Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November, 2018

Petir Di Kala Hujan

Paling takut nih sama yang namanya petir alias gledek atau thunder Bahasa Inggrisnya.

Kenapa??? yaaa biasa lah kalau pernah kejadian yang tidak mengenakan dan sampai sekarang terkenang-kenang selalu, kejadiannya itu lagi hujan deres terus ada petir yang bunyinya seperti mau membelah bumi.

Waktu kecil, ya ngga kecil-kecil banget sih, sekitaran usia SD gitu lah, waktu itu hujan turun disertai angin dan petir. Angin yang cukup kencang, membuat pohon mangga depan rumah tumbang, terbelah dua, dan saat itu sedang lebat-lebatnya berbuah.Pohon tetangga, pohon kecapi yang tinggi dan besar juga tumbang dan menimpa kabel listrik perumahan, saya melihat langsung percikan api dari kabel yang terputus karena tertimpa pohon tersebut.

Nah ini ceritanya kenapa kalau ada petir itu bikin saya gelisah juga takut, saya ingat banget yaitu ketika saya disuruh ibu saya untuk mencabut kabel radio yang masih nempel di colokan. Karena hujan lebat dan kamar juga udah ada air yang netes-netes dari genteng karena bocor, takutnya terjadi korsleting, dan ibu saya minta saya mencabut colokan radionya.Tanpa berpikir panjang, saya masuk ke kamar, dan langsung nyabut kabel dari colokan yang nempel di radionya, karena takut kan kalau nyabut dari colokan langsung, tapi apa cobaaa?? malah keluar kayak petir warna putih gitu dari kabelnya, saya langsung loncat karena tangan saya kesetrum, tau kan rasanya buat yang pernah kesetrum? dan selain rasa sakit, saya juga kaget karena ngga nyangka bakalan kesetrum gitu. Kalau di film-film kartun kayaknya bakalan berdiri deh rambut saya, hahaha. (Sekarang bisa ketawa, tapi saat itu rasanya ketakutan yang amat sangat).Katanya lagi, karena saya ngga pakai alas kaki, dan  kaki basah jadi mudah kesetrum.

Sekarang nih kalau hujan disertai petir menggelegar sampai langit bisa bercahaya karena petir itu, saya mulai resah dan gelisah, masih terekam di otak, bagaimana kejadian dulu, hujan disertai angin, pohon tumbang, kabel listrik mengeluarkan api, dan saya kesetrum.

Setiap orang pasti ada aja kan traumanya, walaupun menurut orang lain sepele tapi belum tentu menurut kita, begitu juga sebaliknya.

Ada yang takut sama kecoa, padahal kecil banget, diinjak aja juga mati dia,..hehe.. tapi kalau yang emang takut sama kecoa, begitu liat gambarnya udah ketakutan, hehehe.

 

 

Read Full Post »

Jaman saya kecil dulu, kue atau makanan jajanan itu ngga sebanyak sekarang, mau pilihan apa aja ada. Dulu sebelum berangkat sekolah pagi, ada mpok-mpok yang jualan kue tradisional, seperti gemblong, ongol-ongol, kue cincin, klepon, getuk dan ketan bumbu serundeng.

Ngga tau kenapa, apa karena sekarang saking banyaknya pilihan jajajan, tetep aja kue jaman saya kecil tetap jadi favorit saya. Malahan kalau kita beli di Le- Gourmet gitu, seperti kue talam, wajik, dan lain-lain, harganya persatuan bisa hampir 10 ribu lho, ukurannya juga kecil.

Yang saya kangenin makanan masa kecil itu sebenernya kue ongol-ongol, warnanya coklat dan lembek-lembek kenyal gitu teksturnya rasanya agak manis. Saya sih jarang nemuin kue ongol-ongol ini di pasar tradisional dekat rumah.

Makan kue ongol-ongol itu bisa bikin mengingat kenangan semasa saya usia SD, dan emang ya usia SD itu usia beneran main-main sama temen-teman, tetangga, temen sekolah juga sering main ke rumah, atau gentian saya yang main ke rumah mereka.Lokasi sekolah cukup jauh, tapi kami berangkat dan pulang biasa jalan kaki bersama-sama, ngga terasa lelah malah senang aja, dan dulu itu cukup aman, orang tua juga dengan rela melepas anak-anaknya sekolah sendiri.

Padahal kalau lihat resepnya sih ngga gitu susah sebenernya, jadi kalau pas kita kangen masa kecil dengan makan ongol-ongol, hehehe.. tapi ya gitu deh, emak-emak jaman sekarang kan pilihnya yang praktis kalau ada beli, ya beli aja, kasian kan ntar yang jualan ngga ada yang beli, hahaha.

Selain ongol-ongol, waktu SD, jajanan saya di sekolah itu ada namanya bakso kojek, dicampur sama bumbu kacang, alaamaaak itu enaaknya sampe ngga ketulungan, jajanan murah meriah, kalau ngga salah harga 50 perak bisa dapat sepiring kecil, belinya pas jam istirahat, dimakan panas-panas pakai bumbu kacang, endes surendes deh.

Nah kalau sekarang ada juga, namanya cilok, modelnya juga sama, makannya dicampur sama bumbu kacang, dan bervariasi, ada yang isinya dikasih daging, dikasih keju juga ada atau cuma dicampur sama daun bawang biasanya. Ini juga banyak dijual di sekolah-sekolah SD.

Saya browsing dan dapat nih resep ongol-ongol, siapa tau kapan-kapan kalau lagi isengnya lagi kambuh, boleh juga dicoba bikin, ngga gitu susah kayaknya.

Bahan Untuk Membuat Resep Ongol-Ongol:

  • 100 gram kelapa, diparut panjang, lalu dikukus
  • 125 gram tepung sagu
  • 180 gram gula merah, disisir
  • 350 ml air matang
  • Daun pandan secukupnya

Cara Membuat Resep Ongol-Ongol

  1. Pertama-tama, campurkan tepung sagu dengan air matang sebanyak 120 ml, lalu aduk merata.
  2. Rebus sisa air dengan gula merah dan daun pandan sambil diaduk-aduk sampai mendidih, kemudian angkat.
  3. Campur larutan tepung sagu dengan rebusan air gula merah yang telah dibuat sebelumnya, aduk sampai tercampur merata, lalu masak menggunakan api kecil sampai mengental.
  4. Tuang ke dalam wadah, kemudian dinginkan.
  5. Bila Ongol-Ongol sudah mengeras dan dingin, potong-potonglah sesuai dengan selera. Bisa berbentuk kotak atau wajik.
  6. Sajikan bersama dengan parutan kelapa yang telah dikukus sebelumnya.

Kalau ngga mau pakai kelapa juga ngga papa sih, tapi parutan kelapanya itu yang bikin tambahan rasa gurih dan asin sedikit untuk perpaduan rasa manis dari ongol-ongolnya.

Yaah sekali-kali buat mengobati kerinduan makanan masa kecil, ayoo lah dicoba bikin, dengan catatan ngga lagi males, hahaha.

 

Read Full Post »

Selamat siang, dan selamat menikmati hari yang cerah dan cukup sejuk, ya jelas saja sejuk, di kantor yang ada AC nya dan kalau ngga saya matiin, saya bisa kedinginan banget dan bakalan pakai syal plus jaket.

Mau nulis soal travelling yang tadinya mau direncanain tahun ini, niatnya mau ke Korea bareng anak gadis saya. Anak sulung saya ngefans lah sama band-band Korea seperti BTS, Black Pink dan ngga ngerti lagi deh nama band-band lain. Kalau emaknya ngga lain dan ngga bukan, apalagi kalau bukan Drakor alias Drama Korea, sangat ngefans sama Goong Yoo, aaaiiih cakepnya maaaak…

Memang sih saya punya rencana untuk berlibur sekali setahun sekeluarga, ngga harus ke Luar Negeri, karena pergi berempat tentunya akan banyak biaya yang harus dikeluarkan kalau ke LN.Jadi saya cukup puas di domestik aja yang belum pernah dikunjungi.Tahun lalu saya sekeluarga ke Bali, anak-anak saya belum pernah ke Bali sebelumnya.Untuk tahun ini, belum ada rencana kemana-mana, karena ini sudah bulan November, sebentar lagi masuk Desember dan pastinya akan masuk masa-masa libur anak sekolah dan juga kantor.Otomatis harga tiket dan hotel akan naik dan saya ngga pernah pergi liburan di masa anak-anak liburan sekolah…hehehee..

Ok deh tahun in skip dulu untuk liburan ke luar kota or ke luar negerinya, kita staycation saja lah di hotel-hotel terdekat dari Jakarta dan belum pernah kami inapi sebelumnya.

Agustus lalu, kami ke Bogor, memang sengaja cari hotel yang lokasinya dekat dengan pusat perkulineran, mau makan soto kuning pak Yusuf yang legendaris, mau makan mie ayam, beli martabak legendaris yang semuanya ada di sepanjang jalan Suryakencana dan dari hotel 101 bisa jalan kaki, assiik kan?

Sabtu lalu, 10 November, kami juga staycation di Hotel Borobudur, dapat harga 1 juta an dari Booking.com, dapat harga segitu karena kalau batal ngga bisa direfund, jadi dapat harga lebih murah dari harga normal yang biasanya bisa 1,2 – 1,5 jutaaan permalamnya.

 

Borobudur Hotel Jakarta

Insya Allah tahun depan di bulan Maret, kami mau ke Kualalumpur, sudah beli tiket AA buat berempat, dan ngga pake bagasi, jadi emang niatnya backpacker-an aja. Saya join group FB nya Backpacker International, dan banyak info-info tentang perjalanan dari member group, saya sudah catat beberapa destinasi yang sekiranya bisa kami kunjungi saat di KL. Berhubung hanya 3 hari 2 malam, waktunya ngga terlalu lama jadi ngga bisa jauh-jauh dari KL. Niatnya menginap di Bukit Bintang, dan dari sana bisa jalan kaki menuju Twin Tower atau Mall buat window shopping.

Tujuan utama kami berlibur bersama itu tak lain dan tak bukan untuk mempererat hubungan keluarga, karena dengan intens bersama-sama seharian tentunya akan menambah keakraban, dimana di hari lain sudah sibuk dengan urusan sekolah dan urusan kerjaan.Kenangan jalan bersama ini tentunya akan dibawa oleh anak-anak dalam ingatan mereka dan tentunya berlibur adalah sebagai salah satu cara untuk menambah wawasan dan pengetahuan anak terhadap daerah lain yang berbeda dengan daerah kita.Bisa kita sekalian belajar budaya, makanan khas daerah tersebut, cerita legenda daerah yang terkenal dari daerah yang dikunjungi dan lain-lain.

Read Full Post »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

RedDoorz Blog

Blog Traveling dan Tips

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata, Rasa, dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination