Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2011

Rencana pergi liburan ke Ujung Genteng, awalnya ditawarkan oleh sepupunya Mas Wahyu, mbak Dona, dan waktu itu direncanakan tanggal 22 Januari, wah, sepertinya ok juga tuh, sekalian juga pas hari itu, hari jadi pernikahan saya dan suami, pas 6 tahun, mohon doanya ya biar langgeng dan jadi pasangan dunia akherat, Amiin.

Ga terasa, udah mendekati tanggal 22 Januari 2011, hari Jumat rencana berangkatnya malam, tapi karena Mas Uki, suami adik ipar, baru saja pulang dari bisnis trip, pasti masih mengantuk, dan mau istirahat dulu, makanya kita jadi berangkatnya jam 1 dini hari, lalu janjian ketemuan di Sentul Rest area, karena suami pinjam supirnya mas Uki, pak Herman untuk bawa mobil kita.

Rute menuju Ujung Genteng, Ciawi-Cibadak-Sukabumi-Jampang tengah-Jampang KUlon, Surade-Ujung Genteng, perkiraan waktu sekitar 7 jam untuk sampai di Ujung Genteng.

Sebelum ke penginapan Hexa di Ujung Genteng, kita mampir untuk melihat Curug Cikaso yang katanya bagus dan ada 3 pancuran, untuk menuju ke Curug Cikaso, jalannya juga tidak terlalu bagus, banyak jalan yang berlubang dan agak sempit, apalagi mobil kita bukanya mobil yang di design buat jalanan rusak, jadi harus hati-hati untuk menghindari lubang.

Sampai di Curug Cikaso sekitar jam 8.30 pagi, sepanjang jalan, kita sempat berhenti beberapa kali, untuk sholat, untuk istirahat karena mas Uki mengantuk, untuk pipis, untuk minum teh di warung pingir jalan. Dan kita sarapan mie dulu di warung dekat loket Curug itu, sambil menunggu mbak Dona dan keluarga, ga lama mereka sampai juga, ga beda jauh lho waktunya, padahal mereka berangkat jam 3 pagi dari rumah mereke di Cinere.

Untuk sampai di air terjun, kita harus naik perahu seharga Rp.80,000 per perahu, perjalanan kira-kira hanya 5 menit, lalu kita jalan kaki, photo-photo sebentar, ga ikutan mandi, bawa anak balita, ribet ah, dan ga siap juga, padahal seger banget kelihatannya.
Setelah puas menikmati air terjun, kita dijemput perahu lagi, dan ga puas naik perahunya, sebentar banget, inginnya sih muter-muter sungai Cikaso itu, sampai ujung gitu, hehe…

Kita melanjutkan perjalanan menuju Ujung Genteng, dan cari penginapan Hexa yang sudah di booking oleh mbak Dona, dapat bungalow yang 3 kamar, airnya bersih juga kok, kirain agak-agak asin atau bau payau gitu, tapi ini lumayan bersih kamar mandi dan airnya.Setelah beres-beres barang, kita makan siang di penginapan, sudah disiapkan nasi, empal daging dan tahu goreng untuk makan siang, bekalnya memang sengaja bawa dari rumah.
Kita istiratah sebentar, lalu kira-kira jam 3 sore, kita sudah pesan motor ojek untuk pergi ke pantai pasir putih dan melihat pelepasan Tukik ( anak penyu) ke laut lepas, harga per ojek Rp.50,000 pulang pergi, kita pesan 12 motor, konvoi, seru banget lho…. karena lewat jalan becek, pasir, air, dan sempit, ngeri sih awalnya, tapi sepertinya supir ojeknya sudah lihai, dan sepanjang jalan, saya zikiran, takut aja kepleset, terus saya ama Dammar yang satu motor, jatuh trus bonyok deh tuh…pokoknya udah kayak offroad, atau lagi lomba balap motor, hehe.

Setelah main di pantai, kita lanjut untuk melihat pelepasan Tukik, kira-kira pukul 6 sore, tukiknya dilepas secara masal, katanya biar mereka bisa melawan predator dan bisa selamat sampai 25 tahun kedepan, lalu kembali lagi untuk bertelur, tapi biasanya yang selamat hanya sedikit.
Sepanjang jalan pulang kembali ke penginapan, Dammar nangis karena dia belum puas untuk pegang anak penyu tadi, ” aku mau pegang juga Ma… kura-kuranya.. huaaa huaaa….huuaaa….dan sepanjang jalan, saya hibur dia, kapan-kapan kita liat lagi ya.. tapi tetap nangis juga..hehe

Sampai penginapan, lalu bersih-bersih, dan makan malam, kita beli seafood di warung yang ada di pinggir pantai, lalu istirahat,tidur, karena lumayan juga perjalanan dari Jakarta, lumayan pegel.

Besok paginya, kita cari pantai yang arusnya ga terlalu deras, biar anak-anak bisa mandi, dan ketemu di daerah latihan Auri, tempatnya masuk-masuk hutan juga gitu, dan sempat was-was juga sih, takutnya nyasar atau jalanan yang jelek, dan mobil terjebak, tapi Alhamdulilah ada penjaga yang nyusul, jadi ditunjukin jalannya, dan kita harus nitip KTP di pos penjaganya yang bisa diambil lagi begitu kita pulang.
Sampai dipenginapan lagi, kita mandi-mandi lalu beberes untuk pulang ke Jakarta, singkat banget sih, sepertinya ga sesuai sama perjalanannya yang pulang pergi kurang lebih 14 jam, tapi ya mau gimana lagi, karena Seninnya kan sudah harus beraktifitas lagi, tapi saya sudah niatin untuk ambil cuti haid, jadi bisa istirahat dirumah, Alifa pun ga sekolah juga karena bangunnya sudah kesiangan.

O iya, waktu menuju pantai pasir putih yang naik motor itu, mas Uki sempat kecelakaan, betisnya kena mesin motor, dan kulitnya terkupas,kayak kena knalpot motor gitu, kasiaaan…karena dia nyetir sendiri mboncengin istrinya,mbak Retno, tapi karena ga biasa naik motor, dan jalannya yang jelek, sempat kecelakaan kecil, lalu ganti jadinya diboncengin sama si tukang ojeknya.

Intinya, saya dan yang lain, cukup senang dengan perjalanan ini, dan Alhamdulilah,anak-anak saya yang jarang banget bisa lihat pantai/laut, apalagi air terjun, cuaca mendukung, karena sebelumnya kan hujan terus tuh, di jalanpun juga aman ga ada masalah yang berarti, semua juga sehat.

Oleh-oleh dari sana, saya beli telur penyu untuk orang tua, mama mertua dan ortu saya, mereka doyan, kalau saya kurang begitu doyan, kebayan lendirnya…hehe.

Dan masukan buat pemda Ujung Genteng, sepertinya harus mulai di karyakan dan di perbagus lagi pariwisata disana, agar pendapatan warga disana juga bertambah, dan makin dikenal di dunia luar, terutama jalan menuju kesana diperbagus, dan lebih banyak penginapan yang bisa menampung banyak pengunjung.

Read Full Post »

Dalam Alquran disebutkan, apabila kamu bersyukur maka kan ditambah nikmatmu, tapi apabila kita ingkar, maka azab yang sangat pedih akan kita dapatkan.
Saya menyadari sekali, apapun yang kita miliki akan sangat terasa berharga dan nikmat apabila kita menghargainya, contohnya saja seperti pekerjaan, walaupun sebetulnya banyak hal-hal yang menjadi keluhan seperti kurangnya apresiasi terhadap karyawan, walaupun kita bekerja dengan giat, tetapi urusan gaji ataupun fasilitas-fasilitas yang kita dapat, ga ada, jadi judulnya kalau ga pasrah ya pindah, gitu aja. Di satu sisi, karena usia yang sudah menjelang 40 tahun, dan pendidikan juga ga tinggi-tinggi amat, bukan Sarjana, saingan pasti membludak, apalagi kemampuan juga pas-pas an, jadi sepertinya untuk pindah dan bersaing dengan yang lebih muda dan yang lebih tinggi pendidikannya sudah sulit, bukannya karena menyerah sebelum bertanding, tapi kenyataan kok yang harus dihadapi, sering baca lowongan di milis, tapi ya itu kendala diumur yang paling mentok untuk sekretaris ga jauh dari umur 28 th maksimal atau malah kadang ada yang minta umur maksimal 25 th, hehe.. jauh amat ya dari umur saya?

Jadi, harapannya dan jalan keluarnya ya kita harus cari penghasilan diluar pekerjaan, buat temen-temen dan juga buat saya sendiri tentunya, kalau punya keahlian menerjemahkan, ya bisa ambil freelance untuk penterjemah, kalau ada yang pintar matematika atau bahasa asing, pas weekend, kan bisa ngajar anak-anak sekolah atau kejuruan,yang bisa nulis cerpen, juga bisa kirim ceritanya ke koran-koran atau majalah, siapa tau ada yang nyangkut dan diterbitkan,dan pastinya juga ada honornya, yang suka bikin kue, juga bisa dijual sambil latihan biar makin ok, dan siapa tau bisa punya bakery shop nantinya, atau yang sekarang lagi booming yaitu bisnis online, modalnya harus punya komputer dan internet, juga barang apa yang kita mau jual ( saya tertarik, tapi masih dalam taraf pencarian, siapa tau ketemu jodohnya, Amin), buku tentang bisnis online dan ide-ide bisnis rumahan sih udah ada, tapi belum dibaca dan dipraktekin..hehe.. kapan actionnya kalo gini ya?

Tadi siang, terima sms dari temen SD, sebelumnya akhir Desember lalu, kita sempat ketemuan reuni kecil-kecilan di Blok M, dan seru sih, karena sudah 25 tahun baru ketemu lagi, malah sampai ada yang menangis terharu tuh, o iya, balik ke soal SMS, isinya, mau pinjam uang 4 juta rupiah saja, sempat kaget juga, kok banyak bener, padahal setelah sekian tahun ga ketemu, dan setelah ketemu, ujung-ujungnya minjem uang, sebanyak itu, sebelumnya juga ada temen yang pinjem untuk berobat, saya sudah kasih, dan dia janji mau kembalikan awal Feb ini, kalau untuk yang satu ini sih, dia pinjam 500 rb, dan karena dia teman dekat sejak SD, SMP dan SMA, orang tuanya pun sudah meninggal, saya ga sungkan-sungkan kasih pinjeman, karena waktu itu juga pas ada uang, sisa dari bonus akhir tahun yang didapat dari kantor.

Waktu sempat baca bukunya Budiman Hakim, yang judulnya si Muka Jelek, di bab yang mana, lupa, tentang reunian juga gitu, gara-gara FB, di situ si Om Bud cerita, kalau setelah reunian, banyak juga temen-temennya yang ujung-ujungnya minjem duit,..hehehe.. ternyata memang kejadian nyata di saya juga, dan waktu minggu lalu sempat ketemu temen SMP, si Silvie, dia juga cerita, udah ada beberapa teman-teman SMP yang berusaha mau minjem duit sama dia, tapi dia ga kasih, terakhir ada teman yang sms terus ke dia, akhirnya dia kasih juga, karena alasan berobat, tapi yang ga disukai oleh Silvie, karena temen yang pinjam uang itu, ga berhenti-berhenti sms, kayak neror gitu, akhirnya dikasih juga, tapi itu yang terakhir deh katanya.

Sebetulnya sih FB bagus buat ajang silaturahmi,karena sudah lama ga ketemu, akhirnya bisa ketemu lagi gara-gara FB, dan jangan jadi buat ajang perselingkuhan aja, jadinya CLBK, akhirnya kan jadi malas ketemuan. Alhamdulilah kalau kita bisa mengambil positifnya FB, seperti silaturahmi itu, dan setelah bertemu teman-teman lama, yang dulunya anak orang kaya, pintar, cantik/ganteng, dan setelah bertemu, ternyata ada dari merekapun nasibnya biasa aja, malah ada yang lebih susah dari kita, maka sebaiknya kita memang harus bersyukur atas apa yang sudah Allah kasih ke kita, dan semoga saya ga sampai harus pinjam-pinjam uang ke teman, semoga Allah mencukupkan rejeki untuk saya dan keluarga saya, Amiin…

Bersyukur, maka akan terasa lebih nikmat…

Read Full Post »

Beberapa kali nyoba bikin banana cake, dan udah nyoba pakai pisang nangka, tapi teksturnya agak kasar, jadi lebih cocoknya memang pisang ambon, dan pisangnya yang udah matang banget, dan dari resep dibawah, kalau pisangnya udah manis banget, takaran gulanya bisa dikurangi aja.
Banana cake pakai resep ini sudah pernah aku jual tapi beda bentuk loyang, yang pertama pakai loyang loaf dan laku keras di kantor, dan yang hari ini, aku pakai cetakan muffin, karena ada yang minta resepnya, ini aku share ya… sumber resep dari rumah ningnong tapi aku modif2 dikit.
Asiknya bikin banana cake pakai resep ini, ga perlu ngeluarin mixer, jadi ga repot-repot nyuci mixer lagi.. hehe..

Ingredients:
250 gr gula pasir
250 gr gula palem
5 butir telor
500 gr terigu
600 gr pisang ambon yang mateng, haluskan
350 ml minyak goreng
10 gr baking powder
5 gr baking soda
5 gr garam
1 sdt kayu manis bubuk
Choco chips 100 gram

Directions:
– Panaskan oven 200 deg C
– Masukkan semua bahan kecuali telur dan minyak dalam satu wadah besar, aduk rata
– Tuang minyak pelan-pelan sambil adonan diaduk
– Masukkan telor satu-satu, aduk adonan sampai rata
– Tuang adonan ke dalam cetakan
– Turunkan suhu oven ke 180 deg C
– Panggang kue selama 30 menit
– Angkat, dinginkan
– Hias sesuai selera, mau pakai keju parut, atau butter cream atau coklat leleh, terserah bahan yg ada aja.

Kalau mau nyoba bikinnya setengah resep aja dulu ya… and thanks buat Dewi yang udah pesen 20 biji buat tetangganya yang ultah katanya.

Read Full Post »

Tahu Schotel Goreng


(Photo ambil dari blog orang, krn ga sempat motret, tapi sama persis hasilnya kayak yang diphoto ini).

Semalam, keingetan mau nyoba jualan tahu schotel goreng, yang biasa dibikin di rumah, dan biasanya sih, aku cuma bagi-bagiin aja ke temen-teman kantor, dan semua komentarnya,..” enak, gimana bikinnya?, atau enak deh, ga coba dijual?” nah,.. komentar yang terakhir itu ada beberapa orang yang bilang, jadi deh aku memberanikan diri untuk menjual, awalnya ga tau mau dijual diharga berapa,dan baru tadi pagi diputuskan, dijual satu potongnya Rp.3,500,-, aku sempet tanya temen dulu, kalau dijual Rp.3,500,- per potong, kemahalan ga sih? dan temanku, Dewi, bilang, ga lah mbak, wong emang bahan-bahannya mahal kan? Emang sih kalau dihitung bener-bener nih, ga balik modal..hehe…tapi ga papa deh, toh buat pembelajaran dan lain kali bisa dicari atau diganti bahan yang lebih ekonomis harganya.

Ini resepnya ya:
Bahan:

3 ptg tahu cina (kurang lebih 750 gram)
250 gram udang kupas, cincang halus (aku ganti daging cincang)
2 butir telur
5 siung bawang putih, haluskan
2 btg daun bawang, iris halus
1 bh wortel, parut kasar (dengan parutan sawut)
garam, lada secukupnya , aku tambah kaldu blok
(aku tambah keju parmesan parut 2 sdm munjung)
jamur kuping secukupnya ( lebih enak krn ada rasa kres kres gitu kalo digigit)

1-2 btr telur, kocok lepas
minyak goreng secukupnya

Cara membuat:
Hancurkan tahu lalu campur daging cincang/udang , bawang putih, garam, lada,kaldu blok, irisan daun bawang, parutan wortel,jamur kuping dan telur. Aduk sampai rata.
Lalu tuang ke dalam loyang yang sudah dioles dengan minyak goreng.
Kukus hingga matang (kurang lebih 1/2 jam).
Angkat dan biarkan dingin.

Potong2 tahu lalu celupkan dalam kocokan telur dan goreng dalam minyak panas hingga kuning keemasan.
Angkat dan sajikan dengan cabe rawit atau saus sambal.

Dan Alhamdulilah, hari ini bawa 10 potong, dan sold out… yang senengnya lagi, masih banyak yang nanyain, jadi besok-besok bisa bawa lebih banyak.

Read Full Post »

Tahun ini,bulan Juli 2011, Alifa bakal naik kelas jadi TK B, dan biasanya akhir Desember 2011, sudah banyak sekolah-sekolah yang membuka pendaftaran, berarti tahun ini udah mulai hunting-hunting SD nih, suami sih sepertinya nurut aja asal sekolahnya bagus dan biaya juga terjangkau, ngapain kan bela-belain di sekolah yang bagus seperti Al Azhar, tapi harganya ga ramah, untuk masuk SD bisa mencapai 20 juta kayaknya, dan itu ga ada biaya-biaya lagi katanya.Siapa sih yang ga ingin menyekolahkan anaknya di sekolah yang bermutu, tapi kalau memaksakan diri, malah jadi sengsara,kan?

Browsing di internet tentang pencarian Sekolah, ternyata banyak banget ibu-ibu yang punya masalah sama kayak saya, ingin sekolah yang baik tetapi juga terjangkau.
Saya contek nih tips-tips memilih sekolah yang menurut saya lumayan komplit,diantaranya:

Visi dan Misi Sekolah
Dari visi dan misi sekolah ini kita bisa melihat dengan konsep yang mereka berikan kepada anak didik. konsep sekolah yang dibangunnya. Contoh saja salah satu visi sekolah yang ingin menjadikan anak didik menjadi insan yang ber-akhlak baik dan universal. Sementara misinya dengan konsep pendidikan yang bernafaskan islam dengan kurikulum nasional dan internasional dengan bahasa pengantar Indonesia dan Inggris.

Tes Masuk
Ada beberapa sekolah yang mewajibkan untuk tes masuk seperti
1. calistung: (membaca, menulis dan berhitung) dari sini kita bisa lihat dari metode/cara belajar yang diberikan oleh sekolah tersebut DIRECT TEACHING maksudnya satu arah seperti jaman dulu kita sekolah.. guru mengajar, memberikan latihan dan PR secara konvensional.
2. observasi : hanya interview antara anak dan orang tua. Sekolah menerima yang murid baru dengan tes observasi berarti konsep/metode belajarnya ACTIVE LEARNING.

Seharusnya anak yang ingin masuk ke sekolah SD itu tidak perlu tes masuk karena sejak TK sudah diajarkan calistung dan menerima murid apa adanya.

Lokasi dan sekitar Sekolah
Banyak sekali sekolah yang bagus dan baik menurut saya jauuh dari tempat tinggal kami. Tapi hal – hal berikut bisa dijadikan pertimbangan yaa
1. Jarak yang dekat dengan rumah supaya anak tidak terlalu capek di jalan (macet), memudahkan untuk antar jemput, menghemat waktu dan biaya. Kalo jauh kan kasian anak kita dia harus berangkat lebih pagi dan pulang lebih siang.
2. Tidak di kawasan yang ramai lalu lintas : di pinggir jalan raya ataupun di lokasi pusat perbelanjaan.
3. Lingkungan yang kondusif ( hiruk pikuk suara di luar sekolah bisa mengganggu kegiatan belajar anak – konsentrasi belajar terganggu)
4. Gedung sekolah yang bagus dan megah tidak menjamin bahwa sekolah tersebut baik.

Fasilitas Sekolah
Sekolah tingkat dasar pada umumnya memiliki fasilitas seperti lapangan olahraga, perpustakaan, lab komputer/multimedia, ruang musik, mushola ( untuk sekolah islam), tempat bermain anak-anak,kamar mandi yang bersih, halaman bermain anak-anak. Ruang kelas yang nyaman dengan format kursi untuk berinteraksi/diskusi ataupun di lantai dengan karpet. Kalau kursi yang disusun menghadap ke depan semua pasti metode belajar direct teaching. Ruang kelas atau selasar sekolah dipenuhi/memajang dengan hasil karya siswa.

Akreditasi
Kalo kita lihat di papan nama sekolah, brosur atau website.. selalu ada akreditasi A,B. Atau sekolah tersebut belum ada akreditasi-nya. Jika kita memilih sekolah untuk anak sementara sekolah tersebut belum terakreditasi .. jangan panik, karena akreditasi dari dinas itu mudah diproses. Perlu diketahui Instrumen Akreditasi yang baru mencakup 8 komponen Standar Nasional Pendidikan (standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian). Jika semua komponen terpenuhi maka akreditasi dapat dicapai dengan mudah.

Coba deh sedikitnya kita bedah sekolah negeri vs sekolah swasta :

Keunggulan sekolah negeri dibanding swasta :

Bebas SPP (ada SPP tapi relatif kecil)
Bebas uang bangunan (ada, tergantung kebutuhan sekolah)
Adanya Konsep Sekolah Unggulan yang ber dipandang sebagai salah satu alternatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus kualitas SDM

Keunggulan sekolah swasta/Islam Terpadu :

Banyaknya siswa lebih sedikit, jadi siswa bisa lebih terkontrol
Satu kelas dengan siswa yang lebih sedikit dipegang oleh dua orang guru
Untuk sekolah Islam Terpadu dapat ditanamkan nilai-nilai agama Islam
Memiliki lebih banyak fasilitas

Saya masih mikir mau di SD Negeri atau Islam Swasta, inginnya sih di Swasta Islam, biar pendidikan agama diajarkan sejak kecil, karena keterbatasan saya dan suami sebagai orang tua yang juga harus banyak belajar tentang agama Islam.Sementara ini alternatifnya itu SD Islam Al Ikhlas yang ada di Jl.Nakula, Jakasampurna, Bekasi, lokasinya ga begitu jauh dari rumah saya di Galaxi, bisa diantar pakai sepeda atau motor.Karena sekarang Alifa sekolah di TK Harapan Mulia, sekolah swasta umum, jadi saya ga ada rencana melanjutkan untuk SD di tempat yang sama.

Saya ingin agar Alifa dan adiknya Dammar bisa satu sekolah nantinya, biar urusan penjemputan tidak merepotkan dan juga urusan ambil raport,biar ga bolak balik kalau sekolahnya beda.

Ada yang bisa kasih tambahan, sekolah-sekolah SD yang bisa di rekomend buat anak saya? atau input-input bapak-bapak/ibu-ibu yang sudah pengalaman menyekolahkan anak-anaknya?

Terima kasih, Wassalam,
Anita Yuniar
http://www.adisanita.wordpress.com
http://www.n4fcollection.multiply.com

Read Full Post »

Tuhan, inilah Proposal Hidupku….

Judul diatas adalah buku dari pak Jamil Azzaini, seorang motivator dari Kubik Leadership. Saya beli buku itu setahun yang lalu, dan didalam buku tersebut, ada isian-isian serta panduan bagaimana membuat proposal hidup.Saya kenal atau tahu pak Jamil di acara Milad TDA ( Komunitas Tangan Diatas), beliau memberikan presentasi yang bagus, dan beliau bilang, “masa untuk penyelenggaraan acara 17an RT aja, pakai proposal dan di program sebaik mungkin, sedangkan untuk hidup kita, mengapa kita biarkan mengalir tanpa arah, tanpa tujuan, tanpa cita-cita? pertanyaan retorik itu sungguh-sungguh menyentak kesadaran kita.Banyak yang bilang hidup itu mengalir saja, toh nanti akan sampai ke laut juga.Benarkah? Tidak semua air, kalau dibiarkan, akan mengalir ke laut. Seperti air, aliran hidup kitapun kata Pak Jamil, harus diarahkan melalui sebuah proposal hidup.Ia mencontohkan dirinya yang menyusun sendiri proposal hidupnya untuk sekian tahun ke depan, termasuk capain dan lompatan-lompatan hidup yang akan dituju.Serinci mungkin, sedetil mungkin, sedemikian rupa sehingga arah hidup kita menjadi jelas. Proposal itu dibuat untuk menuntunnya menggapai prestasi tertinggi yang bisa dibanggakan dihadapan Allah.
Latar belakang pak Jamil yang hidup di desa terpencil dan miskin. Orang tuanya sering tak mampu membayar hutang. Maka ketika memproklamirkan cita-cita dirinya menjadi Insinyur Pertanian, ia ditertawakan oleh teman-temannya. Bahkan ia diejek salah seorang temannya hingga berbuntut perkelahian “berdarah-darah”.Ada pula gurunya yang menyuruh ia tak terlalu muluk dalam bermimpi. Tetapi dengan kerja keras dan ketekunan, ia kemudian tak hanya mampu menggapai cita-citanya menjadi Insinyur Pertanian. Selain menjadi dosen pascasarjana di IPB, ia juga menjadi konsultan di perusahaan-perusahaan bonafit. Ia juga memiliki sekolah gratis untuk anak-anak dari keluarga tak mampu di kampung kelahirannya di Lampung.

Saya ingin hidup saya dalam lima tahun ke depan, apabila diijinkan, ingin punya usaha yang bisa melampaui gaji saya sebagai karyawan, dan berhenti dari bekerja sebagai pegawai disini,agar bisa lebih fokus perhatian terhadap anak-anak, punya waktu yang fleksibel, tidak terikat dari pagi sampai sore di kantor, dan macet-macetan di jalan yang semakin parah dari hari ke hari, atau kalau bisa dapat pekerjaan yang dekat rumah dengan gaji lebih dari yang sekarang..Amin.. siapa tau ya? memang rejeki itu sudah diatur, dan matematika Allah tidak bisa kita hitung dengan kalkulator biasa, walaupun gaji saya ga banyak, padahal saya sudah bekerja lebih dari 12 tahun, tetapi dibanding dengan gaji sekretaris yang baru lulus,gaji saya beti alias beda tipis,..hiks hiks… , malah gaji karyawan sekarang ini, turun lho, karena pada tahun 2009, 1 Dollar itu berkisar Rp.11,000 an dan di tahun 2010 berkisar Rp.9,000 an malah kadang Rp.8,000,- an, jadi kan otomatis penerimaan kita walaupun dengan jumlah dollar yang sama, tetapi kalau ditukarkan dalam Rupiah ( karena pengeluaran sehari-hari kita kan masih pakai rupiah, bukan?), terjadi penurunan Rp.2,000 x USD.300,- adalah Rp.600,000,- an,yang buat saya itu cukup besar, untungnya saya hanya punya cicilan BTN, sebesar Rp.270 ribuan, jadi tidak terlalu berat, bagaimana dengan orang lain yang punya cicilan rumah atau mobil yang setiap tahun bunga atau jumlah cicilannya bertambah sedangkan gaji yang diterima berkurang/turun?

Selain fasilitas yang tidak ada, entah itu transport/kendaraan,uang makan/uang kehadiran, uang pinjaman untuk mencicil rumah atau mobil, ataupun training-training untuk karyawanpun jarang sekali, dan tidak bisa semua karyawan dapat training ke luar negeri,padahal kantor kita membiayai training untuk orang luar/counterpart. Alhamdulilah, saya beruntung bisa ikutan progam Youth Friendship pada tahun 2004 selama hampir satu bulan di Jepang dan tahun 2006, pernah ikut accounting training di Bangkok.

Saya akan coba lagi menulis apa saja yang saya targetkan atau inginkan dalam hidup saya, agar bisa menjadi orang yang lebih baik dan bermanfaat juga selamat dunia akherat kalau istilah pak Jamil yaitu sukses mulia.

Karena hati-hati dengan apa yang sudah pernah ditulis, diucapkan atau dipikirkan, karena bisa terjadi, kalau saya ingat-ingat nih, Allah begitu maha pengabul doa hambanya, kalo menurut Ippho Santosa, Allah itu maha OK, apa yang dipikirkan hambanya, akan dijawab, ” Ok” oleh Allah… hehehe.. ada-ada aja ya istilahnya, tapi ada benernya juga kan?
diantaranya waktu saya pertama kali bekerja di Wijaya, saya ingin sekali bekerja di daerah Thamrin atau Sudirman, dan Alhamdulilah kesampaian juga, lalu jalan-jalan ke Bali, punya suami, punya anak, Alhamdulilah kesampaian juga,punya rumah pribadi dari uang sendiri, Alhamdulilah saya nyicil rumah KPR BTN di daerah Cibarusah,(belum lunas) itupun karena dipaksa ibu saya, dan terima kasih kepada beliau yang bersedia meminjamkan uang DP rumah tersebut, tetapi untuk pendidikan, saya ga pernah sampai bisa lulus sarjana, karena kemauan saya dan kondisi yang tidak memungkinkan, semoga nanti kalau ada rejeki saya ingin sekolah lagi, biar otaknya juga ga tumpul-tumpul amat, hehe.

Masih dalam 5 tahun ke depan, semoga saya bisa naik haji bersama suami, dan juga orang tua, bisa menulis buku,minimal satu buah buku,punya satu apartemen, punya tabungan minimal 50 juta di bank, investasi LM, Reksadana, menambah kontrakan, minimal 4 pintu lagi, belajar mengaji lagi, giatkan sholat sunah dan puasa sunah.Bisa menyekolahkan anak di sekolah yang bagus,mendaftarkan kursus beladiri, kursus musik (piano),bisa bersedekah lebih banyak,punya bisnis baru yang bisa berkembang dan menghasilkan juga berkah.

Kita semua tahu bahwa kita hidup dalam tiga masa. Masa lalu, saat ini, dan masa depan. Sebagian orang mengatakan Yesterday is a history, tomorrow is a mistery, and today is present day. Present bisa berarti hadiah, jadi manfaatkanlah hadiah dari Sang Pencipta dengan sebaik-baiknya. Kehidupan masa lalu tidak bisa kita ubah lagi, sudah terjadi.

Bila masa lalu anda buruk sudah tidak mungkin kita benahi dan tidak mungkin dihapuskan. Sebaliknya bila masa lalu anda penuh prestasi dan bintang jasa, anda juga tidak bisa terus menerus membanggakannya. Yang lalu biarlah berlalu. Saatnya sekarang berbicara masa depan, rancanglah masa depan, jangan gadaikan masa depan anda.

Semoga dengan rancangan yang baik, skenario yang menarik, menantang, menggairahkan dan asyik untuk dinikmati, maka kita akan terus berusaha menggapai cita-cita kita, dan yang penting, jangan lupa bersyukur biar ditambah nikmat kita, Amiin…

Read Full Post »

Banana cake

Selama liburan akhir tahun 2010 ini, ga tau kenapa, saya lagi getol-getolnya bikin kue-kue, dari kue kering yang gampang, kue labu, dan terakhir kue pisang.
Beli pisangnya sengaja yang sudah matang banget, jadi sudah empuk dan layak dibikin kue, saya browsing-browsing di internet, asiknya sekarang ya, ada internet, tinggal brows apa aja kalo mau bikin kue udah ada resepnya, padahal udah punya juga buku-buku resep di rumah yang dibeliin suami. Saya lagi penasaran banget sama banana cake yang mirip-mirip dijual-jual di toko kue kayak harvest gitu atau starbuck, dan nemu resep ini, pas udah dicoba, ya lumayan juga sih, tapi kok belum sama persis, semoga nanti bisa ketemu yang pas banget-banget.

Sumber: rumah ningnong multiply.

Ingredients:
250 gr gula pasir
250 gr gula palem
5 butir telor
500 gr terigu
600 gr pisang ambon yang mateng, haluskan (kira2 dari 12 buah pisang ukuran sedang)
350 ml minyak goreng
10 gr baking powder
5 gr baking soda
5 gr garam
1 sdt kayu manis bubuk

Directions:
– Panaskan oven 200 deg C
– Masukkan semua bahan kecuali telur dan minyak dalam satu wadah besar, aduk rata
– Tuang minyak pelan-pelan sambil adonan diaduk
– Masukkan telor satu-satu, aduk adonan sampai rata
– Tuang adonan ke dalam cetakan
– Turunkan suhu oven ke 180 deg C
– Panggang kue selama 30 menit
– Angkat, dinginkan
– Hias sesuai selera

Kalau ga gitu suka wangi kayumanis bubuk, dipake sedikit aja, atau ga mau pake sama sekali juga ga papa.

Read Full Post »

Older Posts »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

BBC | Blog Belalang Cerewet

semua dicatat agar awet

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination