Feeds:
Pos
Komentar

Ketika mendapat instruksi untuk ikut jaga booth JICA di acara Opening Ceremony tanggal 20 January 2018 di Hotel Indonesia Kempinski, langsung saya jawab..” Yes, I am available”.

Untuk membantu persiapan booth, maka saya datang dari siang, karena saya dengar dari panitia bahwa pada jam 2 siang, ruangan akan ditutup untuk security checking oleh Paspampres, rencananya karena ada RI 2, pak Jusuf Kalla yang akan hadir.

Acara resmi dimulai pada pukul 5 sore, menampilkan tarian dari Jawa barat dan Taiko dari Jepang lalu sambutan dari kedua Negara, diwakili oleh Bapak Jusuf Kalla dan dari Negara Jepang diwakili oleh Mr.Nikkai sebagai utusan PM Jepang.

Banyak sekali hadir para tamu undangan dari kedua negara, dari Kementerian Indonesia, dari para Alumni yang pernah sekolah di Jepang, Perusahaan Jepang dan juga para artis Indonesia dan Jepang.

Artis Indonesia yang saya kenal, diantaranya ada mbak Christine Hakim, Jajang C.Noor sedangkan dari Kementerian, ada ibu Menteri KKP yang sangat populer di kalangan wartawan yaitu bu Susi Pujiastuti.

ibu Susi, mbak CH dan Jajang C Noor

Beruntung bisa foto bareng, resiko jadi public figure ya gitu, sedang makan aja keganggu, banyak tamu yang minta berfoto bersama dengan bu Menteri termasuk saya.. hehehe.

Awalnya saya bilang ke Senior representative saya, ” There is Ms.Susi”, and he replied,” iya, ada sushi di sana” tapi kok nunjuknya ke arah yang berbeda ya… ternyata yang dia maksud sushi makanan Jepang..hahaha.Ketahuan dia udah lapar karena baru pulang dari Bandung sore tadi dan pastinya belum makan malam.

Ternyata salah satu Staf Jepang kantor saya ada yang kenal dengan bu Susi, kata beliau, sudah tiga kali ke rumahnya untuk meeting, dan dia menawarkan, kalau mau foto bareng, nanti saya info ke pak Dirjennya…waaaaah.. senang banget dong yaa saya ada yang bantuin dan pak Dirjennya yang motoin pakai HP saya, makasih banyak lho pak.


JICA Booth dan Mr.Nikkai ( utusan PM Jepang)

Pak Jusuf Kalla yang mampir ke booth JICA

 

 

Iklan

MRT Pertama di Indonesia

MRT di Jakarta

Proyek MRT yang dapat dana pinjaman lunak dari pemerintah Jepang melalui kantor saya, JICA, rencananya akan bisa beroperasi di tahun depan.

Dipicu kebutuhan masyarakat atas pilihan jasa transportasi yang nyaman, aman dan dapat diandalkan, pemerintah provinsi DKI, ketika jaman pak Jokowi menjabat gubernur, penandatanganan untuk pekerjaan ini dilakukan.

Survey yang dilakukan sudah sejak kurang lebih 20 tahun lalu, tetapi dari dulu pemerintah DKI belum mau memulai proyek pembangunan MRT ini.

Alhamdulilah akhirnya Indonesia bisa juga punya MRT seperti di Jepang, Hongkong, Singapura, Malaysia dll.

MRT Jakarta dipersiapkan menjadi sebuah alat transportasi publik berkelas dunia.

Transportasi yang nyaman, diantaranya fasilitas stasiun, seperti AC, eskalator, elevator, ada area komersial, fasilitas umum seperti WIFI, fasilitas khusus penyandang disabilitas, ibu hamil dan menyusui, anak-anak dan lansia.

Transportasi yang aman, MRT didesign tahan gempa sesuai standar konstruksi SNI 2012, tahan banjir, pintu masuk ditinggikan hingga 1,5 meter, menggunakan anti-flood barrier system, sump-pit dengan sistem pompa dan sensor ketinggian air.Selain itu ada sistem kedaruratan dan keamanan terpadu, didukung penuh oleh kepolisian dan pemadam kebakaran, CCTV dan sistem alarm.

Transportasi yang bisa diandalkan, MRT dikendalikan dengan sistem semi otomatis level 2 (automatic train protection dan operation dengan masinis, kereta bergerak dan berhenti secara otomatis, menutup intu oleh masinis dan pengoperasion kereta dalam keadaan darurat oleh masinis), Listrik mega daya, menggunakan teknologi perkeretaapian yang terdepan.

Awal mula peletakan batu pertama proyek fase 1 dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2013 oleh pak Jokowi, lalu  penyelesaian pekerjaan penggalian terowongan pada tanggal 23 Februari 2017.

Berharap sekali bisa mengurangi tingkat kepadatan mobil di Jakarta yang otomatis bisa mengurangi kemacetan.

Masa iya sih, negara yang cukup besar dan ibukota Jakarta yang ramai, tapi tidak ada transportasi seperti MRT ini? sedangkan di negara lain seperti Thailand, Hongkong, Singapura saja sudah punya.

Project feature of MRT Phase II

sumber: Kompas

 

 

 

Selama liburan akhir tahun, kami sekeluarga tidak ada rencana untuk pergi kemana-mana kecuali hanya kumpul keluarga di rumah.Seharusnya anak-anak sudah mulai sekolah lagi sejak tanggal 2 Januari 2018 untuk semester keduanya.Karena kantor saya masih libur dan baru masuk tanggal 4 Januari, jadilah dadakan saya tanya ke suami,”pak, liburan nginep aja di hotel yuk, ngga usah jauh-jauh, ke Sentul aja atau Bogor kotanya gitu, kata saya.Suami mengiyakan, dan seperti kebiasaan yang sudah-sudah, bagian travel coordinator ya saya.

PILIH-PILIH HOTEL

Mulailah saya browsing untuk lihat-lihat hotel di Sentul, dari dulu pingin staycation di Aston Sentul, tapi kok pas browsing untuk stay di tanggal 2 Jan, harganya masih di atas 1,4 juta, kemahalan buat saya.Lanjut lagi cari ke hotel lain, dan pas lihat di booking.com ada Desa Gumati Resort, saya ingat dulu kira-kira 9 tahun lalu, kantor saya pernah ada acara outbound (saya ngga ikutan saat itu) sepertinya tempatnya luas, seru dan ada banyak permainan yang bisa dimainkan oleh anak-anak saya.Ada water park dekat situ juga, jadi saya ngga pakai baca-baca lagi review orang-orang terhadap Desa Gumati resort ini, dan tambahan lagi, kamar yang mau saya pesan dengan tipe Grand Deluxe hanya bersisa satu kamar saja, seharga Rp.650 ribu include Breakfast untuk dua orang.Tanpa pikir-pikir panjang, apalagi pesan kamar untuk menginap besoknya, saya takutnya kehabisan kamar,  langsung booking di booking.com dengan garansi pakai kartu kredit saya.

CURUG BIDADARI

Rencana ke curug Bidadari di Sentul akhirnya  kesampaian juga, karena penasaran apalagi lokasinya memang ngga jauh-jauh banget dari Sentul City, dan lihat foto teman SMA yang diposting di FB pas dia ke sana, kelihatannya tempatnya asik, jadi layaklah dikunjungi sambil niatnya mandi di sana.

Setelah ke Curug Bidadari, yang menurut saya, cukup lah satu kali saja saya kesana, yang penting udah pernah..hehehe,

perjalanan lanjut menuju Hotel yang sudah dipesan melalui booking.com  yaitu Desa Gumati Resort.

Menuju Desa Gumati Resort ini, kami melewati beberapa hotel dalam satu area, dan Desa Gumati letaknya agak di belakang.Suasananya sepi, mau nanya orang tapi tidak ada yang terlihat mondar-mandir.Setelah salah arah karena kami menuju ke restoran, ada karyawannya yang memberitahukan letak kantornya untuk check in.Ketika kami datang, dan memberitahukan kalau kami akan check in, ternyata kamarnya belum siap, katanya karena baru banyak yang check out hari ini jadi sepi, ini salah satu jawaban waktu saya tanya, “mbak, kok sepi banget ya.. agak serem ngga sih kalau malam?” lalu suami saya juga nanya, ” kalau malam, gelap banget ngga mbak, lampunya nyala kan?’, dalam hati kami membatin, ” kok ini tempatnya creepy gini ya”. Sambil menunggu, kami juga bertanya tentang restaurant yang ada di situ, dan katanya restauran buka sampai jam 7 malam ( lho kok ngga 24 jam ya, seperti di hotel lain).Masih sambil nunggu, ada satu keluarga datang, dan katanya, dia booking di hotel Bumi Gumati lewat Traveloka tetapi kok malah diarahkan ke Desa Gumati, dan memang ketika dicek oleh si mbaknya,  nama tamunya terdaftar di Desa Gumati.

Mereka minta check dulu kamarnya, dan diantar oleh salah seorang staf untuk melihat kamar hotelnya, tetapi setelah melihat kamar, mereka pergi dan batal menginap di sana.

Hampir satu jam kami menunggu registrasi, dan ” bu.. sudah siap registrasinya, kamar sudah siap” kata si karyawati. ” Ok mbak.. ini kartu kredit saya ya” dan dijawab sama si mbaknya, “maaf bu, kami hanya terima pembayaran dengan cash atau transfer”, ” Lhooo, ngga ada buat gesek kartu kredit?” tanya saya lagi, ” maaf, ngga ada bu, kami hanya terima cash” tambahnya lagi. ” Mesin edc ngga ada sama sekali, untuk debit juga ngga ada?” tanya saya dengan agak emosi. Masa’ iya hotel yang kerja sama dengan booking.com atau traveloka yang meminta garansi kartu kredit, tetapi tidak punya mesin edc, lalu ngapain saya bayar cash, wong niat saya memang mau bayar pakai kartu kredit, biar ditagihnya bulan depannya gitu.Tapi ya sudahlah, saya bayar cash, saya tanya ada atm di mana dan ternyata harus keluar dulu ke Sentul City untuk ATM Mandiri.. alaaamaaak.. rempong banget sih, masa iya kalah sama pedagang kelontong, mereka aja bisa nerima pembayaran pakai kartu kredit atau gesek pakai debit card.

“mbak, kok ribet banget ya mau bayarnya, saya cancel aja kalau gitu deh”, saya putuskan untuk membatalkan menginap di Desa Gumati Resort ini.Dan si mbak bilang,” silahkan bu, dari ibu yang cancelnya ke booking.comnya”.

Sambil jalan keluar dari hotel tersebut, saya cari lagi hotel di Sentul, dan ada Hotel Harris, saya baca reviewnya lumayan bagus, dan yang terpenting kata suami saya “ini beneran hotel, ada satpamnya, ada receptionist yang ramah, dan ngga kalah pentingnya, lokasinya gampang kalau mau cari makan keluar.

Jadi sodara-sodara, si Desa Gumati Resort ini mungkin kalau untuk acara gathering kantor atau outbound yang pesertanya ratusan orang, mungkin lho ya cocok tapi kalau untuk keluarga seperti kami yang cuma berempat, ini lokasi kurang cocok, terlalu sepi dan bangunan juga sudah agak lama.

Baca-baca review dari tripadvisor, banyak yang complain ternyata, dari yang AC di kamar bocor, pemanas teko tidak berfungsi,pipa westafel bocor,bangunan terlihat tua, tidak terawat,kolam renang kecil untuk ukuran resort,kamar sangat tidak redomended, staf kurang sigap, demikan beberapa komen negatif di halaman booking.com.

Berhubung udah kesel, jadi ngga kepikiran mau motret-motret, jadi maaf ya, ngga ada foto-foto untuk Desa Gumati Resortnya, tapi kalau dilihat dari websitenya bagus banget lah ( http://www.desagumati.co.id)

Sekian sharing pengalaman pribadi di awal tahun 2018.

Semoga tahun 2018, bisa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bijaksana, lebih sabar, lebih giat belajar ilmu agama (umur 40 tahun lebih book), belajar ilmu parenting, ilmu menjadi istri dan ibu yang baik, dan banyak lagi ilmu2 yang bisa dipelajari.

 

 

Going to Bogor by Train (Commuter Line)

Bogor city has to be friendlier for tourist.

Why did I say that?

It is an experience from my colleague.

He went to Bogor by train with his family, total 5 persons include baby.

When he arrived at Bogor Station, it was so crowded; oh I forgot to mention that he went to Bogor on 25 December, which is national holiday for us.

He said to me that he will try use train instead of car, and I said, yes, it must be fun and a bit adventure for you and your family.

About 12 o clock at noon, he arrived at Bogor station, and he was confused to go out and difficult to walk because of so many people there.

waiting at pasar minggu station and inside of the train

He found a tourist office nearby station, but it took almost one hour to get there.

He asked one of staff of the tourist office, how to get taxi to hotel Aston, and the staff explained, difficult to find taxi, so he suggested rent a car and he has to pay 250 thousand rupiah (it is very expensive).

After waited about 45 minutes, car didn’t come (still on the way), but of course, his children felt hungry and tired.

He decided to use online transportation, Go Car and it was only five minutes and fare only less than 100 thousand rupiah to Aston Hotel, yeeees.. it just more than half price of rental car.

So, he cancelled the rental car and change to use online.

On the way to hotel, (he didn’t know exactly which street), there was an fire accident and one way was closed, traffic jam, plus a lot of green bus (angkot)every where.

He saw the lamp sign of the gasoline was red, and he felt it was really a worst day for the adventure, if car stop and he has to push until gas station… oh gosh….but car still continue going to hotel without stop.

Need 4 hours from Bogor station to Aston Hotel in Bogor City, what a day…hahaha.

 

Sebagai manusia yang tidak pernah luput dari kesalahan,.. cieyyyyeeee.. bahasanya keren ya? hehehe. Manusia sebagai makhluk sosial yang kodratnya akan saling membutuhkan.Dibutuhkan toleransi yang sangat tinggi untuk menciptakan keharmonisan dan kenyamanan dalam bersosialisasi.

Untuk kasus saya pribadi,sehari-harinya sebagai karyawan, tentunya juga kita banyak berinteraksi terhadap teman kantor, atasan ataupun bawahan, dan saya sih ngga punya anak buah, secara no carreer up gini..hiiksss…nasiiib.. nasiiib…hehehee. Ngga papa, kan rejekinya dari tempat lain, aamiin.Komentar atau celetukan yang sering kita tidak sadari karena asal nyablak, malah sering membuat orang lain tidak nyaman.

” Eh.. bajunya baru, si anu ya yang beliin?” dan ngomong langsung ke orang yang bersangkutan, padahal dia itu atasan, orang beda negara yang mungkin belum bisa nyambung dengan becandaan orang kita.Dan, komentar menuduh gitu juga maksudnya apa? nyinyir.com lah itu.

” Lho kok cuma si anu yang dapat oleh-oleh, kenapa si ani ngga dikasih?” komentar ini kalau menurut saya ngga asik banget, kenapa ngga asik? yaaa maksudnya itu apa, tujuannya apa, dan untuk apa komen seperti itu? atau yang komen juga kepingin dapat?

Nah, orang yang ngasih tentunya merasa serba salah dong, karena itu oleh-oleh, cuma goody bag yang isinya kaos oblong dengan logo seminar dan tulisan-tulisan sponsor, isinya juga cuma satu kaos gitu.Kalau si bos kasih ke sekretarisnya karena pas acara dia nawarin mau bawain kaos ini, pastinya ya ngga masalah kan? dan kenapa juga orang lain, bukan satu bagian, trus harus komentar yang menurut saya sih, ngga perlu banget, jadi mending diam, dari pada bikin orang ngga enak hati.

Pas di kejadian itu, jadi aneh kan, mau ngerespons gimana, jadi serba salah.Dan lesson learned nya adalah buat saya, ” elo mending diem deh dari pada komentar tapi cuma bikin orang lain ngga nyaman”.

Semoga kita bisa menjaga lisan kita ya, jangan sampai membuat orang lain sakit hati atau merasa terganggu, j kayak netizen sekarang di medsos kalau ngomong asal seasal-asalnya kayak yang paling sempurna aja dan paling baik.

Anak-anak ABG sekarang juga harus punya pondasi yang kuat, dibully dengan kata-kata, itu lebih menyakitkan.Apabila dipukul itu bisa dikategorikan kriminal tetapi yang sulit itu kalau sudah membully dengan perkataan yang menyakitkan, efeknya akan membuat si anak merasa tertekan.

Toleransi itu penting, dan itu harus kita lestarikan dan terus perjuangkan demi menjaga keharmonisan dalam bersosialisasi.Sayangilah yang di bumi maka yang di langit akan menyayangimu, kalau tidak salah saya pernah baca ungkapan seperti ini.

 

 

Generation Gap

Minggu siang, pas lagi santai-santai sambil nonton TV di ruang tengah, saya baca kiriman gambar dari teman di salah satu grup wasap.Gambarnya si Reza Rahardian yang jadi pemeran Benyamin Suaeb.Saya bilang ke anak saya, ” waah musti nonton nih kak, nanti ada Reza main film jadi si Bang Benyamin”, ” Siapa Mah, Benyamin?” balas Alifa, ” itu lho, yang jadi Bapaknya si Dul, di film si Dul anak Sekolahan”, balas saya lagi.

Dan, Alifa balas lagi,” aku taunya si Dul nya Al, El, Dul”.

Hahahhaa.. bener-bener gap generasi deh.

Yaaa iyaaalah mamaknya aja yang ngga inget umur.

Kokohku sayang

Hari ini teramat-amat cerah, matahari sudah bersinar lebih terang dari kemarin, tetapi Dea masih saja merenung di atas tempat tidurnya yang nyaman.Bingung mau mengerjakan apa, mandi dulu, sarapan dulu atau malah tidur lagi.Hari Minggu memang biasanya dilakukan Dea dengan bermalas-malasan, bangun siang karena semalamnya dia begadang.Besoknya tidak harus ke kantor, jadi dia mau santai sambil stalking instagramnya kokoh Afung.

Malam itu, sebetulnya malam yang bersejarah bagi Dea dan Koh Afung, itu adalah kencan pertama mereka setelah mereka resmi berpacaran.Koh Afung adalah teman dari kakak sepupu Dea yang tinggal di Aussy.Koh Afung berencana ingin membuka bisnis di Jakarta, dan selama berada di Jakarta, Koh Afung sering ditemani Dea.

Malam- malam sebelumnya, “Kamu terakhir pacaran kapan?”, tanya Dea ke Koh Afung.”Aku sudah lama ngga punya hubungan serius sih, sibuk bantuin bisnis papa di Australi dan sekarang rencana mau ngembangin bisnis restoran papa di Jakarta kan, jadi,,,, aduuuh,,, mana ada cewek yang mau dicuekin atau diduain sama kesibukan aku?”balas Koh Afung.”Coba bayangin aja deh, dari pagi aku meeting,belum lagi ketemu calon klien, cari lokasi buat restoran, konsultasi tentang keuangan sama financial planner aku, lama-lama aku bisa tua sebelum waktunya nih,” keluh Koh Afung. Dalam hati Dea berkecamuk, ” yaaailaah koh.. ama aku aja deh… aku bisa ngertiin kamu kok, sayang banget, laki-laki ganteng, punya usaha, baik dan ngga pelit kayak gini, masa’ iya mau dianggurin sih?” batin Dea.

Suatu hubungan itu dimulai dengan rasa nyaman dan juga saling percaya.Percaya kalau partner kita itu setia, sayang dan akan selalu mendukung kita.Itulah diantaranya yang dirasakan Dea selama dia jalan bareng dengan Koh Afung.

LANJUTAN KISAH DEA

Sampai suatu hari, rasa yang Dea miliki perlahan hilang. Koh Afung sangat sibuk dengan bisnisnya. Seringkali Koh Afung lupa janji makan malam sama Dea.

Jangankan makan malam, mengabari saja jarang. Dea yang awalnya merasa bisa ngertiin Koh Afung pun sudah tidak tahan lagi.

“koh, aku mau ngomong sama kamu”, ucap Dea melalui telepon yang kebetulan diangkat oleh Koh Afung.

“Hi sayang, mau ngomong apa?”, jawab si Kokoh.

“aku mau……”

“sorry yank, client aku udah dateng, aku meeting dulu ya. I’ll call you later”, dan klik. Telepon pun ditutup.

Sialan! Umpat Dea. Mau sampe kapan coba begini terus. Bisnis sih bisnis, tapi eike jangan sampe dianggurin gini juga keleus!

Ah udahlah, minta putus by SMS aja. Bete gue.

Handphone yang tadinya sudah sempat mau dibanting pun terselamatkan. Dea keluar dari kamar, menuju ruang makan dan membuka tudung saji.

Nggak ada apapun yang tersedia dibawah tutup tudung saji itu. Emosinya pun kembali memuncak. Dea berjalan menuju teras rumah. Memelototi ragam jajanan yang lewat.

Bubur ayam, mie ayam, bakpao ayam, ketoprak, siomay, cilok. Tidak ada satupun yang menggugah seleranya. Sebal rasanya, lagi kesal perut lapar.

Melihat beberapa anak kecil melintas, Dea pun teringat dekat rumah ada SD yang tukang jajanannya enak2. Tapi hari sudah siang. Mungkin tukang jajanan sudah pada pulang.

Ah tapi kucoba sajalah kesana, batin Dea. Kuncir rambut, pakai sandal jepit, Dea pun membulatkan tekad menerobos terik untuk membeli jajanan di SD.

To be continue…………..

Dengan dandanan ala rumahan, Dea berangkat ke tempat mangkal jajanan SD. Ada cilok kesukaannya, ada rujak mie yang pedas dan juga rambut nenek, iiih menggugah selera pokoknya, dari pada dia mikirin koh Afung terus, malah tambah bete.

Sambil memain-mainkah HP dan juga menikmati rambut nenek yang endang gulindang, tak sengaja Dea menginjak kotoran kucing.. iiieeewwwww….ini maksudnya apa sih? Udah kesel, lagi nikmati makanan, kok eek kucing malah nempel di sandal eike.. huuuhhh.

 Ini semua pasti gara-gara koh Afung nih, semua gara-gara dia deh hari-hari belakangan ini,  gue jadi kayak gini, bawaanya kayak orang PMS,maunya makan, dan marah-marah terus.

Putusin, ngga? Putusin ngga? Dea menghitung kancing bajunya buat memutuskan apakah dia mau memutuskan hubungannya dengan koh Afungnya itu.

Dea mampir ke toilet di SD untuk membersihkan sandalnya yang kena kotoran kucing. “ meoong meooong.. ngapain juga sih pup sembarangan, jadi keinjek deh ini, udah ngga napsu lagi makan ciloknya.

Segera setelah bersih, Dea kembali ke rumahnya dengan berjalan kaki, dengan bersenandung ringan lagu one direction kesukannya, tak terasa sudah mau dekat ke lokasi komplek perumahan Dea.

 “ GEDUBRAAKKKK”

Bunyi apaan tuh, reflek Dea menengok ke belakang arah suara tersebut. Ternyata ada mobil Dodge menabrak tempat sampah dekat gerbang rumahnya, dan tiba-tiba saja mobil tersebut berhenti dan bunyi klakson yang tak henti-henti.

Semua orang berkerumun dan mencoba cari tahu siapa supir yang menabrak, apakah dia mabuk atau sakit?

Karena kacanya yang cukup gelap, tidak begitu kelihatan dari luar, penasaran semua berusaha untuk mencoba membuka pintu mobil.Untungnya bisa terbuka dan di dalamnya sudah ada bapak tua yang tertelungkup di atas setir mobil, pingsan.

Dea dan beberapa orang ikut membantu memindahkan si bapak ke kursi tengah, dan Dea berinisiatip untuk mengantar ke Rumah Sakit terdekat.Sampai di RS, tentu saja Dea tidak tahu identitas bapak tersebut, Dea mencoba mencari dompet siapa tahu ada tanda pengenal, Dea menemukan KTP bernama: “Gulnadi Arta Wirya”.

 Setelah urusan administrasi beres, Dea masih ingin menemani karena dia merasa tidak enak apabila ditinggal sendirian dan saat si bapak siuman, tentunya akan banyak pertanyaan yang akan diajukan oleh Dea.

Dokter jaga memanggil ,” keluarga pak Gulnadi?” silahkan masuk.

Karena tidak ada keluarga, jadi Dea yang masuk ke ruangan dokter dan setelah mereka bertemu, dokter juga menyarankan untuk menunggu sampai siuman, jadi bisa langsung menghubungi keluarga pak Gulnadi.

 Tak berapa lama, suster memberitahukan kalau pak Gulnadi sudah siuman, dan Dea masuk ke ruangan perawatan tersebut. Dea melihat seorang bapak yang berusia lebih kurang 60 tahun, cukup ganteng di usianya, mirip-mirip bintang film Roy Marten gitu.

“ Maaf pak, saya Dea, dan bapak tadi pingsan di depan perumahan saya, jadi bapak saya bawa ke rumah sakit, apa ada keluarga yang bisa saya hubungi pak?” tanya Dea dengan lembut karena takut si bapak kembali shock.

“ hmmmm… terima kasih ya nak, sudah merepotkan, ini kartu nama anak saya, tolong hubungi dia ya” ujar pak Gulnadi.

“baik pak, akan saya telpon dulu ya anaknya”.

 “ Haloo, maaf ini dengan Enggar?” “ ya,. Ini siapa ya?’ balasnya.

“Saya Dea, saya mau kasih tau, kalau ayahnya sekarang di Rumah sakit karena pingsan di jalan”

“ haahhh???? “ ok mbak, rumah sakit mana? Saya segera kesana ya.

 Singkat cerita, si Enggar datang, dan eng ing eng.. dengan postur tinggi badan 180,tegap, kulit putih,celana panjang model skinny, kaos polo shirt, kaca mata , bibir merah.

 DEA;  PINGSAN

Lanjutannya… 

Setelah satu jam akhirnya Dea sadar, pelan-pelan mulai membuka matanya sambal berkedip mencoba untuk dapat memfokuskan penglihatannya.

Setelah Dea dapat melihat dengan jelas, dengan jantung yang berdegup kencang dia melihat sesosok yang gagah sedang berdiri dekat ujung tempat tidur dan tampak berbicara serius dengan Dokter.

“Oh ternyata itu dia Enggar,anak dari Bpk. Gulnadi Arta Wirya, pantas saja anaknya gagah dan tampan karena cetakannya udah bagus” ucap Dea dalam hati.

Kemudian Enggar mulai mendekati Dea,dan jantung Dea semakin berdegup kencang, Dea baru menyadari kalau bulu mata extensionnya sudah mulai rontok.

Dengan panik Dea mulai mengedip-ngedipkan matanya,berharap Enggar tidak menyadari bulumatanya yang tidak rata itu.

 Saat itu juga Dea langsung memantapkan hati ,setelah keluar dari Rumah sakit ini dia akan cuussss ke salon untuk memperbaiki bulu matanya.

Siapa tahu akan ada kelanjutan dengan Enggar (harap Dea dalam hati), babaayyy kokoh Afung, heelloooww Enggar…. #lopelopelopelope

 

Dimulailah pembicaraan yang manis antara Dea dan Enggar….

“kamu sudah sadar?” tanya enggar

“su..dah” jawab dea dengan suara lirih

“aku Enggar, kamu, Dea kan? Wajah mu pucat, istirahat dulu ya” ucap enggar kepada dea.

Pada saat itu juga dea berusaha bangun dari tempat tidur nya menuju ke toilet, dea teringat kalau dia harus touch up, setelah pingsan tadi pasti rambutnya kembali keriting tidak karuan.

Enggar kemudian berkata “kamu mau kemana? Sudah istirahat dulu ditempat tidur, aku temani kamu” daannn jreeng jreeng jreng tangannya memegang dea bak di FTV.

Selama sesaat eh beberapa saat deng hati dea bagaikan roller coster. Disaat itulah HP dea berbunyi, ketika dea check ternyata caller nya adalah ‘cinta mati ku’. (huuuuu)

Dea langsung BT sejadi-jadinya kemudian dia meng ignore telp tersebut. Karena penasaran enggar pun bertanya “kenapa tidak diangkat? Pacar atau suami mu?” dengan ketus dea menjawab “calon mantan”  

 

 

 

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

RedDoorz

Your Traveling Partner

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination