Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November, 2015

Mutasi

Dimulai senin minggu ini, tepatnya tanggal 23 November 2015, saya mulai pindah ke bagian lain, yaitu bagian sector/project section.Sebelumnya setelah 17 tahun bekerja di bagian keuangan.Sweet Seventeen, musti dirayakan nih,, hehehehe.

Setiap tahun ada assesment penilaian kerja kita, dan Oktober adalah penentuan kenaikan gaji.Bulan Oktober ini, atasan saya, menawarkan kepada saya, apakah saya ingin pindah bagian, karena menurut beliau, untuk bisa naik level, agak susah kalau di posisi admin di accounting section.

Jadi, beliau menawarkan posisi yang kosong, dan mengingat usia saya yang sudah kepala 4, 42 booo tepatnya, dan para officer baru, usianya rata-rata masih kepala 3.

Siapa tau, katanya, saya bisa mendapatkan promosi naik level, aamiin, apapun itu asal bisa membawa kebaikan dan manfaat.

Tetapi mengingat saya juga sudah bosan, dan terlalu comfort, and there’s no growth in comfort zone, right? that’s why I agree when she offered me to move to other section.

Walaupun level ngga naik, gaji juga ngga naik, saya ambil proses pembelajarannya saja, pasti ada hal-hal baru yang bisa saya pelajari.Untuk pekerjaan yang sama sekali berbeda dari pekerjaan sebelumnya.

Bismilah, semoga semuanya lancar, dan bisa membawa manfaat buat banyak orang.

 

Read Full Post »

KENALAN DONG?

Di halte bis depan Sarinah Thamrin, menjadi tempat awal kami bertemu.

“kamu mau pulang kemana?” tanya dia, aku yang masih tidak yakin, kalau dia bicara denganku, agak bingung, sambil nengok kanan kiri dan bertukar pandang dengan temanku.

“elo nanya gue?” tanyaku, dan dibalas dengan senyumnya yang manis, dia mengangguk, ” iya lah gue nanya ke elo, ke siapa lagi?”balas dia.

“Gue pulang ke Condet, tapi ini mau main dulu ke rumah temen di Pasar Minggu” jawabku dengan cuek, berusaha tidak terlihat memperhatikan penampilan cowok itu.

Dia memakai pakaian orang kantoran, kemeja dipadu dengan celana bahan berwarna hitam, tampak rapi dan wajahnya lumayan tampan.

Dia juga bersama dengan temannya, malah asik ngobrol dengan temanku, aku akhirnya juga jadi ikutan bergabung sampai akhirnya kami tertawa terbahak-bahak sambil bertukar cerita, lalu kami memutuskan untuk pindah tempat ke restoran terdekat.

Tak terasa, waktu sudah mulai malam, aku dan temanku memutuskan untuk pulang.Aku naik taksi dan si cowok tampan ini, oh iya namanya Fian.Dia menawarkan untuk ikut mengantar sampai ke rumah.

Di dalam taksi sepanjang jalan menuju pulang ke rumahku, kami terus mengobrol, dan tertawa, aku memutuskan, ternyata  orangnya asik juga ya buat seseruan.

Tak terasa perjalanan ke rumahku sudah hampir sampai, dan Fian tiba-tiba saja mencium pipiku, “Lani,sorry ya, abisnya, gue suka ama elo, ngga marah kan kalo gue ngesun pipi,  elo anaknya manis, dan gemesin”

Oh my God… ini cowok, kok ya bisa-bisanya ke pede-an sih, ngga takut digampar kali ya?

Deg-deg an…..

Esok harinya, aku bangun tidur terlambat, tidak sempat sholat subuh, karena sudah kesiangan, mandi buru-buru, dan hanya minum air putih, aku berangkat ke kantor.Untungnya  kantor dekat rumah, hanya perlu waktu 10 menit berjalan kaki.

Tiba di kantor, katanya sudah ada pesan telpon dari Fian, katanya minta ditelpon balik.Wahh ini apa-apaan nih, kok gencar banget pdkt nya, sebenarnya dan sejujurnya sih, ada perasaan senang, karena diperhatikan, tetapi juga ngeri, takutnya kalau terlalu cepat malah tidak bertahan lama.

Seharian, bertubi-tubi sms dan telpon dari Fian, dan ujung-ujungnya minta ketemuan malam ini, katanya udah rindu berat.Cieeeee….. dadaku berdegup dengan kencangnya, deg deg deg-an banget.Seperti putri yang lagi kasmaran, dikit-dikit ke toilet, ngaca dan senyum-senyum sendirian.

Malam harinya, Fian jemput aku di rumah, penampilan Fian yang sempurna, dengan kemeja biru garis-garis tipis warna putih, dipadu dengan celana denim hitam, tampak amat cocok di tubuhnya.Rambut ikal Fian terlihat masih agak basah, seperti baru selesai mandi.

Aku malam itu mengenakan pakaian terbaikku, atasan warna merah marun, dengan renda di tengah, dikombinasikan dengan rok panjang motif bunga warna putih gradasi dengan warna merah marun juga.Aku menyempatkan diri untuk pergi ke salon, hanya untuk memblow rambutku agar kelihatan lebih tertata rapi.

Pokoknya persiapan udah matang deh agar tampil menawan di mata si calon pacar.. eiiitsss.. Ge er banget ya gue? hihihi…ngga papa deh Ge er kan, dari pada minder.

Perjalanan menuju tempat makan malam, terasa amat cepat ( gitu ya, kalau lagi pdkt, perasaan waktu berlalu seperti disulap, tau-tau udah sampai aja), di mobil, ada saja yang kami ceritakan, sambil mendengarkan musik yang mengalun lembut dari CD.

Suasana romantis restoran Itali yang dipilih oleh Fian, membuat aku semakin bahagia, berbunga-bunga dan senyumpun tak pernah lepas dari bibirku.

Hari berganti hari, tepatnya 2 minggu setelah perkenalan kami, setiap hari kami selalu membagi cerita tentang kehidupan kami, tentang harapan kami, dan sepertinya aku jatuh cinta…. jatuh cinta berjuta rasanya.. siang malam ambooy indahnya ( ini lagu jadul jaman bapak ibu aku).

Sahabat aku, Wina, berkali-kali memperingatkan, jangan terlalu cepat terbuai dengan mulut cowok, apalagi Fian itu ganteng, kerja di Bank, masa’ iya sih dia ngga punya cewek,’ kata Wina kepadaku.”Win, yang ngerasain kan gue, yang ngejalanin juga gue, orang lain tuh ngga ngerasain apa yang gue rasain” balas aku saat kesekian kalinya Wina memperingatkan hal yang sama.

Aku merasa dia hanya iri saja, karena kan waktu itu kenalannya berdua, tetapi Fian malah memilih aku dari pada Wina, jelas aja dia jeaulous.

Pas sebulan kami jalan bareng, akhirnya Fian menyatakan ingin jadi pacarku, tepatnya di depan teras rumahku, saat itu aku hanya mengangguk, dan tersenyum.” Kamu mau kan jadi pacarku?” tanya Fian, dan terus sepanjang malam sebelum tidur, kata-kata itu menjadi kata-kata mantra yang membuat aku sulit memejamkan mata.

Tau-tau hari sudah pagi, buru-buru bangun untuk sholat subuh, dan buru-buru mandi buat berangkat kerja, it’s my day….. yeeaaayyyyy…..I have a boy friend now.. and I am so happy.. I am falling in love… yuhuuuuuu……

KENCAN PERTAMA SEBAGAI KEKASIH

Malam ini adalah malam minggu, dan ini malam minggu pertama aku dan Fian berkencan sebagai pasangan kekasih.Kami rencananya akan ke Bandung, karena Fian ada acara reunian teman kampusnya di Lembang.Aku sih ngga ikutan gabung, takutnya aku ngga  kenal teman-temannya, jadi aku hanya stay saja di hotel sambil menunggu Fian kembali dari acara reunian itu.

Kira-kira sebelum jam 12 malam, Fian kembali ke hotel, aku tentunya sudah molor, lalu Fian membangunkan aku, dan mulai menciumiku.Kami saling berciuman mesra, dan berpelukan.Bahagia rasanya bisa dekat dengan kekasih hati.Ketika kami berciuman, pelan-pelan dia mencoba membuka blouse aku, aku kaget, ngga menyangka dia akan senekat itu.Aku menolak ketika tangannya mulai meraba bagian yang tidak biasa, bagian yang tertutup di dadaku.

Aku menolak secara halus, aku tepis tangannya, ” sorry ya Fian, aku ngga biasa kalau berhubungan lebih jauh seperti hubungan intim, karena aku punya prinsip, aku ngga akan berikan keperawananku kepada yang lain kecuali suamiku, sedangkan kita kan belum resmi suami istri, kataku dengan pelan dan dengan wajah membujuk.

Dengan muka kecewa, Fian langsung bicara,” ok, ya sudah”. Dia memejamkan matanya tanpa bicara lagi.

Esok harinya kami pulang ke Jakarta, di dalam mobil, di perjalanan, sungguh suatu suasana yang kurang menyenangkan, Fian terkesan membatasi diri, biasanya dia memegang tanganku, dia sama sekali tidak berani menyentuhku.Aku sungguh sedih, kecewa dan gundah, apakah seperti ini rasanya kalau saya tidak bisa bersamanya lagi?, batin saya terluka.

“Lani, sepertinya hubungan kita ngga akan bisa berjalan dengan lancar,” Fian langsung to the point pada masalah yang dari kemarin kami rasakan.

” Aku ngga terbiasa pacaran gaya anak SMA gitu, aku dari dulu sudah terbiasa dengan gaya pacaran yang lebih, bukan hanya sekedar nonton film atau makan malam,” tambah Fian.

Aku hanya terdiam, bingung mau menjawab apa, sebenarnya aku amat sayang, dan suka dengan apa yang ada dalam dirinya, dia humoris, easy going, selain fisik yang tampan juga mapan.

Sempat terbersit dalam hatiku, setelah aku curhat dengan sahabat dan teman-temanku, aku sempat memutuskan untuk memberikan apa yang dia mau, toh aku kan memang sayang sama dia.

Setelah satu bulan, tanpa kabar berita, Fian sudah mulai susah diajak bertemu, tidak pernah lagi berkunjung ke rumah, telpon juga hanya sesekali, itupun katanya, dia lagi di luar kota.

Pernah suatu kali, aku menghubungi kantornya, dan salah seorang stafnya menyebut salah satu nama perempuan, ” ini mbak Dian ya?” tanya suara di seberang sana. Aku bingung, kok Dian? siapa Dian? hatiku rasanya remuk, secepat itu dia berpaling.

Beberapa waktu kemudian, aku dengar dari ayahnya, ketika aku menghubungi ke rumah Fian, Ayahnya bilang, ” Fian akan menikah besok”. Dunia rasanya berputar, gelap, kacau.Hatiku panas, kecewa yang amat dalam, begini ya rasanya ditinggal kawin oleh pacar kita.

Bermacam-macam skenario hadir di kepalaku, aku cerita kepada salah seorang sahabatku, dan dia mendukung apapun tindakan aku, “Gue pingin kacau-in nih acara nikahannya besok, nanti pas di pelaminan, si Fian gue ciumin abis, terus abis itu gue gampar, atau gue buang-buangin dan berantakin tuh makanan, gue lempar-lemparin “, ucap saya dengan emosi dan mata berkaca-kaca.

” Ya udah, kita keliling Jakarta dulu aja deh Lan, elo kalo mau nangis, nangis aja sepuasnya, jangan ditahan,biar elo lega” hibur sahabatku, Yola.

Pada saat itu, aku merasa menjadi wanita yang benar-benar tak diinginkan, merasa terabaikan, dan sangat sulit untuk mempunyai pikiran yang jernih.

Di masa-masa berkabung ditinggal kawin pacar,  masa-masa yang menurutku adalah masa-masa transisi, aku jadi senang dugem, senang pulang malam, pokoknya menghabiskan waktu bersama teman-teman  sampai larut malam.Tiba di rumah aku bisa langsung tertidur karena lelah.

Sampai pada saat ketika aku sholat tahajud, pikiranku terbuka, dan aku bisa mengambil hikmah dari semua kejadian, tiada suatu pertemuan dan perpisahan tanpa ijin dari NYA, jadi terima kasih kepada sang mantan, khususnya Fian dan mantan-mantan setelahnya yang telah membuka mataku.

Alhamdulilah, akhirnya aku bisa melewati hari-hari buruk yang aku alami, aku terus berdoa agar bisa selalu dapat perlindungan dari Tuhan, tanpa bantuan tanganNYA, tentunya aku akan gagal move on.

Sekarang aku bisa tersenyum lega, bersyukur ngga menikah dengan Fian, bersyukur akhirnya bisa menemukan seseorang yang pengertian dan sayang tanpa pamrih.

 

gambar diambil dari web internet ( picturedp.com)

gambar diambil dari web internet ( picturedp.com)

Move On, diambil dari kataucapan

Move On, diambil dari kataucapan

“Terima kasih kalian, barisan para mantan” song by ( siapa ya lupa)

 

Read Full Post »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

BBC | Blog Belalang Cerewet

semua dicatat agar awet

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination