Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juli, 2015

Salah satu alat bantu yang mau tidak mau akan dialami oleh orang-orang seusia saya, diatas 40 tahun, yaitu kaca mata baca.
Alhamdulilah, saya dikaruniai mata yang normal, dari dulu tidak pernah pakai kaca mata kecuali kaca mata gaya.Dulu banget kalau ngga salah waktu zaman SMP, melihat teman-teman yang berkaca mata, kesannya kok cantik banget, imut, dan saya jadi kepingin banget ikutan pakai kaca mata.
Saat itu, saya sempat ke dokter mata untuk membuktikan siapa tahu, mata saya minus, karena pandangan saya sering buram apabila melihat ke papan tulis.Dokter mata yang memeriksa bilang,” matanya normal kok, ngga papa, kalau buram gitu, mungkin anemia, jadi sering pusing”.
Gagal deh kepingin pake kaca mata…hahahaha.

Dan setelah lulus SMA, saya sempat melamar menjadi pramugari, dan saat itu saya bersyukur karena mata saya yang normal, karena salah satu syarat untuk melamar menjadi pramugari, tidak boleh bermata minus.
Selain itu, keuntungan lainnya, ternyata pakai kaca mata itu ngga enak, ada yang mengganjal dan berat, jadi mana tahan kalau seharian harus pakai kaca mata?

Meginjak usia diatas 40, tepatnya 42 tahun, saya mulai berkaca mata, walaupun dengan malas-malasan, tetapi terpaksa.Faktor U banget ya, dan memang katanya kaca mata plus pasti akan dialami oleh semua orang tetapi tergantung usia masing-masing, rata-rata usia diatas 40 tahun.
Sejak tahun lalu, karena ada jatah dari asuransi kantor untuk kaca mata, jadi saya ikut-ikutan beli kaca mata plus, tetapi tahun lalu, masih malas pakai kaca mata, karena saya merasa, mata saya masih ok kok, ngga perlu-perlu amat bantuan kaca mata.

Sudah beberapa minggu ini, ternyata pakai kaca mata sepertinya sudah harus dilakukan setiap hari, khususnya saat membaca, dan menjadi salah satu benda penting di dalam tas saya selain handphone dan dompet.
Sebelumnya saya berusaha menolak dan masih malas untuk pakai kaca mata plus ini, tetapi ternyata banyak kesalahan-kesalahan yang akhirnya membuat saya sedikit memaksa diri saya untuk memakai alat bantu kaca mata plus ini.

Berhubung saya bekerja di bagian accounting, yang pastinya banyak berhubungan dengan angka-angka.Setiap hari saya harus menulis cek untuk diserahkan ke bank, dan juga saya harus input data transferan setiap hari, yang kadang salah lihat angka yang mengakibatkan pengiriman ditolak.

Sudah dua kali saya melakukan kesalahan waktu saya beli pulsa melalui internet banking, yang pertama, saya mau beli pulsa 100 ribu, tapi ternyata kekliknya 250 ribu.. ya sudah lah… apa boleh buat.
Terakhir kali, sebelum lebaran ini, saya mau beli pulsa lagi, sebesar 100 ribu juga, tetapi, saya terlalu konsentrasi terhadap angka token internet banking yang harus saya input, dan tidak mengecek lagi, berapa jumlah pulsa yang akan saya beli, dan ternyata setelah transaksi selesai, pulsa yang saya beli, sebesar Rp. 1 juta rupiah.

KAPOK judulnya.. kapok beli pulsa lewat internet banking dan kapok juga ngga pakai kaca mata, jadi sepertinya pakai kaca mata plus memang sudah keharusan.
AGES… ngga bisa dibohongi ya bu? terima kenyataan aja deh, kalo gue tuh udah tuwir…hahahha.

Yaah narsis dikitlah, pakai kaca mata, ngga culun-culun amat kok..

me with the first glasses

me with the first glasses

Iklan

Read Full Post »

Lebaran tahun ini, lebaran pertama tanpa kehadiran Mamah Dien.Biasanya, setiap selesai sholat Ied di lingkungan rumah masing-masing, kami berkumpul di rumah Mamah di Kali malang, Jakarta Timur.

Menu rutin mamah untuk santapan lebaran itu, biasanya selalu ada ketupat, opor ayam, sambal goreng kentang ati, telur petis khas Surabaya.
Dan untuk mengobati kangen, adik ipar saya minta tolong asisten rumah tangga yang sudah ikut mamah lebih dari 20 tahun, Yu Mah, untuk bisa buatin masakan seperti masakan mamah saat lebaran.

Malam takbiran, diantara bunyi petasan dan bunyi takbiran mengumandangkan kebesaran Allah,rasa rindu akan kehadiran mamah dan rindu akan datangnya lagi bulan Ramadhan, membuat saya agak sedikit melankolis, menitikkan air mata sambil mengenang almarhum mamah Dien.

Sudah 6 bulan sejak berpulangnya mamah ke sang Maha Pencipta, tetapi sampai kapanpun kenangan akan sosok mamah pasti tidak akan bisa dilupakan.

Sehari sebelum lebaran, saya mampir ke rumah mamah untuk ambil masakan yang sudah disiapkan oleh Yu Mah, dan karena sudah waktunya makan malam, saya berinisiatif untuk makan saja ketupat dan opor ayam di rumah mamah.Anak-anak juga ikut makan di meja makan yang biasa, dan seperti masa-masa masih ada mamah, bayangan beliau berdiri di depan pintu kamar beliau, sambil tersenyum, lalu menyapa kami,” lhooo Ifa.. Dammar.. kapan datang?, kok eyang ngga tau, enak ngga masakannya?” dan kami serentak menjawab, ” enak….”
Daaaan….. bayangan dialog itu seperti nyata, bukan hayalan.

Hari pertama Lebaran, kami berkumpul di rumah kakak mamah Dien, yaitu pak De Gatot, dan lalu ke rumah orang tua saya, dan lanjut ke rumah mertua dari adik ipar saya di Ciputat.
Dan tanpa bisa dihindari, kami semua membicarakan almarhumah mamah Dien,lebaran tahun lalu, saat di rumah orang tua saya, masih terkenang, mamah Dien duduk di sofa pojok bersebelahan dengan ibu saya.

Hari ketiga lebaran, kami ziarah ke makam bapak mertua, di TMP Kalibata, seperti biasa, para peziarah cukup ramai saat Idul Fitri.

Hari keempat lebaran, saya baru bisa berziarah ke makam mamah Dien di San Diego Hills, Karawang, dan kami berempat, berdoa serta membaca Al Fatihah untuk almarhumah mamah Dien.

Semoga almarhum Bapak Shindu Kasnan dan almarhumah Mamah Mardieningsih bisa tenang di alam kubur, dihindarkan dari siksa kubur dan dapat dipertemukan kembali di SurgaNYA kelak, aamiin.

Semoga tenang ya Mah, doa kami selalu

Semoga tenang ya Mah, doa kami selalu

Read Full Post »

lowogan sbg penerjemah

lowongan penerjemah

Sepertinya saya sudah mulai berada lagi di titik jenuh dalam pekerjaan yang saya jalani sekarang ini.Apalagi dengan kemacetan luar biasa saat pergi dan pulang dari kantor.Sebagai emak-emak yang masih punya anak SD, rasanya kepingin banget bisa lebih punya waktu dan tenaga untuk bisa dekat dengan anak-anak.Saya ingin bisa meluangkan waktu untuk membantu mereka belajar kalau malam hari, bukan sisa tenaga setelah lelah di perjalanan pulang kantor.
Biasanya emosi tinggi, apabila kita sudah merasa lelah, bawaannya pingin rebahan sebentar, sudah umur diatas 40 nih, rasanya pinggang gampang banget encoknya..hehehe.

Ide untuk mencoba menjadi profesi penerjemah datang ketika saya sedang ngobrol dengan tetangga yang kebetulan kantornya dekat dengan kantor saya, jadi saya sering nebeng beliau.Tetangga saya cerita, ada temannya yang buka usaha translation, dan sekarang juga masih kursus di Atmadjaya.Waaah.. seru juga ya kayaknya bisa jadi penerjemah, apalagi di kantor saya, yang saya tahu untuk mencari penerjemah kadang agak sulit, kadang tidak sesuai jadwalnya, harga yang kemahalan, atau tidak bisa untuk long term period.

Mempunyai profesi sebagai penerjemah, bisa saya lakukan di rumah tanpa harus pergi setiap pagi ke kantor, bermacet-macetan, atau buru-buru meninggalkan anak yang kadang masih tertidur pulas.

Saya kontak ke pusat belajar bahasa di Universitas Atmadjaya, dan kebetulan sekali, kursus dimulai minggu depan ( saat itu bulan Mei), saya langsung daftar dan bayar uang kursusnya melalui transfer.
Pokoknya semangat banget deh….dan ngga terasa, 8 kali pertemuan, sudah selesai.Instrukturnya, yaitu Bu Rita, sudah pengalaman, dan baik sekali beliau mau berbagi tips-tips untuk persiapan menjadi penerjemah.Di sela-sela kursus, beliau sering bercerita saat beliau bekerja dan bertemu dengan bapak/ibu Menteri atau pernah juga saat Konferensi Asia Afrika beberapa waktu yang lalu.

Saat kursus, kami diberikan latihan untuk bisa menerjemahkan langsung, dan catatan dari beliau, kita tidak harus setia terhadap kata-kata, lain masalahnya apabila kita menerjemahkan ke dalam bentuk tulisan, maka kata-kata memang amat diperhatikan.Sedangkan untuk Interpreter konsekutif, ataupun simultan, kata-kata pembicara, kita masukan ke dalam otak kita, lalu kita keluarkan lagi dalam satu kalimat yang mudah dimengerti dan disimpulkan, bukan menerjemahkan satu kata per kata.

pedoman-bagi-penerjemah-rochayah-machali-3-728

PR buat saya dari ibu Rita, saya harus belajar grammar lagi, banyak baca buku atau menonton film dalam bahasa Inggris, latihan untuk menerjemahkan setiap hari, bisa lihat dari youtube, lalu kita terjemahkan, bisa kita rekam sendiri ocehan kita, lalu kita dengarkan kembali, dan kita bisa tahu intonasi, dan kecepatan kita dalam menerjemahkan.

harus beli nih

harus beli nih

Sebagai penerjemah, tugas kita adalah menerjemahkan, dan jangan sekali-kali kita ambil bagian dan ikut campur apabila kita memang mengetahui topik yang sedang dibahas, karena sekali lagi, fungsi kita, dihire sebagai petugas alih bahasa,bukan sebagai peserta seminar atau diskusi.
Karena saya pernah dengar dan dapat masukan dari ibu Rita, ada beberapa teman penerjemah beliau, yang senang tampil, dan membuat si klien agak terganggu.
Dan, ini kejadian nyata, ada penerjemah yang sampai pada tahap, “not recommended” by kantor saya, karena ya itu tadi, sering sok akrab dan ikut campur selama meeting dengan klien/konsultan.
interpreter

Dalam bekerja, kita juga harus menyesuaikan dengan klien kita, karena pernah waktu itu, ibu Rita diminta menjadi penerjemah untuk aktivis perempuan, dan jangan sampai kita memakai baju yang heboh, sedangkan si para aktivis memakai lipstikpun tidak.Berusahalah menempatkan diri bukan sebagai center of attention, tetapi adalah orang kedua setelah pembicara.Sebagus apapun hasil terjemahan kita, tetap saja, pembicaranya yang lebih hebat.

Di session terakhir, kami berlatih untuk menggunakan alat simultan, karena ini baru pertama kali buat saya, padahal ini cuma latihan, tetap saja, perut saya mules, dan mulut sepertinya susah banget diajak kompromi, suara apa kabarnya??? “suaaaraaaa dengarkanlah aku..”, disaat waktu giliran saya menerjemahkan, otak saya langsung blank, suara ngga keluar, dan ngga bisa konek antara isi otak dan ucapan.. aaahhhhhgg..
Bu Rita sih ngasih semangat, kata beliau,” jangankan kamu yang belum pernah, sayapun tiap mau bekerja, selalu ada rasa deg-degan dan there’s butterfly on my tummy.
contoh alat simultan

Setiap orang, berbeda-beda tingkat kecepatannya dalam belajar, ada yang ngga sampai setahun udah bisa jadi penerjemah, ada yang sampai 3 tahun, pokoknya yakin saja, bakat itu nomor kesekian, yang utama adalah mau belajar dan berlatih.

Ayoo ah semangat-semangat….sampai kapanpun kita tidak akan berhenti untuk selalu belajar, dan bidang penerjemah justru dituntut untuk terus belajar agar kita bisa menambah perbendaharaan kata-kata yang kita tidak tahu dan kata-kata yang baru diadaptasi.

Ini beberapa link penerjemah yang saya dapat dari milis Bahtera, bisa dibaca-baca sebagai bahan belajar.

https://femmys.wordpress.com/terjemahanku/cara-menjadi-penerjemah/

http://dinabegum.com/2013/06/27/order-terjemahan/

https://nursalam.wordpress.com/2011/07/05/jangan-takut-jadi-penerjemah/

http://www.rinurbad.com/proofreader/

http://adeindarta.com/2010/08/26/mengelola-portofolio-klien/comment-page-1/

http://ivan.lanin.org/

http://lamfaro.com/2014/12/01/wordfast-classic-untuk-menerjemahkan-novel/

http://mradhi.com/pendapatan-300-juta-setahun-dari-menerjemahkan-saja/

Happy translating!

Note: gambar diambil dari berbagai sumber di internet

Read Full Post »

Saya memang paling sebel kalau sudah lihat rumah berantakan, atau kamar berantakan, pulang kerja, lihat kamar banyak barang berserakan, sisa makanan anak-anak, jadi bikin saya emosi jiwa.Biasanya saya pergi ke kamar mandi dulu dan bersih-bersih, biar agak segar dan ngga terlalu kepancing emosi.

Kebersihan adalah sebagian dari Iman.Tulisan kata-kata tersebut menempel di pintu kamar mandi kamar saya.Dammar yang menggambar dan menulisnya lalu ditempel di pintu kamar mandi.
judulnya: ALAS KAKI HARAP DILEPAS, dan dibawahnya ada tambahan, ” Kebersihan adalah sebagian dari iman”. Punya anak yang perhatian banget dengan kebersihan tentunya senang dong? apalagi tanpa harus disuruh untuk mandi atau cuci tangan.
Dammar, anak saya yang kedua, untuk soal kebersihan dan penciuman, amat amat peka, dia ngga tahan dengan bau-bauan yang menyengat atau bau badan orang lain.
Pernah ada asisten rumah tangga yang punya BB cukup menyengat, Dammar tidak suka dengan si mbak ini, jadi kalau Dammar minta minum atau makan, dan kepergok si mbak N ini yang ambil, amat bisa dipastikan, dia ngga akan mau makan atau minum buatan si mbak N.
” Ini siapa yang bikin mbak? aku ngga mau mbak N yang bikin ya?” dan itu jadi kata-kata pembuka sebelum dia minum atau makan.

Apapun bentuknya kalau sudah berlebihan kan jadinya menyebalkan kan ya? nah, anak saya ini, kalau sudah berhubungan dengan kebersihan, sudah mulai keterlaluan kalau menurut saya.
Pernah waktu saya ambil kotoran plastik yang jatuh di got depan rumah, dan Dammar sudah kasih aba-aba, ” Mama, nanti jangan lupa langsung mandi ya, karena pasti di got itu banyak kuman-kumannya, kalau cuma cuci tangan, nanti badan lainnya yang kena kuman, gimana?”

Dia titip mainannya untuk dipegang oleh saya, dan saya taroh di sofa di ruang tamu, pas kepergok, kata dia, ” Mama, kenapa mainan aku bukannya dipegang mama aja, kalau ditaroh di bangku kan, pinggir bangku itu suka ada kotoran nyelip-nyelip, nanti kan kena ke mainan aku”

Ada lagi nih, waktu kapan itu, dia ngga sengaja menginjak buntut cicak, dan berkali-kali dia cuci kaki, selalu merasa ngga bersih, dan kata dia, masih berasa buntut cicaknya.

Suatu hari, ada sepupu main ke rumah saya, dan memang dia agak beraroma kurang enak, lalu setelah dia pulang, saya duduk di tempat sebelumnya dia duduk, dan Dammar dengan komentarnya, ” Mama, jangan duduk di situ, itu bekas didudukin om I…nanti mama ikut jadi bau lho”

Seharian nih ya, Dammar itu kalau cuci tangan ngga kehitung deh berapa kali, kadang aja, tiap menit bisa bolak balik cuci tangan, saya yang gerah lama-lama ngeliatnya, bolak balik aja, dan cipratan air pun merajalela kemana-mana.

Dua minggu lalu kami pergi ke Mall dekat rumah, saat itu ada acara di Lobby tengah mall, ada pertunjukan robot bisa dance dan acara memberikan makan Dinosaurus, si host minta anak-anak yang mau berfoto bareng dengan dinosaurus, dipersilahkan untuk berbaris, saling pegang bahu antar teman di depannya, Dammar dan kakaknya juga ikutan.Setelah selesai, Dammar berkomentar,” Mama, anak-anak yang ikutan tadi, banyak yang aroma-aromanya kurang enak gitu, jadi aku mau mandi ya pulang dari sini, soalnya baunya ngga hilang-hilang nih di hidung aku”

Ya ampuuun Dek… kamu itu bersihnya kok jadi parno begitu sih? jadi bikin mamanya gregetan, banyak lah kejadian yang bikin mamanya geleng-geleng kepala tentang rasa jijik dia apabila menemukan sesuatu yang kotor atau bau.

Kayaknya, ini phobia ya? dan semoga ga serius.

Read Full Post »

Ditraktir supir omprengan

Selama bulan puasa, kantor kami jam pulangnya menjadi jam 4 sore, karena berharap bisa berbuka puasa di rumah bersama keluarga.

Tapi kenyataannya, jarang banget bisa dapat pas magrib, biasanya selalu di jalan, tapi ya udah dekat-dekat rumah sih.

Nah, semalam, saya ikut omprengan pak Yudi, biasanya saya ikut pak Eko, dia rumahnya di Pekayon, jadi saya ngga harus jalan terlalu jauh atau harus naik angkot lagi.
Tetapi kemarin, mobil pak Yudi hampir penuh, dan langsung jalan, kalau pak Eko masih belum ada penumpang, jadi saya pilih naik mobil pak Yudi saja.

Penumpang lainnya, sudah sering juga sama-sama ikut omprengan pak Yudi yang ke arah Galaxy, dan semalam, kita semua yang turunnya di dekat rumah saya, ada 5 orang ibu-ibu, ditraktir di Mie godog Jogja dan bakso cak su kumis oleh pak Yudi.

Lucu aja, pertama kali lho ditraktir sama supir omprengan….hehehehe…
Makasih ya pak, semoga tambah banyak rejekinya.

Read Full Post »

Dunia maya memang ngga bisa kita hindari di era sekarang ini.Untuk menawarkan suatu barang atau jasa, kita bergantung juga terhadap internet agar bisa lebih luas jangkauan iklan yang dipasang.

Saya sudah sering pasang iklan untuk rumah kontrakan saya, sejak tahun 2009 yang lalu.Memang sih suka ada yang sms, isinya ngga masuk akal, ” saya sudah lihat rumahnya, saya mau sewa 2 tahun, tolong jangan kasih ke orang lain, hubungi suami saya pak Haji Dudung.”

Hayaaah.. yang perlu siapa, yang disuruh hubungi siapa? dan sejak kapan juga, ada orang yang lihat rumahnya, perasaan udah full deh. hehehehe.. Jadi ya sudah ketauan ini pasti nipu banget, dan biasanya saya cuekin sms begituan.

Baru-baru ini, saya pasang iklan untuk apartemen di kalibata, karena yang sewa sudah selesai di akhir Juni lalu.
Ada orang India kirim email yang judulnya: looking for long term apartment, dan isinya, ingin menyewa untuk waktu dua tahun.Saya sudan info harganya, dan katanya:
HI Anita

I am discussing with my wife on this and need some time hence once i have go from her by an hour or so i will confirm you.

About the booking fee how much is it and how can i pay you ?

Thanks and Best regards
Shahalam shaikh
Mob: +91 7720 888 237
Watsapp: +62 896 4738 6513
Email: skshahalam92@hotmail.com

Sent from my Samsung device

waaah.. saya pikir, serius nih orang Indihe…langsung nanya, berapa harus bayar booking feenya.Sudah gitu, besoknya, dia kasih tau kalau istrinya setuju mau sewa selama 3 tahun, dan dia akan transfer uang lalu minta nomor rekening saya.
Sempet deg-degan juga sih, soalnya saya jarang terima orang yang mau sewa langsung 3 tahun, dan ngebayangin terima duit 138 juta boooo….mantap kan? simpan di deposito trus sisanya buat pengeluaran sehari-hari deh, udah ngatur planning lah pokoknya.

pas besoknya lagi, dia kirim info kalau sudah transfer, ini kutipan percakapan wa saya dan dia, btw namanya kalau di email, Shahalam Saikh.

6/26/2015 10:50: Adis anita: Some of the pics
6/26/2015 11:19: Shah alam saikh:
Hi 😊
6/26/2015 10:47: Adis anita:
6/26/2015 11:24: Shah alam saikh: Its 2 room right

6/26/2015 11:24: Shah alam saikh: Ok fine

6/26/2015 11:24: Shah alam saikh: I will take it

6/26/2015 11:26: Adis anita: Sorry, the internet signal is not good

6/26/2015 11:26: Adis anita: Pics are on the way
😀
6/26/2015 11:26: Shah alam saikh: Its fine i got the pic from anita

6/26/2015 11:27: Adis anita: Oh ok

6/26/2015 11:29: Shah alam saikh: I shared the same with my beautiful wife too

6/26/2015 11:29: Shah alam saikh: Hope she likes it too

6/26/2015 11:30: Shah alam saikh: 😍
6/26/2015 19:53: Adis anita: Sorry I forgot to add the information, the rental charge should be paid in one time, thanks

6/26/2015 19:54: Shah alam saikh: Notes
6/26/2015 19:54: Shah alam saikh: Noted

7/1/2015 12:20: Adis anita: Hi
7/1/2015 12:21: Adis anita: Sorry to bother you, may I know, when is the period time for rent exactly?

7/1/2015 12:34: Shah alam saikh: Aug 2015 to aug 2018
7/1/2015 12:36: Adis anita: Thx

7/1/2015 12:36: Adis anita: So, I send the swift code by email this morning

7/1/2015 12:36: Adis anita: And may I have a copy of your passport, I’d, office telp address, telp no

7/1/2015 12:37: Adis anita: And I will send the draft of leasing agreement
7/1/2015 13:39: Shah alam saikh: Yes i will share the same shorty

7/1/2015 13:39: Shah alam saikh: I am at bank right now for transaction
7/1/2015 17:57: Shah alam saikh: I have done the transaction

7/1/2015 17:57: Shah alam saikh: Your money will be in your account in 4 to 5 working days

7/1/2015 18:16: Adis anita: Ok, I’ll let you know if already received
7/1/2015 18:16: Adis anita: Thanks

7/1/2015 18:17: Shah alam saikh: Thanks for ny cute wife.
7/1/2015 18:17: Shah alam saikh: She agreed

7/1/2015 18:17: Shah alam saikh: It was challenging for me to make her say yes ..but i bribed her
😃
7/1/2015 18:29: Adis anita: 😊
7/1/2015 18:30: Adis anita: And do you know that the apartment is only 35 square meters?

7/1/2015 18:30: Adis anita: Where is ypur office location in Jakarta?

7/1/2015 18:43: Shah alam saikh: My factory is in bali

7/1/2015 18:43: Adis anita: Bali?
7/1/2015 18:44: Adis anita: But you”ll stay in Jkt?

7/1/2015 18:56: Shah alam saikh: Yes
7/1/2015 18:56: Shah alam saikh: My wife will stay in jkt

7/1/2015 18:58: Shah alam saikh: But i will be alsi come jkt every time

7/1/2015 19:00: Adis anita: Good
7/1/2015 19:01: Shah alam saikh: That is why i want safe flat

7/1/2015 19:04: Adis anita: Your wife is indonesian?
7/1/2015 19:05: Shah alam saikh: Yes
7/1/2015 19:06: Shah alam saikh:

7/1/2015 19:07: Adis anita: From Palembang?
7/1/2015 19:24: Shah alam saikh: From llg
7/1/2015 19:24: Shah alam saikh: Lubuklinggau

7/1/2015 19:24: Shah alam saikh: How did you guest
7/1/2015 19:24: Shah alam saikh: 😃😃😃
7/1/2
7/1/2015 19:45: Shah alam saikh: ☺☺☺
7/1/2015 19:45: Shah alam saikh: Her dad is chino

7/1/2015 19:45: Shah alam saikh: Tp dia mamak itu indo

7/1/2015 19:48: Adis anita: Wong kito
7/1/2015 20:13: Shah alam saikh: 😅😅😅

7/1/2015 20:13: Shah alam saikh: Aku tidak banyak baik di indo bahasa

7/1/2015 20:13: Shah alam saikh: Aku bisa dekit dekit hanya
7/1/2015 20:14: Adis anita: How many years do you stay in ind?

7/1/2015 20:15: Adis anita: So, you’re communicating in English with ypur wife?
7/1/2015 20:30: Shah alam saikh: Yes

7/1/2015 20:31: Shah alam saikh: Indo and english we communicate
7/1/2015 20:31: Shah alam saikh: Both mix

7/1/2015 20:31: Shah alam saikh: We will stay ling time
7/1/2015 20:31: Shah alam saikh: But i will buy house after 2 year

7/1/2015 20:31: Shah alam saikh: Till then rent
7/1/2015 20:33: Adis anita: Ic

7/1/2015 20:41: Adis anita: May I know, why did you have to bribe her? She doesn’t want to move to Jkt?
7/1/2015 20:42: Adis anita: Or she prefer also stay in Bali?

7/1/2015 20:42: Adis anita: What is your office name?

7/1/2015 20:42: Shah alam saikh: Aah
7/1/2015 20:43: Shah alam saikh: She took a rubby ear ring

7/1/2015 20:43: Shah alam saikh: She wanted me to buy house now
7/1/2015 20:43: Shah alam saikh: But i did not wanted

7/1/2015 20:44: Adis anita: Woww
7/1/2015 20:44: Adis anita: She must like it
7/1/2015 20:44: Shah alam saikh: My factory is registered as SK polymers co ltd

7/1/2015 20:44: Shah alam saikh: Same as in india
7/1/2015 20:45: Shah alam saikh: Yes she did but my purse did not

7/1/2015 20:45: Shah alam saikh: 😃😃😃😃
7/1/2015 20:47: Adis anita: 😂
7/1/2015 20:47: Adis anita: It’s ok, anything aslongas she is happy

7/1/2015 20:48: Shah alam saikh: She is always happy
7/1/2015 20:49: Shah alam saikh: But hope we will be happy till we die together old

7/1/2015 21:34: Adis anita: Amin
7/1/2015 21:35: Adis anita: My pray for both of you
7/5/2015 20:24: Adis anita: Good evening

7/5/2015 20:25: Shah alam saikh: Wait i am driving
7/5/2015 20:25: Adis anita: May I know which bank that you use to send the money?

7/5/2015 20:25: Adis anita: It’s ok
7/5/2015 20:26: Shah alam saikh: I use HSBC
7/5/2015 20:27: Shah alam saikh: And chartered bank
7/5/2015 20:28: Adis anita: You use two banks?
7/5/2015 20:29: Shah alam saikh: Yes i have account in bother
7/5/2015 20:29: Shah alam saikh: Both*
7/5/2015 20:29: Shah alam saikh: In your case i used HSBC
7/5/2015 20:33: Adis anita: Ok, ic
7/5/2015 20:34: Adis anita: So, like you said before, it will take 4 working days to receive money
7/5/2015 20:37: Shah alam saikh: Yes mam
7/6/2015 11:50: Adis anita: Mr.shahalam,
7/6/2015 11:51: Adis anita: Can I have a copy of your TT transfer?
7/6/2015 11:51: Shah alam saikh: Hi
7/6/2015 11:51: Shah alam saikh: Yes sure .. i will get scanned for you
7/6/2015 11:51: Adis anita: Thanks
7/6/2015 11:52: Shah alam saikh: I am going for shower now i will share with you by afternoon
7/6/2015 11:52: Adis anita: It’s fine
7/6/2015 11:52: Adis anita: And pls send also your copy of ID
7/6/2015 13:00: Shah alam saikh: You called me ?
7/6/2015 13:01: Adis anita: No

Finally, sampai hari ini sejak 2 hari lalu, yang katanya mau kirim bukti transfernya, ngga ada kabarnya. Hahaha.. modus india ngehe, tipu-tipu lho aaah.
Namanya intuisi itu memang ngga bisa dihindari, dari awal, waktu tau kalau dia orang India, yang ada di batin saya, ” duuuh India, kok image saya kalau sama orang India itu ya, diantaranya: ribet, jorok, ngapusi,tricky, yang negatif2 deh.

Dan setelah komunikasi lewat WA, dari awal dia ngga mau kasih foto copy passpor, setiap diminta, jawabnya ntar-ntar mulu.
Trus ditanya kerja di mana, katanya factory di Bali, laaah ngapain juga sewa di Jakarta kalau kantor di Bali?
Yang paling aneh ya itu, dimana-mana sih kalau orang mau sewa tempat tinggal, apalagi untuk jangka waktu lama, pastinya mereka akan liat dulu lokasinya, liat unitnya, liat lingkungannya, dll deh.
Ini tanpa cek ke unit, cuma liat foto, bisa-bisanya mau langsung transfer uang sewa, buat 3 tahun malah.. aneh kan?

Dalam hal apapun, khususnya untuk menyewakan kepada pihak lain, property saya, saya selalu berdoa untuk dihindari dari orang-orang yang bermasalah, dan waktu si India ngehe ini hubungi saya, saya berdoa agar diberi petunjuk dan dijauhkan dari hal-hal yang kedepannya kurang baik buat saya.
Alhamdulilah, ternyata memang si India tepu.

Tapi yang saya masih penasaran, modus dia itu apa ya nipunya? mau bilang kalau uangnya udah transfer padahal belum, terus suruh saya cek ke ATM, dan dihipnotis gitu? atau dengan tipu-tipu nyuruh saya transfer balik uangnya.
Yaaah pokoknya, udah ketauan deh kalau doi itu NGAPUSI.. alias BOHONG.

So teman, hati-hati ya, berbagai modus penipuan sekarang ini, waspadalah waspadalah.

Oh iya, ini saya share fotonya ya, dia pernah kirim ke saya by WA

Note: photo saya hapus, kata teman saya, takutnya, dia ambil foto punya orang lain bukan punya dia sendiri untuk nipu.

Read Full Post »

Bengkulu, adalah propinsi yang kurang populer di Jakarta.Kebanyakan dari Padang, Medan, atau Jawa.

Mata pencaharian penduduk di desa tempat kelahiran orang tua saya, biasanya berkebun, kebun kopi,karet dan kelapa sawit yang sekarang sedang banyak dijalani oleh penduduk terutama juga oleh pendatang di luar warga asli Bengkulu.

Terakhir kali saya berkunjung ke Bengkulu, yaitu pada waktu saya kelas 6 SD, kami sekeluarga menghabiskan waktu liburan selama bulan puasa dan lebaran di sana.
Saya ingat pada waktu tarawih di mesjid, saya harus berjalan kaki, dan karena banyaknya juga binatang ternak yang berkeliaran, otomatis kotoran ternak juga banyak terdampar di jalan-jalan.
Waktu saya pulang dari tarawih, saya kebagian rejeki, menginjak kotoran sapi, di tengah jalan raya.Ngueeek….bleeek.. apaan nih, kok lembek2? hehehee…. taunya tai sapi.

Mandi juga dilakukan di sumur yang memang asli, seperti mata air, tapi banyak lintah kecil-kecil di sekitar sumur.Hiiiiiiyyyyyy… kalau ingat waktu itu, merinding, karena si lintah itu susah banget diusir pakai jari, maunya nempel terus di kulit.

Setelah lebih dari 30 tahun, saya berkesempatan untuk bisa datang lagi ke Bengkulu, kalau sekarang, saya pergi bersama dengan keluarga, yaitu suami, dan kedua anak saya, juga ditemani oleh orang tua saya dan keponakan saya.
Keponakan saya inipun belum pernah berkesempatan naik pesawat dan berkunjung ke Bengkulu.Atas inisiatip suami saya, maka diajaklah keponakan kami tersebut untuk ikut bersama-sama ke Bengkulu.

Orang tua saya, terutama ibu saya, ingin mengadakan acara makan-makan, baca doa di rumah adiknya, rumah nenek saya sudah tidak ada, sudah dijual, dan sebelah rumah nenek adalah rumah tante saya, adik dari ibu saya.Setelah acara berdoa tersebut, kami berziarah ke makam nenek dan datuk yang lokasinya tidak jauh dari rumah tante.

Setelah berkunjung ke kebun sawit milik ayah saya, lanjut ke rumah adik dari nenek saya, anak-anak sudah tidak sabar ingin main ke pantai.Pantai ini letaknya tidak jauh dari rumah nenek saya, hanya tinggal menyeberang jalan raya.
Sayangnya sekarang pantai tersebut sudah banyak batu-batu dan kayu-kayu, karena terdampar terbawa ombak.

Ini beberapa foto-foto waktu di Bengkulu.

Anak saya dan keponakan yg sedang mandi di pantai dekat rumah nenek

Anak saya dan keponakan yg sedang mandi di pantai dekat rumah nenek

Senangnya main ombak

Senangnya main ombak

Di tengah kebun sawit milik Ayah

Ke Benteng Marlborough

Benteng Marlborough

Rumah Bung Karno

Di Pantai Panjang

Air terjun di Curup

mejeng di Airport Fatmawati, Bengkulu

Oleh-oleh yang saya beli untuk dibagikan ke keluarga dan teman, yaitu makanan asli dari sana, seperti lempok duren, ikan pais, dan sirup jeruk kalamansi.

Tidak begitu banyak perubahan yang terjadi di kota Bengkulu, selama di sana, kami menginap di rumah Etek Naseh, beliau adik ibu saya, niatnya sih mau nginep di hotel, tetapi dipaksa untuk tinggal saja di rumah om saya itu, dan anak saya yang kecil, cukup betah di sana, kata dia, “aku agak betah mah di sini, soalnya bersih dan aku dapat batu akik” hahahaha… dia dapat batu lumayan banyak dari om saya, gara-gara ikutan trend batu, anak saya jadi seneng ngumpulin batu-batuan.

Alhamdulilah, planning ke Bengkulu sudah bisa terwujud tahun ini, dan Insya Allah tahun depan bisa pergi ke lain tempat bersama keluarga, aamiiin.

Umroh ?, Lego Land Malaysia, Universal studio Singapura,Tokyo Disney Land, Australia?
aamiin aamiin ya Rabbal alamin.

Read Full Post »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

BLOG BELALANG CEREWET

dicatat biar awet

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination