Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2017

Waktu galau-galaunya memilih SD buat Alifa, saya mencoba menuangkan isi uneg-uneg saya di blog ini, dan tahun ini sudah waktunya saya memilih SMP untuk dia.

Saya termasuk orang tua yang ngga begitu paham sekolah mana aja yang katanya bagus di lingkungan sekitar rumah, katanya sih SMP 12 Bekasi menjadi salah satu SMP favorite di Bekasi Selatan.Lokasi jarak rumah dan SMP tersebut memang cukup dekat, naik motor ngga sampai 10 menit sudah sampai, malah kalau mau berhemat bisa jalan kaki.

Setelah ngobrol-ngobrol dan mendapatkan pandangan dari beberapa teman, katanya lebih baik memilih SMA di Jakarta yang bagus untuk bisa ada peluang keterima di Universitas Negeri favorite seperti UI, ITB,UGM.Berhubung emak dan bapaknya ngga bisa kuliah di sekolah yang bagus, tentunya ngga bisa disangkal ada keinginan agar anak-anak kami bisa bersekolah di sekolah yang bagus, semoga saja ada jalannya dan rejekinya dari Allah.

Tak terasa sudah dua tahun Mamah Dien meninggalkan kami, dan katanya rumah yang ditempati Mamah menjadi jatah suami, sudah selama dua tahun ini rumah tersebut kosong, hanya pembantu yang tinggal di sana. Mengingat anak saya akan masuk SMP tahun depan, dan niatnya mau sekolah di Jakarta, yang lebih dekat dengan rumah alm.Mamah Dien, jadi kemungkinan kami akan pindah rumah di Kalimalang.

Untuk jarak tempuh kalau kami pindah ke Kalimalang, tentunya menjadi salah satu solusi untuk bisa sekolah di Jakarta.Kartu Keluarga kamipun juga masih pakai alamat rumah kalimalang, KTP kami juga.

Namanya juga usaha ya, dan rencana, sisanya kita pasrahkan kepada sang Maha Kuasa.Planning sekarang ini, anak saya ikut bimbel di Bintang Pelajar sebagai persiapan untuk mendapatkan NEM yang tinggi agar bisa bersaing di sekolah incaran yaitu SMP 115 di Tebet atau SMP 252 di Duren Sawit.Keduanya karena diluar wilayah domisili Kartu Keluarga kami, maka termasuk jalur umum bukan jalur lokal, di mana kalau jalur umum ya saingannya lebih berat karena dari berbagai sekolah.Sedangkan jalur lokal adalah pendaftaran di sekolah yang sesuai dengan wilayah rumah ( dilihat dari Kartu Keluarga).

Back up plan apabila tidak keterima di sekolah SMP Negeri favorite, yaitu SMP Putra yang berlokasi di Kalimalang, daerah Jatibening, dimana adiknya nanti juga harus pindah sekolah di SD Putra, saat kelas 5.

Sekali lagi, kita sebagai orang tua hanya berusaha dan berharap pilihan kami yang terbaik buat anak-anak kami.

 

 

 

 

 

Read Full Post »

foto dari aturduit.com

Jadi inget obrolan dulu banget, ya sekitar lebih dari 10 tahun yang lalu, di saat gaji kita-kita, sebagai sekretaris dapat 3 jutaan, ada salah satu teman yang curhat, “Nit, kalau gaji kita 5 juta gitu, mungkin akan cukup ya sebulan, ngga terlalu pas-pasan gini.” Dan saat itu memang kami merasakan, dengan gaji 3 juta perbulan, untuk pengeluaran tambahan seperti jalan-jalan, menabung atau membeli barang yang bukan barang kebutuhan bulanan, cukup membuat kami harus lebih irit kalau memang misalnya mau membeli TV, kipas angin, sepatu baru,tas baru, dll deh yang sekiranya menjadi pengeluaran tambahan. Jaman waktu itu sepertinya seingat saya belum ada cicilan 0% kartu kredit, jadi mau ngga mau ya harus bayar cash/lunas.

Saya pernah beli bukunya Safir Senduk, salah satu penulis dan pembicara ahli keuangan yang judulnya, ” Karyawan Juga Bisa Kaya”, dan di dalam buku tersebut banyak tips-tips untuk kita menabung.Berapapun gaji kita, kita harus menyisihkan 30% dari penghasilan kita, karena biasanya kebiasaan anak-anak muda gaul, kalau naik gaji, bukannya jumlah investasinya ditambah, malahan pengeluaran jadi bertambah.Dulu punyanya ponsel yang harga dibawah satu juta rupiah, setelah gaji naik jadi ganti dengan ponsel yang diatas dua jutaan, dan jalan-jalan/hangout sama teman-teman jadi makin sering.Hal-hal seperti itu yang membuat karyawan tidak bisa mempunyai tabungan yang cukup memadai sesuai dengan gaji yang diterimanya.

Tidak bisa disalahin juga sih, seringnya gaji naik, tapi inflasi sudah naik duluan, yang akhirnya ya judulnya impas-impas aja.Gaji naik harusnya ya diatas inflasi jadi bisa ada lebihnya buat tabungan.

Sekarang dengan gaji sudah naik, harusnya bisa lebih nyaman dan ngga perlu sampai gali lubang tutup lubang, tapi ya itu tadi, inflasi kan juga naik ya tiap tahun, otomatis harga-harga kebutuhan juga ikut naik, contohnya nih buah pepaya dulu bisa dapat 5 ribu/buah, sekarang yang pepaya ukuran kecil saja harganya 10 ribuan, itu baru satu item belum bumbu-bumbu seperti bawang merah, putih, telur, minyak dan lain-lain.

Semakin bertambah usia anak-anak, kebutuhan mereka juga semakin besar, buat biaya sekolahnya, uang jajan harian, uang les ngaji, uang les aikido, les renang ditambah les bimbel yang sampai lebih dari sepuluh jutaan  selama setahun pelajaran.Semakin bertambah penghasilan, jadi semakin bertambah pos pengeluaran.Yaaaaaa sudah,…..dijalani saja, alhamdulilah masih ada dananya ngga sampai berhutang.

Sepertinya memang gitu ya kalau status karyawan yang kalau penghasilannya hanya dari gaji, dan gaji dengan rata-rata,  buat kebutuhan sehari-hari memang jadinya impas, kadang bisa nyisa sedikit kadang gali lubang tutup lubang. NASIIB.. NASIIB…

gajian 5 koma, setelah tanggal 5 terus koma…hehehe

But you should remember, “do not complain, some people don’t have a job.

Just be gratefull, be nice, keep fighting and keep smiling.

Mari lanjutkan puasa dulu, sudah hampir 10 hari terakhir ramadan, harusnya bertambah ibadahnya bukan malah nambah belanja dan nambah jadwal bukber..hehehehe.

Saya kutip tips cara cermat mengatur gaji sebagai berikut:

  1. Buat anggaran bulan, buat anggaran bulanan untuk kebutuhan primer seperti makan, ongkos bayar listrik,dan lain-lain, dan kebutuhan tersier seperti jalan-jalan, shopping dan juga hangout sama teman-teman.
  2. Segera Bayar Tagihan, segera bayar tagihan listrik, telpon, cicilan rumah dan lain-lain diawal agar lebih  nyaman mengatur pengeluaran lainnya.
  3. Sisihkan untuk tabungan, ingat lho nabung itu bukan sisa tapi memang sudah disiapkan dana buat tabungan.
  4. Buat laporan keuangan harian, ini ternyata membantu sekali, jadi kita sadar sudah berapa yang kita keluarkan seharian ini, jadi bisa lebih ngerem kalau mau belanja-belanja yang ngga penting-penting amat.
  5. Miliki dua atau lebih rekening bank, rekening bank untuk pengeluaran harian bisa dipisahkan dengan rekening bank untuk tabungan.
  6. Bijaklah menggunakan kartu kredit.
  7. Investasi, bisa dalam bentuk reksadana, logam mulia, tabungan pensiun.
  8. Lakukan perbandingan, bandingkan pengeluaran dan anggaran, apabila pengeluaran melebihi dari anggaran, harus ada yang direvisi dari pengeluaran kita.

Demikian share yang saya kutip dari website cermati.com, semoga bermanfaat.

 

 

 

Read Full Post »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

BBC | Blog Belalang Cerewet

semua dicatat agar awet

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination