Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei, 2011

Anak Sulit Diatur? Lihat Dulu Perilaku Anda!

Anak Anda sulit diatur, tak mau belajar, egois, manja, atau suka melawan? Jangan langsung menyalahkan anak, orang-orang disekitarnya, atau “keadaan” bila si kecil menjadi anak yang bermasalah. Sebab, apa pun yang menjadi keluhan orangtua tentang anaknya, sebenarnya adalah kesalahan orang tuaitu sendiri.

“Kebanyakan orangtua menyalahkan anak-anak mereka. Padahal, orangtua seharusnya mau melihat ke dalam dirinya, apa yang salah sehingga anak sulit diatur,” ujar Melly Kiong, penulis buku Cara Kreatif Mendidik Anak dalam talkhow bertema “Menjadi Orangtua Idaman bagi Putra-Putri Tercinta” di Kidzania, Pacific Place, Jakarta, Sabtu (23/4/2011).

Menurut dia, anak menjadi “bermasalah” karena mereka ingin menunjukkan ketidaksepakatan mengenai sikap orangtua mereka. Bila Anda bertanya kepada anak, adakah hal yang mereka keluhkan mengenai diri Anda, mereka mungkin akan mengatakan bahwa Anda galak, sok tahu, sok sibuk, tukang ngatur, egois, diktator, atau terlalu memanjakan. Oleh karena itulah, Melly menyimpulkan, apa pun yang terjadi pada anak, adalah karena orangtuanya.

“Jangan menyalahkan anak-anak jika mereka senang main game. Yang membelikan game kan orangtuanya,” ujar Melly memberi contoh.

Masih banyak contoh perilaku kurang baik dari anak yang sebenarnya dipicu oleh perilaku orangtua yang tidak menyenangkan. Misalnya, Melly menambahkan, anak-anak suka melawan karena orangtuanya diktator. Anak-anak manja karena orangtuanya memang terlalu memanjakan. Anak-anak egois karena orangtuanya pun egois.

“Kita pernah menjadi anak-anak, sedangkan anak-anak tidak pernah menjadi kita, orangtua. Oleh karena itu, dalam mendidik anak, masuklah ke dalam posisi anak kita, bukan memaksakan kehendak kita sendiri,” tambah Melly. Kesalahan orangtua lainnya adalah sering terlalu cepat menyimpulkan perilaku anak yang dianggap tidak sesuai nilai-nilai yang dimiliki.

Bila anak-anak menunjukkan sikap yang sulit diatur, Anda bisa mencoba mengatasinya dengan melakukan beberapa cara berikut:

1.Melibatkan anak untuk membuat aturan bersama sehingga ketika ia melanggar, ia bisa diingatkan lagi mengenai aturan-aturan yang telah disepakatinya. Buat konsekuensi dari pelanggaran tersebut berupa hukuman yang juga disetujui oleh anak. Jadi ketika mendapat hukuman, anak tidak kaget lagi karena ia yang menyetujui konsekuensi tersebut.

2.Bangun mental juang anak-anak. Biasakan agar anak mendapatkan sesuatu dengan perjuangan. Misalnya ia akan mendapatkan mainan apabila dapat membuat prestasi tertentu. Bahkan untuk uang jajan, biasakan memberinya sesuai kebutuhan anak. Jika anak menginginkan lebih, anak harus melakukan sesuatu yang bermanfaat atau membanggakan agar bisa mendapatkan uang lebih tersebut.

3.Bangun kepercayaan diri mereka. Biasakan untuk memuji setiap perbuatan baik yang dilakukan anak di rumah, sekecil apa pun, untuk membangun kepercayaan dirinya. Berikan sebutan-sebutan yang membuat anak bangga kepada dirinya seperti “si pintar” atau “si cantik” atau “si cerdas”.

4.Bangun “Museum Kasih Ibu”. Abadikan setiap momen bersama anak-anak. Misalnya menyimpan tiket bioskop ketika nonton bersama, menyimpan tiket pesawat ketika melakukan liburan bersama, atau menyimpan foto dan video kenangan dengan baik. Semua benda kenangan tersebut dapat dibuka dan dikenang bersama anak-anak suatu hari, untuk mengingatkan anak-anak akan masa-masa bahagia bersama ibu dan ayah.

5.Buat catatan-catatan yang mendekatkan ibu dengan anak. Misalnya sebelum anak berangkat sekolah, tuliskan catatan-catatatan tentang betapa sayangnya Anda kepada anak, lalu masukkan ke dalam kotak pensil. Atau tempelkan kertas berisi pesan-pesan sayang Anda di kulkas ketika Anda akan bertugas ke luar kota agar anak selalu merasa dekat dengan Anda. Buat pesan-pesan yang menyentuh anak sehingga anak mengerti apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya tanpa merasa diperintah.

Melly juga mengingatkan, hal-hal yang memengaruhi kesuksesan adalah kecerdasan intelektual, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual, dan ketahanan menghadapi masalah.
“Kecerdasan intelektual bisa dipertajam dengan pendidikan formal di sekolah. Namun kecerdasan emosi, spiritual, dan ketahanan menghadapi masalah adalah tugas ibu untuk melatih anak-anaknya,” kata Melly.

sumber :
http://m.kompas.com/female/read/2011/04/24/2229530/anak-sulit-diatur-lihat-dulu-perilaku-anda

Read Full Post »

28 April 2011

*GENGSI*

 

Berawal dari obrolan makan siang di meja bundar, dari obrolan ga jelas sampai yang jelas, tapi biasanya sih jarang banget obrolan yang jelas, seringnya ga nyambung tapi seru-seru aja sih.

 

Obrolan tentang gengsi ini awalnya waktu saya cerita saya lagi baca bukunya Indra Herlambang tentang pembungkus masa depan, alias Under Wear, dan di bukunya Indra itu, dia karena sudah terbiasa ibunya yang menyediakan under wear, jadi tidak terbiasa untuk beli sendiri, sampai suatu saat, dia memutuskan untuk beli sendiri, dari pertimbangan harga, warna, bahan apa, brand apa dan lain-lain, sampai akhirnya dia memutuskan membeli yang harganya melebihi harga kaos sehari-harinya dia, lalu ada temannya yang bilang,” ngapain juga loe beli under wear mahal-mahal gitu, toh ga ada yang liat juga,” eiits.. siapa bilang, ga ada yang lihat, karena si Indra ini jemurannya di atas loteng yang kalau tetangga lewat bisa melihat underwear yang sedang dijemur itu, jadi kalo jelek, udah butut atau robek-robek, gengsi dan malu lah dia.

 

So, si Dede ikutan ngomentarin, kalau dia pernah juga soal menjaga penampilan, waktu itu ada kebakaran di daerah dekat rumahnya, dan tetangga semua termasuk orang rumahnya pada heboh, Ibunya Dede menyuruh untuk membereskan /menyelamatkan surat-surat penting, tetapi dia kembali lama sekali, dan Dede malah sibuk ganti baju,  waktu ditanya ibunya, ngapain ganti baju, dia jawab,” kan nanti kalau disorot sama TV liputan gitu, dan kita kena sorot, ga lucu kalau baju saya jelek,” si ibu Cuma geleng-geleng, dan mendengar alasan ini, sang kakak juga ikut-ikutan,” bener juga ya.. saya juga ganti baju dulu deh”.

 

Ada satu teman lagi yang cerita waktu banjir besar-besaran tahun 2002, di daerah rumahnya di Kramat Jati, banjir parah di hampir seluruh daerah di Jakarta, dan ketua RT memaksa warganya untuk mengungsi karena walaupun rumahnya tingkat dua, tetapi karena arus banjir yang lumayan deras, takutnya rumah akan rubuh dan nyawa akan melayang sia-sia. Temanku ini ikut mengungsi memakai perahu karet, dan dari seluruh anggota keluarga, tidak ada satupun yang memakai sandal, hanya dia seorang, dan alasan dia, lho nanti masa’ gue nyeker sih, kan ga asik kalau dilihat orang”, jadi ada juga orang yang selalu ingat penampilan disaat apapun, itu bagus sebetulnya lho, malah pernah waktu dulu, ibu Advisor di kantor saya kasih saran ke kita-kita yang perempuan, kalau keluar rumah pakailah pakaian dalam yang bagus, kita kan ga tahu apa yang akan terjadi di luar, bisa saja tiba-tiba kita pingsan, dan hari itu kita pakai pakaian dalam yang robek-robek, atau karetnya melar, pas saat dibantu orang, lalu rok kita tersingkap atau pas diperiksa dokter, malu lho kalau pakaian dalam kita ga bagus, dan yang lebih parah lagi nih,ada juga yang menyarankan ( amit-amit jabang bayi) apabila kita mengalami kecelakaan lalu disorot TV,dan tertangkap kamera pas memakai celana dalam yang ga bagus,… ih ada-ada aja ya.

 

Tetapi terlepas dari itu semua, tetap aja behaviour yang harus bagus, percuma kalau pembungkusnya saja yang kelihatan rapi, manis, tetapi didalamnya ada bom, bisa-bisa meledak dan merugikan orang lain yang belum tentu bersalah (maklum, lagi banyak kiriman bom dalam bentuk buku, jadinya terinspirasi)

 

Apabila bisa menjaga kedua-duanya lebih optimal lagi deh, bagus luar dan dalam, jadi enak dilihat dan enak dirasa juga, kalau buah duren kan dari luar tajam tuh, tetapi dalamnya bagi pecinta duren, rasanya selangit, dan waktu saya nulis ini, saya belum nemu buah yang dalamnya ga enak tapi luarnya bagus, buah apa ya?

Lah.. kenapa sekarang jadi ngomongin buah yak?

Read Full Post »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

BBC | Blog Belalang Cerewet

semua dicatat agar awet

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination