Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juli, 2011

Awal buka rekening di BRI Syariah karena tabungannya ga pakai dipotong uang administrasi, dan bisa ATM Bersama juga, walaupun cabang BRI Syariah ga tau ada di mana aja yang dekat kantor, tapi minimal bisa ATM bersama, udah lumayan lah….

Produk KLM yang baru saja launching bulan Juli ini, sepertinya lumayan bagus buat saya yang kurang disiplin menabung secara tertib tiap bulan, dan selain tabungan pendidikan yang dipotong di bank Niaga, saya juga mau mencicil LM melalui BRI Syariah, syaratnya harus auto debet, otomatis harus punya rekening di bank BRI Syariah.

Dan kemarin, asisten manager BRI Syariah cab.Pasar Minggu, berkenan mampir ke kantor dan memberikan sedikit penjelasan secara garis besar tentang program cicil Emas ini, banyak juga dari teman-teman yang tertarik untuk investasi. Karena cicilan dan margin yang diambil, sepertinya masih untung dengan tingkat kenaikan harga emas. Contohnya saja, apabila kita beli emas 25 gram dan cicilan selama 3 tahun, dengan asumsi harga emas 435 ribu per gram, maka uang muka sebesar 15%, adalahRp.1,631,250,- dan cicilan selama 1 tahun, bayar perbulannya Rp.885,859,- kalau cicilan selama 2 tahun, maka bayar perbulannya Rp.500,703,- lalu kalau cicilan selama 3 th, perbulannya Rp.372,318,-.

Karena cicilan apartemen beramai-ramai selama dua tahun, alhamdulilah sudah lunas bulan ini, jadi saya harus cari alokasi uang cicilan tersebut ke investasi lain, dan…. kayaknya program cicil emas dari BRI Syariah, cocok juga nih, kalau saya ambil 25 gram, dan ambil yang 3 tahun, maka perbulan kira-kira saya bayar Rp.372,318,- atau sekitar Rp.400,000,-/bulan

Ini ada review dari pak Endy Kurniawan,sebagai pengamat investasi emas, untuk program KLM BRI Syariah, dia memberikan beberapa kelebihan program ini,diantaranya sbb:

  1. Bisa dicicil dalam periode 6 bulan sd 15 tahun
  2. Objek kepemilikan adalah emas batangan dengan berat 10 gram sd 12,5kg (atau senilai +/- Rp 5 Milyar). Dengan fleksibilitas pada poin (A) dan (B), nasabah pemula/ remaja bisa berlatih berhemat Rp5.000 per hari untuk mencicil emas dengan berat 10gr selama 3 tahun. Emas 10gr yang dicicil tersebut pada tahun ketiga telah naik nilainya kira-kira 40% dibanding bulan pertama saat terjadi akad.
  3. Persyaratan mudah, tinggal buka rekening tabungan BRIS lalu akad
  4. Emas batangan sebagai objek cicilan adalah produk resmi Antam atau emas lokal sesuai suplai di lokasi tertentu
  5. Fasilitas auto debet
  6. Satu nasabah bisa membuka beberapa kepemilikan sesuai tujuan ‘tabungan’ nya, misal untuk peruntukan biaya pendidikan anak 1, umroh orang tua, pernikahan anak 2, dan seterusnya.
  7. Cicilan tetap dengan margin sangat kompetitif, sekitar 1,25%
  8. DP kompetitif, yaitu 15% dari total pembiayaan
  9. Dapat ditebus ketika nasabah memiliki kelebihan rizki
  10. Dapat dilepas ketika nasabah memerlukan dana tunai (emas terjaga liquid)
  11. Bonus diskon dan cash back untuk nasabah dengan performa baik
  12. Emas aman terjaga dalam simpanan bank

Ayo.. semangat berinvestasi agar masa tua ga sengsara dan sejahtera, bahagia di dunia dan akherat…Amiin…

Read Full Post »

Di usia saya sekarang, saya sudah berkeluarga dan punya dua anak yang lucu-lucu, berkah dan anugrah yang tak terhingga dari Allah, terima kasih Ya Tuhan atas segala nikmat dan karunia Mu kepada saya.

Tak terasa, beberapa hari lagi menjelang bulan Ramadhan akan kita sambut, dan selalu yang teringat adalah masa kecil saya selama ramadhan. Saya dulu tinggal di Jalan Bangka, Kemang, Jakarta Selatan. Kira-kira di tahun 80 an, dan saya sudah mulai ikut teman-teman untuk bertarawih di Mesjid dekat rumah, namanya mesjid Riyadul Abidin, mesjid tersebut adalah satu-satunya mesjid yang terletak di pinggir jalan Bangka Raya dan juga dekat rumah saya, bisa ditempuh dengan berjalan kaki hanya 10 menit saja.

Setiap hari saya dan teman-teman, selalu tarawih, lebih banyak sih di mesjid dekat rumah, pernah juga kadang-kadang mencoba mesjid lain yang tidak begitu jauh juga tetapi lebih seringnya di mesjid Riyadul Abidin itu. Kami selalu mengetek tempat sholat, jadi biasanya sajadah sudah kami jejer, kami siapkan untuk teman kami yang lain atau untuk orang tua kami, dan lokasinya biasanya di belakang,dekat tembok, karena kami bisa istirahat sambil senderan kalau kami capek, malah sering juga kami bawa makanan/jajanan yang kami santap sambil istirahat.

Menjelang magrib, biasanya kami selalu bermain di sekitar rumah, dan minuman favorit saya adalah es kelapa, biasanya Ayah saya pergi  naik motor untuk beli es kelapa tersebut, seger banget kan, buka puasa pakai es kelapa?…hmmmm….slluuurrrp…  Zaman dulu ga ada tuh yang namanya buka bersama seperti sekarang, biasanya kita buka puasa ya di rumah masing-masing, sedangkan jaman sekarang, sering sekali dapat undangan buka puasa bersama dari teman sekolah, teman kantor dulu atau teman main.

Suasana yang terasa pada bulan Ramadhan sewakt u saya kecil, amat beda dengan suasana sekarang, saya sangat menikmati ramadhan masa kecil saya, setiap habis sholat subuh berjamaah, biasanya kita jalan-jalan keliling sampai menjelang pagi hari dan langsung pergi sekolah. Dari ujung ke ujung sepanjang jalan di Jl.Bangka, ramai orang-orang berjalan kaki, ada juga yang naik sepeda, tapi lebih banyak yang berjalan kaki sambil bersenda gurau dengan teman-teman, ada yang main petasan banting, saya juga pernah ikut-ikutan main petasan banting lho,..hehe…ada juga yang main petasan cabe rawit, petasan itu dipasang di tengah jalan, dan orang-orang akan minggir karena takut kena petasan dan ga lupa untuk tutup kuping karena bunyinya yang bikin pengeng.

Saya ingat waktu dulu, saya pernah ikut teman saya belanja ke pasar minggu, dan panas terik, kerongkongan haus, lemas… ga kuat nahan puasa, puasa saya akhirnya pecah, saya beli minuman di pasar minggu bareng teman saya, dan sampai rumah, saya ngakunya masih puasa,..hehehe.. maklum deh masih abg, ga kuat godaan dan malu kalau ketahuan sudah pecah di tengah hari bolong, padahal orang tua saya juga ga akan marah kalau saya bilang, saya buka tadi siang karena ga kuat, karena pernah juga waktu saya ikut Ibu saya belanja baju lebaran ke pasar Blok A, Kebayoran, saya lemas tak terhingga, saya minta makan soto yang terkenal enak itu, ga kuat bo nahan godaan wangi soto dan perut yang lapar keroncongan.

Sebelum waktu sahur, beramai-ramai orang-orang akan membunyikan kentongan pertanda waktu sahur,sambil teriak ” SAHUUUUR… SAHUUUUURRR”, kalau sekarang, di lingkungan saya di Bekasi, Galaxy, tidak ada orang teriak-teriak, pakai kentongan, hanya ada bunyi tiang listrik dipukul pakai uang receh, jadi bunyinya kecil sekali…”tiiing.. tiiingg” gitu . Acara TV jaman dulu, ga ada yang namanya OVJ Sahur, Ketoprak Sahur dan lain-lain, makanya kita-kita sering bikin acara hiburan sendiri setelah sholat subuh, ya itu tadi, jalan-jalan atau main petasan. Walaupun begitu, kesannya sangat terasa dan terkenang sampai saya besar, saya justru kangen masa-masa itu, dan saya selalu menunggu Ramadhan yang selalu berkesan, ramai,ceria tanpa memikirkan keperluan macam-macam. Sedangkan sekarang, saya harus memikirkan beli bingkisan untuk keluarga, untuk tetangga, satpam, orang mesjid, pembantu, dan pastinya baju lebaran untuk anak-anak, kalau saya dan suami mah pakai baju ala kadarnya aja, karena bukan prioritas.

Saking sering berisiknya anak-anak kalau tarawih di mesjid, pengurus mesjid sering sekali mengusir anak-anak, dan menyuruh anak-anak untuk sholat di luar mesjid, di halaman, agar tidak mengganggu orang lain yang ingin sholat, biasanya, anak-anak laki-laki yang nakal-nakal pasti kena semprot oleh penjaga mesjid, kalau saya karena termasuk anak perempuan yang ga berani aneh-aneh, dan takut juga kalau dimarahin, makanya saya dan teman-teman saya yang perempuan,selalu tertib dan tidak berani macam-macam.

Apapun suasana ramadhan, saya yakin setiap tahun ga akan sama, dan semoga masih bisa beribadah di bulan yang penuh rahmat dan berkah tahun ini, semakin baik dari tahun ke tahunnya dan makin banyak rejeki agar bisa berbagi lebih banyak, Amiin ya Rabb…

Untuk semuanya, saya mohon maaf lahir dan batin ya.. ( sambil menatap mata dengan penuh makna dan berpelukan dengan erat… hiksss.. hikssss…*berlinangan air mata*)

Read Full Post »

” Aku ga mau sekolah Ma.. nanti aja kalau sudah besar, SD ya Ma” kata Dammar, si bungsu kepada saya beberapa bulan lalu, dan saya sangat senang , ga perlu daftar sekolah play group buat Dammar, dengan alasan karena bisa irit dong, kan uangnya bisa ditabung, dari pada keluar uang tiap bulan tapi anaknya ga mau sekolah. Tapi ternyata dia berubah pikiran..hehehe.. dia mau sekolah, dan nangis-nangis liat kakaknya pakai baju seragam, bawa tas dan berangkat ke sekolah. Dammar ikutan main di sekolah kakaknya, Alifa dan ikutan jemput juga.

Saya dan suami akhirnya memutuskan untuk mendaftarkan dia di sekolah Al Ikhlas 86, di Jl.Nakula, Bekasi. Ga begitu jauh juga dari rumah, bisa ditempuh dengan naik sepeda, alasannya karena nanti kakaknya juga mau didaftarin SD di sekolah ini, dari pada bolak balik bayar uang bangunan 2,5 juta apabila masuk TK, jadi lebih baik dari sekarang aja, Play grup dan nanti TKnya bisa langsung lanjut di sekolah itu tanpa harus bayar uang bangunan.

Tadinya sempat terpikirkan mau di sekolah Alifa sekarang, bayarnya 2 juta, plus uang aktifitas, seragam dll, total jadi 3 jutaan, dan nanti kalau masuk TK lagi tapi di sekolah yang berbeda, harus bayar lagi uang masuk yang lumayan besar, kalau lanjut di sekolah al ikhlas, kita cuma bayar uang kegiatan aja dan seragam.

Namanya juga Emak-emak ya, harus pintar-pintar atur uang, uang belanja, uang pendidikan, cicilan rumah, dan lain-lain, jadilah segala macam bentuk pengeluaran melalui pemikiran yang lumayan panjang dan lama.. hehe.. lebay ya?. Saya sempat browsing-browsing tentang perlu tidaknya seorang balita masuk play grup, dan setelah baca-baca, ternyata banyakan positifnya kok, seperti sosialisasi dengan teman sebaya, jadi si anak ga egois, apalagi Dammar kan anak paling kecil, sering tidak mau mengalah dengan kakaknya, cenderung mau menang sendiri. Diajarkan berbudi pekerti yang baik sejak dini, dan aku pilih sekolah islam, karena agar Dammar terbiasa baca doa dan biasanya anak-anak cepat menghapal doa-doa kan?

Seperti apa playgroup yang bagus itu ?
Beberapa kriteria ini saya tetapkan ketika saya keliling-keliling mencari playgroup untuk anak saya :
• Memiliki metode yang tepat dalam menghadapi berbagai karakter anak-anak.

. Tempat yang bersih, dan memiliki fasilitas bermain yang cukup dan edukatif.
• Guru yang ramah dan mengerti psikologis seorang anak.
• Fleksibel, tidak memaksakan kehendak anak.
• Kalau perlu playgroup ini ada bimbingan langsung dari seorang psikolog, agar kita bisa konsultasi dan lebih mengenal karakter anak kita.

Karena sebagai ibu bekerja yang seharian lebih banyak diluar rumah,  waktu saya yang kurang untuk mengajarkan anak saya dan menemani  bermain sambil belajar, maka keputusan saya untuk memasukkan mereka ke play grup semoga menjadi keputusan yang tepat dan tidak sia-sia. Saya yakin setiap orang tua berharap bisa memberikan yang terbaik buat anak-anaknya.

” Semoga betah ya Dek, di sekolah, dan ga pake ngambek-ngambekan”…..

Read Full Post »

Hari Sabtu kemarin, 16 Juli, ada workshop Menulis yang mentornya pak Dodi Mawardi, beliau punya Sekolah Menulis Kreatif Indonesia dan juga penulis buku ” Belajar Goblok dari Bob Sadino”. Motivasi saya ikutan ya, saya mau tahu teknik menulis yang benar dan bisa cepat, kiat-kiatnya juga cara-caranya agar bisa menulis yang bisa atau bagus dibaca oleh orang lain.Cukup menarik juga apa yang dibawakan pak Dodi, jadi dalam menulis itu, apalagi masih draft,haram tuh hukumnya mengedit-edit, apa yang ada dikepala, dituangkan saja dalam catatan/tulisan, bikin pohon ide, ide utama dan di sekelilingnya ide-ide yang bermunculan,ditulis terus, sampai tidak ada lagi ide yang terlintas.

Saya share sedikit catatan bagaimana menulis yang kelihatannya susah bagi banyak orang.

Hambatan-hambatan dalam menulis itu biasanya: Sulit memulai,tidak tahu dari mana mulainya, tidak punya waktu,tidak ada ide, takut salah/takut diejek/dihujat, tidak percaya diri, mentok, tidak mood, dan lain-lain.

Buang hambatan-hambatan yang ada, jangan terlalu dipikirkan:

1.Mulai saja menulis, sediakan waktu minimal 30 menit-1 jam sehari ( menulis apa saja)

2.Keluarkanlah semua yang ada dikepala, lalu tulis.

3.Salah tidak masalah, bisa diperbaiki belakangan.

4.Semua orang punya ide, hobi, pekerjaan, dan lain-lain.

5.Tidak ada alasan untuk tidak percaya diri, setiap orang punya kelebihan.

6.Jangan pedulikan tata bahasa, edit belakangan

RUMUS MENULIS 12 PAS

MS = Menulis Saja

MS2= Menulis Sehari Setengah Jam.

MS3=Menulis Sedikit-sedikit tapi Sering.

MS4=Menulis Setiap Saat Sedikit-Sedikit

MITOS KELIRU TENTANG MENULIS BUKU

-Butuh banyak waktu

-Harus punya tema fenomenal ( banyak buku biasa & sederhana tapi laris)

-Harus jadi pakar dulu

-Harus pintar tata bahasa dan sastra

-Maunya sempurna

KEUNTUNGAN MENULIS BUKU

1.Passive Income

2.Media kenaikan pangkat bagi PNS

3.Promosi diri/popularitas

4.Kebanggaan tak ternilai

5.Memberi manfaat ( pahala)

6.Warisan peradaban ( pahala)

7.Inspirator/penghibur

8.Menjaga kesehatan / anti pikun

9.Ladang pekerjaan masa tua

MENGGALI IDE

Mau nulis apa? dan bagaimana cara menemukan sumber-sumber ide? biasanya kita mulai dari diri sendiri, orang terdekat, saudara, tetangga, lingkungan sekitar,koran, internet,keahlian, hobi,minat, pekerjaan dan pengalaman.

APA YANG DITULIS?

-Kebutuhan orang lain ( need)

-Keinginan orang lain (want)

-Solusi buat masalah orang banyak

-Bermanfaat

-Sesuai keinginan pasar ( pembaca)

Dan, mulai hari ini, saya mau usahakan disiplin menulis sehari minimal 30 menit, semoga target 3 bulan, bisa punya buku yang diterbitkan, masa’ orang lain bisa, anak kecil bisa, TKW bisa, nenek-nenek bisa, kok saya ga bisa? pasti BISA…..Insya Allah, Bismilah….

Read Full Post »

Banyak sekali ide-ide bisnis bagi para wanita yang ada di sekitar kita,dan contoh dari para wanita yang sukses seperti ibu Moeryati Soedibyo dengan Mustika Ratunya, Ayam Goreng Suharti, Ayam mbok Berek, Ibu Ning Harmanto dengan Mahkota Dewanya dan ramuan-ramuan jamu tradisional.

Sudah bukan rahasia lagi bila kaum wanita memiliki power dalam berbisnis. Mereka menjalankan usaha dari rumah. Hebatnya lagi, mereka bisa memutar roda bisnis di sela-sela kesibukan mengerjakan tugas rumah tangga serta mengurus anak dan suami. Jangan dikira penghasilan mereka hanya cukup untuk makan sehari. Dari hasil berjualan kue saja,tetangga dekat rumah saya, ibu Arta ( www.dapurnyaarta.blogspot.com) bisa menghasilkan lebih dari pekerjaan kantoran, padahal dia punya anak bayi, dan salah seorang teman sesama member TDA, yaitu mbak Yami, yang sekarang sudah berani buka toko , dimana sebelumnya dia berjualan online (http://yamiyummy.blogspot.com  dan http://www.de-moris.com, Alhamdulillah akhirnya berkat Izin Allah dan juga dukungan teman-teman, dia bisa mewujudkan mimpinya mempunyai toko offline.

Banyak juga wanita yang sukses menjalankan bisnis di luar pekerjaan tetap mereka. Ada yang membuat kue-kue kering dan dijual di kantornya, ada yang menjual aksesori, baju, sepatu, kosmetik, sprei dan sebagainya. Pokoknya, banyak hal yang bisa dikerjakan dan yang pasti, mendatangkan rejeki.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa wanita sebenarnya sangat luwes dalam berbisnis. Bidang usaha apapun bisa mereka masuki dengan mudah, terutama bidang yang sangat berkaitan dengan keseharian wanita. Oleh karena kedekatan itulah, mereka tahu persis apa yang dibutuhkan, cara memasarkan, dan cara mengembangkannya. Apabila bisnis tersebut dikelola secara profesional, lambat laun niscaya itu akan bertumbuh. Tidak hanya membesar, tetapi menjadi multi usaha. Sangatlah luar biasa bagi wanita yang bisa mencapainya. Kita bisa ambil contoh istri Nabi kita, Siti Khadijah, beliau adalah wanita pengusaha sukses di jamannya.

Bagaimana menemukan peluang usaha:

1. Peluang dari Pekerjaan, dikarenakan sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan tersebut di masa lalu, sesederhana apapun, siapa tahu bila dikelola dengan cermat, pekerjaan itu bisa menjadi bisnis yang menjanjikan.

2. Peluang dari Pendidikan, Anita Roddick, pemilik Body Shop, dengan modal latar belakang pendidikannya yaitu sejarah, dengan sejarah ia mencinti lingkungan yang akhirnya menjadikan konsep alamiah sebagai basis produk kosmetiknya. Ia menciptakan produk-produk dengan ramuan-ramuan murni, tidak melakukan tes terhadap binatang, serta ramah lingkungan.

3.Peluang dari Peristiwa, saat anda jalan-jalan, anda menyaksikan suatu peristiwa yang begitu mengilhami. Dari peristiwa tersebut, anda lantas memiliki ide untuk membuat sesuatu yang bisa dijual.

4.Peluang dari Hobi, Mengapa memulai suatu usaha dari hobi sangat dianjurkan? salah satu alasannya karena kita bisa bekerja tanpa merasa terpaksa. Semuanya dimulai dari rasa cinta. Misalnya, Anda hobi menjahit baju dan membuka usaha jahit-menjahit. Karena anda melakukannya dengan senang hati, maka segala upaya pun anda kerahkan supaya bisa menghasilkan karya yang memuaskan.

5.Peluang dari Kebutuhan, sebuah usaha memang umumnya muncul karena adanya kebutuhan. Ada yang membuka warung sayur untuk mempersingkat waktu para ibu berbelanja dari pada mereka harus pergi ke pasar. Selain butuh ongkos transport, waktu juga cukup banyak terbuang di jalan.

6.Peluang dari Tren di Luar Negeri, Jika kita rajin mengamati peristiwa atau berita dari luar negeri, pastilah mucul satu ide. Sah-sah saja mengadopsi ide dari mancanegara, apalagi yang sudah terbukti sukses. Asal, kita tidak melakukan pemalsuan atau menjiplak suatu produk sama persis, kan ada tuh ya istilah ATM, Amati Tiru Modifikasi, jadi sah-sah aja lah.

DO it NOW !

Ide usaha bukanlah satu-satunya kunci keberhasilan suatu usaha. Yang lebih penting adalah bagaimana mewujudkan ide itu. Oleh karena itu, energi calon pengusaha tidak sepenuhnya tercurah untuk mencari ide-ide yang dianggap cemerlang. Akan tetapi, jauh lebih pokok mencurahkan seluruh energi untuk mewujudkan gagasan agar benar-benar menjadi usaha. Seorang calon wirausaha tidak akan pernah tahu apakah gagasan bisnisnya benar-benar cemerlang atau sekedar pepesan kosong jika itu tidak pernah diwujudkan dalam usaha yang nyata. Tidak ada kata selain: lakukan sekarang ! Apabila anda terus menundanya, bisa jadi ide anda ditemukan orang yang segera mewujudkannya. Rugi, bukan?

Winner makes things happen, looser merely wait for it to happen!, dan Seribu langkah dimulai dengan satu langkah, semoga langkah awal ini bisa menjadi menuju kesuksesan dan meraih mimpi-mimpi.

Disadur dari : berbagai sumber

Read Full Post »

New Things

Pertama kali bekerja dan bergaul dengan orang Jepang, saya tidak begitu paham tentang budaya, bahasa, kebiasaan dan lain-lain, saya akui memang saya agak kurang suka dengan pelajaran sejarah ataupun yang berbau budaya, jadi pengetahuan saya tentang bahasa asing selain Bahasa Inggris, sangat-sangat minim sekali. Pertama kali saya mengenal orang Jepang secara langsung adalah waktu saya bekerja di perusahaan yang sekarang, sebelumnya saya bekerja di perusahaan lokal, jadi tidak pernah bergaul secara langsung dengan orang asing selain orang Amerika atau Australia ( itupun karena saya les bahasa Inggris yang pengajarnya adalah Native speaker). Kesan pertama adalah mereka selalu bekerja secara cepat, terburu-buru dan juga berbicara secara cepat, jadi waktu hari pertama saya bekerja, dimana saya harus beradaptasi dengan pekerjaan baru dan orang baru yang kebetulan satu bagian saya, ketiga-tiganya juga adalah orang Jepang, mereka bicara dan bekerja cepat sekali seperti dikejar-kejar , atau seperti akan ketinggalan kereta.

Jadi, hari pertama, saya banyak berbengong ria, berusaha mengikuti ritme atasan dan berusaha mengerti apa yang harus saya kerjakan ( fyi: komputer saya dalam bahasa Jepang, sedangkan saya buta sama sekali dengan huruf Kanji), saya berusaha keras untuk mengerti dan mengingat menu-menu di komputer tersebut agar pekerjaan yang saya lakukan bisa berjalan lancar tanpa kesalahan fatal.Panggilan “San” yang dibaca “Sang” juga merupakan suatu hal yang baru, dan saya sering menyebutkan dengan Mr/Ms. Sakamoto san, sebetulnya Mr/Ms sudah tidak harus disebutkan lagi.

Esok harinya, saya datang dengan penuh kegalauan, bimbang, apakah saya lanjutkan pekerjaan ini, atau saya berhenti sekarang, mumpung belum terlalu lama, tetapi untung saja, sisi positif saya yang menang, pada waktu itu saya merasa tertantang, saya berusaha mengerti dan mempelajari bahasa Jepang, dari nol, dari hanya A,I,U,E dan O, dan Ka, Sa, Ta, Na,……Wa dan lain-lain. Saya juga baru tau kalau orang Jepang itu agak susah mengucapkan huruf ” R” dan “Ng”, Ucapan R menjadi L dan Ng, ditulisnya “N”, saya ingat sekali dan berkesan sampai sekarang adalah, beberapa waktu yang lalu, masih diawal-awal saya bekerja, saya menemukan secarik kertas post-it diatas meja saya, tulisannya begini: ” Anita san, saya ada di atas, di bera-kan”, satu pikiran yang terbersit pada waktu itu adalah.. oh.. dia lagi di toilet sedang ( maaf) pup, jadi saya tunggu saja sampai dia selesai dari toilet, setelah menunggu beberapa lama, kok, dia tidak datang-datang, dan ternyata saya baru tahu, kalau toilet itu cuma ada di lantai bawah, bukan diatas, dan yang dimaksud ” dibera-kan” adalah “DI BELAKANG” , saya cuma bisa tertawa dalam hati, menertawakan ketidak tahuan saya,.. haha, ternyata orang ini menulis ” L” menjadi “R” sedangkan “NG” menjadi “N” saja, jadilah “Dibera-kan” yang dibaca “Dibelakang” maksudnya.

Ternyata menarik juga ya mengetahui budaya asing yang kita sama sekali belum mengenalnya, jadi menambah wawasan dan pengetahuan yang bisa kita ambil manfaatnya atas kedisiplinan dan kejujuran orang Jepang, juga tak lupa gerak cepat dari mereka. Bos saya beberapa tahun lalu, kalau berjalan kaki, saya mengimbanginya dengan berlari-lari kecil, kalau tidak, saya bisa ketinggalan jauh, dan ini kebiasaan dari mereka yang katanya mereka biasa pergi naik kereta dan harus berjalan kaki menuju stasiun, juga jadwal kereta yang tidak pernah terlambat,membuat mereka juga harus siap berlari-lari/berjalan cepat agar tidak ketinggalan.

 

 

Read Full Post »

Saya anggota milis TDA yang tidak begitu aktif, tetapi saya rajin baca isi email-email sesama anggota, dan salah satu sosok yang baru saja meninggal, bu Riana Chaidir, janda punya anak dua, dan ini ada tulisan anggota milis TDA yang mengenal ibu Riana lebih baik berbagi kisahnya.

http://hensyam.files.wordpress.com/2011/07/rianachaidir.jpg]
<http://hensyam.files.wordpress.com/2011/07/rianachaidir.jpg> Saya lupa
kapan pertama kali mengenal bu Riana Chaidir
<https://www.facebook.com/profile.php?id=1197191183> . Tapi yang paling
saya ingat beliau adalah sosok yang enerjik dan suka melayani. Dengan
tubuh kurusnya, energi dan kepedulian beliau sungguh luar biasa!

Terakhir bertemu dengan beliau, ketika acara TDA di BSD Junction. Bu
Riana bercerita ingin keluar kerja dan mengurus bisnis sendiri. Setelah
itu saya tidak tahu banyak perkembangannya, sampai mendapat kabar bu
Riana sakit dan akhirnya dirawat di RS Dharmais karena penyakit kanker
yang semakin parah.

Dari bu Riana saya belajar tentang pelayanan dan ketulusan. Saya dan
isteri, serta teman-teman TDA beberapa kali ikut acara Mario Teguh
Golden Ways (MTGW) dan Kick Andy di MetroTV atas undangan bu Riana.
Sebagai salah seorang tim MTGW, bu Riana telah menyiapkan daftar
undangan dan sibuk menyiapkan (mengetek) tempat duduk buat kami.
Sebagaimana diketahui, untuk ikut acara ini harus mendapat undangan.
Kami bisa ikut karena rekomendasi bu Riana.

Dari melayani saat penerimaan tamu, sampai beliau langsung masuk ke
ruangan studio menyediakan tempat duduk khusus buat kami. Saat bu Riana
menyuruh duduk di deretan depan panggung, dimana ini untuk tamu khusus,
saya jadi tidak enak hati dan malu. Demikian seterusnya beberapa kali
bu Riana masih mengundang saya untuk datang di acara ini.

Cerita lain tentang ketulusan dan pelayanan bu Riana saya dapatkan dari
pak Hantiar. Tentang keterlibatan bu Riana dengan teman-teman TDA yang
ngelapak di Taman Mini setiap Minggu pagi.

Sebagaimana kita ketahui, di area Taman Mini setiap pagi ramai orang
berolahraga pagi. Dan di pinggir jalan ramai orang berjualan dan
cepat-cepat mengambil tempat.

Pagi subuh bu Riana sudah datang ke lokasi. Bayangkan seorang perempuan
kurus jauh-jauh datang dari Cileduk dengan motor, khusus
“mengetek” tempat lapak dengan menyilangkan motornya. Lalu
setelah teman-teman datang, beliau ikut membantu mengangkat barang. Jauh
datang padahal beliau sendiri tidak ikut berjualan disana. Hanya
memberi semangat kepada teman-temannya.

Setiap pagi, ketika menyalakan komputer dan pertama kali menyalakan
Yahoo Messenger, yang saya dapati setiap pagi muncullah pesan-pesan
motivasi dari bu Riana. Terkadang, di saat pagi yang kurang bergairah
pesan motivasi bu Riana seolah sebagai penyemangat bagi saya.

Setelah beberapa lama saya tidak mendapatkan lagi kiriman-kiriman pesan
motivasi dari bu Riana, sampai akhirnya saya mendapat kabar kalau
beliau sakit terbaring di rumah. Lalu karena semakin parah, pihak
keluarga membawanya ke rumahsakit.

Ketika saya dan beberapa teman memposting ke milis kabar sakitnya bu
Riana dan masuk rumahsakit, subhanallah, sungguh luar biasa responnya
teman-teman TDA. Sampai-sampai saya keteteran mencatat sms dan email
yang masuk dari teman-teman mengkonfirmasi telah mengirimkan sumbangan
ke rekening saya.

Dalam waktu sehari saja, terkumpul 8 juta! Begitu antusiasnya
teman-teman mengirimkan bantuan, sampai salah seorang teman salah
mengirimkan uang ke rekening saya. Maksudnya mentransfer 1juta, eh
terkirim 10juta! Setelah saya konfirmasi balik, mungkin karena tidak
enak hati si teman tadi meralat menaikkan sumbangannya menjadi 2juta.

Ketika menjenguk bu Riana di rumahsakit, serasa tak tega dan kuasa saya
melihat beliau. Beliau sudah tidak sadar dan kesulitan bernafas dengan
lilitan selang infus di tubuhnya. Tak kuasa saya berkata-kata dan
menyampaikan pesan ke anaknya yang setia menunggu.

Tapi rupanya anak-anak bu Riana adalah anak-anak yang luarbiasa. Beliau
sepertinya berhasil mendidik anak-anaknya menjadi sosok yang tegar dan
tabah. Seharusnya mereka yang sedih dan saya menyemangati anaknya, tapi
malah anaknya yang memberikan senyuman dan tegar! Tidak terlihat
kemuraman dan kesedihan yang mendalam di wajah anaknya, walaupun
mungkin di belakang kita tidak tahu.

“Mah, bangun mah”, Ketty anak bu Riana sambil mengelus rambut
mamanya yang tidak sadarkan diri. ” Tuh, lihat teman-teman mama
datang menjenguk mama. Mama harus kuat dan cepat sembuh ya. Banyak yang
mencintai mama….”

Rupanya sakit yang luarbiasa telah menghilangkan kesadaran bu Riana.
Kanker telah menyebar dari dada sampai ke otak. Ketika isteri saya
membisikkan kata-kata kenangan dengan bu Riana, dimana dulu bu Riana
ingin sekali ke salah satu ustad dan ingin mengembangkan bisnis
brownies panggangnya. Terlihat beliau meneteskan airmata dan
terceguk,sepertinya ingin merespon, tapi susah.

Sampai akhirnya ketika Yang Maha Kuasa memanggil beliau, sosok bu Riana
begitu membekas di hati saya.

Ketika beliau meninggal bu Riana disemayamkan di rumah orangtuanya di
daerah Tomang. Karena berbeda adat, maka anak-anaknya membawa
orangtuanya ke rumah mereka di daerah Cileduk. Disaat mereka sampai di
rumah, semuanya sudah disiapkan oleh para tetangga. Mulai dari
pemasangan tenda, sampai mengurus jenazah. Menurut Ketty, semua
tetangga dari ujung ke ujung mengenal bu Riana.

Ketty menyampaikan banyak terimakasih kepada teman-teman TDA atas
ketulusannya. Sumbangan dari TDA banyak membantu meringankan biaya
perawatan bu Riana di Rumahsakit. Semoga amal bapak dan ibu sekalian
dibalas Allah SWT.

Orang baik telah pergi, dan kebaikannya meninggalkan jejak. Dari bu
Riana saya belajar, bahwa: Jika kita menanam kebaikan maka kebaikan
pulalah yang akan dituai. InsyaAllah kami akan bisa meneladani Anda, bu
Riana.

Semoga kebaikan yang telah bu Riana tinggalkan, dibalas Allah SWT dan
diberi tempat yang sebaik-baiknya disana. Doa kami menyertaimu.

Read Full Post »

Older Posts »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

BBC | Blog Belalang Cerewet

semua dicatat agar awet

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination