Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2016

Dalam bulan ini, ada dua orang rekan kerja saya yang memutuskan untuk mengundurkan diri, padahal masa usia pensiun hanya tinggal 1 tahun lagi.

Uang pesangon yang bisa didapatkan apabila mengikuti peraturan Depnaker, seharusnya bisa mendapatkan perhitungan pesangon 9 bulan gaji x 2, yaitu 18 bulan gaji, sedangkan kalau resign sekarang, berarti hanya mendapatkan pesangon 9 bulan gaji.

Apabila melihat pandangan secara umum, tentunya sayang ya hanya tinggal tunggu bekerja satu tahun lagi, untuk bisa mendapatkan jatah uang pesangon pensiun, kalau masih diatas 5 tahun sih mungkin masih lama nunggunya, ini kan cuma 1 tahun, ngga berasa lho.

Tetapi setiap orang pasti sudah memikirkan masak-masak keputusan ini dengan berbagai pertimbangan yang tentunya juga sudah didiskusikan dengan pasangan dan keluarga.

Semoga saja keputusan yang diambil akan membawa kebaikan bagi keduanya, semoga juga makin sehat, dan bahagia bersama keluarga tercinta.

Saya mencoba menanyakan langsung, alasan penting apa yang membuat keduanya tidak mau menunggu satu tahun lagi untuk sampai pensiun, jawaban mereka, karena kondisi kesehatan yang sudah cukup membuat mereka lelah, harus berjibaku dengan kemacetan di pagi hari dan sore hari menuju ke kantor dan pulang ke rumah, di mana makin bertambah usia, ada saja penyakit khususnya sendi kaki yang sering merasakan nyeri luar biasa.Untuk alasan rekan yang satunya, dia ingin memenuhi kebutuhan anaknya yang sedang kuliah, karena sudah berusaha pinjam ke Bank, ke sodara, ke teman, tetapi mentok, dan satu-satunya cara untuk bisa mendapatkan uang dengan jumlah yang dia inginkan, adalah dengan resign dan mendapatkan uang pesangon.

 

Iklan

Read Full Post »

Katanya kan kalau anak bertingkah baik dan berprestasi, dianjurkan agar anak diberikan reward, nah rewardnya bisa bermacam-macam bentuk, dengan pujianpun sudah cukup.

Dammar, anak saya sebelum pembagian raport, sudah minta hadiah, katanya kalau nilai aku bagus, aku minta dibelikan action figure darth vader dari star wars, keluaran produk dari Disney Infinity 3.0. Pokoknya dia udah browsing terus di toko online seperti buka lapak atau olx.

Saya berjanji untuk bisa mengabulkan permintaannya, tetapi ternyata cukup sulit mendapatkan barang yang dimaksud.Saya sudah menghubungi beberapa toko mainan, kebanyakan barangnya kosong, kalau mau menunggu dan indent, bayar DP dulu.

Pembagian raport tinggal nunggu beberapa hari lagi, tapi barangnya masih belum ada, Dammar terus menanyakan, kapan barangnya datang.

Sampai akhirnya saya info ke toko mainan tersebut, apabila dalam minggu ini, saya cancel saja, dan mohon uang DP dikembalikan, dan dijawab, setuju untuk mengembalikan uang DP saya tersebut.

Keesokan harinya, hanya 1 hari sebelum pembagian raport, barang sudah dikirim, sudah terbayang pasti senang sekali Dammar bisa mendapatkan hadiah yang diidam-idamkan.

Ternyata hasil nilai raportnya baik, dan Dammar mendapatkan peringkat ke tiga, jadi hadiahnya cocok lah buat dia, dan dia sangat senang bisa memiliki hadiah tersebut.

darth vader disney infinity 3.0 idaman Dammar

darth vader disney infinity 3.0 idaman Dammar

dammar dan mainannya

darth vader light fx

darth vader light fx

Read Full Post »

halomoney

Inget jaman dulu, lagi awal-awal kartu kredit masih hanya beberapa gelintir orang yang bisa punya, kalau lihat di dompet teman atau bos, punya beberapa kartu kredit.. wiiiiyyyy keren gitu kesannya.

Tapi sekarang, justru pihak bank penerbit berebut nyari nasabah untuk bikin kartu kredit, hampir tiap bulan, ada saja yang telpon menawarkan kartu kredit,dengan iming-iming hadiah voucher, iming-iming gratis iuran tahunan, malah sampai gratis iuran seumur hidup.

Kartu kredit itu perlu, hanya untuk darurat saja kalo buat saya pribadi ya, ngapain juga punya banyak-banyak, tapi,,,,, ada juga teman yang punya beberapa, karena mau pakai diskonannya.Banyak kartu yang punya penawaran dan kerja sama dengan berbagai hotel dan restoran, jadi kalau pas makan di suatu restoran, teman saya suka tanya,” ada promo kartu kredit apa mbak?” dan misalnya dijawab,”BCA, pak”, maka dia keluarin deh tuh kartu kredit BCA nya, lumayaaaan….bisa dapat diskon.

Tapi tetap sih, buat saya, ngga gitu perlu itu diskon-diskonan, (bukan berarti saya horang kayah lhoooo), toh saya  juga jarang makan di restoran atau menginap di hotel, jadi kartu kredit tetap buat darurat seperti berobat ke RS atau pas lagi ngga ada cash cukup di dompet, dan begitu tagihan datang, langsung buru-buru dibayar cash biar ngga ada hutang, dan ngga harus bayar bunga.

Saya hanya ingin sharing pengalaman teman saya, sebut saja namanya Yanti, dimana teman saya sekarang jadi sasaran ditelpon sama debt collector bank Mega.Awalnya, sebagai teman satu kantor, ketika diminta dicantumkan namanya sebagai referensi, oleh si Maya ( bukan nama sebenarnya), karena sebagai teman dekat, dia mau-mau saja, karena mikir yang positif saja sebagai teman dan ingin membantu.

Tetapi ketika si Maya  ini keluar dari kantor, Yanti selalu terima telpon dari pihak debt collector, katanya pihak bank ngga bisa menghubungi Maya dan si Maya ini punya hutang yang belum dibayarkan.

Sudah puluhan kali diberi tahu ke pihak debt collector, kalau dia sudah tidak pernah berhubungan lagi, tetapi sampai saat ini, sudah lebih dari 5 bulan, masih saja ditelpon untuk menanyakan kabar si teman yang berhutang ini.

Sebagai teman, yang dulunya pernah dekat, pernah pergi keluar kota sama-sama, pernah menginap sama-sama, saya sih amat menyayangkan ya kalau akhirnya pertemanan jadi kurang harmonis, gara-gara dikejar-kejar debt collector. si Yanti sudah cukup geram dengan berbagai alasan si Maya, yang katanya sudah bayar lunas, begitu juga dengan ibu Maya yang meyakinkan kalau si Maya sudah bayar lunas ke banknya, tetapi kenyataanya dari pihak debt collecor masih terus mencari Maya dengan menelpon ke Yanti karena pihak debt collector ngga bisa menghubungi Maya.

Tentunya Yanti amat merasa terganggu dengan telpon-telpon dari debt collector tersebut, di satu sisi, si pengutang sepertinya malah masa bodoh dengan kondisi terganggunya si Yanti, malah menyarankan untuk ganti nomor hp saja, Yanti tentu saja tidak mau, karena nomor hp dia sudah banyak dia share ke rekan kerja dan teman-teman lama tentunya.

Lesson learned ya…. jangan pernah mau dicantumin nama kita sebagai referensi di aplikasi kartu kredit, selain bakalan dikejar-kejar sama debt collector, ditambah pertemanan juga jadi ngga harmonis hubungannya.

Padahal sih ya, kalau si Maya mau berterus terang ke Yanti,tentang kondisi dia, dan tetap membina hubungan baik, pastinya Yanti ngga akan semarah sekarang ini.

kartu kredit -financial bisnis.com

Read Full Post »

Artikel ini udah pernah saya baca, dan artikel seperti ini adalah artikel yang harus saya baca berulang-ulang, agar bisa sering menjadi reminder buat diri sendiri selaku orang tua yang harus banyak menahan sabar dan banyak belajar.

Saya share di sini ya, penulisnya entah siapa, tapi cukup bagus buat menjadi bahan pembelajaran kita sebagai orang tua.

Berbicara Kepada Anak-anak*

Anda mungkin tahu rasanya, bagaimana berkomunikasi dengan anak-anak. Terlebih lagi, anak-anak sendiri. Berbicara kepada anak-anak, sebetulnya menyenangkan walau kadang-kadang mengesalkan. Untuk itu, diperlukan kehati-hatian, mengingat pekanya perasaan mereka, mengingat masih sedikit dan sempitnya wawasan mereka, dan masih polosnya cara berpikir mereka.

Di sela semua “kelemahan” itu, ada satu kekuatan terbesar yang dimiliki hanya di saat tertentu dalam hidup setiap manusia. Kekuatan yang dimiliki hanya di saat manusia masih menjadi anak-anak, yaitu daya ingat dan daya cerna yang luar biasa pesat dan hebatnya. Berhati-hatilah. Berhati-hatilah jika Anda bermasalah di kantor. Jangan sampai kekesalan Anda tertumpah pada diri dan perasaan mereka. Apapun yang buruk dari mereka, akan berasal dari perkataan Anda sebagai orang tua. Berhati-hatilah jika Anda bermasalah dengan pasangan atau keluarga Anda. Jangan sampai kemarahan Anda terlampiaskan pada perasaan dan jiwa yang masih benar-benar apa adanya. Apapun yang buruk dari mereka, akan berasal dari perkataan Anda sebagai orang tua.

Berhati-hatilah jika jalan hidup Anda tidak sesempurna yang Anda minta. Jangan sampai kekecewaan Anda menerpa pada hati dan pikiran suci mereka. Sebab Anda akan menciptakan anak-anak yang penuh cacat dan cela di dalam jiwanya. Apapun yang buruk dari mereka, akan berasal dari perkataan Anda sebagai orang tua. Berikut ini adalah tips dari seorang konsultan komunikasi yang mendalami persoalan komunikasi antar pribadi, termasuk berkomunikasi dengan anak-anak.

*TERSENYUMLAH DENGAN TULUS PADA MEREKA*

Smile! And mean it! Lebih dari 50% komunikasi Anda, dilakukan dengan bahasa tubuh termasuk ekspresi wajah. Saat berbicara kepada anak-anak, persentase itu akan bertambah. Sebab bahasa tubuhlah yang lebih mereka pahami, ketimbang bahasa intelektual Anda sebagai orang dewasa.

*JANGANLAH MERENDAHKAN MEREKA* Janganlah berbicara dengan merendahkan mereka. Adalah baik untuk mengetahui terlebih dahulu, seberapa jauh pemahaman mereka tentang suatu topik. Snorklinglah sebelum diving.

*GUNAKANLAH ALAT PERAGA* Gunakan sesuatu yang anak-anak dapat melihat, mendengar dan menyentuhnya. Gunakanlah alat peraga secukupnya. Tidak perlu kebanyakan dan bertaburan. Anda tahu bagaimana anak-anak. Dengan alat peraga, mereka akan lebih mudah mengingat berbagai hal.

*SEDERHANAKANLAH BICARA ANDA* Anak-anak akan cepat lelah dengan deskripsi yang terlalu detil, dan dengan teori serta konsep. Gunakanlah cerita, untuk mendemostrasikan informasi yang akan Anda sampaikan. Buatlah proses itu menjadi fun.

*BERTANYALAH PADA MEREKA* Pertanyaan akan membuat anak-anak berpikir dan terlibat. Menjawab pertanyaan, bertanya, mengutarakan pendapat, dan melakukan evaluasi, adalah lebih menyenangkan bagi mereka dalam memahami berbagai fakta.

*ANTUSIASLAH DI HADAPAN MEREKA* Jadilah antusias dan enerjik. Ini akan membuat Anda dan mereka tetap terjaga dan tertarik pada topik.

*PAKAILAH KACAMATA MEREKA* Anak-anak melihat berbagai hal dengan cara pandang yang berbeda. Mereka melihatnya dengan kacamata mereka, bukan kacamata Anda. Concern, prioritas dan sistem nilai mereka, juga berbeda. Temukanlah apa yang penting bagi mereka, sebelum berbicara. Doronglah mereka untuk meminta penjelasan, jika mereka tidak memahami apa yang Anda katakan.

*MEREKA TIDAK PEDULI ANDA SEBAGAI PEMBICARA* Mereka, tidak peduli apakah Anda seorang pembicara yang hebat atau tidak. Apa yang mereka inginkan, hanyalah kejujuran, antusiasme, dan respek. Jika Anda melakukan kesalahan berbicara atau lupa akan sesuatu, tak perlu khawatir. Anak-anak itu menyenangkan, sebab mereka tak akan menghakimi Anda. Teruskan saja bicara Anda.

*JUJURLAH PADA MEREKA* Jika Anda tidak tahu jawaban dari pertanyaan mereka, jujur saja. Tak usah Anda karang-karang jawabannya. Anak-anak, biasanya mengetahui jika Anda ngibul. Bilang saja nanti akan Anda cari jawabannya. Dan ingatlah, mereka akan menagihnya.

*LIBATKANLAH MEREKA* Libatkanlah mereka. Jika ada bagian dari bicara Anda di mana mereka bisa tampil ke depan, melakukan penghitungan, atau membicarakan sesuatu, berikan kesempatan itu pada mereka.

*JIKA MEREKA HARUS DUDUK DAN DIAM:

TEKNIK ABC*

Ada saat atau sesi tertentu di mana anak-anak memang diharapkan hanya duduk dan mendengarkan. Untuk sesi seperti ini, Anda hanya perlu melakukan beberapa penyesuaian.

*A: Attention Span* Attention span atau rentang perhatian, adalah faktor yang membedakan kemampuan mendengar, antara anak-anak dan orang dewasa. Setelah dewasa, Anda telah bisa mengembangkan kemampuan untuk lebih fokus dan lebih lama bertahan mendengarkan sesuatu. Anak-anak belum bisa sejauh itu. Perhatikanlah acara bagus untuk anak-anak di televisi. Semuanya dipecah-pecah ke dalam berbagai segmen yang pendek-pendek. Dibuat seperti itu, agar anak-anak tetap duduk dan mendengarkan. Jika anak-anak terlibat dalam suatu aktivitas yang tidak dipilihnya sendiri, mereka akan lebih enggan mendengarkan. Prediksilah secara realistis, berapa lama mereka akan tetap fokus.

*B: Break it Up* Jika Anda berbicara pada sekelompok anak-anak, pecahlah mereka menjadi kelompok-kelompok kecil. Jika bicara Anda akan panjang atau menyangkut beberapa isu sekaligus, pecahlah bahan bicara Anda menjadi potongan-potongan yang sederhana dan mudah dicerna.

*C: Children are Still Children* Seberapa pun besarnya energi dan antusiasme Anda, mereka tak akan pernah melihatnya dari perspektif Anda. Selogis apapun pernyataan Anda, mereka tak akan pernah melihatnya seperti Anda melihatnya. Cobalah untuk memasuki sudut pandang mereka, kemudian bertanyalan WIIFM (What’s In It For Me?). Sebab, mereka juga punya yang namanya minat dan ketertarikan pada sesuatu.

*KESIMPULAN*

Sebagian besar dari kita, adalah orang-orang dewasa yang tak sempurna, manusia-manusia yang penuh dengan cacat dan cela. Sebagian besarnya, disebabkan oleh kata dan bicara para orang tua kita. Kita masih bisa merasakan bekas dan carut-marutnya. Itulah luka lama kita, yang kecil kemungkinan bisa hilang selamanya. Kita tidak akan menyalahkan para orang tua. Sebab mereka hanya berjalan sesuai dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan, sejalan dengan impian dan harapan, seiring dengan wawasan dan kemampuan.

Begitulah yang telah terjadi, dan kita sudah tidak bisa apa-apa lagi, kecuali membangun masa depan. Apa yang terpenting, adalah menciptakan masa depan yang lebih baik dan makin baik. Masa depan dari anak-anak kita. Kita tak ingin mereka sama tak sempurnanya dengan kita. Kita ingin mereka lebih baik dari kita. Kita tak ingin semua cacat dan cela menggores lagi, seperti yang terjadi pada diri kita sendiri. Kita tak ingin semua itu datang dan datang lagi. Oleh sebab itu, janganlah kita ulangi kembali.

Read Full Post »

Alifa 10 tahun

Alifa 10 tahun

Sabtu lalu, adalah waktunya pembagian rapot untuk anak-anakku. Aku sebagai orang tua, tidak pernah terlalu berharap agar anak-anakku menjadi juara di sekolahnya.Menurutku, masa-masa anak-anak di Sekolah Dasar, adalah waktunya pembentukan ahlak/budi pekerti, waktunya anak belajar bersosialisasi terhadap orang lain.Sosialisasi terhadap guru, teman dan kakak kelas atau adik kelas.

Sebagai ibu bekerja, yang waktunya dari pagi sampai malam baru sampai rumah, tentunya tidak punya waktu untuk konsisten membantu anak-anak dalam hal belajar pelajaran sekolahnya.Pelajaran di sekolah SDIT Al Ikhlas 86, cukup banyak, karena ada tambahan selain dari kurikulum nasional.Pelajaran tambahan seperti bahasa Sunda, Fiqih, BTAQ,Sejarah Kebudayaan Islam, di mana aku kurang memahami pelajaran tersebut.

Tentunya amat tidak adil, apabila aku berharap anak-anak bisa mendapatkan nilai tinggi, tetapi sebagai orang tua belum maksimal untuk membantu mereka dalam mencapai nilai terbaik.Aku sadar,… amat sadar….

Apabila anak-anakku bisa mendapatkan nilai yang tinggi dan mendapatkan rangking di kelasnya, tentunya ini suatu anugrah dari Allah, dan juga tak luput dari bantuan ibu/bapak guru dalam membimbing anak-anak.

Alhamdulilah, Alifa naik ke kelas 5 SD, mendapatkan rangking 10 besar, sedangkan adiknya, Dammar naik ke kelas 3, dan mendapatkan peringkat 3 di kelasnya.

Semoga anak-anakku diberikan kesehatan, kecerdasan dan budi pekerti yang baik sebagai umat muslim yang bisa dibanggakan buat orang tua, agama, dan negaranya, aamiin ya Rabbal Alamin.

I am so proud of you kids….

Dammar 8 tahun

Dammar 8 tahun

 

 

 

Read Full Post »

Awal bulan Juni, tepatnya tanggl 3 Juni, bos kami kirim email untuk diadakan meeting mingguan, dan waktu sudah menunjukan pukul 4 sore. Jadwalnya sebetulnya jam 3.30 tapi beliau masih belum kembali dari rapat di luar kantor.

Begitu beliau sampai di kantor, langsung menginstruksikan untuk segera memulai meeting, dan si bos bolak balik mencari Ms.Kitamura yang juga saat itu sedang ada tamu di ruang meeting lain.

Setelah kami berkumpul, minus Ms.Kitamura, si pak Haji, biasa kita panggil dia, (bingung kan, orang Jepang kok namanya pak Haji, jadi pak Haji itu singkatan dari Harada Jicho…hehehehehe.ada-ada aja ya teman-temanku tuh).

Akhirnya si pak Haji membuka acara meeting tersebut, dan beliau mengaku bahwa sebenarnya  niat mengumpulkan kami semua,maksudnya ingin makan kue ulang tahun, di mana saya dan mbak Juni berulang tahun di bulan Juni ini.Si bos meminta ms.Kitamura untuk membelikan kue yang nantinya akan dipotong dan dimakan bersama-sama ketika meeting.

Dan ternyata, hari itu adalah pas hari ulang tahun Ms.Kitamura, si pak bos juga baru tahu ketika dia melihat daftar siapa yang ulang tahun di bulan Juni untuk orang Jepangnya, eeeeh.. malah beliau minta tolong beli kue untuk orang lain, padahal yang dimintai tolong malah ultah hari itu…hahahahaha…

Jadilah, beliau beli kue kecil khusus untuk ms.Kitamura, kue yang bukan untuk dibagi-bagi, karena ngerasa bersalah…hehehehe.

Padahal sih mbak Juni ultah tanggal 7 Juni, sedangkan saya ultah di tanggal 22 Juni nanti, tapi berhubung masuk bulan puasa, jadi pak bos inisiatip untuk merayakan duluan secara bersama-sama.

Thank you pak Haji and thank you all member section 2.

Kitamura san, Mbak Juni dan saya

Kitamura san, Mbak Juni dan saya

tip lilin wuuusssss

tiup lilin wuuusssss

all members section 2

all members section 2

Read Full Post »

WANITA

Wanita yang paling perkasa, kalau menurut bang Denny Siregar, adalah wanita yang bersedia di poligami.Sebagai istri, wanita ini betul-betul  taat kepada suami, dan ingin mencari ridhoNYA dengan mengijinkan suami berpoligami.

Jarang ada wanita seperti itu, banyak yang minta bercerai dari pada suami berbagi dengan wanita lain, ngga tahan melihat suami harus berbagi kasih sayang, berbagi cerita, berbagi waktu dan berbagi rejeki.

Sungguh memang betul, apabila ada wanita jaman sekarang yang betul-betul ikhlas mengijinkan suaminya untuk berpoligami, dia adalah wanita perkasa.Salut atas keikhlasannya, salut atas kesabarannya dan salut atas ketaatannya kepada suaminya.

Nah, masalahnya sekarang ini, suami ingin berpoligami itu harus bisa membedakan antara mana syahwat dan mana yang bukan, dibutuhkan keadilan dalam berbagi yang mana akan sulit dilakukan.

Banyak wanita yang akhirnya menahan sakit hati, dan tetap bertahan tetapi rasa hormat dan sayang terhadap suami sudah tidak ada lagi, mempertahankan perkawinan adalah hanya sebatas pura-pura demi anak-anak dan demi lingkungan.

Malu, kalau sampai terjadi perceraian di usia senja, di mana sudah ada anak cucu yang tentunya akan bisa melihat langsung kehidupan kakek neneknya.

Kakek nenek yang tentunya masih ada kesempatan diberikan usia agar bisa memperbanyak amal kebaikan dalam menjemput kematian agar bisa khusnul qotimah seperti yang diidam-idamkan.

Semoga para wanita yang aku kenal, khususnya ibuku, mama mertuaku, dan keluargaku juga teman-temanku, adalah wanita yang akan selalu dikenang karena kebaikannya dan nantinya bisa mendapatkan balasan yang berlipat ganda atas jerih payahnya untuk keluarga, aamiin.

Read Full Post »

Older Posts »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

BLOG BELALANG CEREWET

dicatat biar awet

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination