Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April, 2014

Banyak orang menyangka apabila mereka mendapatkan kesenangan adalah anugrah, dan rejeki yang dibangga-banggakan.Semakin banyak harta, semakin tinggi jabatan, akan semakin merasa menjadi orang yang beruntung.Sedangkan orang yang mendapatkan kesusahan/musibah adalah orang yang kurang beruntung.
Ada benarnya sih kalau dilihat secara awam dan keduniawian, bahwa orang yang status sosialnya sebagai orang berduit, akan berbangga diri dan dianggap sebagai orang yang beruntung.Karena manusia normal yang hidup sebagai manusia sosial, unsur materi sekarang ini menjadi suatu hal yang wajib dijadikan patokan, apakah dia orang kaya atau bukan.

Saya mempunyai teman, tetangga di masa saya kecil, orang betawi asli. Dulu rumahnya lumayan besar, cukup untuk dihuni dengan lima orang anak.Setelah si Baba ( panggilan ayah untuk orang Betawi), menikah lagi, enyak tidak mau dimadu.Si Enyak marah besar begitu tahu kalau uang hasil penjualan tanah warisan, dipakai untuk kawin lagi.Dengan kemarahan yang tidak terkontrol, enyak menghantam kepala si Baba dengan golok dari dapur.Akhirnya enyak dimasukan ke penjara.Baba tidak berani lagi kembali ke rumah teman saya itu.Baba melanjutkan kehidupannya bersama istri barunya di Citayem, Bogor.

Anak pertama enyak, namanya Mpok Ati, menikah karena katanya married by accident, dan mereka tinggal di rumah yang sama, dengan memberi pembatas seadanya,bertambah lagi anggota keluarga enyak.Lalu lama kelamaan, dibuat pembatas permanen untuk mereka.Akhirnya ruangan rumah enyak makin kecil.
Saya dengar, rumah enyak makin kecil lagi, karena separoh dijual untuk biaya hidup mereka.

Anak ketiga dan keempat,namanya Eti dan Emi, mereka sampai saat ini belum menikah.Saya juga berteman dengan keduanya saat saya masih tinggal di rumah saya yang lama.Eti sekarang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan Emi mengajar ngaji anak-anak kecil di lingkungan rumahnya.

Dari dulu sampai sekarang, keadaan mereka tidak ada yang berubah menjadi lebih baik secara materi.Enyak yang makin bertambah usia, ada saja penyakit yang diderita.Pernah jatuh di kamar mandi, dan harus dilakukan terapi, karena tidak bisa berjalan.
Eti pernah curhat kepada saya, katanya dia sedih, karena sampai saat ini di usianya yang menginjak 40 tahun, dia belum juga menikah seperti saya dan teman-teman lainnya.Dia juga melihat saya dan adik-adik sudah menikah semua, dan sudah mempunyai anak juga sudah mempunyai rumah sendiri.

Saya selalu menekankan kepada teman-teman saya yang merasa cobaan hidup yang berat seperti sakit berkepanjangan, tidak ada pekerjaan, orang tua sakit, belum dapat jodoh, sedangkan dia sendiri juga merasa belum bisa hidup layak secara materi, agar mereka mempunyai pikiran yang positif dan berprasangka baik atas apapun kondisi kita saat ini.Bukan berarti mendapatkan kesenangan adalah lebih baik dari pada kesusahan, kalau saja kesenangan itu sendiri malah menjerumuskan seseorang tersebut menjadi lebih buruk di mata Allah? Bagi seseorang yang sampai saat ini belum menikah, justru pahalanya dimana dia bisa merawat orang tua secara maksimal.Bisa lebih memperhatikan kondisi keluarga lainnya, apabila tidak bisa membantu secara materi, tetapi bisa membantu dengan tenaga.

Berusaha dan berdoa terus, tetaplah berpikir positif, dalam Hadits abu hurairah r.a. ia berkata rasulullah saw.bersabda: “Allah berfirman: ‘Aku berada pada sangkaan hamba-Ku, Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku, jika ia mengingat-Ku pada dirinya maka Aku mengingatnya pada diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam suatu kaum, maka Aku mengingatnya dalam suatu kaum yang lebih baik darinya, dan jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku mendekat padanya satu hasta, jika ia mendekat pada-Ku satu hasta maka Aku mendekat padanya satu depa, jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan kaki, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.”
Hadits ini menjelaskan kepada kita bahwa Allah selalu bersama kita, bukan berarti kekuasaan Allah terbatas pada hamba-Nya, tentunya kekusasaan Allah jauh melampaui apa yang ada. Hadits ini memotivasi kita untuk selalu mengingat Allah, dan selalu melaksanakan kebaikan, karena sesuai dengan hadits di atas, bahwa Allah tidak akan membalas perbuatan baik hambanya dengan balasan yang sama, akan tetapi Allah akan membalasnya dengan balasan yang lebih dari itu.

” Berdoalah kepadaKu, Niscaya akan ku kabulkan.” Naaah.. mana mungkin kita tidak percaya, ini Allah sendiri lho yang berjanji, pasti DIA akan menepatinya.

Dan yang tidak kalah pentingnya juga, kita harus ingat, ” Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?”. Bersyukurlah maka nikmatmu kan ku tambah.

Yuuk, mari kita bersyukur atas apapun yang sudah kita miliki, belajar dan terus berbenah diri untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Iklan

Read Full Post »

Sering ngga dengar komentar kayak gini,” iih males banget kerja di sana, udah gajinya kecil, kerjaan banyak,orang-orangnya juga pada ngga asik” dan komentar tersebut biasanya dikeluarkan oleh orang yang sudah keluar dari perusahaan tempat dia bekerja sebelumnya.

Komentar negatif akan selalu ada khususnya untuk orang yang tidak puas terhadap apa yang sudah didapat di perusahaan.Jujur sih, saya juga sering komplain tentang kebijakan-kebijakan yang kurang adil atau keputusan yang kurang memuaskan.Ketidak puasan ini biasanya saya lontarkan hanya kepada teman dekat saya yang mengerti duduk permasalahannya dan menurut saya juga dia satu visi sama saya.

Tetapi yang biasa kita dengar, justru menjelek-jelekan teman sendiri, menjelek-jelekan perusahaan, padahal dia dapat uang/nafkah atau rejeki dari perusahaan tersebut, ngga usahlah terlalu diumbar-umbar kemana-mana.
Seharusnya malah berterima kasih, selama bekerja di perusahaan tersebut, contohnya nih, saya bisa bayar kost-kostan, bisa beli makanan, bisa bantu orang tua, dll.Ya kalau misalnya belum bisa sampai bantu orang tua, minimal kan bisa buat makan.

Yang anehnya lagi nih, udah dia menghina-hina, kesal dan macam-macam komentar, tetapi begitu ada lowongan, malah melamar lagi, dan kerja lagi di perusahaan tersebut.

Memang sudah umum, sebagai pegawai mana ada sih yang puas terhadap apa yang sudah didapat,maunya pasti bisa dapat lebih, seperti naik gaji setiap tahun, jalan-jalan/training ke luar negeri, bonus tahunan, kursus gratis,asuransi kesehatan unlimited, pensiun gede, dan lain-lain.Tetapi kalau dari sisi perusahaan, maunya kan gaji sekecil mungkin tetapi pekerjaan semaksimal mungkin, dan dari segi pegawai, maunya kerjaan sesedikit mungkin, tetapi dapat gaji sebesar mungkin. Mana bisa klop, ya kan?

Kalau buat saya, tidak saya pungkiri, banyak sekali hal yang saya dapat, dan saya bersyukur untuk semuanya. Ada beberapa hal yang saya syukuri selama saya bekerja di perusahaan saya sekarang ini, diantaranya:
1. Pertemanan yang tidak putus, walaupun sudah tidak bekerja lagi di kantor yang sama
2. Pengalaman yang tidak saya dapat dari perusahaan sebelumnya
3. pergi ke luar negeri pertama kali seumur hidup saya, pergi ke Jepang, mimpipun tidak, saya bisa menginjak negeri Sakura.
4. Mengetahui secara garis besar adat dan kebiasaan orang Jepang
5. Bisa mencicil rumah BTN, padahal gaji saya hanya 700 ribu saat mulai mencicil KPR
6. Dengan mencicil KPR sebesar Rp.250 ribu perbulan, memaksa saya untuk menabung dan disiplin dalam berinvestasi
7. Walaupun tidak ada background Accounting, memaksa saya untuk belajar tentang pajak, ikut milis keuangan dan pajak
8. Karena punya teman-teman yang expert di bidang accounting, pajak dan perbankan, saya tahu tentang investasi reksadana yang awam buat saya
9. Last but not least adalah: Saya bisa membantu suami dan orang tua dalam hal keuangan walaupun tidak banyak tetapi yang penting berkah dan halal

Semoga saja kalau saya keluar kerja nanti, saya akan sangat bersyukur atas kesempatan yang amat berharga,rejeki yang kita makan terutama teman-teman yang begitu baik, suasana kantor yang nyaman, bos yang baik hati ( Kalau pas kumat si bos ya, ga jadi baik tuh orang..hehehe)

Satu harapan saya, bisa ngga ya, kantornya pindah ke samping rumah aja? hehehehe.. macet terus soalnya, atau tolong buatin jalan bebas hambatan dari depan rumah saya, langsung ke kantor, pas persis depan lobby. Asiik kan?

Read Full Post »

Kemarin, isi rumpian grup WA teman-teman kantor isinya tentang anak TK di JIS yang mengalami Sodomi oleh karyawan cleaning servis di sekolahnya dan juga tentang ocehan Dinda si abg alay tentang ibu hamil yang minta duduk sama dia di kereta api.
Kedua berita itu menjadi ramai dibicarakan di sosial media, dan ocehan-ocehan orang lain yang ikut-ikut mengomentari bahkan membuat akun asal-asalan mengaku sebagai mama dan papanya Dinda.
Ada juga balasan untuk hitung-hitungan akuntansinya kalau Dinda naik ojek, naik angkot, naik kereta, sebulan saja, bisa 800 ribu lebih, jadi intinya mending kost aja.

Sedih ya kalau baca-baca tentang kemerosotan moral anak-anak muda kita, makin tidak punya empati terhadap orang lain, makin individualistis.Moral itu jauh lebih penting diajarkan di rumah dan di sekolah, bukan hanya perihal akademik saja yang selalu dilihat nilainya tinggi.Di sekolah umum, pelajaran agama, karakter berbudi pekerti, hanya satu minggu sekali.Bingung, apa yang harus diperbuat? dan balik lagi, yang selalu menurut saya cocok adalah, dimulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil dan mulai sekarang juga.Apapun perubahan yang ingin kita lakukan, memang tidak akan mungkin bisa dilakukan secara drastis.Mana mungkin kita bisa merubah orang lain kalau kita sendiri tidak bisa berubah lebih baik?

Makin kemari, berita tentang pelecehan seksual yang terjadi di JIS, muncul satu persatu, dan kalau kita search di internet, ternyata tidak hanya di JIS, banyak sekolah-sekolah di Indonesia yang mengalami hal buruk tersebut.
Menurut ibu Elly Risman, ini adalah bencana bagi kita sebagai orang tua, dan lebih bencana lagi apabila hal ini tidak sadar kalau itu bencana, maksudnya kita-kita ignore dan tidak sadar terhadap masalah ini.

Para pengedar pornograpi tidak akan berhenti untuk merusak otak generasi muda, dari komik, film porno, game yang juga disisipkan gambar-gambar wanita telanjang ( saya tidak sengaja, melihat saat anak saya yang kecil, main game dan di pinggir-pinggir ada gambar wanita hanya memakai bikini).Kerusakan otak terhadap pornograpi berlangsung perlahan-lahan.Awalnya cukup puas dengan gambar wanita memakai bikini, berlanjut ke tingkat berikutnya dan berikutnya lagi. Sereeem ngga sih? Bedanya dengan orang dewasa, ketika kita melihat gambar porno, masuk ke mata kita, sebagai otak dewasa, kita akan memilah tetapi kalau hal tersebut dilihat oleh anak kecil, maka beda hasilnya. Mereka hanya tau mengikuti tanpa mengerti arti dan maksudnya. Intinya hanya mencoba, dan mendapatkan kenikmatan yang kenikmatan itu akan bisa berakibat fatal.

Lain lagi pelecehan yang dilakukan oleh UGB, pas nonton acara Hitam Putih di TV, ada seorang wanita yang melapor ke polisi, selama dia pergi berobat ke UGB, dia pernah dicabuli.Astaghfirullah…..
Makin edan ya? makin besar tantangan untuk masa depan bangsa ini, Ustadz aja yang seharusnya menjadi panutan, tetapi malah komersil dan parahnya lagi malah mengambil keuntungan yang tidak lazim.

Read Full Post »

Pemilu esok hari

Pemilihan Umum akan dimulai serentak esok hari di Indonesia, tepatnya tanggal 9 April 2014.Gaungnya menurut saya agak kurang terdengar.Entah karena sosialisasi yang kurang, atau memang sudah menurun semangatnya para pemilih di sini.

Saya dan suami tidak mendapatkan undangan untuk datang ke TPS, berhubung KTP masih wilayah DKI, kemarin, suami datang ke rumah mertua untuk mengecek apakah ada surat undangan untuk pencoblosan besok.Tetapi ternyata tidak ada sama sekali, baik buat saya ataupun buat suami.

Ada yang bilang, jangan sampai golput, nanti kertas suara akan dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Tapi apa mau dikata, besok saya putuskan untuk tidak datang ke TPS.
Walaupun naif ya sebenarnya, tidak ikut mencoblos tapi berharap ada perubahan bagi demokrasi di Indonesia.Berharap lahirnya pemimpin yang baik, jujur, bertanggung jawab dan amanah terhadap jabatan yang diembannya.

Saya salut dengan para caleg yang memang punya idealisme yang tinggi, kesal dengan kondisi saat ini, berharap dapat memperbaiki sistem yang ada sekarang.Saya amat berharap apabila sudah masuk ke sistem, akan bisa menyumbangkan suara demi kepentingan rakyat.Karena selama ini, hanya segelintir yang ikut memikirkan rakyat, awal masuk ke DPR memang sangat kuat niatnya untuk bisa merubah, tetapi giliran voting, suaranya kalah oleh mayoritas.Kasihan kan? Yang lebih kasihan lagi ( kasihan kitanya sih sebenarnya), setelah mereka ikut terjun dan berbaur dalam satu naungan DPR, malah akhirnya ikut terjerumus.Niatnya yang dulu ingin menjadi bagian sebagai pembawa perubahan atas sistem yang bobrok, malah terbawa arus, dan malah lebih parah korupsinya.Udah ada kan contoh kasusnya kan?

Tetapi saya tidak pesimis kok, di mana-mana selalu ada orang baik dan orang jahat, dan apabila orang baik makin banyak di sistem atau lingkungan yang jelek, lambat laun akan berubah walaupun tidak bisa secara instant.

Selamat memilih dan selamat berlibur.

Read Full Post »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination