Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2017

Gara-gara HP Android yang bisa kirim pesan pake WA, dan sekarang jadi punya grup WA yang jumlahnya sampai ngga cukup dengan 10 jari.Ada grup SD, SMP, SMA, Kuliah, kantor, RT, grup sekolah anak-anak, which is anaknya dua ya jadi ada 2 grup WA, grup keluarga saya, grup keluarga suami, grup mantan teman-teman kantor.. pokoknya bejibun deh. Ngga berasa dan suka ngga sadar, kalau obrolan lagi seru di salah satu grup, suka kebawa ingin komentar dan baca, padahal udah sampai rumah.Anak-anak yang sudah seharian ngga ketemu, pas ketemu kita, kitanya lagi sibuk balas WA dan baca berita online.

“Mah.. aku tadi di sekolah kesel banget sama si anu.. bla bla bla..” dan kita yang masih sibuk sambil chat, ngga begitu fokus nanggepin anak yang lagi cerita.Sampai suatu hari tersadar, anak-anak juga sibuk dengan tablet dan HP nya, nonton youtube, lihat instagram, game, dll.Saya merasa disisihkan oleh anak-anak dan juga suami.Suami juga sering baca berita online di HP, pokoknya semuanya sibuk dengan kegiatan masing-masing tapi semuanya pegang gadget.

Tantangan terbesar saat ini dalam mendidik anak-anak yaitu game dan gadget, nilai ulangan yang cenderung turun, kurangnya kegiatan fisik, dan  senang melihat kegiatan orang lain khususnya artis-artis idola yang bisa menimbulkan pengharuh kurang baik terhadap perkembangan usia anak.

” Mah, katanya orang tua nyontohin yang baik-baik ke anak-anaknya, jadi kalau orang tua sibuk main HP, anak-anaknya juga boleh dong, kan udah dicontohin” mak jleb ngga sih? itulah.. anak-anak itu polos dan kita jadi harus sering introspeksi.

TV cable di rumah udah hampir ngga pernah ditonton lagi,karena orang rumah lebih tertarik dengan internet, nonton youtube, instagram, dll.Langganan tv cable malah jadi percuma, setiap bulan bayar hampir 600 ribu rupiah dengan paket tv dan internet.Padahal kan 600 ribu perbulan itu bisa buat beli LM 1 gram kan? nah ini malah jadinya anak-anak juga sibuk main gadget sampai malam, apalagi kalau libur, dari bangun tidur saja sudah langsung cari HP mau nonton youtube.

Sebetulnya sudah diberikan waktu, untuk main gadget itu hanya boleh 1 jam saja sehari, plus kalau hari jumat, sabtu dan minggu boleh kapan saja, itupun ngga boleh nonstop, saatnya sholat ya harus sholat, mandi ya harus mandi.Kenyataanya, anak-anak malas sholat, malas mandi, makan aja sambil nonton youtube, kadang di kasur, atau di meja komputer sambil nonton.Gimana itu coba?

Ada salah satu channel youtube yang mereka sering tonton yaitu Gen Halilintar, mereka itu sekeluarga ber – 11 bersaudara, katanya malah sekarang sudah nambah lagi anaknya jadi 12 anak. Saya ngga kebayang ya satu rumah itu ber 12….hehehehe.. untungnya sih bapaknya orang kaya ya,.. jadi bisa punya rumah besar, ada kolam renangnya, bisa jalan-jalan ke luar negeri semuanya.Banyak kegiatan mereka yang diupload, seperti berenang di dalam kolam renang yang mereka punya sendiri di dalam rumah, atau buka kado untuk anak yang sedang ulang tahun, kado-kadonya juga cihuy-cihuy….jalan-jalan ke luar negeri.Banyak hal-hal konsumtif yang menurut saya kurang bagus pengaruhnya buat anak-anak.Memang saya akui sekarang jamannya pamer, selfie dan individualistis.Jalan-jalan kemana-mana sekarang sudah biasa, langsung diupload ke FB, Instagram, Path, dll.Saya berusaha memberikan masukan ke anak-anak saya, apalagi kalau mereka minta mainan yang mahal-mahal, sering saya ngga turutin, karena saya mau memberikan pandangan ke  mereka, kalau mau sesuatu ya harus nabung dulu, sabar, dan ngga semua yang kita inginkan itu bisa terwujud semua, kita harus bisa menerima kondisi apapun, walaupun itu tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

Mulai pertengahan bulan April ini, saya sudah minta pihak tv cable untuk sementara menon-aktifkan program tv dan internet.Saya berharap dengan tidak ada internet di rumah, anak-anak bisa melakukan kegiatan lain seperti main sepeda di taman, baca buku, menggambar dan lain-lain yang sebelumnya biasa mereka lakukan sebelum kecanduan internet yang amat meresahkan saya khususnya.

Saya sadar, sekarang memang sudah jamannya berkembang, tapi ya saya sementara ini berusaha dulu deh untuk mengurangi pengaruh buruk yang bisa ditimbulkan.Anak saya yang besar,  tahun ini bulan Juli, Insya Allah sudah naik kelas 6, yang mana sudah siap-siap mau masuk SMP Negeri yang bagus seperti yang saya harapkan.Nilainya harus tinggi minimal 9 kalau memang mau masuk sekolah Negeri yang bagus.

Sekali lagi, jadi orang tua itu ngga pernah ada sekolahnya, nyemplung aja langsung, kuncinya ya berdoa dan terus belajar.

 

 

Read Full Post »

“Ayo kak.. ayo kak… lurus.. lurus.. ” teriak saya waktu menyemangati Alifa yang ikut lomba renang.Sudah kayak tukang parkir..hehehehe… soalnya pas gaya punggung, dia tidak bisa melihat garis pembatas, jadi kadang suka mepet gitu ke garis pembatas.Alifa yang minggu lalu, ikutan lomba renang 4 gaya untuk tingkat Sekolah Dasar sekecamatan Bekasi Selatan.Lomba renang ini buat Alifa yang pertama kali dan mungkin juga yang terakhir untuk tingkat SD, karena kelas 6 sudah tidak diperbolehkan lagi ikutan lomba yang sama tahun depan.

Begitu sampai di lokasi, ” Mah, aku deg-degan nih” kata Alifa kepada saya, saya juga sebenarnya deg-degan, tapi saya berusaha tenang dan memberikan pandangan ke Alifa, kalau lomba ini, anggap saja seperti kamu balapan sama adik kamu pas renang sama-sama, ngga usah terlalu dibawa beban.Lomba itu pasti ada yang menang dan ada yang kalah, jadi ngga masalah, apalagi kamu ngga ikut club renang seperti peserta yang lain, atau punya kolam renang sendiri, les renang juga hanya seminggu sekali dengan guru olah raga sekolahnya.Jadi saya tidak terlalu mengharapkan dapat juara, tapi ya kalau pas Alifa bertanding.. tetap dong saya berdoa biar Alifa menang.Menang ya Alhamdulilah.. kalah ya ngga papa, it’s no problem at all.

Perwakilan dari sekolah SDIT Al Ikhlas 86, Bekasi Selatan untuk Olimpiade Olahraga ini hanya diwakilkan dua anak, yaitu Alifa kelas 5 dan Azria kelas 3.Untuk 4 gaya yang dipertandingkan, menurut guru Olah raganya, Pak Dira, calon pesertanya terbatas, kalau bisa 3 gaya, kami banyak calonnya, begitu ungkap pak Dira.

siap-siap lomba renang dulu ya..

Teman Alifa, si Azria karena kalah di awal lomba yaitu gaya bebas, dia sudah ngambek, ngga mau ikutan lagi, padahal sudah dibujuk-bujuk, yang dihitung itu detiknya nanti diakumulasi, jadi ngga papa, ini buat latihan dan biar tahu berapa menit, pokoknya harus sampe finish ya.. bla bla.. itu yang saya tangkap beberapa kalimat penyemangat dari guru dan orang tua Azria, tapi saya kebayang deh, namanya anak kelas 3 SD, anak saya aja masih suka ngambek, nangis yang bontot itu, jadi pas lomba saat itu, dan kalah di awal, anak- anak udah down duluan,  ada yang seperti itu, mereka maunya selalu menang, padahal kan yang penting ikutan buat pengalaman, dan ini juga menjadi salah satu bagian dari mendidik anak-anak agar mereka sportif, tidak curang,jujur, bisa menerima kekalahan dan kesedihan, tidak selalu kita mendapatkan apa yang kita inginkan.

Saatnya pengumuman pemenang.. eng ing eng…..sambil berdoa dalam hati, semoga Alifa menang dan bisa menyumbangkan medali buat tambahan koleksi sekolahnya. Juara disebutkan mulai dari juara 3 putri.. pemenangnya adalah: ALIFA dari sekolah Al Ikhlas…..horeeeeee.. horeeeee… alhamdulilah ya nak.. good job, I am so proud of you.

Juara lomba renang, yang juara 1, udah body perenang banget, kulitnya aja udah mencerminkan sekali anak itu, setiap hari kena panas matahari

Banner lomba renang di kolam renang Jaka Permai Bekasi

 

Read Full Post »

Sering dengar istilah cuci darah, dan selalu kebayangnya serem banget, sampai darahnya harus dicuci gitu. Ada beberapa kenalan, orang tua teman saya dan biasanya yang usianya sudah cukup lanjut.Tetapi teman saya, Almarhum Dian Masayu, usianya masih kepala 4 waktu divonis gagal ginjal.Dia harus melakukan cuci darah seminggu dua kali.Badannya semakin langsing dari hari ke hari, karena dia ngga begitu bisa banyak makan.

Last Reunion in March 2016

Penyakit gagal ginjal adalah kelainan yang mengenai organ ginjal yang timbul akibat berbagai faktor resiko.Penyakit ginjal kronis biasanya timbul perlahan dan menahun.Sejumlah faktor risiko penyakit ginjal kronis adalah hipertensi, diabetes melitus, radang ginjal kronis dan usia.Di fase awal, penyakit itu terabaikan karena tak ada gejala khas.

Penyakit ginjgal juga memicu meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular 10-20 kali lebih besar.Faktor risiko penyakit ginjal kronis yang bisa dicegah adalah hipertensi dan diabetes melitus.Obesitas juga bisa memperparah hipertensi dan diabetes melitus yang jadi faktor risiko langsung penyakit ginjal kronis.

“Penyakit Ginjal dan Obesitas” sebagai tema Hari Ginjal Sedunia tahun 2017, diperingati tiap Kamis minggu kedua Maret.

Gejala penyakit ginjal kronis sering tak terdiagnosis dan terabaikan.Pasien dan tenaga medis kurang awas dengan kemungkinan penyakit ginjal.Pada stadium I dan II, penyakit ginjal kronis biasanya tak ada gejala tertentu sehingga menyulitkan diagnosis.Ini pengalaman teman saya sendiri, almarhum Dian Masayu yang baru saja meninggal bulan Januari tahun ini, pada awal sakit, langsung di diagnosa gagal ginjal, fungsi ginjalnya hanya 70 %, dan kedua ginjalnya sudah tidak normal.Jadi pertama kali mengetahui sakit ini, tanpa gejala, tiba-tiba sudah harus cuci darah, seminggu dua kali.Dia hanya bertahan 4 tahun seingat saya atau lebih ya?.. saya lupa juga.Walaupun sakit dan harus cuci darah, semua itu dia jalani dengan ceria dan tetap tersenyum.Semoga kamu beristirahat dengan tenang ya Dian….

Rest in Peace Dian Masayu

Fungsi Ginjal:

  1. Mengeluarkan zat-zat sisa dari tubuh
  2. Menyeimbangkan cairan tubuh
  3. Mengatur tekanan darah
  4. Menyaring 120-150 liter darah perhari
  5. Mengaktifkan vitamin D untuk kesehatan tulang.

Fungsi ginjal yang amat penting bagi tubuh kita, apabila sudah tidak berfungsi dengan baik tentunya akan membuat tubuh kita tidak sehat dan mengganggu aktivitas.Kebanyakan minum, akan bikin tubuh bengkak, kebanyakan makan buah yang mengandung air juga gitu, bisa bengkak juga karena ginjal ngga bisa menyaring dan menyeimbangkan cairan tubuh.

Beberapa langkah mengurangi risiko penyakit ginjal kronis:

  1. Tetap bugar dan aktif
  2. Mengendalikan kadar gula darah
  3. Memantau tekanan darah
  4. Pola makan yang sehat dan menjaga berat badan
  5. Menjaga asupan cairan tubuh
  6. Tidak merokok
  7. Tidak sering mengonsumsi obat yang dijual bebas
  8. Memeriksa fungsi ginjal jika anda memiliki atu atau lebih faktor risiko penyakit ginjal

10% populasi dunia terdampak penyakit ginjal kronis dan penyakit ginjal kronis dapat diderita orang dari berbagai ras dan usia.

Yuuk.. kita jaga dengan baik organ tubuh kita yang sudah Allah berikan dan kita syukuri segala nikmat yang kita sudah dapatkan.

Foto kenangan dengan almarhum Dian Masayu, “you will always be in our heart”.

Acara Kartinian di kantor JICA tahun jadul deh, masih pada single pokoknya

foto dari berbagai sumber

 

Sumber tulisan: Kompas

Read Full Post »

foto diambil dari sharenet.id

Ayah saya adalah seorang perokok berat, sejak muda, beliau sudah merokok, apalagi tipikal orang Sumatera, kebiasaan mereka, khususnya para lelaki, sambil ngobrol, tak lepas dari kopi dan rokok.

Sejak kecilpun saya sudah terbiasa dengan aroma tembakau.Rokok ayah saya merknya Dji Sam Soe, yang katanya kreteknya cukup keras dibanding rokok mild, keluaran jaman sekarang.

Dulu sih, saya ngga pernah komplain dengan bau rokok atau asap rokok tetapi sekarang, saya lebih baik menghindar kalau ada orang yang tengah menghisap rokok.Alhamdulilah suami saya juga bukan perokok, dari muda dia tidak pernah merokok, Bapak mertua juga bukan perokok, dan menurun ke anaknya.

Setelah punya anak, saya wanti-wanti ke Ayah saya apabila datang ke rumah dan mau merokok, harap merokok di luar rumah, jangan di dalam. Tega ya?,,,ya ditega-tegain saja, dari pada anak saya nanti terkena polusi asap rokoknya kan?

Setelah menginjak usia paruh baya, diatas 50 an, Ayah saya sudah berusaha berhenti merokok, karena ibu saya yang tidak pernah berhenti mengomel, apalagi ayah saya sudah tidak bekerja lagi, jadi uang yang diberikan oleh anak-anaknya, nanti hanya  habis untuk beli rokok saja.Ayah saya juga pernah sesak napas dan batuk berkepanjangan dan dibawa ke dokter, dirujuk ke dokter penyakit paru-paru, karena  pengaruh rokok dari usia muda yang efeknya setelah usia tua.

Alhamdulilah sekarang Ayah saya berhasil tidak merokok lagi, semoga jadi lebih sehat.

Sifat adiksi rokok banyak membuat orang sulit lepas dari jeratannya.Meski miskin, pekerjaan tak jelas, dan sudah tau akan penyakit yang ditimbulkan, tetapi mereka tetap merokok.Jadi, yang miskin ya tetap saja miskin, karena uangnya yang seharusnya bisa ditabung buat keperluan pendidikan anak-anak, buat masa depan, habis dipakai buat beli rokok.

Adik laki-laki saya yang dulu sempat berhenti merokok, sekarang sedang tidak bekerja, karena tahun lalu kena phk dari kantornya, malah sekarang kembali merokok.Secara logika, bukannya harusnya malah hemat, ini malah buang duit untuk beli rokok.Minimal sehari 15 ribu rupiah, sebulan saja sudah berapa yang seharusnya dia bisa saving? 450 ribu lho.. itu nambahin sedikit lagi sudah bisa dapat logam mulia 1 gram, ya kan? bisa buat investasi masa depan, bukan malah investasi penyakit.Atau malah lebih baik juga buat belanja kebutuhan gizi keluarga, jauh lebih baik untuk kesehatan dan kecerdasan otak anak-anak yang hasilnya akan bisa dirasakan setelah mereka besar.

Ya balik lagi ke sifat adiksi rokok yang bikin orang ngga bisa lepas, diambil dari koran Kompas, edisi tanggal 7 Maret 2017, data karakter perokok Indonesia 2013, dari jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan dan golongan, justru golongan terbawah dan menengah bawah yang lebih banyak perokok, sebesar 32,3 %.

Harga rokok di Indonesia memang masih terbilang murah, jadi siapapun masih sanggup membelinya, katanya kalau di Singapura, harga rokok bisa sampai 50 ribuan satu bungkusnya, dan gambarnya yang dipasang di kemasan rokok, cukup membuat orang yang melihat harusnya merasa takut akan penyakit yang bisa ditimbulkan.Teman saya yang asli orang Indonesia, perempuan usia 40 an, dia cerita kalau di Singapura, dia tidak pernah merokok kecuali dikasih, karena mahal dan serem lihat gambar di kemasan rokoknya, tapi begitu dia liburan ke Indonesia, dia puas-puasin merokok, karena harganya masih amat terjangkau.

Kampanye anti rokok dan bahaya rokok memang harus sering didengungkan di sekolah-sekolah, di tempat umum, iklan layanan masyarakat di TV, rumah sakit, halte bis, dan lain-lain, agar lebih banyak kesadaran bagi masyarakat, khususnya anak-anak muda agar mereka tidak pernah berani mencoba merokok yang nantinya akan susah menghentikan kebiasaan merokok dan sengsara di masa tua.

Satu lagi kebiasaan kita kalau memberikan uang tip ke tukang parkir, tukang sampah atau satpam.. sering bilangnya, ” ini buat beli rokok”, sekarang harus dirubah jadi, ” ini buat beli makanan ya”.

 

 

 

 

 

Read Full Post »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

BBC | Blog Belalang Cerewet

semua dicatat agar awet

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination