Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April, 2015

MENGENANG ALMARHUMAH MAMA DIEN

Pasangan serasi, Alm.Bapak Shindu dan Alm.Mama Dien

Pasangan serasi, Alm.Bapak Shindu dan Alm.Mama Dien

Sebagai istri dari suami yang berprofesi ABRI,tentunya dituntut juga untuk ikut berperan mendukung kegiatan suami,dalam berorganisasi maupun dalam kegiatan para istri-istri ABRI.
Mama Dien selain aktif dalam kegiatan organisasi, beliau juga senang memasak, pintar merias diri dan amat memperhatikan penampilan agar tampil baik di muka umum.

Karena kepribadian beliau yang aktif, luwes dan dengan bentuk badan yang proporsional, Mama Dien pernah ditunjuk menjadi komandan upacara untuk 4 Angkatan ( AU,AL,AD dan Polisi) serta 12 Organisasi Persatuan Istri pada saat Bapak Mertua ditugaskan di Medan pada tahun 1964.

Foto Mama Dien saat menjadi komandan upacara

Mama Dien saat memimpin upacara

Mama Dien saat memimpin upacara

Mama Dien  dengan seragam ( nomor 3 dari kiri)

Mama Dien dengan seragam ( nomor 3 dari kiri)

Selain pernah menjadi komandan upacara, beliau juga sering diminta untuk menjadi instruktur bagi para istri-istri ABRI lainnya dalam hal merias dan merawat diri.Beliau memang pernah membuka usaha salon wanita di rumah, anak-anaknya sering dijadikan proyek percobaan untuk praktek beliau.

Saat memberikan pengarahan cara membuat sanggul

Saat memberikan pengarahan cara membuat sanggul

Sebagai menantu perempuan satu-satunya, tentunya saya juga berkeinginan mempunyai hubungan yang dekat dengan ibu dari suami tercinta.
Membayangkan anak laki-laki saya yang dari kecil sudah hidup bersama saya, saya asuh,saya didik dan begitu menikah, anak saya malah melupakan ibunya…hikss hiksss.. (ketok ketok meja 3 x), jangan sampai ya…Nah saya ngga mau seperti itu, oleh karena itulah, saya tidak ingin menjauhkan suami saya dari ibunya.Begitu menikah, saya tetap tinggal di rumah mama mertua.Ada beberapa teman yang bertanya, ” gimana tinggal satu rumah sama mertua, atau gimana di mertua indah, enak ngga?” alhamdulilah ya, saya mah fine-fine aja tuh, tidak pernah sekalipun kami cekcok.Sebagai pendatang baru di rumah tersebut, saya juga mikirlah, ngga mungkin saya mau ngatur-ngatur kondisi rumah yang sudah dari dulunya begitu, sok mau mengatur makanan, atau bertindak tidak sopan atau menyinggung perasaan beliau dan lain-lainnya, nanti dibilang menantu kurang ajar lagi…hehehe.

Walau bagaimanapun, seenak-enaknya tinggal di rumah mertua indah, tentunya saya ingin juga mandiri, untuk bisa mengurus rumah tangga sendiri.Setelah melahirkan anak pertama,saya pindah dari rumah mertua dan mencoba belajar menjadi ibu dan istri yang baik.

Saya ngga pernah lho membayangkan nantinya tuh mertua saya seperti apa, atau mertua saya orang apa, tetapi pada saat saya pertama kali mendengar suara mama Dien di telpon ( saat itu saya telpon ke rumah untuk mencari anaknya, mas Eko ( yang sekarang sudah menjadi suami saya) dan kebetulan mama Dien yang angkat telponnya).
Saat itu kami belum pernah bertemu, tetapi saya sudah mempunyai kesan yang nyaman dengan suara mama yang lembut, sopan dan perhatian.

Di dalam keluarga saya, sosok mama Dien adalah sosok perempuan yang tangguh, dilahirkan dari keluarga sederhana dengan 12 bersaudara, semasa remaja beliau menumpang di rumah kakaknya yang kebetulan sudah menikah lebih dahulu.Setelah Mama Dien menikah,gantian adiknya yang belum menikah yang ikut mama Dien.
Dalam berbagai acara kumpul-kumpul, Mama Dien selalu jadi “Center of Attention”, beliau selalu menampilkan kesempurnaan.Beliau akan menjamu tamu-tamu dengan masakan beliau yang terkenal lezat, rumah yang rapi dan penampilan yang anggun.

Kebayangkan gimana jadi menantunya, saya orangnya agak-agak tomboy, malas dandan, sebelum menikah belum pernah masak kecuali masak air dan masak mie instan.Kalau di posisi saya, dapat mertua seperti mama Dien adalah anugrah tetapi di posisi mertua, jangan-jangan, dapat menantu seperti saya malah musibah…hahahahaa.( Semoga ngga lah ya Mah?….)

Pernah waktu saya masih baru beberapa hari menikah, saya diajak ikut ke pesta pernikahan salah satu kerabat, dan karena saya biasa memakai celana panjang dan atasan saja, ya.. saya pakai itu saja dong.
Ketika saya keluar kamar, saya bertemu Mama Dien di ruang tamu, dan Mama langsung mengajak saya ke kamarnya, beliau mengeluarkan beberapa koleksi baju-baju, sambil memberi saran kepada saya”Dis, menurut mama, kamu itu lebih pantas pakai baju-baju seperti ini dan apalagi sekarang sudah menjadi istri,…. lebih baik kalau ke acara resmi, pakai rok ya, jangan pakai celana panjang” kata beliau.

Dan karena saya ingin menyenangkan hati beliau, saya nurut-nurut saja, lalu baju terusan warna coklat muda yang menjadi pilihan saya.Dalam hati sih saya membatin, ” iih ini kan, bukan gue banget, bukan selera gue nih”, tapi apa daya, demi menyenangkan hati mama mertua.
Memang udah takdir ya, saya harus rela dipinjami baju mama, ternyata bajunya seukuran dengan saya, padahal body saya, body belum punya anak, sedangkan mama mertua, sudah punya cucu 4 orang saat itu ( sekarang sudah menyusul dua cucu lagi dari saya).
Tapi bajunya seukuran, sodara-sodara sekalian?? kebayang kan mama mertua pintar banget jaga badan walaupun sudah menjadi nenek-nenek.

Alhamdulilah, ternyata satu kali dikasih pinjam baju, eh malah jadi keterusan pakai rok panjang.Apabila ke acara resmi, saya memang lebih nyaman pakai rok panjang, lebih kelihatan aura perempuannya gitu jeng…

Setuju ngga kalau saya bilang, di acara perkawinan itu, adalah ajang para tamu untuk pamer, para suami akan pamer, ini lho istri saya, dan khususnya saya sebagai menantu, saya juga kasihan kalau sampai terdengar, “itu menantunya mbak Dien ya?, kok cuek begitu penampilannya”. Jadi lebih baik saya menyenangkan hati mertua dan bikin bangga beliau karena ngga malu-maluin, itu termasuk pahala,bukan?. Jadi beliau bisa dengan percaya diri memperkenalkan ke teman-teman atau kerabat, ” ini lho, menantu saya”.

Ada lagi sisi positif lain dari Mama Dien, walaupun beliau punya uang cukup,dan sering diajak jalan-jalan ke luar negeri oleh teman-temannya, beliau sering menolak dengan alasan, uangnya untuk tabungan anak dan cucu-cucu, sayang kalau dihamburkan untuk foya-foya.Kata beliau,”Saya sudah cukup puas waktu dulu masih ada bapak, saya sudah pernah pergi ke Amerika, Australia, Jepang, Arab, China dll, jadi sekarang lebih baik ada simpanan dipergunakan sebaik-baiknya”.
Beliau amat perhatian terhadap keluarga, anak-anak, cucu-cuku, adik, kakak, keponakan dan juga para tetangga sekitar rumah beliau.Di saat pohon mangga di halaman berbuah, tetangga pasti kebagian, di saat pohon rambutan berbuah, tetangga juga ngga ketinggalan ikut menikmatinya.

mama Dien bersama saya dan keluarga mas Gugun

mama Dien bersama saya dan keluarga mas Gugun


Mama Dien bersama saya, Alifa, Lucky dan kakak perempuan Lucky

Mama Dien bersama saya, Alifa, Lucky dan kakak perempuan Lucky

Terima Kasih ya Allah, Engkau telah mempertemukan kami,……

Mama Dien, terima kasih sudah melahirkan putra yang amat sayang terhadap keluarga, dan terima kasih sudah merestui anakmu untuk menjadi Bapak dari anak-anak saya.Di saat laki-laki lain masih mikir-mikir untuk serius mau menikahi saya, sedangkan anakmu bersedia tanpa ragu-ragu untuk mengikat janji menjadi sepasang suami istri.

Tak kan pernah cukup ungkapan terima kasih kami kepadamu atas segala kebaikan, perhatian dan contoh bagaimana menjadi ibu yang baik dan eyang putri yang begitu dicintai oleh cucu-cucu.

Almarhumah Mama Dien bersama ke enam cucu

Almarhumah Mama Dien bersama ke enam cucu

Tulisan ini dibuat untuk ikut meramaikan event KEB ( Kumpulan Emak2 Blogger) yaitu menyambut hari Kartini dengan tema tentang Mama Mertua.Posting serentak dari anggota emak-emak blogger, dimulai dari tanggal 19 April 2015 – 21 April 2015.

#K3BKartinian posting serentak Hari Kartini

#K3BKartinian posting serentak Hari Kartini

Iklan

Read Full Post »

Dulu saya pernah berpikir bahwa, mana mungkin kita bisa melakukan kegiatan yang seimbang antara urusan dunia dan urusan akherat.
Karena untuk sholat wajib saja, sehari hanya lima kali, sholat subuh dilakukan dengan tergesa-gesa karena takut terlambat datang ke kantor.Sholat Zuhur dan Ashar juga buru-buru karena takut dimarahin bos kalau tidak ada di meja kerja terlalu lama.Sholat Magrib seringnya ada di jalan, karena macetnya Jakarta dan Bekasi yang sepertinya makin parah dari hari kehari.Sholat Isya, badan rasanya sudah tak karuan, pegal linu, mata ngantuk,jadi sholat juga dilakukan dengan cepat asal memenuhi kewajiban.

Saya merenung, mana mungkin ya kita bisa beribadah dengan seimbang banyaknya dengan apa yang kita lakukan untuk dunia.Di sisa usia yang makin sedikit, entah esok atau lusa atau bulan depan atau tahun depan, kita tidak pernah tahu kapan kita akan kembali ke penciptaNYA.

Sehari itu ada 24 jam, bekerja di kantor 8 jam, perjalanan dari rumah ke kantor dan sebaliknya bisa sampai 4 jam, ,tidur 8 jam, sisanya hanya 4 jam kurang lebihnya, dan biasanya dilakukan dengan bercengkrama dengan anak, suami sambil menonton tv, browsing internet, baca buku dll.

Jadi…. mana mungkin ya kita bisa seimbang dalam beribadah? itu menurut saya lho.. tetapi setelah saya merenung lagi, karena kodrat manusia ya memang begitu, jadi bagaimana menyiasati agar apa yang kita lakukan diperhitungkan juga sebagai ibadah.

Dan akhirnya saya berpikir, seharusnya ya apapun yang kita lakukan sehari-hari itu dikategorikan sebagai ibadah.

Bekerja… yaaa itu sebagai ibadah kita untuk keluarga. Menikah dan melayani suami, itu juga ibadah, mendidik anak, menyekolahkan anak juga sebagai ibadah.Berbakti kepada orang tua, mertua, berbuat baik kepada saudara dan juga teman-teman itu juga ibadah kan?

Jadi semua yang kita lakukan di dunia ini, diniatkan sebagai ibadah yang tulus dan ikhlas untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Semoga saja, apa yang saya lakukan,…. dengan membaca Bismilah, dan diniatkan untuk beribadah, Insya Allah….
Aaamiiin….

Read Full Post »

Dream or Wish? itu sama ngga sih? intinya sih sama kayaknya ya, yaitu sesuatu keinginan atau mimpi yang ingin diwujudkan.

Dengan adanya mimpi/keinginan justru akan membuat hidup kita jadi lebih terarah dan lebih fokus untuk bisa menggapai mimpi tersebut.
Cuma sering kali, mimpi tinggal mimpi, karena tidak ada keseriusan dan ketegaran,keuletan untuk bisa mencapainya dan sering kali halangan-halangan akan membuat demotivasi seseorang mencapai mimpi-mimpinya.

Setiap saat wish kita itu berubah, menurut pengalaman saya lho ya, berubah karena tiap tahun akan ada keinginan atau ide baru yang muncul, tetapi sering juga wish tersebut ngga berubah karena masih belum tercapai karena setiap tahun berjalan tetapi masih tetap pada wish yang sama alias masih jalan di tempat.

Untuk wish saya yang masih belum berubah setiap tahunnya yaitu, “RESIGN” , saya akan resign 3 tahun lagi,berarti tahun 2018, kalau bisa lebih cepat ya lebih baik.

Dream saya yang lain yaitu:

1.Kursus menjadi Penerjemah Bahasa Inggris, Insya Allah tahun ini dimulai, di Univ.Atmajaya katanya ada
2.Bikin kontrakan lagi 10 pintu,di Bintara, Insya Allah paling lambat tahun depan, 2016 dimulai
3.Bikin taman bacaan di tanah kontrakan,Bintara
4.Bikin sekolah PAUD gratis/murah di tanah kontrakan, Bintara
5.Umroh sekeluarga,Insya Allah kalau bisa 2017
6.Bikin rumah baru buat orang tua

Untuk mimpi-mimpi tersebut, tentunya butuh modal yang tidak sedikit, dan step by step saya akan coba memulai langkah awal dari yang mudah dan terjangkau terlebih dahulu.
Diantara langkah awal yaitu, saya mau cari orang yang bisa menggambar untuk keperluan bangunan taman bacaan dan rumah kontrakan beserta taman di tengah-tengahnya, juga perhitungan RAB untuk keperluan rencana tersebut.

Semua dimulai dari satu langkah, dan semua dimulai dengan niat, semoga saya bisa masih diberikan kesempatan untuk bisa berguna bagi orang banyak.

Read Full Post »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination