Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April, 2013

Pernah dengar kata-kata “AMIGOS”? bukan nama restoran Meksiko lho, tetapi ini singkatan dari Agak Minggir Got Sedikit. Biasanya teman-teman sering buat kata-kata plesetan,” Mau makan di mana? dan dijawab, di amigos. Awalnya saya pikir, wah keren juga nih, makan siang di Amigos, tetapi kan jauh juga dari kantor, eh ternyata Amigos itu maksudnya Agak Minggir Got Sedikit, alis PKL ( Pedagang Kaki Lima).

Sebagai karyawan biasa, dengan gaji yang biasa juga, pastinya kalau makan siang itu maunya yang rasanya enak, murah tetapi bersih.Karena kalau tempatnya jorok, banyak sampah di sekitar warung, jadinya ilfil ( hilang selera) mau makan.Tidak lucu kan, maunya murah tapi malah kena penyakit thypus kalau tempatnya sangat jorok.
Sering kita jumpai,makanan seperti baso atau nasi goreng yang dijual di restoran mahal, tetapi mengapa rasanya tidak senikmat nasi goreng tek-tek yang dijual di kaki lima? Ada yang tahu kenapa? justru katanya keringet si penjual yang bikin enak, hehe. Jangan percaya lho ya?

Saya pribadi lebih merasa nikmat apabila makan di warung padang pinggir jalan, pakai rendang atau ayam bakar, lauk favorit saya.Ada yang pernah mencoba makan bubur ayam yang terkenal di Jakarta, dan letaknya juga di pinggir jalan, bukan di restoran mewah? Antrian yang panjang, mobil parkir mengular dan si abang sampai tidak pernah duduk berjam-jam karena melayani pembeli.Bubur ayam tersebut dengan harga tidak sampai 10 ( sepuluh) ribu rupiah per porsi, rasanya enak, nikmat, ditambah lauk sate usus, sate ayam, atau sate telur puyuh.

Ada lagi warung makanan yang tidak pernah lekang oleh waktu, yaitu pecel lele.Di manapun kita pasti pernah menjumpai warung pecel lele.Dan hampir semua orang menyukai makanan yang satu ini, ditambah sambal dan lalapan, atau tahu/tempe goreng, makanan pecel lele telah menjamur bahkan sekarang sudah mulai dikembangkan masuk ke restoran dan diwaralabakan sampai ke luar negeri.

Lain di Jakarta, lain pula di Yogyakarta, pasti kita sudah sering mendengar kata: Angkringan, Angkringan kalau mengutip dari Wikipedia ialah sejenis warung yang menjual berbagai jenis makanan serta minuman dan yang biasa terdapat di setiap persimpangan jalan Jawa Tengah dan Yogyakarta.Kata ini berasal dari bahasa Jawa, ‘Angkring’ , yang membawa pengertian “duduk santai”.
Warung angkringan yang biasanya ditutup dengan kain terpal plastik biasanya menampung sekitar delapan orang pelanggan. Beroperasi mulai waktu petang setiap hari, ia diterangi dengan lampu minyak tanah atau petromax.
Makanan yang dijual biasanya nasi kucing ( nasi dengan porsi kecil), gorengan, sate usus ayam, sate telur puyuh, dan lain-lain lagi. Minuman yang dijual juga beraneka jenis seperti teh, kopi, air jeruk, dan susu.Semua dijual pada harga yang sangat murah.
Meskipun harganya murah, namun pelanggan warung ini sangat berbeda-beda, mulai dari tukang becak, tukang bangunan, mahasiswa, seniman, bahkan hingga pegawai dan eksekutif. Antara pembeli dan penjual sering terlihat gurauan yang santai dalam suasana yang penuh kekeluargaan.

Makanan pinggir jalan lainnya yang sering kita jumpai yaitu sate ayam, para expatriat di Indonesia, pasti sangat menyukai makanan sate ayam ini, selain nasi goreng tentunya. Biasanya penjual sate ayam di Indonesia, dijual perporsi itu berisi sepuluh tusuk, dan kita bisa pesan untuk ½ porsi yang berisi lima tusuk. Saya pernah ada pengalaman yang cukup menggelitik, saya punya bos baru datang dari Jepang, memang kalau di Jepang, sate ayam atau dalam bahasa Jepang yaitu Yaki Tori dijual pertusuk, bukan seperti di Indonesia, per porsi.Atasan saya karena jarang makan siang keluar, dia sering bawa bekal dari rumah, tetapi apabila tidak membawa bekal dari rumah, beliau suka ikut-ikutan pesan dari warung pinggir jalan/kaki lima di belakang gedung tempat kami bekerja.Beliau titip ke Office Boy di kantor, minta tolong dibelikan sate ayam hanya dua tusuk saja.Office Boy di kantor saya sempat bingung, bagaimana untuk memberitahukan karena di sini, tidak bisa hanya beli sate ayam dua tusuk? Dan akhirnya office boy tersebut minta tolong saya, untuk bilang ke bos saya yang baru itu, kalau beli sate ayam, minimal ½ porsi atau 5 tusuk. Awalnya agak sulit menjelaskan, karena dia tidak mau banyak-banyak katanya, tetapi setelah saya beritahu bahwa di sini, sate ayam itu biasanya tidak terlalu besar ukuran daging ayamnya, jadi untuk pesan lima tusukpun, sepertinya tidak telalu banyak, dan si bospun setuju.
Tidak terbayang apabila dia memaksa untuk beli sate hanya dua tusuk, dan si abang tukang sate, harus capek-capek bakar arang tetapi hanya untuk dua tusuk sate.
Semua orang butuh makan, apalagi di Indonesia yang penduduknya masih berpendapatan tidak terlalu tinggi, jadi makanan kaki lima adalah pilihan yang terbaik untuk bisa mendapatkan makanan dengan rasa nikmat serta harga bersahabat.
Menurut saya, bisnis UKM yang tetap bisa bertahan sampai saat ini adalah bisnis makanan pinggir jalan.Sedangkan negara lain justru sedang terperosok ekonominya sekarang ini. Tetapi di Indonesia, ekonomi masih bertahan karena adanya dukungan dari UKM kita diantaranya bisnis makanan.Pedagang makanan/warung kaki lima di Jakarta khususnya, biasa kita temui di belakang gedung-gedung perkantoran.Banyak karyawan yang berdasi saja banyak yang mampir di warung kaki lima tersebut. Alasan utama karena rasanya yang memang enak juga tidak menguras isi kantong.

Street food di luar negeri, negara yang pernah saya kunjungi yaitu Thailand, situasinya sangat ramai, seperti pasar malam,di sepanjang jalan, dijual berbagai macam makanan makanan seperti sate, berbagai macam gorengan sampai nasi bungkus istilahnya kalau di Indonesia.Malam hari tidak pernah sepi dari penjual makanan jalanan, dan saya amat yakin, para penjual makanan ini adalah aset daerah yang ikut membantu perekonomian negaranya.Begitu juga di Indonesia, kita patut mendukung para penjual makanan jalanan yang tersebar di berbagai penjuru kota di Indonesia.
Permasalahan yang timbul tentang pedagang kaki lima di Jakarta khususnya adalah penyalah gunaan jalan trotoar yang seharusnya buat pejalan kaki, tetapi malah dipakai oleh mereka untuk berjualan.Diharapkan nanti akan lebih tertib dan tempat yang lebih manusiawi, agar nyaman buat pembeli dan penjual.
Perekonomian di dunia yang sedang mengalami krisis global, dan ini saya kutip berita dari IMF (@IMFNews: Stiglitz says views U.S. policies have been a failure but could have been even worse http://t.co/tVyxvQQUhR #Macro2013),hal ini tentu juga ada pengaruhnya terhadap perekonomian di Indonesia.Beruntunglah kita punya UKM yang menjadi salah satu penggerak ekonomi rakyat, makanan pinggir jalan masih terus hidup dan ramai oleh pembeli.Sekarang tidak hanya makanan asli lokal tetapi juga makanan asli dari luar negeri seperti kebab yang asli dari Timur Tengah, Burger yang asli dari Amerika, berbagai bentuk bento dari Jepang, sushi kaki lima, steak kaki lima dan masih banyak lagi.
Satu hal yang patut saya banggakan, “orang Indonesia itu kreatif”.

Iklan

Read Full Post »

I wont be this small

Nyontek tulisan puisi dari artikel mbak Jihan di Urban Mama.
Sukses mewek di kantor,dalem banget ya? soalnya baru aja telpon ke rumah, yang angkat telpon Dammar, dan di seberang sana dia bilang,” mamaaaa cepetan pulang, aku mau sama mamaaa” belom lagi tadi pagi, Alifa juga selalu tanya, ” mama pulangnya jam berapa? cepet ya, jangan malam-malam”.

Di saat seharusnya saya ada bersama mereka, di saat anak-anak amat butuh perhatian, kedekatan dan kasih sayang ibunya, tetapi saya malah memilih untuk bekerja dan cuma bisa iri dengan ibu-ibu lain yang bisa antar anak ke sekolah, bisa bantu kerjain PR, bisa antar anak belajar mengaji, bisa bercengkrama tanpa harus mikir, “aduuh besok harus kerja, bangun pagi-pagi”.

Saya tidak mau anak-anak hanya mendapatkan sisa waktu dan sisa tenaga setelah bekerja seharian di kantor ditambah macetnya perjalanan menuju ke kantor dan pulang ke rumah, tetapi saat ini saya hanya bisa bermimpi dan berharap agar bisa punya usaha yang bisa saya jalani bersama suami, bisa berkembang dan menjadi besar, juga berkah tentunya.

Saya amat prihatin dengan ibu-ibu TKW yang bekerja di luar negeri demi menghidupi keluarganya, boro-boro bisa pulang sebulan sekali, setahun sekali saja sudah alhamdulilah.Masih beruntung saya yang setiap saat bisa telpon, dan setiap hari bisa pulang ke rumah walaupun itu sudah sore menjelang Magrib.Saya selalu berdoa agar saya bisa menjadi orang tua yang bisa dibanggakan oleh anak-anak saya kelak.

Tidak ada anak-anak yang minta dilahirkan, yup betul sekali,justru kita sebagai orang tua yang ingin sekali punya anak, punya keturunan, jadi hadirnya anak-anak adalah pelengkap kebahagiaan kita.Apapun yang mereka perbuat terhadap kita seperti membuat kita kesal/ bete, bikin kita capek, seharusnya bukan menjadi keluhan tetapi menjadikan moment pelengkap kebahagiaan kita.

Sekali lagi, anak-anak itu cepat besar,rasanya baru kemarin menyusui mereka,dan mengganti popoknya, mendengar tangisannya yang kadang bikin bingung.
Moment usia mereka tidak akan terulang, semoga kita bisa memanfaatkan sebaik-baiknya.

I won’t always cry ‘mommy’ when you leave the room,
and my supermarket tantrums will end too soon.
I won’t always wake, daddy, for cuddles through the night,
and one day you’ll miss having a chocolate face to wipe.
You won’t always wake to find my foot kicking you out of bed,
Or find me sideways on your pillow where you want to lay your head.
You won’t always have to carry me in asleep from the car,
Or piggy back me down the road when my legs can’t walk that far.
so cherish every cuddle, remember them all.
Because one day, mommy, I won’t be this small.

***

I don’t know who the author is, but I do love this poem, makes me cry.

Read Full Post »

Dear teman2…
Bagi anda yg bertempat tinggal jauh dari kantor? atau lagi cari kontrakan? Kami ada rumah  di daerah Kali malang, Bintara Jaya,dengan lingkungan asri, tenang, lokasi dekat pasar Sumber arta, kira2 50 meter, samping Rusunami Kalimalang(yang sampai sekarang belum jadi-jadi), dan angkutan umum mudah di jangkau.
Spec: 1 Ruang Tamu, 1 Kamar Tidur, Dapur/kamar mandi.
Lokasi tepatnya di Jl.Bintara Raya No.7 Rt 005/03, Bintara Jaya, samping Mushola Nurul Yaqin, Bekasi Barat.

Sementara rumah lama sudah full 4 pintu, dan Insya Allah, akan dibangun 4 pintu lagi setelah lebaran tahun 2015 ini, semoga target dalam waktu 4 bulan ( sampai Des 2015) bisa selesai semua.

dengan ukuran 32 M2, listrik 1300 watt, parkir luas, sirkulasi udara yang baik.

Alhamdulilah bulan Oct 2015, 4 rumah baru  walaupun belum jadi semua, tapi sudah full booked, semoga tahun depan bisa nambah lagi, aamiin

 

 

Read Full Post »

Sudah bulan April nih, dan sudah menjadi kebiasaan bagi sekolah untuk memperingati hari kelahiran pahlawan wanita Indonesia, ibu Kartini. Karena tanggal 21 April itu hari Minggu, maka acara Kartinian di TK Harapan Mulia, Bekasi, dimajukan menjadi tanggal 18 April 2013.Saya sudah menyiapkan surat cuti dari beberapa hari yang lalu agar bisa ikutan acara tersebut.

Mendengar akan mendapatkan piala seperti kakaknya dulu, Dammar semangat lho waktu dibilang mau ada acara Kartinian.Dan waktu ditanya, mau pakai baju adat apa, dia bingung,ya iyalah pasti bingung, dia mana tau nama-nama provinsi di Indonesia dan saya beri tahu saja yang gampang, yaitu adat Jawa, kan Bapaknya orang Jawa.Syukurnya baju jawa yang pas dengan ukuran badannya Dammar tersedia di salon dekat rumah, biaya sewa baju, Rp.85 ribu, lumayan mahal juga ya? padahal dipakai cuma 3 jam, tapi kalau beli, ngapain juga? wong ngga tau kapan mau dipakai lagi?apalagi nanti kelas TK B, tidak diikutsertakan lagi, hanya khusus anak TK A.

Ketika naik ke panggung untuk peragaan busana, Dammar malah narik tangan temannya agar bisa jalan bareng di atas panggung, lucu deh, malu-malu gitu, padahal kalau di rumah, dia itu rajanya lho, ngga ada malu-malu, ngga ada rasa sungkan, malah lebih kayak pemimpin.

Selain acara fashion show, untuk anak laki-laki ada kegiatan mewarnai, sedangkan anak perempuan, mereka merias mamanya masing-masing.Cukup seru dan kenangan seumur hidup buat saya dan Dammar.
Semua ini proses pembelajaran agar bisa menjadi anak yang pandai bersosialisasi, pandai berinteraksi dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat juga agama dan negara.
Buat saya sebagai ibu bekerja, saya amat mengusahakan agar bisa berpartisipasi dalam acara yang diadakan di sekolah anak-anak.Minggu ini saya cuti demi menemani Dammar, dan minggu depannya, kakaknya, Alifa kelas 1 SD, ada acara Kartinian juga, jadi sayapun akan cuti lagi.Momen-momen seperti ini tidak akan terulang, dan tak terasa mereka akan cepat besar, sedangkan kesibukan pekerjaan itu setiap saat pasti ada, dan saya akan lebih pilih menemani anak-anak saya, cause it’s priceless time for us.
Dammar kartinian

Dammar di panggung

Dammar mewarnai

Read Full Post »

Saat ini saya punya dua anak yang masih sekolah TK A dan SD Kelas 1, dan saya pikir, mumpung pelajaran sekolah mereka masih belum berat, saya mau ajak bolos mereka, hehe.
Saya dan suami lebih senang pergi bukan pada waktu weekend atau libur panjang.Alasan pertama, karena biasanya jalanan pasti macet, penuh dan tentunya harga hotel atau tiket juga lebih mahal.

Kami putuskan untuk memboloskan anak-anak saya, yaitu pada moment ulang tahun anak bungsu saya, bertepatan pada tanggal 20 Februari 2013.Saya dan suami sudah berencana ingin liburan sama-sama, dan ingin mengajak anak-anak naik pesawat untuk pertama kalinya.Tujuan liburan kami yang tidak terlalu jauh, tapi terjangkau kantong, pilihan jatuh ke Jogjakarta.
Naik pesawat dengan harga promo, dan pasti tahu kan, kalau harga promo, biasanya jam-nya yang kurang bersahabat, take off jam 6 pagi, jadi dari rumah saya di Bekasi, kami berangkat jam 4 pagi.
Anak-anak karena merasa senang akan pergi jalan-jalan dan naik pesawat, begitu dibangunkan, tidak pakai rewel, tidak pakai malas, otomatis langsung bangun.
Di pesawat, kami pilih duduk di pinggir dekat kaca, biar anak saya bisa melihat pemandangan luar.” Wah, kok warna langitnya putih semua ya Ma?” tanya anak saya.Dan komentar pertama waktu saya tanya,” enak ngga dek, naik pesawat?”, si adek menjawab,” kupingnya sakit”, hehehehe…jadi enak apa tidak ya itu maksudnya?

Tiba di bandara Adi Sutjipto, kami langsung charter mobil sewaan, check in ke hotel di dekat Malioboro dan lanjut cari sarapan. Supir mobil sewaan membawa kami ke warung soto yang cukup terkenal dan memang ramai pengunjungnya.Nama warung sotonya: Kadipiro.Sudah ada yang pernah coba?

Setelah kenyang sarapan, jadwal kami yaitu ke Candi Borobodur pastinya, tidak ke Jogja kalau tidak ke Candi Borobudur kan? anak-anak sangat terkesan dan kagum dengan besarnya candi dan indahnya pemandangan di area tersebut.Surprising buat saya dan suami, ternyata anak-anak saya begitu semangatnya mencapai puncak Candi Borobudur, tidak ada rasa lelah, padahal mereka bangun jam 4 pagi lho.Teori yang menyatakan apabila kegiatan yang dilakukan dengan senang hati, pasti tidak ada rasa lelah. Dan memang betul ya? coba deh melakukan sesuatu dengan keterpaksaan, pasti cepat capek, ya kan?

di borobudur

daughter and her daddy
Puas keliling Candi Borobudur, kami lanjut pergi ke kaki gunung Merapi. Kami melihat sisa-sisa lahar panas yang membuat rumah-rumah di kaki gunung tersebut terbakar dan hitam gosong.Dan pohon-pohon juga banyak yang layu, pendudukpun jarang yang tinggal di situ, karena pemerintah daerah sudah menyediakan tempat baru untuk mereka.
Anak saya yang besar, Alifa sempat bertanya, ” Ma, ini dulu tempatnya Mbah Marijan meninggal ya?”, lho kok tahu juga kamu nak? ternyata dia sempat nonton tv waktu mbah Marijan tidak mau mengungsi dan malah bertahan di tempat, lalu meninggal.
awas bahaya longsor

di kaki gunung merapi

belajar mbatik

Di hari kedua, kami berkunjung ke Kraton, dan kami berkeliling naik becak mengitari komplek kraton.Kami mampir ke rumah yang dulunya adalah tempat belajar batik, dan sekarang rumah tersebut juga menjual hasil karya para pengrajin.

Ayooo, ngga rugi deh ke Jogja, sebagai salah satu tujuan wisata domestik.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Give Awaynya mak Myra Anastasia.

1st giveaway jalan-jalan seru untuk Keke dan Nai

Read Full Post »

cover buku amazing parentingamazing parenting komikkomik amazing parentingSering kita dengar dan baca, kalau menjadi orang tua itu, tidak ada sekolahnya. Untuk menjadi orang tua ideal dan terbaik buat anak-anak setiap saat dan setiap masalah adalah bahan pembelajaran buat orang tua.
Beruntung para orang tua jaman sekarang, kita bisa cari ilmu melalui buku, internet, televisi ataupun join di milis-milis parenting.Tetapi memang betul nasehat dalam hadist siapa saya lupa, “didiklah anakmu sesuai jamannya”, jadi, kalau jaman dulu, ngga ada Jupe dan DP, hehe, jadi godaanpun tidak terlalu berat, sedangkan jaman sekarang, mau lihat gambar asusila gampang sekali, terpampang nyata, cetar membahana, niru kata-kata si mpok Syahrini. Dari handphone, dari laptop, atau warnet, anak-anak bisa mendapatkan tanpa sepengetahuan orang tuanya.

Nah maka dari itu, tantangan menjadi orang tua jaman sekarang lebih berat, dan kita harus lebih banyak mencari ilmu parenting agar bisa mendidik anak kita agar bisa menjadi anak yang sholeh/sholehah seperti yang kita dambakan.Tak lupa juga berdoa kepada Allah tentunya, kan kita ngga akan bisa memantau anak kita 24 jam terus menerus, hanya kepada Allah kita memohon diberikan perlindungan.

Setelah baca buku Amazing Parenting, ternyata, selama ini saya juga menggunakan pola asuh tradisional, menurut buku” Amazing Parenting, Menjadi orang tua asyik, membentuk anak hebat’ karangan ibu Rani Razak Noe’man.

Contoh pola asuh tradisional itu nih ya, dikutip dari buku itu, misalnya apabila kita berhadapan dengan anak kita, dia pulang sekolah terlambat dari biasanya, dan karena khawatir, kita cari ke seluruh ruangan sekolah bahkan sampai ke wc dan pojok-pojok sekolah, sampai telpon ke teman-temannya tidak ketemu juga, umumnya kita pasti panik dong ya? dan ketika kita sudah balik ke rumah, tidak lama datanglah anak kita, reaksi apa yang biasanya timbul sebagai orang tua yang khawatir akan kondisi anak kita? ini reaksi saya biasanya, sambil berkacak pinggang, muka marah, lalu bilang ” Kamu dari mana saja sih, dari tadi ga kasih kabar, mama cari-cari kamu ke sekolah, ga ketemu, tau ga sih kalau mama khawatir?”..dan ternyata apa yang ditangkap oleh anak justru marahnya kita bukan rasa khawatirnya kita. Berbeda bila kita bilang, ” Alhamdulilah, kamu akhirnya pulang juga ya.. mama sampai khawatir lho.. tadi mama juga sempat cari kamu ke sekolah dan telpon ke teman-teman kamu, kenapa ga kasih kabar?”…. nah, komunikasi barusan, justru akan ditangkap oleh anak, bahwa mamanya khawatir, padahal reaksi yang pertama dan kedua maksudnya sama, bukan? tetapi dalam penyampaian yang berbeda, pesan yang ditangkap juga berbeda, si anak justru menangkap pesan marah bukan khawatir seperti yang sebenarnya ingin kita tunjukan.

Permasalahan orang tua dan anak juga harus dibagi-bagi, kita harus lihat dulu, ini masalah anak atau menyangkut masalah orang tua juga? dan contoh kasusnya seperti ini, misalnya anak kita sedang bertengkar dengan teman sekolahnya, pulang-pulang, badan dia lecet dan biru-biru.Orang tua mana yang tidak khawatir melihat anaknya lebam seperti itu? dan reaksi spontan, pasti akan nanya, ” Kamu kenapa Nak, siapa yang bikin kamu biru lebam begini?” dan setelah tahu siapa yang berbuat, pasti langsung nemuin temannya itu, atau lapor guru, atau juga langsung hubungi orang tua si anak itu.Tidak terima anak kita diperlakukan tidak adil dan di bulli seperti itu pastinya.

Tetapi di buku itu disarankan, kita harus memilah, kalau ini memang masalah anak, ya kita sebagai orang tua, hanya mencoba mendukung, dan mencari jalan agar dia bisa menyelesaikan sendiri permasalahannya.Akhirnya diajak komunikasi dan mencoba mencari tahu background si temannya itu membulli kenapa, ternyata temannya itu sudah tidak naik kelas beberapa kali,dan karena malu, dan merasa bodoh, dia menggunakan kekuatan fisiknya untuk menakut-nakuti teman lainnya.Setelah tahu permasalahannya, teman yang tidak naik kelas ini, didekati, diajak belajar bersama, sharing bekal makanan, akhirnya lambat laun justru menjadi berubah dan bisa berteman baik.

Yang berkesan selain contoh kasus diatas, buat saya ada lagi, yaitu, tentang memahami perasaan si anak.Contohnya, tiba-tiba anak kita pulang sekolah, marah-marah, pintu dibanting, dan minta tas baru sambil ngomel-ngomel.Seperti biasa, kalau kita mau cepat, kita belikan saja tas baru, tanpa menanyakan penyebabnya dan dasarnya si anak mengapa tiba-tiba marah-marah seperti itu.Setelah kita ajak bicara, dan berusaha memahami perasaan si anak, kita bisa bilang,” kamu pasti sedang kesal ya? kenapa? dan biarkan si anak bercerita seluruhnya tanpa campur tangan atau menyalahkan si anak.

Dan, buat para orang tua dan calon orang tua, ini recommended book deh pokoknya.

Read Full Post »

Minggu lalu, diperjalanan pulang ke rumah,seperti biasa, saya naik omprengan menuju Bekasi Barat.
Dan, pada saat di jalan tol arah ke kiri Tanjung Priok dan lurus ke arah Halim, saya melihat serombongan anak muda mendatangi taksi blue bird. Saya awalnya berfikir, kok ngapain ya mereka nyebarang di jalan tol, mau kemana ya? tapi ternyata mereka bukan hendak menyebrang, melainkan ada tujuan lain.

Saya dan teman yang ada di dalam mobil omprengan melihat persis kejadian perampokan tersebut. Mereka sempat tarik-tarikan tas dan penumpang perempuan yang ternyata lupa mengunci pintu taksi dan semua pintu taksi dibuka oleh serombongan anak-anak muda tersebut.

Kejadian yang begitu cepat, di tengah-tengah kemacetan di jalan tol, memang menjadi modus baru bagi para preman dan orang yang hanya bisanya mengganggu dan berbuat onar.Mereka juga beraninya hanya kepada perempuan yang sendirian di dalam angkutan umum, khususnya taksi.Sayangnya pada saat kejadian, tidak ada satupun kendaraan yang membunyikan klakson atau pada turun untuk membekuk serombongan anak muda tersebut. Alasannya biasanya cari aman buat mereka sendiri.

Melihat kejadian tersebut, membuat saya dan teman cukup shock dan akhirnya teman saya, si Arlin yang harusnya turun di Jatibening, karena masih kaget, akhirnya turun bareng saya di jembatan Galaxi, lalu dia naik angkutan lagi ke arah kali malang.

Jadi, jangan lupa tutup pintu mobil dan lebih barhati-hati apabila bepergian.

Esoknya saya baca di detik, ternyata ada beritanya, dan ini linknya:
http://news.detik.com/read/2013/04/12/082845/2218290/10/preman-beraksi-di-tengah-kemacetan-di-tol-cawang-rini-dirampok-di-taksi?991104topnews

Read Full Post »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination