Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Oktober, 2017

Kokohku sayang

Hari ini teramat-amat cerah, matahari sudah bersinar lebih terang dari kemarin, tetapi Dea masih saja merenung di atas tempat tidurnya yang nyaman.Bingung mau mengerjakan apa, mandi dulu, sarapan dulu atau malah tidur lagi.Hari Minggu memang biasanya dilakukan Dea dengan bermalas-malasan, bangun siang karena semalamnya dia begadang.Besoknya tidak harus ke kantor, jadi dia mau santai sambil stalking instagramnya kokoh Afung.

Malam itu, sebetulnya malam yang bersejarah bagi Dea dan Koh Afung, itu adalah kencan pertama mereka setelah mereka resmi berpacaran.Koh Afung adalah teman dari kakak sepupu Dea yang tinggal di Aussy.Koh Afung berencana ingin membuka bisnis di Jakarta, dan selama berada di Jakarta, Koh Afung sering ditemani Dea.

Malam- malam sebelumnya, “Kamu terakhir pacaran kapan?”, tanya Dea ke Koh Afung.”Aku sudah lama ngga punya hubungan serius sih, sibuk bantuin bisnis papa di Australi dan sekarang rencana mau ngembangin bisnis restoran papa di Jakarta kan, jadi,,,, aduuuh,,, mana ada cewek yang mau dicuekin atau diduain sama kesibukan aku?”balas Koh Afung.”Coba bayangin aja deh, dari pagi aku meeting,belum lagi ketemu calon klien, cari lokasi buat restoran, konsultasi tentang keuangan sama financial planner aku, lama-lama aku bisa tua sebelum waktunya nih,” keluh Koh Afung. Dalam hati Dea berkecamuk, ” yaaailaah koh.. ama aku aja deh… aku bisa ngertiin kamu kok, sayang banget, laki-laki ganteng, punya usaha, baik dan ngga pelit kayak gini, masa’ iya mau dianggurin sih?” batin Dea.

Suatu hubungan itu dimulai dengan rasa nyaman dan juga saling percaya.Percaya kalau partner kita itu setia, sayang dan akan selalu mendukung kita.Itulah diantaranya yang dirasakan Dea selama dia jalan bareng dengan Koh Afung.

LANJUTAN KISAH DEA

Sampai suatu hari, rasa yang Dea miliki perlahan hilang. Koh Afung sangat sibuk dengan bisnisnya. Seringkali Koh Afung lupa janji makan malam sama Dea.

Jangankan makan malam, mengabari saja jarang. Dea yang awalnya merasa bisa ngertiin Koh Afung pun sudah tidak tahan lagi.

“koh, aku mau ngomong sama kamu”, ucap Dea melalui telepon yang kebetulan diangkat oleh Koh Afung.

“Hi sayang, mau ngomong apa?”, jawab si Kokoh.

“aku mau……”

“sorry yank, client aku udah dateng, aku meeting dulu ya. I’ll call you later”, dan klik. Telepon pun ditutup.

Sialan! Umpat Dea. Mau sampe kapan coba begini terus. Bisnis sih bisnis, tapi eike jangan sampe dianggurin gini juga keleus!

Ah udahlah, minta putus by SMS aja. Bete gue.

Handphone yang tadinya sudah sempat mau dibanting pun terselamatkan. Dea keluar dari kamar, menuju ruang makan dan membuka tudung saji.

Nggak ada apapun yang tersedia dibawah tutup tudung saji itu. Emosinya pun kembali memuncak. Dea berjalan menuju teras rumah. Memelototi ragam jajanan yang lewat.

Bubur ayam, mie ayam, bakpao ayam, ketoprak, siomay, cilok. Tidak ada satupun yang menggugah seleranya. Sebal rasanya, lagi kesal perut lapar.

Melihat beberapa anak kecil melintas, Dea pun teringat dekat rumah ada SD yang tukang jajanannya enak2. Tapi hari sudah siang. Mungkin tukang jajanan sudah pada pulang.

Ah tapi kucoba sajalah kesana, batin Dea. Kuncir rambut, pakai sandal jepit, Dea pun membulatkan tekad menerobos terik untuk membeli jajanan di SD.

To be continue…………..

Dengan dandanan ala rumahan, Dea berangkat ke tempat mangkal jajanan SD. Ada cilok kesukaannya, ada rujak mie yang pedas dan juga rambut nenek, iiih menggugah selera pokoknya, dari pada dia mikirin koh Afung terus, malah tambah bete.

Sambil memain-mainkah HP dan juga menikmati rambut nenek yang endang gulindang, tak sengaja Dea menginjak kotoran kucing.. iiieeewwwww….ini maksudnya apa sih? Udah kesel, lagi nikmati makanan, kok eek kucing malah nempel di sandal eike.. huuuhhh.

 Ini semua pasti gara-gara koh Afung nih, semua gara-gara dia deh hari-hari belakangan ini,  gue jadi kayak gini, bawaanya kayak orang PMS,maunya makan, dan marah-marah terus.

Putusin, ngga? Putusin ngga? Dea menghitung kancing bajunya buat memutuskan apakah dia mau memutuskan hubungannya dengan koh Afungnya itu.

Dea mampir ke toilet di SD untuk membersihkan sandalnya yang kena kotoran kucing. “ meoong meooong.. ngapain juga sih pup sembarangan, jadi keinjek deh ini, udah ngga napsu lagi makan ciloknya.

Segera setelah bersih, Dea kembali ke rumahnya dengan berjalan kaki, dengan bersenandung ringan lagu one direction kesukannya, tak terasa sudah mau dekat ke lokasi komplek perumahan Dea.

 “ GEDUBRAAKKKK”

Bunyi apaan tuh, reflek Dea menengok ke belakang arah suara tersebut. Ternyata ada mobil Dodge menabrak tempat sampah dekat gerbang rumahnya, dan tiba-tiba saja mobil tersebut berhenti dan bunyi klakson yang tak henti-henti.

Semua orang berkerumun dan mencoba cari tahu siapa supir yang menabrak, apakah dia mabuk atau sakit?

Karena kacanya yang cukup gelap, tidak begitu kelihatan dari luar, penasaran semua berusaha untuk mencoba membuka pintu mobil.Untungnya bisa terbuka dan di dalamnya sudah ada bapak tua yang tertelungkup di atas setir mobil, pingsan.

Dea dan beberapa orang ikut membantu memindahkan si bapak ke kursi tengah, dan Dea berinisiatip untuk mengantar ke Rumah Sakit terdekat.Sampai di RS, tentu saja Dea tidak tahu identitas bapak tersebut, Dea mencoba mencari dompet siapa tahu ada tanda pengenal, Dea menemukan KTP bernama: “Gulnadi Arta Wirya”.

 Setelah urusan administrasi beres, Dea masih ingin menemani karena dia merasa tidak enak apabila ditinggal sendirian dan saat si bapak siuman, tentunya akan banyak pertanyaan yang akan diajukan oleh Dea.

Dokter jaga memanggil ,” keluarga pak Gulnadi?” silahkan masuk.

Karena tidak ada keluarga, jadi Dea yang masuk ke ruangan dokter dan setelah mereka bertemu, dokter juga menyarankan untuk menunggu sampai siuman, jadi bisa langsung menghubungi keluarga pak Gulnadi.

 Tak berapa lama, suster memberitahukan kalau pak Gulnadi sudah siuman, dan Dea masuk ke ruangan perawatan tersebut. Dea melihat seorang bapak yang berusia lebih kurang 60 tahun, cukup ganteng di usianya, mirip-mirip bintang film Roy Marten gitu.

“ Maaf pak, saya Dea, dan bapak tadi pingsan di depan perumahan saya, jadi bapak saya bawa ke rumah sakit, apa ada keluarga yang bisa saya hubungi pak?” tanya Dea dengan lembut karena takut si bapak kembali shock.

“ hmmmm… terima kasih ya nak, sudah merepotkan, ini kartu nama anak saya, tolong hubungi dia ya” ujar pak Gulnadi.

“baik pak, akan saya telpon dulu ya anaknya”.

 “ Haloo, maaf ini dengan Enggar?” “ ya,. Ini siapa ya?’ balasnya.

“Saya Dea, saya mau kasih tau, kalau ayahnya sekarang di Rumah sakit karena pingsan di jalan”

“ haahhh???? “ ok mbak, rumah sakit mana? Saya segera kesana ya.

 Singkat cerita, si Enggar datang, dan eng ing eng.. dengan postur tinggi badan 180,tegap, kulit putih,celana panjang model skinny, kaos polo shirt, kaca mata , bibir merah.

 DEA;  PINGSAN

Lanjutannya… 

Setelah satu jam akhirnya Dea sadar, pelan-pelan mulai membuka matanya sambal berkedip mencoba untuk dapat memfokuskan penglihatannya.

Setelah Dea dapat melihat dengan jelas, dengan jantung yang berdegup kencang dia melihat sesosok yang gagah sedang berdiri dekat ujung tempat tidur dan tampak berbicara serius dengan Dokter.

“Oh ternyata itu dia Enggar,anak dari Bpk. Gulnadi Arta Wirya, pantas saja anaknya gagah dan tampan karena cetakannya udah bagus” ucap Dea dalam hati.

Kemudian Enggar mulai mendekati Dea,dan jantung Dea semakin berdegup kencang, Dea baru menyadari kalau bulu mata extensionnya sudah mulai rontok.

Dengan panik Dea mulai mengedip-ngedipkan matanya,berharap Enggar tidak menyadari bulumatanya yang tidak rata itu.

 Saat itu juga Dea langsung memantapkan hati ,setelah keluar dari Rumah sakit ini dia akan cuussss ke salon untuk memperbaiki bulu matanya.

Siapa tahu akan ada kelanjutan dengan Enggar (harap Dea dalam hati), babaayyy kokoh Afung, heelloooww Enggar…. #lopelopelopelope

 

Dimulailah pembicaraan yang manis antara Dea dan Enggar….

“kamu sudah sadar?” tanya enggar

“su..dah” jawab dea dengan suara lirih

“aku Enggar, kamu, Dea kan? Wajah mu pucat, istirahat dulu ya” ucap enggar kepada dea.

Pada saat itu juga dea berusaha bangun dari tempat tidur nya menuju ke toilet, dea teringat kalau dia harus touch up, setelah pingsan tadi pasti rambutnya kembali keriting tidak karuan.

Enggar kemudian berkata “kamu mau kemana? Sudah istirahat dulu ditempat tidur, aku temani kamu” daannn jreeng jreeng jreng tangannya memegang dea bak di FTV.

Selama sesaat eh beberapa saat deng hati dea bagaikan roller coster. Disaat itulah HP dea berbunyi, ketika dea check ternyata caller nya adalah ‘cinta mati ku’. (huuuuu)

Dea langsung BT sejadi-jadinya kemudian dia meng ignore telp tersebut. Karena penasaran enggar pun bertanya “kenapa tidak diangkat? Pacar atau suami mu?” dengan ketus dea menjawab “calon mantan”  

 

 

 

Iklan

Read Full Post »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travelling books and travelogue. Write travel articles for media. Owner of Simply Homy Condong Catur Jogja. Strongly support family travelling with kids/babies.

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

RedDoorz

Your Traveling Buddy

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination