Feeds:
Pos
Komentar

Alhamdulilah, kedua orang tua saya masih hidup, dan berarti kami masih diberi kesempatan untuk bisa berbakti dan membahagiakan keduanya.Saat ini ibu saya sedang sakit dirawat di ICU RS.Polri, Kramat Jati, sebelumnya juga sudah dirawat di RS.Harum selama 2 minggu, dipulangkan oleh dokter penyakit dalam, namanya ibu Heriyati, dan beliau bilang, “ibu mau ngontrak di sini?” karena sudah cukup lama mungkin, lagipula siapa juga yang mau berlama-lama di RS? saya sudah berniatan untuk mengeluarkan secara paksa karena tidak ada kejelasan, dan sehari di rumah, drop, tekanan darah rendah, menurunnya kesadaran, lemas, tidak ada tenaga.Esoknya kami bawa ke RS.Persahabatan yang lebih lengkap, ternyata di IGD kondisinya penuh, sampai waiting list ada 3 orang lagi, orang IGD menyarankan untuk dibawa ke RSCM yang lebih lengkap, tetapi mengingat jarak yang cukup jauh, dan iya kalau ada tempat, akhirnya karena darurat, kami bawa ke RS.Antam Medika di Pulogadung.Menurut orang RS.Persahabatan, di Antam juga menerima pasien BPJS, tetapi pas kami tiba di sana, mereka menerima pasien BPJS Ketenagakerjaan, bukan BPJS Kesehatan. Berhubung sudah masuk IGD di RS.Antam, dan disarankan masuk ICU, kami setuju saja, yang penting penanganan awal dulu saja.

Setelah diobservasi, diberikan obat2an yang diperlukan, ditransfusi darah, kondisi ginjal yang tidak bagus, irama jantung yang tidak teratur, dan kaki jempol infeksi gangrene yang ternyata saya baca-baca memang menyebabkan sepsis, akibatnya kondisi penderita lemas, tekanan darah rendah,mual, pusing.

Hari ketiga di sana, tagihan sudah lumayan cukup membuat saya kaget, hampir 30 juta, jadi saya minta pindahkan ke RS lain yang menerima BPJS.Dibantu oleh pihak RS, kerja sama dengan pihak ambulance swasta, Pratama Medika, dari mereka dicarikan kamar dan dapat di RS.POLRI Kramat Jati.Akhirnya kami pindahkan ke sana dan ditempatkan di ICU.

Awalnya bermula dari kondisi ibu saya yang sesak napas, dan vertigo, karena mungkin salah makan, saya dengar makan duren yang dibawa adek saya, lalu karena perut kembung, adek saya belikan soda susu yang menurut dia, bisa mengeluarkan angin dalam perut.Tetapi malah ibu saya makin sesak napas, dan dibawa adek saya ke UGD  di RS.Harum, Kalimalang, Jaktim.

Sempat dirawat di ICU 2 malam, ada cairan di paru-parunya, lalu dirawat di kamar biasa,setelah seminggu, ada luka di jempol, yang ngga jelas berawal di mana dan kapan.Ketahuan waktu ibu saya ke WC, lalu naik ke tempat tidur, jempolnya berdarah, dan langsung diberikan betadine. setelah lapor ke suster, hanya dikompres betadine dan diberikan antibiotic, katanya juga sudah dikonsul ke dokter bedah juga dan di rontgen, tetapi ketika saya tanya soal bagaimana tindak lanjutnya, saya diminta tanya ke dokter langsung, suster ngga bisa menjelaskan, tapiiii.. kapan bisa ketemu dokternya??? jam visit ngga menentu kan? kalau memang saya harus konsul, bayar pribadi juga ngga papa kok.

Saat ini, ibu saya sudah kembali ke rumah  setelah dirawat di RS.Polri selama 5 hari, amputasi jempol yg disarankan oleh dokter bedah, ternyata oleh dokter jantung tidak disarankan karena resiko tinggi.

Dipulangkan, agar dirawat sendiri lukanya.Saya mencoba cari tahu di internet soal luka diabetes, mengenai penangangannya dan perawatnya. Saya akhirnya panggil perawat ke rumah lewat jasa caredise.com dan kemarin, jempol ibu saya dipotong karena memang jaringan sudah mati.

Kasihan dan sedih lihatnya, ibu saya pasti shock dan ngga nyangka dari luka kecil mengakibatkan amputasi.

Menjaga orang tua sakit selain menguras tenaga juga menguras pikiran, saya dan adek-adek berkoordinasi siapa yang menjaga ibu karena sampai saat ini masih belum bisa bangun sendiri dari tempat tidur.

Saya copas tulisan yang baru saja saya terima lewat pesan WA, dan pas banget di saat ibu saya sedang sakit seperti sekarang ini.

Bila diantara saudara-saudara kita sekalian diberikan nikmat Sakit, jangan lah terlalu risau..

*TENTANG SAKIT*

_Suatu hari Rasulullah  SAW kedatangan seorang bapak dan anak gadisnya. Bapak tersebut meminta Rasulullah SAW untuk menikahi anak gadisnya dan mengatakan bahwa anak gadisnya merupakan anak yang sangat luar biasa dimana anaknya_ *sejak kecil sampai sekarang tidak pernah sakit*

Rasulullah SAW tersenyum dan beliau diberitahu oleh Malaikat Jibril untuk menolaknya karena *tidak ada kebaikan* dalam diri anak gadis itu.

Sungguh luar biasa makna dari sakit, ternyata dengan datangnya penyakit pada diri kita itu mendatangkan berbagai kebaikan.

Bahkan sebagian ulama mengatakan orang yang sedang sakit dipastikan orang tersebut sedang dicintai Allah…

*Sakit kalau kita sikapi dengan positif*

*Sakit itu “Zikrullah”*

Orang yang sedang sakit akan lebih sering menyebut Asma Allah dibandingkan ketika dalam sehatnya

*Sakit itu “Istighfar”*

Orang yang sedang sakit akan teringat dosa-dosa yang pernah diperbuat, sehingga lisan akan terbimbing untuk selalu beristigfar dan memohon ampunan kepada Allah.

*Sakit itu “Tauhid”*

Bukankah saat sedang hebat rasa sakit, kalimat thoyyibah yang akan terus digetar?

*Sakit itu “Muhasabah”*

Orang yang sedang sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri, menghitung-hitung bekal apa yang telah dikumpulkan untuk kembali menghadap Illahi.

*Sakit itu “Jihad”*

Orang yang sedang sakit tidak diperbolehkan hanya pasrah akan tetapi diwajibkan terus berusaha dan berikhtiar untuk mencapai kesembuhan.

*Sakit itu “Ilmu”*

Bukankah ketika sakit, kita akan memeriksa, berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri utk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit.

*Sakit itu “Nasihat”*

Orang sakit mengingatkan yang sehat untuk jaga diri. Yang sehat menghibur yang sakit agar mau bersabar,

Allah mencintai dan menyayangi keduanya.

*Sakit itu “Silaturrahim”*

Saat jenguk, bukankah keluarga yang jarang bertemu akhirnya datang membesuk, penuh senyum dan rindu mesra? Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah.

*Sakit itu “Penggugur Dosa”*

Orang yang sedang sakit sesungguhnya dia sedang dicintai sang Pencipta sekaligus sedang diberi ujian..tentu kalau diterima dengan sabar dan tawaqal akan merontokan dosa-dosa.

*Sakit itu “Mustajab Do’a”*

Sesungguhnya doa orang yang sedang sakit mustajab, maka saat kita menengok yang sakit disamping kita mendoakan maka mintalah doanya.

Imam As-Suyuthi  selalu keliling kota mencari orang sakit lalu beliau minta dido’akan.

*Sakit itu salah satu keadaan yang “Menyulitkan Syaitan”*

Orang yang sedang sakit diajak maksiat tak mampu dan tak mau. Dosa yang lalu disesali dan mohon ampunan.

*Sakit itu membuat “Sedikit tertawa dan banyak menangis”*

Satu sikap ke-Insyaf-an yang disukai Nabi dan para makhluk langit.

*Sakit meningkatkan kualitas “Ibadah”*

Rukuk – Sujud lebih khusyuk,

Tasbih – Istighfar lebih sering,

Bermunajat – Do’a jadi lebih lama.

*Sakit itu memperbaiki “Akhlak”*

Kesombongan terkikis, sifat tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan santun,7 lembut dan tawadhu’.

Dan pada akhirnya *”SAKIT”* membawa kita untuk selalu ingat akan*”KEMATIAN”*

 Sumber: unknown.

Semoga orang tua kami diberikan kesehatan, dipanjangkan usianya, usia yang bermanfaat, berikan mereka tambahan iman dan taqwa, kesabaran dan kebahagiaan.

Aamiin ya Rabbal alamin

 

Iklan

Memasuki usia di atas 40 tahun, mulai banyak ada perubahan yang dialami oleh tubuh kita, salah satunya adalah rambut yang mulai memutih, alias uban. Orang tua saya mulai beruban sepertinya sekitar usia 50 tahunan, dan katanya sih kapan numbuh ubannya juga itu ada factor gen juga.

Maksudnya gen disini, kalau uban orang tua kita numbuhnya pas di usia muda, biasanya anaknyapun sama, rambut ubannya akan mulai ada di usia muda, misalnya di usia 20-30 tahunan.

Ada temen kantor juga gitu, padahal usianya masih dibawah 30 tahun, tapi rambutnya sudah penuh dengan uban, jadi dia sering agak iri dengan saya yang usianya lebih tua tapi rambut saya belum ada uban waktu itu.

Saat ini memasuki usia menjelang 46 tahun, rambut saya sudah mulai ada tuh satu satu yang berwarna putih, dan teman saya senangnya bukan main, hahaha, kata dia, ” akhirnya numbuh juga uban di rambutnya mbak Anita”, dan dia happy banget, karena akhirnya ada temennya, hehe.

Sampai saat ini sih saya belum kepikiran untuk mencat rambut saya, ngga tau ya kalau nanti-nanti, karena seumur-umur saya belum pernah ngecat rambut. Teman-teman lain kan ada yang dicat warna burgundy, warna ungu,hitam atau coklat tua, tapi dasarnya saya itu orangnya ngga gitu suka dandan yang aneh-aneh, jadi ya ngga pernah berkeinginan untuk ngecat rambut.

Jaman waktu SMP, ibu saya kan ikutan kursus salon, jadilah saya itu sebagai kelinci percobaan. Untuk naik tingkat, ibu saya harus ikut ujian, seperti potong rambut, keriting rambut, mencat rambut dll. Nah, untuk ikut ujian, harus ada orang yang dibawa untuk jadi modelnya selama test berlangsung.

Rambut saya dikeriting, tapi poni nya ngga, jadi lucu deh,. poni lurus dan rambut keriting, hehehe. Ada fotonya waktu pas di ijazah smp, rambut saya agak ikal gitu, padahal aslinya lurus banget, dan itu hanya sekali dikeriting, sudah itu ngga mau lagi.

Lagi mikir, gimana caranya buat nutupin uban tanpa harus dicat? pake kerudung…hahaha

 

 

Persiapan Masa Tua/Pensiun

Kalau kita baca artikel soal persiapan masa tua, pasti ngga jauh-jauh dari tabungan atau asuransi kesehatan. Karena pada umumnya masa tua akan sering mengalami sakit dan perlu pengobatan yang tidak murah, makanya diperlukan asuransi kesehatan.Untungnya sekarang sudah ada program pemerintah yaitu BPJS Kesehatan, dan menurut saya program itu amat membantu masyarakat khususnya masyarakat yang tidak punya asuransi kesehatan swasta yang iurannya lumayan mahal.

Contohnya orang tua saya, karena punya penyakit Diabetes Melitus sudah menahun, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan juga jantung jadi setiap bulan, mereka harus control ke dokter spesialis penyakit dalam dan juga spesialis jantung.Setiap bulan diberikan obat seperti insulin, obat darah tinggi, obat kolesterol, obat vertigo, dll, juga sebelum konsul ke dokter, harus dilakukan cek lab yaitu gula darah puasa dan tidak puasa. Kebayang kan kalau semua biaya dari cek lab, konsul ke  dokter spesialis, obat-obatan itu harus dibayar sendiri sebagai pasien umum, bukan sebagai peserta BPJS? setiap bulan saya rasa bisa lebih dari satu juta rupiah yang harus dikeluarkan. Iuran BPJS itu per orang sebagai berikut:

1. Iuran BPJS Kelas 1 adalah Rp. 80.000
Bagi Anda yang memilih keanggotaan BPJS Kesehatan kelas 1, maka fasilitas yang bisa didapatkan adalah kamar rawat inap setara dengan kelas 1 yang jumlah pasien per kamarnya maksimal adalah 2-4 orang.
2. Iuran BPJS Kelas 2 adalah Rp. 51.000
Biaya iuran BPJS Kesehatan mandiri ini naik sebanyak Rp. 8.000 dari penetapan sebelumnya, di mana peserta di kelas ini akan mendapatkan fasilitas kamar rawat inap setara dengan kelas  2 yang jumlah pasien maksimal dalam satu kamar adalah 3-5 orang.
3. Iuran BPJS Kelas 3 adalah  Rp. 25.500
Untuk peserta kelas 3 tidak mengalami perubahan biaya iuran dari sebelumnya, dan akan mendapatkan fasilitas kamar inap yang maksimal dalam satu kamar ada 2-6 pasien.
Untuk kedua orang tua saya, pilih yang kelas 2 jadi setiap bulan saya bayarkan hanya 102 ribu rupiah untuk berdua, cukup terjangkau kan?

Alhamdulilah selama masih jadi karyawan sih memang saya dicover asuransi kesehatan swasta dan juga BPJS Kesehatan, dan sampai saat ini belum pernah dipake BPJS Kesehatannya karena selalu pakai yang asuransi swastanya.

Untuk iuran BPJS karyawan, dipotong setiap bulan dari gaji sebesar Rp. 80,000,- dan disubsidi dari kantor sebesar Rp.320 ribu rupiah yang harus disetor ke kantor BPJS Kesehatan.

Jadi menurut saya, walaupun asuransi BPJS saya tidak dipakai dan diwajibkan, uang setoran tersebut bisa menjadi subsidi pemerintah untuk peserta mandiri seperti contohnya orang tua saya.Saya yakin banyak juga perusahaan lain melakukan hal yang sama.

Selain asuransi kesehatan, tentu saja dibutuhkan tabungan masa tua yang kita bisa gunakan untuk kebutuhan kita sehari-hari, ngga ada niatan saya untuk minta bantuan dari anak nantinya.Berdasarkan pengalaman saya dan juga pengalaman orang sekitar, banyak dari orang tua kita yang tidak mempunyai tabungan dan akhirnya jadi beban anak untuk memberikan jatah bulanan. Anak-anak kita tentunya juga akan berusaha membantu orang tua tetapi alangkah akan lebih baik apabila mereka bisa lebih focus mempersiapkan tabungan selama masa usia produkftif, misalnya tabungan untuk membeli rumah, biaya sekolah anak, kendaraan, dan kebutuhan lainnya.

Selain urusan materi yang harus dipersiapkan, kita juga sebaiknya menyiapkan mental, ini jauh lebih penting.Banyak orang yang sudah pensiun dan tidak ada kegiatan rutin dan juga tidak ada pemasukan, pasti akan sangat diperlukan adaptasi atas kondisi saat itu.Biasanya sih makin usia bertambah, makin sering melakukan kegiatan spiritual, karena udah mulai mikir, udah mau deket mati..hehehe…

Kegiatan seperti ikut majelis taklim, sholat sunah, puasa sunah, baca Al Quran, adalah diantaranya kegiatan spiritual yang bisa dilakukan selama usia pensiun. Ketika bekerja full time, sampai rumah sudah lelah karena macet di jalan, setelah itu urus rumah tangga, suami dan anak-anak, tentunya kegiatan spiritual tidak terlalu bisa dilakukan karena keterbatasan waktu.

Banyak contoh para pejabat yang setelah selesai menjabat, mereka mengalami post power syndrome, gejalanya biasanya jadi uring-uringan ngga jelas, masih pingin jadi orang yang dihormati dan susah diajak kompromi.

Jadi memang idealnya kita harus mempersiapkan usia pensiun ( semoga masih ada umur, Aamiin), agar di masa tua kita bisa menikmati dan menjalaninya dengan sebaik-baiknya.

 

 

 

Christmas Movie

I really love the movie with the Christmas theme, and usually it is in December, this month.

Why? because most of them always tell the story about love, care, and motivation among parents, spouse or children. The scenery on the movie is very beautiful. Snow everywhere, nice building, nice costumes, I really like it.

And the movie that I have watched more than three times is “The Holiday”. The Actress is Cameron Diaz and The Actor is Jude Law. On that movie, Jude Law is sooooooo charming and handsome with his British Accent , God,.. so damn sexy.

This film tells about two women who have broken hearts and want to take a vacation away from their daily routine.
They exchange houses, one in London, and one in New York.

Both of them get very interesting experiences and at the end of the story they both get their true love.

It is very entertaining and must watch for the ladies.

Tulisan ini disadur dari beberapa sumber seperti Kemendikbud, dan berbagai koran juga artikel.

“Tugas orang tua mempersiapkan anak menghadapi zamannya. Kita sebagai orang tua, apakah sudah mempersiapkan anak untuk menghadapi era digital saat ini? dan era kedepannya?”

Anak-anak era generasi milenial menjadi sangat cepat beradaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi.

Karenanya orangtua menghadapi banyak tantangan dalam membesarkan dan mengasuh anak-anak di era seperti sekarang.

Mereka dituntut mempersiapkan anak-anaknya menjadi lebih tangguh menghadapi persaingan global.

Sebagai orang tua, kita harus bisa menjadi contoh yang baik dan beberapa cara agar orang tua bisa lebih dekat dengan anak diantaranya:

  1. Pujilah anak-anak apabila mereka sudah meyelesaikan tugasnya.
  2. Orang tua sebagi contoh/teladan yang positif.
  3. Tanamkan tentang pentingnya proses bukan hasil instan.
  4. Fokus pada pembentukan karakter, belajar dan kegiatan fisik seperti  pentingnya kegiatan olah raga.
  5. Utamakan kebersamaan dalam keluarga, komunikasi dan interaksi yang cukup intens dan anak-anak akan merasa diperhatikan.
  6. Mengajarkan Agama
    Menjadi kewajiban orangtua untuk mengajarkan anak-anaknya tentang agama. Pendidikan tentang agama perlu ditanam sejak sedini mungkin. Dalam hal ini, mengajarkan agama tak hanya terbatas ia bisa membaca Al-Qur’an misalnya, bisa berpuasa atau pergi ke gereja. Orangtua perlu menanamkan secara emosional agar anak menyukai aktivitas itu.
    “Jangan kosong dan lalu dimasukkan ke sekolah agama. Tidak ada dasarnya jika begitu. Bisa dan suka itu berbeda. Bisa hanya sekadar melakukan, tapi jika suka, ada atau tidak ada orangtua dia akan tetap baik,” tuturnya.
  7.  Persiapkan Anak Masuk Pubertas
    Kebanyakan orangtua malu membicarakan masalah seks dengan anak dan cenderung menghindarinya. Menurut Elly Risman, pembicaraan justru perlu dimulai sejak dini dengan bahasa yang mengikuti usianya.
    “Kalau sudah keluar air mani, sudah menstruasi, itu artinya mereka sudah aktif secara seksual dan sudah telat untuk menanamkan tentang pemahaman seks. Ya jadi suka-sukanya anak, dia bebas melakukan berbagai macam hal,” tambah Elly Risman.
  8. Persiapkan Anak Masuk Era Digital
    Bukan berarti Anda harus memberikannya gadget sejak bayi. Namun mengajarkan anak jika penggunaan gadget ada waktunya dan memiliki batasan untuk itu. Akses internet pun perlu dibatasi untuk mencegah anak melihat situs yang tidak diinginkan.
    “Ajarkan mereka untuk menahan pandangan, menjaga kemaluan. Karena jika otakmu rusak, kemaluanmu tidak bisa dikendalikan. Jika kita tidak membicarakan, anak tidak tahu bagaimana akan bersikap.” tuturnya.

    Kedepankan komunikasi sebagai pengganti gadget. Sebagai contoh, ajak anak bicara tiap kali pulang sekolah. Hal-hal di sekolah seperti tugas menumpuk, teman jahil atau guru menyebalkan sudah menjadi hal berat untuknya. Oleh karena itu, Elly menyarankan untuk berkomunikasi tentang perasaannya. Misalnya tanya perasaannya di hari itu, apa yang membuatnya bahagia dan apa yang membuatnya sedih. Dengan begitu, secara otomatis anak akan dengan mudah bercerita pada Anda tiap kali ia merasakan sesuatu.

    “Ketika anak dibatasi dia pegang gadget, orangtua perlu beri alternatif lain. Tidak bisa kalau ibu atau ayahnya tidak di rumah. Contohnya ikuti les berenang, main basket, futsal, gitar atau apa yang disukai anak,” pungkas Elly Risman.

 

 

 

 

Setelah jaman grup BBM berakhir, sekarang jamannya grup WA. Bisa lebih dari 20 grup biasanya dalam satu nomor HP.Ada grup temen SD, SMP, SMA,Kuliah, temen kantor lama, temen kantor yang saat ini, temen satu bagian, alumni pertukaran pelajar, grup Yoga, grup RT, grup sekolah anak, apalagi yang anaknya lebih dari satu.

Kadang tanpa ba bi bu, nomor kita udah disinvite untuk join grup WA, dan sementara biasanya melihat situasi dulu, ngga langsung leave group, kalau misalnya grupnya emang kita butuh atau emang kondusif ya lanjut aja ngga usah keluar.

Dalam satu grup WA tentunya banyak terdiri dari orang-orang yang berbeda agama, suku, latar belakang, dan keluarga, khususnya grup alumni sekolah lah entah SD, SMP atau SMA.Ada member grup yang diam aja, ngga pernah komen tentang apapun topic yang dibahas, ada juga yang emang rame banget, yang komen ya dia lagi dia lagi, pokoknya paling berisik deh.Sebenernya ya sama aja sih kayak di dunia nyata, ketika kita punya teman main, pasti ada yg bawel dan ada yang pendiam, tetapi yang perlu ditekankan disini adalah etika dalam berinteraksi mau itu di dunia nyata ataupun di media social.

Banyak saya menemukan di grup-grup WA yang saya ikuti, padahal sudah diwanti-wanti no sara ya, grup ini hanya untuk silaturahmi bukan buat kampanye politik atau agama.

Tapi tetap saja, ada yang kirim ceramah harian, kalau yang isinya adem tanpa menyinggung agama lain ya masih ok lah, buat bacaan yang bermanfaat.Kalau sudah menyinggung agama lain, agama lain itu kafir, ngga baik, dan lain-lain yang menyakitkan, ini beneran ngga bisa ditolerir, admin grup harus segera diingatkan untuk stop diskusi semacam itu.

Apabila admin grupnya yang justru kirim yang berbau SARA, gimana? naaah ini yang repot, siapa yang mau negur dia? hahaha.. jadinya member hanya nerima aja dan yang ngga suka ya ujung-ujungnya leave group.

Ada beberapa group WA yang sudah saya tinggalkan karena memang menurut saya ngga guna, malah nambahin kerjaan saya buat menghapus obrolan.

Beberapa etika dalam berkomunikasi di grup WA diantaranya yang menurut saya memang perlu diikuti berdasarkan pengalaman pribadi diantaranya:

  1. Sharing yang memang berhubungan dengan anggota grup.
  2. Batasi jumlah posting, jangan keseringan.
  3. Kirim dalam waktu yang wajar, bukan di tengah malam atau pagi buta.
  4. Hubungi langsung saja apabila sifatnya pribadi.
  5. Pamit saat meninggalkan grup
  6. Tidak usah mempertanyakan yang leave grup.
  7. Tidak asal menscreen shot percakapan anggota grup lalu dishare ke orang lain walaupun hanya untuk lucu-lucuan, tapi siapa tau orangnya keberatan.

Sarana komunikasi semakin hari semakin berkembang, sms sudah jarang sekali dipakai, justru WA di Indonesia yang lebih sering digunakan untuk komunikasi baik ke keluarga, teman, dan juga urusan pekerjaan dengan orang kantor ataupun di luar kantor.

Dan setiap orang itu tipenya berbeda-beda, ada yang memang dengan berbagai alasan pribadi, tanda conteng biru tidak disetting jadi orang lain tidak tahu, apakah pesannya sudah dibaca atau belum.

Kalau saya pribadi, saya tetap senang dan nyaman komunikasi dengan orang yang pakai tanda conteng biru, walaupun dia ngga langsung jawab juga ngga papa, saya ngerti kok, pasti dia lagi sibuk, lagi ada yang dikerjakan dan akan dibalas nanti.

Seandainya memang penting banget tentunya saya akan telpon langsung apalagi kalau urusan kerjaan, agar bisa selesai dan tidak ada salah persepsi.

Karena komunikasi itu penting dan etika juga penting dalam berkomunikasi.

 

Petir Di Kala Hujan

Paling takut nih sama yang namanya petir alias gledek atau thunder Bahasa Inggrisnya.

Kenapa??? yaaa biasa lah kalau pernah kejadian yang tidak mengenakan dan sampai sekarang terkenang-kenang selalu, kejadiannya itu lagi hujan deres terus ada petir yang bunyinya seperti mau membelah bumi.

Waktu kecil, ya ngga kecil-kecil banget sih, sekitaran usia SD gitu lah, waktu itu hujan turun disertai angin dan petir. Angin yang cukup kencang, membuat pohon mangga depan rumah tumbang, terbelah dua, dan saat itu sedang lebat-lebatnya berbuah.Pohon tetangga, pohon kecapi yang tinggi dan besar juga tumbang dan menimpa kabel listrik perumahan, saya melihat langsung percikan api dari kabel yang terputus karena tertimpa pohon tersebut.

Nah ini ceritanya kenapa kalau ada petir itu bikin saya gelisah juga takut, saya ingat banget yaitu ketika saya disuruh ibu saya untuk mencabut kabel radio yang masih nempel di colokan. Karena hujan lebat dan kamar juga udah ada air yang netes-netes dari genteng karena bocor, takutnya terjadi korsleting, dan ibu saya minta saya mencabut colokan radionya.Tanpa berpikir panjang, saya masuk ke kamar, dan langsung nyabut kabel dari colokan yang nempel di radionya, karena takut kan kalau nyabut dari colokan langsung, tapi apa cobaaa?? malah keluar kayak petir warna putih gitu dari kabelnya, saya langsung loncat karena tangan saya kesetrum, tau kan rasanya buat yang pernah kesetrum? dan selain rasa sakit, saya juga kaget karena ngga nyangka bakalan kesetrum gitu. Kalau di film-film kartun kayaknya bakalan berdiri deh rambut saya, hahaha. (Sekarang bisa ketawa, tapi saat itu rasanya ketakutan yang amat sangat).Katanya lagi, karena saya ngga pakai alas kaki, dan  kaki basah jadi mudah kesetrum.

Sekarang nih kalau hujan disertai petir menggelegar sampai langit bisa bercahaya karena petir itu, saya mulai resah dan gelisah, masih terekam di otak, bagaimana kejadian dulu, hujan disertai angin, pohon tumbang, kabel listrik mengeluarkan api, dan saya kesetrum.

Setiap orang pasti ada aja kan traumanya, walaupun menurut orang lain sepele tapi belum tentu menurut kita, begitu juga sebaliknya.

Ada yang takut sama kecoa, padahal kecil banget, diinjak aja juga mati dia,..hehe.. tapi kalau yang emang takut sama kecoa, begitu liat gambarnya udah ketakutan, hehehe.

 

 

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

RedDoorz

Your Traveling Buddy

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata, Rasa dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination