah turis.

Malam kedua, Kami sempat makan malam di MCD Bukit Bintang, persis depannya ada pengamen jalanan yang banyak ditonton orang-orang jadi cukup menghibur. MCD di sana, ngga sedia nasi lho ya, cuma ada kentang

Day 3: Dari pagi leyeh-leyeh aja di Apartemen, siangnya check out, lalu titip koper dan kami jalan-jalan ke mall Pavilion sekalian makan siang di sana, balik lagi ke apartemen untuk ambil koper, lalu pesan grab car untuk ke bandara.

Transportasi dengan Grab Car sangat mudah dan murah, jadi kami sewa mobil harian hanya di hari pertama saja, dua hari berikutnya kemana-mana kami naik Grab Car.

Untuk alat komunikasi, saya beli kartu sim card berikut quota internet di airport, harganya RM.36 untuk 7 giga, dan karena saya hanya perlu untuk pesan grab atau komunikasi WhatsApp, jadi cukup lah selama tiga hari di sana, kan di apartemen ada wifi jadi bisa gratis internetan.

Cendol Durian, Twin Tower at night, Sunway lagoon, Twin Tower at day time

See u again Malaysia, we will visit again next time.

 

Read Full Post »

Alhamdulilah, kedua orang tua saya masih hidup, dan berarti kami masih diberi kesempatan untuk bisa berbakti dan membahagiakan keduanya.Saat ini ibu saya sedang sakit dirawat di ICU RS.Polri, Kramat Jati, sebelumnya juga sudah dirawat di RS.Harum selama 2 minggu, dipulangkan oleh dokter penyakit dalam, namanya ibu Heriyati, dan beliau bilang, “ibu mau ngontrak di sini?” karena sudah cukup lama mungkin, lagipula siapa juga yang mau berlama-lama di RS? saya sudah berniatan untuk mengeluarkan secara paksa karena tidak ada kejelasan, dan sehari di rumah, drop, tekanan darah rendah, menurunnya kesadaran, lemas, tidak ada tenaga.Esoknya kami bawa ke RS.Persahabatan yang lebih lengkap, ternyata di IGD kondisinya penuh, sampai waiting list ada 3 orang lagi, orang IGD menyarankan untuk dibawa ke RSCM yang lebih lengkap, tetapi mengingat jarak yang cukup jauh, dan iya kalau ada tempat, akhirnya karena darurat, kami bawa ke RS.Antam Medika di Pulogadung.Menurut orang RS.Persahabatan, di Antam juga menerima pasien BPJS, tetapi pas kami tiba di sana, mereka menerima pasien BPJS Ketenagakerjaan, bukan BPJS Kesehatan. Berhubung sudah masuk IGD di RS.Antam, dan disarankan masuk ICU, kami setuju saja, yang penting penanganan awal dulu saja.

Setelah diobservasi, diberikan obat2an yang diperlukan, ditransfusi darah, kondisi ginjal yang tidak bagus, irama jantung yang tidak teratur, dan kaki jempol infeksi gangrene yang ternyata saya baca-baca memang menyebabkan sepsis, akibatnya kondisi penderita lemas, tekanan darah rendah,mual, pusing.

Hari ketiga di sana, tagihan sudah lumayan cukup membuat saya kaget, hampir 30 juta, jadi saya minta pindahkan ke RS lain yang menerima BPJS.Dibantu oleh pihak RS, kerja sama dengan pihak ambulance swasta, Pratama Medika, dari mereka dicarikan kamar dan dapat di RS.POLRI Kramat Jati.Akhirnya kami pindahkan ke sana dan ditempatkan di ICU.

Awalnya bermula dari kondisi ibu saya yang sesak napas, dan vertigo, karena mungkin salah makan, saya dengar makan duren yang dibawa adek saya, lalu karena perut kembung, adek saya belikan soda susu yang menurut dia, bisa mengeluarkan angin dalam perut.Tetapi malah ibu saya makin sesak napas, dan dibawa adek saya ke UGD  di RS.Harum, Kalimalang, Jaktim.

Sempat dirawat di ICU 2 malam, ada cairan di paru-parunya, lalu dirawat di kamar biasa,setelah seminggu, ada luka di jempol, yang ngga jelas berawal di mana dan kapan.Ketahuan waktu ibu saya ke WC, lalu naik ke tempat tidur, jempolnya berdarah, dan langsung diberikan betadine. setelah lapor ke suster, hanya dikompres betadine dan diberikan antibiotic, katanya juga sudah dikonsul ke dokter bedah juga dan di rontgen, tetapi ketika saya tanya soal bagaimana tindak lanjutnya, saya diminta tanya ke dokter langsung, suster ngga bisa menjelaskan, tapiiii.. kapan bisa ketemu dokternya??? jam visit ngga menentu kan? kalau memang saya harus konsul, bayar pribadi juga ngga papa kok.

Saat ini, ibu saya sudah kembali ke rumah  setelah dirawat di RS.Polri selama 5 hari, amputasi jempol yg disarankan oleh dokter bedah, ternyata oleh dokter jantung tidak disarankan karena resiko tinggi.

Dipulangkan, agar dirawat sendiri lukanya.Saya mencoba cari tahu di internet soal luka diabetes, mengenai penangangannya dan perawatnya. Saya akhirnya panggil perawat ke rumah lewat jasa caredise.com dan kemarin, jempol ibu saya dipotong karena memang jaringan sudah mati.

Kasihan dan sedih lihatnya, ibu saya pasti shock dan ngga nyangka dari luka kecil mengakibatkan amputasi.

Menjaga orang tua sakit selain menguras tenaga juga menguras pikiran, saya dan adek-adek berkoordinasi siapa yang menjaga ibu karena sampai saat ini masih belum bisa bangun sendiri dari tempat tidur.

Saya copas tulisan yang baru saja saya terima lewat pesan WA, dan pas banget di saat ibu saya sedang sakit seperti sekarang ini.

Bila diantara saudara-saudara kita sekalian diberikan nikmat Sakit, jangan lah terlalu risau..

*TENTANG SAKIT*

_Suatu hari Rasulullah  SAW kedatangan seorang bapak dan anak gadisnya. Bapak tersebut meminta Rasulullah SAW untuk menikahi anak gadisnya dan mengatakan bahwa anak gadisnya merupakan anak yang sangat luar biasa dimana anaknya_ *sejak kecil sampai sekarang tidak pernah sakit*

Rasulullah SAW tersenyum dan beliau diberitahu oleh Malaikat Jibril untuk menolaknya karena *tidak ada kebaikan* dalam diri anak gadis itu.

Sungguh luar biasa makna dari sakit, ternyata dengan datangnya penyakit pada diri kita itu mendatangkan berbagai kebaikan.

Bahkan sebagian ulama mengatakan orang yang sedang sakit dipastikan orang tersebut sedang dicintai Allah…

*Sakit kalau kita sikapi dengan positif*

*Sakit itu “Zikrullah”*

Orang yang sedang sakit akan lebih sering menyebut Asma Allah dibandingkan ketika dalam sehatnya

*Sakit itu “Istighfar”*

Orang yang sedang sakit akan teringat dosa-dosa yang pernah diperbuat, sehingga lisan akan terbimbing untuk selalu beristigfar dan memohon ampunan kepada Allah.

*Sakit itu “Tauhid”*

Bukankah saat sedang hebat rasa sakit, kalimat thoyyibah yang akan terus digetar?

*Sakit itu “Muhasabah”*

Orang yang sedang sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri, menghitung-hitung bekal apa yang telah dikumpulkan untuk kembali menghadap Illahi.

*Sakit itu “Jihad”*

Orang yang sedang sakit tidak diperbolehkan hanya pasrah akan tetapi diwajibkan terus berusaha dan berikhtiar untuk mencapai kesembuhan.

*Sakit itu “Ilmu”*

Bukankah ketika sakit, kita akan memeriksa, berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri utk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit.

*Sakit itu “Nasihat”*

Orang sakit mengingatkan yang sehat untuk jaga diri. Yang sehat menghibur yang sakit agar mau bersabar,

Allah mencintai dan menyayangi keduanya.

*Sakit itu “Silaturrahim”*

Saat jenguk, bukankah keluarga yang jarang bertemu akhirnya datang membesuk, penuh senyum dan rindu mesra? Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah.

*Sakit itu “Penggugur Dosa”*

Orang yang sedang sakit sesungguhnya dia sedang dicintai sang Pencipta sekaligus sedang diberi ujian..tentu kalau diterima dengan sabar dan tawaqal akan merontokan dosa-dosa.

*Sakit itu “Mustajab Do’a”*

Sesungguhnya doa orang yang sedang sakit mustajab, maka saat kita menengok yang sakit disamping kita mendoakan maka mintalah doanya.

Imam As-Suyuthi  selalu keliling kota mencari orang sakit lalu beliau minta dido’akan.

*Sakit itu salah satu keadaan yang “Menyulitkan Syaitan”*

Orang yang sedang sakit diajak maksiat tak mampu dan tak mau. Dosa yang lalu disesali dan mohon ampunan.

*Sakit itu membuat “Sedikit tertawa dan banyak menangis”*

Satu sikap ke-Insyaf-an yang disukai Nabi dan para makhluk langit.

*Sakit meningkatkan kualitas “Ibadah”*

Rukuk – Sujud lebih khusyuk,

Tasbih – Istighfar lebih sering,

Bermunajat – Do’a jadi lebih lama.

*Sakit itu memperbaiki “Akhlak”*

Kesombongan terkikis, sifat tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan santun,7 lembut dan tawadhu’.

Dan pada akhirnya *”SAKIT”* membawa kita untuk selalu ingat akan*”KEMATIAN”*

 Sumber: unknown.

Semoga orang tua kami diberikan kesehatan, dipanjangkan usianya, usia yang bermanfaat, berikan mereka tambahan iman dan taqwa, kesabaran dan kebahagiaan.

Aamiin ya Rabbal alamin

 

Read Full Post »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

RedDoorz Blog

Blog Traveling dan Tips

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata, Rasa, dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination