Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November, 2010

The back up plan

The Back Up Plan

Sutradara: Alan Poul

Penulis Skenario: Kate Angelo

Pemain: 

Jennifer Lopez – Zoe
Alex O’Loughlin – Stan
Danneel Harris – Olivia
Eric Christian Olsen – Clive
Noureen DeWulf – Daphne
Michaela Watkins – Mona
Melissa McCarthy – Carol

Semalam, karena belum ngantuk, aku nonton vcd J-Lo yang baru, sendirian, senang banget bisa menikmati “me time” lagi, setelah beberapa tahun, tidur kurang nyenyak, nonton film bisa dihitung pakai jari, baca novel pun bisanya kalau di angkutan, karena kalau di rumah lebih banyak yang butuh perhatian,khususnya anak-anak.

Cerita filmnya lumayan menghibur, ngga berat-berat amat, simpel, lucu dan romantis. Ringkasannya sebagai berikut, hehehe:

Terlepas dari perkembangan nilai-nilai budaya saat ini,  menjadi wanita lajang tidak pernah menjadi lebih mudah. Apalagi ketika Anda menginjak usia matang. Mau tidak mau, kecemasan menghabiskan masa tua seorang diri selalu menghantui.

Itulah yang dialami Zoe (Jennifer Lopez), seorang pemilik toko hewan peliharaan di tengah kota New York, yang mulai lelah dengan kehidupan lajangnya. Mapan secara finansial, Zoe belum juga menemukan Mr Right yang bisa mewujudkan impiannya membentuk keluarga.

Mencemaskan usia yang tidak lagi muda, Zoe pun memutuskan menjalankan back up plan alias rencana cadangannya. Tidak terikat hubungan dengan seorang pria bukan berarti Zoe harus mengubur impiannya memiliki seorang buah hati. Lagipula, itulah gunanya bank sperma.

Ya, Zoe bertekad menjadi orangtua tunggal melalui prosedur inseminasi buatan.

Zoe memiliki rencana matang untuk kehidupannya dengan sang buah hati. Namun, semua berubah ketika takdir membawanya bertemu pria tampan pemilik usaha keju Little Goat Farm, Stan (Alex O’Loughlin). Luluh dengan pesona Stan, Zoe pun setuju menjalin hubungan asmara.

Alangkah terkejutnya Stan ketika mengetahui Zoe ternyata tengah mengandung. Lebih buruk lagi, dia bahkan bukan ayah sang jabang bayi. Meski kalut dengan situasi itu, Stan yang sudah kadung jatuh cinta dengan Zoe tak bisa pergi begitu saja. Dia berjanji, akan menemani Zoe dan menjadi figur ayah untuk bayinya.

Yang sangat disesali J-Lo, adalah kenapa setelah dia memutuskan untuk bayi tabung, dan di hari yang sama, dia bertemu secara tidak sengaja, waktu mereka mengambil taksi yang sama bersamaan.

Ada adegan yang lucu deh, waktu si J-Lo kencan pertama dengan Alex, ketahuan kalau label harga di baju nya masih nyantol, padahal si Alex nanya, ” kamu beli baju baru ya khusus untuk kencan kita ini, tapi dijawab sama J-Lo,  kalau dia ngga mau kasih tau, tapi ternyata label baju nya kelihatan dan dibantuin lepas oleh Alex, dan juga waktu kencan di tempat romantis, ada kecelakaan kecil gitu, karena waktu si Alex mau mencium J-Lo, tapi Alex malah menjatuhkan minuman dan makanan di meja dan baju J-Lo kotor semua, lalu mejapun terbakar, dan J-Lo mengambil kran air, tapi malah akhirnya jadi siram-siraman..hehehe.. seru juga….

Jadi, moral of the story kayaknya sih, “jangan terburu-buru mengenai jodoh ,itu semua udah di atur, dan yakin saja udah disiapkan yang terbaik…”

Iklan

Read Full Post »

Jangan anggap enteng sakit gigi

Kalau jaman dulu, ada penyanyi yang ngetop banget, lagu dangdut, judulnya, Lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati…. dan itu aku ngga setuju banget, karena sakit hati itu dengan berjalannya waktu, bisa sembuh dengan sendirinya, dan kita makin terasah, makin bijaksana, makin dewasa, apalagi kalau sakit hati gara-gara cowok… walah… jangan keterusan deh, memang sih awalnya pasti rasanya seperti mau terjun dari gedung tingkat tinggi, atau mau terjun ke sungai, malah ada yang sampai rela minum cairan serangga, iih.. amit-amit jabang bayi, Naudzubillah…. semoga Allah melindungi dari hal-hal bodoh yang hanya bikin kita sengsara, udah sakit karena bunuh diri, eh di akherat juga ngga selamat… gimana, bodoh kan?

Ngomong-ngomong soal Sakit Gigi, jangan dianggap enteng lho, paling malas sebenarnya kalau harus ke Dokter Gigi karena kita biasanya harus bolak balik, apalagi kalau gigi tersebut sudah kena syaraf nya dan kita harus perawatan, biasanya perawatan syaraf itu ngga cukup tiga kali, biasanya lebih dari lima kali, kita harus meluangkan waktu demi sebuah gigi.

Sakit gigi bisa membawa kematian, ini kisah nyata banget, seorang teman SMA aku, namanya Eko, awalnya dia ke dokter gigi karena sudah beberapa hari, selalu mengeluh sakit, dan karena sibuk, bekerja sampai malam, jadi dia tidak buru-buru datang ke dokter, Yenny, istri Eko memaksanya untuk memeriksakan gigi nya, dan setelah ditambal, Eko demam tinggi, dan dia masih sempat update status lho di Facebook, ” gue demam nih” gitu tulis si Eko. Setelah panas tinggi dan sudah dikasih obat, tapi panas nya tidak turun-turun, dan dia dibawa istrinya ke dokter, setelah di rawat dikamar biasa, dan masih juga tidak ada perubahan, di pindah ke ruang ICU, dan saya sempat menjenguk Eko, jadi menurut Dokter yang merawat, kuman/virus yang ada digigi, sudah menyerang otak/syaraf otak, dan akhirnya bikin Eko jadi tidak sadarkan diri, ngga tega deh lihatnya, apalagi waktu aku dan tiga orang teman masuk ke kamar ICU, dan istrinya membisikkan ke telinga Eko, ” Ko, ini ada teman-teman SMA nih yang jenguk, mereka semua khawatir keadaan kamu lho, dan berdoa buat kamu agar cepat sembuh” ….. dan muka Eko bergetar, selang infus di hidung dan dimulut ikut bergetar, aku ngeri melihatnya,.. sepertinya Eko ingin bicara dan matanya berair, sepertinya dia menangis… aku ngga tega… dan aku langsung keluar dari ruang ICU, doaku panjatkan untuk teman SMA ku itu, tetapi satu minggu setelah aku besuk, kabar duka datang dari salah satu temanku, Eko akhirnya berpulang ke rahmatullah…. Innalilahi… Semoga arwahnya mendapatkan ketenangan dan diampuni dosa-dosanya, dan juga buat Yenny, semoga diberikan kesabaran atas meninggalnya suami tercinta, yang mana setelah lebih dari 5 tahun menikah, mereka belum dikaruniai momongan.

Dan dua minggu lalu, aku juga dapat kabar dari Mama mertua, kalau Edo, anak dari Mbak Reny, sepupu dari Mas Wahyu, suamiku, sedang koma di RS.Islam Cempaka Putih, dan awalnya pun karena sakit gigi, ada nanah di gusi, dan panas tinggi, lalu setelah di scan kepala nya, kata dokter ada virus yang menyerang syaraf di otak nya, dan sampai hari ini, belum ada perubahan, Edo masih dirawat di RS, sudah lebih dari 1 bulan. Tidak terbayang lelah nya Dyah, sang istri dan juga mbak Reny, ibu dari Edo yang dengan setia menunggu di RS, mbak Reny menetap di Surabaya, jadi dia sementara tinggal di Jakarta untuk ikut merawat Edo.

Edo, keponakan suamiku yang ganteng, masih muda, umur sekitar 30 an, sudah menikah satu tahun yang lalu, dan sekarang terbaring di RS, sebelumnya Edo dan istri, Dyah, tinggal di Surabaya, dan mereka pindah ke Jakarta untuk mengembangkan bisnis katering keluarga, “Sonokembang” yang mereka kelola bersama saudara yang lain di Jakarta, sebelumnya Sonokembang catering di kelola oleh ibundanya, yaitu Mbak Reny, hanya mukjizat dari Allah yang dapat menyembuhkan penyakitnya.. Ya Allah yang maha penyembuh, angkat lah penyakit  Edo, beri kesempatan dia untuk menemani istri dan juga bisa mempunyai keturunan yang baik, berikanlah kesabaran untuk istri dan keluarganya, berikan lah pertolonganMu, Ya Rabb.. Amiin..

Read Full Post »

‘Wah, kelihatannya mau turun hujan nih, mana bunyi petirnya keras sekali, ngeri juga nih kalau hujannya sampai malam,” batin Dede. Hari itu, jam 5 sore, Dede yang biasanya pulang tepat waktu, hari itu, dia harus rela dikerjai oleh bos nya, dia masih harus menelpon hotel dan rental car untuk tamu  dari Jepang yang akan datang dua hari lagi.”Semoga saja, hujannya berhenti dan dia bisa cepat pulang kalau pekerjaannya sudah selesai.

Akhirnya selesai juga, bos Dede memperbolehkan dia pulang, dan waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, dan Dede mampir ke mushola kantor dulu untuk menunaikan sholat Magrib, tak lupa Dede berdoa agar perjalanan menuju ke rumahnya lancar, tanpa hambatan, karena dia yakin, setelah hujan reda, jalanan pasti macet, banjir, dan bis pun jarang yang lewat, maka Dede memutuskan untuk naik bis Trans Jakarta dari depan Ratu Plaza.

Sepanjang jalan menuju halte bis Trans Jakarta, tidak sadar, dibelakang Dede ada seseorang yang mengikutinya, seorang anak kecil, kurus, pucat, mata merah seperti kurang tidur, apabila Dede menengok ke belakang, anak itu langsung pura-pura tidak melihat dan berjalan agak di belakang lagi, sepertinya berharap agar orang yang diikuti tidak sadar kalau dia diikuti.

Dede berdoa dalam hati, Ya Allah, tolong hambamu ini, lindungilah aku, hindarilah aku dari mara bahaya yang akan menimpa diriku,.. Dede berjalan sangat cepat, setengah berlari, dan dari ujung matanya, dia melihat anak itupun ikut berjalan dengan cepat, seperti takut kehilangan jejak Dede. Jantung Dede berdebar sangat cepat, ketakutan dan hendak berteriak tetapi dia urungkan niat itu, karena dia juga tidak yakin, anak itu betul-betul mengikuti dirinya atau memang tidak sengaja perjalanan mereka searah.

Sepuluh meter lagi sampai di halte bis, dan Dede langsung saja menyeruak diantara kerumunan orang-orang yang antri untuk membeli karcis, setelah itu, Dede sudah agak tenang, karena dia tidak lagi melihat anak itu mengikutinya, Alhamdulilah… semoga prasangka ku salah. Tidak sampai sepuluh menit, bis yang ditunggu-tunggu datang, dan Dede pun masuk ke dalam bis bersama dengan penumpang lain, saat itu bis penuh sesak, karena macet dan habis hujan, biasanya orang lebih pilih naik bis Trans Jakarta untuk menghindari kemacetan.

Esok paginya, seperti biasa Dede berangkat naik bis umum, dan setelah sampai dekat kantor, dia turun, dan menyebrangi jembatan penyebrangan, Dede agak terkejut melihat begitu banyak orang-orang berkerumun di jembatan itu, ” anak siapa sih nih, tanya seseorang, ” kasian banget ya, gelandangan kali? , timpal orang lain lagi,” udah meninggal apa pingsan aja?” , macam-macam yang didengar oleh Dede, …. sudah ah, ga perduli, sudah hampir telat nih ke kantor, batin Dede. Sepintas dia melihat ada anak kecil yang terbaring,telapak kakinya pucat seperti kurang darah.

Thanks God, It’s Friday…. time to fun with my friends… Dede janjian dengan teman-temannya, satu gank nya, Sari,Dewi,Febri,Lita dan Anggie, mereka akan pergi ke cafe di hotel Mulia, ada grup band baru yang akan promo, band dari Thailand,yang pasti cowoknya keren-keren, yah.. ga jauh jauh dari Christian Bautista lah…

Setelah puas berkongkow ria dengan teman-temannya, Dedepun pulang ke rumah, dan bersiap-siap hendak tidur, karena lelah, Dedepun tertidur, dalam tidurnya, Dede bermimpi bertemu dengan anak kecil yang mengikutinya kemarin, yang ternyata anak tersebut yang dia lihat tergeletak di jembatan penyebrangan, dalam mimpi tersebut, anak itu berbicara,” mbak, kenapa mbak ketakutan waktu saya ikutin, apa mbak jijik lihat saya,saya hanya ingin minta dibelikan nasi bungkus, saya belum makan tiga hari ini, dan tidak ada satu orangpun yang perduli dengan saya, orang tua saya meninggal karena sakit, dan karena kami orang susah, kami tidak mampu bayar rumah sakit, maka orang tua saya tidak tertolong, saya sebatang kara, mbak….tapi sekarang saya sudah bahagia, karena saya sudah bisa bertemu dan berkumpul kembali dengan orang tua saya, disini saya ngga kelaparan mbak, banyak sekali makanan dan minuman yang bisa saya makan, dan saya hanya ingin berpesan untuk mbak, karena saya tahu mbak orang baik, mungkin waktu itu mbak hanya punya pikiran negatif saja, tapi lain kali kalau ada anak kecil yang butuh bantuan, mbak , jangan kabur ya.. padahal kan dia belum tentu berniat jahat.” Dan anak itupun pergi , Dede berusaha mengejar dan berlari secepat mungkin, tapi apa daya, anak itu sudah menghilang seperti ditelan bumi.

Bangun dari tidur, keringat Dede bercucuran, seperti habis lari maraton, dan dia sangat terkesan dengan mimpi semalam, alangkah tidak perdulinya diriku pada sekitarku, alangkah kasiannya anak itu, yang meninggal karena kelaparan, kehujanan, tidak ada tempat berteduh,…. Ya Allah, semoga aku diampuni atas perbuatanku itu, dan aku berjanji tidak akan lagi cuek terhadap sesama.

Read Full Post »

Kasih tak sampai

Sudah cukup larut malam, tapi bis yang ditunggu-tunggu belum juga datang, sudah hampir setengah jam duduk di halte depan Sarinah, tapi seperti nya leher Sari sudah panjang karena bolak balik melihat bis di kejauhan dan berharap itu bis P.10 yang biasa dengan setia mengantarkan dia sampai ke rumahnya.

Sari,perempuan manis, imut dan pintar bergaul,  mahasiswi S2, usia 26 tahun, masih jomblo, itu sekilas status yang beredar, hehehe… kayak vcd aja ya, dan beredar dipasaran…..hehe. Sampai saat ini, belum ada seseorang yang bisa mengisi hati Sari untuk menjadi seorang kekasih yang bisa menjadi Imam dan Ayah dari anak-anaknya kelak. Sempat ada laki-laki yang hadir, hubungan sebatas kirim sms, telpon dan email, hari berganti hari, bulan berganti bulan, tetapi tidak ada kemajuan, dan lama-lama Saripun mulai membuka hati untuk laki-laki lain.

“Sar,loe dah punya pacar belum, kemarin gue main ke rumah sepupu gue, dan ada adik iparnya dia, baru selesai kuliah S2 di Aussie, dan dia juga lulusan pesantren Gontor lho,..kata  Lita . ” Udah Sar, hajar bleh… ganteng ga lit? kepribadian bagus ga? Febri dan Dewi ikut menimpali tawaran Lita. “Idih, loe loe pade, pigimane sih, masa’ main hajar aja, jangan beli kucing dalam karung lah,” sambung Nita.

Selama makan siang, hampir tiap hari berbagi cerita, topik nya macam-macam, dari topik pembantu rumah tangga, anak, pacar, suami, bos, tetangga, teman, pokoknya macam-macam, dari artis sampai supir bis, dari penjahat sampai pejabat.

Tanpa sepengetahuan teman-teman yang lain, Sari mengiyakan tawaran Lita untuk kenalan dengan Sandi, cowok yang diceritakan kemarin, karena alasan Sari, ga enak ah kalau sampai teman-teman tahu, apalagi kalau misalnya ketauan gue yang naksir duluan, kan ga cihuy, kata Sari waktu janjian dengan Lita untuk makan siang di sebuah cafe di bilangan Senayan, mereka, Lita, sepupu Lita, dan Sandi  janjian bertemu disana.

Sari sudah menyiapkan pakaian yang terbaik yang dia punya, semalaman Sari bongkar lemari, mencari kerudung yang senada dengan baju yang akan dipakai, dan juga hiasan kerudung, dan setelah lebih dari 2 jam, akhirnya Sari memutuskan memakai atasan warna biru, bunga-bunga kecil, dan celana panjang hitam, lalu kerudung biru polos,  dia ingin membuat kesan yang bagus di mata Sandi, karena kesan pertama biasanya sering menentukan, hubungan ini lanjut apa tidak, walaupun ada pepatah, don’t judge the book by it’s cover, rasa-rasanya kok ya, aneh saja kalau pertemuan pertama, tetapi pakaian nya cuek ala kadarnya, nanti dikira, ini Sari yang kerja di perusahaan Internasional dan sedang kuliah S2, apa Sari yang jadi baby sitter? hehehe..

Lita dan Sari sudah tiba di “cafe Deedee”, tempat yang nyaman, karena tidak terlalu ramai, tempat nya cukup eksclusive, dan nilai tambahnya disana  ada jaringan wifi, jadi bisa internetan gratis, makanya Sari bawa netbook nya yang baru dia beli bulan lalu, netbook warna merah marun kesukaannya.

Waktu sudah menunjukan pukul 1 siang, bolak balik SAri dan Lita melihat jam tangan, dan sudah dua kali order makanan ringan, tetapi Sepupu Lita, dan Sandi belum juga kelihatan batang hidungnya. “Gila nih, emang kita ga ada kegiatan lain apa ya, disuruh nunggu satu jam lebih gini, hp ga bisa dihubungi, sms juga ga dibalas-balas, niat ga sih nih orang… gerutu Sari. ” Bentar lagi deh ya Sar, kita tunggu setengah jam lagi, sekarang kita pesan makan siang dulu ya?” bujuk Lita.” Loe aja deh yang makan, gue dah kenyang makan snack tadi itu, timpal Sari.

Setengah jam berlalu, dan mereka belum datang juga, belum bisa dihubungi, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, Lita langsung pulang ke rumah, sedangkan Sari pergi ke toko buku, dia berencana mencari bahan untuk presentasi di kampus nya minggu depan. Sambil tetap bertanya-tanya, alasan apa yang akan dia dengar tentang batalnya Sandi dan sepupu Lita datang menemuinya, macet kah, malas kah, Sandi sudah punya pacar kah, berbagai pikiran berkecamuk di benak Sari. “Ah sudah lah, kalau memang jodoh, ga lari kemana deh, hibur Sari dalam hati, dan dia melanjutkan mencari literatur untuk bahan presentasi kuliah S2 nya.

“nitt… nittt…hp Lita berbunyi, sengaja memang Lita mensetting dering hp nya hanya getar dan bunyi bip, dia angkat, dan di layar nama yang keluar adalah nama sepupunya, Desy.” Loe tega banget ya Des, gue ama Sari udah nunggu berjam-jam, tapi ga nongol-nongol, ga enak kan, ama Sari, dikira nya gue bohong?” cecar Lita ke Desy. ” Sabar Lit, sabar ya.. ntar loe juga ngerti, ini gue lagi di RS, kita kecelakaan, mobil gue di tabrak dari belakang sama truk di Pancoran, dan karena Sandi yang nyetir, dia yang lebih parah, tulang rusuknya patah, mukanya memar karena kita juga menabrak mobil di depan kita, kaca mobil depan pecah, dan kena muka Sandi, Alhamdulilah, gue ga begitu parah, cuma luka-luka kecil” jelas Desy di telpon. Ya Allah, ampuni hambamu yang sudah berprasangka buruk terhadap sepupuku dan juga Sandi, berikan kesembuhan untuk Sandi, ya Allah….. doa Lita dalam hati.

“hiks.. hiks.. isak Sari sesunggukan, Ya Allah, cobaan apa lagi yang Engkau berikan kepadaku, ampuni aku bila aku ada dosa, terima taubatku ya Allah, dan berikan kesembuhan untuk Sandi. Setiap hari Sari menjenguk Sandi di Rumah Sakit, walaupun Sandi belum siuman, tetapi dia yakin kalau Sandi tahu dia datang dan berdoa untuk kesembuhannya.Semakin hari, semakin rasa sayang timbul dalam diri Sari, dan Sari terus berdoa untuk kesembuhan Sandi, Ya Allah, kalau memang Engkau takdir kan kami harus bersama dan berjodoh, permudahkan jalannya, dan berikanlah yang terbaik buat kami berdua, doa yang selalu dipanjatkan oleh Sari.

Sari hampir pingsan mendengar berita itu, Sandi meninggal tadi malam,  ternyata ada gumpalan darah di kepala nya akibat terbentur, dan sudah diupayakan penyembuhannya tetapi ternyata Dokter yang merawat Sandi menyerah, Allah memanggil Sandi kembali ke haribaanNya, tanpa sempat bertemu muka dengan Sari. Sosok pemuda baik hati, tampan dan pintar, dambaan setiap wanita, apalagi Sandi juga lulusan pesantren, tetapi apa boleh buat, takdir bagi Sandi, dia kembali dalam keadaan belum menikah, dan Insya Allah, jodohnya sudah dipersiapkan disana.

Sari yakin, Allah sudah punya rencana yang terbaik, dan Allah juga berpesan dalam AlQuran, ” Aku sebagaimana prasangka hambaku” , dan Sari selalu berusaha berpikir positif dan semua kejadian itu selalu ada hikmah yang bisa dipetik, sekarang ini, Sari sedang dalam masa ta’aruf dengan seorang laki-laki, orang Jawa, bekerja di perusahaan minyak sebagai tenaga IT, apabila tidak ada halangan, mereka berdua akan melangsungkan pernikahan dua bulan lagi.

Read Full Post »

Biasanya, laki-laki usia produktif, normal dan punya anak empat orang, pasti menurut orang-orang, dia orang yang tidak mungkin cuek terhadap kebutuhan biologis suami istri, ya kan? tapi ternyata pandangan dan kesan tersebut, tidak terdapat pada suami temanku, katakan lah namanya Yuyun. Sang Suami, yang biasa di panggil Abi oleh Yuyun ini, sudah empat bulan ini mereka tidak pernah melakukan hubungan suami istri.

Aku jadi teringat waktu Yuyun memutuskan menikah dengan orang yang tidak dia kenal sama sekali, dia hanya di sodorkan sebuah photo oleh kakaknya, yang kebetulan aktif di pengajian. Kakaknya Yuyun, Ceu’ Wulan yang berinisiatif mengenalkan pemuda tersebut, karena saat itu, Yuyun yang baru saja lulus SMA, tidak melanjutkan kuliah dan juga belum mendapatkan pekerjaan, dari pada luntang lantung tidak jelas, lebih baik dia dinikahkan, begitu mungkin pemikiran nya.

Yuyun kabur dari rumah, dan dia menginap dirumah aku..” Dis… gue ga mau nikah cepat-cepat, gue pingin kerja dulu, dan nikmatin masa muda gue,” isak Yuyun. Aku berusaha menghibur sekena nya, karena aku sendiri saat itu masih 17 tahun, tidak ada pengetahuan tentang pernikahan , apalagi aku juga punya status ngga jelas, kuliah ngga, kerja pun belum, jadi rasanya sulit memberikan pencerahan untuk sahabatku ini.

Hari ketiga, Yuyun menginap di rumah aku, kakaknya Ceu Wulan datang ke rumah aku, dan dia berusaha membujuk Yuyun untuk pulang ke rumah, entah apa yang dikatakan Ceu Wulan ke Yuyun, tetapi saat itu, Yuyun ikut juga pulang dengan Ceu Wulan. Minggu berikutnya, aku dapat kabar bahwa Yuyun akan menikah dengan seseorang yang tawarkan oleh kakaknya tersebut.

Akupun ikut senang mendengar nya, walaupun dalam hati berpikir, tidak ada lagi deh teman untuk jalan sama-sama, ngerumpi, dan curhat-curhatan lagi. Tahun berganti tahun, aku tidak pernah mendengar kabar dari Yuyun, sampai suatu hari, dia mengadd aku di Facebook, sudah lebih dari 15 tahun yang lalu.. tidak pernah bertemu, aku begitu gembira mendapatkan kabar lagi dari Yuyun, sahabatku dari SD, dan satu SMP, juga satu SMA selalu sama-sama, dia sudah punya empat orang anak, yang paling besar, laki-laki, sudah masuk SMA tahun ini.

Waktu Alifa,anakku yang tertua ulang tahun, ke empat, bulan Mei lalu, aku undang Yuyun untuk main ke rumah, dan juga Lisa, teman SD ku juga yang kebetulan tinggal di Jatiasih, dekat dengan rumah ku, semenjak lulus SMP, aku pun belum pernah bertemu dengan Lisa, dia sudah punya anak tiga orang, dan sekarang jadi ibu rumah tangga, anaknya yang paling besar sudah SMP kelas 3. Alhamdulilah, berkat silaturahmi tersebut, hubungan kami kembali terjalin, Yuyun masih suka kirim sms, tetapi Lisa karena dia tidak punya hp dan tidak ada account di facebook, jadi jarang berkomunikasi, tapi yang pasti kita tetap saling mendoakan untuk kebahagiaan semua nya.

Hp ku bergetar, ada sms masuk dari Yuyun, “Dis, gimana ya cara ngilangin sakit hati sama suami?” , aku tidak balas sms nya tapi lebih pilih telpon langsung ke hp nya, dan cerita mengalir tentang hubungan nya dengan suami belakangan ini. ” Gue udah hampir 4 bulan, ga dikasih nafkah batin lho,… dan gue pernah singgung-singgung soal ini, tapi si Abi, (panggilan Yuyun kepada suami), cuek aja, seperti ga perduli, malah gue sampai memalukan diri sendiri kayaknya, gue sampai minta-minta, gimana ya hukumnya, kalau suami yang minta untuk berhubungan, istri ga boleh nolak, tapi kalau istri yang minta, dan suami nolak, hukumnya gimana ya Dis?”  tanya Yuyun, aku pun belum pernah dengar soal hukum nya menolak permintaan istri untuk berhubungan, tetapi kalau suami sudah tidak memberikan nafkah batin lebih dari tiga bulan, hukumnya itu sudah menelantarkan istri, padahal waktu ijab kabul, kan ada perjanjian untuk berbagi suka duka, memberikan nafkah lahir batin, dll,” jawab ku

“Gue kan juga belum tua-tua amat ya,,,, umur gue  37 tahun ini, dan gue juga masih ada rasa ingin untuk dipeluk, disentuh, dan dibelai oleh suami, ga harus setiap hari deh, sebulan sekali pun ga papa, emang sih, suami gue itu orang nya cuek banget, pendiam, sering banget kalau gue tanya, apa gue kurang menarik lagi,  dia suka ga jawab, kesel banget kan? kayak ngomong sama tembok aja,” lanjut Yuyun.

Minggu lalu, baru saja aku beli novel nya Asma Nadia yang berjudul Sakinah Bersama mu, dan sepertinya Allah mau menunjukkan dan memberikan jawaban untuk masalah yang sedang dialami sahabatku ini, waktu aku baca cerita pertama, mengenai perbedaan karakter pasangan suami istri yang satu begitu pendiam dan satu lagi banyak bicara, aku jadi teringat akan suami Yuyun ini, dan dalam hati langsung terbersit, aku akan kasih novel ini untuk Yuyun, besok aku akan ke Gramedia untuk membeli novel Sakinah bersamamu itu, dua sekalian untuk kado adik ipar aku yang akan ulang tahun tanggal 25  November, hari ini.

Aku kirim novel tersebut melalui pos, dan kemarin sore, ada sms masuk dari Yuyun,yang bunyinya: “Dis, makasih banyak ya buku nya, sudah baca sekilas, isi nya bagus, dan harusnya para suami juga harus baca nih ya, apalagi ada cerita tentang perbedaan karakter suami istri, yang mana si suami untuk bilang cinta aja susah banget,.. si Abi pun begitu, belum pernah dia bilang cinta ama gue”, dan aku balas: Iya, dibaca dulu aja, kalau bisa kasih suami loe untuk baca juga, dan singgung-singgung sedikit dari isi cerita yang ada di sana, khususnya; Cinta bukan mencari pasangan yang sempurna tapi cinta adalah menerima pasangan dengan sempurna” ,  kata-kata yang mantap dan mengena banget kan?” balas ku di sms juga.

Alhamdulilah, semalam pas aku mau menidurkan anak-anakku, aku terima sms dari Yuyun, ” Alhamdulilah ada kemajuan lho Dis, si Abi semalem sudah mulai pegang tangan gue pas tidur, awalnya gue pegang dada nya, dan dia balas pegang tangan gue, biasanya kan kita tidur punggung-punggungan, dan semalam juga, gue ada sedikit singgung-singgung soal isi cerpen yang di novel yang loe kasih, yaach.. pelan-pelan, bertahap, semoga gue bisa berbenah untuk kebahagian gue dan suami gue, doain ya…”

Lega rasanya baca sms sahabatku itu, Alhamdulilah, apabila niat baik untuk mempertahankan rumah tangga, Insya Allah ada jalan yang Allah tunjukkan kepada kita, semoga kita di berikan ilmu, kesabaran dan keberkahan untuk menjalankan rumah tangga yang tidak lepas dari gangguan, Amiiin….

Read Full Post »

Alifa, sekarang anak ku yang paling besar, sudah TK A, dan sekolah nya tiap hari, tidak seperti waktu play grup, yang hanya tiga kali seminggu. Alifa sekolah di TK.Harapan Mulia, tidak begitu jauh dari rumah, bisa di tempuh dengan berjalan kaki atau naik sepeda.

Namanya juga ibu bekerja, waktunya terbatas buat memikirkan persiapan bekal anak, ingin nya sih yang bervariasi jadi Alifa tidak bosan, dan simpel, tapi penuh gizi..hehehe…biasanya bekal yang dibawa itu, mie goreng, spageti, kentang goreng, sosis goreng, crepes isi pisang meises coklat dan parutan keju, tapi kalau tiap hari, di putar-putar, itu itu lagi, kok ya seperti nya bosan juga.

Tidak sengaja, aku buka-buka buku resep yang pernah di beli suami ku, dan ternyata aku menemukan buku bekal sekolah anak dari terbitan majalah Kartini, wah… senengnya… jadi ada ide untuk variasi bekal sekolah yang simpel lho…

Dalam minggu ini, aku sudah mencoba bikin diantaranya: Pizza dari roti tawar, bikinnya gampang banget,  caranya, roti tawar di belah diagonal bentuk segitiga, di olesi saus tomat, dan ditaburi potongan sosis, jagung manis pipil dan keju mozarela parut ( aku pakai keju kraft melt), lalu di panggang pakai panggangan roti, alhasil… anak-anak suka, kata Dammar, ” enak rotinya”…. senaaaang nya….hati sang ibu…hehehe…

Lalu aku bikin muffin pakai selai blueberry, sempat beli cetakan nya di pasar senen waktu minggu lalu bareng suamiku. Dan hari ini, aku minta mbak Isah bikin nasi gulung di balut sama telur dadar, nasi nya di isi dengan abon, lalu di bentuk bulat lonjong dan di bungkus dengan telur dadar tipis.

Hmmmm….. apa lagi ya, yang sudah pernah di bikin? o iya, variasi lain nya itu, schotel kentang, macaroni schotel, tahu schotel, sate baso ikan,bihun goreng, roti bakar, pisang keju meises coklat di bakar, nasi goreng ( hehehe standard banget ya).

Belum pernah bawain Alifa buah-buahan, karena biasanya aku bawakan dia jus buavita kotak gitu, jadi lebih simpel, kapan-kapan ah, mau bawain sate buah-buahan, dan ada niat mau cari tusukan yang fancy, warna warni gitu, belum tahu juga mau cari dimana, semoga ada di Hero bawah deh, jadi ga jauh-jauh, pas istirahat makan siang, kan bisa mampir.

Read Full Post »

Tidak begitu banyak kenangan yang aku ingat terhadap Mama Yuri, biasa aku panggil beliau, tetanga depan rumah ku, waktu aku tinggal di Pondok Bambu, seorang ibu yang sabar, rajin dan lemah lembut, tipikal perempuan Jawa yang nrimo terhadap keadaan, berbakti terhadap suami dan sangat melayani, pun terhadap anak-anaknya yang amat dimanja oleh nya.

Awal aku  baru pindah ke Pondok Bambu, aku belum  punya banyak teman, dan salah satu teman yang aku kenal, yaitu Erni, dia adik nya Om Bambang, tetangga depan rumah ku juga, dan Yuri, kadang aku suka ke rumah Yuri juga, dulu lebih sering aku pinjam telpon rumah nya untuk menerima telpon dari perusahaan tempat aku bekerja sebagai sales penjualan.

Entah gosip dari mana, tapi kabar burung ini sudah diketahui hampir semua tetangga, Papa nya Yuri menikah lagi dengan karyawati di perusahaan nya, dia jarang pulang, tetapi Mama Yuri tidak pernah terlihat sedih, murung ataupun terdengar ribut-ribut di keluarga itu, rutinitas seperti biasa, belanja, menyapu halaman, dan mengurus tiga orang anak yang sudah besar-besar. Sampai suatu hari, ada lagi satu orang anak yang tinggal di rumah tersebut, laki-laki, usia nya baru saja 3 tahunan, dan kata orang-orang, itu adalah anak tiri Mama Yuri, alias anak dari perempuan lain yang di nikahi Papa Yuri.

Anak laki-laki tersebut, makin hari makin sering berada di rumah tersebut, hampir setiap hari, dan seperti nya malah sudah seperti anak kandung sendiri, Mama Yuri yang mengurus anak tersebut, mengantar sekolah, dan lain-lain layaknya anak sendiri.

Begitu sabar dan nrimo nya Mama Yuri, entah dalam hati, siapa yang tahu, alasan apa yang membuat Mama Yuri tetap bertahan dan tetap mengabdi untuk suami, walaupun sudah diduakan, dan mengurus anak-anak serta cucu yang tinggal di rumah nya, terbuat dari apa ya hati nya?…..begitu sabar, begitu nrimo dan pasrah….seharipun aku belum pernah melihat beliau punya pembantu rumah tangga, semua diurus sendiri dari anak-anak nya belum menikah sampai punya cucu.

Minggu malam, aku mampir ke rumah orang tuaku bersama suami dan anak-anak, sebelum aku pulang dari rumah orang tua ku, aku dengar dari tetangga, Mpok Ebot,  kalau Mama Yuri sudah meninggal, kena kanker usus, sudah dua minggu di rumah sakit, dan jenazah masih belum sampai di rumah,Innalilahi Wainailaihi Rojjiun… Semoga arwah Mama Yuri dilapangkan kuburnya, di ampuni dosa-dosa nya, dan kepada keluarga nya diberikan kesabaran atas berpulangnya Mama Yuri yang terkenal penyabar tersebut, Amiin….

Read Full Post »

Older Posts »

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

BLOG BELALANG CEREWET

dicatat biar awet

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination