Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September, 2013

Mas atau Mbak

Dammar, usia 5,5 tahun

Dammar, usia 5,5 tahun

Celoteh dan tingkah polah anak-anak itu memang walaupun suka bikin kesal, tetapi selalu berkesan.

Sabtu lalu, kami pergi berenang dengan keponakan di kalibata.Setelah lelah berenang, kami singgah di kalibata square untuk makan malam.Saya pesan baso saja, karena hangat dan anak-anak pasti suka.
Selagi menikmati makanan, ternyata Dammar tidak mau minum teh botol yang saya beli untuk dia, dia maunya air mineral.Saya beri uang 10 ribu dan meminta dia beli sendiri di restoran baso yang kami pesan.

Dammar berjalan ke arah restoran baso yang berjarak lebih kurang 10 meter dari tempat duduk kami. Dan ditengah-tengah antara tempat duduk kami ke tempat kasir restoran, dia berhenti seperti ragu-ragu, celingak celinguk layaknya orang kebingungan.
Saya berinisiatip meminta kakaknya untuk membantu adiknya, dan kakaknya berjalan menuju ke adiknya yang masih berhenti di tengah-tengah.Kakaknya merebut uang yang ada di tangan adiknya,terjadilah rebutan, saling dorong, saling pukul, sampai akhirnya saya datang dan mengambil uang dari tangan Dammar.Saya langsung ke kasir, dan meminta air mineral satu botol, lalu pada waktu yang sama, saya juga minta garpu, dan seperti biasa, terjadi rebutan lagi antar kakak beradik, karena di depan orang yang tidak saya kenal, saya hanya tertawa, dan kasirnya juga ikut tertawa menertawakan tingkah anak-anak saya.

Setelah tiba di meja makan, saya yang tadi sudah menahan untuk tidak marah di depan umum, begitu duduk di kursi, tanpa ba bi bu lagi, saya marahi anak saya.”Kamu kenapa sih, cuma disuruh beli air minum aja, kok ngga berani?” tanya saya ke Dammar.” Aku kan bingung Ma” jawab Dammar.”Bingung kenapa????” masih dengan nada marah, karena saya ngga habis pikir, kok disuruh beli air minum, sudah diberi uang, tapi masih bingung dan ragu-ragu.
Dan Dammar menjawab lagi…” Aku kan bingung,Ma… itu yang jualan, laki-laki atau perempuan, jadi nanti aku panggilnya, Mas atau Mbak”,,, dengan muka polosnya dia.

Hahahahhaaaaa… aku langsung tertawa, ngga jadi marahnya.. aku peluk Dammar sambil melihat si mbak-mbak yang memang tomboy, dengan potongan rambut cepak pendek, dan pakai kemeja.Dalam hati, ” iyaa yaa.. memang mirip laki-laki banget”
Adeeek.. adeeek… kamu itu bisa-bisanya ya bikin mama dan bapak kamu itu takjub atas jawaban yang diluar perkiraan kami sebagai orang tuanya.

Read Full Post »

Sudah hampir tiga minggu ini, ada seorang teman bersama ibu dan anaknya yang menumpang di rumah.Awalnya teman saya ini, katakanlah namanya, Noni, dia menghubungi saya untuk meminta tolong menumpang selama seminggu atau dua minggu bersama ibu dan anaknya.Noni sekarang statusnya sudah bercerai dari suaminya.Dia punya anak perempuan yang sekarang berusia 4 tahun.Ayahnya Noni sudah meninggal, dan karena Noni itu anak tunggal, jadi ibunya ikut bersama Noni.

Kehidupan berumah tangga memang tidak bisa selalu mulus sesuai harapan semua orang,banyak sekali pengorbanan dan perjuangan untuk bisa terus mengarungi bahtera rumah tangga.Menjadi janda bukanlah harapan seorang wanita, apalagi dengan mempunyai seorang anak yang harus dibimbing, dibiayai sampai besar.Mantan suami yang baik akan mensupport kebutuhan anaknya, tapi pada kenyataannya banyak mantan suami yang lari dari tanggung jawab dan sang ibu yang harus berjibaku mencari nafkah demi kebutuhan sehari-hari mereka.

Sebelum menikah, Noni sebagai anak tunggal tentunya mempunyai kehidupan yang layak, pernah kuliah di kampus ternama di Jakarta, dan pernah juga short course ke Amerika.Terbiasa dengan punya rumah sendiri, punya orang tua yang selalu mensupport kebutuhannya tentunya membuat dia tidak terbiasa dengan kondisi sekarang.Entah bagaimana cerita detilnya saya kurang tahu, tetapi sekarang ibunya tidak mempunyai rumah,karena ayahnya sudah meninggal, rumah di Jakarta dijual dan pindah ke kota yang sama, dimana Noni tinggal waktu masih bersama suami. Suami yang kurang bertanggung jawab, malah menghabiskan uang mertua, boro-boro bisa beli rumah baru lagi di kota tersebut, uangnya habis buat modal usaha dan katanya bangkrut. Sekarang ibunya Noni hidupnya nomaden, kadang tinggal di rumah saudaranya, kadang tinggal di Padang, kampung halaman beliau bersama dengan cucu satu-satunya.Sedangkan teman saya harus bekerja di Jakarta untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Karena saya kenal Noni dari sebelum saya menikah, belasan tahun yang lalu, jadi saya tahu kondisi secara langsung bagaimana Noni sebelum dan sesudah menikah.Dia meminta tolong untuk tinggal sementara di rumah saya bersama keluarganya, tentunya buat saya bukan menjadi suatu beban, malah saya senang bisa menolong mereka.Saya ikut prihatin dengan keadaan mereka sekarang ini.

Banyak teman saya yang bilang, ” loe itu oon banget ya, ngapain juga mau-maunya ditumpangin orang sekeluarga gitu, mana dia janda lagi, loe ngga takut, suami loe ditebengin juga nantinya? atau kalimat seperti, ” eh, beda tipis tau ngga, antara terlalu baik sama terlalu bodoh”, kata teman saya yang lainnya.Menurut teman-teman saya, kurang pada tempatnya kalau ada orang yang dengan tanpa malu-malu mau numpang di rumah teman, apalagi sampai selama itu?, ada juga yang bilang,” gimana ngga enak, di rumah loe, makan tidur gratis, pake AC, ada pembantu yg bersih-bersih kamar,” dan lain-lain komentar negatif yang saya terima. Atau ada lagi komentar, sedekat apapun dia dengan kita, memangnya mereka tidak punya keluarga, saudara, kerabat yang bisa ditumpangi?,bla bla bla…. dan menurut saya itu pasti reaksi normal buat orang yang memang tidak kenal secara langsung, mereka berpendapat secara umum, saya amat memahami komentar-komentar tersebut.Tetapi saya sebagai teman dia, melihat kondisinya yang katanya tabungan saja ngga punya, gaji habis buat kebutuhan sehari-hari,buat bayar berobat ibunya, susu anak, makan, ongkos, baju, dll.Mungkin keluarganya selama ini juga sudah menolong, tetapi menolong kan ada batasnya, kalau keseringan juga, keluarga merasa terbebani.Nasib orang ya, ngga ada yang tahu, dulunya hidup berkecukupan, lalu dapat suami, tetapi malah hidupnya jadi berantakan.

Saya ikhlas, dan alhamdulilah suami juga menerima mereka dengan baik, dan memang saya menyadari, apabila ada orang lain selain keluarga sendiri ada di rumah kita, namanya orang melayu, akan merasa risih, kalau tidak menawari makan, menanyakan kabar, atau sekedar basa basi sehari-hari.Dan sampai suatu waktu, saya berfikir, kira-kira mau sampai kapan ya ini numpangnya? sebenarnya saya ngga enak kalau mau nanya langsung, tetapi akhirnya saya memberanikan diri untuk nanya.Dan memang kamar hanya ada dua, jadi kamar yang dipakai sekarang oleh teman saya, biasa dipakai oleh anak saya atau orang tua saya bila menginap di rumah.
Kata teman saya, dia sudah punya cadangan tempat kos yang mau dia ambil minggu ini, alhamdulilah, semoga semuanya berjalan lancar, saya hanya bisa membantu sebisa saya.
Yang menjadi pertimbangan saya untuk tidak bisa menerima mereka terlalu lama di rumah, karena kan sekarang suami saya sudah tidak bekerja, di usianya yang menjelang 54 tahun ini, sudah tidak bekerja lagi di kantor, waktunya lebih banyak di rumah, dan secara agama juga, apabila ada perempuan yang bukan muhrim ada di rumah kita, tentunya akan bisa menjadi fitnah, ini yang saya hindari.Menurut agama juga, menerima tamu katanya tidak lebih dari 3 hari, jadi saya rasa cukup apabila dia menumpang hampir satu bulan di rumah saya.

Walaupun kita sudah berbuat baik dan dimanfaatkan oleh orang lain,itu biar menjadi urusan dia dengan Tuhan, tetapi tentu kita jangan berhenti berbuat baik, bukan? Semoga menjadi berkah buat keluarga saya, tidak mengharapkan balasan apapun dari teman saya, hanya Allah lah tempat kita meminta.

Read Full Post »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

BBC | Blog Belalang Cerewet

semua dicatat agar awet

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination