Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September, 2014

Semalam kami berempat pergi ke mall Grand Metropolitan, Bekasi.Niatnya mau cari sepatu untuk kegiatan pramuka anak saya, Alifa.Setiap hari Sabtu, dia ikutan ekskul Pramuka, dan berhubung sepatu dia warnanya pinky, jadi mau cari sekalian dengan sandal adiknya.

Dari pagi, kami berempat sudah ikutan acara Petualang Cilik lagi di Rumah Perubahan, Renald Kasali di Kranggan.Kali ini yang ikutan selain sepupu-sepupu anak saya, ada juga anak teman saya yang sebaya Alifa dan Dammar.Dammar kembali ngambek karena minta sandal temannya, tetapi karena temannya tidak memberikan, dia kesal, dan minta ke saya sambil nangis-nangis.Setelah acara tersebut, kami mampir ke rumah Eyang, dan dikasih uang untuk beli sandal, karena Dammar melihat sang Eyang memberikan uang untuk beli sandal, jadi deh tuh anak maksa-maksa untuk nyari sandal malam itu juga.
Setelah dapat informasi dari teman saya, sandalnya merek apa, jadi kita mampir ke mall di Bekasi, mampir ke Matahari Dept.Store yang biasanya jual merek sandal itu, ternyata sampai di sana, model sandal yang dimaksud sudah tidak ada, jadi mungkin dari pada ngga jadi dibeliin, dia pilih model sandal yang tersedia di sana.Setelah keinginannya terpenuhi, kami memutuskan untuk mencari sepatu kakaknya, dan pindah ke Grand Metropolitan yang lebih sepi pengunjung.

Adiknya karena sudah puas dengan sandal barunya, dia pilih main-main ayunan yang memang disediakan di tengah-tengah mall lantai 2, kami berada di stand Bata, dan dia bilang, “nanti mama kesini ya”,kami sepakat bahwa kami akan jemput di tempat mainan yang jaraknya hanya dari pandangan mata juga terlihat.
Begitu saya memutuskan untuk sekalian membelikan sepatu juga untuk adiknya, karena katanya akan ada kegiatan Pramuka juga bulan depan, saya pikir, dari pada bolak balik, mumpung harga discount nih, jadi saya minta ke bapaknya untuk memanggil anak saya, tetapi ternyata anak saya sudah tidak ada di tempat ayunan tersebut.
Deg-deg plus panik plus plus doa dan khawatir, membayangkan anak saya hilang,kakaknya mencoba cari di toilet, dan bapaknya juga saya ngga lihat, ada di mana, dan lima menit kemudian, datang bapaknya dan anak bontot saya dari ujung, saya langsung peluk Dammar, sambil mau nangis dan mau marah rasanya.” Kamu kemana sih Dek? tanya saya” kata Bapaknya, ” nih, dia udah digandeng orang, hampir udah mau turun tangga eskalator, telat dikit aja, udah ngga tau deh tuh,” balas suami saya.

Ya Allah, terima kasih, anak saya selamat…..

Setelah reda panik dan deg-degan saya, saya tanya dia, bagaimana ceritanya sampai bisa pergi dari tempat ayunan, padahal stand Bata kan ngga jauh dari situ, kata anak saya,” aku kan liat dari tempat ayunan, mama ngga ada disitu, jadi aku nangis, terus ada ibu-ibu nanyain ke aku, dan aku dibawa nyari security”.

Sudah dua hari yang lalu, saya mulai dapat tamu bulananan, dan sepertinya hormon juga sedang tidak bersahabat terhadap emosi saya, bawaannya yang cepat marah, cepat kesal terhadap apapun yang terjadi di sekitar saya.
Anak saya yang bontot, memang kelakuannya perlu ekstra sabar menghadapi tingkahnya, apalagi egois dan cepat ngambeknya masih saja sampai sekarang walaupun sudah kelas 1 SD.Beda memang ya anak cewek dengan anak cowok, anak cowok itu dewasanya emang beneran lebih lama, jadi masih kanak-kanak terus rasanya, boys are always boys.. gitu katanya ya?

Walaupun kesalnya saya terhadap anak saya, tapi siapa yang tidak meleleh mendengar dia bicara,”aku pikir sampai mati, aku ngga bisa ketemu mama lagi”.Dan sambil jalan saya peluk, saya cium, sambil berkata,” ini pelajaran ya buat adek, kalau dibilang jangan pergi-pergi, ya harusnya jangan pergi-pergi, atau cek ke tempat mama sebelumnya, jangan langsung pergi ke tempat lain, dan percaya sama Mama, mama ngga akan ninggalin kamu, kalau kamu hilang, kamu emangnya mau ya tinggal sama orang lain, kan sering kamu bilang, kamu sebel sama kakak, sebel sama mama,… dan dia jawab,” ngga.. aku ngga mau tinggal sama orang lain”.

Memang sesuatu itu akan sangat berarti apabila sudah tidak bersama kita lagi, dan biasanya kesadaran itu datangnya sudah terlambat, semoga sebelum terlambat, kita bisa dapat mencurahkan segenap perhatian, kasih sayang dan cinta kita terhadap keluarga kita, khususnya juga orang tua kita.

Ya Allah, sayangilah kedua orang tuaku sebagaimana mereka menyayangiku sedari kecil, ya Allah jadikanlah kami orang tua yang sholeh/sholehah agar bisa menjadi orang tua yang ideal buat anak-anak kami dan bisa mendidik mereka untuk menjadi anak-anak yang dibanggakan, anak yang berbudi pekerti baik, bernasib baik, dan berguna/bermanfaat untuk sesama,aaamiin ya Rabbal Alamin.

Dammar Fazli Bharoto

Read Full Post »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

BBC | Blog Belalang Cerewet

semua dicatat agar awet

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination