Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November, 2014

Kemarin, saya dapat kabar dari bapaknya anak-anak, katanya dia dipanggil oleh gurunya Dammar.Kata gurunya, ada orang tua salah seorang temannya Dammar, yang ngadu, katanya Dammar minta maksa barang milik temannya tersebut.
Dan suami saya merasa malu, apalagi karena dia yang menjemput anak-anak sekolah setiap harinya, dan dia membayangkan ibu/bapak lain bergosip, ” ini nih orang tuanya Dammar yang ngga bisa mendidik anaknya, kecil-kecil udah jadi preman, malak-malakin temannya”.Tapi emang suami saya aja yang sensitif banget, kayaknya ngga gitu amat juga kali tuh ibu/bapak, seandainya iyapun, ya cuekin aja omongan orang lain, kayak mereka bisa mendidik anak-anak lebih hebat dari yang lain?

Semalam, setelah saya pulang kerja, saya tanya ke anaknya langsung, dan saya minta dia bicara jujur, lalu sambil menangis, dia bercerita, ” aku kan nanya ke teman aku, beli pensil mekanik punya kamu itu di mana, harganya berapa, dan kata teman aku, dia ngga tau, karena mamanya yang belikan, trus, aku bilang, nanti tanya ke mama kamu ya,tapi setiap hari, teman aku lupa terus nanya ke mamanya, ya udah.. aku kesel.. aku minta aja deh pensilnya.”

OOh jadi begitu ceritanya, saya percaya,sayapun memakluminya dan saya beri nasihat, kalau meminta-minta itu tidak baik, apalagi memaksa.. dan saya minta untuk tidak diulangi lagi.

Komik ini jangan dicontoh ya, giliran anaknya yang minta perhatian, tapi si emak malah cuek…hehehe

komik amazing parenting

Saya amat menghargai perhatian dari wali kelas Dammar yaitu bu Ratih dan bu Rani, mereka berdua belum punya anak,(Semoga cepat dapat jodoh yang terbaik, ya Bu..) tapi tingkat kesabaran dan perhatiannya melebihi kami yang sudah menjadi orang tua.Semoga bu Ratih dan Bu Rani diberikan kesehatan selalu dan ilmu untuk bisa terus mendampingi putra-putri kami dalam proses belajarnya, aaamiin.

Sekali lagi, ngga ada yang namanya sekolah jadi orang tua, ketika kita jadi orang tua, ya berjalan dengan sendirinya, disaat kita punya anak, yang memang keinginan kita bisa mendapatkan keturunan, tetapi persiapan untuk bisa menjadi orang tua yang baik, biasanya belum kita siapkan.Persiapan biasanya lebih ke materi, bukan ke mental.Persiapan sebelum melahirkan dan sesudah melahirkan, biasanya tidak jauh dari urusan popok, susu, box bayi, baju bayi, dan lain-lain yang sifatnya materi.Untuk orang tua baru sepertinya masih jauh dari persiapan, khususnya persiapan mental, maka ada istilah baby blues.

baby-blues

Dulu, waktu awal-awal punya bayi, saya juga pernah mengalami kebingungan dan kepanikan.Jahitan di perut masih sakit, puting payudara berdarah karena lidah anak yang tajam saat menghisap asi, belum lagi kalau anak nangis, bagaimana persiapan emosi dan mental sebagai orang tua, terus terang, saya dan suami tidak punya persiapan yang cukup.

Kaget??? pastilah,…. nanya sana sini, ke ortu, ke adik-adik ipar, ke mertua, ke teman-teman, dan ke buku-buku.Gaya mendidikpun lambat laun tanpa disadari mencontoh orang tua kita pada saat pengalaman kita sebagai anak.Banyak hal-hal yang kita tidak sukai pada saat kita masih tinggal dengan orang tua, membuat kita tidak akan mengulangi hal yang sama terhadap anak-anak kita.Istilahnya ambil baiknya, buang yang buruknya.Sekarang kita memaklumi, tidak ada orang tua yang sempurna, karena manusia akan selalu harus belajar berapapun usia mereka.Ilmu dan perkembangan manusia selalu berkembang, mengikuti zaman,didiklah anakmu sesuai zamannya.

Dulu waktu saya kecil, tontonan televisi hanya TVRI, acaranya banyak yang mendidik, film-film anak-anak, sandiwara keluarga amat kita tunggu-tunggu sebagai hiburan yang mendidik.Sedangkan sekarang, stasiun tv jumlahnya puluhan, apalagi video bajakan juga beredar luas dan mudah didapat.
Sebagai orang tua zaman sekarang, pastinya tantangan makin berat, maka sebagai orang tua, kita harus lebih pintar dan lebih bisa mengerti perkembangan zamannya anak-anak kita.

Jangan ditanya soal internet/gadget, seolah-olah sudah menjadi santapan harian, kalau tidak lihat internet atau main HP, serasa mati gaya.

Tahapan mendidik anak sesuai umur

Tahapan mendidik anak sesuai umur


gambar diambil dari http://www.excelqhalif.com

Kutipan dibawah ini, saya ambil dari berbagai sumber dan saya coba rangkum, 4 tahap bagaimana mendidik anak mengikuti sunnah Rasullulah SAW adalah:

1. Umur anak-anak 0-6 tahun. Pada masa ini, Rasullulah SAW menyuruh kita untuk memanjakan, mengasihi dan menyayangi anak dengan kasih sayang yang tidak berbatas.Berikan mereka kasih sayang yang adil, antara anak satu dan lainnya.Tidak boleh dipukul apabila mereka melakukan kesalahan walaupun atas dasar untuk mendidik.Anak-anak akan merasa aman dalam menjalani usia kecil mereka karena mereka tahu kita selalu ada di sisi mereka setiap saat.Usia ini jadikan dia RAJA.

2.Umur anak-anak 7-14 tahun.Pada masa ini kita mulai menanamkan DISIPLIN dan TANGGUNG JAWAB kepada anak-anak.Menurut hadits, “Perintahkanlah anak-anak kamu mendirikan sholat ketika berusia tujuh tahun dan pukullah mereka karena meninggalkan sholat, ketika berumur 10 tahun, pisahkanlah tempat tidur mereka ( lelaki dan perempuan).Pukul itu pula bukanlah untuk menyiksa, cuma sekedar menegur, janganlah memukul di bagian muka, karena muka, adalah tempat penghormatan seseorang.jadikan dia TAWANAN.
Diharapkan anak-anak akan lebih bertanggung jawab pada setiap suruhan terutama dalam mendirikan sholat.Inilah masa terbaik bagi kita dalam memprogram akhlak anak-anak secara islami.

3.Umur anak-anak 15-21 tahun.Pada fase remaja yang penuh sikap memberontak, pada tahap ini orang tua sebaiknya mendekati anak-anak dengan menjadi teman.Banyaklah berbincang-bincang dengan mereka mengenai segala hal yang mereka hadapi.Bagi anak perempuan, bicara mengenai masalah kedatangan “haid” mereka dan perasaan mereka ketika itu.Jadilah pendengar yang baik, hindari memarahi atau menghardik terutama di hadapan adik-adiknya yang lain, bicara secara diplomasi.Diharapkan tidak ada orang asing lain yang hadir dalam hidup mereka sebagai tempat curhat dan pendengar masalah mereka.Mereka tidak akan terpengaruh untuk keluar rumah untuk mencari kesenangan dan kebahagiaan, karena sudah mereka dapatkan di rumah bersama keluarga.Jadikan dia KAWAN

4.Umur anak 21 tahun ke atas. Fase ini adalah masa ayah dan ibu memberikan KEPERCAYAAN penuh kepada anak-anak dengan memberi KEBEBASAN dalam membuat keputusan mereka sendiri.Orang tua hanya perlu memantau, memberi nasihat dan diiringi doa agar setiap halangan dan keputusan yang diambil mereka adalah keputusan yang benar.
Sebagai orang tua, jangan bosan menasihati mereka, karena berdasarkan kajian nasihat yang diucap sebanyak 200 kali terhadap anak-anak mampu membentuk tingkah laku yang baik seperti yang kita inginkan.Mungkin intinya beri nasihat sebanyak-banyaknya ya, tidak harus dihitung 200 kali, tapi setiap saat kita masukan nilai-nilai budi pekerti dan nasihat di setiap langkah mereka.

Anak-anak yang diberi perhatian dan kasih sayang yang cukup akan menjadi anak yang penuh keyakinan dan lebih mudah mendengar kata-kata.Sebaliknya bagi anak-anak yang kurang diberi perhatian, mereka mudah memberontak, walaupun berulang kali ditegur.

Mari tingkatkan ilmu selagi masih ada waktu….

Iklan

Read Full Post »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination