Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember, 2016

Alhamdulilah, ngga pernah bermimpi untuk bisa menginjakan kaki di belahan bumi Allah di Eropa,dan akhirnya bisa kesampaian, itu rasanya seperti mimpi, bener ngga ya? anak keturunan Bengkulu, orang tua yang asli dari kampung di Bengkulu, ternyata anaknya ayah emak, bisa juga jalan-jalan ke Eropa..hahahhaa.. lebay, ngga papa deh.

Karena saya termasuk orang yang rajin menabung, pintar berhemat, jagoan lagipula pintar.. hehehee..( plus dukungan suami tersayang dong ya) dan dengan ijin Allah juga tentunya, jadi bisa juga jalan-jalan, untuk melihat bumi ciptaan Allah yang amat-amat luas dengan musim yang berbeda dengan di tanah air.

Satu grup tour kami berjumlah 21 orang, kebanyakan sekeluarga, ada juga yang single berasal dari Solo dan Bandung.Kami ikut tour dari travel Bayu Buana dengan tour leader mbak Yaya.

Perjalanan hari pertama, berangkat tanggal 8 Desember, dengan menggunakan pesawat Turkish Airline, dengan penerbangan jam 9 malam dari Bandara Soetta, transit dulu di Turki selama dua jam, lalu lanjut penerbangan lagi dengan Turkish Airline ke Italia.Tiba di Italia siang hari, tanggal 9 Desember dan lanjut ke kota Milan.Kami diajak mengunjungi Piazza Del Duomo yang merupakan alun-alun kota Milan yang indah.Berfoto ria di depan Milan Gothic Cathedral, sekalian makan siang dan hunting souvenir khas Italia.Saya beli lonceng kecil, magnet kulkas, gantungan kunci buat kenang-kenangan.

Gereja Milan Gothic Cathedral adalah gereja terbesar di dunia.Gereja ini panjangnya 157 meter dan total 40.000 orang dapat ditampung di dalamnya dengan nyaman. Jendela-jendela yang besar dari bagian paduan suaranya terkenal sebagai yang terbesar di dunia. Untuk sejarahnya bisa dicek aja ya di wikipedia, lebih lengkap pastinya.

Di sekitar alun-alun, terdapat pertokokan Galleria Victorio Emmanuelle II, yang biasanya hari besar tutup, saat kami ke sana, pengunjung sangat ramai, dengan penampilan yang amat keren, jadi terasa banget nuansa fashion yang mewah.Hampir semua bule yang saya lihat di sana, bergaya dengan amat cantik dan ganteng, dengan jaket tebal, sepatu boot, dan topi dengan berbagai model.Dan sayapun tiba-tiba berasa jadi gembel…hehehe

Milano City, Itali

Milano City, Itali

img_20161209_123644_hdr img_20161209_123933_hdr piazza-del-duomo

Hari pertama tiba di negara Eropa, dan dengan perjalanan di pesawat berjam-jam, tentu saja pikiran, perasaan dan badan saya rasanya belum ajeg-ajeg banget.Masih bingung, apa ya kira-kira yang mau dilihat, apa aja yang mau dibeli, apalagi harga-harga dalam mata uang Euro, dan berasa semua barang itu murah….hehehe.. gantungan kunci, tempelan magnet kulkas, ngga sampai 10 Euro, jadi di pikiran saya..wooww murah nih.. pas bayar ditotal 50 euro…masih berasa murah, pas sadar-sadar.. coba deh dikurs ke rupiah, alamaaak…udah hampir sejuta aja cuma buat pritilan begituan…hahahaa… itulah jeleknya nilai rupiah kita yang angka nolnya banyak banget, turis bule pas ke Indonesia, suka mikir pas mau belanja, kok harganya nol nya banyak amat, tapi giliran kita ke luar negeri, berasa murah karena angkanya kecil-kecil tapi ternyata dirupiahin mahal juga. Sudah saatnya deh BI meredominasi rupiah (penyederhanaan nilai mata uang rupiah).

Pesan yang selalu disampaikan oleh tour guide, dan oleh teman-teman yang tahu saya akan ke Eropa, ” hati-hati ya, di Eropa, copetnya canggih dan cakep-cakep, jadi bener-bener harus hati-hati”. Dan, setiap lihat bule ganteng,  ingin bertukar senyum.. langsung dong parno gitu.. waah jangan-jangan copet..hahahaha.

Emang ya, bule Itali itu, udah hidungnya mancung, kulit putih, tinggi,  supir taxi aja ganteng-ganteng banget.. makanya kalau nonton bola liga Itali, biar kata pemainnya keringetan, berantakan rambutnya, tetap aja ganteng dan enak dilihat, coba dong kalo nonton pemain bola Indonesia yang main, udah kulitnya gelap, hidung pesek, lepek, pendek, hahahhaha.. maaf maaf, kok jadi ngomongin fisik sih.. tapi emang kenyataan kan ya, ya kan, ya kan?

Cuaca saat kami tiba di Milan, cerah tapi dingin, dan saya yang belum pernah sama sekali ke luar negeri pas musim dingin, pakai jaket satu lapis rasanya kurang mempan, masih nembus ke kulit.

Sore harinya kami menuju ke hotel dan esok paginya berangkat lagi menuju Venice, sambung lagi ya cerita Venicenya.

 

 

 

 

Read Full Post »

tubuh makin menua

tubuh makin menua, ngga bisa lepas kaca mata plus kalau mau baca

They say life begins at forty
Age is just a state of mind
If all that’s true
You know that I’ve been dead for thirty-nine

And if life begins at forty
Well, I hope it ain’t the same
It’s been tough enough without that stuff
I don’t wanna to be born again

Well, I tried to sweep the slate clean
With a new broom every day
If that don’t work
I’ll jerk around until my next birthday

Yeah, life begins at forty
Age is just a state of mind
Well, if all that’s true
You know that I’ve been dead for thirty-nine

Songwriters
Lennon, John

Entah karena judul lagu lawas ini makanya jadi terkenal istilah “Life Begins at Forty”, atau ada sumber lain makanya istilah tersebut jadi ngetop. Istilah ini sebenarnya kalau kita cermati di kehidupan sehari-hari dari pada diri sendiri dan juga sekeliling kita, ya ada benarnya juga sih, bukan secara harfiah lho ya.Kalau secara harfiah sih, sejak dari dalam kandungan malah sudah mulai kehidupan.Dimulai dari Kandungan, Dunia dan Akherat nantinya.Khusus untuk para pria, usia 40 tahun, biasanya sudah matang, mapan secara karir dan penampilan yang tentunya disesuaikan dengan jabatan.Biasanya pria dengan usia 40 tahunan, justru banyak diincar para gadis yang usianya jauh di bawah 40 tahun, biasanya gadis dengan usia 20 tahunan, sedang mekar-mekarnya dan cantik-cantiknya.Di satu sisi, usia pria 40 tahunan, malah biasanya sudah menikah atau ya status duda.

Bicara soal pengalaman pribadi , waktu usia saya menjelang 30 tahun, dan belum menikah, mulai dong ketar ketir, kapan nih jodoh saya datang.Banyak kenalan pria umumnya sudah berstatus lakor, alias laki orang, jadi lah saya mundur teratur, masa iya ganggu rumah tangga orang, dosa lah ya… ntar kalau suami kita digangguin orang, kita kan juga ngga mau toh? padahal diantar lakor yang saya kenal itu, ada yang akhirnya bercerai… ya itu namanya ngga jodoh ya bu….

Awal kenal suami, dia berusia 44 tahun, status duda tanpa anak.Dan memang,auranya lebih terang,( lampu kali?)  lebih mapan, lebih tenang dan lebih mengayomi dibanding dengan pria usia di bawah 40 tahun.Disitu saya merasa naksir….hehehehe.

Life begins at 40 ini ada juga yang bilang, nabi besar Muhamad SAW, diangkat menjadi nabi juga di usia beliau 40 tahun, dan saat itu menjadi tugas beliau menyebarkan agama islam dan tanggung jawab juga semakin besar untuk mengajak umat menuju jalan yang diridhoi Allah.

Pada saat usia saya mencapai 40 tahun, secara fisik memang belum jompo-jompo amat sih.. kalau saya pribadi  ngerasainnya gitu, tapi ya kalau disuruh naik sepeda, jalan kaki yang jauh, ya ngos-ngosan banget.Saya merasa usia ini adalah usia yang seharusnya memang menjadi tolak ukur kita sebagai wanita.Di usia 40 tahun, alhamdulilah saya sudah mempunyai dua orang anak yang Allah titipkan kepada saya dan suami,  saya berbahagia atas segala nikmat dan segala karunia yang sudah Allah berikan kepada saya.Tentunya di saat apa yang sudah saya dapatkan saat ini banyak yang diluar ekspektasi saya sebelumnya.Belajar menjadi orang tua yang bijak, dan menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain, menjadi salah satu tujuan hidup saya saat ini.Tidak seorangpun tentunya yang bisa merubah keadaan selain diri sendiri.

Selain pria yang makin matang di usia 40 tahun, untuk wanita juga sama lho, wanita juga selain makin percaya diri dan malah banyak yang makin tambah cantik dibanding saat masih muda belia.Contohnya aja artis Sophia Latjuba, malah makin ok di usianya sekarang.Kalau teman-teman saya ditanya, pilih mana, Nikita Willy apa Sophia Latjuba, pastilah jawabannya Sophia Latjuba.Usia 40 tahunan tapi penampilan yang kinclong.

'You know you're 40 when...'

‘You know you’re 40 when…’

Gambar di atas, agak lebay sih ya? hehehehe…..soalnya banyak dari teman saya yang udah 40 tahunan, ngga gitu-gitu amat juga.

Dulu waktu jaman masih usia 20 an, melihat pacar bos yang usianya 30 an tahun, sempat ngebatin gitu,dalam hati,” ya ampun, tua juga ya udah 30 tahun masih belum nikah juga”, eeeeh.. ngga taunya eike sendiri juga gitu, nikah malah di usia 32 tahun, padahal target usia 25 tahun nikahnya, tapi apa daya, jodohku belum datang di usia 25 tahun.Sekarang di usia saya 40 tahun, malah saya suka ngerasa, kok ngga ada yang berubah banyak ya dari kelakuan dan semangat saya, masih aja  berasa muda…hahahaha.. bagus dong ya? di kantor aja, saya masih gaul dengan yg muda-muda, masih suka pergi makan, karaoke bareng mereka, yaaa gimana ya….. selama diijinin suami, dan ngga menyimpang dari norma-norma, kenapa ngga? walaupun emak-emak, tapi tetap kan kita butuh “me time”, yang sejak menikah lalu punya anak, agak susah untuk bisa “me time”.

Kalau ditanya, pencapaian apa di usia sekarang ini, di kepala 40? hmmm… alhamdulilah banyak juga, walaupun tetap ada yang masih belum terlaksana, tapi secara umum, target yang saya buat tiap tahun, sedikit-sedikit tercapai.Setiap tahun saya bikin list target/resolusi apa yang mau saya capai, walaupun banyak juga yang mengulang list dari tahun sebelumnya…hahahaha.Ngga papa deh, yang penting kan punya daftar ya, buat semangat hidup gitu lho.

Insya Allah, tahun ini, bulan Desember, saya akan jalan-jalan ke Eropa, yeeeeyyyyy……ngga nyangka banget…. walaupun nih ya sebetulnya kepingin pergi ibadah umroh dulu, dari dua tahun lalu udah daftar, bayar DP, udah jahit seragam, udah dapat koper dari travel umrohnya, tapi karena dimundurin dan ngga matching waktunya sama kerjaan kantor, terpaksa deh dicancel, niat mau sekalian nemenin ayah ibu juga tapi ngga jadi berangkat, ya mungkin belum rejekinya, Insya Allah bisa berangkat bareng suami dan anak-anak nanti.Aamiin….

Kali ini juga form ijin cutinya, ngga langsung dikasih tuh sama pak bos, karena pas bertepatan dengan acara Tsunami symposium yang memang kerjaan di section saya, dan saya ambil cutinya lumayan lama, 6 hari kerja tapi total harinya jadi 10 hari termasuk Sabtu Minggu.

Dari sisi usia yang sudah ngga muda lagi, usia 40 tahunan, memang sudah sewajarnya berpikir ke arah spiritual, karena secara fisik sudah kurang mendukung untuk kegiatan yang terlalu menggunakan tenaga berat, maka biasanya lebih fokus ke mental dan spiritual.Banyak teman-teman seangkatan  yang pakai kerudung, acara pengajian rutin bulanan di rumah teman, bakti sosial, dan lain-lain yang sifatnya keagamaan.

I am 43 yo, and I am happy with my life, Thanks to God for the blessing

I am 43 yo, and I am happy with my life, Thanks to God for the blessing

Read Full Post »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

BBC | Blog Belalang Cerewet

semua dicatat agar awet

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination