Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2016

Ikut-ikutan ah ngomongin soal full day school. Kedua anak saya, bersekolah di SDIT, yang sejak dari kelas 1 SD sudah pulang jam 1 – jam 2 siang, dan bertahap, untuk yang kelas 4, pulang jam 3 sore, apabila ada ekskul Pramuka, pulangnya bisa sampai jam 4.30 sore.

Memang sih, saya sebagai orang tua, yang sebagian besar waktunya lebih banyak di kantor dan ditambah waktu perjalanan menuju kantor dan pulang dari kantor, saya cukup puas dan terbantukan dengan anak-anak pulang lebih siang dibanding sekolah SD Negeri, yang biasanya jam 10 sudah pulang ke rumah.Anak-anak di rumah tentunya akan mencari kegiatan sepulang jam sekolah. Apabila saya ada di rumah, atau banyak anak tetangga sebaya yang biasa bermain sama-sama, mungkin juga saya tidak terlalu memikirkan, kegiatan apa yang bisa mereka lakukan sepulangnya dari sekolah.Tetapi, di lingkungan perumahan kami, anak-anak kami tidak punya teman bermain sebaya, dan apabila ada yang sebayapun, yang lain banyak melakukan kegiatan di luar rumah, seperti les renang, les bahasa Inggris, dan les-les lainnya.Jadi ya, tetap aja sepi di taman dekat rumah.

Apabila anjuran full day school untuk semua sekolah, rasanya juga ngga bisa diterapkan ke semua sekolah ya, terserah aja gimana ketentuan sekolah masing-masing saja.Untuk menunjang full day school, apakah sekolah tersebut sudah siap dengan sarana dan prasarananya, apakah sekolah tersebut bisa menambah biaya kegiatan operasioal.Apabila tidak diwajibkan, tentunya para orang tua bebas memilih sekolah anak yang sesuai kebutuhan dan sesuai kemampuan.

Waktu jaman saya sekolah SD, SMP, SMA, sekolah swasta adalah sekolah pilihan kedua, karena murid-muridnya ngga keterima di sekolah negeri, dan kualitas sekolah swasta masih belum bisa bersaing dengan sekolah negeri.Tetapi saat ini, banyak sekolah swasta yang justru lebih bagus dari sekolah negeri, tapi ya itu, biayanya cukup menguras kantong orang tua.

Intinya, kita tidak bisa menyamaratakan kalau sekolah itu harus full day, seperti orang kantoran, dan jalanan jadi lebih macet dong, karena yang pulang kantor dengan yang pulang sekolah, berbarengan…hehehe.

Kalau mau menambah jam sekolah, anak-anak harus ada kegiatan yang kreatif, bukan hanya anak-anak dibiarkan mengerjakan soal-soal yang ada di lembar LKS, pastinya bosaaaaan… teriak mereka.Kasian ntar malah stress dan ga mau ke sekolah lagi.

Kegiatan anak-anak saya, setelah pulang sekolah, hari Senin dan Kamis, belajar mengaji di rumah, hari Rabu dan Jumat, les aikido, jadi waktu kosong hanya hari Selasa, mereka bisa bebas bermain, dan saya sudah wanti-wanti untuk menghindari terlalu banyak main gadget.Khusus Sabtu dan Minggu, kami bela-belain olahraga bersama, seperti bersepeda bersama atau renang.

Saya tahu, mereka pasti cukup lelah setelah pulang sekolah jam 3 atau kadang 4 sore, dan saya tidak pernah memaksakan mereka belajar atau mengulang lagi pelajaran mereka.Alhamdulilah yg kecil, dapat rangking 3 di sekolahnya waktu kelas 2, yang besar dapat rangking 10 besar waktu tahun lalu.

Ada teman saya bilang, karena didikan orang tuanya dulu, anak-anak memang cenderung maunya main terus dari pada belajar, jadi , setiap jam 7 malam, anak-anaknya harus selalu duduk di meja belajar minimal selama 1 jam, entah dia belajar atau tidak, yang penting anak-anaknya harus duduk, baca buku di meja belajar, ngga boleh melakukan hal-hal lain.Itu akan membuat mereka jadi membangun kebiasaan yang nantinya tanpa dipaksa akan dilakukan oleh mereka, belajar tanpa disuruh.

Kalau dalam situasi saya, saya tidak pernah memaksa anak-anak harus belajar setiap malam, minimal hanya membereskan buku pelajaran untuk esok hari, nah sayanya yang seringnya udah lelah, karena tiba di rumah,hampir jam 7 malam,  ngejar sholat Magrib, tau-tau ngga lama udah waktunya sholat Isya, lalu makan malam jam 7.30, selesai jam 8 malam, Ngobrol-ngobrol sebentar dengan anak-anak dan suami, lalu jam 9 an udah mulai kriyep-kriyep nih mata, udah ngantuk minta dimeremin.

Saya hanya berharap dan berdoa semoga anak-anak bisa mengikuti pelajaran dengan baik, dan bisa senang bersekolah di sekolah pilihan kami, dengan lingkungan dan guru yang ada.

Maafkan kami ya nak, sebagai orang tua belum bisa maksimal menemani belajar, menemani bermain dan menjadi tempat cerita kalian.

 

 

 

 

Iklan

Read Full Post »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

BLOG BELALANG CEREWET

dicatat biar awet

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination