Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2017

Negara: Belanda dan Belgia

Seperti hari-hari sebelumnya, pagi-pagi jam 7 kami sudah harus cek out dari hotel, nama hotel tempat kami menginap adalah hotel Dorint.Kami akan mengunjungi De Zaanse Schans.Tiba di lokasi ada tukang foto yang langsung motret-motret kita, sambil bilang,, ngga beli juga ngga papa lho.. jadi sama kayak di Jakarta, kalau kita ke acara halal bihalal, wisudaan, dll, suka ada tukang foto yang motretin kita begitu kita sampai di depan gedung, dan setelah acara selesai, itu foto akan dipajang, tinggal kita cari aja foto kita, kalau bagus ya dibeli, kalau ngga ya udah, biarin aja.Saya iseng nawar dong, kan kalau di Jakarta, bisa tuh, pas udah mau sepi, kita nawar.. eh dikasih deh.. iya kan? tapi di sana, ngga mau tuh ditawar…hehehee.Untuk harga fotonya plus kalender 10 euro, ya kira-kira kalau dirupiahin 150 ribuanlah, buat kenang-kenangan.

zaanse-schan-3 zaanse-schan-4 zaanse-schan2

Di sana juga ada penjual souvenir, harganya ya ngga beda-beda jauh lah sama toko sebelumnya yang saya kunjungi.Harga paling mahal ya di Swiss, untuk harga gantungan kunci aja, bisa 7 euro dan lonceng kecil harganya 11 euro.Saya jadi ikutan beli lonceng kecil di tiap negara yang saya kunjungi, soalnya sekali jalan bisa langsung koleksi 6 negara ( Itali, Swiss, Belanda, Jerman, Belgia, Perancis), gara-garanya ada temen yang nitip beliin lonceng kecil, karena dia udah males koleksi tumbler Star buck, karena lemari cepat penuh, kalau lonceng kan kecil, jadi bisa pakai lemari pajang yang kecil juga cukup-cukup aja.Daaan.. saya pikir, ngapain juga saya cuma beliin buat orang ya.. kenapa ngga saya beli juga buat saya sendiri buat dipajang di rumah.Kebiasaan kalau lagi jalan-jalan gitu, beli oleh-oleh buat orang, tapi buat sendiri suka dilupain… hehehe.

Setelah selesai di De Zaanse Schans, perjalanan lanjut ke Brussel dengan bis kira-kira 4 jam.Tujuan ke Grand Palace, nama sebelumnya adalah Goethemark.Landmark kota Brussel adalah lambang bola-bola silver itu, yang dulunya dibuat waktu diadakannya expo tertama kali tahun 1958.Selain lambang bola-bola itu, ada khas dari kota Brussel adalah manekin pis, patung anak kecil yang sedang pipis.Cerita rumornya kalau kata tour leadernya, anak kecil tersebut pernah dudukin bom, tapi ternyata bomnya ngga meledak.

Coklat yang terkenal enak kan dari Belgia ya… jadi emang tujuan utama saya pas ke pertokoan ya beli coklat buat saya dan oleh-oleh keluarga, harganya juga ngga terlalu mahal dan rasanya enak-enak banget.

Kami stay sampai makan malam di sana, kami bertiga dengan adik ipar dan keponakan makan di Brussels grill sambil menghangatkan badan di dalam restoran, menikmati makan malam kami yaitu salmon panggang, salad dan sate ayam.

Brussels, Belgia

Brussels, Belgia

belgia-2 belgia-3 belgia

 

 

 

Iklan

Read Full Post »

Negara: Jerman dan  Belanda

Yaaaakkkk.. sekarang cerita perjalanan hari kelima dan keenam.

Hari kelima pagi harinya kami berangkat dari Swiss menuju Titise, masih wilayah Jerman.Titise adalah desa kecil yang dikelilingi oleh black forest yang terkenal itu, dan makanan khasnya juga black forest sebagai desert di restoran yang kami datangi.

Ada danau yang amat keren, indah, seperti di lukisan-lukisan pemandangan yang sering dijual oleh pedagang lukisan.

Kami makan siang di Titise, di restoran bernama Zurmule, dengan paket makanan ayam goreng, kentang, sayuran, air putih dan makanan penutup kue black forest seharga 15 euro kalau tidak salah ingat..hehehee…

Di dekat restoran itu, ada tempat souvenir  dan mereka menjual jam cuckoo clock yang terkenal dari Jerman tersebut. Ada salah satu peserta tour yang membeli jam yang ukurannya cukup besar, tapi saya sih hanya beli magnet kulkas aja yang kecil-kecil gitu, tapi lucu… jadi kalau ada orang lewat, ada sensornya, akan bersuara kuk kok.. kuk kok.. gitu…….

Lake of Titise dikelilingi oleh Black Forest

Lake of Titise dikelilingi oleh Black Forest

 

Katanya sih, penduduk Jerman itu agak kurang ramah terhadap warga Asia, alasannya apa saya juga kurang paham ya, tetapi selama perjalanan tour ini, kami tidak terlalu banyak berinteraksi dengan penduduk kecuali pedagang oleh-oleh dan restoran.Apalagi selalu diwanti-wanti, “hati-hati ya, di Eropa itu banyak copetnya, tampang boleh bule, ganteng, cantik tapi ternyata copet lho”.

Setelah dari Titise, kami menuju Koln, Jerman dan bermalam di hotel Mercure, perjalanan dari Titise ke Koln menempuh waktu 5-6 jam dengan bis termasuk toilet stop dan makan malam.

Jerman berpenduduk kira-kira 80 juta dan kota Koln adalah kota keempat terbesar populasinya di Jerman.

Keesokan harinya, setelah cek out pagi hari dari hotel, kami berhenti sebentar untuk mampir di gereja katedral di Koln.Letaknya yang sangat dekat dengan stasiun kereta api membuat Kölner Dom dibombardir bom udara selama Perang Dunia II. Menariknya—sekaligus ajaib—bangunan katedral tetap berdiri tegak. Justru menara kembarnya yang raksasa menjadi alat navigasi pesawat sekutu ketika ingin menyerang Jerman.

Tulisan lengkapnya tentang gereja ini  bisa diintip disini ya: http://travel.kompas.com/read/2014/12/19/170200927/Katedral.Cologne.Karya.Seni.Terpenting.Eropa.dari.Era.Goldsmith

Gereja Katedral Koln, Jerman

Gereja Katedral Koln, Jerman

Setelah stop sebentar untuk ambil foto di gereja katedral di Koln, Jerman.Perjalanan dilanjutkan menuju kota Volendam, kota pelabuhan di negara Belanda, dengan penduduk sekitar 20 ribu jiwa saja.Asal muasal kata Amsterdam diambil dari Dam rawa-rawa pasir lalu dibangun kota.Sebagai kota yang terkenal dengan kanalnya dan termasuk dalam daftar warisan dunia UNESCO.Salah satu juga yang terkenal di Belanda adalah bunga Tulip yang sebenarnya berasal dari negara Turki.

Awalnya dibawa dari Turki ke Vienna, dan salah satu karyawan yang berasal dari Belanda membawa ke negara Belanda dan akhirnya menjadi terkenal.Kota Amsterdam, sebagian daratan di bawah permukaan laut.Lalu selain bunga tulip, yang terkenal adalah kincir angin untuk pembangkit listrik yang digunakan untuk mengairi sawah juga.

Di Volendam, kami makan siang dengan menu fish fillet dan kentang serta sayuran, desert penutup dengan es krim vanila.Di Volendam, kami bisa berfoto menggunakan kostum tradisional Belanda dan kami juga mampir ke tempat pembuatan keju.

Volendam City di Belanda

Volendam City di Belanda

volendam-2 volendam-3 volendam-5 volendam

Setelah puas belanja souvenir, makan siang, foto-foto di Volendam, kami melanjutkan perjalanan  toko intan berlian, namanya tokonya Coster,siapa tau ada yang mau beli, dan ternyata ada juga yang beli dari grup kami, padahal harganya puluhan juta…hheheehe.. yaaaah namanya juga horang kayah ya? Kalau saya sih, cukup bisa jalan-jalan sampai ke Eropa aja rasanya udah seneng banget, mimpipun ngga nih bisa sampai ke sini.Setelah itu kami ke kota tua di Damrak, dan makan malam di sana, makan malamnya apa sodara-sodara??? Mc Donald…hehehehe…dan sempat juga sih mampir-mampir lihat toko-toko dan saya juga mampir ke Starbuck untuk beli tumbler, buat oleh-oleh teman kantor.

Pas jam 8 malam, kami kumpul untuk naik bis dan sama-sama menuju hotel untuk beristirahat.

 

 

Read Full Post »

zurichvenice-1 venice-2 venice-3 venice-4 venice-5 venice-6

Hari ke tiga di Eropa, kami berada di Venezia, menginap di hotel Antoni Palace. Pagi harinya kami berangkat ke Venice yang berpenduduk hanya 300 jiwa.Alat transportasi biasanya dengan menggunakan kapal.Kota Venice sendiri disebut sebagai kota air atau kota impian.Cocok untuk yang honey moon nih.Arsitektur bergaya Gothic abad 14.

Kami naik keliling dengan gondola yang beratnya 600 kg, bisa menampung maksimal 6 orang penumpang, dengan panjang 11 m dan lebar 1 m. Biaya naik gondola yaitu 150 euro, mau orangnya isi satu atau 6, harganya tetap sama yaitu 150 euro.

Sayangnya pagi itu cuaca masih berkabut karena musim dingin, jadi untuk ambil foto kondisi sekitar juga masih kurang jelas, berhubung jadwal kami yang padat, dan motor boat yang kami sewa harus berangkat lagi ke pelabuhan, jadi kami hanya bisa stay 1 jam an di Venice.

Ngga sempat beli souvenir-souvenir yang dijual oleh pedagang kaki lima di sana, karena ya itu tadi, waktunya ngga kekejar, karena kami harus berangkat lagi menuju Swiss.

Dengan menggunakan bis, kami menuju kota Zurich, Swiss.Zurich adalah kota terbesar di Swiss. kami melewati pegunungan Alpen, jarak sekitar 500 km dari Venice.Kami berhenti setiap 2 jam untuk ke toilet dan juga makan siang.Perjalanan menghabiskan waktu sekitar 8 jam untuk tiba di hotel Novotel Zurich.

Mata uang Swiss adalah Swiss Franc, bahasa yang digunakan yaitu bahasa Jerman, Perancis dan Itali.

Kami tiba di hotel kurang lebih pukul 7.30 malam, lalu seperti biasa, geret koper lagi…hehehehee….

Kami menuju Mount Titlis, yaitu pegunungan es abadi sepanjang tahun,dan Mount Titlis adalah gunung tertinggi di  bagian utara pegunungan Alpen. Ngga kenal musim panas, musim gugur, pokoknya selalu ada salju di pegunungan ini. Ketinggian mencapai 3.000 Meter Lebih, tepatnya 3.029 Meter. Dulu Titlis disebut Tuttelsberg, dan kemudian Titlis. Suhu di gunung tersebut mencapai 0 °C.

Kami banyak bertemu rombongan turis dari Indonesia juga, ada juga dari tour Bayu Buana tetapi mereka join yang program 13 hari, kalau kami ikut yang 10 hari, tetapi di hari yang sama kami bertemu di sana.

Cable cart di Mount Titlis diresmikan sejak tahun 1967.Sejarah cableway Titlis dimulai sejak 1913 ketika kawasan Engelberg mulai dibangun. Cableway pertama yang diresmikan adalah Trubsee pada tahun 1927, lalu menyusul lokasi lainnya yang dimanfaatkan juga oleh para penggemar ski.

Revolving cable car pertama di dunia berfungsi mulai tahun 1992. Melalui cable car yang bisa berputar ini, pengunjung dapat menikmati suasana pegunungan penuh salju dari dalam. Bahkan, setelah di puncak pun, wisatawan dapat menghirup udara segar di atas gunung bersalju tersebut.

Pengelola lokasi wisata Titlis kini menyiapkan cable car baru berkapasitas delapan tempat duduk (dari empat tempat duduk sekarang), yang akan lebih cepat membawa pengunjung langsung dari Engelbert menuju puncak dalam waktu 16 menit!

Jadi,,,,,….kalau difoto atau lihat difilm.. bagus ya salju, dan,….   itu yang namanya salju…brrrrrrr.. dingin banget…..ngga kuat tangan saya, jari-jari langsung merah, sakit dan kaku gitu, padahal udah pakai sarung tangan lho, dan ngga mempan.Berhubung dinginnya ngga karuan, jadi saya hanya ambil foto sebentar di luar, lalu langsung masuk lagi ke dalam gedung yang memang sengaja dipersiapkan pengelola wisata Mount Titlis.Ada 5 lantai yang tersedia, ada restaurant, es krim movenpick yang terkenal itu, tempat souvenir, tempat foto dengan kostum ski,dll.

Salah satu kebutuhan orang kita jaman sekarang,  yaitu internet, dan internet  gratis bisa didapat di tempat wisata ini lho, padahal letaknya di puncak gunung, tapi saya bisa internetan dan video call dengan anak-anak dan bapaknya anak-anak, alhamdulilah… kangennya terobati.

Pegunungan Titlis

Pegunungan Titlis

mount-titlis-2 mount-titlis-3 mount-titlis-4 mount-titlis

Dingiiiin......

Dingiiiin……

Setelah puas nongkrong di tempat wisata Gunung Titlis, makan siang di sana, lalu kami melanjutkan perjalanan menuju Lucerne, melihat lion moument, Chapel  Bridge dan Lucerne Lake yang amat indah.

Menurut saya pribadi, Swiss adalah negara yang sangat indah pemandangannya dalam perjalanan saya ke Eropa kali ini, Swiss juga temasuk negara yang tidak pernah terlibat dalam peperangan.

Harga barang di Swiss agak lebih mahal dari tempat sebelumnya yang kami kunjungi, tapi pelayan toko dan restorannya ramah-ramah banget.

Oh iya, untuk pembelanjaan barang yang tax refund, bagi yang bukan warga Swiss, harus dilakukan di Swiss juga, tidak bisa dilakukan di airport seperti yang lainnya.

 

 

 

 

Read Full Post »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination