Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September, 2012

English: Emblem of Kabupaten Rejang Lebong in ...

English: Emblem of Kabupaten Rejang Lebong in Bengkulu province, Indonesia. (Photo credit: Wikipedia)

Saya terlahir dari orang tua yang keturunan dari suku rejang dan ber bahasa Rejang, dan mereka lahir di desa Kota Agung, Lais, Bangkulu Utara. Dari kecil saya sudah terbiasa dengan bahasa orang tua saya,mereka selalu berkomunikasi menggunakan bahasa daerah mereka yaitu bahasa Rejang Lebong. Saya mengerti apa yang mereka ucapkan tetapi untuk berbicara agak tersendat-sendat karena saya tidak dibiasakan untuk berdialog dengan bahasa Rejang oleh orang tua saya. Dan saya amat menyayangkan hal tersebut, kalau saja ibu dan ayah saya membiasakan berdialog dengan anak-anaknya juga menggunakan bahasa Rejang, pastilah sekarang saya mempunyai keahlian berbahasa daerah asli dari suku Rejang, dan saya amat bangga pastinya.

Kosa kata yang biasa saya dengar yaitu, ” lak muk mei, coa? ‘ artinya,” mau makan apa tidak?” ( benar apa tidak ya tulisannya?) nanti coba cek di kamus yang baru saya beli minggu lalu pas acara halal bihal Jang Pat Ptulai di Senayan.

saya kutip dari cuplikan buku/naskah oleh penyusun bp.Zulman Hasan, tentang sejarah Suku Rejang.

Suku Rejang adalah salah satu suku bangsa tertua di Sumatera, yang mempunyai garis keturunan yang jelas, mempunyai daerah dan wilayah tempat tinggal yang diakui etnisnya, memiliki adat istiadat dan tata cara yang tinggi diantara ratusan suku bangsa yang ada di bumi nusantara ini.Hampir semua dari unsur-unsur budaya telah dimiliki oleh suku Rejang, seperti: Sejarah,Bahasa, Aksara, Sistem pengetahuan, sistem organisasi sosial, sistem peralatan hidup, sistem religi dan kesenian.

Suku Rejang mendiami sebagian besar wilayah provinsi Bengkulu, yaitu masyarakat yang tinggal dan mendiami daerah Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Kepahiang, kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Bengkulu Utara, masyrakat yang tinggal dan menetap di daerah Tebing Tinggi dan Musi Rawas, Sumatera Selatan.

Mengenai suku Rejang sebenarnya telah banyak kita ketahui dari buku-buku karangan ilmuwan Inggris: Williem Marsden, Prof.M.A. Japan, dari ilmuwan Prancis: Prof.Victor T.King, dari ilmuwan Belanda: FG.Steck, W.A dan buku-buku karangan putra daerah, seperti: Moehammad Hoesien, Mr.Hazairin, Prof.H.Abd.Siddik dan H.Kardiman, SH,M.Si.

Bicara soal sejarah dan asal usul leluhur suku Rejang dewasa ini masih simpang siur, ada yang mengatakan dari Pagarruyung, dari Mojopahit, Serawak, sabah, ada juga yang mengatakan dari Suku Dayak, bahkan ada yang lebih ekstrim lagi mengatakan leluhur suku Rejang berasal dari “guguak” atau “tun smindang” yaitu orang yang tidak berbapak tidak beribu dan tidak berpusar.

Dalam penggalian dan penelusuran kami yang dimulai sejak Juli 2008, hingga Agustus 2011 banyak cerita lama yang menarik yang dapat dihubungkan dengan fakta-fakta fisik yang masih ada, seperti ada yang mengatakan bahwa leluhur suku Rejang berasal dari Mongolia, Cina Utara.

Sejarah suku bangsa Rejang dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu sejarah Rejang Purba dan sejarah Rejang Modern.Sejarah Rejang Purba dimulai dari masa kedatangan kelompok bangsa Mongolia di Bintunan Bengkulu Utara pada tahun 2090 SM hingga sebelum kedatangan para Ajai di pertengahan abad ke 14 masehi.Sejarah Rejang Modern dimulai dari masa kedatangan dan kepemimpinan para”Ajai” di Renah Skalawi ( 1348) hingga sekarang.

Disebut Rejang Purba karena dalam kurun waktu 2090 SM hingga pertengahan abad-14 M itu kehidupan suku Rejang masih sangat primitif, hidup selalu berpindah-pindah( nomaden) dar satu tempa ke tempat lain dimana tempat yang dapat memberi merek kehidupan.Kemudian mereka mulai hidup menetap dalam kelompok masyarakat “kumunal” di pedalaman hutan rimba yang tertutup dunia luar, peralatan hidup teknologi yang masih sangat sederhana, mereka penganut animisme.

Sejarah rejang modern ditandai dengan masuknya para Ajai ( Sutan Gagu alias Ninik Bisu dan Zein Hadirsyah alias Tiea Keteko) pada pertengahan abad ke -14 yang membawa perubahan pada pola kehidupan masyarakat suku Rejang, mereka mulai mengenal sistem pengetahuan, sistem organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan sistem religi.

Menurut sejrah, semua orang rejang yang bertebaran itu berasal dari pinang Belapis, Renah Skalawi yang kini disebut Lebong.Mereka adalah anak keturunan Rhe Jang Hyang dari bangsa Mongol, cina Utara.Kira -kira 4100 tahun yang lalu atau sekitar 2090 SM, Rhe jang Hyang bersama dengan kelompoknya mendarat di pantai Slolong, daerah Bintunan, Bengkulu Utara, sekarang, ketika itu Sumatera masih bernama Swarnadwiva.

Setelah bertahun-tahun hidup merejang di dalam hutan, akhirnya mereka mulai hidup menetap dan mereka mendirikan sebuah perkampungan yang diberi nama ” Kutai Nuak”, di daerah utara NapalPutih, perbatasan antara Kabupaten Lebong dan Bengkulu Utara sekarang, tetapi masih merupakan kelompok masyarakat “kumunal” dalam arti, setiap anggotanya belum mempunyai hak milik perorangan.

Kutai Nuak hanya bertahan selama 5 “masa”, atau selama 50 tahun saja ( 2083-2033 SM), kemudian pada tahun 2032 SM Kutai Nuak dipindahkan oleh Rhe Jang Hyang ke Pinang  Belapis, suatu daerah yang luas dan subur yang terletak anar kabupaten Lebong dengan Kerinci, sekarang Rhe Jang Hyang, yang masih mempunyai garis keturunan yag sama dengan leluhur Kubilai Khan it melanjutkan kepemimpinannya di Kutai Pinang Belapis selama 35 tahun.Beliau meninggal dunia ( raib) pada tahun 1996 SM dalam usia 120 tahun.

Suto Dae Eng, anak cucu Rhe Jang Hyang dari istri kedua, diangkat menjadi ketua Pinang Belapis pada usia relatif muda, maka pada masa kepemimpinan Suto Dae Eng di Pinang Belapis banyak sekali terjadi musibah, huru hara, dan ditambahdengan kebijakannya yang dianggap keras, Suto Dae Eng tidak disukai oleh masyarakat Pinang Belapis, dan Suto diminta untuk mengundurkan diri.Suto Dae Eng memimpin Kutai Pingan Belapis hanya selama 20 tahun ( 1925-1905 SM).

Masa kepemimpinan 20 tahun itu dianggap terlalu singkat oleh Suto Dae Eng.Suto Dae Eng menjadi orang pemberontak, pemarah, dan dia tidak bisa terima diperlakukan seperti itu, dan akhirnya bersama kelompoknya beliau pergi meninggalkan Pinang Belapis dengan tujuan Kalimantan. Suto Dae Eng meninggal dunia pada tahun 1827 SM di Sulawesi Selatan, sekarang, dalam usia 123 tahun. Dengan disuruh mundurnya Suto Dae Eng maka mulailah tumbuh benih-benih keretakan dalam masyarakat Rejang di Pinang Belapis.

Selanjutnya, pada masa kepemimpinan Denay Kaey Lian, gelar: Ratu Agung ( 338-410 M) adalah merupakan masa kehancuran Kerajaan Pinang Belapis, karena rakyat Pinang Belapis mengalami krisis kepemimpinan, orang yang tepat untuk menggantikan Ratu Agung tidak ada, raja yang baru harus dipilih oleh rakyat Pinang Belapis sendiri.

Oleh karena banyaknya orang yang ingin jadi raja di Pinang Belapis maka terjadilah perselisihan pendapat dan kehendak. Untuk mengatasi perselisihan itu, maka diambillah kesepakatan bersama bahwa mereka sama-sama harus meninggalkan Pinang Belapis, dan masing-masing kelompok mencari daerah baru untuk dibuka dan dibangun sebagai perkampungan baru. Pada masa itu terjadi lagi perpecahan masyarakat Rejang di Pinang Belapis, dan pada masa itu pula merupakan masa penyebaran orang-orang Rejang ke daerah lain di luar Renah Skalawi.

Menurut para ahli sejarah, suku Rejang secara geografis digolongkan ke dalam kelompok suku bangsa Melayu, sedangkan bahasa Rejang dihipotesiskan mempunyai kekerabatan dengan bahasa Polynesia Purba di wilayah pasifik.

Dalam kenyataannya, orang-orang Rejang tiak pernah mengakui bahwa mereka itu bagian dari suku bangsa Melayu, meskipun mereka tidak pernah menyangkal, tetapi setiap ditanya apakah anda orang Malay? tentu jawab mereka: “tidak, kami orang huluan” adalah orang yang berasal dari hulu-hulu sungai, yaitu ” orang Rejang”.

Iklan

Read Full Post »

Ekskul

Kalau saya ingat-ingat, jaman saya SD, kegiatan ekskul itu cuma ada Pramuka, dan acara persami atau kemping di Ragunan adalah acara yang paling spektakuler..hehehe…saya ingat waktu dulu, naik truk hujan-hujanan pakai baju pramuka, berangkat ke Ragunan, kemping satu malam dan senangnya minta ampun. Jaman sekarang ekskul itu sudah beragam macam pilihan yang bisa kita ambil, contohnya saja di sekolah Alifa sekarang, SDIT Al Ikhlas 86, Bekasi, ada kegiatan ekskul yang harus diambil oleh siswa sebanyak dua ekskul ( wajib). Alifa saya pilihkan untuk ikut ekskul melukis di hari Sabtu pagi, dan untuk Karate di hari kamis sore.

Kasihan juga sebenarnya, takut kecapean, karena selain ekskul di sekolah, Alifa juga ikut belajar Iqra di TPA di Mesjid Jannatul Firdaus di dekat rumah, Alhamdulilah sudah sampai Iqra 3, dan mulai setelah lebaran ini,Dammar juga saya minta ikutan belajar, buat persiapan dia masuk SD, biar sudah mengenal dan bisa baca huruf Arab.

Jaman saya kecil dulu, memang susah juga disuruh istirahat siang, senangnya kalau pulang sekolah pasti main sama teman sebaya, saya punya tetangga banyak juga dan kita main sampai sore, saling berkunjung ke rumah masing-masing lalu pulang sore hari menjelang Magrib, kadang masih lanjut lagi mainnya setelah Sholat Magrib, tergantung ada PR atau ngga.

Di lingkungan tempat tinggal kami sekarang, agak jarang anak-anak sebaya yang main ke rumah atau main di taman, karena mungkin jadwal sekolahnya yang mulai padat, atau ekskul yang banyak, seperti les bahasa Inggris, les Kumon, les musik, dan lain-lain.

Semakin banyak kompetisi, dan anak-anakpun harus siap untuk menghadapi masa depan mereka, “Didiklah anak-anakmu sesuai jamannya” , soooo.. semoga saja anak-anak bisa siap dan menjadi orang yang bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan juga masyarakat luas. Sebagai orang tua, kitapun harus terus belajar untuk bisa menjadi orang tua idaman.

Read Full Post »

Anak-anakku, generasi Z (catatan dari tetralogy seminar supermoms)

Posted on 3 September 2012 by lativasovianavratilova

Membesarkan anak-anak generasi Z, yang lahir di tahun 2000an, tentu berbeda dengan generasi kita, ayah-bundanya. Saat kita masih kecil, tv yang ada hanya tvri. Tidak ada internet, tv kabel, games, ipad, handphone, blackberry dan lain sebagainya. Jadi kalau kita masih memakai cara yang digunakan orangtua kita dulu untuk mengasuh anak-anak kita sekarang, jelas ga nyambung dong. Atau kalau kata ibu elly risman, “basi lo!!”.

Hari Sabtu, 1 September 2012 yang lalu, saya mengikuti seminar yang diadakan oleh supermoms, dengan tema “Membesarkan anak tangguh di era digital”. Meskipun pernah baca beberapa materi bu Elly Risman dan ga terlalu asing dengan fakta-fakta yang beliau sampaikan, tapi saya tetap shock, kaget dan berkali-kali nangis. Cara Bu Elly menyampaikan materinya, seolah-olah seperti ibu yang menasehati anak, suksesss masuk ke dalam hati dan bikin mata basah. “Tolong jaga cucu-cucu saya ya nak”, katanya beberapa kali, huhuuu gimana ga mewek coba.

Anyway, sekarang saya mau coba mencatat poin-poin yang saya tangkep selama seminar. Maaf kalo isinya berantakan dan mungkin panjaaang, tapi saya berharap catatan saya ini bisa bermanfaat untuk orang lain, dan bisa saya baca ulang nanti untuk men-charge semangat saya dalam mengasuh dan membimbing anak-anak.

 

Bagian pertama, tantangan apa sih yang dihadapi oleh anak-anak kita?

Saat ini ada pihak-pihak yang memang serius menggarap pornografi sebagai bisnis. Bahkan bu Elly berani mengatakan bahwa pornografi adalah terorisme baru di dunia, yang dihadapi oleh semua negara di dunia. Modus operandinya:

  • Meluangkan waktu, uang dan energi untuk mendekati anak-anak kita.
  • Menjadi pendengar yang baik, berempati terhadap masalah anak
  • Anak digoda, dibujuk
  • Konten seksual
  • Komunikasi lancar, tatap muka dan akhirnya seks

Bu Elly menampilkan cuplikan diskusi beliau di TVOne dengan seorang ibu yang anaknya dijual oleh tetangga. Menurut ibu tersebut, si anak hanya keluar rumah 2-3 jam di siang hari, jadi ibu berpikir anaknya hanya main-main seperti biasa. Beliau sama sekali ga nyangka bagaimana kelakuan anaknya di luar rumah. Keliatan banget bahwa si ibu masih menggunakan cara pengasuhan 20 tahun yang lalu (serba percaya, cukup tanya sepintas, otoriter, dsb), dan tentu saja cara itu tidak bisa dipakai di generasi z.

Quotes pertama, JANGAN PERNAH MERASA ANAK KITA AMAN DAN TERKENDALI, never take it for granted. Mungkin rumah kita sudah aman, bagaimana dengan tetangga? Saudara? Teman sekolah? Kita dituntut untuk selalu waspada, bersikap proaktif, dan pahami bahwa apa yang dihadapi oleh anak-anak kita di lingkungannya sangat luar biasa.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Kita dan Buah Hati bulan Januari-Juni 2012 dengan 1176 responden anak kelas 4-6 SD, ternyata 85% responden atau 1000 anak pernah liat pornografi. Yup, silahkan pingsan dulu bentar *ambil air putih*. Jangan salah, responden ini anak-anak dari lingkungan baik looh, yang sekolah di SD yang bagus dan ternama, bukan anak-anak jalanan *semoga Allah melindungi mereka, hiks*. Jadi, masih menganggap anak-anak kita aman? Yakiiin?? *pingsan part 2*

Sebenarnya, sebagian besar anak-anak melihat konten pornografi diawali secara tidak sengaja (78%). Tapi tentu saja yang kita khawatirkan adalah, pengaruh dari ketidak sengajaan itu. Awalnya ga sengaja, terus jadi doyan, lama-lama kecanduan gimana? Oia, dimana sih anak2 melihat konten pornografi? 40% mengatakan di rumah sendiri atau rumah teman. Yak silakan yang pasang wifi di rumahnya untuk pingsan di pojokan sana. Sisanya lihat dimana? Ada warnet, bioskop, dan lain-lain yaitu dari hp supir, hp mama, bbg mama, weksssss……

Darimana sih konten pornografi itu mereka dapet? Dari internet, games, tv, komik, bioskop, dsb. Makanya qt harus bisa keep up dengan pergaulan anak-anak kita. Pastikan semua buku, komik, film dan semua yang dikonsumsi oleh anak kita aman. Kalau kita memang mengizinkan anak kita main games tertentu, pastikan kita juga pernah main games itu sampai tamat. Jangan salah yaa, ada loh games balap mobil yang hadiahnya adalah pemain bisa ngebooking cewe. Gimana dengan kartun? Oh jangan salah, kalo kita googling naruto, banyak situs-situs ga beres yang pake nama ini. Film bioskop? Mungkin film yang kita tonton aman karena udah hasil seleksi, tapi gimana dengan poster-poster yang mereka lihat? Yang gambarnya sudah mengarah ke pornografi?. Belum lagi sinetron tv yang tambah parah, iklan, dan lain sebagainya yang cuplikannya diperlihatkan dan bikin saya bingung. “Itu yang bikin film ga punya dan ga akan pernah punya anak apaa??!!!”

Kenapa sih akses terhadap pornografi kok gampang banget? Well, karena memang ada orang yang menggarap secara serius dan menganggap pornografi sebagai industri. Jangan salah, industri pornografi adalah industri terbesar kedua di dunia setelah senjata ilegal, biasanya susul-menyusul dengan narkoba. Jadi jumlah uang diputar di industri pronografi ini memang luar biasa besarnya.

Ini yang mereka inginkan:

1.    Anak punya perpustakaan porno.

Misalnya diawali dengan anak yang tidak sengaja membeli komik yang ada konten porno, sehingga tanpa sadar anak memiliki perpustakaan pornografi di otaknya yang bisa diakses kapan saja. Bu Elly mencontohkan seperti kita ditanya soal matematika kali bagi tambah kurang yang dengan lancar kita jawab. Naah, itu karena kita sudah punya perpustakaan matematika di otak kita. Bayangkan kalau anak juga memiliki perpus pornografi, setiap saat dia bisa mengulang gambar yang ada di otaknya. Saat di sekolah, di mobil, saat solat, bahkan sebelum tidur pun anak bisa bolak-balik mengákses’ konten porno, naudzubillahimindzalik…..

Quotes kedua, TARGET UTAMA PORNOGRAFI ADALAH ANAK YANG BLASTED, Boring, Lonely, Angry/Afraid, Stress and Tired. Pendidikan dan pengasuhan anak tidak bisa disubkontrak-in ke orang lain!! Jangan sampai anak-anak kita berayah ada berayah tiada, beribu ada beribu tiada. *mewek to the max, ambil tisu *

 

 2.    Rusak otak secara permanen

Anak yang kecanduan pornografi rusak otaknya di bagian pre frontal cortex, yaitu bagian otak dimana moral dan nilai dibentuk. Shortly, ini yang membedakan kita sama binatang. Bagian PFC ini baru matang di umur 25 tahun, sehingga apabila rusak di usia dini karena pornografi, seumur hidupnya dia ga akan bisa bahagia kecuali dengan seks.

Kenapa bisa rusak? Karena saat mengakses pornografi, keluar hormon dopamin yang membuat merasa bahagia, tapi juga membuat kecanduan. Analoginya, orang yang kecanduan es krim awalnya bisa dipuaskan dengan walls, tapi selanjutnya dia menuntut lebih dan baru bisa dipuaskan dengan es krim baskin robbins, selanjutnya es krim haagen daaz dst. Pada anak yang kecanduan pornografi, awalnya dia cukup puas hanya melihat, selanjutnya dia menuntut lebih dan lebih dan lebih, ngeri kan?? *kekepin anak kuat-kuat*

Gini loh tahapannya:

  1. Bagian otak responder minta dipuaskan
  2. Anak, awalnya shock melihat pornografi –> keluar hormon dopamin –> senang –> anak BLASTED –> melihat lagi –> feel better dst
  3. Pornografi terus-terusan melatih bagian otak responder
  4. Akhirnya direktur tidak optimal
  5. Cara kerja otak, you use it or loose it. Karena anak terus-terusan memakai bagian otak responder, akhirnya bagian direktur (PFC) jadi mengecil dan fungsi terganggu.

 

3.    Menjadi pelanggan seumur hidup alias captive market

Inilah yang diharapkan oleh orang-orang di industri pornografi. Saat anak kecanduan dan pornografi dan membeli semua produk yang mereka tawarkan. Kurang lebih sama seperti orang yang kecanduan narkoba. Awalnya kan dikasih sampel gratis, lama-lama kecanduan, dan akhirnya over dosis. Saat anak merasakan ejakulasi 33-36 x karena pornografi, maka bagian otaknya rusak secara permanen. Selamanya dia tidak akan bahagia selain karena seks. Selamanya dia akan menjadi pelanggan pornografi.

spechless

pingsan

…..

Oke, sampai disini ibu mana sih yang ga jadi paranoid?? Saya sendiri ngerasa takut dan ngeri banget. Bukan hanya bayangan Ayesha dan Alena yang ada di pelupuk mata, tapi saya langsung kebayang wajah ponakan-ponakan saya yang usia SD, teman sekolah Ayesha yang masih kecil sudah dikasih bb oleh ortunya, terbayang anak-anak tetangga yang kecil-kecil udah terbiasa ke warnet tanpa pengawasan,  anak sepupu-sepupu saya yang sangat fasih menggunakan ipad, smartphone dsb. Di sisi lain, terbayang tontonan tv yang parah, pemerintah yang lamban memberantas pornografi dan tidak punya sense yang bagus terhadap pendidikan dan pengasuhan anak. Hiks hiks, langsuuuung deh mewek to the max…… *coba diitung, sampe sini aja udah berapa kali saya nangis, hehee*

 

Bagian kedua, jadi apa dong yang mesti kita lakukan?

 Meskipun ngeri dan takut, tapi jangan sampai kita jadi putus asa dong, pastinya ada yang bisa kita lakukan agar bisa mendidik anak yang tangguh di tengah tantangan digital ini. Yang pertama, you are the best therapist!! Kitalah yang (harusnya) paling mengenal anak-anak kita.  Yang kedua, keep in mind that anak-anak yang kita asuh adalah anak generasi z, dengan karakteristik multitasking, tata nilai berbeda, semua cepat, instan, menantang dan menyenangkan. Untuk itu, kita perlu mendiskusikan pola pengasuhan yang digunakan.

Quotes ketiga, TETAPKAN TUJUAN PENGASUHAN. Main bola aja ada gawang sebagai tujuan, masa mengasuh anak tidak ada tujuannya?

Menurut bu Elly, begini langkah-langkah untuk menetapkan pola pengasuhan

  1. Rumuskan tujuan pengasuhan
  2. Ortu mengenali kelebihan dan kekurangan diri masing-masing
  3. Sepakat dan melakukan dual parenting. Hal ini membutuhkan waktu, cara dan konsekuensi yang spesifik.

Dalam menetapkan pola pengasuhan ini, orangtua harus jujur dengan pasangan, sehingga bisa saling melengkapi. Misalnya, kalo istri yang lebih rajin cari info soal parenting, maka suami ga boleh protes kalo tiba-tiba dikasih materi atau didaftarin seminar. Sebaliknya, kalo suami yang lebih sabar, maka saat si ibu sedang emosi, ayahlah yang in charge mengasuh anak-anak.

Kalau yang dishare oleh bu Elly, setidaknya ada 4 tujuan pengasuhan, yaitu mendidik anak agar memenuhi karakteristik berikut:

  1. Anak yang soleh
  2. Calon pasangan yang baik
  3. Calon ayah/ibu yang baik
  4. Profesional

Semua itu intinya adalah agar anak kita dapat bermanfaat bagi umat. Oia, khusus untuk anak laki-laki, tujuannya bertambah:

  1. Pendidik istri dan anak
  2. Pengayom keluarga

Haa, siapa bilang punya anak laki-laki lebih gampang hayooo???? *ketawa puas*

Sejujurnya, rada tertampar juga dengan tujuan pengasuhan ini. Selama ini saya lebih fokus di nomer 4 saja, dengan memperhatikan pendidikan, kesehatan, pemilihan sekolah, dsb. Padahal mendidik anak yang sukses secara profesional hanya bagian kecil dari kesuksesan individu. Tujuan nomer 2-3 malah sering dilupakan. Coba ngacung yang waktu kecil diajarin masak dan ngurus rumah oleh ibunya, saya sih ga pernah sama sekali, hehee….

Terakhir, bu Elly menjelaskan mengenai Peran dan Fungsi Ayah

Menurut beliau, anak Indonesia banyak yang fatherless. Padahal anak yang fatherless cenderung menjadi nakal, agresif, terjerumus narkoba dan seks bebas (anak cowo) atau depresi dan seks bebas (anak cewe). Oleh karena itu, yuk kita kembalikan dan kuatkan fungsi ayah dalam pengasuhan.

Riset membuktikan, kalau anak cewe kurang mendapatkan sentuhan pengasuhan dari ayahnya, dia akan merasa tidak memiliki harga diri, dan mencari pujian dari laki-laki lain (pacar, pergaulan, dll). Sebaliknya, anak cowo yang kurang mendapatkan sentuhan ayah akan lebih banyak terpengaruh ibu, dan pada akhirnya otaknya cenderung jadi kekanan-kananan, alias ke perempuan2an. Hiii….

Selanjutnya Bu Elly membagikan beberapa kiat pengasuhan. Disini udah mulai cape nyatet niih, jadi dibikin poin-poin aja yaa….:

  • Anak perlu validasi atau disebut 3P (Penerimaan, Penghargaan dan Pujian). Jangan sampai anak hanya disebut kalau berbuat salah saja, tapi saat ibunya salah atau anak berbuat baik tidak mendapatkan penghargaan.
  • Sebelum memberikan anak segala sesuatu (mainan, ipad, tontonan, aktivitas, dll) perlu diingat agar kita selalu memperlakukan anak secara patut. Patut disini adalah secara usia, kepribadian, agama dan nilai sosial. Misal, kita memberikan ipad yang isinya games anak mengenai matematika (tambah kurang) di usia balita. Ini tidak sesuai dengan perkembangan otak anak yang di umur 0-6 tahun hanya bisa menangkap hal-hal yang bersifat konkrit.
  • Pendidik yang baik adalah yang bisa menempatkan diri 2-3 tahun diatas anak yang dididik.
  • Kita tidak bisa melindungi anak terus, makanya bekali dari rumah, khususnya kemampuan R (Reason) dan W (Why). Jelaskan alasan ke anak, mengapa ia dilarang begini begitu. Misal anak dilarang melihat pornografi karena bisa menyebabkan kerusakan otak. Jelaskan otak bagian mana yang rusak, dan dampaknya apa. Selanjutnya ajari anak dengan roleplay, hingga jika saat di luar rumah ia menemukan hal-hal yang sudah ia ketahui keburukannya, ia bisa melawannya.

 

Sebagai penutup, Bu Elly meminta agar semua peserta seminar men-share hasil seminar ini, setidaknya kepada:

  1. Saudara kandung, adik dan kakak kita yang memiliki anak.
  2. Orangtua teman-teman sekolah anak kita.
  3. Orangtua dari teman main anak di sekitar rumah.

Intinya, supaya kita bisa saling menguatkan dengan lingkungan sekitar. Kenapa? Karena kita ga mungkin ngunci anak-anak kita di rumah dan ga boleh main sama anak lain. Jadi kita share ilmu yang kita punya supaya orangtua dari teman dan saudara anak-anak kita punya pengetahuan dan kepedulian yang sama. Yuk ah, kita terus belajar menjadi orangtua….

Read Full Post »

Jumat lalu, tanggal 14 September, giliran TK Dammar, TK.Harapan Mulia mengadakan acara Halal Bihalal, acaranya ada makan bersama dan tampilan tarian serta pembacaan doa dari anak-anak murid.

Dikarenakan minggu lalu, saya sudah dua hari ijin cuti, jadi kalau harus ijin lagi, ngga enak sama bos, dan jatah cuti juga tinggal menipis. Ada untungnya juga sih, karena biasanya kalau ada Mamanya,Dammar sering ngga mau tampil untuk menari di panggung,pengalaman waktu di Play Grup, dia ngambek maunya dipangku saya, padahal teman-temannya pada naik ke panggung. Alasan dia,kalau di sekolah aku mau, tapi kalau di sini ngga mau, kebetulan tempatnya di sekolah Global, pinjam aulanya.

Syukur, gurunya Dammar, Ms.Bunga sempat photoin Dammar dan dikirim melalui BBM ke saya, jadi saya bisa punya photo kenang-kenangan dia. Saya kebagian untuk bawa sambal kentang dan dapat dana subsidi dari sekolah sebesar Rp.30,000,-, saya minta mbak Isah untuk memasak dan untuk datang juga ke sekolah waktu acara halal bihalalnya.

Lucu lihat anak-anak mau menari dan baca doa beramain-ramai di panggung, setiap hari kita orang tuanya diminta untuk membantu menghapal bacaan doa dan lagu yang akan dinyanyikan pada acara halal bihalal.

Bapaknya sudah membelikan baju koko warna putih, tapi Dammar ngga mau pakai, padahal kan di suruh pakai baju muslim, akhirnya waktu saya telpon, pakai baju apa, karena saya sudah terlanjur berangkat ke kantor, kata Bapaknya, pakai baju seragam waktu dia dapat di Play Grup Al Ikhlas, jadi dulu itu sempat sudah dapat seragam, dan sempat sekolah hanya 2 minggu, tapi mogok anaknya, ngga mau berangkat sekolah.

Dan saya cuma punya dua photo waktu Dammar menari di panggung.. lucunya.. anak laki-laki Mama… I am so proud of you…..

Read Full Post »

Jet-lag

Jetlag…. masih kaget sama kebiasaan lama dan belum terbiasa dengan kebiasaan baru, mau ngga mau, saya setiap hari harus mikirin apa saja bekal dan makan siang anak saya yang paling besar, persiapkan buku-bukunya untuk esok hari, apakah ada PR atau tidak, dan lain lain.

Karena terbiasa, waktu Alifa TK, bawa bekal saja, tanpa harus bawa makan siang, dan PR juga masih bisa dihandle oleh asisten rumah tangga, maka saya masih asik-asik saja tuh, tapi begitu masuk SD, tahun ajaran ini, mulai deh kepusingan-kepusingan yang datang, apalagi mbak asisten satu lagi ngga balik setelah lebaran, jadi mbak Isah hanya sendirian di rumah.

kata teman saya, Yani, ” welcome to my world” hehehehe.. jadi Yani itu setiap hari bangun tidur jam 4, lalu dia masak untuk suami dan anak-anak, lauknya cukup satu-dua macam saja. Bekal anak-anak, biasanya yang gampang, seperti nasi goreng atau serba pasta, macaroni, spageti, atau kadang-kadang mpek-mpek..hehehe.

Malam harinya sepulang kerja, dia mencuci baju, pakai mesin cuci pastinya, dan si mbak tinggal jemur pagi harinya, lalu siangnya si mbak yang nyetrika.Sepertinya saya lagi coba untuk pakai mbak asisten hanya satu saja, toh Yani saja bisa bisa saja tuh, saya juga harusnya bisa, ( optimis realistis mode on) dari pada saya bayar 2 asisten, bisa satu juta lebih, malah kerjaan juga suka ngga beres, mending satu saja, kan ada bapaknya di rumah dan anak-anak juga sudah mulai besar,  semoga mbak Isah kuat dan sehat-sehat terus.

Mulai hari ini, saya harus juga bangun jam 4, lalu masak ala kadarnya dibantu mbak Isah, lalu menyapu, biar nanti mbak Isah yang tinggal mengepel lantai setelah anak-anak berangkat sekolah, untuk urusan cuci mencuci sementara saya akan serahkan ke laundry kiloan, perkg harganya 7 ribu rupiah, ngga harus setiap hari, paling tidak dua hari sekali lah, biar irit, dan pakaian dalam, kita cuci sendiri saja, kan ada Rinso Cair…hehe.. bukan iklan lho, tapi memang karena saya pakai itu di rumah, tinggal rendam, kucek-kucek sebentar, sambil mandi, sambil sikat kamar mandi juga, sambil sabunan, pokoknya multi tasking deh.. hehehe..

Ada hikmahnya juga, jadi saya bisa lebih rajin, hitung-hitung olah raga, biar tambah sehat, bangun pagi, dan gerak sana sini, trus juga anak-anak biar bisa lebih mandiri, karena dia harus mempersiapkan buku sendiri, mainan harus dibereskan ke tempatnya lagi, mandi sendiri, tapi makan belum bisa sendiri nih, masih harus disuapin, karena seringnya lama padahal sudah mau berangkat sekolah, yaaa.. semua proses ya.. dalam hidup itu, apapun keadaan kita, kita harus banyak-banyak bersyukur, dan ambil sisi positifnya.

Semangat….!!!

 

Read Full Post »

Sejak pasang iklan apartemen disewakan di Green Palace, Kalibata, sudah ada beberapa yang telpon dan sms, ada yang telpon mau janjian lagi, tapi kenyataannya, ngga telpon lagi, ada yang memang serius melihat langsung ke unit.
Dan kejadian minggu lalu, saya janjian jam 4.30 sore, tetapi sampai jam 5 lewat, ngga datang-datang, lalu saya telpon ngga diangkat-angkat, saya sms ngga dibalas, saya kirim bbm juga ngga dibaca.
Lalu jam 6 sore, saya kirim sms, saya kasih tahu kalau saya cuma bisa tunggu sampai jam 6 sore, karena saya harus jemput anak saya. Tiba-tiba dibalas smsnya, ” maaf bu, hp ibu “K” ketinggalan di rumah, ini saya sepupunya, kalau ibu mau, telpon saja ke XLnya, dia bawa kok, tadi dia mampir ke rumah sakit dulu” .. Nah lho kenapa saya yang jadi harus telpon-telpon dia? dan cek ke RS dulu? tapi mau janjian juga sama orang lain?…dan jam 8 malam, ada sms lagi,masih dari sepupunya yang balas, kalau ibu “K” sudah di Kalibata kata sepupunya, tanya ada orang atau tidak, dia mau lihat unit, dan saya bilang kalau saya sudah pulang, tidak ada orang di unit.
Setelah dua hari kemudian, saya bbm lagi, say sorry kalau saya waktu itu pulang duluan, dan ngga tahu kalau hpnya ketinggalan, eh ngga dibalas-balas, padahal sudah dibaca, aneh ya?
Yaaah.. gitu deh, kata suami saya, ” mereka soalnya kan belum keluar uang, jadi nothing to lose, mau dateng atau tidak,serius atau tidak, jadi ya siap-siap aja kejadian yang seperti ini.

Ngga papa… kan saya berdoa sama Allah agar dapat penyewa yang baik-baik, dan bisa bertanggung jawab, jadi kalau ngga jadi ya pasti sudah seleksi alam, Insya Allah nanti ada kok, rejeki ngga kemana pastinya.

Lalu,satu lagi, pesan pembantu tapi dijanjikan melulu, sampai saat ini belum ada yang betul-betul datang ke rumah. Semoga Allah juga kasih yang baik apabila dapat prt, dan alternatifnya kalau memang susah dapat prt, ya saya akan tawarkan mbak Isah, mau ngga bekerja sendiri, dan gaji saya naikkan. Nanti saya coba bicarakan

Read Full Post »

Celotehan Dammar

” Aku kepanasan nih” kata Dammar, setelah pulang sekolah. Bapaknya jawab,” ya sudah masuk kulkas sana,” dan Dammar balik jawab,” ngga mau yang dingin-dingin kayak gitu, nanti aku jadi es batu lagi” hehehee…lucu

Read Full Post »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

BLOG BELALANG CEREWET

dicatat biar awet

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination