Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei, 2012

Background accounting di saya, ga ada sama sekali, tetapi karena tercebur di pekerjaan, sebagai sekretaris accounting, mau tidak mau, harus belajar tentang accounting sedikit-sedikit. Semua saya belajar secara otodidak, apalagi soal pajak, PPN, dan lain-lain.

Lalu saya ikutan milis keuangan, sampai sekarang saya masih sering berkomunikasi dengan teman-teman milis, banyak yang saya dapat dari mereka, ilmu-ilmu praktikal yang saya tidak dapat di sekolah ataupun di kantor. Seperti investasi, tentang reksadana, saya buta sama sekali, apalagi tentang saham-saham, waaah… ga terpikirkan deh.Alhamdulilah dengan komunikasi antar kami, saya terpacu juga untuk investasi di reksadana, awalnya saya mulai di tahun 2004, saya beli produk Trimegah Kapital, dan sempat anjlok, lalu saya sempat ambil karena sudah rugi satu jutaan. Tahun berikutnya sudah mulai stabil, saya beli lagi, dan alhamdulilah, saya bisa dapat return yang lumayan, dan saya sudah ambil untuk melunasi KPR saya, jadi KPR saya selama 15 tahun, yang seharusnya selesai pada tahun 2015 nanti, Alhamdulilah sudah selesai tahun 2012.

Mulai bulan Februari tahun ini, saya juga buka rekening di bank Commonwealth, karena saya dapat info, kita bisa debet otomatis rekening reksadana yang kita bisa pilih dari daftar yang dijual oleh bank Comm.wealth, semakin hari, semakin banyak lho wanita yang melek investasi, dan teman-teman kantor saya juga sudah ada beberapa, seperti Dewi, Hety, Sari, Lingga yang ikutan juga buka rekening untuk beli reksadana. Karena berdasarkan data, hasil dari return reksadana, lebih besar dari bunga bank, walaupun memang investasinya tidak ada jaminan, ini yang banyak orang tidak berani untuk berspekulasi menyimpan uangnya di produk reksadana.

Kalau dihitung-hitung, saya punya 6 produk lho, hehehe… karena waktu saya beli dari bank Mandiri, saya pakai sistem installment selama 2 tahun, sebesar
Rp.100 ribu rupiah, dan baru berjalan belum satu tahun. Ada produk BNP Paribas, Schroder, Manulife, Trimegah, dan Panin, terdiri dari RDPU, RDPT,RDS, karena masing-masing, dipisah tujuan jangka waktunya.

Tujuan saya investasi yaitu mencari tempat investasi yang bisa menghasilkan lebih dari pada bunga bank, bisa buat tabungan naik haji, pendidikan anak, atau dana pensiun buat masa tua saya, agar tidak merepotkan anak-anak dan bisa survive dengan uang yang saya punya.

Tetapi apapun bentuk investasi, ada resikonya, dan yang paling penting adalah investasi akherat, apakah kita sudah mempersiapkannya? hmmm… ayo segera diseimbangkan antara dunia dan akherat.

Saya dapat dari milis SSR, tulisan tentang reksadana dan sudah ijin sama yang nulis, yaitu pak Marco, ini ringkasannya:

Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana.

Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.

Manajemen investasi akan merealisasikan keuntungan ataupun kerugian dan menerima dividen atau bunga yang dibukukannya ke dalam “Nilai Aktiva Bersih” (NAB) reksadana tersebut.

Dana yang sudah terkumpul di reksadana akan dikelola oleh manajer investasi, sementara uangnya wajib disimpan pada bank Kustodian yang tidak terafiliasi dengan manajer investasi, dimana bank kustodian inilah yang akan bertindak sebagai tempat penitipan kolektif dan administratur.

# Jenis-jenis Reksadana :

1. Reksadana Pendapatan Tetap.

Reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelola (aktivanya) dalam bentuk efek bersifat utang.

2. Reksadana Saham.

Reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelolanya dalam efek bersifat ekuitas.

3. Reksadana Campuran.

Reksadana yang mempunyai perbandingan target aset alokasi pada efek saham dan pendapatan tetap yang tidak dapat dikategorikan ke dalam ketiga reksadana lainnya.

4. Reksadana Pasar Uang.

Reksadana yang investasinya ditanam pada efek bersifat hutang dengan jatuh tempo yang kurang dari satu tahun.

# NAB (Nilai Aktiva Bersih)

NAB merupakan salah satu tolak ukur nasabah dalam memantau hasil dari suatu Reksadana.

NAB per saham/unit penyertaan adalah harga wajar dari portofolio suatu Reksadana setelah dikurangi biaya operasional kemudian dibagi jumlah saham/unit penyertaan yang telah beredar (dimiliki investor) pada saat tersebut.

# Manfaat Reksadana :

Reksadana memiliki beberapa manfaat yang menjadikannya sebagai salah satu alternatif investasi yang menarik antara lain :

1. Dikelola oleh manajemen profesional
Pengelolaan portofolio suatu Reksadana dilaksanakan oleh Manajer Investasi yang memang mengkhususkan keahliannya dalam hal pengelolaan dana.

Peran Manajer Investasi sangat penting mengingat Pemodal individu pada umumnya mempunyai keterbatasan waktu, sehingga tidak dapat melakukan riset secara langsung dalam menganalisa harga efek serta mengakses informasi ke pasar modal.

2. Diversifikasi investasi

Diversifikasi atau penyebaran investasi yang terwujud dalam portofolio akan mengurangi risiko (tetapi tidak dapat menghilangkan), karena dana atau kekayaan Reksadana diinvestasikan pada berbagai jenis efek sehingga risikonya pun juga tersebar.

Dengan kata lain, risikonya tidak sebesar risiko bila seorang membeli satu atau dua jenis saham atau efek secara individu.

3. Transparansi informasi

Reksadana wajib memberikan informasi atas perkembangan portofolionya dan biayanya secara kontinyu sehingga pemegang Unit Penyertaan dapat memantau keuntungannya, biaya, dan risiko setiap saat.

Pengelola Reksadana wajib mengumumkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) nya setiap hari di surat kabar serta menerbitkan laporan keuangan tengah tahunan dan tahunan serta prospektus secara teratur sehingga Investor dapat memonitor perkembangan investasinya secara rutin.

4. Likuiditas yang tinggi

Agar investasi yang dilakukan berhasil, setiap instrumen investasi harus mempunyai tingkat likuiditas yang cukup tinggi.

Dengan demikian, Pemodal dapat mencairkan kembali Unit Penyertaannya setiap saat sesuai ketetapan yang dibuat masing-masing Reksadana sehingga memudahkan investor mengelola kasnya.

Reksadana terbuka wajib membeli kembali Unit Penyertaannya sehingga sifatnya sangat likuid.

5. Biaya Rendah

Karena reksadana merupakan kumpulan dana dari banyak pemodal dan kemudian dikelola secara profesional, maka sejalan dengan besarnya kemampuan untuk melakukan investasi tersebut akan menghasilkan pula efisiensi biaya transaksi.

Biaya transaksi akan menjadi lebih rendah dibandingkan apabila Investor individu melakukan transaksi sendiri di bursa.

# Resiko Investasi di Reksadana

Untuk melakukan investasi Reksadana, Investor harus mengenali jenis-jenis risiko apa saja yang berpotensi timbul apabila membeli Reksadana.

1. Risiko menurunnya NAB (Nilai Aktiva Bersih) Unit Penyertaan.

Penurunan ini disebabkan oleh harga pasar dari instrumen investasi yang dimasukkan dalam portofolio Reksadana tersebut mengalami penurunan dibandingkan dari harga pembelian awal.

Penyebab penurunan harga pasar portofolio investasi Reksadana bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya akibat kinerja bursa saham yang memburuk, terjadinya kinerja emiten yang memburuk, situasi politik dan ekonomi yang tidak menentu, dan masih banyak penyebab fundamental lainnya.

2. Risiko Likuiditas

Potensi risiko likuiditas ini bisa saja terjadi apabila pemegang Unit Penyertaan reksadana pada salah satu Manajer Investasi tertentu ternyata melakukan penarikkan dana dalam jumlah yang besar pada hari dan waktu yang sama.

Istilahnya, Manajer Investasi tersebut mengalami rush (penarikan dana secara besar-besaran) atas Unit Penyertaan reksadana.

Hal ini dapat terjadi apabila ada faktor negatif yang luar biasa sehingga memengaruhi investor reksadana untuk melakukan penjualan kembali Unit Penyertaan reksadana tersebut.

Faktor luar biasa tersebut di antaranya berupa situasi politik dan ekonomi yang memburuk, terjadinya penutupan atau kebangkrutan beberapa emiten publik yang saham atau obligasinya menjadi portofolio Reksadana tersebut, serta dilikuidasinya perusahaan Manajer Investasi sebagai pengelola Reksadana tersebut.

3. Risiko Pasar

Risiko Pasar adalah situasi ketika harga instrumen investasi mengalami penurunan yang disebabkan oleh menurunnya kinerja pasar saham atau pasar obligasi secara drastis.

Istilah lainnya adalah pasar sedang mengalami kondisi bearish, yaitu harga-harga saham atau instrumen investasi lainnya mengalami penurunan harga yang sangat drastis.

Risiko pasar yang terjadi secara tidak langsung akan mengakibatkan NAB (Nilai Aktiva Bersih) yang ada pada Unit Penyertaan Reksadana akan mengalami penurunan juga.

Oleh karena itu, apabila ingin membeli jenis Reksadana tertentu, Investor harus bisa memperhatikan tren pasar dari instrumen portofolio Reksadana itu sendiri.

4. Risiko Default

Risiko Default terjadi jika pihak Manajer Investasi tersebut membeli obligasi milik emiten yang mengalami kesulitan keuangan padahal sebelumnya kinerja keuangan perusahaan tersebut masih baik-baik saja sehingga pihak emiten tersebut terpaksa tidak membayar kewajibannya.

Risiko ini hendaknya dihindari dengan cara memilih Manajer Investasi yang menerapkan strategi pembelian portofolio investasi secara ketat.

Read Full Post »

Hari Sabtu lalu, ada tukang pos datang ke rumah, jarang-jarang lho saya dapat bingkisan ataupun surat, karena hari gini itu, biasanya ajang komunikasi saya lewat sms, hp, bbm, fb, jadi kalau benar-benar terima kiriman surat, biasanya kiriman special dan dari jauh, tapi beda lho dengan surat-surat promosi, itu mah ngga masuk hitungan.

Ternyata saya terima surat dari Ibu Kumiko Kotaka, dimana waktu saya dulu pernah homestay di Iwaki City, Fukushima Ken, Jepang.Saya tinggal selama tiga hari dalam program persahabatan pemuda Indonesia Jepang pada tahun 2004, waktu saya masih single.

Sekarang, walaupun saya sudah menikah dan punya dua anak, saya masih tetap mengingat beliau, apalagi waktu terjadi gempa dan tsunami di Jepang, saya teringat kepada mereka, dan Fukushima adalah tempat pembangkit tenaga nuklir yang diberitakan terkena tsunami dan terjadi kerusakan.

Saya kirim surat ke beliau, berharap kondisi ibu Kumiko dalam keadaan sehat beserta seluruh keluarganya. Lebih kurang dua bulan dari saya berkirim surat, baru dibalas surat saya tersebut, dan hari Sabtu lalu saya menerima kiriman dua pouch bergambar kartun untuk anak-anak saya dan surat dalam bahasa Inggris dan bahasa Jepang.

Syukurlah kondisi mereka dalam keadaan baik-baik saja, saya minta tolong teman saya, Dewi, yang pernah sekolah di Jepang untuk menterjemahkan surat tersebut, thanks ya Wi.

Ini isi suratnya:

Anita, terimakasih sdh mengkhawatirkan kami. Gempa bumi tahun lalu sungguh sangat besar. Fasilitas umum banyak yang terhenti, sangat merepotkan. Anak2 saat itu lagi nggak di Iwaki, jadi mereka selamat. Suami juga sedang long term BT, jadi tidak ada di rumah juga. Melihat melalui TV kerusakan yang terjadi akibat gempat di wilayah Tohoku membuatnya khawatir. Kereta dan bus ke arah Tokyo tidak ada yang beroperasi. Mau naik mobil pribadi, tidak ada keberanian.

Tapi rumah kami tidak ada kerusakan yang berarti.

 Infrastruktur banyak yang rusak, sehingga orang-orang yang di rumahnya tidak keluar air krannya, seperti teman, kenalan dan ibu Saya berbondong2 datang ke rumah Saya. Sungguh membuat hati miris. Tempat tinggal Saya terletak kuranglebih sekitar 50-60 km dari pembangkit tenaga listrik, untuk itu ketika ada pembagian bahan makanan,kita mengantri sekitar 2 jam, barulah mendapat pasokan makanan. Saya berdua dengan anak, untuk meneruskan hidup,dai jam 7 pagi keluar untuk membeli bahan2 makanan.

Disebabkan efek dari kerusakan pada pembangkit tenaga listrik, kita pun tidak dapat pergi jauh2 karena bensin pun habis. Saya masih punya sisa bensin. Full tank di kedua mobil Saya, tetapi karena Saya tidak pinter menyetir, maka tetap nggak bisa pergi jauh.

 Saat ini, tempat dimana Saya tinggal, kondisinya sudah membaik, sama seperti dahulu, tidak ada perubahan. Hanya saja, di daerah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat kami, kondisinya sungguh sangat memprihatinkan.

Banyak korban yang meninggal. Kami yang ditinggalkan ini tetap harus berusaha untuk bisa tetap hidup. 

Indonesia juga banyak gempa buminya kan? Untuk itu hati2 ya…

Salam untuk sahabat2mu, dan terimakasih juga untuk pihak yang menerjemahkan surat ini.

Anita, see you again someday! 

Kumiko

 

Read Full Post »

Sebagai manusia yang selalu lupa dan kurang menghargai, biasanya kita akan tidak mensyukuri nikmat sehat dan waktu luang kita.Di saat sehat, seharusnya kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya dan di waktu luang, juga kita harus pakai untuk yang bermanfaat, bukan malah membuang waktu dan bemalas-malasan saja.

Ada teman saya, sebut saja “D”, dia sekarang terdeteksi gagal ginjal, entah akut atau kronis,saya belum tahu juga, tetapi yang saya tahu, dia harus melakukan cuci darah selama beberapa hari kemarin di rumah sakit. Usianya hanya dua tahun lebih tua dari saya, dan juga mempunyai anak yang masih berusia 8 tahun dan 3 tahun, yang masih sangat-sangat butuh tenaga dan perhatian sang bunda.

Disinilah kita harus betul-betul disiplin menjaga kesehatan, sebagai ibu, harus sehat demi lancarnya urusan rumah tangga.Olah raga seperti bersepeda, saya usahakan setiap weekend, walaupun kurang  maksimal, harusnya ditambah berenang, karena anak-anak juga suka berenang, tetapi apa daya, adaaa saja halangan,seperti anak yang sedang kurang sehat, repot menyiapkan tetek bengeknya, bangun kesiangan, panas, dll halangan dalam berolah raga.

Suami saya usianya tahun ini menjelang 53 tahun, di mana biasaya, sudah mulai ada saja penyakit faktor usia, seperti asam urat, darah tinggi, rhematik, dll.

Hari ini, dia ke dokter, tanpa saya yang menemani, karena saya harus kerja, dan dokter umum dekat rumah menyarankan untuk cek darah rutin, jadi nanti malam harus puasa dulu sebelum ambil darah, semoga saja tidak ada penyakit yang aneh-aneh dan segera lekas sehat lagi.

Sebagai istri, saya akui, saya kurang perhatian, dan kurang waktu untuk menemani suami di saat dia membutuhkan, hanya doa saat ini yang saya panjatkan buat kesehatan suami tercinta.

Begitulah, bagaimanapun kita harus mensyukuri nikmat sehat yang sangat mahal harganya ini, agar bisa menjalani hari-hari dengan sebaik-baiknya.

Cepat sehat lagi ya pak.. we love you…

Read Full Post »

Tanggal 11 Mei, anak saya, Alifa akan berulang tahun yang ke enam, karena hari itu jatuh pada hari Jumat, jadi, weekend kemarin, saya dan suami memutuskan untuk membeli hadiah yang sudah dia idam-idamkan dari beberapa bulan yang lalu.

Alifa ingin hadiah boneka, baby alive yang dia biasa lihat di internet, ada berbagai macam tipe, ada yang bisa pipis, dan ada pampersnya, lalu kita ganti popok itu, pampersnya juga dijual di toko khusus yang menjual produk baby alive tersebut.

Minggu pagi, kami berempat pergi ke Kelapa Gading, niat ingin cari hadiah Alifa sekalian nonton film The Avengers, karena si Dammar ingin sekali nonton film itu, kebetulan Emaknya juga nafsu banget ingin lihat filmnya juga.

Setelah beli hadiah, kami rencana mau nonton di Kelapa Gading, tapi ternyata penuh, antrian sangat panjang mengular, dan berubah pikiran, mending nonton ke Bekasi saja, karena dengar dari teman saya, kemarin anaknya nonton di Bekasi, datang jam 2 siang, dia bisa dapat nonton yang jam 3, dan ngga terlalu penuh juga kok, jadi di Kelapa Gading, kami hanya makan siang, lalu lanjut ke Bekasi untuk nonton The Avengers, dan memang itu film, keren banget lho.

Alifa yang ngga tahan ingin mainin bonekanya, setiap menit dia nanya, ini jam berapa ya Ma.. masih lama ya ma.. berapa lama lagi ya ma.. ? hehehe… sudah ga sabaran dia.

Di keluarga kami, tidak ada tradisi khusus untuk merayakan ulang tahun,selain beli hadiah atau beli kue, nanti mungkin kalau anak-anak sudah agak besar, saya akan coba ikuti kebiasaaan pak Jamil ( inspirator sukses mulia), tradisi beliau kalau ada yang ulang tahun di keluarganya, diusahakan selalu berkumpul makan bersama, dan berdoa, lalu anak yang ulang tahun akan diberikan nasehat dan si anak juga akan mengungkapkan rencana-rencana/mimpi tahun depan.

Seperti biasa, kalau kita beli buat anak yang satu, walaupun sedang ultah, tetap saja, anak yang satunya lagi akan minta juga, apalagi si bontot, dia minta dibelikan juga, dan akhirnya ikutan dibelikan, karena dia sedang keranjingan captain America, maka dia pilih topeng Captain America.

Semoga mereka bisa tumbuh dengan kasih sayang yang tidak kurang-kurang dari ayah ibunya, dan semoga kami jg bisa menjadi orang tua yang baik, yang bisa mencetak anak-anak sholeh dan sholehah, aamiin.

Read Full Post »

Sebenarnya niat saya ingin memberangkatkan umroh orang tua, tetapi karena ibu saya, awalnya sih.. beliau lebih ingin naik haji,lalu saya coba tanya-tanya tentang program Dana Talangan Haji dari Bank Syariah, dan karena saya sudah punya rekening di BRIS, maka saya coba untuk bertemu dengan orang BRIS, setelah isi formulir, dan melengkapi dokumen-dokumen, sepertinya saya kurang puas dengan penjelasan orang BRIS ini, lalu saya coba browsing-browsing, dan dapat yang lengkap tentang perhitungan berapa yang harus saya bayarkan, kok sepertinya lumayan besar juga kalau untuk akad selama 5 tahun, saya harus bayar sekitar 20 jutaan untuk dua orang ( Ayah dan Ibu), kok.. sayang ya? berarti 24% pertahun????… cukup besar juga.
Padahal tadinya saya ingin memanfaatkan DTH dari bank, untuk bisa lebih mudah mendapatkan nomor kursi,minimal masa tunggu tidak sampai lebih dari 10 tahun, kasian orang tua saya yang tahun ini saja, Ayah saya usianya sudah 67 tahun dan Ibu saya usianya sudah 61 tahun.
 
Niat saya langsung berubah.. saya buru-buru hubungi orang BRIS untuk cancel, toh saya belum setor uang sama sekali, saya berpikir, lebih baik saya nabung emas dulu atau minimal berangkat umroh dulu saja, buat kedua orang tua saya, syukur-syukur saya juga bisa ikut menemani, ya Allah…. semoga dimudahkan, semoga pilihan saya ini benar dan diridhoi Allah SWT.
 
I.       PENDAHULUAN
Dewasa ini, dunia perbankan dan lembaga keuangan syariah mengalami perkembangan yang sangat cepat.Produk-produk yang inovatif juga bermunculan secara beragam sehingga beberapa model akad multi jasa tidak bisa dihindari lagi, bahkan semakin marak. Seperti praktik adanya pembiayaan dana talangan haji bagi para calon yang ingin menunaikan haji yang sekarang ini sedang menjamur di tengah masyarakat. Sebagian orang menganggap dana talangan haji sebagai aplikasi dari akad qardh (pinjaman) dan Ijarah (sewa-menyewa jasa).
Di satu sisi, masyarakat memandang adanya pembiayaan dana talangan haji sebagai alternatif yang cukup menarik untuk mengatasi masalah sulitnya berhaji, baik karena faktor pendanaan yang belum mencukupi maupun karena terbatasnya quota haji yang tersedia untuk calon jamaah haji di Indonesia. Namun di sisi lain, diduga ada unsur riba dalam praktek dana talangan haji. Hal ini karena praktek dana talangan haji mengharuskan calon jamaah haji membayar sejumlah uang lebih daripada yang dipinjamnya.
Lembaga perbankan dan keuangan syariah serta pakar ekonomi Islam harus memahami dengan baik perkembangan terakhir tentang produk-produk yang mereka tawarkan sekarang ini. Setiap produk yang ditawarkan oleh perbankan syariah kepada masyarakat hendaknya betul-betul diperhatikan apakah sesuai dengan prinsip-prinsip muamalah dalam Islam ataukah tidak.
Kehadiran makalah ini mencoba membahas tentang hukum pembiayaan dana talangan haji ditinjau dari aspek Hukum Islam. Penulisan makalah ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari literatur dan praktik yang terjadi dalam masyarakat kemudian dianalisis dengan perspektif dalil-dalil al-Qur’an dan al-Sunnah yang terkait.
                                               
II.    Kewajiban Haji, al-Qardh dan al-Ijarah
A.    Haji dalam al-Qur’an dan al-Sunnah
Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima, sehingga wajib bagi setiap muslim yang telah aqil baligh untuk melaksanakan ibadah haji. Allah SWT berfirman:
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا
Artinya: “ Ibadah haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah ”. (QS. Ali Imran : 97)
Secara eksplisit ayat ini menggunakan  jumlah khabariyyah (kalimat berita) yang bermakna perintah, karena lafadzعَلَى pada ayat tersebut adalah isim fi’il amr yang menyatakan kewajiban haji.
Kata النَّاسِyang didahului dengan huruf alif lam menunjukkan semua manusia secara umum. Adapun kata مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا adalah takhsis ittishal atau pengkhususan yang bersambung dalam satu ayat yang sama, sehingga orang yang wajib haji itu hanyalah orang yang telah masuk dalam kategori istitha’ah (orang yang mampu) saja.
Pengertian istitha’ah dijelaskan oleh sabda Nabi SAW sebagai berikut:
عَنْاَنَسٍأَنَّالنَّبِيَّصَلَّىاللهُعَلَيْهِوَسَلَّمَفِيقَوْلِهِعَزَّوَجَلَّ: مَنِاسْتَطَاعَإِلَيْهِسَبِيلاًقَالَقِيْلَ: يَارَسُوْلَاللهِمَاالسَّبِيْلُ؟قَالَ: الزَّادُوَالرَاحِلَةُ) رواهالدارقطني(
Artinya: “Dari Anas bahwa Nabi SAW, didalam firman Allah ‘azza wajalla “man istatha’a ilaihi sabiila”, ia berkata bahwa Nabi SAW ditanya: Wahai Rasulullah apa yang dimaksud dengan “as-sabil”? Beliau menjawab: Bekal dan perjalanan.”(HR. Ad Daruquthni).
Menurut mayoritas ulama’ dalam kitab al-Bahr, bekal merupakan syarat wajib haji. Bekal adalah harta yang dapat mencukupi diri sendiri dan mencukupi keluarga yang menjadi tanggungannya selama ia melaksanakan ibadah haji. Selain bekal, ia juga harus mampu dalam hal kendaraan, maksudnya yaitu mempunyai biaya untuk ongkos menuju ke tanah suci
Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa seseorang yang belum tergolong dalam kategori “istitha’ah” tidak perlu memaksakan diri untuk menunaikan ibadah haji. Allah SWT berfirman :
لايُكَلِّفُاللَّهُنَفْسًاإِلاوُسْعَهَا
Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. (QS. al Baqarah : 286)
Huruf  لَا dalam permulaan ayat ini adalah Laa Nafi yang bertemu dengan fi’il mudhari’ berfungsi untuk meniadakan secara menyeluruh. Maksudnya Allah tidak akan membebani setiap orang sedikitpun. Adapun huruf  إِلَّا di sini adalah huruf istisna’ yang fungsinya untuk pengecualian. Secara keseluruhan dapat diartikan “tidaklah Allah itu membebani hamba-Nya sedikitpun, kecuali sesuai batas kemampuan hamba-Nya saja”. Sehingga tidak layak bagi seorang muslim memaksakan diri untuk menunaikan ibadah haji dengan melakukan berbagai cara yang akan memberatkan diri sendiri.
 
B.     Hakikat al-Qardh(Memberi Pinjaman)
1.      Pengertian dan Dalil Pensyariatanal-Qardh
Al-Qardh ialah harta yang diberikan oleh orang yang menghutangi kepada orang yang berhutang, untuk dikembalikan sebesar apa yang dipinjam ketika si penghutang mampu membayarnya. Al-qardh secara bahasa ialah memotong.Dan harta yang diambil oleh orang yang berhutang disebut al-qardh karena orang yang menghutangi memotongnya dari hartanya.[1]
Dalil pensyariatan al-qardh adalah hadits dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, ‘Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنيْاَ. وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ. وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَ الآخِرَةِ. وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَاكَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيْهِ.
Artinya: “Barang siapa yang membantu seorang mukmin terhadap kesusahan dari kesusahan dunia, niscaya Allah SWT membantunya terhadap segala kesusahan hari kiamat. Dan barang siapa yang memberi kemudahan kepada orang yang kesusahan, niscaya Allah SWT memberi kemudahan kepadanya di dunia dan akhirat. Dan barang siapa yang menutup (aib) seorang muslim niscaya Allah SWT menutupi (kesalahannya) di dunia dan akhirat. Dan Allah SWT selalu menolong hamba selama hamba itu selalu menolong saudaranya.”(HR. Muslim).
Hadits di atas menunjukkan bahwa pinjaman disyariatkan dalam rangka saling membantu diantara umat muslim. Selayaknya umat Islam memperhatikan syariat pinjaman (al-qardh) dengan semangat membantu saudaranya sesama muslim, tanpa mengharap imbalan (tambahan) dari saudaranya yang berhutang kepadanya. Syari’at menjelaskan bahwa al-qardh tidak membolehkan adanya tambahan pengembalian, sebagaimanaQaidah ushuliyah menyebutkan:
كُلُّقرْضٍشرطفيهانيزيدهفهوحرام
Artinya: “Setiap pinjaman yang mensyaratkan tambahan hukumnya haram”.
2.      FATWA DSN 19/DSN-MUI/IV/2001: TENTANG AL-QARDH
Pertama: Ketentuan Umum al-Qardh
1.      Al-Qardh adalah pinjaman yang diberikan kepada nasabah (muqtaridh) yang memerlukan.
2.      Nasabah al-Qardh wajib mengembalikan jumlah pokok yang diterima pada waktu yang telah disepakati bersama.
3.      Biaya administrasi dibebankan kepada nasabah.
4.      LKS dapat meminta jaminan kepada nasabah bilamana dipandang perlu.
5.      Nasabah al-Qardh dapat memberikan tambahan (sumbangan) dengan sukarela kepada LKS selama tidak diperjanjikan dalam akad.
6.      Jika nasabah tidak dapat mengembalikan sebagian atau seluruh kewajibannya pada saat yang telah disepakati dan LKS telah memastikan ketidakmampuannya, LKS dapat:
1.      memperpanjang jangka waktu pengembalian, atau
2.      menghapus(write off) sebagian atau seluruh kewajibannya.
Kedua:  Sanksi
1.      Dalam hal nasabah tidak menunjukkan keinginan mengembalikan sebagian atau seluruh kewajibannya dan bukan karena ketidakmampuannya, LKS dapat menjatuhkan sanksi kepada nasabah.
2.      Sanksi yang dijatuhkan kepada nasabah sebagaimana dimaksud butir 1 dapat berupa  penjualan barang jaminan.
3.      Jika barang jaminan tidak mencukupi, nasabah tetap harus memenuhi kewajibannya secara penuh.
Ketiga: Sumber Dana
Dana al-Qardh dapat bersumber dari:
1.      Bagian modal LKS;
2.      Keuntungan LKS yang disisihkan; dan
3.      Lembaga lain atau individu yang mempercayakan penyaluran infaqnya kepada LKS.
C.    Hakikat al-Ijarah (Upah)
1.      Pengertian dan Dalil Pensyariatan al-Ijarah (Upah)
Ijarahadalah akad pemindahan hak guna atas barang atau jasa, melalui pembayaran upah sewa tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan (owner ship/milkiyah) atas barang itu sendiri.[2]
Dalil pensyariatan Ijarah adalah firman Allah:
فَإِنْ أَرْضَعْنَ لَكُمْ فَآَتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ
Artinya: “Kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu, maka berikanlah kepada mereka upahnya.” (QS. ath-Thaalaq: 6).
قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ
Artinya: “Salah seorang dari kedua wanita itu berkata, Ya Bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.”(QS. Al-Qashash: 26).
فَوَجَدَا فِيهَا جِدَارًا يُرِيدُ أَنْ يَنْقَضَّ فَأَقَامَهُ قَالَ لَوْ شِئْتَ لَاتَّخَذْتَ عَلَيْهِ أَجْرًا
Artinya:“Kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidr menegakkan dinding itu, Musa berkata, Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu.” (QS. Al-Kahfi: 77)
وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا آتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Artinya: “Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.(QS. Al-Baqarah:233)
Selain itu, dalil pensyariatan al-qardh juga terdapat dalam beberapa hadits berikut ini:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ وَأَعْطَى الْحَجَّامَ أَجْرَهُ…(رواه البخري و مسلم )
Artinya: diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah SAW berbekam dan beliau memberi upah kepada tukang bekam itu…” (HR. Bukhari dan Muslim).
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَأَعْطُوْا الاَجِيْرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ
Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Umar ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:Berikanlah upah pekerja sebelum keringatnya kering!(HR. Ibnu Majah).
 
2.      FATWA DSN MUI NO. 09/DSN-MUI/IV/2000 TENTANG PEMBIAYAAN IJARAH
Pertama :    Rukun dan Syarat Ijarah
1.      Sighat Ijarah, yaitu ijab dan qabul berupa pernyataan dari kedua belah pihak yang berakad (berkontrak), baik secara verbal atau dalam bentuk lain.
2.      Pihak-pihak yang berakad: terdiri atas pemberi sewa/pemberi jasa dan penyewa/pengguna jasa.
3.      Obyek akad ijarah adalah:
a.       manfaat barang dan sewa; atau
b.      manfaat jasa dan upah.
Kedua:    Ketentuan Obyek Ijarah
1.      Obyek ijarah adalah manfaat dari penggunaan barang dan/atau jasa.
2.      Manfaat barang atau jasa harus bisa dinilai dan dapat dilaksanakan dalam kontrak.
3.      Manfaat barang atau jasa harus yang bersifat dibolehkan (tidak diharamkan).
4.      Kesanggupan memenuhi manfaat harus nyata dan sesuai dengan syari’ah.
5.      Manfaat harus dikenali secara spesifik sedemikian rupa untuk menghilangkan jahalah (ketidaktahuan) yang akan mengakibatkan sengketa.
6.      Spesifikasi manfaat harus dinyatakan dengan jelas, termasuk jangka waktunya. Bisa juga dikenali dengan spesifikasi atau identifikasi fisik.
7.      Sewa atau upah adalah sesuatu yang dijanjikan dan dibayar nasabah kepada LKS sebagai pembayaran manfaat. Sesuatu yang dapat dijadikan harga dalam jual beli dapat pula dijadikan sewa atau upah dalam Ijarah.
8.      Pembayaran sewa atau upah boleh berbentuk jasa (manfaat lain) dari jenis yang sama dengan obyek kontrak.
9.      Kelenturan (flexibility) dalam menentukan sewa atau upah dapat diwujudkan dalam ukuran waktu, tempat dan jarak.
Ketiga :    Kewajiban LKS dan Nasabah dalam Pembiayaan Ijarah
1.      Kewajiban LKS sebagai pemberi manfaat barang atau jasa:
a.       Menyediakan barang yang disewakan atau jasa yang diberikan.
b.      Menanggung biaya pemeliharaan barang.
c.       Menjamin bila terdapat cacat pada barang yang disewakan.
2.      Kewajiban nasabah sebagai penerima manfaat barang atau jasa:
a.       Membayar sewa atau upah dan bertanggung jawab untuk menjaga keutuhan barang serta menggunakannya sesuai kontrak.
b.      Menanggung biaya pemeliharaan barang yang sifatnya ringan (tidak materiil).
c.       Jika barang yang disewa rusak, bukan karena pelanggaran dari penggunaan yang dibolehkan, juga bukan karena kelalaian pihak penerima manfaat dalam menjaganya, ia tidak bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.
Keempat : Jika salah satu pihak tidak menunaikan kewajibannya atau jika terjadi perselisihan di antara para pihak, maka penyelesaiannya dilakukan melalui Badan Arbitrasi Syari’ah setelah tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah.
 
 
III. DANA TALANGAN HAJI
A.    Hakikat Dana Talangan Haji
Dana talangan haji adalah dana yang dipinjamkan oleh pihak bank kepada nasabah untuk menutupi kekurangan dana guna memperoleh kursi haji saat pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Berikut ini adalah contoh beberapa bank yang mempraktekkan dana talangan haji.
1.      Bank BPD Syariah DIY
Menurut mereka, dana talangan haji merupakan cara memanfaatkan pembiayaan haji untuk merealisasikan perjalanan ke Baitullah secara lebih pasti dan lebih dekat waktu keberangkatannya. Pembiayaan dana talangan haji ini menggunakan akad ijarah multi jasa, dengan setoran tabungan minimum Rp 2.000.000,00 dan membayarkan biaya administrasi pembiayaan Rp 250.000,00 dan jangka waktu pembiayaan maksimum 48 bulan. Fee Ujrah sebesar 7,3% yang kesemuanya sudah dimasukkan dalam ketentuan angsuran tiap bulan. Dan bagi nasabah yang tidak mengangsur selama 3 bulan maka gugurlah kesempatannya untuk mendapatkan porsi haji. Adapun rincian pembiayaannya adalah sebagai berikut:[3]
 
No.
Maksimum Pembiayaan(Rp)
PERKIRAAN ANGSURAN MURABAHAH PERBULAN
12
24
36
48
1
5.000.000
446.667
237.708
168.472
134.167
3
7.000.000
625.333
332.792
235.861
187.833
5
9.000.000
804.000
427.875
303.250
241.500
6
10.000.000
893.333
475.417
336.944
268.333
7
11.000.000
982.667
522.958
370.639
295.167
9
13.000.000
1.161.333
618.042
438.028
348.833
11
15.000.000
1.340.000
713.125
505.417
402.500
13
17.000.000
1.518.667
808.208
572.806
456.167
15
19.000.000
1.697.333
903.292
640.194
509.833
16
20.000.000
1.786.667
950.833
673.889
536.667
17
21.000.000
1.876.000
998.375
707.583
563.500
19
23.000.000
2.054.667
1.098.458
774.972
617.167
21
25.000.000
2.233.333
1.188.542
842.361
670.833
 
2.      Bank BTN Syariah
Menurut mereka, dana talangan haji adalah pinjaman dana kepada nasabah Tabungan BTN Haji iB dan tabungan Haji yangmembutuhkan dana talangan untuk menunaikan  ibadah haji sesuai prinsip Syari’ah. Akad yang digunakan dalam pembiayaan ini adalah qardh (pinjaman yang diberikan kepada nasabah/ muqtaridh yang memerlukan) serta dikenakan biaya-biaya, yaitu biaya administrasi dan asuransi jiwa. Jangka waktu maksimal 5 tahun. Pengembalian besifat fleksibel dengan fee ujrah menyesuaikan jangka waktu pelunasan. Adapun rincian dana yang harus disiapkan diawal adalah:[4]
Paket talangan haji
Strata plafond
Biaya adm/tahun
Asuransi + Materai
Total dana Awal
Paket istiqamah
11-15 juta
1.237.500
200 ribu
1,5 juta
Paket mabrur
16-20 juta
1.650.000
200 ribu
2 juta
Paket akbar
21-25 juta
2.062.500
200 ribu
2,3 juta
 
3.      Bank Syariah Mandiri
Menurut mereka, Bank Syari’ah Mandiri (BSM) talangan haji membantu nasabah mewujudkan niat ibadah haji dengan persyaratan sangat mudah dan cepat. Akad yang digunakan adalah qardhul ijarah. Landasan dibolehkannya adalah mengacu pada aturan yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia, Dewan pengawas Syari’ah dan bank Mandiri. Adapun rincian pembiayaannya adalah sebagai berikut:[5]
Jangka waktu
Dana talangan
Set. Awal tabungan mabrur
Fee ujrah
Biaya materai
Dana nasabah
Total setoran pertama
1 th
Rp 22,5 jt
Rp 500 rb
Rp 2jt
Rp 54 rb
Rp 2,5 jt
Rp 5.054.000
2 th
Rp 22,5 jt
Rp 500 rb
Rp 3,7 jt
Rp 54 rb
Rp 2,5 jt
Rp 6.754.000
3 th
Rp 22,5 jt
Rp 500 rb
Rp 5,4 jt
Rp 54 rb
Rp 2,5 jt
Rp 8.454.000
 
4.      Bank BRI Syari’ah
Dalam memberikan kemudahan bagi nasabahnya yang ingin melaksanakan haji namun belum mempunyai dana yang cukup maka BRI Syari’ah memberikan solusi dengan menawarkan produknya berupa dana talangan haji. Menurut mereka, dana talangan haji dapat membantu calon jama’ah haji untuk booking seatporsi keberangkatan haji walaupun dana yang dimiliki belum mencapai Rp 25.000.000,00.
Nasabah bank yang ingin mendapatkan porsi dana talangan haji maka terlebih dahulu ia harus membuka rekening tabungan haji. Besarnya pembiayaan talanga haji yang ditawarkan oleh Bank BRI Syari’ah dimulai dari Rp 10.000.000,00 – Rp 23.000.000,00.  Nasabah juga harus memberikan uang dana sendiri (DP) terlebih dahulu, besarnya uang DP dalam hal ini berbeda-beda, misalnya nasabah akan meminjam dana talangan haji sebesar Rp 23.000.000,00 maka DP yang harus disediakan adalah Rp 2.000.000,00, sehingga jumlah keseluruhannya adalah Rp25.000.000,00. Jumlah ini merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh nasabah sehingga dapat didaftarkan ke Kementrian Agama (Kemenag) sebagai calon jama’ah haji.
Akad yang digunakan dalam dana talangan haji di BRI Syari’ah adalah akad qardhul ijarah. Akad al-qardh digunakan untuk memberikan pinjaman uang kepada nasabah, sedangkan akad al-ijarah digunakan untuk memberlakukan ujrah yang akan dibayarkan oleh nasabah kepada pihak bank. Adapun besar ujrah yang harus dibayarkan oleh nasabah kepada pihak Bank adalah sebesar Rp 2.070.000,00/tahun. Ujrah ini berfungsi sebagai  balas jasa dari nasabah kepada pihak Bank karena bank mendaftarkan calon jama’ah haji ke (Kemenag), baik ke daerah maupun ke pusat di Jakarta. Jangka waktu pelunasan dana talangan haji  di Bank ini selama 5 tahun, sehingga ujrah yang harus dibayar untuk jangka 5 tahun ini adalah sebesar  Rp. 10.350.000,00. Ujrah ini bisa dibayarkan di awal secara keseluruhan namun  juga bisa diangsur pertahun, namun yang diperlu diperhatikan tahun pertama ujrah wajib dibayarkan.
Simulasi dana talangan haji berdasarkan waktu dan besarnya talangan:[6]
Keterangan
Jangka Waktu
1 Tahun
2 Tahun
3 Tahun
4 Tahun
5 Tahun
Rp. 23 juta
 
 
 
 
 
Setoran awal tab. Haji
50.000
50.000
50.000
50.000
50.000
Biaya administrasi
200.000
250.000
350.000
400.000
450.000
Ujrah
2.070.000
4.140.000
6.210.000
8.280.000
10.350.000
DP
2.000.000
2.000.000
2.000.000
2.000.000
2.000.000
Jumlah
4.320.000
4.370.000
4.470.000
4.520.000
4.570.000
Angsuran/Bln
1.920.000
1.045.000
754.000
609.000
522.000
 
 
 
 
 
 
Rp. 20 juta
 
 
 
 
 
Setoran awal tab. Haji
50.000
50.000
50.000
50.000
50.000
Biaya administrasi
200.000
250.000
350.000
400.000
450.000
Ujrah
1.800.000
3.600.000
5.400.000
7.200.000
9.000.000
DP
5.000.000
5.000.000
5.000.000
5.000.000
5.000.000
Jumlah
7.050.000
7.100.000
7.200.000
7.250.000
7.300.000
Angsuran/Bln
1.667.000
909.000
656.000
530.000
454.000
 
 
 
 
 
 
Rp. 15 juta
 
 
 
 
 
Setoran awal tab. Haji
50.000
50.000
50.000
50.000
50.000
Biaya administrasi
200.000
250.000
350.000
400.000
450.000
Ujrah
1.350.000
2.700.000
4.050.000
5.400.000
750.000
DP
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
Jumlah
11.600.000
11.650.000
11. 750.000
11.800.000
11.850.000
Angsuran/Bln
1.260.000
682.000
492.000
397.000
340.000
 
Berdasarkan pada data bank tersebut di atas, disimpulkan bahwa praktek dana talangan haji adalah sebuah transaksi yang menggunakan akad ijarah multi jasa (BPD Syari’ah). Proses pelaksanaannya adalah bank memberikan sejumlah uang kepada nasabah sebagai dana talangan untuk melaksanakan ibadah haji. Kemudian, nasabah mengembalikan dana pinjaman tersebut dengan cara mengangsurkan sejumlah uang yang nominalnya lebih dari dana pinjaman tersebut. Selisih inilah yang oleh pihak bank disebut dengan ujrah sebagai konsekuensi akad yang telah disepakati.Ijarah multijasa ini mencoba menggabungkan antara qardh yang bersifat tabarru’at (sosial) dengan ijarah yang bersifat mu’awwadhat (komersil).
Dalam prinsip syariat, transaksi tabarru’at merupakan transaksi yang bertujuan untuk kepentingan sosial yang tidak mensyaratkan tambahan apapun.Berbeda dengan transaksi mu’awwadhat yang bertujuan untuk komersil atau mencari keuntungan. Setiap transaksi memiliki ruhnya masing-masing, sehingga tak dapat dengan mudah dan menyalahi aturan jika digabung-gabungkan antara satu dengan yang lain. Transaksi tabarru’atakan menjadi tidak sah bila disyaratkan adanya tambahan, sehingga tak dapat digabungkan dengan tujuan komersil yang menuntut adanya keuntungan. Bila dipaksakan, akad qardhakan rusak karena adanya selisih yang tidak dapat menyandang dua status sekaligus. Sekalipun akan berstatus sebagai ujrah dalam akad ijarah, ia akan tetap berstatus riba pada akad qardh, sehingga tidak mungkin disatukan. Terkecuali ada kerelaan untuk merubah akad mu’awwadhat menjadi tabarru’at yang hal ini dibolehkan.
Melalui keterangan di atas dapat diketahui bahwa praktik dana talangan haji di dalamnya terdapat unsur riba. Riba merupakan segala tambahan yang disyaratkan dalam transaksi.Riba diharamkan oleh syari’at berdasarkan firman Allah QS. Al-Baqarah (2) ayat 275 sebagai berikut:
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا…
Artinya: Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.
Dana talangan haji juga menggunakan akad ijarah.Akad tersebut bersifat mu’awwadhat yang menuntut adanya ujrah.Apabila selisih yang dibayarkan oleh nasabah dikategorikan sebagai ujrah, Hal ini merupakan hal yang tidak sesuai dengan ‘urfatau adat kebiasaan karena biaya administrasi tersebut terlalu besar dan tidak seimbang dengan jasa yang diberikan.
Dengan demikian, akad ijarah multijasa tidak dapat dibenarkan menurut syari’at, karena berasal dari dua jenis akad yang bertentangan.Tidak dapat tergolong ijarah karena adanya ujrah yang tidak wajar, juga tidak dapat digolongkan menjadi qardh karena mengandung unsur riba.Oleh karena itu hukum Dana Talangan Haji adalah Haram.
 
B.     Tinjauan Mashlahat dan Madharat
Sepintas, memang sepertinya sistem talangan ini memberikan kemudahan bagi umat muslim Indonesia untuk menunaikan ibadah haji, namun apabila kita amati dengan teliti, dalam sistem talangan ini ada pembiasan atau pengkaburan makna istitha’ah (mampu) yang merupakan prinsip dalam menunaikan ibadah haji.
Pembahasan ini mencoba melihat dari sudut pandang Islam yang lebih realistis dengan melihat dampak sosilogis yang ditimbulkan. Orang yang sebetulnya belum istitha’ah(mampu) namun sudah mendapatkan kursi (seat) haji karena dana talangan, hal tersebut tidak menjamin kepastian untuk bisa berangkat, karena pada saat tahun masa pelunasan belum ada kepastian apakah dia bisa melunasi talangan hajinya ataukah tidak. Hal ini menunjukkan bahwa dana talangan haji tidak serta merta menjamin adanya kemampuan untuk menunaikan ibadah haji. Karena dalam praktik dana talangan haji mengandung unsur hutang yang menuntut pelunasan sehingga mengurangi kesempurnaan istitha’ah yang seharusnya tidak ada paksaan sama sekali sebagaimana dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 286:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا…
Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…”
Pada kenyataannya, sistem yang bertujuan utama untuk memberikan mashlahat,justru menimbulkan kemadharatan. Dana talangan haji mampu memotivasi untuk segera melaksanakan haji, namun disisi lain juga mendorong nasabah untuk berhutang yang pada akhirnya dapat menyulitkan diri sendiri.Sangat tidak layak bagi seseorang yang belum mampu untuk berhaji memaksakan diri, karena dikhawatirkan akan terlilit hutang dan terjerumus ke dalam perbuatan yang diharamkan seperti riba. Selain itu, iadapat menghalangi orang yang telah lebih awal dalam memenuhi syarat istitha’ah. Dalam qaidah ushuliyah disebutkan
دَرْءُاْلمَفَاسِدِمُقَدَّمٌعَلَىجَلْبِاْلمَصَالِحِ
Artinya: “Menghindari kerusakan (kerugian) lebih didahulukan dari pada mendatangkan kemaslahatan (keuntungan).
 
IV.    ANALISIS
BerdasarkanFATWA DSN MUI NO. 09/DSN-MUI/IV/2000 TENTANG PEMBIAYAAN IJARAH dan FATWA DSN 19/DSN-MUI/IV/2001: TENTANG AL-QARDH,penggunaan dana talangan haji oleh pihak-pihak bank sebagaimana yang sudah diterangkan dimuka diperbolehkan jika memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan.Jika ternyata fakta di lapangan berbeda dengan syarat-syarat yang ditentukan oleh fatwa, maka disinilah terjadi ketimpangan dan perlu pengkajian lebih lanjut.
Berdasarkan sumber data yang diperoleh, setiap bank memiliki prinsip proses pelaksanaan dana talangan haji yang berbeda-beda.Meskipun demikian, esensi pengadaan dana talangan haji oleh setiap bank adalah sama, yaitu memperoleh keuntungan dari para nasabah yang berkeinginan untuk melaksanakan ibadah haji.
Melalui data dari beberapa bank di atas,dapat diketahui bahwa pihak bank memperoleh keuntungan daridanatalangan haji yaitu berupa ujrah yang dibebankan pada nasabah. Diantara permasalahan yang terjadi adalah pihak bank mengatakan bahwa talangan haji menggunakan gabungan dua akad, yaitu akad qardh dan ijarah(seperti dalam BRI Syari’ah dan BSM).Penggabungan dua akad menjadi satu akad sendiri hukumnya tidak boleh.Memang sebagian ulama membolehkan, seperti Imam Ibnu Taimiyah (ulama Hanabilah) dan Imam Asyhab (ulama Malikiyah).Namun yang rajih adalah pendapat yang tidak membolehkan, yakni pendapat jumhur ulama empat mazhab, yakni ulama Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah.
Menurut ulama yang membolehkan penggabungan dua akad pun, penggabungan qardh dan ijarah termasuk akad yang tak dibolehkan.[7]
Selain itu, jika yang digunakan adalah akad qardh(seperti pada Bank BTN Syari’ah), maka berdasarkan pengertian qardh yang telah dijelaskan diatas, pihak bank tidak boleh mengambil keuntungan sedikitpun dari nasabah. Dalam prakteknya, dana talangan haji menyalahi aturan tersebut sehingga hal ini mengindikasikan bahwa dana talangan haji hukumnya tidak diperbolehkan, sebab setiap qardh (pinjaman) yang mensyaratkan tambahan adalah riba, karena besarnya pengembalian tidak sama dengan jumlah dana yang dipinjamkan.
Jika diteliti lebih lanjut, maka akan didapati bahwa dalam praktek dana talangan haji terjadi beberapa keganjilan, yaitu biaya administrasi yang terlalu besar, perbedaan ujrah yang dibebankan pada nasabah, dan pengembalian dana talangan yang disertai dengan tambahan yang cukup banyak. Misalnya pada bank BRI Syari’ah, ujrah yang harus ditanggung oleh pihak nasabah dan wajib dibayar dalam jangka waktu 5 tahun adalah sebesar Rp. 10.350.000,00, kalau dicermati secara rasional, bukankah angka ujrah yang harus dibayar itu terlalu besar? Inilah yang menjadi keganjilan yang tidak rasional.
 
 
 
V.       REKOMENDASI
Berdasarkan pada pemaparan diatas, maka sudah selayaknya bagi calon jama’ah haji untuk lebih berhati-hati dalam mempercayakan hajinya pada lembaga yang benar-benar berbasis syari’ah.Bagi para calon jama’ah haji yang sudah memiliki istitha’ah (kemampuan) untuk beribadah haji tanpa perlu menggunakan dana pinjaman dari bank atau pihak manapun, sebaiknya segera mendaftarkan diri melalui lembaga yang mengurusi pemberangkatan haji. Sementara bagi orang yang belum memiliki istitha’ah (kemampuan) melaksanakan haji, tidak perlu memaksakan diri dengan mengambil pinjaman dana talangan haji dari bank tertentu, karena kewajiban ibadah haji adalah bagi yang mampu. Islam adalah agama yang mudah dan tidak menyulitkan, sehingga seorang muslimyang belum memiliki kemampuan melaksanakan ibadah haji tidak perlu membebani diri, karena Allah swt tidak membebani seseorang sedikitpun kecuali pada hal-hal yang mampu ia kerjakan.
 
 

sumber : http://derapkakidebu.blogspot.com/2012/04/seputar-dana-talangan-haji_05.html

Read Full Post »

Ulang Tahun Alifa

Alifa sekarang sudah tahu tentang ulang tahun, dan dia bilang, ” Ma, sekarang bulan Mei kan, aku sebentar lagi ulang tahun dong?”, Iya, jawab saya. ” Kamu mau dirayain ngga, seperti teman-teman sekolah kamu? tanya saya, tapi ternyata dia memang anak yang pengertian lho, dia bilang, ga usah aja Ma.. aku mau minta beli hadiah boneka aku aja, kan itu mahal harganya, nanti kalau beli kue-kue lagi, uang mama habis dong”… Alhamdulilah.. senangnya.. punya anak yang pengertian begini, semoga seterusnya ya Nak?

Tahun ini, mungkin karena tahun terakhir dia di TK, banyak teman-temannya yang merayakan di sekolah, dan Alifa sering dapat bingkisan ulang tahun, pernah minggu lalu, dia dapat tas bergambar Angry Bird, tapi malah diminta adiknya, ” ini punya aku aja ya kak? kata Dammar, dan si kakak yang memang sayang dan pengertian, dengan senang hati memberikan kepada adiknya.

Read Full Post »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

BBC | Blog Belalang Cerewet

semua dicatat agar awet

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination