Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November, 2011

Dedicated to Dewi….

Pagi itu, kau begitu manis… saat kau mengantarku ke kantorku, berat rasa hati ini untuk berpisah, aku pikir, kaupun begitu, macam-macam yang kau tanyakan, agar bisa lebih lama menatapku, bisa lebih lama memandangku, istrimu yang sedang mengandung anakmu.

Saat aku dengar berita itu,.. aku tidak percaya, berita itu pasti bohong, tidak mungkin, kau pergi…kau masih sehat…kau masih akan melihat bayimu yang sedang ku kandung ini…Ya Allah.. beri aku kekuatan…

Hanya Tuhan yang tahu betapa sakit dan pedih hati ini, namun kutahan semua rasa di hati….saat kau pergi.. jauh dalam keheningan tidur panjangmu….

Aku yang tetap mencintaimu, ingin ku teriak….” Bangun, Sayang… Jangan tinggalkan aku dan anakmu tanpa kehadiranmu di sisi kami”

Namun… dalam isakan tangisku, aku berdoa agar bisa bertemu kembali dan selamanya kau akan tetap harum di hatiku.

Walau dunia kita berbeda, aku yakin kau akan tetap bersamaku, doaku untuk mu kekasihku….Selamat Jalan sayangku…

Denting detak jantungku mengiringi kepergianmu. . .
kau biaskan rona cahaya mu.
saat kau tiada disisiku. . .
hanya bayangmu yang kini menemaniku. .
karna kau tiada lagi untuku. . . .

Innalilahi wa innailaihi rojjiun…Lahaula walaquwwata ilabilah….

Read Full Post »

Yakinilah hal yang baik, maka terjadilah, amin

Manusia tidak abadi, yang abadi adalah perbuatannya, maka perbanyaklah berbuat baik

Untuk apa memikirkan hal yang lalu, masa depan jauh lebih baik

Aku tidak pernah mengalami kegagalan, hanya”pengalaman berharga”

Read Full Post »

SAHABAT

Arti sebuah sahabat buat saya adalah seseorang yang bisa menerima saya apa adanya, bisa menjadi tempat curhat tanpa menghakimi, bisa mengerti kondisi saya dan yang pasti selalu ada di sisi saya apabila saya membutuhkan, terdengar egois ya? tetapi saya pikir, semua orang yang mempunyai sahabat akan berharap yang sama dengan yang saya harapkan juga, jadi sebaiknya memang saling bisa mengisi satu sama lainnya.

YUNI

Saya punya seorang sahabat, namanya Yuni, waktu SD, saya satu sekolah, SMP juga satu sekolah, begitu juga dengan SMA, tetapi waktu masih SD dan SMP, kami berdua tidak terlalu dekat, saya punya teman main sendiri, begitu juga dengan Yuni. Zaman SMP, saya justru punya teman satu geng, berempat, kemana-mana berempat, makan di kantin, belajar kelompok, dan tidak ketinggalan ikutan kegiatan yang sedang in saat itu, yaitu: “ngeceng” di Melawai juga berempat, pakai baju dengan model yang sama, dan kita saling mempengaruhi satu sama lain.

Ada beberapa kategori sahabat yang saya punya, kalau untuk bergaul dan urusan ketawa ketiwi saja tanpa harus betul-betul mikir tentang perasaan, maka teman satu geng itulah tempat saya berkumpul dan bersenda gurau, tetapi kalau untuk kategori si Yuni ini, dia adalah sahabat sejati yang sampai sekarang walaupun jarang bertemu, tetapi rasa dekat, rasa terikat dan saling mendokan, itu yang kami lakukan.

Awal mula saya dekat dengan Yuni, waktu saya satu SMA dan satu kelas, kami sering pulang sekolah bersama-sama, menyusuri jalan menuju tempat perhentian bis yang agak jauh dari lokasi sekolah. Rumah Yuni dan rumah saya searah, jadi kami selalu satu bis menuju ke rumah masing-masing.Sepanjang jalan, banyak cerita kami bagi sebagai bahan obrolan selama kami menunggu bis, tentang orang tua kami, tentang cowok yang sedang kami incar, tentang guru-guru atau tentang teman-teman sekolah kami.

Kami berdua bukan dari keluarga yang berada, dan setelah lulus SMA, kami tidak bisa langsung mendaftar kuliah di swasta, karena tidak lulus UMPTN, dan jadilah kami berdua berusaha melamar pekerjaan.Cukup banyak perusahaan yang kami coba lamar, tetapi kebanyakan tidak ada kabar beritanya, kadang ada perusahaan yang besar yang berbaik hati memberikan surat balasan bahwa lowongan untuk kami belum ada yang cocok, tetapi sisanya tidak pernah ada balasan ataupun panggilan. Mencoba datang ke kerabat, mencoba peruntungan, siapa tahu bisa ada informasi lowongan kerja, tetapi jawabannya, ” nanti dicoba ditanyain ya”. Yuni agak mulai putus asa, karena orang tua Yuni berharap agar bisa cepat dapat pekerjaan  bukan luntang lantung seperti sekarang ini.

Karena belum ada kegiatan yang rutin, kami sering saling berkunjung ke rumah masing-masing, atau juga menginap di rumah salah satu dari kami, orang tua Yuni sudah menganggap saya sebagai anggota keluarganya, begitu juga dengan orang tua saya, kalau Yuni tidak datang ke rumah setelah beberapa hari, pasti ada pertanyaan, ” Kamu ga musuhan kan sama Yuni?”

Suatu hari, Yuni datang ke rumah sambil menangis, dia bercerita kalau dia mau dijodohkan oleh teman kakaknya, Yuni tidak mau, karena dia tidak kenal sama sekali dengan laki-laki tersebut. Yuni menginap di rumah saya selama tiga hari, dia tidak mau pulang apabila tetap dipaksa untuk menikah.Yuni masih ingin mencoba bekerja dahulu, apalagi dia juga belum siap dan belum tahu karakter si calon suami ini. Di hari ketiga, kakak Yuni yang bernama Yanti datang ke rumah saya, dan karena tidak enak dengan keluarga saya, Yuni ikut pulang dengan kakaknya, Kak Yanti.Orang tua saya juga merasa bersalah apabila menghalangi keinginan keluarga Yuni untuk mengajak Yuni pulang. Inilah yang saya takutkan, Yuni pasti akan dipaksa menikah, karena sampai sekarang belum dapat pekerjaan dan menikah adalah jalan satu-satunya untuk bisa hidup lebih baik.

Tak lama kemudian, lebih kurang dua minggu, saya dapat undangan pernikahan Yuni dengan Ahmad, acara walimahan di rumah Yuni, saya sempat shock dan merasa sangat kehilangan, sedih karena sahabat saya akhirnya meninggalkan saya sendirian, dia tega menikah dengan orang lain lebih dahulu dari saya, saya tidak ada teman curhat lagi, teman berbagi dan saling memberikan semangat apabila salah satu dari kami merasa putus asa atau gelisah. Saya sedih berhari-hari, curhat melalui buku diary, dan malas keluar rumah.

Ahmad adalah salah seorang anggota pengajian tempat Yanti  belajar mengaji, sebelumnya Yanti juga menikah dengan salah seorang dari kelompok pengajian yang sama, salah satu anggota pengajian, biasanya suka menjodoh-jodohkan dan berusaha saling mengenalkan keluarganya yang belum menikah agar bisa cepat dapat jodoh.Kejadian pada Yuni adalah, Yanti membawa photo Ahmad kepada Yuni, begitu juga photo Yuni diberikan kepada Ahmad, dan apabila masing-masing mau untuk diperjodohkan, maka segeralah mereka diurus pinangannya.

Setelah saya datang ke pernikahan Yuni, saya sudah tidak pernah lagi bertemu dengan Yuni, jaman dulu tidak ada telpon, tidak ada handphone, jadilah kami berdua makin jauh, apalagi rumah orang tua saya juga pindah ke Pondok Bambu,Jakarta Timur, sedangkan dulu kami tinggal di Jl.Bangka, Jakarta Selatan. Bertahun-tahun saya lalui, dan teman datang silih berganti.

Saya yakin, dimanapun saya dan Yuni berada, kami selalu mendoakan dan selalu memikirkan kabar masing-masing, setiap bertemu teman sekolah, pertanyaan yang tidak pernah ketinggalan, ” Gimana kabar Yuni ya, ada yang tahu tidak?” tetapi selalu mendapatkan jawaban yang sama, ” Tidak tahu”. Tahun berganti tahun, saya bekerja, kuliah walaupun tidak sampai sarjana, lalu saya menikah, pindah rumah, punya anak dua, tapi belum pernah sekalipun saya bertemu atau dapat kabar tentang Yuni.

Penting bagi saya untuk punya sahabat, dimanapun saya berada, saya selalu punya kawan dekat, entah itu di tempat les, tempat kerja,lingkungan tetangga, biasanya saya punya seseorang yang hubungannya lebih dekat dibanding dengan yang lain.Saya merasakan indahnya punya sahabat, karena sahabat itu punya rasa empati yang tinggi, tempat berbagi kegundahan, walaupun dia hanya bisa mendengarkan tanpa berkata apapun,itu sudah cukup bagi saya.

KENANGAN TERINDAH

Susah menyebutkan satu persatu kenangan yang pernah ada tentang Yuni, karena apapun yang kami lakukan bersama,terasa indah, saya tidak pernah merasa dilecehkan, dihina, tersinggung atau apapun yang bisa menyebabkan saya sakit hati. Perkataan Yuni terhadap saya, selalu perkataan yang baik, santun dan menyenangkan atau kalau dia mencoba menegur saya, pasti dia tidak pernah bicara langsung secara kasar, dia sangat menjaga perasaan orang lain. Pembawaan Yuni yang ceria dan periang, selalu membawa keceriaan buat semua orang di sekitar dia. Perhatian yang tulus dan ikhlas akan lebih terasa dibanding sebuah perhatian yang pakai pamrih. Pertemanan dekat itu tidak bisa dipaksakan, segala sesuatu itu, pasti ada unsur suka dan tidak suka, contohnya film, ada yang suka film horor, ada yang tidak suka, ada yang suka makanan pedas, ada juga yang tidak suka, ada yang suka manis atau lebih suka asin, nah untuk bidang apapun itu, pasti kita tidak bisa memaksakan orang lain untuk suka atau tidak suka.Tetapi, saya yakin apapun yang diberikan dengan tulus, dengan empati yang tinggi, dan kasih sayang pasti akan lebih terasa ke dalam lubuk hati dan terkenang sepanjang masa.

TERIMA KASIH FB

Mungkin saya,adalah satu diantara ribuan orang yang berterima kasih terhadap Face Book, saya bisa menemukan Yuni kembali atas jasa Face book juga. Saya lihat ada “add friend”dari seorang anak usia sekolah, perempuan, memakai jilbab, saya tidak kenal namanya, tetapi begitu saya baca pesannya,” Nit, ini Yuni….. gue pake FB anak gue.. masih inget gue ga? apa kabar lo sekarang?”…….mau teriak, tapi cukup dalam hati…hehe… Sambil ingin goyang-goyang rasanya, seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru, setelah lebih dari 20 tahun,  akhirnya nongol juga itu si sahabat jaman dulu…..langsung saya balas” ya ampuuuuuun Yuni… loe kemana aja, kirain udah jadi TKW di Arab, terus ga bisa pulang-pulang ke Indonesia karena urusan visa…hahaha” balas saya di inbox FB. Semenjak hari itu, hampir setiap hari kami ber FB ria, saling tukar nomor hp, tukar alamat dan tukar cerita yang bertahun-tahun tenggelam dalam kisah hidup masing-masing.

Yuni sekarang sudah punya empat orang anak, tinggal di Cibinong,Bogor dan walaupun dia tidak pernah mengenal calon suami sebelumnya, tetapi beriring jalannya waktu pernikahan, dia semakin bisa menyelami karakter Ahmad, sang suami yang terkenal dengan pendiam dan bicara seperlunya itu. Kedua orang tua Yuni sudah meninggal, doa saya untuk mereka berdua, semoga diberikan kelapangan di alam kuburnya, diampuni dosa-dosanya, dan diberikan tempat yang layak di sisiNya, semoga bisa berkumpul di surgaMu.. Amiin…

Sampai saat ini, kami masih suka bertukar kabar, dan mengulang memori, kejadian lucu, kejadian sedih dan senang dan yang tak terlupakan, dan benar dugaan saya, kalau selama ini juga, Yuni selalu ingat saya, mendoakan saya dan selalu berharap bisa bertemu kembali, dan alhamdulilah Allah mendengar doa kami.

Senang bisa menyambung lagi tali silaturahmi yang sempat putus, bahagia rasanya bisa bertemu kembali dengan teman semasa kecil, teman yang tidak pernah mengharapkan timbal balik balasan, tidak berharap apapun kecuali bisa meluangkan waktu bersama dan saling memberikan dorongan untuk menjadi hamba Allah yang lebih baik. Benar sekali pepatah yang mengatakan kalau berteman dengan penjual minyak wangi, kitapun ikut wangi… bukannya mau pilih-pilih teman, tetapi kalau kita punya sahabat, sebaiknya yang bisa memberikan nilai lebih atau bisa membantu kita ke jalan kebaikan, entah itu dengan teguran apabila menyimpang, dengan contoh prilaku dan tak lupa dengan saling mendoakan.

Di kantor tempat saya bekerja sekarang, saya merasa bahagia karena dikelilingi oleh sahabat-sahabat yang mempunya jiwa besar, mempunyai rasa empati yang tinggi, dan mereka adalah good listener, apabila saya berhenti dari kantor ini, yang saya rasakan berat adalah persahabatan yang sudah terjalin selama saya bekerja dengan teman-teman sekantor saya. Banyak kesalahan yang saya lakukan pastinya terhadap para sahabat-sahabat saya, entah dari perbuatan, perkataan yang kurang enak didengar, dan bercandaan yang tidak pada tempatnya, tetapi saya yakin, para sahabat-sahabat saya akan tetap sahabat saya, yang selalu menerima saya apa adanya, memberikan masukan, dorongan yang positif dan saling mendoakan.

Yuuk, mari kita berlomba-lomba untuk menjadi sahabat yang sejati……


Read Full Post »

sertifikatSudah lama, CV saya tidak berubah isinya, karena sudah bekerja 12 tahun di kantor ini, dan posisi juga tidak pindah-pindah, (dengan kata lain, stuck..hehehe), dari awal masuk, sampai saya menulis ini, masih di posisi yang sama, sebagai asisten di accounting section. Otomatis tidak ada tambahan item di CV saya, selain dari pada training, baik itu internal training atau training di luar.

Beberapa tahun lalu, tahun 2004, saya pernah training ke Tokyo selama 3 minggu dan tahun 2006, saya juga pernah ikut accounting training di Bangkok, selain itu juga kalau di domestik, saya pernah ikut kursus bahasa Inggris di EF, semua training tersebut difasilitasi oleh kantor saya, JICA.

Alhamdulilah, kantor saya baru saja berbaik hati, memfasilitasi internal training untuk Public Relation, dengan tema ” Maintaining Valuable Relationship with Media and Public to Support Good Corporate Image”.

Semenjak kantor saya bergabung dengan JBIC, yang core bisnisnya adalah memberikan soft loan kepada negara Indonesia,sedangkan JICA sebelumnya khusus memberikan bantuan berupa grant aid, dana hibah, seperti training, advisor, tenaga ahli, pembuatan fasilitas umum, dan lain-lain. Sedangkan sekarang semenjak merger, menjadi ada dua macam, yaitu soft loan dan grant aid.

Mengingat makin banyaknya media dan era globalisasi internet, maka sangat diperlukan bagi karyawan untuk bisa menjaga nama baik dan mendukung kegiatan-kegiatan kantor JICA, selain itu, bisa dibilang, karyawan adalah PR secara tidak langsung yang bisa menjadi icon bagi kantor kita sendiri.

Walaupun dulu saya pernah ambil sekolah PR, dan hanya bertahan satu semester, jadi masih dasar sekali, belum banyak yang saya tahu tentang PR, sekarang ilmu PR makin berkembang dan makin menjelajah ke bidang yang dulunya tidak perlu PR tetapi sekarang malah dibutuhkan, seperti menjelang pemilu, banyak partai memakai jasa PR, atau untuk iklan produk, banyak juga yang memakai jasa PR sebagai bentuk lain untuk mempromosikan produk mereka. Banyak manfaat dan ilmu pengetahuan baru yang kami dapat, apalagi oleh pembicara yang memang sudah banyak ilmu dan praktek di bidangnya.

Materi-materi yang diberikan yaitu:

1. Good Corporate Image : The Urgency and the Needs by bpk.Silih Agung Wasesa, sang pakar branding

2. Developing Effective PR Tools and Media Engagement Programs by bpk.Kaezar Maulana

3.Anticipating the Crisis: How to act Responsively and Properly by bpk.Silih Agung Wasesa

4.How to write the project summaries that initiate news value by bpk.Ahmed Kurnia

5.Understanding the Media Charactrs in Indonesia : Do’s and Don’ts by bpk.Sri Tunggul

6.How to face the media : Tips and Tricks by bpk.Ninok Leksono

7.Utilizing Employees’Social Network for Good corporate image by ibu Vera Makki

8.How to say no by saying yes : Tips and Tricks by ibu Leila Mona Ganiem

9.How to create useful conversation in social media? by bpk.Valent Mustamin ( he is a president of wordpress Indonesia)

10.Toward JICA’s Brand Ambassadors : Internalizing PR Values in Daily Activities by bpk.Silih Agung Wasesa

Selain pakar PR, pak Sri Tunggul, pak Ninok Leksono dan pak Ahmed Kurnia, mereka adalah para mantan wartawan senior yang masih aktif memberikan sharing ilmunya di berbagai kegiatan.

Ada pertanyaan dari teman kantor, ” For what do you use the certificate?” I said, : usually everyone will put the additional training on their Curriculum Vitae, I don’t think they brave enough to mention that I am good at PR, but at least we had training before.”

Karena hidup itu terus belajar, jadi saya sangat semangat untuk mengikuti training ini, untuk tambah wawasan dan ilmu buat saya yang sangat minim ilmu ini. Orang pintar dan terkenal pun tidak pernah lelah belajar, apalagi saya?

 

 

Read Full Post »

Qurban kambing tahun ini

Insya Allah, lusa kami akan bertemu dengan hari raya haji atau hari raya qurban. Dalam keluarga kami, di masa saya belum menikah, keluarga kami yang sederhana, makan daging hanya lebaran idul fitri atau lebaran haji. Untuk berqurban adalah sesuatu yang sangat mahal dan sepertinya susah untuk kami lakukan, khususnya orang tua kami.

Setelah anak-anak dari orang tua kami sudah berkeluarga, ibu saya mulai bisa berqurban kambing, itu terjadi beberapa tahun yang lalu, persisnya saya lupa tahun berapa. Saya juga alhamdulilah, setelah menikah, hidup saya lumayan berkecukupan, rumah tidak perlu mengontrak, dan bisa menggaji 2 pembantu di rumah. Sepertinya aneh dan kok pelit ya, apabila saya tidak ikutan untuk berqurban seperti yang dilakukan orang lain, walaupun tidak mampu tetapi mereka memaksakan untuk sekedar menabung setiap hari, menyisihkan uang dari hasil keringat untuk berqurban.

Banyak kisah inspiratif, bagaimana seorang penjual keliling bisa memberikan hewan qurban, atau kisah kakek pensiunan PNS yang juga rela berqurban dengan hewan qurban yang terbaik dan mahal, padahal berapa sih hasil pensiunan pegawai negeri?

Tahun ini, saya berencana membeli dan berqurban di mesjid dekat rumah, Janatul Firdaus, ini pertama kali saya kurban di situ, dan atas nama Alifa, biar besok, Insya Allah anak-anak bisa melihat acara pemotongannya dan bisa ikutan berbagi dengan yang lebih membutuhkan.

Insya Allah, tidak ada halangan dalam melaksanakan niat baik ini, dan selalu berharap ini bisa terus dilakukan setiap tahunnya, Amiin ya Allah…

Read Full Post »

Fikih Qurban

» Fikih Qurban

Disusun oleh : Dr. H. Agus Setiawan, Lc, Ma

Taujih Rabbani
Firman Allah Swt. tentang kurban terdapat pada Qur’an Surat Al Kautsar ayat ke 2 :

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ [١٠٨:٢]

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al-Kautsar : 2]

 

yang dimaksud dengan menyembelih hewan adalah menyembelih hewan qurban setelah shalat Ied.” Pendapat ini dinukil dari Qatadah, Atha’ dan Ikrimah (Taisirul ‘Allaam, 534)

 

Pengertian
Udh-hiyah adalah hewan ternak yang disembelih pada hari Iedul Adha dan hari Tasyriq dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah karena datangnya hari raya tersebut. (lihat Al Wajiz, 405 dan Shahih Fiqih Sunnah II/366)

 

Keutamaan

  1. Menyembelih qurban termasuk amal salih yang paling utama
  2. Menyembelih qurban lebih menampakkan syi’ar islam dan lebih sesuai dengan sunnah Nabi saw. (lihat Shahih Fiqh Sunnah 2/379 & Syarhul Mumthi’ 7/521)

 

Dalil tentang Keutamaan Qurban
‘Aisyah radhiyallahu’anha menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Iedul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (qurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya.”  (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dengan sanad sahih, lihat Taudhihul Ahkam, IV/450)

 

Hukum Qurban

  1. Pertama: Wajib bagi orang yang berkelapangan. Ulama yang berpendapat demikian adalah Rabi’ah (guru Imam Malik), Al Auza’i, Abu Hanifah, Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya, Laits bin Sa’ad beserta beberapa ulama pengikut Imam Malik, Imam Ibnu Taimiyah.Dalil yang mendaasari pendapat pertama adalah hadits Abu Hurairah yang menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berqurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ibnu Majah 3123, Al Hakim 7672).
  2. Pendapat kedua menyatakan Sunnah Mu’akkadah (ditekankan). Ini adalah pendapat mayoritas ulama yaitu Malik, Syafi’i, Ahmad, Ibnu Hazm dan lain-lain.Dalil yang mendasari pendapat kedua adalah hadits dari Abu Mas’ud Al Anshari ra. Beliau mengatakan, “Sesungguhnya aku sedang tidak berqurban. Padahal aku adalah orang yang berkelapangan. Itu kulakukan karena aku khawatir kalau tetanggaku mengira qurban itu adalah wajib bagiku.” (HR. Abdur Razzaq dan Baihaqi dengan sanad shahih).
    Demikian pula dikatakan oleh Abu Sarihah, “Aku melihat Abu Bakar dan Umar sementara mereka berdua tidak berqurban.” (HR. Abdur Razzaaq dan Baihaqi, sanadnya shahih)
    Ibnu Hazm berkata, “Tidak ada riwayat sahih dari seorang sahabatpun yang menyatakan bahwa qurban itu wajib.” (Al Muhalla, Ibnu Hazm 5/295)

 

Jenis Hewan Qurban

 

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ [٢٢:٣٤]

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)”
[Qur’an Surat Al-Hajj : 34]

Dalam bahasa arab, yang dimaksud Bahiimatul al An’aam hanya mencakup tiga binatang yaitu onta, sapi atau kambing saja.
Para ulama’ menyamakan kerbau dengan sapi dalam berbagai hukum dan keduanya dianggap sebagai satu jenis. (Mausu’ah Fiqhiyah Kuwaitiyah 2/2975)

 

Usia Hewan Qurban
Jabir bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian menyembelih (qurban) kecuali musinnah. Kecuali apabila itu menyulitkan bagi kalian maka kalian boleh menyembelih domba jadza’ah.” (Muttafaq ‘alaih)
Jumhur ulama memaknai hadis di atas sebagai anjuran dan bukan kewajiban.  (Syarh Shahih Muslim An Nawawi 6/456)

 

Cacat Hewan Qurban

  1. Cacat yang menyebabkan tidak sah untuk berqurban, ada 4 :
    • Buta sebelah dan jelas sekali kebutaannya
    • Sakit dan jelas sekali sakitnya
    • Pincang dan tampak jelas pincangnya
    • Sangat tua
  2. Cacat yang menyebabkan makruh untuk berqurban, ada 2
    • Sebagian atau keseluruhan telinganya terpotong
    • Tanduknya pecah atau patah
  3. Cacat yang tidak berpengaruh pada hewan qurban (boleh dijadikan untuk qurban) namun kurang sempurna tidak bergigi (ompong), tidak berekor, bunting, atau tidak berhidung

 

Contoh Qurban Rasulullah Saw.

  1. Hadits Abu Ayyub radhiyallahu’anhu yang mengatakan, “Pernah Rasulullah saw menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya.” (HR. Tirmidzi dan beliau menilainya shahih)
  2. Nabi saw mengatakan: “Yaa Allah ini – qurban – dariku dan dari umatku yang tidak berqurban.” (HR. Abu Daud 2810 & Al Hakim 4/229 dan dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ 4/349)

Diperbolehkan Kongsi dalam Berkurban
Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu beliau mengatakan, “Dahulu kami penah bersafar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu tibalah hari raya Iedul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor onta. Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang.” (Shahih Sunan Ibnu Majah 2536)

 

Pandangan Pentingnya Ibadah Qurban
Sebagian ulama menganjurkan untuk berqurban meskipun harus hutang. Di antaranya adalah Imam Abu Hatim sebagaimana dikatakan oleh Sufyan Ats Tsauri dan disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya (Tafsir Ibn Katsir, surat Al Hajj: 36)

Qurban untuk Orang yang Telah Meninggal

  1. Diperbolehkan, jika orang yang meninggal bukan sebagai sasaran qurban utama namun statusnya mengikuti qurban keluarganya yang masih hidup. Hal ini didasarkan pada hadits Abu Ayyub radhiyallahu’anhu yang mengatakan, “Pernah Rasulullah saw menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya.” (HR. Tirmidzi dan beliau menilainya shahih)
  2. Tidak diperbolehkan, jika berqurban khusus untuk orang yang telah meninggal tanpa ada wasiat dari mayit
  3. Diperbolehkan, jika berqurban khusus untuk orang yang meninggal karena mayit pernah mewasiatkan

Read Full Post »

Kuhentikan mobil tepat di ujung kandang tempat berjualan hewan Qurban. Saat pintu mobil kubuka, bau tak sedap memenuhi rongga hidungku, dengan spontan aku menutupnya dengan saputangan. Suasana di tempat itu sangat ramai, dari para penjual yang hanya bersarung hingga ibu-ibu berkerudung Majelis Taklim, tidak terkecuali anak-anak yang ikut menemani orang tuanya melihat hewan yang akan di-Qurban-kan pada Idul Adha nanti, sebuah pembelajaran yang cukup baik bagi anak-anak sejak dini tentang pengorbanan NabiAllah Ibrahim & Nabi Ismail.

 Aku masuk dalam kerumunan orang-orang yang sedang bertransaksi memilih hewan yang akan di sembelih saat Qurban nanti. Mataku tertuju pada seekor kambing coklat bertanduk panjang, ukuran badannya besar melebihi kambing-kambing di sekitarnya.

 ” Berapa harga kambing yang itu pak ?” ujarku menunjuk kambing coklat tersebut.

” Yang coklat itu yang terbesar pak. Kambing Mega Super dua juta rupiah tidak kurang” kata si pedagang berpromosi matanya berkeliling sambil tetap melayani calon pembeli lainnya.

” Tidak bisa turun pak?” kataku mencoba bernegosiasi.

” Tidak kurang tidak lebih, sekarang harga-harga serba mahal” si pedagang bertahan.

” Satu juta lima ratus ribu ya?” aku melakukan penawaran pertama

” Maaf pak, masih jauh.” ujarnya cuek.

Aku menimbang-nimbang, apakah akan terus melakukan penawaran terendah berharap si pedagang berubah pendirian dengan menurunkan harganya.

” Oke pak bagaimana kalau satu juta tujuh ratus lima puluh ribu?” kataku

” Masih belum nutup pak ” ujarnya tetap cuek

” Yang sedang mahal kan harga minyak pak. Kenapa kambing ikut naik?” ujarku berdalih mencoba melakukan penawaran termurah.

” Yah bapak, meskipun kambing gak minum minyak. Tapi dia gak bisa datang ke sini sendiri. Tetap saja harus di angkut mobil pak, dan mobil bahan bakarnya bukan rumput” kata si pedagang meledek.

 Dalam hati aku berkata, alot juga pedagang satu ini. Tidak menawarkan harga selain yang sudah di kemukakannya di awal tadi. Pandangan aku alihkan ke kambing lainnya yang lebih kecil dari si coklat. Lumayan bila ada perbedaan harga lima ratus ribu. Kebetulan dari tempat penjual kambing ini, aku berencana ke toko ban mobil. Mengganti ban belakang yang sudah mulai terlihat halus tusirannya. Kelebihan tersebut bisa untuk menambah budget ban yang harganya kini selangit.

 ” Kalau yang belang hitam putih itu berapa bang?” kataku kemudian

” Nah yang itu Super biasa. Satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah” katanya

Belum sempat aku menawar, di sebelahku berdiri seorang kakek menanyakan harga kambing coklat Mega Super tadi. Meskipun pakaian “korpri” yang ia kenakan lusuh, tetapi wajahnya masih terlihat segar.

” Gagah banget kambing itu. Berapa harganya mas?” katanya kagum

” Dua juta tidak kurang tidak lebih kek.” kata si pedagang setengah malas menjawab setelah melihat penampilan si kakek.

” Weleh larang men regSaya (mahal benar harganya) ?” kata si kakek dlm bahasa Purwokertoan

” bisa di tawar-kan ya mas ?” lanjutnya mencoba negosiasi juga.

” Cari kambing yang lain aja kek. ” si pedagang terlihat semakin malas meladeni.

” Ora usah (tidak) mas. Aku arep sing apik lan gagah Qurban taun iki (Aku mau yang terbaik dan gagah untuk Qurban tahun ini)

 Duit-e (uangnya) cukup kanggo (untuk) mbayar koq mas.” katanya tetap bersemangat seraya mengeluarkan bungkusan dari saku celananya. Bungkusan dari kain perca yang juga sudah lusuh itu di bukanya, enam belas lembar uang seratus ribuan dan sembilan lembar uang lima puluh ribuan dikeluarkan dari dalamnya.

 ” Iki (ini) dua juta rupiah mas. Weduse (kambingnya) dianter ke rumah ya mas?” lanjutnya mantap tetapi tetap bersahaja.

Si pedagang kambing kaget, tidak terkecuali aku yang memperhatikannya sejak tadi. Dengan wajah masih ragu tidak percaya si pedagang menerima uang yang disodorkan si kakek, kemudian di hitungnya perlahan lembar demi lembar uang itu.

” Kek, ini ada lebih lima puluh ribu rupiah” si pedagang mengeluarkan selembar lima puluh ribuan

” Ora ono ongkos kirime tho…?” (Enggak ada ongkos kirimnya ya?) si kakek seakan tahu uang yang diberikannya berlebih

” Dua juta sudah termasuk ongkos kirim” si pedagang yg cukup jujur memberikan lima puluh ribu ke kakek

” mau di antar ke mana mbah?” (tiba-tiba panggilan kakek berubah menjadi mbah)

” Alhamdulillah, lewih (lebih) lima puluh ribu iso di tabung neh (bisa ditabung lagi)” kata si kakek sambil menerimanya

” tulung anterke ning deso cedak kono yo (tolong antar ke desa dekat itu ya), sak sampene ning mburine (sesampainya di belakang) Masjid Baiturrohman,

takon ae umahe (tanya saja rumahnya) mbah Sutrimo pensiunan pegawe Pemda Pasir Mukti, InsyaAllah bocah-bocah podo ngerti (InsyaAllah anak-anak sudah tahu).”

 Setelah selesai bertransaksi dan membayar apa yang telah di sepakatinya, si kakek berjalan ke arah sebuah sepeda tua yang di sandarkan pada sebatang pohon pisang, tidak jauh dari X-Trail milikku. Perlahan di angkat dari sandaran, kemudian dengan sigap di kayuhnya tetap dengan semangat.

 Entah perasaan apa lagi yang dapat kurasakan saat itu, semuanya berbalik ke arah berlawanan dalam pandanganku. Kakek tua pensiunan pegawai Pemda yang hanya berkendara sepeda engkol,  sanggup membeli hewan Qurban yang terbaik untuk dirinya.

 Aku tidak tahu persis berapa uang pensiunan PNS yang diterima setiap bulan oleh si kakek. Yang aku tahu, di sekitar masjid Baiturrohman tidak ada rumah yang berdiri dengan mewah, rata-rata penduduk sekitar desa Pasir Mukti hanya petani dan para pensiunan pegawai rendahan.

 Yang pasti secara materi, sangatlah jauh di banding penghasilanku sebagai Manajer perusahaan swasta asing.

Yang sanggup membeli rumah di kawasan cukup bergengsi.

Yang sanggup membeli kendaraan roda empat yang harga ban-nya saja cukup membeli seekor kambing Mega Super
Yang sanggup mempunyai hobby berkendara moge (motor gede) dan memilikinya

Yang sanggup mengkoleksi “raket” hanya untuk olah- raga seminggu sekali
Yang sanggup juga membeli hewan Qurban dua ekor sapi sekaligus
Tapi apa yang aku pikirkan?

 Aku hanya hendak membeli hewan Qurban yang jauh di bawah kemampuanku yang harganya tidak lebih dari service rutin mobil X-Trail, kendaraanku di dunia fana. Sementara untuk kendaraanku di akhirat kelak, aku berpikir seribu kali saat membelinya.

Ya Allah, Engkau yang Maha Membolak-balikan hati manusia balikkan hati hambaMu yang tak pernah berSyukur ini ke arah orang yang pandai menSyukuri nikmatMu.

(Cikini, 12-11-07)

 diambil dari http://www.1bulu1kebaikan.com/?page_id=112

Read Full Post »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

BBC | Blog Belalang Cerewet

semua dicatat agar awet

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination