Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September, 2011

Sebagai orang tua yang baru punya anak seusia TK, punya pengalaman sendiri dan juga beberapa pengalaman teman, yang punya anak pernah mogok sekolah di usia Play Group dan TK, maka saya berusaha mencari artikel dan masukan dari beberapa teman tentang perlunya mencari sekolah yang kita inginkan buat buah hati kita. Kita ga mau dong ya, seperti pengalaman saya, sudah keluar uang, tetapi anaknya hanya bertahan sekolah beberapa kali pertemuan saja, sisanya malas-malasan, menangis dan tidak suka sekolah. Yang kita takuti dan hindari, kalau nantinya di usia sekolah yang seharusnya, tetapi malah bosan dan mogok sekolah betulan,,, jangan sampe ya?

Kiat Memilih Pre School

Sebagian ahli pendidikan masih belum sepakat untuk urusan sekolah bagi batita/balita. Yang pro menganggap bahwa usia balita adalah masa-masa keemasan, di mana orangtua perlu memberikan pendidikan yang baik pada anaknya dengan berbagai cara, termasuk dengan menyekolahkannya pada usia dini. Namun, mereka yang kontra berpendapat bahwa memasukkan batita pada lembaga prasekolah dikhawatirkan membuat anak lekas bosan bersekolah. Bahayanya ialah, anak mogok sekolah justru pada usia di mana ia harus sudah masuk sekolah dengan tertib dan menuntaskan pendidikan dasarnya.

Pada umumnya, orangtua memasukan anaknya ke lembaga prasekolah karena ingin anak mereka bisa bersosialisasi sambil bermain dan belajar. Namun, dengan semakin menjamurnya sekolah usia dini atau pra sekolah (pre-school) dan semakin melambungnya biaya pendidikan yang harus dikeluarkan para orangtua  membuat para orangtua harus selektif dalam memilih pra sekolah. Sebenarnya apa saja yang harus dipertimbangkan sebelum memilih pre-school yang tepat untuk si kecil ? Dan apakah seorang anak harus masuk pre-school ?

Prof. Dr.Mulyono Abdurrahman, ketua program studi pendidikan anak usia dini dari Universitas Negeri Jakarta, menjelaskan bahwa tugas lembaga pendidikan pre-school adalah untuk mempersiapkan anak memasuki sekolah dasar. Taman Kanak-Kanak (TK), pre-school atau kelompok bermain, menurut Mulyono termasuk dalam kategori pendidikan pra sekolah.

Ketika anak mengikuti pendidikan pra sekolah, mereka akan dipersiapkan untuk memahami konsep-konsep dasar matematika, bahasa dan ilmu lainnya. Anak-anak akan diperkenalkan kepada konsep jarak, seperti jauh, dekat atau panjang dan luas yang merupakan konsep matematika. Lanjut Mulyono, anak usia dini belum memerlukan pelajaran berhitung yang rumit karena itu akan dipelajarinya di SD.

“Sebenarnya yang wajib itu adalah pendidikan sembilan tahun yang sudah dicanangkan pemerintah, tetapi memang lebih baik lagi jika dipersiapkan sebelumnya. Usia pra sekolah sangat penting dalam perkembangan anak karena usia 4-5 tahun adalah the golden age, usia ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin, karena lewat dari itu sel otak sudah berkembang,” kata Mulyono.

Prinsipnya bermain

Menurut Reni Kusumowardani, psikolog, dunia anak adalah dunia bermain, karenanya anak harus diakomodasi kebutuhannya untuk bergerak secara aktif. Dalam memilih lembaga pra sekolah sebaiknya orangtua harus mengetahui dengan baik kurikulum yang dimiliki oleh sekolah. Berapa prosentase anak harus duduk dengan anak dibebaskan bermain, semakin banyak aktivitas bermain berarti semakin bagus. Bermain di sini berarti guru memfasilitasi, bukan hanya menonton.

Reni menambahkan, jika guru tahu prinsip-prinsip perkembangan anak maka di dalam metode mengajarnya akan berbasis kepada anak. Untuk itu guru sebaiknya memiliki kompetensi mengajar anak usia pra sekolah, misalnya setelah bermain guru bisa mengajak anak merefleksikan apa yang sudah mereka kerjakan dan menyisipkan dasar-dasar ilmu.

Karena yang dibutuhkan oleh seorang anak usia dini adalah bermain, maka sebaiknya unsur itu harus dipenuhi dalam pendidikan pra sekolah. Saat ini orangtua cenderung memprioritaskan kecerdasan intelegensia dibandingkan kemampuan fisik dan bermain anak-anaknya. Akibatnya anak tidak bisa mengembangkan kreativitasnya dan tingkat kecerdasan sosialnya rendah.

Kak Seto, pemerhati masalah anak, mengatakan bahwa yang terpenting anak merasa senang bersekolah. Menurutnya, jika seorang anak sampai tidak mau datang ke sekolah, berarti yang salah adalah sistem di sekolah tersebut dan sebaiknya anak tidak dipaksa.

Ketiganya sependapat bahwa seorang anak tidak harus dimasukkan ke TK atau pre-school. Selama anak memiliki teman-teman untuk bermain di rumah dan orangtuanya mampu mengembangkan kemampuan anak dan membuat anak memahami konsep-konsep dasar.

Tetapi yang menjadi masalah, menurut Reni, orangtua jaman sekarang sibuk dengan pekerjaan dan jarang bertemua anak-anaknya, sehingga tidak bisa memfasilitasi secara memuaskan dan tidak bisa mencukupi kebutuhan anak untuk belajar.

“Jika masuk pre-school anak bisa mengeksplorasi semua kecerdasannya, kecuali jika di rumah orangtua bisa memfasilitasi secara memuaskan dan mencukupi untuk kebutuhan anak. Jika anak pergi ke sekolah setidaknya tergantikan proses belajar yang tidak didapatnya dari orangtua,” ujar Reni.

Meski anak sudah dimasukkan ke TK atau pre-school, Reni mengingatkan para orangtua agar tidak hanya menyerahkan pendidikan anak usia dini ke gurunya saja.

“Waktu yang dihabiskan seorang anak di sekolah hanya beberapa jam saja, sisanya lebih banyak di rumah, di sinilah dibutuhkan peran orangtua. Orangtua yang waktunya sedikit, sebaiknya memberikan pendidikan kepada pengasuh agar bisa membimbing anak untuk bermain secara kreatif dan aktif.”

Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orang tua pada saat memilih pre school, diantaranya :

  1. Jarak dari rumah ke sekolah. Sebaiknya pilih sekolah yang tidak jauh dari rumah supaya si kecil tidak terlalu letih dalam perjalanan.
  2. Visi dan misi sekolah tersebut. Tanyakan bagaimana kurikulum yang dimiliki.
  3. Kurikulum yang memasukkan unsur bermain lebih banyak. Usia balita merupakan usia emas yang pendekatan bermainnya harus lebih banyak. Belajar dapat dilakukan sambil bermain.
  4. Jumlah jam sekolah dan frekuensinya. Karena masih kecil, sebaiknya jumlah jam sekolah buat anak batita tidak terlalu banyak. Misalnya, bila ia masuk pada pukul 7.30, sebaiknya jam sekolah sudah berakhir pada pukul 10.00 supaya ia tidak terlalu lelah. Demikian pula dengan frekuensinya, tidak perlu harus setiap hari, tapi bisa hanya 2-3 kali seminggu.
  5. Rasio murid dan guru dalam satu kelas. Bila jumlah murid terlalu banyak, bisa dipastikan seorang guru akan kewalahan. Idealnya, jumlah guru minimal dua orang untuk murid sampai 20 orang dalam satu kelas supaya setiap anak dapat diperhatikan dengan baik, terutama karena anak-anak kecil umumnya membutuhkan perhatian yang menyeluruh.
  6. Penerapan disiplin yang dilakukan. Carilah sekolah yang fleksibel penerapan disiplinnya karena usia balita membutuhkan waktu untuk memahami peraturan dan rutinitas.
  7. Sehat secara fisik. Dalam arti, ruang kelas tidak sempit, pencahayaan baik di mana sinar matahari dapat masuk dari sebelah kiri (karena anak umumnya menggunakan tangan kanan), ventilasi terawat, dan meja belajar terlindungi dari bahan atau bentuk yang bisa membuat anak balita cedera.
  8. Bagaimana fasilitas yang tersedia dan bagaimana pelayanannya.
  9. Perhatikan faktor keamanan anak dalam bermain, bagaimana area permainannya, apakah lokasi sekolah terlalu dekat dengan jalan raya atau tidak.
  10. Luangkan waktu satu hari untuk melihat dari dekat kegiatan guru mengajar di kelas.
  11. Jika memungkinkan tanyakan pada orangtua murid yang anaknya sudah bersekolah di tempat itu.
  12. Dan apabila sudah menemukan calon pre school  yang tepat untuk anak Anda, ajak anak-anak berkenalan dengan calon guru-gurunya.

(Artikel dikutip dari berbagai sumber, diantaranya dari kompas.com dan infobunda.com)

 

Read Full Post »

 

Kurikulum PAUD berdasar Multiple Intelligence

Buncil ingin berbagi tentang materi kuliah “Multiple Intelligence”  dalam PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)..

saat ini sudah banyak sekolah-sekolah yang mengembangkan aspek-aspek dalam Multiple Intelligence (Kecerdasan Majemuk) dalam kurikulumnya, termasuk dalam kurikulum TK.

Sementara buncil hanya bisa berbagi kurikulum Pos PAUD Terpadu
(yang disebut MENU GENERIK) untuk anak usia 4-5 tahun yang indikatornya sudah kami pilah-pilah ke dalam 9 jenis kecerdasan..

Sedangkan untuk kurikulum TK (KBK 2004) .. Insya Allah menyusul…

***

1. KECERDASAN LINGUSITIK

  • Mendengarkan orang tua/teman berbicara
  • Dapat menjadi pembicara dan pendengar yang baik
  • Menirukan kembali 3-4 urutan kata
  • Menyebutkan kata-kata dengan suku awal kata yang sama. Misal: kaki-kaki atau suku kata akhir yang sama, misal: nama-sama, dll
  • Mendengarkan cerita dan menceritakan kembali isi cerita secara sederhana
  • Menjawab pertanyaan tentang keterangan/informasi secara sederhana
  • Bercerita menggunakan kata ganti aku, saya
  • Menunjukkan gerakan-gerakan, misalnya duduk, jongkok, berlari, makan, melompat, menangis, senang, sedih, dll
  • Menyebutkan posisi/keterangan tempat. Misalnya: di luar, di dalam, di atas, di bawah, di depan, di kiri, di kanan, dll.
  • Menyebutkan waktu (pagi, siang, malam)
  • Bercerita tentang gambar yang disediakan atau yang dibuat sendiri
  • Menceritakan isi buku walaupun tidak sama antara tulisan dan yang diungkapkan
  • Menghubungkan tulisan sederhana dengan symbol yang melambangkannya
  • Menyebutkan bentuk-bentuk benda yang baru dilihatnya
  • Menceritakan informasi tentang sesuatu yang diperoleh dari buku
  • Menceritakan kembali suatu informasi berdasarkan ingatannya
  • Mencoba dan menceritakan apa yang terjadi jika: warna dicampur, proses pertumbuhan tanaman ( biji-bijian, umbi-umbian, batang-batangan) balon ditiup lalu dilepaskan, benda-benda dimasukkan ke dalam air: apakah terapung, melayang, tenggelam, benda-benda yang dijatuhkan (gravitasi), percobaan dengan magnit, mengamati dengan kaca pembesar, mencoba dan membedakan bermacam-macam rasa, bau dan suara.

2. KECERDASAN MATEMATIKA-LOGIS

  • Mengelompokkan benda dengan berbagai cara yang diketahui anak. Misalnya: menurut warna, bentuk, ukuran, jenis, dll.
  • Menunjuk sebanyak-banyaknya benda, hewan, tanaman yang mempunyai warna, bentuk atau ukuran atau menurut cirri-ciri tertentu.
  • Mencoba dan menceritakan apa yang terjadi jika: warna dicampur, proses pertumbuhan tanaman ( biji-bijian, umbi-umbian, batang-batangan) balon ditiup lalu dilepaskan, benda-benda dimasukkan ke dalam air: apakah terapung, melayang, tenggelam, benda-benda yang dijatuhkan (gravitasi), percobaan dengan magnit, mengamati dengan kaca pembesar, mencoba dan membedakan bermacam-macam rasa, bau dan suara.
  • Membilang atau menyebut urutan bilangan minimal dari 1-10.
  • Membilang dengan menunjuk benda ( mengenal konsep bilangan dengan benda-benda sampai 5).
  • Menunjukkan urutan benda untuk bilangan sampai 5.
  • Mengenal konsep banyak-serdikit, lebih-kurang, sama-tidak sama.
  • Menghubungkan atau memasangkan lambang bilangan dengan benda-benda sampai 5 ( anak tidak disuruh menulis).
  • Menunjuk 2 kumpulan benda yang sama jumlahnya, yang tidak sama, lebih banyak dan lebih sedikit.
  • Mengelompokkan bentuk-bentuk geometri (lingkaran, segi empat, segitiga).
  • Menyebutkan kembali benda-benda yang menunjukkan bentuk-bentuk geometri.
  • Mengerjakan maze ( mencari jejak) yang sederhana.
  • Menyusun kepingan puzzle menjadi bentuk utuh (4-6 keping).
  • Memasang benda sesuai dengan pasangannya.
  • Membedakan konsep kasar-halus melalui panca indera.
  • Memecahkan masalah sederhana.
  • Menyebutkan konsep depan-belakang-tengah, atas-bawah, luar-dalam, pertana-terakhir-diantara, keluar-masuk, naik-turun, maju-mundur.
  • Membedakan konsep panjang-pendek, jauh-dekat, melalui mengukur dengan satuan tak baku (lankah, jengkal, benang atau tali, dll).
  • Membedakan konsep berat-ringan, gemuk-kurus melalui menimbang benda dengan timbangan buatan dan panca indera.
  • Membedakan konsep penuh-kosong melalui mengisi wadah dengan air, pasir biji-bijian, beras, dll.
  • Membedakan konsep tinngi ke rendah.
  • Membedakan konsep besar kecil.
  • Membedakan konsep cepat-lambat.
  • Membedakan waktu (pagi, siang, malam).
  • Menyebutkan nama-nama hari dalam satu minggu, bulan an tahun.
  • Memperkirakan urutan berikutnya setelah melihat bentuk 2 pola yang berurutan. Misalnya merah, putih, merah, putih, merah,…..

3. KECERDASAN VISUAL SPASIAL

  • Membuat berbagai macam coretan
  • Membuat gambar dan coretan (tulisan) tentang cerita mengenai gambar yang di buatnya
  • Bercerita tentang gambar yang disediakan atau yang dibuat sendiri
  • Membaca gambar yang memiliki kata/ kalimat
  • Menghubungkan tulisan sederhana dengan simbul yang melambangkannya
  • Menggambar bebas dengan berbagai media (pensil warna, krayon, arang dll) Menggambar bebas dari bentuk lingkaran dan segiempat, menggabar orang dengan lengkap dan sederhana (belum proposional) stempel/mencetak dengan berbagai media (pelepah pisang, batang pepayah, karet busa,dll.)
  • Mewarnai bentuk-bentuk geometri dengan ukuran besar
  • Mewarnai bentuk gambar sederhana
  • Mencipta 2 bentuk dari kepingan bentuk geometri
  • Mencipta bentuk lidi
  • Membatik dan jumputan sederhana
  • Bermain warna dengan berbagai media.Misalnya: Krayon,cat air,dll
  • Melukis dengan jari ( Finger Painting )

4. KECERDASAN MUSIK

  • Menyanyikan lagu-lagu keagamaan yang sederhana
  • Membuat bunyi-bunyi dengan berbagai alat
  • Menciptakan alat perkusi sederhana (misalnya membuat krincingan dari tutup botol)
  • Bertepuk tangan dengan 2 pola untuk membuat irama
  • Menggerakakkan kepala, tangan atau kaki sesuai dengan irama musik/ritmik
  • Mengekspresikan diri secara bebas sesuai irama music
  • Menyanyikan lagu secara lengkap
  • Menyanyikan beberapa lagu anak
  • Mencipta mengarang syair lagu
  • Bermain dengan berbagai alat musik perkusi sederhana
  • Mengucapkan syair dari beberapa lagu

5. KECERDASAN KINESTETIK

  • Membuat berbagai bentuk dengan menggunakan plastisin, playdough/tanah liat
  • Menjiplak dan meniru  membuat garis tegak, datar, miring, lengkung dan lingkaran
  • Meniru melipat kertas sederhana (1-6 lipatan)
  • Menjahit jelujur 10 lobang dengan tali sepatu
  • Menggunting bebas
  • Merobek bebas
  • Meronce dengan manic-manik
  • Berjalan ke berbagai  cara, isalnya: berjalan maju di atas garis lurus, berjalan di atas papa titian, berjalan ke depan dengan tumit, berjalan ke depan dengan jinjit (angkat tumit), berjalan mendur
  • Melopat ke berbagai arah dega satu atau dua kaki
  • Memanjat,bergantung, dan berayun
  • Berdiri dengan tumit, berjalan di atas stu kaki dengan seimbang
  • Berlari kemudian melompat dengan seimbang tanpa jatuh
  • Berlari dengan berbagai variasi
  • Merangkak dengan berbagai variasi
  • Melakukan gerak keseimbangan pada saatduduk dan berdiri
  • Memutar dan mengayunkan lengan
  • Menarik dan mendorog benda
  • Membungkukkan tubuh
  • Membungkukan badan
  • Melambungkan dan menangkap objek (bola besar,kantong biji, dll)
  • Menangkap dan melempar objek (bola besar,kantong biji, dll)
  • Memantulkan objek (bola besar,kantong biji, dll) diam ditempat
  • Memantulkan objek (bola besar,kantong biji, dll) sambil berjalan/ bergerak
  • Mencocok dengan pola bantuan guru

6. KECERDASAN INTERPERSONAL

  • Bersikap ramah
  • Meminta tolong dengan baik, mengucapkan salam
  • Berterima kasih jika memperoleh sesuatu
  • Berbahasa sopan dalam berbicara
  • Mau menyapa dan menjawab sapaan dengan ramah
  • Mau mengalah
  • Mau berbagi miliknya dengan misalnya makanan, mainan, dll
  • Meminjamkan miliknya dengan senang hati
  • Sabar menunggu giliran
  • Dapat atau suka menolong

7. KECERDASAN INTRAPERSONAL

  • Tidak mengganggu teman
  • Mampu mengerjakan tugas sendiri
  • Menunjukkan kebanggan terhadap hasil karjanya
  • Menggunakan barang orang lain dengan hati-hati
  • Membersihkan diri sendiri dengan bantuan, misalnya: menggosok gigi, mandi, buang air, dll
  • Membantu membersihkan lingkungannya
  • Berhenti bermain pada waktunya
  • Dapat dibujuk
  • Tidak cengeng
  • Mematuhi perintah secara sederhana
  • Dapat dibujuk agar tidak cengeng lagi dan berhenti menangis pada waktunya
  • Mengenal dengan baik jenis permainan yang dipilih sendiri dan menghindari benda-benda berbahaya
  • Mengetahui barang-barang milik sendiri dan milik orang lain
  • Mengembalikan alat permainan pada tempatnya
  • Melaksanakan tata tertib yang ada di sekolah
  • Mengikuti aturan permainan
  • Melaksanakan tugas yang diberikan guru
  • Mengenal dan menjaga barang milik sendiri
  • Dapat memasang kancing atau resleting sendiri
  • Memasang dan membuka tas sepatu
  • Mampu makan sendiri
  • Membuang sampah pada tempatnya
  • Berani pergi dan pulang sendiri
  • Mengurus dirinya sendiri dengan sedikit bantuan. Misal: makan, mandi, menyisir rambut, mencuci, menggosok/membersihkan sepatu, dan mengikat tali sepatu
  • 4.NATURAL
  • Menyiram tanaman, member makan binatang
  • Membantu membersihkan lingkungannya
  • Membuang sampah pada tempatnya

8. KECERDASAN NATURAL

  • Menyiram tanaman, memberi  makan binatang
  • Membantu membersihkan lingkungannya
  • Membuang sampah pada tempatnya

9. KECERDASAN SPIRITUAL

  • Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan
  • Menyanyikan lagu-lagu keagamaan
  • Menirukan gerakan ibadah secara sederhana
  • Menyebutkan waktu beribadah
  • Menyebutkan ciptaan-ciptaan Tuhan. Misal: manusia, bumi, langit, tanaman, hewan

Copas dari childrengarden.wordpress.com

Read Full Post »

Alhamdulilah, akhirnya si bontot mau juga berangkat ke sekolah, setelah semalam dibelikan tempat pensil bergambar Spiderman dan tempat minum bergambar Lightning Mc Queen, saya bilang ke Dammar, ” adek sudah dapat hadiah kan, jadi mau ya besok berangkat ke sekolah?”.. dan dengan senyum-senyum kegirangan karena dapat yang dia mau, dia jawab dengan anggukan. Walaupun masih belum yakin dia beneran mau berangkat apa ga, dalam hati terus berdoa, semoga saja dia ga berubah pikiran.

Tadi pagi, berangkat diantar mbak Isah pakai sepeda, ternyata di tengah jalan, nangis-nangis minta pulang,minta diantar sama bapaknya. Akhirnya dua-duanya mengantar ke sekolah, dan mbak Isah ikut masuk ke dalam kelas, menemani Dammar.

Sempat nangis dan marah waktu awal tiba di sekolah, dan kata suami saya, Dammar sempat bicara kotor yang biasa dia ucapkan kalau dia marah atau kesal, tetapi oleh bapaknya diberi tahu untuk tidak berkata jelek seperti itu lagi, dan untung saja dia tidak mengulangi lagi di depan guru dan teman-temannya.

Saya telpon ke rumah, dan bicara dengan Dammar di telpon sebentar, saya tanya, apakah mau pergi ke sekolah lagi hari Senin, dan dijawab, ” iya, mau.. dadah Mama”  terus kabur tuh…

Semoga saja beneran memang mau sekolah lagi, intinya sih asal anak saya ga merasa tertekan dan terpaksa, saya ga akan maksa-maksa, biar saja tahun depan dia baru efektif sekolah, toh sekalian bisa nabung kan?

 

Read Full Post »

” Ga mau sekolah, maunya tahun depan, TK aja” itu jawaban Dammar kalau saya tanya, apakah mau pergi ke sekolah hari ini, dan sebagai orang tua, saya pun tidak mau memaksa apalagi memarahi anak seusia Dammar, karena memang belum waktunya sekolah kok.

Selasa lalu, gurunya Dammar datang ke rumah, dan menurut suami saya, Dammar sih ok-ok aja tuh, ga ada masalah sama gurunya, malah cium tangan dan cium pipi segala, jadi kayaknya ga ada masalah dengan gurunya. Berarti mungkin ada masalah dengan teman sekelasnya yang membuat dia ga nyaman, memang sih, ada salah satu teman yang sama-sama laki-laki juga di kelas itu, badannya lumayan besar dan juga tidak mau mengalah kalau mereka rebutan mainan kata gurunya, ya.. namanya juga anak-anak ya? rasa egois mereka masih tinggi, dan belum bisa berbagi, justru dengan maksud saya memasukkan Dammar ke PG, agar dia dapat bersosialisasi, berteman, belajar berbagi dan bermain sambil belajar.

Tetapi sampai hari ini, Dammar masih juga ga mau berangkat sekolah, saya akan tunggu sampai akhir bulan ini deh, kalau dia masih ga mau berangkat, ya sudah, tahun depan saja masuk TK.

Ternyata soal anak mogok sekolah juga dialami teman satu kantor saya, Desy, anaknya si Nasywa tahun lalu waktu masuk PG, hanya bertahan dua bulan saja, dan tidak mau berangkat lagi. Senin lalu saya pergi ke dokter, konsultasi ke dokter anak, dan om dokternya melihat Dammar yang sepertinya kurang sabaran, lalu saya bilang, kalau Dammar lagi mogok sekolah nih Dok.. eh ternyata, oh ternyata, anaknya yang kedua juga begitu, malah katanya, dia mau cari psikologi anak agar bisa tahu bagaimana menghadapi anaknya yang kedua itu.

Sabar dulu deh ya… semoga saja nanti Dammar kangen mau berangkat ke sekolahnya, karena menurut masukan adik ipar saya, kalau misalnya saya cari sekolah lain, dan nantinya dia ngambek lagi.. mau sampai kapan, kita akan pindahin ke sekolah lain lagi, betul juga sih…pelan-pelan deh…sambil hunting-hunting buat cari SD buat kakaknya, si Alifa.

Barusan baca twitternya pak Erbe Sentanu, dan pas banget dengan kondisi saya yang sedang cari sekolahan dan konsen banget dengan kurikulum sekolah, apa saja yang dipelajari, apa saja fasilitasnya, berapa biayanya, dan lain-lain…di twittnya pak Erbe bilang: “Orang tua yang fokus pada Pembangunan Jiwa anak anaknya tidak risau dgn polemik kurikulum sekolah”. Gimana?? : TEPAT SEKALI, kan?  sekarang ini, termasuk saya juga, ribet aja gitu dengan kurikulum buat anak sekolah, tetapi tidak fokus pada pengembangan/pembangunan  jiwa si anak.. makasih ya pak Erbe Sentanu atas sentilannya hari ini, semoga selalu bisa terus ikhlas dalam menjalani hidup ini.

 
 

Read Full Post »

Banyak ragam investasi yang bisa kita gunakan, bisa di Reksadana, di Properti, dan yang sedang booming sekarang adalah si Mas, bukan Mas jawa lho..hehee.. sekarang di Antam, pembelian LM di batasi, dan nomor antrian juga dibatasi, karena saking banyaknya orang yang mau beli si Logam Mulia yang sedang di gandrungi banyak orang karena harganya yang melambung tinggi. Saya ingat tahun 2009, harga LM per gram masih di kisaran 300 rb-an tetapi hari ini sudah mencapai 560 ribuan,.. gilee mak?  bakalan turun lagi ga ya? ngarep.com

Katanya sekarang ekonomi Amerika sedang ambruk, dan saham-saham banyak yang jatuh, ada tips sukses berinvestasi saham dari Warren Buffet, diantaranya:

1.Pilihlah Kesederhanaan,bukan Kompleksitas
2.Putuskan Sendiri Investasi Anda
3.Pertahankan TEMPRAMEN yang TEPAT
4.BERSABARLAH
5.Belilah Bisnis,Bukan Saham
6.Carilah Perusahaan Franchise
7.Belilah Perusahaan Berteknologi Rendah,Bukan Berteknologi Tinggi
8.Konsentrasikan Investasi SAHAM Anda
9.Terapkan Ketidakaktifan,Bukan Hiperaktivitas
10.Jangan Melihat Ticker
11.Lihatlah PENURUNAN PASAR sbg PELUANG MEMBELI
12.Jangan Mencoba Memukul Setiap Lemparan Bola yg Datang
13.Abaikan yang Makro,Fokuslah pada yg Mikro
14.Perhatikan Baik2 Manajemennya
15.Ingat,Sang Kaisar Tidak Pakai Baju di Wall Street
16.Berfikirlah Independen
17.Tetaplah Berada dalam Lingkaran Kompetensi Anda
18.ABAIKAN RAMALAN PASAR SAHAM
19.Pahami Mr.Market dan Margin of Safety
20.Takutlah Saat Org lain Tamak,dan TAMAKlah saat ORANG LAIN TAKUT
21.Baca,Baca lagi,dan Berpikirlah
22.Gunakan Segenap tenaga kuda yg Anda Miliki
23.Hindari Kesalahan MAHAL yg diperbuat Org lain
24.JADILAH INVESTOR yg ANDAL

Nomor 20, “Takutlah saat orang lain tamak” , sepertinya cocok buat kondisi sekarang yg orang-orang pada borong emas, dan mengakibatkan harga emas melonjak karena permintaan yang banyak, jadi janganlah kita ikut-ikutan sampai menjual barang yang ada, memaksakan diri untuk ikut-ikutan membeli emas, belilah sewajarnya dan sesuai dengan keuangan yang ada dan tujuan yang ada, misalnya untuk tabungan pendidikan, tabungan haji, dan lain sebagainya.

 

 

Read Full Post »

Awal tahun pelajaran, saya dan suami sudah memutuskan untuk tidak memasukkan Dammar si bungsu ke Play Group, karena waktu ditanya, dia bilang, ” aku ga mau sekolah”… ok.. deal, tapi waktu kakaknya berangkat sekolah, dia nangis-nangis minta ikutan sekolah juga, dan karena dengan alasan, tahun depan, saya akan memasukkan Alifa ke SD Al Ikhlas, jadi si adek, lebih baik saya masukkan di Play Group Al Ikhlas saja. Awalnya sih, dia lumayan exiting, dan hari-hari berikutnya, mulai malas-malasan, kadang mau sekolah, kadang ga mau.

Hari ini, dia bilang, dia ga mau sekolah, tetapi setelah dibujuk-bujuk, akhirnya dia mau juga, setelah sampai di sekolah, dia nempel terus dengan bapaknya, yang kebetulan mengantar dia hari ini, ga mau lepas pegang tangan bapaknya terus.  Untungnya, ada ibu guru yang melihat, lalu dibujuk untuk bikin pesawat, si Dammar akhirnya mau masuk kelas, dan ditinggallah dia di sekolah, bapaknya lalu pulang.

Setelah satu jam berlalu, ada telepon dari sekolah Dammar yang mengabarkan kalau Dammar nangis ga berhenti, minta pulang, dan bapaknya yang masih ada di rumah, lalu bergegas menjemput, ternyata matanya sudah sembab karena kebanyakan nangis.

Sepertinya dia belum siap sekolah atau dia kurang suka suasana sekolahnya ya? ini yang perlu saya cari tahu, sementara ini, dia cuma bilang, sekolahnya jelek, tetapi mungkin saja dia bosan, dan dia biasa melihat sekolah kakaknya yang lebih banyak mainan di halaman sekolahnya, jadi dia lebih senang di sekolah kakaknya.

Saya akan pikir lagi dan diskusi lagi dengan suami, apakah akan saya lanjutkan sekolahnya atau saya stop dulu, tahun depan saja langsung masuk TK. Memang sebetulnya lebih baik trial dulu ya… ada beberapa pilihan sebetulnya yang dekat-dekat rumah, ada Kiwi Kids, Town for Kids, Tunas Jaka Sampurna, Harapan Mulia ( tempat kakaknya sekolah sekarang), Creative Kids ( udah nanya-nanya, tapi muridnya sedikit banget, kurang dari 5 anak waktu saya telpon, jadinya malas juga) tapi karena pengalaman kakaknya, saya langsung masukin dia ke PG Harapan Mulia yang dekat rumah, dan Alhamdulilah, dia langsung ok-ok aja tuh, tetapi ternyata pengalaman sebelumnya ga sama dengan pengalaman adiknya, gini deh jadinya, mana udah bayar 2,5 juta, ke PG Al -Ikhlas, tapi ya masa’ iya saya bilang ke Dammar ” kamu gimana sih.. mama sudah bayar 2,5 juta nih, udah mahal, masa kamu ga mau sekolah?” ga mungkin banget kan? mana ngerti anaknya, yang penting dia ga nyaman dan bosan di sekolah, gitu aja kali pikiran dia.

Intinya jangan memaksakan si anak kan ya? yang penting dia enjoy dan happy di sekolah, bukan jadi beban buat dia, kasihan aja, toh Pre School kan ga wajib, selama memang di rumah masih terkontrol dengan baik, kan Bapaknya juga sering di rumah, apalagi ada pengasuh yang cukup bisa dipercaya, asal dikasih tau aja, kegiatan-kegiatan sehari-hari, jangan terlalu sering menonton tv, atau main game di komputer, saya rasa cukuplah buat Dammar.

The most reason buat saya itu, karena agar Dammar belajar disiplin, belajar bersosialisasi dengan sesama teman sebaya, karena sekarang ini, dia masih suka mau menang sendiri, senang merebut dan tantrum. Berharap dengan sekolah sambil bermain dan belajar di tempat yang nyaman buat dia, dia akan tumbuh menjadi anak yang ceria, aktif dan cerdas juga berbudi pekerti baik.

Hari Senin, saya mau coba ke Rumah Kepik di daerah Pekayon ( www.rumah-kepik.com), ajak si Dammar untuk trial satu hari dari jam 8.30 pagi sampai jam 11, disarankan untuk bawa baju ganti dan snack, kalau lihat dari photo-photo yang diupload oleh orang di blognya, saya sangat tertarik, semoga saja Dammar bisa enjoy dan ga pakai ngambek-ngambek mogok sekolah lagi.

 

Seperti biasa, selalu minta bantuan internet mengenai artikel anak mogok sekolah, dan inilah yang menurut saya lumayan :

http://www.bayisehat.com/child-development-mainmenu-35/791-haruskah-balita-masuk-prasekolah.html

Read Full Post »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

BBC | Blog Belalang Cerewet

semua dicatat agar awet

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination