Feeds:
Pos
Komentar

Sebagai manusia yang tidak pernah luput dari kesalahan,.. cieyyyyeeee.. bahasanya keren ya? hehehe. Manusia sebagai makhluk sosial yang kodratnya akan saling membutuhkan.Dibutuhkan toleransi yang sangat tinggi untuk menciptakan keharmonisan dan kenyamanan dalam bersosialisasi.

Untuk kasus saya pribadi,sehari-harinya sebagai karyawan, tentunya juga kita banyak berinteraksi terhadap teman kantor, atasan ataupun bawahan, dan saya sih ngga punya anak buah, secara no carreer up gini..hiiksss…nasiiib.. nasiiib…hehehee. Ngga papa, kan rejekinya dari tempat lain, aamiin.Komentar atau celetukan yang sering kita tidak sadari karena asal nyablak, malah sering membuat orang lain tidak nyaman.

” Eh.. bajunya baru, si anu ya yang beliin?” dan ngomong langsung ke orang yang bersangkutan, padahal dia itu atasan, orang beda negara yang mungkin belum bisa nyambung dengan becandaan orang kita.Dan, komentar menuduh gitu juga maksudnya apa? nyinyir.com lah itu.

” Lho kok cuma si anu yang dapat oleh-oleh, kenapa si ani ngga dikasih?” komentar ini kalau menurut saya ngga asik banget, kenapa ngga asik? yaaa maksudnya itu apa, tujuannya apa, dan untuk apa komen seperti itu? atau yang komen juga kepingin dapat?

Nah, orang yang ngasih tentunya merasa serba salah dong, karena itu oleh-oleh, cuma goody bag yang isinya kaos oblong dengan logo seminar dan tulisan-tulisan sponsor, isinya juga cuma satu kaos gitu.Kalau si bos kasih ke sekretarisnya karena pas acara dia nawarin mau bawain kaos ini, pastinya ya ngga masalah kan? dan kenapa juga orang lain, bukan satu bagian, trus harus komentar yang menurut saya sih, ngga perlu banget, jadi mending diam, dari pada bikin orang ngga enak hati.

Pas di kejadian itu, jadi aneh kan, mau ngerespons gimana, jadi serba salah.Dan lesson learned nya adalah buat saya, ” elo mending diem deh dari pada komentar tapi cuma bikin orang lain ngga nyaman”.

Semoga kita bisa menjaga lisan kita ya, jangan sampai membuat orang lain sakit hati atau merasa terganggu, j kayak netizen sekarang di medsos kalau ngomong asal seasal-asalnya kayak yang paling sempurna aja dan paling baik.

Anak-anak ABG sekarang juga harus punya pondasi yang kuat, dibully dengan kata-kata, itu lebih menyakitkan.Apabila dipukul itu bisa dikategorikan kriminal tetapi yang sulit itu kalau sudah membully dengan perkataan yang menyakitkan, efeknya akan membuat si anak merasa tertekan.

Toleransi itu penting, dan itu harus kita lestarikan dan terus perjuangkan demi menjaga keharmonisan dalam bersosialisasi.Sayangilah yang di bumi maka yang di langit akan menyayangimu, kalau tidak salah saya pernah baca ungkapan seperti ini.

 

 

Iklan

Generation Gap

Minggu siang, pas lagi santai-santai sambil nonton TV di ruang tengah, saya baca kiriman gambar dari teman di salah satu grup wasap.Gambarnya si Reza Rahardian yang jadi pemeran Benyamin Suaeb.Saya bilang ke anak saya, ” waah musti nonton nih kak, nanti ada Reza main film jadi si Bang Benyamin”, ” Siapa Mah, Benyamin?” balas Alifa, ” itu lho, yang jadi Bapaknya si Dul, di film si Dul anak Sekolahan”, balas saya lagi.

Dan, Alifa balas lagi,” aku taunya si Dul nya Al, El, Dul”.

Hahahhaa.. bener-bener gap generasi deh.

Yaaa iyaaalah mamaknya aja yang ngga inget umur.

Kokohku sayang

Hari ini teramat-amat cerah, matahari sudah bersinar lebih terang dari kemarin, tetapi Dea masih saja merenung di atas tempat tidurnya yang nyaman.Bingung mau mengerjakan apa, mandi dulu, sarapan dulu atau malah tidur lagi.Hari Minggu memang biasanya dilakukan Dea dengan bermalas-malasan, bangun siang karena semalamnya dia begadang.Besoknya tidak harus ke kantor, jadi dia mau santai sambil stalking instagramnya kokoh Afung.

Malam itu, sebetulnya malam yang bersejarah bagi Dea dan Koh Afung, itu adalah kencan pertama mereka setelah mereka resmi berpacaran.Koh Afung adalah teman dari kakak sepupu Dea yang tinggal di Aussy.Koh Afung berencana ingin membuka bisnis di Jakarta, dan selama berada di Jakarta, Koh Afung sering ditemani Dea.

Malam- malam sebelumnya, “Kamu terakhir pacaran kapan?”, tanya Dea ke Koh Afung.”Aku sudah lama ngga punya hubungan serius sih, sibuk bantuin bisnis papa di Australi dan sekarang rencana mau ngembangin bisnis restoran papa di Jakarta kan, jadi,,,, aduuuh,,, mana ada cewek yang mau dicuekin atau diduain sama kesibukan aku?”balas Koh Afung.”Coba bayangin aja deh, dari pagi aku meeting,belum lagi ketemu calon klien, cari lokasi buat restoran, konsultasi tentang keuangan sama financial planner aku, lama-lama aku bisa tua sebelum waktunya nih,” keluh Koh Afung. Dalam hati Dea berkecamuk, ” yaaailaah koh.. ama aku aja deh… aku bisa ngertiin kamu kok, sayang banget, laki-laki ganteng, punya usaha, baik dan ngga pelit kayak gini, masa’ iya mau dianggurin sih?” batin Dea.

Suatu hubungan itu dimulai dengan rasa nyaman dan juga saling percaya.Percaya kalau partner kita itu setia, sayang dan akan selalu mendukung kita.Itulah diantaranya yang dirasakan Dea selama dia jalan bareng dengan Koh Afung.

LANJUTAN KISAH DEA

Sampai suatu hari, rasa yang Dea miliki perlahan hilang. Koh Afung sangat sibuk dengan bisnisnya. Seringkali Koh Afung lupa janji makan malam sama Dea.

Jangankan makan malam, mengabari saja jarang. Dea yang awalnya merasa bisa ngertiin Koh Afung pun sudah tidak tahan lagi.

“koh, aku mau ngomong sama kamu”, ucap Dea melalui telepon yang kebetulan diangkat oleh Koh Afung.

“Hi sayang, mau ngomong apa?”, jawab si Kokoh.

“aku mau……”

“sorry yank, client aku udah dateng, aku meeting dulu ya. I’ll call you later”, dan klik. Telepon pun ditutup.

Sialan! Umpat Dea. Mau sampe kapan coba begini terus. Bisnis sih bisnis, tapi eike jangan sampe dianggurin gini juga keleus!

Ah udahlah, minta putus by SMS aja. Bete gue.

Handphone yang tadinya sudah sempat mau dibanting pun terselamatkan. Dea keluar dari kamar, menuju ruang makan dan membuka tudung saji.

Nggak ada apapun yang tersedia dibawah tutup tudung saji itu. Emosinya pun kembali memuncak. Dea berjalan menuju teras rumah. Memelototi ragam jajanan yang lewat.

Bubur ayam, mie ayam, bakpao ayam, ketoprak, siomay, cilok. Tidak ada satupun yang menggugah seleranya. Sebal rasanya, lagi kesal perut lapar.

Melihat beberapa anak kecil melintas, Dea pun teringat dekat rumah ada SD yang tukang jajanannya enak2. Tapi hari sudah siang. Mungkin tukang jajanan sudah pada pulang.

Ah tapi kucoba sajalah kesana, batin Dea. Kuncir rambut, pakai sandal jepit, Dea pun membulatkan tekad menerobos terik untuk membeli jajanan di SD.

To be continue…………..

Dengan dandanan ala rumahan, Dea berangkat ke tempat mangkal jajanan SD. Ada cilok kesukaannya, ada rujak mie yang pedas dan juga rambut nenek, iiih menggugah selera pokoknya, dari pada dia mikirin koh Afung terus, malah tambah bete.

Sambil memain-mainkah HP dan juga menikmati rambut nenek yang endang gulindang, tak sengaja Dea menginjak kotoran kucing.. iiieeewwwww….ini maksudnya apa sih? Udah kesel, lagi nikmati makanan, kok eek kucing malah nempel di sandal eike.. huuuhhh.

 Ini semua pasti gara-gara koh Afung nih, semua gara-gara dia deh hari-hari belakangan ini,  gue jadi kayak gini, bawaanya kayak orang PMS,maunya makan, dan marah-marah terus.

Putusin, ngga? Putusin ngga? Dea menghitung kancing bajunya buat memutuskan apakah dia mau memutuskan hubungannya dengan koh Afungnya itu.

Dea mampir ke toilet di SD untuk membersihkan sandalnya yang kena kotoran kucing. “ meoong meooong.. ngapain juga sih pup sembarangan, jadi keinjek deh ini, udah ngga napsu lagi makan ciloknya.

Segera setelah bersih, Dea kembali ke rumahnya dengan berjalan kaki, dengan bersenandung ringan lagu one direction kesukannya, tak terasa sudah mau dekat ke lokasi komplek perumahan Dea.

 “ GEDUBRAAKKKK”

Bunyi apaan tuh, reflek Dea menengok ke belakang arah suara tersebut. Ternyata ada mobil Dodge menabrak tempat sampah dekat gerbang rumahnya, dan tiba-tiba saja mobil tersebut berhenti dan bunyi klakson yang tak henti-henti.

Semua orang berkerumun dan mencoba cari tahu siapa supir yang menabrak, apakah dia mabuk atau sakit?

Karena kacanya yang cukup gelap, tidak begitu kelihatan dari luar, penasaran semua berusaha untuk mencoba membuka pintu mobil.Untungnya bisa terbuka dan di dalamnya sudah ada bapak tua yang tertelungkup di atas setir mobil, pingsan.

Dea dan beberapa orang ikut membantu memindahkan si bapak ke kursi tengah, dan Dea berinisiatip untuk mengantar ke Rumah Sakit terdekat.Sampai di RS, tentu saja Dea tidak tahu identitas bapak tersebut, Dea mencoba mencari dompet siapa tahu ada tanda pengenal, Dea menemukan KTP bernama: “Gulnadi Arta Wirya”.

 Setelah urusan administrasi beres, Dea masih ingin menemani karena dia merasa tidak enak apabila ditinggal sendirian dan saat si bapak siuman, tentunya akan banyak pertanyaan yang akan diajukan oleh Dea.

Dokter jaga memanggil ,” keluarga pak Gulnadi?” silahkan masuk.

Karena tidak ada keluarga, jadi Dea yang masuk ke ruangan dokter dan setelah mereka bertemu, dokter juga menyarankan untuk menunggu sampai siuman, jadi bisa langsung menghubungi keluarga pak Gulnadi.

 Tak berapa lama, suster memberitahukan kalau pak Gulnadi sudah siuman, dan Dea masuk ke ruangan perawatan tersebut. Dea melihat seorang bapak yang berusia lebih kurang 60 tahun, cukup ganteng di usianya, mirip-mirip bintang film Roy Marten gitu.

“ Maaf pak, saya Dea, dan bapak tadi pingsan di depan perumahan saya, jadi bapak saya bawa ke rumah sakit, apa ada keluarga yang bisa saya hubungi pak?” tanya Dea dengan lembut karena takut si bapak kembali shock.

“ hmmmm… terima kasih ya nak, sudah merepotkan, ini kartu nama anak saya, tolong hubungi dia ya” ujar pak Gulnadi.

“baik pak, akan saya telpon dulu ya anaknya”.

 “ Haloo, maaf ini dengan Enggar?” “ ya,. Ini siapa ya?’ balasnya.

“Saya Dea, saya mau kasih tau, kalau ayahnya sekarang di Rumah sakit karena pingsan di jalan”

“ haahhh???? “ ok mbak, rumah sakit mana? Saya segera kesana ya.

 Singkat cerita, si Enggar datang, dan eng ing eng.. dengan postur tinggi badan 180,tegap, kulit putih,celana panjang model skinny, kaos polo shirt, kaca mata , bibir merah.

 DEA;  PINGSAN

Lanjutannya… 

Setelah satu jam akhirnya Dea sadar, pelan-pelan mulai membuka matanya sambal berkedip mencoba untuk dapat memfokuskan penglihatannya.

Setelah Dea dapat melihat dengan jelas, dengan jantung yang berdegup kencang dia melihat sesosok yang gagah sedang berdiri dekat ujung tempat tidur dan tampak berbicara serius dengan Dokter.

“Oh ternyata itu dia Enggar,anak dari Bpk. Gulnadi Arta Wirya, pantas saja anaknya gagah dan tampan karena cetakannya udah bagus” ucap Dea dalam hati.

Kemudian Enggar mulai mendekati Dea,dan jantung Dea semakin berdegup kencang, Dea baru menyadari kalau bulu mata extensionnya sudah mulai rontok.

Dengan panik Dea mulai mengedip-ngedipkan matanya,berharap Enggar tidak menyadari bulumatanya yang tidak rata itu.

 Saat itu juga Dea langsung memantapkan hati ,setelah keluar dari Rumah sakit ini dia akan cuussss ke salon untuk memperbaiki bulu matanya.

Siapa tahu akan ada kelanjutan dengan Enggar (harap Dea dalam hati), babaayyy kokoh Afung, heelloooww Enggar…. #lopelopelopelope

 

Dimulailah pembicaraan yang manis antara Dea dan Enggar….

“kamu sudah sadar?” tanya enggar

“su..dah” jawab dea dengan suara lirih

“aku Enggar, kamu, Dea kan? Wajah mu pucat, istirahat dulu ya” ucap enggar kepada dea.

Pada saat itu juga dea berusaha bangun dari tempat tidur nya menuju ke toilet, dea teringat kalau dia harus touch up, setelah pingsan tadi pasti rambutnya kembali keriting tidak karuan.

Enggar kemudian berkata “kamu mau kemana? Sudah istirahat dulu ditempat tidur, aku temani kamu” daannn jreeng jreeng jreng tangannya memegang dea bak di FTV.

Selama sesaat eh beberapa saat deng hati dea bagaikan roller coster. Disaat itulah HP dea berbunyi, ketika dea check ternyata caller nya adalah ‘cinta mati ku’. (huuuuu)

Dea langsung BT sejadi-jadinya kemudian dia meng ignore telp tersebut. Karena penasaran enggar pun bertanya “kenapa tidak diangkat? Pacar atau suami mu?” dengan ketus dea menjawab “calon mantan”  

 

 

 

Kebutuhan manusia selain kebutuhan biologis, kebutuhan rohani alias psikis juga sangat penting.Setelah dua bulan tidak pakai pembantu yang menginap, dimana saat kami harus berjibaku dengan kegiatan sehari-hari yang cukup sibuk.Anak saya yang besar karena sudah kelas 6, dia ikut bimbingan belajar seminggu 3 kali, belum adiknya juga ada les renang dan aikido.Bapaknya yang pontang panting antar jemput anak-anak.Saya sudah pakai catering rumahan untuk makan siang bapaknya tapi kadang dia ngga selera, jadi suka beli makanan di luar juga.

Makan siang anak-anak, bapaknya juga yang siapin, dari makanan yang tersedia di rumah, makanan catering atau kadang beli lauk di warung padang.Setiap hari saya bangun jam 4 pagi, tetapi itu hanya bertahan beberapa hari dalam seminggu, sisanya saya teler berat, ngga sanggup sama ngantuk dan lelah badan.

Siapin sarapan, siapin bekal buat makan siang saya, bikin jus, manasin masakan sisa, masak air, masak nasi, belum lagi bangunin anak-anak biar ngga telat, itu semua harus dilakukan di saat pagi hari sebelum saya berangkat ke kantor.Seringnya kalau sudah agak telat, saya langsung pergi, menyerahkan tugas semua ke bapaknya anak-anak.So far sih, dia ok-ok saja, tetapi ya lama-lama kecapean sendiri juga dan akhirnya jadi ngga sehat jasmani dan rohaninya.

Beberapa bulan lalu, saya sudah pesan tiket dan hotel untuk jalan-jalan ke Bali bersama keluarga, sebenarnya kondisi suami saat itu agak kurang sehat, kepala kliyengan, mata berkunang-kunang, lemas dan seperti mau jatuh kalau berjalan.Tetapi karena tiket sudah dipesan, sudah bayar, begitu juga dengan hotel, mau ngga mau tetap harus berangkat dari pada hangus kan? Alhamdulilah kami menginap di Sanur, Mercure resort hotel, pakai compliment dari member Accorplus, hanya nambah 150 ribu, dapat kamarnya yang suite lho, yang harga jualnya 3 juta rupiah.Suami yang biasanya susah tidur selama dua bulan terakhir ini, di Bali dia malah bisa tidur nyenyak, dan sehari setelah stay di Bali, dia agak mendingan, kepala ngga terlalu kliyengan karena tidurnya cukup nyenyak, ngga ada gangguan, ngga harus mikir antar jemput, siapin bekal, dll.

Disela-sela kegiatan rutin apalagi dengan kondisi fisik yang lemah, maka sering ada saatnya kita secara psikis menjadi ikutan lemah karena depresi dan beban yang tak terasa ikut terbawa secara tidak sadar.

Liburan 4 hari, 3 malam di Bali, lumayan cukuplah buat merefresh pikiran, agar bisa kembali semangat menjalani rutinitas.

Alhamdulilah sekarang untuk makan siang anak-anak, saya dapat dapat info katering dari teman, dan ternyata anak-anak cocok dengan masakannya, cukup variatif dan disukai anak-anak.Asisten Rumah Tanggapun juga ada yang menginap, semoga makin lancar semua dan sehat wal-afiat.

 

 

Salah satu yang menurut saya keuntungan saya dipindah dari accounting section ke project section, yaitu saya bisa ikut menemani kunjungan kerja dari Mission team yang datang ke Indonesia.

Salah satunya kunjungan ke bendungan Bili-Bili, yang jaman dulunya agak terjadi masalah dan protes dari masyarakat sekitar dan juga LSM yang ikut berdemo.

Tujuan Mr.Jin Sato dari Universitas Tokyo adalah ingin mengumpulkan data tentang sejarah bantuan Jepang ke negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

Beliau mengunjungi Bendungan Bili-Bili, Koto Panjang, Borobudur Prambanan juga ke Universitas Indonesia.

Pengetahuan saya juga jadi bertambah, karena saya jadi penerjemah dadakan, saya ikut mewawancara salah satu penduduk lokal yang dulu tinggal di kawasan Bendungan dan dipindahkan ke daerah transmigrasi, lalu kembali lagi ke daerah sekitar bendungan.Daeng Makka, salah satu penduduk yang terbilang hidupnya sekarang lebih baik, dia membuka warung lesehan di sekitar bendungan, dan pendapatannya jauh lebih banyak dari gaji bulanan saya..hahahha. Kata beliau, seminggu bisa dapat Rp.6 juta.

Gerbang lesehan warung ikan di sekitar bendungan Bili-Bili

Penduduk lokal ada yang memang masih menetap di daerah transmigrasi, ada juga yang kembali ke daerah sekitar bendungan.Mereka yang memang masih punya uang, membeli kembali tanah di sekitar bendungan dan membuka warung sebagai mata pencarian mereka.

Selain itu saya juga mewawancara pak Rais, yang namanya masuk koran Jepang, karena beliau ikut dengan beberapa LSM dan pergi ke Jepang untuk protes, dibiayai oleh Ninja, salah satu LSM Jepang yang pada saat itu kontra terhadap bentuk bantuan Jepang.Kami menanyakan, mengapa dia ikutan berdemo, apa yang dituntut dan mengapa bukan ke pemerintah Indonesia, tetapi malah ke Jepang.Menurut pak Rais, karena mereka sudah mengadu ke berbagai elemen pemerintah di Indonesia, seperti ke Gubernur, DPR dan lain-lain, tetapi tidak ada respons positif.Dan saat ada LSM dari Jepang dan bekerja sama dengan beberapa LSM lain, mereka berangkat ke Jepang untuk menyuarakan aspirasinya.Tuntutan mereka adalah karena daerah transmigrasi yang mereka dapatkan, tidak ada fasilitas yang layak, banjir dan lebih kecil dari yang dijanjikan, juga tidak ada fasilitas air bersih untuk masyarakat sekitar yang kena dampak dibangunnya bendungan tersebut.

Tetapi sekarang, kondisi masyarakat sudah jauh lebih baik, sudah tersedia saluran PDAM, dan penduduk lokal di sekitar bendungan bisa membuka warung lesehan, yang cukup ramai karena banyak dilewati para penduduk yang ingin berwisata di daerah bendungan atau ke Malino.

Selama tugas ke luar kota, salah satu tujuan utama sebagai salah satu bagian dari fun yaitu mencoba makanan asli dari sana, dari Makassar yaitu ikan bakar, tapi apa daya, karena waktunya terbatas, jadi hanya sempat makan coto makassar di hotel, kalau bos baru malah makan coto makassar di Airport Makassar.

Coto Makassar

Untuk oleh-oleh orang kantor, bos beli otak-otak bu Elly yang katanya terkenal itu,  satu pak isi 15, harganya Rp.90,000,-.

 

Jadi,.. harus ada next trip lagi ke sana ya.

Nice View, Fresh Air, Beautiful Scenery…..

Setelah cuti lebaran, kembali bekerja lagi tanggal 3 Juli, dan bos dapat undangan untuk menghadiri acara pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang baru yaitu pak Irfandi Yusuf dan pak Nova Iriansyah yaitu pada tanggal 5 Juli 2017.

Karena pak Ando, Chief Representative ngga bisa hadir karena banyak jadwal yang ngga bisa ditinggal, jadi bos saya yang mau datang, dan dia menawarkan saya untuk ikutan.

Saya langsung book tiket dan langsung issued, karena kami harus berangkat tanggal 4 Juli sore, mengingat acaranya tanggal 5 Juli itu di pagi hari, kalau untuk pesawat pagi-pagi dari Jakarta ke Aceh di tanggal 5 Juli, tentunya tidak cukup waktu untuk bisa datang tepat waktu di acara pelantikan tersebut.

Acara dimulai jam 9 pagi, undangan harus masuk ke ruang sidang DPR Aceh, 30 menit sebelum acara dimulai, dan untuk menuju lokasi ada beberapa ruas jalan yang ditutup, jadi kami harus memutar.Setelah sumpah jabatan yang dipimpin oleh bapak Menteri Cahyo Kumolo, pembawa acara mengumumkan bahwa presiden Jokowi akan menyempatkan hadir untuk memberikan ucapan selamat kepada Gubernur dan wakil Gubernur terpilih sebelum beliau berangkat ke Turki.

Ketika berangkat, di pesawat Garuda, banyak yang ternyata beberapa penumpang yang saya temui di pesawat, saya bertemu lagi di hotel dan di acara pelantikan itu.Karena undangan yang diterima  mepet waktunya, jadi banyak calon tamu yang ngga kebagian tiket karena full. Dari Kedutaan Jepang juga tidak bisa hadir, dan ditugaskan staf yang ada di Konjen Medan, tetapi katanya juga tidak kebagian tiket. Jadilah, perwakilan dari negara Jepang, hanya bos saya dari JICA.

Saya sempat berkenalan dengan direktur di Medco, dan seharusnya menurut saya dia biasa naik kelas bisnis, tetapi karena penuh, mungkin dia terpaksa naik kelas ekonomi, dan duduk bersebelah dengan saya yang memang biasa naik kelas ekonomi.

Walaupun hanya satu malam, saya berusaha menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Mesjid Raya Baiturrahman yang baru selesai renovasi.Tahun lalu di bulan November, mesjid tersebut belum selesai renovasi masih ditutup untuk umum.Di hari raya Idul fitri tahun ini, mesjid raya itu sudah bisa digunakan oleh warga Banda Aceh dan sekitarnya malah katanya ada juga yang sengaja datang dari luar kota Banda Aceh.

Makan siang sebelum kembali ke Jakarta, ya apa lagi kalau bukan Mie Aceh? mampirlah kami ke Mie Aceh Razali.

Sampai ketemu lagi Banda Aceh City.

 

 

Tumben-tumbenan si bapak Eko ngajakin pergi di waktu weekend dan agak jauh dari rumah, yaaak kita ke Cileungsi, tepatnya ke Taman Buah Mekarsari.

Duluuuu banget, waktu anak-anak masih kecil, kira-kira 8 tahun lalu deh, sempat juga kesitu,dan sekarang mau ajak anak-anak lagi siapa tahu ada yang baru dan belum pernah dikunjungi.

Pagi-pagi jam 8 an udah berangkat, sampai di sana hampir jam 9 an lah.Ada warung bakso, mie ayam dan masakan padang.

Harga makanan terbilang lebih mahal, karena semangkok mie ayam harganya 25 ribu rupiah, anak saya yang cowok, nyeletuk, kok mahal ya mah? dan saya jawab, memang biasa kalau di tempat hiburan harga-harga makanan dan minuman itu lebih mahal karena biaya sewa tempat mereka juga cukup mahal, jadi harus disesuaikan.

Tempat pertama yang dikunjungi, ada tempat untuk belajar bersama profesor, seperti di ruang theater gitu, dan pengunjungnya hanya kami..hehehe VIP ceritanya.

Anak-anak diajak belajar cara membuat salju palsu terbuat dari bahan popok dan dicampur air.

 

Vanya2V

Mom of Rhapsody

cerita si nina

here and now, i only have words to tell you!

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

phdmamaindonesia

stories of womanhood and ideas for Indonesia

pacarkecilku

"Jika kau punya cerita, bagilah dengan kata-kata. Jika kau punya kerinduan, kenanglah dengan pertemuan"

Macangadungan

Sketchbook , Dreams, Beer, and all other stuffs.

falafu.wordpress.com/

Tuhan tidak pernah bimbang, selalu seimbang..

Wiwin Hendriani

Berbagi Karya, Berbagi Cerita

YSalma

Jejak Mata dan Pikiran

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

Oerleebook's Situs

Kumpulan data-data artikel menarik, inovatip, mendidik. dari berbagai sumber

Nata Riawan | Bali Animator Illustrator Graphic Designer

Desain Grafis bukan sekedar Print Art Paper

tarjiem

Jasa Penerjemah Inggris Indonesia

My Idea My Imagination

About me, about my inspiration, about my imagination