Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2012

Setuju lho, kalau berbicara dan perlakuan kita terhadap anak itu, ngga bisa disama ratakan, kecuali adil ya? itu harus diantara sesama saudara, sedangkan perlakuan cara berbicara dan perintah memang harus disesuaikan dengan karakter anak.Contohnya anak saya yang kedua, Dammar paling susah kalau diperintah, senangnya merintah melulu, diajak mandi, disuruh berhenti main game, disuruh letakan barang ke tempatnya, dan lain-lain, sering sekali menentang, ” mama aja.. atau.. mbak aja..”.

Dan, saya mulai belajar, memang kalau untuk model anak seperti Dammar, kita harus beri penjelasan yang masuk logika, bukan asal melarang, beda dengan Alifa yang anaknya lebih penurut dan sweet girl.

 

Copy dari blog Simple Mom

tips parenting – gaya berbicara dengan anak

 

Tiap anak memiliki karakter sendiri dan masing-masing anak berbeda tentunya. Apalagi moms yang punya 2 anak atau lebih.

Ngomong dengan anak yang pertama, harus hati-hati karena anaknya perasa, nada bicara kita naik sedikit, mata anak sudah berair. Beda lagi dengan anak kedua, harus banyak penjelasan dan detail. Beda lagi dengan anak ketiga yang tidak suka bila disuruh-suruh ama ortunya dan suka melawan. Karena karakter anaknya beda kan moms?

Berikut sedikit tips bagaimana cara ngobrol atau bicara dengan anak sesuai dengan karakternya

  1. Bicara dengan anak yang berkarakter ceria atau bersemangat, kita harus ikut bersemangat. Tidak hanya nada bicara, tapi perlu juga didukung dengan bahasa tubuh dan mimik muka. Kayak lagi maen sandiwara aja moms hehehe… Anak akan senang bila moms nya semangat seperti dia.
  2. Bicara dengan anak yang punya kemauan sendiri atau bahasa sehari-harinya adalah anak yang keras kepala, kita harus sering bicara menggunakan logika yang masuk akal buat anak. Kalo mom ingin menyuruh anak melakukan sesuatu, misalnya menyuruh dia tidur siang, “Tono, bobo siang sekarang yuk, kan nanti sore kita mau beli sepeda baru, biar nanti Tono gak ngantuk pas di jalan” Bicara seperti itu akan lebih membantu daripada “Tono, waktunya bobo siang, sekarang” 
  3. Bicara dengan anak yang halus perasaannya atau peka, gampang tersentuh hatinya, kita harus berhati-hati sekali. Menegur anak yang seperti ini, sangat tidak disarankan untuk menggunakan nada suara tinggi atau mata melotot hehehe… cukup bicara dengan baik-baik dan dia pasti langsung mengerti kok Dan biasanya anak yang begini senang dengan pelukan, tepukan di bahu atau usapan di kepala.
  4. Bicara dengan anak yang cuek, pencinta damai, penurut, kita harus selalu memberikan instruksi atau arahan yang jelas kepada dia. Detail lebih bagus. Apa yang kita instruksikan ke dia, itulah yang dia lakukan, tepat! hehehe… Jadi jangan berharap dia akan berinisiatif atau mengerti sendiri tanpa kita memberitahu kepada dia. Buatkan dia jadwal dengan detail, rinci, dan dia akan nurut. Bicara dengan jelas dan terperinci ke dia, bila perlu beri catatan-catatan pengingat.

Mungkin moms sering dengar istilah sanguin, kolerik, melankolik dan plegmatik. Itu keempat temperamen manusia pada umumnya. Dan seiring dengan bertambahnya usia, akan ada perubahan temperamen pada anak. Bisa jadi anak yang waktu kecil selalu ceria, senang menyanyi, bicara dll (sanguin), ketika remaja berubah menjadi pendiam dan perasa (melankolik). Jadi sesuaikan cara kita bicara kepada anak dengan temperamen anak, supaya pembicaraan kita efektif.

Read Full Post »

Hari ini… 39 tahun yang lalu, di hari yang sama dengan hari ini, yaitu hari Jumat, ibuku melahirkan aku, sebagai anak pertama, anak yang ditunggu-tunggu kehadirannya.Dulu saya masih tergantung dan menyusahkan orang tua, sekarang, sudah ada dua orang anak yang lucu-lucu karunia Ilahi yang tergantung terhadap saya dan Bapaknya juga tentunya.

Alhamdulilah, segala yang saya dapatkan adalah anugrah yang tak terhingga sehingga saya bisa seperti sekarang ini, berkat doa kedua orang tua yang tidak henti-hentinya untuk anak-anaknya, ya Allah, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sejak kecil, aamiin.

Tidak puas adalah manusiawi, tetapi sebagai seorang muslim, kita harus perbanyak rasa syukur kita dan taat kita kepada Sang Pencipta, justru dengan tidak puas tapi dialihkan ke hal positif, akan sangat membantu, misalnya tidak puas dengan bacaan ngaji kita, tidak puas dengan hasil olah raga kita, tidak puas dengan sholat kita yg kurang khusuk, dan masih banyak lagi hal-hal yang harus kita tingkatkan.

Banyak ucapan dan doa yang dikirim melalu FB, sms atau bbm, terutama dari suami dan anak-anak yang mengucapkan langsung , bahagia rasanya, ada keluarga yang mendampingi dan sayang kepada saya, dan semua doa yang baik-baik semoga menjadi kenyataan, begitu juga dengan yang mendoakan.

Rencana dan harapan masih banyak yang harus diwujudkan, seperti pergi ke Mekkah, bersama suami dan kedua orang tua, menambah aset rumah satu lagi, dengan KPR, mendaftarkan Alifa ikut Aikido dan Renang.

Setiap detik adalah berharga, kita tidak tahu apakah masih ada hari esok, semoga kita bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk kebaikan kita semua.

Read Full Post »

Setelah acara perpisahan Alifa, kita pergi makan siang ke Kalibata, dan dapat kabar kalau ayahnya mbak Isah(pembantu di rumah) pingsan dan dibawa ke rumah sakit di Brebes.Kami membolehkan mereka, ibu dan anak untuk pulang kampung hari itu juga, dan sampai hari Senin, ayahanda masih terbaring di rumah sakit, koma. Saya yang juga harus pergi bekerja, tidak tega meninggalkan anak-anak hanya dengan bapaknya saja, hanya satu hari itu saya masuk, dan Selasa plus Rabunya saya cuti lagi.

Alhamdulilah, anaknya mbak Isah, Riska bisa datang duluan pada hari Rabu sore diantar kakaknya, yaaah.. paling tidak meringankan pekerjaan saya dan ada yang menemani main anak-anak juga.

Kamis pagi kemarin akhirnya ayahanda mbak Isah berpulang, setelah 8 hari koma di RS, dan seperti biasa, kebiasaan tahlilan, biasanya bisa sampai 3 hari atau 7 hari, tergantung mereka.

Setiap kejadian, selalu ambil sisi positifnya, untungnya anak-anak sedang liburan sekolah, jadi tidak terlalu repot menyiapkan bekal dan baju mereka, untungnya lagi, saya masih ada sisa cuti yang lumayan, walaupun saya harus sisakan untuk persiapan lebaran nantinya, biasanya kira-kira 7 hari sebelum dan setelah lebaran.

Cepetan balik ya mbak,…. saya tekor ni kalau makan di luar melulu.

 

 

Read Full Post »

Alhamdulilah, tanggal 14 Juni 2012 yang lalu, ada acara wisuda-an Alifa, selesai TK B-nya, di Harapan Mulia, Bekasi Selatan dan saya ambil cuti untuk bela-belain menyaksikan acara Wisudaan, sekaligus tampilan Alifa menari di panggung.Walaupun ada training di hari yang sama di kantor, dan dapat sertifikat, apalah artinya dengan kebahagiaan anak saya, disaksikan orang tuanya, dan dia sudah mati-matian latihan menari ” Beautiful”nya Cherry Belle. Kerja mah bisa seumur hidup, tapi moment dengan anak tidak akan terulang.

Seharusnya Dammar juga menari di panggung, karena ada tampilan untuk anak Play Grup juga  tapi dia ngambek, tidak mau naik ke panggung, padahal sudah dibujuk oleh saya, oleh missnya, tapi tetap tidak mau juga, sampai nangis-nangis,ya sudah… apa boleh buat, waktu ditanya miss-nya, kenapa ngga mau ke panggung, kata Dammar, “aku ga suka”. Waktu Alifa PG, dia mau lho ikutan nari ke panggung, dan ga malu-malu, beda ya mereka berdua?.

Tahun ini, awal baru Alifa menjadi anak SD, dan berharap pilihan sekolahnya ngga salah, Alifa bisa mengikuti pelajaran, menikmati kebersamaan dengan teman-teman dan guru-gurunya nanti, semoga kami tidak sia-sia kita sebagai orang tua membiayai pendidikannya sampai dia lulus kuliah.

You are Beatitul

Read Full Post »

Damar Wulan

Nama anak kedua kami, Dammar Fazli Bharoto, nama Damar, kita pilih, sebagai pelita, penerang, dan Fazli adalah kemakmuran, kalau tidak salah, dan Bharoto artinya ksatria.

Tetapi karena nama Damar, lebih ngetop dengan Damar wulan, maka setiap orang yang tanya, namanya siapa/?Dammar..pasti semua orang langsung bilang,” oh Damar wulan ya”.. saking seringnya,dibilang begitu, kemarin Dammar bilang..” kenapa sih kok Dammar wulan melulu.. emang kenapa sih?, terus terang, saya juga tidak tahu cerita secara detil tentang cerita rakyat Damar wulan, nah makanya rencana mau beli buku atau browsing di mbah google.

Dan ini ada cerita ringkasnya tentang Damar Wulan.. yuuk sambil dibaca…

Damarwulan

Sandhyakala ning Majapahit oleh Sanoesi Pane

Sandhyakala ning Majapahit merupakan sebuah drama yang ditulis berdasarkan cerita karya sejarah (tentang Kerajaan Majapahit) . Pada bagian awal, yaitu bagian ‘Kata Bermula’ diungkapkan bahwa cerita tersebut ditulis berdasarkan berita dalam Serat Kanda, Damar Wulan, Pararaton, dan Nagarakrtagama. diterbitkan untuk pertama kalinya oleh Pustaka Jaya, Yayasan Jaya Raya, tahun 1971.
Cerita drama SNM ini terdiri atas pengantar cerita (Kata Bermula) dan lima bagian (babak).
Kata bermula berisi tentang doa kepada Syiwabudha, agar lakon yang dipersembahkan itu berjalan dengan selamat. Selain itu, diceritakan pula asal (sumber) cerita, siapa tokoh Damar Wulan itu, dan harapan pujangga kepada generasi berikutnya untuk membuat naskah drama yang lebih baik.

Drama ini berkisah tentang tokoh Damar Wulan yang bergelar Raden Gajah, seorang pahlawan di Kerajaan Majapahit, yang kemudian dihukum mati karena dituduh ingin menguasai kerajaan. Ia adalah putra dari Patih Udara dan Nawangsasi, dan keponakan dari Patih Majapahit. Di dalam diri Damar Wulan mengalir dua bakat, yaitu bakat seorang pendita dan bakat seorang kesatria. Kedua bakat itulah yang membuat tokoh utama dalam SNM ini menjadi seakan berputus asa, seakan menjadi seorang yang bimbang. Kedua bakat itu pula, akhirnya, membawa Damar Wulan pada situasi yang sulit dan membingungkan, ketika Majapahit membutuhkan tenaganya untuk menghadapi Adipati Wirabumi, Menak Jingga, yang berkhianat kepada kerajaan. Dia berada dalam dilema antara kewajiban menjadi seorang kesatria dan keinginan untuk menjadi seorang pendita. Kedua pilihan tersebut sama-sama sulit atau tidak menguntungkan untuk saat itu di Majapahit. Namun kemudian, dengan berbagai pertimbangan dan pemikiran yang sulit serta berkat dorongan kekasihnya, Anjasmara, dia memutuskan untuk berangkat ke Wirabumi sebagai kesatria, guna menjatuhkan Menak Jingga.

Sebagai seorang keturunan kesatria, sejak kecil Damar Wulan telah dipersiapkan untuk menjadi seorang kesatria. Ke-kesatria-an ini telah dibuktikannya dengan ikut membantu Adipati Tuban berperang melawan Menak Jingga, di Wirabumi. Dalam perang itu, Damar Wulan memperlihatkan kehandalannya sebagai prajurit perang. Oleh karena itu pula, dia direkomendasi oleh Adipati Tuban untuk mengantikannya sebagai pemimpin pasukan perang ke Wirabumi. Hanya saja, setelah kembali ke Paluh Amba, setelah ikut berperang membantu Adipati Amba, dia menjadi bimbang. Dia menyadari, bahwa “ketika perang masih berlaku hanya kuingat maju ke muka, memusnahkan segala yang menghambat daku” . Akan tetapi, setelah itu, dia senantiasa teringat orang yang telah dibunuhnya. Dia tidak sampai hati melihat anak dan ibunya menunggu bapak dan suaminya di pintu gerbang. Tangisan anak dan ibu tadi sangat memilukan hatinya dan membuat jiwanya menderita, dan perasaan berdosa selalu membebaninya.

Sementara itu, Damar Wulan juga melihat dan berpikir bahwa Majapahit tidak perlu ditolong lagi. Sebenarnya, tanpa serangan Menak Jingga pun, Majapahit telah runtuh. Hal itu disebabkan oleh ‘bobrok’nya moral para pendita dan para bangsawan. Agama tidak lagi diperlukan untuk meninggikan budi, tetapi diperlukan untuk memperkukuh kekuasaan. Pendita hanya berguna untuk menambah kebodohan, karena agama dijadikan takhyul dan arca disembah seperti dewa. Para kesatria sudah berlaku sebagai perampok, sementara rakyat semakin kurus dan sengsara.

Kedua kondisi di atas mendorong Damar Wulan untuk berpikir memilih menjadi seorang pendita. Oleh karena itu pula, dia cukup lama berdiam diri dan tidak menghiraukan Majapahit yang ‘nyaris’ dikuasai oleh Menak Jingga. Barangkali, hal itu dilakukan oleh Damar Wulan adalah untuk menebus perasaan berdosanya tadi. Dengan demikian, dia juga berharap akan dapat menyadarkan para pendita dan para bangsawan dan mengembalikan agama kepada fungsi dan posisinya yang semula. Akan tetapi, jauh dilubuk hatinya, Damar Wulan merasakan panggilan yang sangat kuat untuk menjadi seorang kesatria. Di samping itu, dia sadar betul bahwa Majapahit berada dalam kondisi yang sangat menjemaskan. Tentu saja, keinginannya itu menjadi tidak tepat untuk kondisi negara yang seperti itu. Dalam keadaan negara yang kacau, dia tidak akan dapat melakukan perbaikan di bidang agama dan moral tadi. Itulah dilema yang dihadapi oleh Damar Wulan. Namun, akhirnya, dia memutuskan untuk pergi berperang melawan Menak Jingga ke Wirabumi.

Pilihan akhir dari Damar Wulan membuat keinginannya menjadi kenyataan. Dia menang melawan Menak Jingga dan diangkat menjadi Ratu Angabaya. Dia berhasil mengembalikan moral dan agama pada posisinya semula di kalangan rakyat, tetapi dia dimusuhi oleh para pendita dan para bangsawan, yang takut kekuasaannya akan menjadi hilang. Akhirnya, Damar Wulan dihukum mati, karena dituduh akan merebut kekuasaan Majapahit oleh kedua kaum tadi. Meskipun, Damar Wulan mati, namun dia telah berhasil menyadarkan rakyatnya. Hal itu dibuktikan oleh kemarahan rakyat mendengar Damar Wulan dihukum mati. Mereka menyerang Majapahit dan untuk kemudian Majapahit runtuh dan digantikan oleh Kerajaan Islam. ***

Syair Damarwulan dalam Kesusastraan Melayu
Sebuah Penafsiran ala Strukturalisme Levi-Strauss
Penulis : Partiningsih (skripsi kuliah di Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta)

Bagi pengkaji sastra Melayu, buku ini cukup penting untuk dibaca karena dapat dijadikan sumber referensi dalam mengkaji kebudayaan Melayu yang penuh dengan kisah dan mitos.
Sebagai sebuah kajian sastra, buku ini sangat menarik dan membuat banyak orang penasaran. Orang akan bertanya, benarkah di tanah Melayu ada kisah Damarwulan? Bukankah kisah ini hanya ada di Jawa? Bagi orang antropologi, khususnya antropologi politik, sekilas tentu akan menduga jika memang ada hal itu pasti dilatarbelakangi oleh sentimen Jawa, sehingga orang Melayu membuat cerita tandingan. Seperti halnya kisah tentang asal nama Minangkabau, salah satu versinya menyebutkan bahwa nama Minangkabau berasal dari kemenangan orang Minang beradu kerbau dengan orang Majapahit. Menang kerbau menjadi Minangkabau.

Akan tetapi, jika membaca karya Partiningsih ini, cerita Damarwulan versi Melayu lebih mirip dengan versi Jawa, hanya bentuknya saja yang berbeda. Versi Jawa ditulis dalam bentuk cerita, sedangkan versi Melayu ditulis dalam bentuk puisi.

Pada umumnya, kisah tentang Damarwulan memang dianggap berasal dari Jawa. Kisah ini berlatarbelakang kejayaan Kerajaan Majapahit tempo dulu. Namun, dalam buku ini Partiningsih menemukan bahwa dalam khazanah kebudayaan Melayu, kisah Damarwulan juga ada, meskipun dalam bentuk syair.

Melalui pendekatan Levi-Strauss, Partiningsih membuktikan bahwa syair Damarwulan Melayu memang penuh cita rasa kebudayaan Melayu, meski nama-nama dalam syair tetap menggunakan nama-nama yang sama dengan kisah versi Jawa. Sebenarnya jika dicermati memang agak aneh, mungkinkah orang Melayu memiliki nama Patih Logender (ditulis Pati), Menakjingga, atau Anjasmara?.

Syair Damarwulan adalah sebuah naskah. Jika demikian, syair ini merupakan sebuah teks yang harus dibaca agar dipahami maksudnya. Pembacaan dilakukan dengan pendekatan Levi-Staruss, yaitu mencoba mencari struktur terdalam pada syair Damarwulan Melayu. Jika sudah ditemukan strukturnya, baru kemudian ditafsirkan berdasarkan konteks kebudayaan Melayu.

Apa yang dilakukan oleh Partiningsih sebenarnya bukan pada syair Damarwulan Melayu ini, akan tetapi lebih pada membaca Melayu, terutama upaya untuk memahami kebudayaan Melayu melalui teks. Apabila di dalam pembacaan ini nantinya terdapat kesalahan, maka hal itu masih wajar. Menjadi tidak wajar jika dalam pembacaaan ini nantinya Partiningsih melibatkan emosinya sebagai orang Jawa yang juga memiliki kisah Damarwulan. Tentu hal ini akan menjadi bias.

Dalam kesimpulannya, Partiningsih tampaknya cukup dapat menjaga perasaan kejawaannya sehingga tidak terlihat rasa Jawa dalam skripsi ini, akan tetapi tetap mengedepankan sisi ilmiah sesuai dengan pendekatan Levi-Strauss. Syair Damarwulan dalam hal ini tampak sebagai sebuah naskah Melayu yang mengajarkan kemandirian, kejujuran, keluarga, dan sikap satria, yang juga diajarkan dalam kebudayaan Melayu. Intinya, syair Damarwulan yang dikupas Partiningsih yang orang Jawa itu tetap mengusung keluhuran budaya Melayu.

Damar Wulan, Wayang Klitik dari Jawa Timur.
Damar Wulan (sering juga ditulis Damarwulan) adalah seorang tokoh legenda cerita rakyat Jawa. Kisah Damar Wulan ini cukup populer di tengah masyarakat dan banyak terdapat versi lakon, sendratari ataupun cerita tertulis yang telah dibuat mengenainya. Umumnya, kisah-kisah tersebut adalah berdasarkan Serat Damarwulan[4], yang diperkirakan mulai ditulis pada masa akhir keruntuhan Majapahit.

Diceritakan awalnya Damar Wulan mengabdi sebagai tukang rumput kepada Patih Loh Gender dari Majapahit. Karena kepandaiannya, Damar Wulan dapat menjadi abdi andalan Patih Loh Gender, dan Anjasmara putri sang patih terpikat dan jatuh cinta kepadanya. Damar Wulan kemudian mendapat tugas dari raja putri Majapahit, yaitu Ratu Kencana Wungu, untuk menyamar dengan tujuan membantu mengalahkan Menak Jinggo penguasa Blambangan yang bermaksud memberontak kepada Majapahit. Damar Wulan yang tampan dapat menarik perhatian selir-selir Menak Jinggo, yaitu Waeta dan Puyengan. Dengan bantuan mereka, Damar Wulan berhasil memperoleh senjata sakti gada Wesi Kuning milik Menak Jinggo. Menak Jinggo kemudian berhasil dikalahkan dan Damar Wulan menjadi pahlawan. Ia memboyong kedua selir tersebut, serta pada akhirnya juga mempersunting sang raja putri Majapahit.
Cerita alternatif
Dalam kesenian wayang Banyuwangi dan Janger, penggambaran Menak Jinggo berlawanan dengan penggambaran dalam Serat Damarwulan. Menak Jinggo digambarkan berwajah rupawan, disukai banyak wanita, arif bijaksana, dan pengayom rakyatnya. Menak Jinggo memberontak karena Kencana Wungu tidak memenuhi janji menjadikannya suami, setelah Menak Jinggo mampu menaklukkan pengacau Kebo Marcuet yang mengamuk di Majapahit. Meskipun akhirnya ia dikalahkan Damar Wulan, Menak Jinggo tetaplah dianggap terhormat.

Oleh Sanusi Pane, salah seorang sastrawan Pujangga Baru pernah menulis naskah drama Damar Wulan, yang diberinya judul Sandyakala Ning Majapahit. Meskipun demikian, akhir ceritanya sama sekali berbeda dengan Serat Damarwulan yang dijadikan dasar pembuatannya. Dalam versi Sanusi Pane, nasib Damar Wulan berakhir menyedihkan. Damar Wulan dituduh berkhianat dan tidak dinikahkan dengan sang raja putri. Ia pun akhirnya dihukum mati, dan setelahnya Majapahit ditumbangkan oleh pasukan dari Kerajaan Demak Bintara.

Syahdan Sang Pramudya Wardani merupakan ratu dari kerajaan Majapahit dan pada masa itu kerajaan dalam masa masa transisi ,banyaknya pemberontakan terutama pemberontakan dari Kadipaten Blambangan yang telah dikuasai seorang mantan Perampok bergelar Kebo Marcuwet dan duduk sebagai raja kecil di Blambangan. Kesaktian sang Adipati Blambangan ini konon tiada yang dapat menandinginya. Sosok inilah yang meresahkan kehidupan berbangsa dan bernegara kerajaan Majapahit, dikarenakan kondisi Majapahit saat itu telah banyak ponggawa ponggawa kerajaan yang terbius akan ketamakan. Bulubekti (Pajak ) yang dipungut dari rakyat tidak maksimal masuk ke kas negara, Sedang pajak yang telah masukpun banyak yang digunakan tidak semestinya dan kondisi ini diketahui oleh Adipati Blambangan.

Melihat kondisi ini banyak orang orang nasionalis yang memberi nasihat pada Ratu dan keluarlah maklumat ,” Barang siapa bisa mengalahkan dan membawa kepala Kebo Marcuwet maka jika laki laki akan dinikahinya,jika perempuan akan diangkat saudara oleh Ratu.”

Banyaklah para pemuda,pendekar yang mencoba menumpas,membunuh Kebo marcuwet akan tetapi semuanya pulang tinggal nama, kabar ini menggelisahkan sang ratu. Suatu pagi di dalam pisowanan agung menghadaplah seorang pemuda bernama Ajingga. Pemuda itu gagah,Tampan, murid seorang pertapa dari Padepokan Cakra Surya di Gunung Lawu. Alkisah Ajingga pun berangkat ke Blambangan dan bertarung dengan Kebo Marcuet, pertarungan yang hebat antar keduanya, konon katanya pertarungan itu memakan waktu 7 hari 7 malam dan Kebo Marcuwetpun bisa dibinasakan. Akan tetapi keadaan Ajingga sangatlah mengenaskan ,tubuhnya banyak terluka. Wajahnya yang ganteng,tampan telah sirna beberapa tubuhnya telah cacat dan jalannya pun telah pincang setelah sembuh karena diobati oleh gurunya.

Setelah sembuh Ajingga menghadap Sang ratu dan menagih janji . Akan tetapi apa yang terjadi setelah dia tiba di keraton Majapahit. Sang ratu menolak karena Ajingga telah berubah menjadi sosok yang menyeramkan,muka yang telah hancur, kaki yang telah cacat. ( he he he ternyata sama saja dari dulu hingga sekarang ,pengorbanan para pahlawan banyak yang disia siakan ). Ajingga diusir dari kerajaan Majapahit dan iapun pergi ke Blambangan ,daerah yang telah ditaklukkannya. Bergelarlah ia menjadi Adipati Menak Jinggo bertahta di Blambangan dan Ajinggapun meneruskan tradisi Kebo Marcuet ,Memberontak pada Kerajaan. Walau akhirnya ia dapat dikalahkan oleh Damarwulan dengan tipuan. Akan tetapi itulah politik segala cara ditempuh,segala jalan diambil entah itu jalan putih ,hitam ataupun abu abu.

Damarwulan Karya Zuber Usman Balai Pustaka

Damarwulan tokoh legendaris dalam sastra lisan Jawa Timur telah diangkat penulis menjadi cerita yang menarik. Dengan latar Kerajaan Majapahit yang diperintah raja putri Dewi Suhita, Damarwulan sebagai tokoh kebenaran dapat menaklukkan Menak Jingga, Raja Blambangan yang memberontak terhadap Kerajaan Majapahit.
Dalam cerita ini muncul pula tokoh punakawan Sabda Palon dan Naya Genggong pada pihak yang benar serta Dayun pada pihak yang salah yang dapat memberi wama tersendiri dalam khazanah sastra Indonesia.
Dalam Buku ini dibagi dalam 19 Bab
1. Mengundurkan Diri dari Pemerintahan 1
2. Disuruh Memperhambakan Diri kepada Paman 13
3. Majapahit dan Blambangan 23
4. Keangkuhan 29
5. Ksatria Jadi Tukang Arit 37
6. Negeri Selalu dalam Huru-hara, Rakyat Hidup Merana 47
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
7. Dewi Anjasmara 59
8. Berita dari Paluh Amba-Cinta dan Kewajiban 71
9. Majapahit Memerlukan Senapati 77
10. Raden Gajah Memenuhi Harapan Ratu Majapahit 89
11. Menyerang Prabalingga 97
12. Berita Kemenangan 117
13. Diangkat Menjadi Raja Angabaya 131
14. Kedengkian Menyalakan Api Dendam yang Tak Padam-Padam 137
15. Usaha Memakmurkan Negeri dan Membela Rakyat 143
16. Kedatangan Tentara Panji Wulung 151
17. Berkumpul dengan Keluarga 161
18. Fitnah dan Iri Hati Makin Membakar Majapahit 167
19. Bala Tentara Bintara dengan Mudah Memasuki Majapahit 179

Read Full Post »

VERTIGO DAN PENGOBATANNYA | CIRI SAKIT KEPALA VERTIGO

Dalam berbagai pembahasan, vertigo diterangkan dengan batasan yang berbeda-beda.
Namun, umumnya vertigo dijelaskan sebagai adanya ketidakseimbangan atau gangguan keseimbangan. Vertigo berasal dari bahasa Yunani yang berarti memutar. Rasa sakit pada vertigo juga berputar-putar atau yang sering disebut dengan pusing tujuh keliling.

Vertigo kadang disertai rasa terhuyung seakan mau jatuh dan dengan bunyi berdengung pada telinga. Namun, vertigo dapat muncul akibat gangguan mata atau leher. Ukuran lensa, misalnya, antara mata kiri dan kanan berbeda jauh, atau terjadi gangguan pada sumbu mata sehingga menyebabkan penglihatan menjadi rangkap dan kabur.
Apa itu Vertigo?

Pada dasarnya vertigo adalah gangguan keseimbangan pada susunan saraf yang penyebabnya secara pasti kurang dapat dipastikan. Berbagai penyakit di bagian tubuh lain maupun di sekitar otak juga menimbulkan vertigo. Rasa sakit vertigo kadang dibarengi dengan mual, pucat, keringat dingin, muntah, perubahan denyut nadi, tekanan darah, dan diare.

Vertigo merupakan gejala suatu penyakit. Sederet penyebab dapat disebutkan antara lain adanya benturan akibat kecelakaan, stres, gangguan pada telinga bagian dalam, obat-obatan, terlalu sedikit atau terlalu banyak aliran darah ke otak, dll. Vertigo juga berdampak rasa terhuyung jika berdiri di ketinggian atau bingung berada di tempat yang ramai dan asing.

Terhuyung atau sempoyongan biasanya dihubungkan dengan gangguan pada sistem keseimbangan. Gangguan keseimbangan ini beragam sehingga penderita sulit mengemukakan keluhannya secara rinci dan tepat.

Gangguan keseimbangan pada vertigo ada yang muncul saat berbaring pada posisi tertentu, saat tengadah, atau perpindahan gerak dari posisi satu ke posisi yang lain. Setelah mengalami selama beberapa hari, terhuyung dapat mereda. Namun, kadang penderita masih diganggu oleh rasa tidak stabil seperti berada di atas kapal yang diombang-ambingkan ombak.

Vertigo dapat muncul setiap kali berada di keramaian atau saat berada di tengah lapangan luas yang kurang penerangan. Vertigo juga banyak dialami oleh para penyelam yang belum berpengalaman. Mereka umumnya kehilangan orientasi sehingga merasa cemas bercampur bingung.
Ciri dan Penyebab Penyakit Vertigo

Seorang dokter ahli syarat menyatakan penyebab vertigo terbanyak adalah ganggunan pada leher. Gangguan leher ini ditimbulkan adanya pengapuran pada tulang leher yang menyebabkan vertigo. Tulang leher sebagai penyangga kepala ketika mengalami gangguan menyebabkan rasa terhuyung atau sempoyongan.

Gangguan leher terjadi umumnya akibat pola hidup atau pola kerja tidak seimbang. Stres atau tekanan akibat pola kerja tak seimbang ini memungkinkan tidak adanya kesempatan berolahraga maupun relaksasi. Pekerjaan mengetik dengan posisi layar monitor komputer terlalu tinggi pun bisa menyebabkan vertigo –sebagai akibat ketegangan pada leher. Apalagi jika kebiasaan ini dilakukan selama bertahun-tahun.

Vertigo karena gangguan leher, selain diatasi dengan obat, juga dengan fisioterapi berupa latihan relaksasi untuk daerah leher. Jika perlu dilakukan traksi atau otot-otot yang kaku ditarik agar ruas yang menyempit bisa dipulihkan.

Vertigo dapat dihubungkan dengan gejala stroke. Selain akibat cedera pada kepala bagian belakang, vertigo bisa terjadi karena suplai darah ke otak berkurang atau tidak lancar. Apabila aliran darah ke otak kecil kurang maka seseorang akan mengalami vertigo, Jika tidak segera ditindaklanjuti bisa menimbulkan stroke.

Vertigo bukan akibat benturan disusul dengan gangguan wicara, misalnya mulai sulit menyebutkan apa yang dimaksud, patut dicurigai sebagai awal dari serangan stroke. Pada kondisi ini, perlu segera dilakukan perawatan. Apalagi bila gejala itu disertai hipertensi dan kadar kolesterol tinggi.
Cara Mengatasi Penyakit Vertigo

Untuk mengatasai vertigo ini pemeriksaan MRI (magnetic resonance imaging) dapat dimanfaatkan untuk mengungkap apakah mengalami gangguan pada pembuluh darah otak. Memang, dengan obat pelancar aliran darah gangguan akan segera teratasi sambil terus dipantau apakah gangguan masih kambuh.

Vertigo paling berat jika disebabkan adanya tumor pada otak kecil atau dekat organ telinga. Vertigo yang dirasakan sesuai dengan pertumbuhan tumor. Semakin besar tumor semakin berat rasa sakitnya. Adakalanya diikuti dengan gejala telinga mendengung. Sebagai upaya penanggulangan satu-satunya cara operasi dan penyinaran untuk menyingkirkan tumor.

Namun, adakalanya vertigo hanya disebabkan oleh stres. Meski penderita mengalami gejala kepala berputar tujuh keliling dan bahkan sampai muntah-muntah, namun begitu stres dapat ditanggulangi vertigo pun menghilang. Vertigo pada umumnya bukan gangguan kesehatan serius. Akan tetapi semakin dini penanganannya vertigo akan semakin cepat dapat diatasi. :)

**Dari berbagai sumber

Tadi pagi, suamiku tiba-tiba pandangannya jadi gelap waktu antar Dammar ke sekolah, dan akhirnya cepat-cepat pulang ke rumah, lalu pusing, dan mual-mual, sepertinya gejala vertigo.

Dengan semakin bertambahnya usia, memang ada saja yang dikeluhkan, apalagi dengan pola makan, pola hidup yang kurang sehat seperti sekarang ini, banyak makanan yang memakai pengawet, junk food, dan kurang olahraga, semakin menumpuk keluhan bagi yang berusia diatas 40 tahun, apalagi suamiku sudah berusia 52 tahun.Semoga kita harus bisa berdisiplin berolahraga, seperti jalan pagi dan berenang, cepat sehat ya pak….dan panjang umur, diberi umur yang bermanfaat dan selalu dalam lindunganNYA.. aamiin…

Read Full Post »

Ibu, kenapa aku?

Cerita ini adalah kisah nyata dari seorang teman, sebut saja Lia. Lia adalah seorang anak yang berbakti kepada orang tua, rajin dan manis serta agak pendiam, itu penilaian saya selama saya berteman dengannya.

Setelah lama tidak bertemu, dia sms mau pinjam uang, yang katanya buat bantu adiknya bayar kuliah, lalu pernah lagi, dia mau pinjam uang juga buat bantu ibunya, dan tidak berhenti sampai disitu, masih ada sms-sms dan telpon-telpon berikutnya, tapi tidak satupun saya berkesempatan untuk memberikan pinjaman uang tersebut kepada Lia.

” Ibu, kenapa ibu kalau bilang ke orang-orang, anak ibu hanya 3, kan harusnya empat?”,  ” Ibu, kok daftar anak di perusahaan bapak, kenapa cuma 3, dan aku kan anak paling tua, kenapa aku yang tidak ada didaftar itu?”,  “Ibu, apakah aku anak pungut?”,  “Ibu, apakah aku ini bukan anak ibu, sampai ibu tidak mau mengakui ke orang-orang bahwa aku adalah anak kandung ibu?”.

Lia selalu menangis, sedih,bimbang dan teriris hatinya, apabila mengingat pertanyaan-pertanyaan tersebut, pertanyaan itu dilontarkan anak Lia yang pertama kepada Lia.Mengapa hal itu bisa terjadi? apakah Lia malu, takut atau alasan apa yang dia gunakan untuk menyembunyikan anaknya tersebut.

Dan, saya baru tahu jawabannya, mengapa Lia sering sekali pinjam uang kepada teman-temannya, karena ternyata bukan hanya ke saya, ke teman lainpun dia sering pinjam uang, dan cerita ini saya dapat dari teman saya yang lain yang kebetulan dia juga ikut meminjamkan uang kepada Lia.

Waktu zaman Lia masih kuliah dulu, dia pernah menurut pengakuannya, dia diperkosa oleh rekanan bisnis ayahnya, dan menyebabkan dia hamil di luar nikah.Ibunya yang pada saat itu mengetahui Lia sedang mengandung sudah jalan 5 bulan, segera mengintrogasi Lia, siapa yang berbuat, dan akhirnya Lia mengaku, kalau dulu, dia pernah diberi minuman, lalu tak sadarkan diri, dibawa ke hotel dan diperkosa, karena begitu bangun tidur, dia sudah tidak pakai baju, dia diperkosa oleh rekanan Ayahnya, sebut saja pak Tedi.Pak Tedi yang posisinya juga lumayan, tidak mau begitu saja, dipermalukan, dan dia memberikan uang satu juta kepada ibu Lia untuk segera menggugurkan kandungannya.

Karena naluri seorang ibu, dan rasa dosa yang ada, Lia tidak mau menambah dosa lagi, dia tidak mau menggugurkan kandungannya, sampai dia selesai kuliah, dia tetap menjaga kehamilannya, teman-teman kuliahnya tidak ada yang tahu, karena memang postur badannya Lia yang agak besar, pakai baju juga agak longgar, jadilah tidak satu orangpun yang mengetahuinya.

Tiba saat lahiran, dia mengajak teman satu sekolah SMA, untuk menemani ke bidan, dan melahirkan dengan selamat, anak perempuan yang sekarang sudah berusia belasan tahun.Waktu masih bayi, diurus oleh adiknya dan ibunya, dia tetap melanjutkan kuliah seperti biasa, para tetangga hanya mengetahui, kalau si bayi adalah anak angkat adiknya.

Takdir mempertemukan jodohnya dengan kakak seniornya waktu di universitas, dan beberapa lama mereka berpacaran, ternyata kakak kelasnya tersebut juga pernah menghamili pacarnya, tetapi pacarnya tidak mau dinikahi oleh si kakak kelas.Akhirnya mereka, Lia dan kakak seniornya  menikah dengan membawa kisah masa lalu masing-masing, Lia dengan anak diluar nikahnya, yang akhirnya mereka rawat bersama-sama.

Setelah pernikahan mereka, mereka dikarunia tiga orang anak, dan ketiga anak itu yang diakui oleh Lia sebagai anak-anaknya, sedangkan anak diluar pernikahannya lama-lama mulai menanyakan kenapa aku kok tidak diakui?

Saat ini, Lia sangat bimbang, apalagi anak perempuan harus ada wali ayah kandungnya apabila menikah nanti, sedangkan si bapak, sekarang sudah menjadi pejabat di pemerintahan, suka masuk TV juga, dia tidak tahu kalau anaknya yang dulu diperintahkan untuk digugurkan tetapi tetap hidup sampai sekarang.Lia takut dan ragu untuk memberitahukan rahasia tentang anaknya tersebut, karena si bapak pasti punya bodyguard dan uang yang bisa saja malah merugikan dirinya dan keluarganya.

Bersyukur Lia mendapatkan suami yang mengerti kondisinya, semoga saja mereka bisa melewati rintangan dan halangan demi kebaikan keluarga tersebut, dan semoga Tuhan memberikan jalan keluar untuk masalah mereka.

 

 

Read Full Post »

Older Posts »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

BBC | Blog Belalang Cerewet

semua dicatat agar awet

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination