Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Oktober, 2013

Mencoba pengalaman baru, adalah tantangan tersendiri buat saya, apalagi udah emak-emak gini, kesempatan untuk mencoba hal baru sudah agak jarang saya lakukan.Apalagi dengan kondisi usia yg makin bertambah, onderdil juga yang sudah mulai menurun elastisitasnya, hehe.
Kali ini tantangannya yaitu naik kereta di saat jam pulang kerja.
Pernah naik kereta ke Bogor dengan anak-anak, pada hari minggu, tahun lalu dan itupun harganya yang masih 8 ribu rupiah, kondisi kereta yang tidak terlalu penuh, bangku banyak yang kosong.Anak-anak amat menikmati naik kereta tujuan Bogor, malah sampai tertidur di bangku, saking semilir angin yang membuai buah hatiku.

Sore kemarin, pulang kerja tenggo, ceritanya sih mau ikutan teman mencoba naik kereta turun di stasiun kalibata. Kami naik kopaja P 19, turun di stasiun Sudirman.Alhamdulilah sampai dengan selamat dan disambut dengan hujan lebat, petir berkilat, sepertinya orang-orang makin penuh di stasiun.
Hampir 1/2 jam kami menunggu kereta jurusan Bogor, akhirnnya datanglah itu si pujaan yang ditunggu-tunggu oleh penggemarnya, eeeng inng eeeng… sudah full di tiap pintu, tetapi banyak yang tetap memaksa masuk, sampai pintu susah tertutup.Saya langsung mengurungkan niat untuk ikutan masuk.Dan di otak langsung berpikir apakah mau tetap naik kereta atau naik bis? tapi kok ya tanggung amat, udah niat-niat naik kereta, sekalian mencoba pertama kali, akhirnya saya tetap bertahan.
Teman saya, Endang sebagai host kereta dadakan, hehe, mengajak saya untuk naik kereta yang habis di Manggarai, lalu menyambung naik kereta lagi ke arah Bogor.Sebagai murid yang baik, saya ikuti, sambil berlari-lari takut ketinggalan kereta, sebenarnya takut ketinggalan teman saya itu.

Alhamdulilah, kita naik di gerbong wanita, kebetulan ada kereta yang arah balik dari Bogor.Saya berusaha untuk berdiri dekat pintu, karena stasiun Kalibata hanya 3 stasiun dari Manggarai.Tetapi apa boleh buat, badan saya yg kegencet, kedorong terus kedalam dari orang-orang yang memaksa masuk.Ada yang teriak,” geser dong bu.. tolong dong…”.Dan satu stasiun lagi saya mau turun, saya berjibaku untuk bisa keluar dari gerbong, dengan susah payah,ikutan mendorong sedikit-sedikit badan saya agar bisa mencapai pintu keluar.Tetapi masih ada orang yang masuk, saya makin susah untuk keluar, tas jinjing saya tempel di sela-sela pintu, dan terjepit, hampir mau pingsan rasanya, ini benar-benar bukan pepes lagi kayaknya, lebih parah dari pepes, hikss…..Karena tas saya terjepit, pintu terbuka lagi, saya paksa badan saya untuk keluar sambil meminta tolong, “toloong dong mbak, mbak, saya mau keluaaar… ” eh ada yang nyeletuk,”harusnya ibu dari tadi udah di deket pintu, biar gampang keluarnya” aaaah… berisik deh loe…dari tadi juga gue udah di dekat pintu, tapi apa daya, badan kedorong terus ke dalam.

Oooh pak Mentri, sepertinya harga tiket 2 ribu itu amat-amat murah memang, tetapi kalau sampai untuk berdiri saja susah, mending diralat lagi deh harganya.Para penumpang yang memang menggunakan alat transportasi kereta, saya rasa tidak keberatan dengan harga 5 ribu rupiah.Karena kereta masih idaman banyak orang, ditengah kemacetan yang makin parah di Jakarta,Bekasi, Depok, Bogor dan sekitarnya.
Empat jempol buat teman-teman para pengguna kereta, karena sudah terbiasa, teman saya, Shinta bilang, “gue sih santai aja Nit,udah biasa, setiap hari kayak gitu, kalo loe kan ngga biasa, badan bisa remuk”. Memang iya, badan kayak orang ditimpa truk tronton, hehe, lebay ga sih? yang kena imbasnya akhirnya suami saya, jadi tukang pijit semaleman, hehe, terima kasih ya Mas.

Saya sempat terpikir untuk ambil foto, buat kenang-kenangan, tetapi karena masih hujan lebat, susah juga untuk ambil kamera di tas saya,apalagi ketika pas kejadian, pintu susah tertutup, eh ada yang berlari-lari memaksa untuk tetap masuk, kita semua di halte ikut menertawakan kejadian tersebut, sampai beberapa detik, pintu tidak mau tertutup, datanglah petugas untuk mendorong pantat si penumpang agar makin masuk ke dalam.

pintu kereta yg susah tertutup saking full nya

pintu kereta yg susah tertutup saking full nya

Prihatin buat ibu-ibu yang sedang hamil, dan harus naik kereta untuk pulang pergi ke kantor, saya yang tidak hamil saja, perut dan dada saya sampai kena sikut penumpang sekitar, apalagi itu perut ada isi bayinya?.
Semoga kondisi alat transportasi masal makin bersahabat dengan para penggunanya ya, aamiin.

Iklan

Read Full Post »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination