Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2016

Bila Anak Susah Diatur

Posted by Farid Ma’ruf pada 4 Agustus 2009

Assalaamualaikum Wr.Wb.

Saya seorang ibu yang memiliki anak laki-laki berusia 8 tahun. Akhir-akhir ini anak saya susah diatur. Selalu saja sulit kalau disuruh mandi sore, bandel bila disuruh membereskan buku-bukunya yang berserakan, tidak mau disuruh gosok gigi sebelum tidur, dan sebagainya. Kalau pas jam sekolah saya agak merasa lega dan terbantu, tetapi begitu pulang suasana rumah jadi kacau. Rumah jadi berantakan, rasanya tidak selesai-selesai saya merapikan rumah. Kalau sudah begini saya menjadi sering marah-marah dan stres. Bagaimana mengendalikan emosi saya ya bu. Apakah saya biarkan saja apa maunya anak, atau perlu sedikit keras agar dia mau menuruti perintah saya. Apa sebetulnya langkah terbaik yang bisa saya lakukan. Mohon bantuannya.

Wassalaamu’alaikum Wr.Wb.

Nanda
Yogyakarta

Wa’alaikumsalam Wr.Wb.

Ibu Nanda yang baik,

Saya bisa memahami kesulitan dan kegelisahan Anda. Mendidik anak memang bukan pekerjaan mudah, butuh ilmu dan kesabaran. Saya yakin Anda sudah memahami ini, tapi dalam prakteknya kadang-kadang memang suka terlupakan. Anak yang susah diatur, biasanya berawal dari lemahnya aturan yang dibuat orang tua,  ketidakmampuan orang tua untuk berkata tidak pada anak, dan disiplin yang tidak konsisten. Ada beberapa ekspresi anak saat melakukan pembangkangan terhadap aturan. Anak bisa melakukan perlawanan pasif, misalnya dengan menunda untuk menurut, mencibir, cemberut (diam dan menghindar) dan merengek. Ada juga anak yang membangkang  dengan melakukan tindak agresif secara verbal atau melontarkan makian.

Ibu Nanda yang baik,

Mempunyai anak yang patuh tentunya sangat menyenangkan. Keadaan ini bisa diwujudkan jika anak dan orang tua dapat melakukan kerja sama dengan baik.  Jangan lupa sertakan setiap alasan untuk setiap perlakuan, dan lakukan dengan  cinta kasih. Tuntutan yang ditujukan pada anak harus diseimbangkan dengan kehangatan, alasan, penghargaan dan kepekaan terhadap kebutuhan anak. Ini berarti orangtua harus dapat bertindak tegas, tapi bukan mendominasi. Hal-hal yang bisa Anda lakukan agar anak tidak membangkang antara lain, pererat hubungan dengan anak, dan bersikaplah peka terhadapnya. Semakin tanggap terhadap kebutuhan anak, Anda akan semakin dapat berharap, anak akan patuh terhadap harapan dan perintah Anda. Sikap penurut akan muncul, pada anak yang memiliki orang tua yang mau mendengarkan sinyal-sinyal yang diberikannya. Misalnya segera menanggapi tangisannya. Orang tua yang tidak peka, akan membentuk anak menjadi seorang yang sulit tanggap terhadap perintah orang tuanya..

Ibu Nanda yang baik,

Anak adalah amanah yang diberikan Allah kepada para orangtua. Sebagaimana layaknya sebuah titipan, maka Anda harus menjaganya dengan baik. Apalagi tugas utama seorang ibu memang mendidik anak. Didiklah dia dengan kasih sayang, karena mendidik dengan kasih sayang jauh akan lebih baik dari pada dengan marah-marah. Apa yang akan Anda dapatkan dengan cara seperti itu? Ternyata bukan sebuah kebaikan tapi  malah akan membuat Anda semakin stres, dan satu hal yang kadang tidak kita sadari bahwa anak adalah peniru yang ulung. Anak-anak akan banyak belajar dari apa yang mereka lihat dan dengar. Jadi jangan salahkan dia kalau suatu ketika Anda melihat si kecil, ketika menyelesaikan persoalan dengan marah-marah juga. Belajarlah mengelola emosi dengan baik, karena Anda adalah model terdekat buat anak-anak. Sadarilah bahwa mendidik dengan emosi tidak akan menyelesaikan masalah. Cobalah Anda pahami dengan cermat karakter dan perkembangannya. Belajarlah berpikir positif terhadap perilakunya. Bukankah anak-anak seusianya masih terus  dalam proses belajar. Jika Anda terpaksa harus memberikan hukuman gunakan hukuman yang masuk akal dan sesuai dengan kesalahan. Yang juga tidak kalah penting adalah selalu mendoakannya. Semoga Allah SWT  memberikan kemudahan dan kesabaran. []

Sumber : Tabloid Media Umat

Read Full Post »

Agar Anak Tidak Keras Kepala

Posted by Farid Ma’ruf pada 1 Maret 2011

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi, saya memiliki anak perempuan yang sekarang sudah kelas 5 SD. Sifatnya keras sekali, kalau dinasihati tidak mau mendengarkan. Bagaimana menghadapi anak yang keras dan maunya sendiri seperti ini? Terus terang saya memang juga keras. Saya suka ngeyel dan susah dinasihati suami. Saya juga tidak sabaran. Tapi kenapa bisa sama ya dengan anak saya. Apakah sifat ini diturunkan? Terima kasih penjelasannya.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Hamba Allah
Jawaban :

Wa’alaikumsalam Wr.Wb.

Ibunda yang baik,
Insya Allah saya bisa memahami kegelisahan Anda. Banyak orang tua mengeluhkan hal yang sama, merasa khawatir bahkan terkadang kesal ketika menghadapi anak yang suka melawan, memberontak dan berkemauan keras. Anak seperti ini biasanya terlihat sangat keras kepala, susah diatur, kukuh pada kemauannya, selalu merasa benar dan cenderung mengabaikan perkataan orang lain. Sebelum Anda mencoba mengatasi atau menghilangkan sikap keras anak, cobalah cari tahu dulu sebabnya. Yang pasti bukan karena keturunan.
Ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi timbulnya kebiasaan buruk tersebut, antara lain adalah pola asuh orang tua, perilaku orang tua dan ketidakkompakan antara ayah dan ibu. Orang tua yang terlalu membebaskan anak tanpa kontrol membuat anak merasa benar sendiri dan tidak mau mendengarkan orang tuanya. Selama masa perkembangan, sosok yang dekat dengan anak adalah orang tuanya, terutama ibu. Ketika orang tua (ibu) berperilaku demikian (berkemauan keras, suka membantah), maka anak akan dengan cepat mengimitasi perilaku tersebut. Dan salah satu hal yang juga penting dalam pendidikan anak adalah kekompakan dalam menerapkan pola asuh. Ketika ada penerapan aturan yang berbeda antara ayah dan ibu misalnya, maka anak akan mengalami kebingungan. Dan biasanya anak akan cenderung memilih aturan-aturan yang lebih menyenangkan untuknya.

Ibunda yang baik,
Menjalin kedekatan dengan anak adalah cara terbaik menangani anak yang keras kepala. Komunikasi dua arah antara orang tua harus terjalin dengan baik. Misalnya, ketika Anda memerintahkan sesuatu, jangan hanya sekadar memerintah, yakinkan bahwa anak paham maksud dari perintah tersebut. Sebaliknya, ajak anak berbicara dan tanyakan alasannya, mengapa dia membantah atau bersikeras dengan pendapatnya. Bila alasannya tidak tepat, beri larangan tegas namun tetap disertai kesabaran. Cara ini akan memberikan pemahaman tentang batasan pada anak, tanpa membuatnya merasa ditolak atau tidak dicintai.
Sebagai orang tua, Anda harus pandai meredam emosi. Bila tidak, Anda sendirilah yang nantinya kewalahan. Berbicaralah dari hati ke hati. Tanyakan apa yang menjadi keinginannya. Misal, ketika anak Anda menginginkan pergi ke suatu tempat dan Anda melarangnya. Kemukakan dengan bijak alasan Anda melarangnya. Jelaskan pada anak dengan bahasa yang ia mengerti, mengapa suatu hal diperintahkan dan hal lain dilarang. Yang harus diingat, jangan bersikap kasar atau terlampau keras pada anak. Bersikap lembut dan penuh kasih sayang akan sangat membantu. Karena dengan begitu, anak akan merasa bahwa teguran atau larangan yang Anda sampaikan, bukan karena benci, melainkan karena rasa sayang Anda padanya. Jangan lupa berikan pujian ketika anak berperilaku baik, walau hanya dengan pelukan atau belaian. Anak yang “keras” bisa jadi karena kurang mendapatkan/mera-sakan penghargaan dari orang tuanya.

Ibunda yang baik,
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa posisi tubuh bisa mempengaruhi proses berpikir seseorang. Orang yang berdiri kaku, atau duduk dalam posisi yang menyesakkan, akan membuat otaknya tidak bisa bekerja optimal dan kondisi emosional menjadi tidak stabil. Ketika menghadapi anak yang sedang emosional dan ngotot mempertahankan pendapatnya, cobalah meredakannya dengan mengganti posisi tubuhnya. Jika sedang duduk, ajaklah ia bergerak ke ruangan yang lain. Bukankah Islam juga telah mengajarkan tentang hal ini? Sikap keras, biasanya dibarengi dengan emosi yang meletup, dan tidak jarang kemudian menimbulkan ketegangan dan kemarahan.
“Jika salah seorang di antara kalian marah sementara dia berdiri, maka hendaklah ia duduk sehingga kemarahannya hilang. Jika belum juga hilang maka hendaklah ia berbaring.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)
Ajaklah anak duduk jika ia berdiri dengan tegang, sentuh pundaknya, dan katakan dengan lembut, ”Ayo duduk dulu, umi mau mendengar pendapatmu lebih jelas lagi.” Demikian ibunda, Mudah-mudahan ananda kelak akan menjadi anak yang membanggakan orang tuanya.[www.konsultasi.wordpress.com]

Sumber : Tabloid Media Umat edisi 48

Read Full Post »

Membiasakan Anak Meminta Maaf

Posted by Farid Ma’ruf pada 23 Maret 2014

Pertanyaan :

Assalamualaikum Wr Wb

Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati,  saya ibu dari dua putri. Putri saya yang pertama usia 3 tahun 4 bulan, adiknya 9 bulan. Bagaimana cara membiasakan anak pertama saya untuk berani dan mau minta maaf jika melakukan kesalahan. Karena selama ini, dia susah sekali bahkan cenderung tidak mau minta maaf. Jika disuruh minta maaf selalu menangis. Padahal saya selalu mencontohkan kalau saya melakukan kesalahan segera meminta maaf. Mohon saran ya. Terima kasih.

Wassalamualaikum Wr Wb

NH

Jatim

 

Jawaban : 

Waalaikumsalam Wr.Wb

Ibu NH yang baik,

Satu hal yang terkadang berat dilakukan, dan cukup melekat  pada diri seseorang ketika berinteraksi dengan orang lain adalah meminta maaf atau memaafkan. Sebagai orang tua, tentu tidak ingin anak-anak kita berat melakukan dua hal tersebut. Meminta maaf, akan membantu anak belajar berjiwa besar dan bertanggung jawab terhadap kesalahan yang telah dilakukannya. Dengan meminta maaf dapat membantu anak untuk mengenali dirinya, menjalin hubungan baik dengan teman-temannya, dan memberikan pengajaran untuk empati dan bertanggung jawab pada tindakannya. Jika sejak kecil anak  sudah sering menunjukkan keengganannya untuk meminta maaf, maka hal itu bisa menjadi benih-benih arogansi dan superioritas yang akan tumbuh hingga ia dewasa.

Ibu NH yang baik,

Usia dini adalah masa pembentukan. Anak mengamati lingkungan sekitarnya, mencontoh  berbagai perilaku, belajar dari berbagai pembiasaan, menyimak berbagai fenomena serta belajar memaknai berbagai hal yang salah dan yang benar dari berbagai konteks. Untuk memasuki kehidupan bersosial, setiap anak  harus memiliki bekal tentang bagaimana caranya bersosial yang baik. Salah satunya adalah dengan memiliki kesadaran untuk saling memaafkan. Keluarga merupakan tempat belajar pertama buat anak, maka meminta maaf dan memaafkan juga mesti dibiasakan dalam lingkungan keluarga. Apa yang Anda lakukan selama ini sudah tepat. Memberikan contoh pada ananda, langsung meminta maaf ketika Anda melakukan kesalahan.

Ibu NH yang baik,

Tumbuhkan sikap empati pada anak. Empati adalah sebuah perasaan merasakan apa yang dialami orang lain. Misalkan jika ananda memukul teman atau adiknya, maka katakan padanya, “Teman kamu sampai menangis, mungkin pukulanmu membuatnya sakit. Kamu mau tidak  dipukul sama teman kamu seperti itu?”.  Dengan pertanyaan seperti itu, ananda akan merenungi ucapan Anda, dan memikirkan bagaimana seandainya kalau dia yang dipukul. Ini akan membuatnya berpikir bahwa apa yang dilakukannya menyakiti temannya, dan akan mendorongnya untuk meminta maaf. Ada kalanya anak enggan meminta maaf karena tidak mengerti bagaimana caranya. Perkenalkan berbagai cara meminta maaf pada ananda. Jika ananda enggan meminta maaf secara langsung dengan mengucapkan kata maaf, maka Anda bisa memperkenalkannya tentang berbagai cara meminta maaf yang lain. Seperti mengganti mainan yang dirusaknya, bersalaman, mengajak teman bermain kembali dan sebagainya.

Ibu NH yang baik.

Berikan reward yang membangun ketika ananda akhirnya mau meminta maaf. Bentuk reward yang diberikan bisa apa saja, meski sederhana. Seperti,  mengacungkan jempol, menjabat tangannya, mengucapkan selamat, meraih dan memeluk tubuhnya, dan lain-lain. Bila ananda masih kesulitan juga untuk meminta maaf terhadap kesalahan yang telah diperbuatnya, coba jelaskan bahwa dengan meminta maaf akan mendekatkan hubungan pertemanan dengan siapapun, termasuk dengan teman-teman sebayanya. Banyak teman itu akan menyenangkan. Meminta maaf juga perbuatan yang mulia. Memang tidak mudah mengajarkan anak hingga ia sadar bahwa meminta maaf itu harus disegerakan. Sampai akhirnya dengan sendirinya anak akan menyadari kesalahan yang telah diperbuatnya dan bertanggung jawab untuk meminta maaf tanpa harus diminta atau diarahkan. Dengan upaya dan kesabaran, insya Allah akan berhasil. Semoga Anda diberi kemudahan dalam membimbing ananda.

Sumber : Tabloid MU edisi 122

Read Full Post »

Decisicion to go to Semarang came up from my sister in law.There is our relative, we call her Bu De Wandi, wife of Pak De Wandi, older brother of my father in law.She got sick, since 4 months ago, she falled down and can’t get up again, she cant move her left hand.Now she just lay down on the bed, all activities done on the bed.Lucky she has adopted daughter who take care of her, ms.Tati.She lives near to bu De Wandi’s.

Bu De Wandi lives in Pati, small town near to Semarang, about 2 hours from Semarang by car.First day when we arrived at Semarang, we checkd in at Fave Hotel, Diponegoro, after that we went to Lawang Sewu.The name Lawang Sewu is from Javanese; it means “Thousand Doors”.[1] The name comes from its design, with numerous doors and arcs.[2] The building has about 600 large windows.

Lawang Sewu

Lawang Sewu

 

Cilukkk Baaaa

Cilukkk Baaaa

Lawang Sewu (“Thousand Doors”) is a landmark in Semarang, Central Java, Indonesia, built as the headquarters of the Dutch East Indies Railway Company. The colonial era building is famous as a haunted house, though the Semarang city government has attempted to rebrand it.(copas from Wikipedia)

My friend recommends me to try the food, famous in Semarang beside Lunpia, it names: Mie Kopyok, and I had a plan to try it.I asked the driver of rental car, but he said, that place open until 4 PM.We will try next day, if we have enough time.

Still on first day, at Dinner time, we visited the koenokoeni resto and galery, the place is nice, old fashion, etnic, a lot of antique things displayed.

Koenokoeni

Pic taken from Info Semarang (Koenokoeni)

The second day, we went to Pati to visit our relatives, I had been more than 9 years ago never been there, last time, me and my husband had ever visited her, and at that time, Pak De Wandi still alive.Now, only bu De Wandi, her age is already 82 years old, but she still remember me.

Now, I meet her again, with my children and my sister in law’s.

Bu De Wandi

Bu De Wandi

In front of Bu De Wandi's house

In front of Bu De Wandi’s house

After we had chat with them, we went to Ambarawa railway museum , we arrived around 4 pm, and I heard the museum will close at 5 pm. It was raining, and I decided not to enter the Museum, only my husband and my children.I was dissapointed when my husband showed me some beautiful pictures that he took inside of the museum, whyyyy I am not join.. it’s a good place to take a picture and later on I will share it, because it saved on the digital camera, and I haven’t save in to my pc.

Next day, we return to Jakarta by train again, we bought some foods, originally from Semarang as a souvenirs for family.

I hope we can go together to other places.

 

 

 

Read Full Post »

Tepat tanggal 7 Januari 2015, Mamah meninggalkan kami semua.Tak terasa, dua hari lagi menjelang satu tahun mamah Dien sudah tidak bersama kami lagi.

Awal tahun lalu, diawali dengan kejadian yang menyedihkan buat kami semua, karena mamah meninggal dengan mendadak, tanpa sakit, tanpa pesan-pesan sebelumnya kepada kami semua.

Semua kaget mendengar berita ini, kebiasaan mamah pagi-pagi keluar kamar, hari itu, mamah tidak keluar-keluar, dan asisten rumah tangga, merasa curiga, kenapa sudah jam 7 pagi, mamah belum juga keluar kamar. Yu Mah ( ART) berusaha mengetuk pintu kamar, dan jendela belakang kamar, tetapi tidak ada jawaban, sepertinya beliau ada di kamar mandi.

Pintu kamar terkunci dari dalam, dan Yu Mah tidak bisa masuk, dia mencoba menghubungi anak-anaknya, termasuk suami saya.

Jam 8 pagi, pintu kamar, baru bisa dijebol dengan linggis, dan ternyata mamah sudah tergeletak di kamar mandi, kemungkinan beliau akan mengambil air wudhu untuk sholat subuh, dan terjatuh tanpa satupun orang lain yang tahu.

Suami dan adik suami ( mbak Retno), membawa Mamah ke RS Pusat Otak Nasional di Cawang, ketika di cek di UGD, denyut nadi Mamah sudah tidak ada, dan sepertinya Mamah menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan menuju RS. Innalilahi Wa’inailaihi Rojiun, Allahuma firlaha warhamha waa’fiha wafuanha…

Maafkan kami Mah.. semoga mamah Dien diampuni dosa-dosanya, diluaskan alam kuburnya, diberikan tempat yang layak di sisiNYA.. aamiin ya Rabbal alamin.

Namanya sudah takdir dan ajal, kapanpun waktunya tiba, tanpa bisa ditawar-tawar lagi, semua pasti akan mengalami kematian, tidak tua, tidak muda, semoga kami semua bisa mempunyai bekal yang cukup untuk kembali ke sang Pencipta, aamiin.

Orang yang kita sayangi walaupun sudah tidak bersama lagi secara fisik, tentunya tetap meninggalkan kenangan di hati kita semua…semoga kami semua bisa berkumpul di SurgaNYA… aamiin aamiin ya Rabbal alamin.

Mamah Dien

Mamah Dien

 

 

Read Full Post »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

BBC | Blog Belalang Cerewet

semua dicatat agar awet

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination